• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

H. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah siswa. Tes ini dilakukan pada setiap akhir pertemuan sedangkan kemampuan awal matematika siswa diketahui dari nilai siswa sebelum materi penelitian dilangsungkan. Ada dua jenis tes yang diadakan, yang pertama adalah tes kemampuan pemecahan masalah tingkat rendah. Taraf kesulitannya persis sama dengan soal yang ada pada LKS. Kedua adalah tes kemampuan pemecahan masalah tingkat tinggi, yang dilaksanakan setelah tes kemampuan pemecahan masalah tingkat rendah, berlangsung. Tes kemampuan pemecahan masalah tingkat tinggi ini berfungsi untuk mengukur kepahaman siswa dalam memecahkan masalah siswa juga. Namun bentuk soal yang dihadirkan berbeda dengan tes kemampuan pemecahan masalah tingkat rendah dan LKS. Pada tes kemampuan pemecahan masalah tingkat tingi soal lebih aplikatif.

Kedua tes tersebut berbentuk tes uraian. Masing-masing tes berisi satu sampai dua soal. Pada tes ini dihadirkan jumlah soal yang sedikit karena mempertimbangkan alokasi waktu yang hanya sedikit dan dilaksanakan setiap akhir pembelajaran.

Materi yang disajikan pada posttest ini sesuai dengan materi yang dipelajari pada kelas VIII semester genap, yakni melukis garis singgung lingkaran. Pada pertemuan posttest yang pertama, materi yang akan dievaluasikan adalah melukis garis singgung lingkaran yang ditarik dari

titik di luar lingkaran. Pada pertemuan kedua, materi yang akan dievaluasikan adalah melukis garis singgung persekutuan dalam dua buah lingkaran. Pada pertemuan ketiga materi yang akan dievaluasikan yakni melukis garis singgung persekutuan luar dua buah lingkaran.

Kemampuan pemecahan masalah yang diukur dari indikator soal tes yang merujuk pada sifat-sifat garis singgung lingkaran. Hal ini dimaksudkan untuk melihat refleksi dari pemahaman siswa pada materi garis singgung lingkaran dan kemampuannya dalam menerapkan sifat-sifat tersebut pada suatu masalah yang berhubungan dengan materi tersebut.

Ada pun indikator yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah pada materi garis singgung lingkaran dapat dilihat pada lampiran 2 berikut instrumen pada penelitian ini.

I. Validitas dan Reliabilitas

Agar dapat benar-benar mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa, maka instrumen yang dibuat perlu diuji validitas dan reliabilitasnya. Karena dalam penelitian, intrumen yang digunakan harus valid dan reliabel. 

1. Validitas Instrumen

Menurut Sugiyono (2012: 173), instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah valid. Berdasarkan kedua uraian di atas maka didapatkan bahwa maksud dari validitas merujuk pada kemampuan suatu instrumen penelitian untuk mengukur apa yang hendak diukur.

Sebelum penelitian dilakukan, instrumen yang digunakan diperiksa terlebih dahulu apakah memiliki validitas isi, melalui teknik penilaian expert judgement (Sugiyono, 2012:173). Secara teknis pengujian validitas isi dapat dibantu dengan menggunakan kisi-kisi. Selain itu, untuk instrumen yang berbentuk tes, pengujian validitas dapat dilakukan dengan membandingkan isi instrumen dengan materi yang dipelajari.

Validitas isi pada instrumen yang hendak dinilai yakni berdasarkan kesesuaian instrumen tersebut dengan SK, KD, dan indikator pembelajaran. Setelah instrumen ini dibuat, maka instrumen ini dikonsultasikan kepada validator, yakni Endah Retnowati, M. Ed., Ph.D. dan Kana Hidayati, M.Pd.

Perbaikan instrumen yang disarankan oleh validator antara lain ada pada bagian isi dan bahasa. Hal-hal yang harus diperbaiki pada bagian isi adalah aspek pemilihan bilangan yang sebaiknya tidak terlalu sulit dikalkulasikan oleh siswa kelas VIII SMP, sehingga mengurangi resiko kesalahan. Pada bagian bahasa, hal yang harus diperhatikan adalah penggunaan kata-kata yang mudah dimengerti siswa pada petunjuk pengerjaan soal dan LKS.

Setelah dilakukan perbaikan, kemudian instrumen ini dikonsultasikan kembali kepada ahli atau validator sehingga instrumen ini dikatakan valid dan siap digunakan. Kategori validitas instrumen dapat dilihat pada Tabel 3.2.

Tabel 3. 2 Kategori Validitas Instrumen

No. Rentang Skor Kategori Keterangan

1

x

, SB Sangat Baik 2 ,

x

, B Baik 3 ,

x

, C Cukup 4 ,

x

, K Kurang 5

x

, SK Sangat Kurang (Widoyoko, 2009: 238). Instrumen yang diuji validitasnya meliputi RPP, LKS, dan soal tes kemampuan pemecahan masalah tingkat rendah dan tingkat tinggi pada semua materi. Hasil pengukuran validitas instrumen dapat dilihat pada Tabel 3.3.

Tabel 3. 3 Hasil Uji Validitas Instrumen No. Instrumen

STAD-PBL Individu-CLT

Skala 5 Skala 1 Skala 5 Skala 1

Skor Kategori Skor Kategori Skor Kategori Skor Kategori

1 RPP 39 SB 39 SB

2 LKS 36 B 6 layak 76 SB 66 layak

No. Instrumen Skala 5 Skala 1

Skor Kategori Skor Kategori

1 Posttest 20 SB 7 layak

Keterangan dari ahli atau validator dan hasil validasi dapat dilihat pada lampiran 5.

2. Reliabilitas Instrumen

Instrumen dikatakan reliabel apabila hasil evaluasi yang dihasilkan konsisten jika digunakan pada subjek yang sama. Pada penelitian ini, untuk mengetahui reliabel atau tidaknya suatu intrumen digunakan rumus Alpha Cronbach dengan bantuan program SPSS. Tinggi rendahnya reliabilitas instrumen dapat dilihat pada Tabel 3.4.

Tabel 3. 4 Kategori Reliabilitas Instrumen

Rentang Kategori Reliabilitas

, , sangat tinggi

, , tinggi

,4 , sedang

, ,4 rendah

, sangat rendah

(Jihad. & Haris, 2013:181). Intrumen yang diuji reliabilitasnya meliputi soal tes kemampuan pemecahan masalah tingkat rendah dan tingkat tinggi pada semua materi. Hasil pengukuran reliabilitas instrumen dapat dilihat pada Tabel 3.5.

Tabel 3. 5 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen

Instrumen Skor Kategori

Reliabilitas Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Tingkat Rendah

Materi Pertama 0,738 Tinggi

Materi Dua 0,628 Sedang

Materi Tiga 0,686 Sedang

Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Tingkat Tinggi

Materi Pertama 0,500 Sedang

Materi Dua 0,694 Sedang

Materi Tiga 0,487 Sedang

Keterangan:

Materi garis singgung yang ditarik dari titik di luar sebuah lingkaran Materi garis singgung persekutuan dalam dua buah lingkaran Materi garis singgung persekutuan luar dua buah lingkaran

Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada Tabel 3.5, diperoleh kategori minimal sedang pada instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematika, baik tingkat rendah maupun tingkat tinggi. Oleh karena itu, instrumen yang dibuat dapat dikatakan reliabel sehingga dapat digunakan untuk penelitian.

Dokumen terkait