Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk tes essay tentang kemampuan penalaran adaptif sebanyak 5 soal. Tes yang diberikan sama kepada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Adapun indikator yang akan diukur dijelaskan sebagaimana terdapat pada tabel 3.2 berikut :
Tabel 3.2
Kisi-Kisi Instrumen Tes Kemampuan Penalaran Adaptif Siswa
No. KD Indikator Soal
Indikator Penalaran Adaptif Nomor Butir Soal 1 2 3 1. Menggunak an rumus sinus dan kosinus jumlah dua sudut, selisih dua sudut, dan sudut ganda
1. Menentukan letak kuadran
jumlah dari dua sudut dengan menggunakan rumus sinus, cosinus atau tangen dari jumlah dua sudut.
2. Menentukan jenis segitiga
dengan menggunakan rumus cosinus selisih dua
√
√
1
untuk menghitung sinus dan kosinus sudut tertentu.
sudut, sinus jumlah dua sudut, dan jumlah sudut-sudut dalam segitiga.
3. Membuktikan rumus atau
identitas trigonometri dengan menggunakan konsep luas segitiga dan rumus sudut rangkap.
4. Memeriksa nilai eksak
trigonometri dari sudut yang bukan merupakan sudut istimewa dengan menggunakan rumus trigonometri sudut tengahan. √ √ 3 5 2. Menggunak an rumus jumlah dan selisih sinus dan kosinus 5. Membuktikan rumus
jumlah kosinus yang dirubah menjadi perkalian kosinus atau sebaliknya.
√ 4
Jumlah 2 2 1 5
Keterangan Indikator Kemampuan Penalaran Adaptif
1. Memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran suatu pernyataan
2. Menarik kesimpulan dari suatu pernyataan
3. Memeriksa kesahihan dari suatu argumen
Pedoman penskoran diperlukan untuk mengukur kemampuan penalaran adaptif siswa pada setiap butir soal. Kriteria penskoran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skor rubrik yang dimodifikasi dari Achmad Nizar seperti disajikan pada Tabel 3.3 berikut :
Tabel 3.3
Rubrik Penskoran Kemampuan Penalaran Adaptif
Aspek yang diukur Kategori Skor
1. Memberikan alasan
atau bukti terhadap kebenaran dari suatu pernyataan
Tidak menjawab 0
Jawaban salah, beberapa alasan dicoba untuk dikemukakan
1 Hanya menjawab benar sebagian aspek saja
dari pertanyaan yang diberikan
2 Hampir semua aspek dari pertanyaan dapat
dijawab dengan benar
3 Dapat memberikan alasan atau bukti dengan baik dan benar secara lengkap berdasarkan pengetahuan matematika dari pokok bahasan trigonometri
4
2. Menarik Kesimpulan
dari suatu pernyataan
Tidak menjawab 0
Jawaban salah, beberapa alasan dicoba untuk dikemukakan
1 Hanya menjawab benar sebagian aspek saja dari pertanyaan yang diberikan
2 Hampir semua aspek dari pertanyaan dapat dijawab dengan benar
3 Dapat menarik kesimpulan dengan sempurna dan mampu menunjukkan alasan berdasarkan pengetahuan matematika dari pokok bahasan trigonometri 4 3. Memeriksa keshahihan suatu argumen Tidak menjawab 0
Jawaban salah, beberapa alasan dicoba untuk dikemukakan
1 Hanya menjawab benar sebagian aspek saja dari pertanyaan yang diberikan
Hampir semua aspek dari pertanyaan dapat dijawab dengan benar
3 Dapat mengecek keshahihan suatu argumen dengan menunjukkan letak kesalahan atau kebanarannya secara lengkap berdasarkan pengetahuan matematika dari pokok bahasan trigonometri
4
Sebelum soal-soal tes digunakan, soal-soal tes diujicobakan terlebih dahulu untuk mengetahui apakah instrumen memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas, selain itu juga untuk mengetahui tingkat kesukaran dan daya pembeda soal.
1. Uji Validitas
Validitas yang digunakan adalah validitas item, yaitu ketepatan mengukur yang dimiliki oleh sebutir item dalam mengukur apa yang seharusnya diukur lewat butir item tersebut.
Pengujian validitas item menggunakan formula product momen dari
pearson sebagai berikut:3
∑ ∑ ∑ √ ∑ ∑ ∑ ∑
Keterangan:
ri = Koefisien validitas instrumen
n = Banyaknya subjek
X = Skor-skor item Y = Skor total item
3
Ruseffendi, Dasar-dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non-Eksakta Lainnya, (Bandung : Tarsito, 2010), h.166
Setelah diperoleh harga rxy, kita lakukan pengujian validitas dengan
membandingkan harga rxy dan rtabel product moment, dengan terlebih dahulu
menetapkan degrees of freedom nya atau derajat kebebasannya, dengan rumus dk
= n – 2. Dengan diperolehnya dk, maka dapat dicari harga rtabel product moment
pada taraf signifikansi (α) = 5 %. Kriteria pengujiannya adalah jika rxy rtabel, maka soal valid dan jika rxy < rtabel, maka soal tersebut tidak valid.
Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas terhadap 7 soal yang telah diujicobakan, diperoleh 5 butir soal yang valid. Soal-soal yang valid tersebut adalah soal nomor 1 dan 2 mewakili indikator menarik kesimpulan dari suatu pernyataan, soal nomor 3 dan 5 mewakili indikator memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran suatu pernyataan, dan soal nomor 7 mewakili indikator memeriksa kesahihan dari suatu argumen. Sedangkan soal yang tidak valid adalah soal nomor 4 dan 6.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas ialah tes yang berhubungan dengan konsistensi hasil tes. Suatu instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data jika telah diuji reabilitasnya. Untuk mengukur reliabilitas instrumen soal essay digunakan
rumus Alpha Cronbach, yaitu:4
dengan ∑ ∑ Keterangan : = Reliabilitas instrumen
k = Banyaknya butir pertanyaan yang valid
∑ = Jumlah varians skor tiap-tiap item
= Banyaknya butir item yang dikeluarkan dalam tes
= Varians total
4
Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara, 2007), h.109
Kriteria koefisien reliabilitas adalah sebagai berikut :5 Tabel 3.4
Klasifikasi Nilai Koefisien Reliabilitas Nilai koefisien reliabilitas
(r11) Kriteria < 0,20 0,20 ≤ < 0,40 0,40 ≤ < 0,70 0,70 ≤ < 0,90 0,90 ≤ < 1,00
Derajat reliabilitas sangat rendah Derajat reliabilitas rendah
Derajat reliabilitas sedang Derajat reliabilitas tinggi Derajat reliabilitas sangat tinggi
Berdasarkan kriteria koefisien reliabilitas, nilai r11 = 0,83 berada diantara
kisaran mulai 0,70 < ≤ 0,90, maka dari 5 butir soal yang valid memiliki derajat
reliabilitas tinggi.
3. Uji Taraf Kesukaran Soal
Baik atau buruk kualitas soal pertama-tama dapat diketahui dari taraf kesulitan tiap item soal. Perhitungan taraf kesukaran soal bertujuan untuk mengetahui apakah tes tergolong soal-soal mudah, sedang dan sukar, agar sesuai
dengan kriteria perangkat soal yang diharuskan. Untuk itu digunakan rumus :6
Keterangan :
= Indeks kesukaran item ke-i
= Jumlah skor yang diperoleh responden pada item ke-i
= Jumlah skor maksimum item soal ke-i
5
Erman Suherman, Evaluasi Pembelajaran Matematika, (Bandung : JICA-UPI, 2003), hal. 139
6
Indeks kesukaran diklasifikasikan sebagai berikut:7 Tabel 3.5
Klasifikasi Tingkat Kesukaran Tingkat kesukaran Nilai P
Sukar Sedang Mudah
Berdasarkan hasil perhitungan uji tingkat kesukaran butir soal instrumen, dari 7 soal yang diujicobakan diperoleh 2 soal dengan kategori sedang (soal nomor 1 dan 3) dan 5 soal dengan kategori sukar (soal nomor 2, 4, 5, 6, dan 7). 4. Uji Daya Pembeda Soal
Pengujian daya pembeda soal bertujuan untuk mengetahui kemampuan soal dalam membedakan siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai.
Pengujian daya pembeda soal menggunakan rumus : 8
Keterangan:
D = indeks daya pembeda
BA = skor yang diperoleh kelompok atas
BB = skor yang diperoleh kelompok bawah
JA = skor maksimum kelompok atas
JB = skor maksimum kelompok bawah
7
Ibid, h. 210 8
Klasifikasi daya pembeda yaitu:9
Tabel 3.6
Klasifikasi daya Pembeda
D Keterangan
0,00 - 0,20 Buruk
0,21 - 0,40 Cukup
0,41 - 0,70 Baik
0,71 – 1,00 Baik Sekali
Berdasarkan hasil perhitungan uji daya beda soal instrumen, dari 7 soal yang diujicobakan diperoleh 2 soal dengan kriteria baik (soal nomor 1 dan 2), 3 soal dengan kriteria cukup (soal nomor 3, 5, dan 7), dan 2 soal dengan kriteria buruk (soal nomor 4, dan 6).