• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN A. Analisa dan Interprestasi Data

C. Interprestasi Data

Setelah Pengujian hipotesis dilakukan maka dapat hasilnya Hipotesis Nihil

diajukan ditolak, sedangkan Hipotesis Alternatifditerima berarti adanya pengaruh Peranan Pendidikan Agama Islam Dalam Upaya Mengatisipasi Penyalahgunaan Narkotika dilihat dari angket, yaitu siswa-siswi yang menjawab 35 orang yang mengetahui pendidikan agama islam sangat penting bagi dirinya.

Akibatnya, menjadi positif, siswa menjadi lebih memahami pendidikan agama Islam yang diajarka di sekolah dan di praktekan dalam kehidupannya sehari-hari. Agar menjadi manusia yang beriman dan beraqhlakul karimah yang baik.

Setiap melakukan sesuatu hal pasti ada faktor penghambat dan faktor pendukung, begitu pula halnya pendidikan agama Islam dalam mengantisipasi penyalahgunaan narkotika, diantara faktor-faktornya adalah :

Faktor penghambat, Kurangnya pendekatan guru – guru dengan murid, sehingga murid enggan untuk terbuka (cerita) dan lebih membatasi diri dengan guru – guru yang ada di sekolah. Tapi hal ini tidak begitu menghawatirkan karna kami mencoba untuk selalu dekat dengan siswa – siswi dan mencoba membuka tempat curhat lewat guru BK, walau belom kondusif tapi kami tidak putus asa sebagai pendidik kami ingin yang terbaik untun anak didik kami .

Kurangnya minat siswa untuk mengetahui lebih dalam tentang pendidikan agama Islam, karena mereka menganggap pelajaran pendidikan agama Islam mudah serta tidak sulit untuk di mengerti, jadi banyak siswa yang mengabaikan dan malas untuk mengikuti pelajaran pendidikan agama Islam, karena kebanyakan dari mereka besiknya sudah Stanawiyah jadi mereka lebih suka dan serius pada pelajaran-pelajaran umum yang memang dia minati dan dia sukai.

Karena begitu banyak murid dibandingkan dengan guru yang ada di sekolah, kurangnya pengawasan guru terhadap murid, sehingga masih kurang optimal untuk para guru dalam melaksanakan peraturan – peraturan yang ada di sekolah serta memberikan sangsi kepada siswa siswi yang nakal.

88 Kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya, ketika anak itu dititipkan di sekolah orang tua merasa anak itu sudah sepenuhnya tanggung jawab guru serta para pendidik yang ada di sekolah, padahal tidak, orang tua sangatlah penting untuk selalu memantau anak – anaknya ketika anaknya sekolah atau bermain. Jadi kerjasama guru dan orang tua masih kurang ada sosialisasi sehingga tidak seimbang dalam mendidik anak – anak mereka.1

Faktor pendukung, Guru merasa dalam mengajarkan dan membina, serta mengamalkan ilmu yang dimilikinya agar dapat bermanfaat bagi siswa siswi dan di amalkan dalam kehidupan sehari – hari. Sehingga terciptanya anak – anak yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha ESA.

Guru – guru selalu memberi tahu tentang bahaya yang ada pada narkotika, dan manfaat yang digunakan para tim medis dalam menggunakan narkotika, agar siswa –siswi dapat memahami dampak dan akibat yang ada pada narkotika, serta agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Adanya fasilitas yang memadai ruang kelas yang layak untuk belajar, kelengkapan buku – buku pendidikan agama Islam, untuk mendukung pembelajaran yang ada di MAN 1, masjid yang ada di dalam sekolah sehingga memudahkan untuk para guru agama melakukan praktek ibadah shalat.

Diadakannya extrakulikuler yang ada di MAN 1 membantu sekolah untuk melihat bakat dan minat yang disukai para siswa, agar siswa – siswi dapat mengembangkan bakat dan hobinya, dan tidak melakukan hal – hal yang negatif yang memang dapat merugikan dirinya dan orang lain.

Upaya dalam mengantisipasi penyalahgunaan di MAN 1 Program berbasis sekolah yang menjadikan sekolah bebas narkotika, merupakan strategi penting. Akan tetapi agar berhasil guna dan berdaya guna, perlu dilaksanakan secara komprehensif dan terpadu.Tidak bermanfaat jika hanya diberikan penyuluhan kepada siswa, atau guru. Kepala sekolah dan guru adalah penanggung jawab di dalam sekolah, bukan polisi, dokter, atau lembaga/ instasi lain. Sebaiknya

1

Wawancara Penulis dengan Kepala Sekolah, Tgl 25-09-2010, Berita Acara Wawancara , dengan Drs. M. Yunus

89 dikembangkan program kelompok sebaya, dengan melatih siswa sebagai PR konselor.

Diadakannya peraturan/ tata tertib, dengan melaporkan apabila ada siswa yang melakukan tindakan criminal atau memakai obat-obatan terlarang, kebijakan disusun dengan melibatkan orang tua siswa dan masyarakan sekitarnya. Program harus menjadi bagian program “Lingkungan Bebas Narkotika”.Program meliputi prevensi, konseling dan pertolongan atau rujukan bagi siswa yang telah menyalahgunakan narkotika, mengadakan rajia secara berkala. Program dilaksanakan secara komprehensif dengan melatih guru dan siswa sebagai konselor sebaya.

Hukuman harus berifat mendidik, dan tidak merusak masa depan siswa, bimbingan konseling dari guru, perlu dikembangkan secara propesional sebagai unit layanan bimbingan siswa. Diselenggarakan secara kulikuler dengan mengadakan extrakulikuler, upayanya berkesinambungan, dengan tujuan meningkatkan daya tangkal siswa dan memberikan keterampilan yang diperlukan, agar dapat menghargai diri sendiri dan sesame, dalam pengambilan keputusan, mengelola stress, menolak tawaran narkotika, menolak kekerasan, dan menanggulangi masalah.2

Salah satu kesulitan yang dihadapi oleh MAN 1 adalah menyangkut perubahan sikap siswa karena kondisi – kondisi yang sudah melekat dalam diri mereka diperlukan proses yang panjang untuk mengajarkan kepada mereka nilai – nilai kehidupan yang lebih baik. Sebagai contoh untuk mengajarkan kepada siswa, siswi shalat dhuha berjama`ah, zuhur berjama`ah, shalat jum`at berjama`ah. Dan memberi arahan untuk selalu shalat lima waktu dalam kehidupan sehari – hari serta menghormati kedua orang tua dan guru, begitu pula untuk progran – program yang ada perlu di kaji ulang agar di sesuaikan dengan kondisi dan karakteristik siswa.

Berpengaruhkan peranan pendidikan agama Islam terhadap upaya mengantisipasi penyalahgunaan narkotika, sangat berperan pendidikan agama Islam, dan sangat perlu untuk bekal dirinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa pada Tuhan yang maha ESA, dan sesuai dengan tujuan pendidikan agama Islam. Dan faktor pendukungnya dilihat dari hasil penemuan penulis,

2

Wawancara Penulis dengan Kepala Sekolah, Tgl 25-09-2010, Berita Acara Wawancara , dengan Drs. M. Yunus

90 terhadap peranan pendidikan agama Islam dalam upaya mengantisipasi penyalahgunaan narkotika, dan dari hasil wawancara penulis kepada kepala sekolah, dan TU, kendala – kendala siswa – siswi yang sering berbuat tidak baik, kurangnya kedisiplinan pada diri mereka, kurangnya sosialisasi antara guru dengan orang tua siswa.3

Karena to telah diperoleh sebesar 35.51, sedangkan t tabel = 1,99 dan 2,63 maka to adalah lebih besar dari pada t tabel, baik taraf signifikan 5% maupun taraf signifikan 1% dengan demikian hipotesis diterima, ini berarti adanya peranan pendidikan agama Islam dalam upaya mengantisipasi penyalahgunaan narkotika di MAN 1 Grogol Jakarta – Barat.

3

Wawancara Penulis dengan Kepala Sekolah, Tgl 25-09-2010, Berita Acara Wawancara , dengan Drs. M. Yunus

91

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil penelitian yang penulis teliti dalam bab 1 sampai bab 4 mengenai peranan pendidikan agama Islam dalam upaya mengantisipasi penyalahgunaan narkotika, hasilnya karena to telah diperoleh sebesar 35.51, sedangkan t tabel = 1,99 dan 2,63 maka to adalah lebih besar dari pada t tabel, baik taraf signifikan 5% maupun taraf signifikan 1% dengan demikian hipotesis

diterima, ini berarti adanya peranan pendidikan agama Islam dalam upaya

mengantisipasi penyalahgunaan narkotika di MAN 1 Grogol Jakarta–Barat. Untuk itu maka penulis menarik kesimpulan, bahwa pendidikan agama Islam di MAN 1 Grogol Jakarta Barat adalah salah satu program pendidikan yang diberikan kepada siswa–siswi agar mereka dapat memperdalam pengetahuan agama khususnya dalam pendidikan agama Islam. Proses pendidikan agama Islam diawali dengan mengajarkan tauhid, percaya pada Tuhan yang maha ESA. Shalat lima waktu, dan mengajak untuk slalu shalat berjama`ah.

Upaya yang dilakukan dalam pendidikan agama Islam, yaitu dengan pendekatan–pendekatan yang bervariatif seperti pendekatan antara guru dengan murid dan memberi perhatian pada guru–guru PAI. Agar Pendidikan agama Islam dapat berperan sebagai tingkah laku atau perbuatan yang lahir dari keinginan. Misalnya, shalat lima waktu yang lahir dari keinginan dan kesadaran siswa–siswi untuk melakukan shalat karena merupakan kewajiban.

Adapun faktor pendukung dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam bagi siswa–siswi Man 1 Grogol Jakarta–barat. Adanya fasilitas yang memadai (buku-buku pendidikan agama Islam, ruang belajar, perpustakan, masjid), kekompakan

92

para guru–guru dalam mengantisipasi penyalahgunaan narkotika,dan upaya para guru dalam mengantisipasi penyalahgunaan narkotika,

faktor penghambatnya yaitu, minat belajarsiswa yang kurang untuk mengetahui lebih dalam tentang pendidikan agama Islam, kurangnya tanggung jawab siswa dalam mengikuti kegiatan kegamaan di sekolah, kurangnya perhatian orang tua dalam mendidik anak - anak mereka.

B. Saran

Saran dari penulis untuk mewujudkan pendidikan agama Islam yang diharapkan dapat merubah karakteristik anak didik menjadi anak yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhanyang maha ESA, bisa diwujudkan dalam bentuk :

Upaya dalam mengantisipasi penyalahgunaan di MAN 1 Program berbasis sekolah yang menjadikan sekolah bebas narkotika, merupakan strategi penting. Akan tetapi agar berhasil guna dan berdaya guna, perlu dilaksanakan secara komprehensif dan terpadu.Tidak bermanfaat jika hanya diberikan penyuluhan kepada siswa, atau guru. Kepala sekolah dan guru adalah penanggung jawab di dalam sekolah, bukan polisi, dokter, atau lembaga/ instasi lain. Sebaiknya dikembangkan program kelompok sebaya, dengan melatih siswa sebagai PR konselor.

Diadakannya peraturan/ tata tertib, dengan melaporkan apabila ada siswa yang melakukan tindakan criminal atau memakai obat-obatan terlarang, kebijakan disusun dengan melibatkan orang tua siswa dan masyarakan sekitarnya. Program harus menjadi bagian program “Lingkungan Bebas Narkotika”.Program meliputi prevensi, konseling dan pertolongan atau rujukan bagi siswa yang telah menyalahgunakan narkotika, mengadakan rajia secara berkala. Program dilaksanakan secara komprehensif dengan melatih guru dan siswa sebagai konselor sebaya.

Upaya M engant isipasi Penyalahgunaan narkot ika

M et ode yang bervariasi

Pendekat an guru dengan murid

Kekom pakan guru-guru m encipt akan sisw a siwi yang

93

Hukuman harus berifat mendidik, dan tidak merusak masa depan siswa, bimbingan konseling dari guru, perlu dikembangkan secara propesional sebagai unit layanan bimbingan siswa. Diselenggarakan secara kulikuler dengan mengadakan extrakulikuler, upayanya berkesinambungan, dengan tujuan meningkatkan daya tangkal siswa dan memberikan keterampilan yang diperlukan, agar dapat menghargai diri sendiri dan sesame, dalam pengambilan keputusan, mengelola stress, menolak tawaran narkotika, menolak kekerasan, dan menanggulangi masalah.

Perubahan siswa–siswi karena adanya pendidikan agama Islam, maka diharapkan untuk bisa dipertahankan atau lebih di tingkatkan dalam penyampaian materi dan metode yang ada disekolah –sekolah. Karena dengan adanya variasi metode, misalnya metode ceramah, histori, tanya jawab dll, maka pengetahuan sisiwa siswi terhadap pendidikan agama Islampun dapat bertambah sehingga bisa mengantisipasi penyalahgunaan narkotika, dan menjadikan anak didik berbudi pekerti yang baik.

Selanjutnya perlu ditingkatkan pendekatan–pendekatan antara guru dengan murid agar terciptanya komunikasi yang baik. Dan tercapainya lingkungan sekolah yang kondusif yang mendukung upaya dalam mengantisipasi penyalahgunaan narkotika dan hal–hal negatif lainnya.

Untuk memaksimalkan kegiatan keagamaan yang ada di setiap sekolah, peranan guru pendidikan Agama Islam dan kekompakan guru–guru yang ada pada setiap sekolah sangatlah penting, agar tercapainya tujuan dalam menciptakan siswa–siswi yang agamis dan mencapai hasil yang memuaskan. Karena agama merupakan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia dalam menjalani kehidupannya. Agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa.

Dokumen terkait