TAHUN AJARAN
D. Interpretasi Data
Sikap dikatakan sebagai suatu respon evaluatif. Respon evaluatif berarti reaksi yang dinyatakan sebagai sikap yang didasari oleh proses evaluasi dalam diri individu yang memberikan kesimpulan terhadap stimulus dalam bentuk nilai baik-buruk, positif negatif, menyenangkan-tidak menyenangkan, yang kemudian
8
Lihat lampiran 25, h. 91
mengkristal sebagai potensi reaksi terhadap objek sikap. Sedangkan prestasi belajar atau hasil belajar adalah hasil yang dicapai siswa dari mempelajari tingkat penguasaan ilmu pengetahuan tertentu dengan alat ukur berupa evaluasi yang dinyatakan dalam bentuk angka, hurup, kata, atau simbol dengan istilah lain yaitu prestasi. Sikap siswa terhadap guru mempengaruhi hasil belajar siswa, karena dalam interaksi antara guru dengan siswa bukan hanya dalam penguasaan bahan ajar, tetapi juga dalam penerimaan nilai-nilai, pengembangan sikap serta mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa.
Dari hasil analisis tampak ada pengaruh antara sikap siswa terhadap guru dengan hasil belajar, dilihat dari hasil postes sikap siswa dengan hasil belajar. Jumlah siswa yang memperoleh nilai 90 ke atas berkisar 85% pada sikap siswa, sedangkan pada hasil belajar siswa nilai 60 keatas berkisar 64%. Hal ini menunjukan bahwa sikap siswa terhadap guru berpengaruh terhadap hasil belajar IPS Ekonomi.
Dari hasil perhitungan ternyata diperoleh nilai perbandingan antara sikap siswa terhadap guru dan hasil belajar IPS Ekonomi sebesar rxy = 0,641 selanjutnya untuk mengetahui nilai dari rxy = 0,641 (lihat lampiran 23) dengan berkonsultasi pada tabel dengan df/db = 40 – 2 = 38. Ternyata dalam tabel tidak ditemui df sebesar 38 karena itu dipergunakan df yang terdekat yaitu df 40, dengan df 40 diperoleh ttabel sebagai berikut : pada taraf signifikansi sebesar 5% maupun 1% rt adalah 0,304 dan 0,393. Dengan demikian ternyata bahwa ro adalah lebih besar daripada rt, maka hipotesa alternatif diterima atau disetujui, sehingga dapat disimpulkan adanya korelasi positif yang menyakinkan antara sikap siswa terhadap guru dengan hasil belajar IPS Ekonomi ini merupakan korelasi positif yang menyakinkan.
59
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian dari hasil penelitian yang penulis lakukan pada objek permasalahan dan dilanjutkan dengan penganalisaan serta penginterprestasian data, maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut :
1. Terdapat hubungan antara sikap siswa terhadap guru dengan hasil belajar IPS ekonomi, dengan nilai korelasi 0.641 terdapat korelasi antara Sikap siswa terhadap guru (variabel X) dengan hasil belajar (variabel Y) korelasi yang sedang atau cukupan. Dari nilai korelasi tersebut dapat diketahui bahwa sikap siswa terhadap guru dengan hasil belajar terdapat hubungan yang signifikan dan memberikan konstribusi sebesar 41,08% terhadap hasil belajar dan 58,92% ditentukan oleh faktor lain.
2. Evaluasi pembelajaran atau hasil belajar IPS pada dasarnya suatu tindakan atau proses untuk memastikan kuantitas dan menentukan nilai segala sesuatu yang ada hubungannya dengan pembelajaran IPS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa sikap siswa terhadap guru terdapat kecenderungan positif (85%) dalam artian bahwa siswa menyukai pembelajaran IPS yang diberikan kepada guru serta mampu mengaplikasikan pemahaman terhadap fenomena kehidupan sehari-hari (bermasyarakat), sementara yang berkecenderungan negatif sebanyak 15%.
3. Metode pembelajaran IPS sangat bervariasi antara lain metode ceramah. Adapun penerapan metode tersebut agar dapat membantu serta memudahkan siswa dalam menguasai, memahami, dan mengerti materi ajar. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap siswa terhadap guru dengan hasil belajar IPS terdapat kecenderungan positif dengan kata lain bahwa siswa menyukai metode yang diterapkan oleh guru dalam pembelajaran IPS.
Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Kepada siswa
Untuk siswa diharapkan selain mengoptimalkan hasil belajar, juga harus mengoptimalkan sikapnya kepada guru, banyaknya tugas yang guru berikan hendaknya jangan dijadikan suatu alasan untuk tidak menyelasaikan tugas-tugas tersebut, sebab tugas dan tanggung jawab siswa adalah belajar, dan tujuan pemberian tugas adalah agar siswa dapat memperkaya serta memperdalam materi ajar yang telah diberikan saat di dalam kelas sebagai bekal kemampuan diri untuk menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan globalisasi.
2. Kepada kepala sekolah
Hendaknya kepala sekolah dapat mengintensifkan supervisi untuk memotivasi semua guru mata pelajaran pada umunya dan guru mata pelajaran IPS pada khususnya agar kegiatan pembelajaran benar-benar terselenggara secara efektif dan efisien.
3. Kepada guru
Guru hendaknya tidak semata-mata mengenalkan IPS secara konseptual atau teoritik saja, tetapi perlu juga diperkenalkan secara langsung pada objek IPS itu sendiri dan didiskusikan sehingga pembelajaran berlangsung dua arah, sehingga siswa dapat langsung merasakan manfaat ilmu tersebut.
Admin. Panduan Pengembangan Pembelajaran IPS Terpadu SMP/MTs. (Model IPS), diambil pada 13 juni 2009 dari http://mgmpips.wordpress.com Arikunto, Suharsimi, Prof, Dr, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta : Bumi
Aksara, 2008, Cet. ke-8
Azwar, Saifudidin, Drs, Ma. Sikap Manusia Teori Dan Pengukurannya, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2007, Cet. ke –XI
Baidi, Teori Belajar Dan Instruksional. Jurnal At-Tarbawi, 2005 Volume 2, Nomor 2
Bahri Djamarah, Syaiful, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Rineka Cipta, 1997 Fadhilah, Amir, Islam dan Lingkungan Hidup. Jurnal Pusat Studi Kependudukan dan Lingkungan Hidup UIN Syarif Hidayatullah. Vol 4, Oktober 2003. Hamalik, Oemar, Prof, Dr, Proses Belajar Mengajar, Jakarta : Bumi Aksara,
2007, Cet, ke -6
Kurikulum 2004. Kerangka Dasar Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta 2003
Kurikulum Tingkat Satuan PendidikanSMP. Jakarta : Diknas RI 2006
Notoatmodjo, Soekidjo, Prof. DR. Promosi Kesehatan Dan llmu Perilaku, Jakarta PT. Rhineka Cipta, 2007, cet ke 1
Sabri, Alisuf, Psikologi Pendidikan, (Jakarta : Pedoman Ilmi Jaya, 1995), Cet. 3. Sarwono, Sarlito W. Pengantar Umum Psikologi, Jakart : PT. Raja Grafindo
Persada, 2001. Cet ke II
Slameto, Belajar Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta : Penerbit Rineka Karya, 2003, Cet ke IV
Sudijono, Anas, Drs. Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2001. Cet ke 3
Sudijono, Anas. Drs. Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2001. Cet ke 3
Algesindo, 2002. Cet ke 6
Syah, Muhibbin. M.ed. Psikologi Belajar, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2007. Cet k 6
__________ Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 1999. Cet ke 4
Thoha, Chabib, M, Drs, M. A, Teknik Evaluasi Pendidikan, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2003, Cet ke -5
Purwanto, Heri, Pengantar Perilaku Manusia, Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran, 1999, Cet ke 1
Purwanto, Ngalim, M, Drs. MP. Psikologi pendidikan. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya, 1998. Cet ke 14
Panduan Pengembangan Pembelajaran IPS Terpadu, diambil pada 13 Desember 2008 dari http://akhmadsudrajatfiles.wordpress.com/2008-model-IPS-Terpadu-SMP.pdf
Undang-Undang RI no 20 Tahun 2003 Tentang Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Absolut
Widoyoko S. Eko Putro, Model Evaluasi Program Pembelajaran IPS di SMP,
diambil pada 13 Juni 2009 dari
http://www.suwenda.googlepages.com/060-model-ips-terpadu.pdf Walgito, Bimo, Psikologi Sosial Suatu Pengantar, (Yogyakarta : Andi, 2003)