• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.2 Tinjauan Pendekatan Perancangan

2.2.3 Integrasi Keislaman Pendekatan

Objek perancangan ini memiliki perbedaan dengan rumah sakit khusus ibu dan anak dengan pendekatan perilaku pada umumnya. Perbedaan terletak pada perilaku yang akan dirancang akan disesuaikan dengan perilaku dan budaya yang disarankan

51 didalam islam selama masa mengandung hingga setelah melahirkan. Berikut merupakan poin khusus rancangan perilakunya.

a. Memperdengarkan ayat suci Al-Qur‟an selama masa kehamilan

Kegiatan ini mengacu kepada prinsip pendengaran. Hal ini dimungkinkan apabila pembacaan Al Quran dilakukan di kamar rawat menggunakan speaker kayu alami. Kebiasaan ibu untuk membaca Al Quran selama masa kehamilan sangat dianjurkan. Kegiatan tersebut dapat secara psikologis memberikan efek penenang pada ibu selama masa kehamilan yang rentan dengan serangan depresi. Selain itu manfaat kegiatan ini untuk janin antara lain meningkatkan kecerdasan emosional bayi, memberikan suplai hormon bahagia pada janin, menstimulasi kecerdasan sosial janin, menenangkan janin, memberikan kesehatan, kecedasan serta nilai islami pada janin, serta memudahkan pengarahan agama kelak.

Pendapat mengenai hal ini diperkuat dengan adanya pendapat dari guru besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof.Dr. Utami Munandar dalam seminarnya bertajuk “Pengaruh mendengarkan Musik Klasik Terhadap Janin dan Kehamilan” yang berisi terapi musik/pendengaran secara sistematis pada ibu hamil dapat merelaksasi dan menstimulasi ibu hamil dan janin. (https://www.babyorchestra.wordpress.com /tag/pengaruh-musik-klasik-terhadap-perkembangan-janin/page/2/)

Pendapat tersebut juga dikuatkan dengan adanya ayat-ayat di dalam al Quran yang menyatakan bahwa oragan pendengaran terbentuk dan berfungsi terlebih dahulu sebelum indra lainnya saat janin masih dalam kandungan. Di dalam Al Quran, penyebutan kata pendengaran dan penglihatan memiliki beberapa kekhasan. Kata pendengaran selalu didahulukan baru setelahnya kata penglihatan. Kata pendengaran selalu disebutkan dengan bentuk kata tunggal sedangkan penlihatan menggunakan kata jamak. Kata pendengaran di dalam Al Quran disebutkan sebanyak 22 kali. Contohnya adalah sebagai berikut:

Artinya: “Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat” (QS Al Baqarah 2:7)

Artinya: “Jika Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu” (QS Al Baqarah 2:20)

Serta contoh surat Yunus ayat 31, An Nahl ayat 108, Al Isra ayat 39, dan lain-lain. Oleh sebab itu, terdapat sebuah tuntunan dalam Islam untuk melakukan adzan saat bayi baru lahir dengan tujuan memberikan pembelajaran pertama tentang agamanya. Argumen kedua adalah organ pendengaran tidak pernah tidur. Dan telinga pulalah yang merupakan alat pendengaran ketika terompet hari kiamat kelak ditiup. Hal itu menandakan bahwa organ pendengaran berfungsi sejak dari kandungan bahkan hingga ke liang lahat. Argumen ketiga adalah telinga tidak memerlukan faktor lain

52 untuk untuk dapat menangkap informasi berbeda dengan mata yang membutuhkan cahaya untuk bisa melihat (http://novitaungu.blogspot.co.id/2013/12/pendengaran-dan-penglihatan-dalam-ayat-html?m=1). Argumen keempat adalah telinga sebagai penghubung manusia dengan dunia luar. Hal itu diperkuat dengan firman Allah:

Artinya: “maka kami tutup telinga mereka selama bertahun-tahun (309 tahun)”(QS Al Kahfi 11)

b. Penggunaan aroma terapi

Salah satu aplikasi sensory therapeutic adalah dengan menstimulasi indra penciuman. Aplikasinya adalah dengan penggunaan aroma terapi.

Aroma terapi seniri bukanlah sesuatu yang asing di dalam kebudayaan Islam. Pada awal abad ke-7, Ibnu Sina yang merupakan seorang dokter muslim mencoba menyuling uap air untuk diambil minyak sarinya. Pada abad ke-13, terapi aroma untuk menyembuhkan infeksi telinga dan sinus ditemukan oleh seorang dokter muslim bernama Al Samarqandi (https://www.uinsby.ac.id/kolom/id/154/peradaban-islam-sebagai-pelopor-aromaterapi-modern).

Aroma terapi yang digunakan pada pengobatan islam ini menggunakan cairan tanaman yang dinamakan minyak esensial. Dalam Al Quran telah tercatat mengenai tumbuhan yang memiliki kandungan bermacam-macam dengan fungsi beragam paada tbuh manusia di surah Ar Rahman.

Artinya: “Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayan. Dan biji-bijian yang berkulit dan berbunga-bunga yang harum baunya.”(QS Ar Rahman: 11-12)

c. Penggunaan motif alam untuk desain interior

Penggunaan motif sebagai bagian dari desain interior kamar rawat inap digunakan untuk menstimulasi indra pengihatan (mata). Akan tetapi, pada Islam terdapat beberapa pembatasan mengenai corak mana yang dibolehkan untuk digunakan dan mana yang tidak. Salah satu hal yang dilarang adalah menggunakan gambar

makhluk bernyawa seperti manusia dan hewan

(http://www.almuttaqinjepara.com/2012/04/09/lukisan-yang-dibolehkan-). Aturan mengenai hal tersebut antara lain:

- Hadits Ibnu Umar RA

Artinya: “Rasullullah SAW bersabda: orang yang menggambar gambar-gambar ini (gambar makhluk bernyawa), akan diazab dihari kiamat, dan dikatakan kepada mereka: hidupkanlah apa yang kalian buat ini”(HR Bukhari dan Muslim)

- Hadits Abdullah bin Mas‟ud RA

Artinya: Rasulullah SAW bersabda: “orang yang palingkeras azabnya di hari kiamat, di sisi Allah, adalah tukang gambar” (HR Bukhari dan Muslim).

53 Berdasarkan penjelasan-penjelasan tersebut, maka jelas bahwa menggambar makhluk bernyawa hukumnya haram di dalam Islam. Lalu gambar dan corak apa yang dapat digunakan pada desain interior?

Gambar atau corak tanaman diperbolehkan untuk digunakan. Hal ini sejalan dengan hadits Ibnu Abbas yang berbunyi

Artinya: “Kalau anda terpaksa harus melukis, maka lukislah pohon atau benda lain yang tidak bernyawa” (HR Bukhari, Muslim, dan An Nasai)

Penggunaan corak geometri juga tidak dilarang di dalam Islam. d. Desain kamar inap ibu memaksimalkan hubungan ibu dengan suami

Poin ini didasari karena seorang suami diwajibkan memberikan perhatian lebih terhadap istrinya yang sedang hamil. Dasar dari poin ini terdapat dalam surah Al A‟raf ayat 189.

Artinya : ”Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah mencampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami dan istri) bermohon kepada Allah Tuhan mereka (seraya berkata), “jika engakau memberi kami anak yang shaleh, tentunya kami akan selalu bersyukur”” (QS Al A‟raf 189).

Dokumen terkait