• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III: METODOLOGI PENELITIAN

C. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Kuesioner Asertivitas” yang disusun peneliti dengan inspirasi kuesioner yang

disusun oleh Hia (2004) dengan memodifikasi beberapa pernyataan item dan mengubah jumlah alternatif jawaban.

Item-item dalam kuesioner dikelompokkan atas lima aspek yaitu aspek kemampuan menunjukkan kesetaraan dalam hubungan manusia, kemampuan bertindak demi kepentingan sendiri, kemampuan menyadari dan mengungkapkan perasaan, keyakinan dan pikiran secara jelas, langsung dan jujur tanpa merasa cemas/bersalah, kemampuan mempertahankan hak-hak pribadi dan membela diri sendiri dan kemampuan menghormati orang lain sebagai pribadi (Alberti dan Emmons, 2002:42) dengan pembagian sebagai berikut:

Tabel 1

Kisi-kisi Penyusunan Kuesioner Asertivitas N

O

ASPEK NO ITEM JUMLAH

1. Kemampuan menunjukkan kesetaraan dalam hubungan manusia

1,3,13,25,26,34,38,47 8

2. Kemampuan bertindak demi kepentingan sendiri

11,19,24,28,32,37,39,44,45,48,51 11 3. Kemampuan menyadari dan

mengungkapkan perasaan, keyakinan dan pikiran secara jelas, langsung dan jujur tanpa merasa cemas/bersalah 12,15,17,18,21,22,23,29,31,33,35,36,40 ,42,43,46,49 17 4. Kemampuan mempertahankan hak-hak pribadi dan membela diri sendiri

8,16,50 3

5. Kemampuan menghormati orang lain sebagai pribadi

2,4,6,7,9,10,14,20,27,30,41,52 13

Pada tabel 1 tampak bahwa aspek ke 3 jumlah item lebih banyak dari aspek-aspek yang lain dan aspek ke 4 jumlah item jauh lebih kecil dibanding aspek-aspek yang lain. Hal ini terjadi karena menurut peneliti aspek ke 3 paling kuat dampaknya terhadap hubungan dengan individu lain sehingga paling kuat mewakili asertivitas seseorang. Sedangkan aspek ke 4 tidak terlalu kuat mewakili asertivitas seseorang, sekalipun aspek ke 4 ini juga memiliki dampak terhadap hubungan dengan individu lain tapi pengaruhnya paling sedikit diantara kelima aspek asertivitas yang diteliti.

Kuesioner dijabarkan dalam dua bentuk pernyataan, yaitu perrnyataan-pernyataan yang positif dan pernyataan-pernyataan yang negatif. Sebaran pernyataan positif dan negatif adalah sebagai berikut:

1. Pernyataan positif : 2, 5, 6, 7, 10, 11, 12, 18, 19, 20 22, 23, 25, 26, 27, 30, ,32, 34, 36, 38, 39, 42, 44, 45, 46, 49, 50, 51.

2. Pernyataan negatif : 1, 3, 4, 8, 9, 13, 14, 15, 16, 17, 21, 24, 28, 29, 31, 33, 35, 37, 40, 41, 43, 47, 48, 52.

Penentuan skor dilakukan sebagai berikut :

1. Untuk pernyataan positif : skor untuk jawaban sangat sering adalah empat, skor untuk jawaban sering adalah tiga, skor untuk jawaban kadang-kadang

adalah dua, dan skor untuk jawaban tidak pernah adalah satu.

2. Untuk pernyataan negatif : skor untuk jawaban sangat sering adalah satu, skor untuk jawaban sering adalah dua, skor untuk jawaban kadang-kadang

Kuesioner ini bersifat tertutup karena alternatif jawaban sudah ada, responden mengisi sesuai pemahamannya. Untuk menjaga kerahasiaan jawaban, responden tidak perlu menuliskan namanya. Dengan demikian siswa diharapkan lebih terbuka dan jujur dalam menjawab kuesioner. Untuk mendapatkan data yang akurat, maka instrumen penelitian yang digunakan harus memenuhi persyaratan. Instrumen yang digunakan sekurang-kurangnya telah teruji validitas dan reliabilitasnya, sehingga diperlukan uji coba sebelum digunakan dalam penelitian.

1. Uji Coba Alat

Uji coba bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas alat penelitian, sehingga layak digunakan sebagai alat yang baik untuk mengungkap hal-hal yang mau diungkap atau diteliti (Arikunto, 1989:230).

Pada tahap ini peneliti melakukan beberapa kegiatan sebagai persiapan untuk melaksanakan uji coba. Kegiatan yang dilakukan adalah:

a. Menyusun kuesioner setelah usulan proposal skripsi disetujui oleh dosen pembimbing.

b. Meminta ijin uji coba instrumen ke SMA GAMA Yogyakarta pada tanggal 9 Maret 2006.

c. Mengadakan uji coba instrumen pada hari kamis tanggal 16 Maret 2006 di SMA GAMA Yogyakarta.

Responden uji coba alat ini adalah siswa kelas XI SMA GAMA Yogyakarta Tahun Pelajaran 2005/2006 sebanyak 44 orang. Peneliti mengadakan uji coba di SMA GAMA Yogyakarta, karena peneliti pernah ber- PPL selama lima minggu di sana.

Langkah-langkah kegiatan uji coba di kelas adalah sebagai berikut: a. Salam dan mengutarakan maksud kehadiran peneliti.

b. Membagikan kuesioner, memberi penjelasan tentang pengisian kuesioner. c. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengisi kuesioner.

d. Tanya jawab singkat tentang kesan siswa setelah mengisi kuesioner.

Proses uji coba berjalan dengan lancar, siswa tenang dan tertib ketika mengisi kuesioner. Siswa juga dapat memahami bahasa dan isi kuesioner, hal ini tampak ketika sesi tanya jawab siswa tidak mempunyai pertanyaan tentang isi kuesioner.

2.. Validitas dan Reliabilitas Instrumen a. Validitas Instrumen

Validitas instrumen adalah taraf sampai di mana suatu instrumen mampu mengukur apa yang seharusnya diukur ((Masidjo, 1995:242). Validitas yang digunakan adalah validitas isi, yaitu suatu validitas yang menunjukkan sampai di mana isi suatu tes atau alat pengukur sesuai dengan suatu konsep yang seharusnya menjadi isi tes atau alat pengukur tersebut (Pane, 2003:58). Teknik statistik yang dipergunakan untuk menguji validitas instrumen penelitian ini adalah teknik korelasi

Prodouct-Moment dari Pearson yaitu dengan mengkorelasikan skor setiap item dengan skor total per aspek. Adapun rumus yang digunakan sebagai berikut: ] } Y ( Y N ][ ) X ( X N [ ) Y )( X ( XY N r 2 2 2 2 xy            Keterangan: : xy

 koefisien korelasi antara X dan Y.

X : skor item tertentu yang akan diuji validitasnya.

Y : skor total per aspek yang memuat item yang diuji validitasnya. N : jumlah responden.

Penentuan kesahihan item kuesioner menggunakan kriteria Azwar dan Friedenberg (Barus,1999) yang mengatakan bahwa untuk skala psikologi sebaiknya digunakan patokan koefisien korelasi minimal 0,30. Dengan demikian item yang koefisien korelasinya < 0,30 dinyatakan gugur, sedangkan item yang koefisien korelasinya = 0,30 dianggap valid. Meninjau hasil uji coba penelitian, dari 52 item kuesioner diperoleh 48 item yang valid, sisanya empat item yang gugur. Jadi keseluruhan item yang digunakan sebagai alat penelitian berjumlah 48 item. Proses penghitungan taraf validitas dilakukan dengan cara memberikan skor pada setiap item dan mentabulasi data uji coba. Selanjutnya, proses penghitungan dilakukan dengan komputer melalui program SPSS (Statistical Programme for Social Science) versi 11,0 for Windows agar lebih efektif dan efisien. Data hasil uji coba dapat dilihat pada lampiran 3 halaman 60.

b. Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas instrumen merupakan taraf sampai dimana instrumen mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya, yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil. Reliabilitas mencari apakah sebuah instrumen dapat mengukur sesuatu yang diukur secara konsisten dari waktu ke waktu (Pane, 2004: 53).

Metode yang digunakan untuk pengujian tingkat reliabilitas adalah metode belah-dua (Split-half method). Metode belah dua merupakan cara menentukan taraf reliabilitas dengan satu kali pengukuran saja. Dengan metode belah dua instrumen dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian pertama berupa item-item yang bernomor gasal, dan bagian kedua berupa item-item yang bernomor genap.

Proses penghitungan reliabilitas alat ukur dilakukan dengan cara memberi skor pada tiap-tiap item dan mentabulasi data uji coba. Selanjutnya, skor-skor yang berasal dari item-item yang bernomor ganjil dimasukkan dalam belahan pertama (X) dan yang berpusat dari item-item bernomor genap dimasukkan dalam belahan kedua (Y). Skor-skor untuk masing-masing item pada tiap belahan dijumlahkan dan akhirnya diperoleh skor total untuk belahan pertama dan skor total untuk belahan kedua. Koefisien reliabilitas ditentukan dengan rumus Spearman and Brown:

rtt = rgg xrgg  1 2 Keterangan: rtt : koefisien reliabilitas

rgg : koefisien korelasi ganjil genap

Hasil pengujian uji reliabilitas instrumen adalah sebagai berikut:

rtt = rgg xrgg  1 2 = 7678 , 0 1 7678 , 0 2  x = 7678 , 1 5356 , 1 rtt =0,8686

Untuk mempertegas status tingkat reliabilitas kuesioner tersebut digunakan kriteria Guilford (Barus, 1999) yang menetapkan koefisien ≥ 0,70 → < 0,90 sebagai (reliabilitas) tinggi dan koefisien ≥ 0,90 → 1,00 sebagai (reliabilitas) sangat tinggi. Berdasarkan hasil penghitungan dan setelah dikoreksi dengan rumus Sperman Brown, maka diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,8686. Ini termasuk kualitas tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa alat yang digunakan adalah reliabel. Hasil perhitungan uji reliabilitas dapat dilihat dalam lampiran 5 halaman 72.

Dokumen terkait