• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Paparan Hasil Implementasi Produk pada Sampel Terbatas

2. Interaktivitas Selama Pembelajaran dengan Pendekatan PMRI

dirancang oleh peneliti menggunakan pendekatan PMRI. Guru selalu membangun norma kelas setiap mengawali pembelajaran. Guru menyampaikan kesepakatan kelas yaitu bahwa siswa yang aktif akan mendapat bintang prestasi, menjaga kebersihan kelas, dan tertib dalam pembelajaran.

34.G : O, peraturan. Peraturannya itu nanti, ini tak kasih nomor urut.

Kalau nanti saya (dalam satu kelompok ya), dalam satu kelompok itu yang ramai nilaiya benar, itu yang aktif, yang bisa mengerjakan mendapatkan bin, bintang. Jelas?

Guru memberikan satu bintang prestasi setiap ada siswa yang aktif dalam diskusi kelompok maupun siswa yang mau menyampaikan pendapat dan komentar saat presentasi. Guru memberikan apresiasi kepada siswa yang mendapat bintang prestasi paling banyak dengan memberikan hadiah. Hal ini dapat memotivasi siswa agar aktif dalam pembelajaran.

Gambar 4.8. Guru memberikan satu bintang prestasi kepada seorang siswa yang kreatif dalam diskusi

Kebersihan dan ketertiban kelas akan mempengaruhi kenyamanan penghuni kelas, oleh karena itu guru selalu mengingatkan siswa di setiap pertemuan untuk menjaga kebersihan dan ketenangan kelas selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Tidak semua siswa menaati norma kelas yang disampaikan guru. Hanya beberapa anak saja yang aktif dalam pembelajaran. Beberapa siswa juga tidak tertib saat mengikuti pelajaran sehingga guru selalu menegur dengan tegas. Namun, semua siswa menaati norma kelas untuk menjaga kebersihan kelas.

Guru dan siswa sudah melakukan tanya jawab selama pembelajaran berlangsung. Tanya jawab dimulai dari awal sampai akhir pembelajaran. Dalam setiap kegiatan tanya jawab, guru selalu memancing siswa untuk bertanya jawab. Pertanyaan yang diajukan secara klasikal, guru akan menunjuk siswa jika tidak ada yang menjawab atau menanggapi. (I:63-106)

63. G : Sudah? Sekarang pendapatnya Aurilia dari sini ada yang mau membenarkan atau tidak? Sudah betul atau tidak? Aamar, ayo! Ngacung, siapa yang mau bicara mengenai tempatnya, yang nanya. Amar, jawabannya tempatnya Aurilia itu betul atau tidak?

64. S32: Betul

65. G : Betul kenapa?

66. S32: Karena ibu dan Ani mendapat bagian. 67. G : O, ya. Itu sudah betul.

Siapa yang mau menjawab tempatnya Pipit? Nasya? Tasya? He? Betul atau tidak nomor satu?

Hal ini juga terjadi saat siswa diminta memberikan komentar dan menyampaikan pendapat mengenai presentasi kelompok teman. Hanya ada satu siswa (S22) pada pertemuan ke-1 yang berani secara

inisiatif sendiri untuk menyampaikan pendapatnya tentang presentasi kelompok teman yang keliru. Namun, guru tidak memberikan tanggapan secara langsung mengenai pendapat siswa tersebut. Tanggapan guru diberikan di akhir presentasi siswa, tetapi kurang bisa mendukung pendapat S22. Guru juga terlihat tidak percaya diri dalam menanggapi presentasi siswa. Keadaan ini bisa terjadi karena guru kurang memahami materi pembelajaran.

Gambar 4.9. Siswa menyampaikan pendapat tentang presentasi teman

Demonstrasi di setiap pertemuan selalu dilakukan oleh siswa tetapi masih dalam bimbingan guru. Guru meminta siswa untuk maju melakukan demonstrasi menggunakan media dan alat peraga yang telah disediakan oleh peneliti. Demonstrasi pada pertemuan ke-2 dimaksudkan untuk menggali dan mengulang kembali pengetahuan siswa tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Demonstrasi dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan kontekstual sebagai starting point. Dua siswa maju untuk melakukan demonstrasi tentang

satu buah terang bulan yang dipotong menjadi empat bagian yang sama besar. Domonstrasi yang dilakukan siswa bertujuan untuk mengingatkan siswa tentang konsep penjumlahan pecahan berpenyebut sama yang telah dipelajari pada pertemuan ke-1. Saat pembahasan guru melakukan kesalahan konsep. Guru bertanya kepada siswa tentang bagian terang bulan yang dimiliki bintang. Namun, saat siswa salah menjawab, guru tidak menyalahkan dan mengoreksi jawaban siswa. Guru terlihat mantab dengan jawabannya yaitu dua bagian. Matematika

mengajarkan bahwa “bagian” selalu dilambangkan dalam bentuk

pecahan. (II: 20-24).

Gambar 4.10. Gambar guru saat melakukan kesalahan konsep Kesalaan konsep tersebut terjadi mungkin karena guru kurang memahami konsep pecahan dengan baik dan belum siap memberikan tanggapan terhadap siswa.

Guru menyampaikan masalah berupa soal yang ada pada LKS terlebih dahulu kepada siswa sebelum siswa menyelesaikannya. Pada pertemuan ke-1 guru hanya membacakan soal kepada siswa sesuai yang ada di LKS. Namun, pada pertemuan selanjutnya guru sudah membimbing siswa untuk memahami soal. Guru membantu siswa untuk memahami soal dengan membacakan soal pada LKS secara berulang-ulang dan menerjemahkan kalimat soal dengan bahasa yang lebih dimengerti oleh guru. Tidak hanya itu saja, guru juga memantau aktivitas yang dilakukan siswa dalam kelompok dan membantu siswa jika menemui kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan. Kemajuan yang dilakukan guru mungkin terjadi karena guru khawatir terjadi salah konsep oleh siswa.

Siswa diberi kesempatan untuk berdiskusi dalam kelompok untuk memecahkan permasalahan yang ada pada LKS. Diskusi yang dimaksud adalah semua anggota kelompok terlibat dan berpikir bersama dalam memahami soal dan memikirkan cara penyelesaiannya untuk dapat menjawab soal yang ada pada LKS. Namun, kesempatan itu sering disalahgunakan oleh siswa untuk melakukan kegiatan lain yang tidak berkaitan dengan pembelajaran, seperti melamun dan mengobrol. Siswa mungkin merasa bosan dengan kegiatan pembelajaran, dan mungkin juga karena heran tidak pernah melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media seperti yang disediakan oleh peneliti jadi siswa mengobrolkan media yang digunakan.

Hampir tidak ada siswa yang berani menyampaikan komentar dan pendapatnya secara suka rela selama pembelajaran berlangsung, padahal guru sudah memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan komentar dan pendapat terhadap perwakilan kelompok siswa yang presentasi. Oleh karena itu guru menunjuk siswa untuk mengungkapkan pendapat dan komentarnya. Hanya ada satu siswa yang berani menyampaikan pendapatnya pada pertemuan ke-1. Keadaan seperti ini mungkin terjadi karena siswa terbiasa bersikap pasif dalam pembelajaran yang disebabkan oleh guru yang tidak pernah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat. Penulis mempunyai kesimpulan demikian karena melihat hasil pengamatan pada pembelajaran matematika sebelum dilakukan penelitian.

Guru melakukan penilaian saat pembelajaran berlangsung. Guru telah melakukan penilaian proses dengan memberikan bintang prestasi kepada siswa siswa yang aktif. Bukti adanya penilaian proses terlihat dari bintang yang tertempel pada nomor panggil yang dipakai siswa.

Gambar 4.11 Bintang tertempel pada nomor panggil S32 dan S33 Rubrik pengamatan untuk melakukan penilaian proses terlampir. Produk dari siswa yang dinilai oleh guru yaitu hasil kerja kelompok siswa yang dipresentasikan. Guru langsung memberikan penilaian produk, apakah jawaban siswa benar atau salah pada akhir presentasi siswa. Guru melakukan penilaian secara langsung sehingga siswa dapat segera mengetahui nilai yang diberikan oleh guru. Hal ini dapat memotivasi siswa, terutama siswa yang pada dasarnya sudah rajin dan aktif. Soal evaluasi yang dikerjakan siswa juga merupakan produk siswa yang dinilai oleh guru. Guru dalam menilai evaluasi siswa dilakukan dengan menggunakan rumus seeperti yang tertera dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Guru hanya memberikan penguatan kepada siswa di akhir pertemuan setelah siswa selesai mengerjakan soal evaluasi. Hal ini bertujuan agar siswa mengingat materi pelajaran yang baru saja dipelajari dan memperkecil salah konsep oleh siswa. (I:101-113)

101. G : Penjumlahan pecahan, siapa yang sampai hari ini belum jelas? Nah, penjumlahan yang berpenyebut sama njih. Penjumlahan yang berpenyebut sama, yang dinamakan penyebut kemarin yang mana?

102. S : Yang bawah.

103. G : Yang bawah. Yang atas kemarin namanya apa? 104. S : Pembilang.

105. G : Pembilangnya dan penyebut. Pembilang di atas, penyebut di bawah. Yang dijumlahkan yang mana?

106. S : Pembilang 107. G : Pembilang saja.

Presentasi dilakukan oleh perwakilan kelompok siswa. Tiap kelompok siswa ada dua anak yang menpresentasikan hasil

penyelesaian permasalahan yang telah dikerjakan dalam kelompok. Siswa melakukan kerjasama dengan teman satu kelompok untuk menyelesaikan masalah dengan berdiskusi. Ada beberapa siswa yang mencoba bekerjasama menjawab soal yang harus dikerjakan pada evaluasi akhir di pertemuan ke-4, dan kerjasama ini tidak baik untuk dilakukan karena akan melatih mental anak menjadi tidak percaya diri dalam menyelesaikan setiap permaslahan.

Tidak semua siswa menyampaikan pendapatnya sendiri-sendiri saat menyelesaikan permasalahan dalam kelompok, ada siswa yang melamun dan mengobrol sendiri. Mungkin karena siswa merasa bosan dengan pembelajaran yang berlangsung, dan mungkin juga karena siswa heran dengan kegiatan dan media pembelajaran yang tidak pernah dijumpainya.

Siswa memperhatikan saat teman sedang presentasi, tetapi ada juga yang ramai sendiri. Tidak ada siswa yang bertanya, sehingga guru harus menunjuk siswa agar mau menyampaikan komentar dan pendapatnya. Hanya ada satu siswa yang mau menyampaikan pendapat tentang presentasi teman yang keliru dengan inisiatif sendiri, tetapi perwakilan kelompok presentasi ataupun teman satu kelompoknya tidak memberikan tanggapan. Guru juga tidak membantu siswa untuk memberikan tanggapan. Tidak ada tindak lanjut saat ada siswa menyampaikan pendapat.

Hasil pengamatan yang dilakukan sebelum penelitian memberi jawaban mengenai sebab terjadinya keadaan seperti ini, yaitu karena

guru tidak membiasakan siswa untuk mengungkapkan pendapat yang menjadikan siswa bersikap pasif dalam pembelajaran. Siswa juga belum siap untuk memberikan tanggapan. Pada akhir presentasi guru selalu mengajak siswa untuk memberikan tepuk tangan. Siswa tidak berinisiatif memberikan tepuk tangan kepada perwakilan siswa yang selesai melakukan presentasi karena sebelumnya siswa tidak pernah mengalami kegiatan pembelajaran dengan presentasi pada pembelajaran (I:93-94).

93.G : Betul atau tidak? ditambah sama dengan atau 1 liter. Sudah? Ada jawaban lagi tidak? Alau sudah, itu jawaban itu betul semua, nggih. Jadi betul semua. Dah, tepuk tangan.

94.(Siswa tepuk tangan)

Dokumen terkait