BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
B. Intensitas Mengakses Facebook
Menurut Tim Penyusun Kamus (1988), arti kata intensitas adalah keadaan (tingkatan, ukuran) intensnya (kuatnya, beratnya). Wikipedia menerjemahkan intensitas sebagai ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa dalam selang waktu yang diberikan. Sementara itu, Drever (1986) menyebutkan intensitas sebagai aspek kuantitatif perasaan (atau pelengkap perasaan), atau berapa banyak kualitas arti khusus, tidak boleh dikacaukan dengan besar atau ukuran tempat, atau dengan intensitas atau kuantitas ransangan fisik.
Menurut P. Salim dan Y. Salim (1991), kata mengakses berasal dari kata akses yang berarti jalan untuk memasuki suatu tempat atau jalan masuk satu-satunya.
Berdasarkan dua pengertian tersebut, intensitas mengakses yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah lamanya mengakses (Facebook)
dalam kurun waktu satu minggu dengan satuan ukur jam.
2. Definisi Jejaring Sosial Maya
Boyd dan Ellison (2007) mendefinisikan jejaring sosial maya sebagai situs layanan yang memperbolehkan penggunanya untuk membangun profil publik atau profil semi publik dalam sistem yang mengikat dan dapat menyambungkan pengguna dengan jaringannya serta dapat melihat daftar jaringan yang telah dibuat oleh pengguna lain dalam sistem. Kelsey (2007)
mendefinisikan jejaring sosial maya sebagai situs yang mendorong penggunanya untuk berinteraksi serta membangun jaringan dengan pengguna lain. Interaksi yang dilakukan dapat melalui berbagai bentuk, yaitu:
a. Email : mengirim pesan elektronik ke pengguna lain
b. Blog (web lob) posting : pengisian jurnal secara online
c. Comment posting : pengiriman respon terhadap gambar, layout halaman,
atau video musik yang telah dipilih oleh sesama pengguna layanan
d. Instant messaging : percakapan secara real time antara dua orang yang
berhubungan (percakapan dengan banyak orang yang terjadi dalam satu waktu)
e. Picture, video dan music sharing : menggunggah serta mengirimkan
lagu, video klip, serta gambar melalui email
f. Gaming : bertemu dengan pemain lain secara online dan berkompetisi
secara virtual
g. Survey dan quiz talking : mengisi informasi personal yang menciptakan
topik yang menarik atau menjawab pertanyaan pada majalah remaja untuk mencari tahu mengenai sesuatu
h. Bulletin posting : pengiriman pesan secara massal
i. Personalized content : pengisian materi situs secara personal meliputi
Menurut Dwyer dan Widmeyer (2008), untuk mampu mendukung interaksi sosial, jejaring sosial maya mempunyai komponen-komponen yang sesuai dengan fungsi tersebut, yaitu:
a. Gambaran diri secara digital melalui profil
b. Alat berkomunikasi melalui kontak yang synchronous dan asynchronous
c. Terhubung
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa jejaring sosial maya adalah layanan situs secara online yang menyediakan fitur-fitur yang
berfungsi untuk memenuhi kebutuhan berkomunikasi sehingga dapat menyerupai komunikasi secara bertatap muka.
3. Definisi Facebook
Menurut Ardhana (2009) Facebook adalah suatu website yang
bergerak di bidang social network service yang memungkinkan seseorang
untuk menemukan teman lama, teman baru, menjalin pertemanan, bergabung dalam komunitas seperti kota, pekerjaan, sekolah, dan daerah untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan orang lain, mengirimkan pesan ataupun komentar. Website merupakan suatu software atau program yang
dibangun di atas dokumen-dokumen maupun perintah-perintah Hyper Text
Markup Language atau disingkat HTML, gambar-gambar, dan script
pemrogramannya yang dapat divisualisasikan melalui internet. Umumnya website memiliki alamat yang ditulis dalam bentuk seperti:
Ardhana (2009) dalam bukunya menyebutkan bahwa Facebook atau
lebih dikenal dengan istilah FB dibuat oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa di Harvard University dan diluncurkan pada 4 Februari 2004. Awalnya FB digunakan untuk komunikasi antar mahasiswa Universitas Harvard. Pada waktu itu FB masih menggunakan nama TheFacebook dan
bukan Facebook. TheFacebook diambil dari nama lembar dokumen yang
diberikan ke setiap mahasiswa baru di Harvard University yang menampilkan profil civitas akademika. Kemudian baru pada bulan Agustus 2005 berganti nama menjadi Facebook. Setelah beberapa waktu, target pengguna FB adalah
seluruh mahasiswa dan masyarakat umum.
Tiga bulan setelah diluncurkan, lebih dari setengah jumlah mahasiswa Harvard telah bergabung menjadi anggota FB. Kurang dari empat bulan, 30 kampus telah ikut bergabung Pada bulan Januari 2005, FB mulai menambahkan jaringan-jaringan sekolah internasional. Menjelang akhir 2006, FB mencapai hampir 2 juta orang pemakai di Kanada dan 1 juta orang pemakai di Inggris. Memasuki bulan Oktober 2007, pemakai aktif FB mencapai 50 juta orang di seluruh dunia. Hingga pertengahan tahun 2008, FB telah diterjemahkan dalam bahasa Spanyol, Perancis dan Jerman. Di bulan Juli 2008 FB telah mencapai 90 juta orang pemakai aktif secara global dan mereka sudah menterjemahkan FB ke dalam puluhan bahasa. Pertumbuhan FB ini meledak di Amerika Selatan. Pada awal 2009, pengguna aktif FB sudah mencapai 150 juta orang dan saat ini FB sudah diterjemahkan dalam 40 bahasa dengan pengguna aktif lebih dari 175 juta jiwa di seluruh dunia.
4. Faktor Penyebab Frekuensi Mengakses Facebook
Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ermida (2008) menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengakses Facebook, yaitu:
a. Kebutuhan untuk Berafiliasi
Maslow menyatakan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk dicintai atau berafiliasi terhadap orang lain (Schultz, 1991). Social network
service ini mampu memberikan kesempatan pada seseorang untuk
berafiliasi dengan orang lain. Dengan adanya wadah ini maka terbentuklah perilaku seseorang untuk berafiliasi secara cyber. Hal ini
membentuk suatu fenomena baru, yaitu pergeseran gaya hidup dari afiliasi di dalam dunia nyata menjadi afiliasi dunia cyber.
b. Ketertolakan Daya Tarik Fisik
Di dalam layanan jaringan sosial maya, faktor daya tarik fisik dan perilaku dapat diminimalkan pengaruhnya sehingga orang-orang akan lebih mudah diterima maupun memperoleh dukungan dari orang lain, sebab pertemuan mereka secara tidak langsung.
c. Fasilitas pada Facebook
Facebook memiliki banyak pengguna di seluruh dunia, khususnya
Indonesia. Oleh karena itu, Facebook pun berkembang menjadi web
social network service yang memungkinkan para penggunanya
memasang foto, mengomentarinya, mengubah status, mengomentari status orang lain, menulis artikel, dan chatting dengan sesama teman di
Facebook. Dengan banyaknya fasilitas yang disediakan maka bertambah
pula lah jumlah peminatnya.
C. Hubungan Antara Intensitas Mengakses Facebook dengan Prokrastinasi