• Tidak ada hasil yang ditemukan

Adapun penilaian pada aspek afektif dengan menggunakan angket skala sikap. Yang terdiri dari beberapa pernyataan yang harus dijawab oleh siswa dan sifatnya tertutup yang bertujuan untuk memperoleh data tentang bagaimana siswa terhadap guru. Adapun instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah penyebaran angket skala sikap. Skala sikap yang digunakan adalah skala

likert, yang terdiri dari 5 option, yaitu:

Tabel 1

Daftar Nilai Skala Likert2

No Pilihan Nilai

1. Sangat Setuju 5

2. Setuju 4

3. Ragu-ragu 3

4. Tidak Setuju 2

5. Sangat Tidak Setuju 1

2

Pemberian angket ini dilaksanakan sebelum dan setelah pembelajaran selesai dengan tujuan untuk mengumpulkan data tentang sikap siswa terhadap guru. Untuk memperoleh data yang diperlukan peneliti menggunakan instrumen angket berjumlah 25 butir pernyataan.

Instrumen tes hasil belajar sebelum diberikan sampel, soal tersebut terlebih dahulu diuji cobakan kepada siswa kelas VII SMP Al-Ihsan Jakarta Pusat. Uji coba ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah soal tersebut telah memenuhi persyaratan seperti uji validitas dan reliabilitas.

1. Variabel X (sikap Siswa) a. Definisi koseptual

Sikap siswa adalah suatu kecenderungan siswa untuk melakukan sesuatu respon, reaksi ataupun suatu tindakan dengan cara tertentu terhadap suatu objek tertentu. Sikap secara umum mengandung tiga komponen utama, yaitu komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen konatif. b. Definisi operasional

Sikap siswa terhadap guru adalah perubahan prilaku siswa melalui interaksi dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu perubahan prilaku siswa merupakan tujuan akhir dari pendidikan. Maka pada hakekatnya tidak ada pendidikan atau pendidikan yang dilaksanakan tidak berhasil.

Tabel 2. Kisi-kisi Instrumen Sikap Siswa Terhadap Guru (X)

Aspek yang diukur Aspek yang diukur Jumlah

Kognisi Afeksi Konasi

Sikap siswa terhadap guru

1, 2, 3, 4 5, 6, 7, 8. 9. 10 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25 Jumlah 4 6 15 25

Instrumen sikap siswa (x) menggunakan konstruk. Validitas konstruk adalah suatu tes dimana butir soal tersebut membangun setiap aspek berfikir3. Pengajuan kevalidan dilakukan yang hampir sama dengan menguji kevalidan isi. Perbedaannya terletak pada acuan butir-butir soal itu yaitu bangun konsep jabaran atau faktor-faktor.

Selain harus memenuhi syarat validitas, sebuah tes juga harus memiliki realibilitas artinya dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Dapat dihitung menggunakan rumus Formula Spearman Brown.

Instrumen sikap siswa yang diujikan kepada siswa yaitu sebanyak 25 butir pernyataan yang dapat dilihat pada lampiran 3 dan 4

Rumus Formula Spearman Brown

Keterangan :

rxx1 = Koefisiensi reliabilitas

rY1Y2 = Koefisiensi korelasi antara skor belahan Y1 dan belahan Y2

2. Variabel Y (hasil belajar)

Tes tertulis ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang pembelajaran IPS. Kisi-kisi untuk soal dibuat berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) disesuaikan dengan standar kompetensi pelajaran IPS kelas VII dan tahap penjabaran konsep untuk menjadi buti-butir soal memperhatikan ranah pengetahuan (C1), pemahaman (C2), dan aplikasi (C3). Instrumen tes yang duiujikan kepada siswa yaitu sebanyak 25 butir pilihan ganda yang dapat dilihat pada lampiran 6.

3

M. Chabib Thoha, Teknik Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003)

= 2( )

a. Definisi Konseptual

Hasil belajar belajar pada hakikatnya adalah perubahan yang terjadi di dalam diri seseorang setelah berakhirnya aktifitas belajar. Perubahan yang dicapai dalam hasil belajar meliputi tiga ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik

b. Definisi Operasional

Secara operasional hasil belajar siswa adalah pada mata pelajaran IPS didefinisikan sebagai keberhasilan siswa dalam belajar IPS yang dinyatakan dengan nilai. Sebagai tolok ukur dari variabel ini diambil data dari nilai ulangan harian siswa pada mata pelajaran IPS.

Tabel 3. Kisi-Kisi Instrumen Tes Hasil Belajar

Standar kompetensi/

kompetensi dasar indikator

Tingkat pengetahuan dan nomor butir Jumlah C1 C2 C3 Kemampuan memahami manusia sebagai mahluk sosial dan ekonomi dalam kaitannya dengan

usaha memenuhi

kebutuhan hidup dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia

 Mendefinisikan

hakikat manusia

sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral

 Mendeskripsikan perilaku manusia dalam pemanfaatan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan hidup

1,2 3,4 5 5

Kemampuan mensintesis

hubungan antara

kelangkaan sumber daya dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas

 Menggolongkan berbagai kebutuhan hidup manusia

 Menguraikan

pemanfatan sumber daya yang langka

dalam upaya memenuhi kebutuhan 6,7, 9, 11, 12, 13, 23, 8, 10, 22, 24, 25 14

14, 15 Kemampuan menerapkn tindakan ekonomi berdasarkan motif dn prinsip ekonomi  Mengidentifikasi tindakan ekonomi dalam berbagai kegiataan sehari-hari  Mengidentifikasi motif ekonomi dari suatu tindakan ekonomi  Mengidentifikasi prinsip ekonomi 16, 18 20, 21 17, 19 6 Total 12 7 6 25 a. Validitas

Pengujian validitas instrumen ini menggunakan uji validitas butir dengan menggunakan rumus point biserial corelation4.

Rumusnya adalah sebagai berikut :

Keterangan : rpbi Mp Mt Mi SDt p q = = = = = = =

Koefisien korelasi biserial

Mean skor dari testee yang menjawab betul item yang dicari

Mean skor dari testee yang menjawab betul item yang dicari korelasinya dengan tes

Mean skor total

Standar deviasi dari skor total

Proporsi testee yang menjawab betul terhadap butir item yang sedang diuji validitas itemnya

Proporsi testee yng menjawab salah thadap butir item ang sedang diuji validitas itemnya

rpbi dibandingkan rtabel product moment yaitu 0,641. Jika hasil

perhitungan rpbi lebih besar atau sama dengan rtabel. Maka soal tersebut dinyatakan valid, jika hasil perhitungan rpbi lebih kecil dari pada rtabel

4

Anas Sudjono, Pengantar Statistik Pendidikan ..., Hlm. 254-246

mak soal tersebut dinyatakan tidak valid, selanjutnya setelah dilakukan perhitungan uji validitas instrumen tes sebanyak 25 item, diperoleh 18 butir item yang valid dan 7 butir item yang tidak valid dapat dilihat pada lampiran 8.

b. Reliabilitas

Reliabilitas instrumen hasil belajar IPS pada penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus Kuder Richardsin (KR-20).

Teknik yang digunakan dalam menentukan derajat reliabilitas (RII) instrumen dengan rumus KR-20, sebagai berikut :

Di mana :

r11 = Koefisiensi reliabilitas tes n = Banyaknya butir item 1 = Bilangan konstan S12 = Variasi total

p1 = Proporsi testee yang menjawab dengan butir item yang bersangkutan q1 = Proporsi testee yang jawabannya salah, atau q1=1-p1

∑piqi = Jumlah dari hasil peralian antara pi dengan qi

Adapun kriteria pengujiannya: 0.81 - 1.00 = Sangat tinggi 0.61 - 0.80 = Tinggi 0.41 - 0.60 = Sedang 0.21 - 0.40 = Rendah <0.21 = Sangat rendah

Setelah dilakukan perhitungan reliabilitas terhadap 18 butir soal yang valid, diperoleh reliabilitasnya 1,02 (lampiran 9) kemudian dikonsultasikan pada koofesien reliabilitas sebesar 0,81, maka termasuk kategori reliabiltas yang sangat tinggi.

= (

(1))(

− ∑

Dokumen terkait