METODOLOGI PENELITIAN
3.2 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai variabel yang akan diteliti. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk angket (kuesioner) dengan jumlah variabel sebanyak satu variabel. Berdasarkan sumber datanya, penelitian ini terbagi menjadi dua sumber yaitu:
1. Data primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya (sampel/responden) dan masih bersifat mentah karena belum diolah atau diinterprestasikan sifat dan kualifikasinya. Data ini diperoleh melalui cara:
a. Kuisioner ( angket )
Menyebarkan angket kepada sumber data jadi dalam hal ini pengumpulan data dilakukan dengan memberi seperangkat prtanyaan tertulis mengenai variabel yang diteliti.
b. Wawancara tidak terstruktur
Ini dilakukan melalui wawancara tidak terstruktur yaitu wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap tetapi hanya berupa garis-garis permasalahan yang akan ditanyakan.
Observasi non partisipan adalah pengamatan secara tidak langsung dengan sumber data. yaitu dengan mengamati secara tidak langsung pada Pelayanan Pembuatan Surat Izin Mendirikan Bangunan Pada Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Serang.
2. Data Sekunder
a. Studi Literatur/Kepustakaan
Pengumpulan data penelitian yang diperoleh dari berbagai referensi yang relevan mengenai penelitian ini berdasarkan text book atau jurnal ilmiah. b. Studi Dokumenter
Pengumpulan data penelitian diperoleh dari peraturan perundang-undangan, laporan-laporan, catatan surat yang relevan dengan masalah yang diteliti.
Instrumen penelitian dipergunakan untuk mengukur nilai variabel yang akan diteliti. Instrumen yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk angket yang telah divalidasi oleh ahli dengan jumlah variabel sebanyak satu variabel. Dalam hal ini peneliti menggunakan Skala Likert. Dimana skala ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Indikator variabel yang disusun melalui item-item instrumen dalam bentuk pertanyaan yang diberi jawaban di setiap item instrumennya. Jawaban setiap item diberi skor seperti berikut ini:
Berikut ini adalah indikator dari Efektivitas Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Serang :
Tabel 3.1
Kisi-kisi Instrumen Yang Diperlukan
Untuk mengetahui Efektivitas Pelayanan Ijin Mendirikan Bangunan di Badan Pelayanan Terpadu Kota Serang
Variabel Penelitian Indikator No Item Instrumen Pelayanan Ijin mendirikan bangunan di Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Serang
Strategi Semua keluhan atau pengaduan akan dijawab dan diselesaikan dengan segera oleh BPTPM
1,2,3,4,5,6,7, 8,9,10,11 Masyarakat segera
mendapat respon jika terjadi kesalahan Skor Keterangan 4 Sangat Setuju 3 Setuju 2 Kurang Setuju 1 Tidak Setuju
Ada jaminan keamanan/keselamatan tehadap masyarakat dalam mekanisme pelayanan Tanggap terhadap kebutuhan masyarakat Masyarakat mudah untuk menghubungi petugas untuk mandapatkan pelayanan
Informasi yang diberikan kepada masyarakat tepat
dan dapat
dipertanggungjawabkan Sosialisasi menggunakan media seperti Koran, Baliho, website, iklan, radio maupun televisi Sosialisasi memuat ketentuan ijin mendirikan bangunan dengan jelas
Ruang tunggu pelayanan rapi dan bersih
Ruang tunggu pelayanan nyaman
Lokasi kantor BPTPM mudah dijangkau semua masyarakat
Sumber daya manusia
petugas ramah terhadap masyarakat
12,13,14,15, 16
petugas sopan terhadap masyarakat
Adanya kesesuaian kemampuan petugas dengan fungsi/tugas Petugas selalu ada selama jam kerja
Petugas menjelaskan prosedur/mekanisme pelayanan dengan baik
Sistem Prosedur yang diterapkan jelas 17,18,19,20, 21,22 Alur pelayanan sederhana Pelayanan didukung sarana dan prasarana yang cukup memadai Pelayanan mudah diakses dengan memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informatika (telematika) Rincian waktu/tarif pelayanan diinformasikan secara terbuka
Pelayanan selesai dengan tepat waktu
3.2.1 Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk sah atau valid tidaknya suatu instrumen. Kevaliditasan instrumen menggambarkan bahwa suatu instrumen benar-benar mampu mengukur variabel-variabel yang akan diukur dalam penelitian serta mampu menunjukkan tingkat kesesuaian antar konsep dan hasil pengukuran. Uji validitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan korelasi Product Moment.
Rumus : n∑xy – (∑x)( ∑y) rxy = √ (n∑X2 –(∑x)2 )(n∑y2 –(∑y)2 )
Dimana :
r = Koefisien Korelasi Product Moment
Σx = Jumlah skor dalam sebaran x Σy = Jumlah skor dalam sebaran y
Σxy = Jumlah hasil kali skor x dan y yang berpasangan Σx2 = Jumlah skor yang dikuadratkan dalan sebaran x Σy2 = Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y N = Jumlah sampel
3.2.2 Uji Reliabilitas
Reliabilitas berasal dari kata dalam bahasa Inggris rely, yang berarti percaya, dan reliable yang artinya dapat dipercaya. Dengan demikian reliabilitas dapat diartikan sebagai keterpercayaan. Pengujian reliabilitas instrumen yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach, yaitu penghitungan yang dilakukan dengan menghitung rata-rata interkolerasi di antara butir-butir pertanyaan dalam kuesioner, variabel di katakan reliabel jika nilai alphanya lebih dari 0.30. Dengan dilakukan uji reliabilitas maka akan menghasilkan suatau instrumen yang benar-benar tepat atau akurat dan mantap. Apabila koefisien
reliabilitas instumen yang dihasilkan lebih besar berarti instrumen tersebut memiliki reliabilitas yang cukup baik.
n ∑ Si²
r11 = 1 - n–1 ∑ St²
Dimana :
n = jumlah butir
Si² = variansi butir
St² = variansi total
3.2.3 Uji Normalitas Data
Uji normalitas merupakan pengujian data bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel penganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Untuk menguji normalitas dengan menggunakan uji grafik dapat digunakan dengan melihat grafik normal probability plot, yaitu deteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal pada sebuah grafik. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonalnya, model regresi memenuhi asumsi normalitas (Husein, 2009:181).
3.2.4 Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah semua nilai daripada karakteristik tertentu mengenai sekelompok objek yang lengkap dan jelas (Husaini, 2008:42). Totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil menghitung ataupun pengukuran kuantitatif maupun kualitatif pada karakteristik tertentu mengenai sekumpulan objek yang lengkap. (Nawawi, 1985:141). Keseluruhan dari karakteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi objek penelitian. (Ridwan, 2004:10).
Penelitian ini berhubungan dengan Efektivitas Pelayanan Ijin Mendirikan Bangunan, maka yang akan peneliti jadikan populasi adalah seluruh pemohon dalam perijinan mendirikan bangunan di Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal terhitung dari bulan Januari 2010 sampai bulan November 2010. Adapun rinciannya ditunjukkan pada Tabel 3.2 berikut ini :
Tabel 3.2
Jumlah Pemohon Ijin Mendirikan Bangunan di Badan Pelayanan Terpadu Kota Serang Per November 2010
No. Jenis Perijinan Pemohon
1. KPR-BTN 52
2. Rumah tinggal 92
3. Jasa 136
Jumlah 280
Peneliti akan menggunakan teknik proporsional sampling. Dalam hal ini peneliti membedakan responden per jenis perijinannya seperti KPR-BTN, rumah tinggal, jasa. Dan untuk mendapatkan data yang lebih akurat dari perolehan sampel yang representatif, peneliti akan menggunakan rumus Slovin sebagai berikut :
Keterangan :
n : Jumlah sampel yang dicari
N : Jumlah populasi
e : Persen kelonggaran karena ketidaktelitian akibat kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditoleransi sebesar 5% atau 0,05
Berdasarkan rumus tersebut maka ditetapkan bahwa jumlah sampel untuk populasi 280 orang adalah 165 orang.
2 ) ( 1 N e N n 165 7 , 1 280 ) 05 , 0 ( 280 1 280 2
3.2.5 Cara Pengambilan Anggota Sampel
Karena penelitian ini berhubungan dengan efektivitas pelayanan ijin mendirikan bangunan, maka yang akan peneliti jadikan anggota sampel adalah seluruh masyarakat yang menjadi pemohon ijin mendirikan bangunan di badan pelayanan terpadu dan penanaman modal kota serang pada periode Januari 2010 sampai November 2010, yang terdiri dari jenis perijinan untuk KPR-BTN, Rumah tinggal, dan Jasa dengan pembagian secara proporsional sebagai berikut :
Keterangan :
ni = Jumlah anggota sampel/responden per jenis perijinan Ni = Populasi per jenis perijinan
N = Populasi
n = Jumlah sampel secara keseluruhan (Nazir, 2003 : 92)
Diperoleh anggota sampel/responden per jenis perijinan sebagaimana yang ditunjukkan dalam tabel berikut ini :
ni = n
N Ni
Tabel 3.3
Anggota Sampel Per Jenis Perijinan
No. Jenis Perijinan Responden
1 KPR-BTN