• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI KAJIAN TEORI

HASIL PENELITIAN

D. Interprestasi Data Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian yang dilakukan kepada sejumlah guru yang menjadi sampel, penulis melakukan analisis data yang merupakan bagian yang penting dalam metode ilmiah untuk menjawab masalah penelitian. Dalam menganalisa data penulis memberikan nilai rendah kepada jawaban angket mengenai Membangun Citra Madrasah Melalui Pemberdayaan Humas. Berdasarkan analisis data tersebut penulis dapat interprestasikan bahwa Kepala Humas bertanggung jawab melaksanakan tugas dan fungsi dengan menyebarkan informasi melalui media dan non media di MTs Madrasah Pembangunan UIN dikatakan cukup baik dan sangat memuaskan. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi atau gambaran masing-masing aspek yang diteliti berdasarkan tanggapan responden.

Dalam memberikan interpretasi atas nilai rata-rata yang diperoleh digunakan pedoman interpretasi yaitu:

1. Baik, jika nilai yang diperoleh berada pada interval 75-100% 2. Cukup baik, jika nilai yang diperoleh berada pada interval 56-75% 3. Kurang baik, jika nilai yang diperoleh berada pada interval 40-56% 4. Tidak baik, jika nilai yang diperoleh berada pada interval 40%

Tabel 1

Rekapitulasi Hasil Penelitian

Membangun Citra Madrasah Melalui Pemberdayaan Humas

No Indikator Kategori % Baik Cukup baik Kurang baik Tidak baik 1 Aspek I

Tugas dan fungsi kedudukan humas suatu organisasi

1. Membina hubungan ke dalam (rapat mingguan, bulanan, semesteran).

2. Membina hubungan ke dalam manajemen krisis (siswa bolos, terlambat, dan etika busana, komputer hilang, dan berat seperti kasus narkoba) 3. Membina hubungan ke dalam

(rapat Pimpinan, guru dan staf karyawan).

4. Membina hubungan keluar (rapat pertemuan orang tua murid, pameran, dll).

5. Membina hubungan keluar (kerja sama madrasah dengan lembaga lain).

6. Menunjang fungsi humas 7. Menciptakan komunikasi dua

arah secara timbal balik antara madrasah kepada publik eksternal dan internal. 8. Melayani masyarakat dan memberikan nasihat kepada Pimpinan organisasi.

9. Membina hubungan secara harmonis antara organisasi dan masyarakat 60,52% 42,10% 21,05% 44,73% 7,89% 63,15% 18,42% 34,21% 31,57% 57,89% 63,15% 39,47% 55,26% 15,78% 47,36% 39,47% 7,91% 0,38 15,80% 15,80% 36,85% 21,07% 34,22% 26,32% - - - - - - - - Sub Jumlah 347.33% 386.79% 166,26% - 2 Aspek 2

Penyebaran informasi melalui media internal dan eksternal

77

disekolah

11. Pengumuman diruang guru disekolah

12. Pengumuman untuk siswa disekolah

13. Pengumuman untuk pegawai disekolah 14.Profil, CD Madrasah Pembangunan 63,15% 57,89% 34,21% 57,89% 28,94% 36,84% 57,89% 42,11% 7,91% 5,27% 7,90% - - - - Sub Jumlah 255,24% 213,14% 31,62% 3 Aspek 3

Membangun citra Madrasah melalui Media dan non media (media cetak, media elektronik, dan non media)

15. Bulletin News di sekolah 16. Buku Panduan di sekolah 17. Majalah, brosur, spanduk di

sekolah

18. Foto-foto kegiatan di sekolah 19. Kerja sama dengan Radio 20.Kerja sama dengan stasuin

Televisi (Pimpinan, guru, siswa dll) di Madrasah pembangunan

21.Internet atau website di Madrasah Pembangunan

22.Acara Open House,

Saresehan, home visiting,

65,78% 60,53% 47,36% 68,43% - 57,89% 47,36% 68,43% 34,22% 39,47% 34,22% 31,57% - 36,84% 36,85% 31,57% 18,42% 5,27% 15,79% - - - - - - - - - - - - -

pameran rutin, workshop dan acara kekeluargaan.

Sub Jumlah 415,78% 213.74% 39,48%

4. Aspek 4

Pemberdayaan humas dalam menyebarkan informasi melalui 6 M 23. Perencanaan 24. Pengorganisasian 25. Pelaksanaan 26. Pengawasan 27. Melatih SDM melalui training dan workshop 28. Melalui Anggaran

29. Melalui sarana dan prasarana humas di sekolah

30.Melalui pemasaran dan promosi sekolah. 42,10% 47,36% 34,21% 36,84% 34,21% 34,21% 39,47% 34,22% 47,36% 34,22% 55,26% 55,27% 52,64% 52,64% 47,37% 52,63% 10,54% 18,42% 10,53% 7,89% 13,15% 13,15% 13,16% 13,15% - - - - - - - - Sub jumlah 302,62% 397,38% 102,62%

Berikut sajian data hasil penyebaran angket terhadap 38 responden. Dari hasil penyebaran angket tersebut diperoleh data tentang Membangun citra madrasah melalui pemberdayaan humas di MTs Madrasah Pembangunan Jakarta yang terdiri dari 4 aspek, yaitu:

a. Aspek kedudukan tugas dan fungsi humas suatu organisasi terdiri atas 9 item dengan skor 386

b. Aspek Membangun citra sekarang Madrasah Pembangunan penyebaran informasi melalui media internal dan eksternal terdiri atas 5 item dengan skor 255

c. Aspek Membangun citra Madrasah melalui media dan non media terdiri atas 8 item dengan skor 415

79

d. Aspek Pemberdayaan humas dalam menyebarkan informasi melalui 6 M terdiri atas 8 item dengan skor 397

Selanjutnya data tersebut lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 2

Nilai Rata-Rata Skor Penelitian

No Aspek Penelitian Skor Nilai Harapan (NH) Nilai Skor (NS) X100% NH NS Kategori Nilai 1 Kedudukan, tugas dan fungsi humas 386 9 x 3 = 27 386 : 38 = 10,15 % 10,15 x 100% 27 = 37,59% Cukup baik 2 Membangun citra sekarang dalam penyebaran informasi melalui media internal dan eksternal 255 5 x 3= 15 255 : 38 = 6,71% 6,71 x 100% 15 = 44,73% Baik 3 Membangun citra madrasah melalui media cetak, media elektronik dan non media 415 8 x 3 = 24 415 : 38 = 10,92% 10,92 x 100% 24 = 45,5% Baik 4 Pemberdayaan humas dalam menyebarkan informasi melalui 6 M 397 8 x 3 = 24 397 : 38 = 10,44% 10,44 x 100% 24 = 43,5% Cukup baik Rata-rata 86,51 % Baik

Dari hasil perhitungan nilai rata-rata skor di atas, maka dapat dilihat dengan jelas sebagian besar responden atau guru menjawab 86,51% di nilai

aspek kedudukan, tugas dan fungsi humas membangun citra sekolah, aspek membangun citra sekarang dalam penyebaran informasi melalui media internal dan eksternal, aspek membangun citra melalui media dan non media, dan media elektronik, dan aspek pemberdayaan humas dalam menyebarkan informasi melalui 6 M, sudah terlaksana dengan baik namun pada pemberdayaan humas dalam, menyebarkan informasi melalui 6 M dirasakan kurang baik dimana sekitar 43,5% atau lebih dari setengahnya guru mengatakan pemberdayaan humas yaitu meliputi pekerjaan humas kurang memuaskan dalam membina hubungan ke dalam atau pada publik internal madrasah, pelayanan humas kurang memuaskan dalam menangani rapat mendadak, kerja sama dengan lembaga lain dan Pers kurang memuaskan, kurang menunjang dalam menjalankan fungsi humas, kurang memperhatikan pemberdayaan humas dalam perencanaan, dan guru mengatakan pelayanan humas kurang sinkronikasi, kurang mengukur pelatihan terhadap training, workshop dan seminar yang diadakan di Madrasah Pembangunan, kurang melayani terhadap kegiatan penyebaran informasi dan kurang anggaran terhadap pelayanan humas sarana dan prasarana kurang memuaskan dengan adanya promosi sekolah melalui penyebaran informasi dan guru mengatakan pekerjaan humas kurang memuaskan dalam membina hubungan ke dalam dan keluar atau publik internal dan eksternal. Ini menandakan bahwa kepala sekolah MTs Madrasah Pembangunan UIN dan kepala humas (kepala pusat sistem informasi dokumentasi dan publikasi) melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik demi terciptanya kerjasama yang harmonis dengan guru dan staf pegawai sekolah.

Berdasarkan perhitungan statistic sederhana di atas, maka Membangun Citra Madrasah Melalui Pemberdayaan Humas di MTs Madrasah Pembangunan UIN Jakarta, dapat diketahui melalui interprestasi aspek-aspek berikut ini:

1. Tugas dan fungsi kedudukan humas

Dalam menajalankan tugasnya, humas melaksanakan kegiatannya dengan baik dapat dilihat dari jawaban responden pada item no. 1 sampai

81

dengan no. 9. Pada no 1 sebanyak 55,26% responden menjawab pekerjaan humas sangat memuaskan dalam menjakankan tugas humas di sekolah dalam membina hubungan ke dalam. Pada soal no. 2 sebanyak 60,52% responden menjawab bahwa kedudukan humas sangat memuaskan pada pelayanan humas, mengadakan rapat mendadak dalam situasi krisis di sekolah. Pada soal no. 3 sebanyak 57,89% responden menjawab memuaskan humas dalam menjalankan tugas dan kedudukan humas di sekolah. Pada soal no. 4 sebanyak 63,15% responden menjawab tugas humas memuaskan, Pimpinan sekolah mengadakan rapat bersama orang tua murid, humas membina hubungan keluar dengan baik. Pada soal no. 5 sebanyak 44,73% responden menjawab tugas humas sangat memuaskan dalam bekerja sama dengan lembaga lain. Pada soal no. 6 sebanyak 55,26% responden menjawab menunjang dengan adanyak kerja sama dengan lembaga lain yang memberikan pengarahan terhadap kegiatan penyebaran informasi. pada soal no. 7 sebanyak 63,15% responden menjawab pekerjaan humas sangat menciptakan kerja sama dengan publik internal dan eksternal sekolah. Pada soal no. 8 sebanyak 47,36% reponden menjawab humas melayani kepentingan umum. Dan pada soal no. 9 sebanyak 39,47% responden menjawab memuaskan untuk mengetahui informasi pesan yang disampaikan kepada guru.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dalam menjalankan tugas dan fungsi kedudukan humas di sekolah adalah membangun citra madrasah adalah memuaskan. Hal ini sesuai dengan perhitungan persentase yang berada pada interval 37,59% dengan kategori cukup baik. Hal ini berarti kepala sekolah dan kepala humas (kepala pusat sistem informasi, dokumentasi dan publikasi) telah bekerja sama dengan baik dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru dan staf karyawan di sekolah, dan mengadakan rapat, orang tua siswa dan kegiatan perlombaan di sekolah dan menyebarkan informasi melalui media internal dan media eksternal.

Dalam aspek ini, membngun citra madrasah melalui pemberdayaan humas, dapat dilihat dari jawaban responden pada item no. 10 sampai dengan no. 14. Pada no. 10 sebanyak 47,36% responden menjawab memuaskan untuk mengetahui informasi pesan yang disampaikan kepada guru. Pada soal no. 11 sebanyak 63,15% responden menjawab humas sangat memuaskan dalam membangun citra sekarang melalui pengumuman di ruang guru. Pada soal no. 12 sebanyak 57,89% responden menjawab sangat memuaskan terhadap pengumuman siswa di sekolah. Pada soal no. 13 sebanyak 57,89% responden menjawab pekerjaan humas memuaskan dengan adanya pengumuman pegawai dapat mengetahui kegiatan disekolah. Dan pada soal no. 14 sebanyak 57,89% responden menjawab pekerjaan humas sangat memuaskan dalam penyebaran informasi melalui profil sekolah.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dalam menjalankan kegiatan penyebaran informasi melalui media internal dan eksternal di sekolah guru dan siswa dapat mengetahui informasi yang disampaikan kepada kepala sekolah tentang prestasi siswa, dan kegiatan pelombaan dan bekerja sama dengan lembaga lain.

3. Membangun citra Madrasah melalui media dan non media dan media elektronik

Dalam aspek ini, membangun citra madrasah melalui media dan non media, dan media elektronik dapat dilihat dari jawaban responden pada item no. 15 sampai dengan no. 22. Pada no. 15 sebanyak 65,78% responden menjawab pekerjaan humas sangat memuaskan mengenai bulletin sekolah. Pada soal no. 16 sebanyak 60,53% responden menjawab pekerjaan humas sangat memuaskan dalam membangun citra madrasah pembangunan melalui buku panduan sekolah. Pada soal no. 17 sebanyak 47,36% responden menjawab sangat memuaskan dalam membangun citra madrasah melalui media cetak majalah internal, brosur dan kliping berita di sekolah. Pada soal no. 18 sebanyak 68,43% responden menjawab pekerjaan humas sangat memuaskan membangun citra madrasah melalui

83

foto-foto kegiatan di sekolah. Pada soal no. 19 responden tidak ada menjawab melalui radio dalam kerja sama dengan radio. Pada soal no. 20 sebanyak 57,89% responden menjawab sangat memuaskan membngun citra madrasah melalui televisi dan kerja sama dengan televisi di sekolah. Pada soal no. 21 sebanyak 47,36% responden menjawab pekerjaan humas sangat memuaskan membangun citra melalui media internet. Dan pada soal no. 22 sebanyak 68,43% responden menjawab sangat memuaskan mengadakan acara open house di sekolah.

4. Pemberdayaan humas dalam penyebaran informasi melalui 6 M. Dalam aspek ini, Pemberdayaan humas dalam menyebarkan informasi dapat dilihat dari jawaban responden pada item no. 23 sebanyak 42,10% responden menjawab pekerjaan humas sangat memuaskan dalam mengadakan pertemuan saresehan, home visiting, pameran, dan seminar atau workshop di sekolah. Pada soal no. 24 sebanyak 47,36% responden menjawab pekerjaan humas cukup memperhatikan enam alat manajemen, antara lain: anggaran, biaya, media, sarana dan prasarana dan teknik. Pada soal no 25 sebanyak 47,36% responden menjawab sangat terkoordinasi dalam pengorganisasian humas terhadap struktur organisasi di Madrasah Pembangunan. Pada soal no. 26 sebanyak 55,26% responden menjawab pelayanan humas sinkronisasi terhadap hasil pelaksanaan kegiatan humas. Pada soal no. 27 sebanyak 55,27% responden menjawab mengukur dalam pengawasan kepala sekolah dan kepala humas (Kepala Pusat Sistem Informasi, Dokumentasi, dan Publikasi). Pada soal no. 28 sebanyak 52,64% responden menjawab pelatihan SDM training dan workshop di sekolah dalam pemberdayaan humas. Pada soal no. 29 sebanyak 52,64% responden menjawab bahwa ada anggaran pelayanan humas dalam pemberdayaan humas. Dan pada soal no. 30 sebanyak 47,37% responden menjawab memuaskan dengan adanya sarana dan prasarana humas di sekolah seperti, kamera, handycam, laptop, telepon fax dan lainnya. Dan

pada soal no 31 sebanyak 52,63% responden menjawab pelayanan humas memuaskan melalui pemasaran dan promosi sekolah.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dalam menjalankan tugas dan fungsi kedudukan humas kepala sekolah dan kepala humas (kepala pusat sistem informasi dokumentasi dan publikasi) telah bekerja sama dengan baik dalam menyebarkan informasi melalui media internal dan eksternal di sekolah. Dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan lembaga lain. Hal ini sesuai dengan perhitungan presentase yang berada pada interval 43,5% dengan kategori cukup baik.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan di MTs Madrasah Pembangunan UIN Jakarta, penulis dapat menarik kesimpulan:

1. Kedudukan dan tugas humas membina hubungan ke dalam, mengadakan rapat rutin brifieng pimpinan, kenaikan pangkat, sikap siswa dan rapat pleno raport siswa. Tugas humas dalam membina kerja sama dengan lembaga lain, dan mengadakan rapat dengan orang tua murid dalam membina hubungan ke luar. Tugas humas dijalankan oleh kepala Pusat Informasi, Publikasi dan Dokumentasi di bawah wakil direktur Madrasah Pembangunan UIN. Sedangkan para guru berpendapat bahwa pekerjaan humas menunjang fungsi humas, sangat menciptakan kerja sama dengan publiknya, melayani kepentingan umum, hanya sebagian kecil mengatakan kurang melayani kepentingan umum, sangat membina hubungan. Hal ini sesuai dengan perhitungan persentase yang berada pada interval 37,59 % dengan kategori cukup baik.

2. Humas membangun citra sekarang (current image) melalui papan dinding pengumuman di sekolah, pengumuman untuk guru dan pengumuman untuk siswa, dan pengumuman untuk pegawai, dan profil, CD Madrasah Pembangunan. Hal ini sesuai dengan perhitungan persentase yang berada pada interval 44,73% dengan kategori baik dalam menyebarkan informasi.

3. Humas membangun citra Madrasah Pembangunan melalui penggunaan media cetak, penggunaan Bulletins MP News, Buku Panduan, Majalah

tidak tahu penggunaan media radio. Namun, penggunaan televisi tampil di TVRI pada tahun 2009 dan internet. Sebagian kecil guru mengatakan ketidakpuasannya terhadap kliping surat kabar, pengumuman siswa, mengundang pers ketika ujian nasional, brosur, majalah, papan dinding, dan pengumuman bagi pegawai dan guru. Sedangkan pola penyebaran informasi melalui non media humas melaksanakan home visiting, saresehan setahun sekali, pameran rutin, seminar dan workshop sebulan sekali, pertemuan orang tua murid sebulan sekali. Hal ini sesuai dengan perhitungan persentase yang berada pada interval 45,5% dengan kategori baik.

4. Pimpinan sekolah Madrasah Pembangunan UIN sangat memperhatikan semua alat-alat manajemen dalam pemberdayaan humas. Pimpinan sangat terkoordinasi dengan bagian lainnya, sinkronisasi antara kegiatan humas, bisa mengukur keefektifan individu, kelompok, dan struktur pimpinan, mengadakan pelatihan dan workshop bagi staf humas, didukung oleh sarana pekerjaan humas yang memuaskan, dan anggaran yang produktif. Ditambah lagi, pimpinan dan kepala humas dalam meningkatkan promosi Madrasah Pembangunan dan pemberdayaan humasnya. Hal ini sesuai dengan perhitungan persentase yang berada pada interval 43,5% dengan kategori cukup baik.

Dari ke empat aspek yang diteliti hanya pada pemberdayaan humas yang dikatakan dengan kategori cukup baik, akan tetapi dapat disimpulkan bahwa Membangun citra madrasah melalui pemberdayan humas di Madrasah Pembangunan UIN Jakarta sudah dikatakan baik dalam menjalankan penyebaran informasi melalui media dan non media. Hal ini sesuai dengan hasil perhitungan berdasarkan rumus kategori di atas yaitu 86,51 % dengan kategori baik.

87

B. Saran-saran

Berdasarkan hasil temuan dari penelitian, ada beberapa saran-saran dan masukkan yang penulis pandang sebagai hal positif, saran tersebut adalah sebagai berikut:

1. Bagi kepala humas dalam menjalankan tugas dan fungsi humas di Madrasah Pembangunan UIN, bila humas Madrasah Pembangunan melakukan identifikasi masalah pencitraan humas, mengenai permasalahan penyebaran informasi (current image), permasalahan kepemimpinan sekolah dan humas (mirror image), permasalahan sukses atau tidaknya kerja sama dengan pihak lain (coporate image), permasalahan pandangan/persepsi publik komunitas di sekitar sekolah terhadap public internal Madrasah Pembangunan, seperti pimpinan, guru, pegawai dan siswanya (multi image), dan permasalahan penegakan visi dan misi Madrasah Pembangunan (wish image), seperti kode etik pimpinan, guru, pegawai dan kode etik siswa. Penelitian berikutnya memilih, mengkaji, dan mendalami salah satu citra tersebut.

2. Staf humas dapat bekerja sama dengan anggota OSIS dan siswa lainnya dalam mengkliping surat kabar langganan setiap minggu. Tema kliping membahas permasalahan pendidikan dan pekerjaan humas di surat kabar. Di tambah lagi dengan brosur madrasah dengan sisipkan sejarah singkat Madrasah Pembangunan UIN, prestasi dan karya pimpinan, guru, pegawai dan siswanya.

3. Kerjasama dengan insan media elektronik dan media cetak ditingkatkan lagi untuk mengabadikan kegiatan lomba-lomba dan ulang tahun Madrasah Pembangunan UIN.

4. Pemberdayaan staf humas ditingkatkan lagi agar mereka lebih memanfaatkan media internet dan media cetak lainnya, seperti kalender akademik yang kecil dan unik, kenang-kenangan souvenir gelas, jam,

BAB V PENUTUP

C. Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan di MTs Madrasah Pembangunan UIN Jakarta, penulis dapat menarik kesimpulan:

5. Kedudukan dan tugas humas membina hubungan ke dalam, mengadakan rapat rutin brifieng pimpinan, kenaikan pangkat, sikap siswa dan rapat pleno raport siswa. Tugas humas dalam membina kerja sama dengan lembaga lain, dan mengadakan rapat dengan orang tua murid dalam membina hubungan ke luar. Tugas humas dijalankan oleh kepala Pusat Sistem Informasi, Dokumentasi dan Publikasi di bawah wakil direktur Madrasah Pembangunan UIN. Sedangkan para guru berpendapat bahwa pekerjaan humas menunjang fungsi humas, sangat menciptakan kerja sama dengan publiknya, melayani kepentingan umum, hanya sebagian kecil mengatakan kurang melayani kepentingan umum, sangat membina hubungan. Hal ini sesuai dengan perhitungan persentase yang berada pada interval 37,59 % dengan kategori cukup baik.

6. Humas membangun citra sekarang (current image) melalui papan dinding pengumuman di sekolah, pengumuman untuk guru dan pengumuman untuk siswa, dan pengumuman untuk pegawai, dan profil, CD Madrasah Pembangunan. Hal ini sesuai dengan perhitungan persentase yang berada pada interval 44,73% dengan kategori baik dalam menyebarkan

informasi.

7. Humas membangun citra Madrasah Pembangunan melalui penggunaan media cetak, penggunaan Bulletins MP News, Buku Panduan, Majalah Lestari, brosur dalam membangun citra Madrasah Pembangunan. Guru

89

tidak tahu penggunaan media radio. Namun, penggunaan televisi tampil kegiatan pentas seni dan kreativitas bagi siswa Madrasah Tsanawiyah di TVRI pada tahun 2009 dan internet. Sebagian kecil guru mengatakan ketidakpuasannya terhadap kliping surat kabar, pengumuman siswa, mengundang pers ketika ujian nasional, brosur, majalah, papan dinding, dan pengumuman bagi pegawai dan guru. Sedangkan pola penyebaran informasi melalui non media humas melaksanakan open house, saresehan setahun sekali, pameran rutin, seminar dan workshop sebulan sekali, pertemuan orang tua murid sebulan sekali. Hal ini sesuai dengan perhitungan persentase yang berada pada interval 45,5% dengan kategori baik.

8. Pimpinan sekolah Madrasah Pembangunan UIN sangat memperhatikan semua alat-alat manajemen dalam pemberdayaan humas. Pimpinan sangat terkoordinasi dengan bagian lainnya, sinkronisasi antara kegiatan humas, bisa mengukur keefektifan individu, kelompok, dan struktur pimpinan, mengadakan pelatihan dan workshop bagi staf humas, didukung oleh sarana pekerjaan humas yang memuaskan, dan anggaran yang produktif. Ditambah lagi, pimpinan dan kepala humas dalam meningkatkan promosi Madrasah Pembangunan dan pemberdayaan humasnya. Hal ini sesuai dengan perhitungan persentase yang berada pada interval 43,5% dengan kategori cukup baik.

Dari ke empat aspek yang diteliti hanya pada pemberdayaan humas yang dikatakan dengan kategori cukup baik, akan tetapi dapat disimpulkan bahwa Membangun citra madrasah melalui pemberdayan humas di Madrasah Pembangunan UIN Jakarta sudah dikatakan baik dalam menjalankan penyebaran informasi melalui media dan non media. Hal ini sesuai dengan hasil perhitungan berdasarkan rumus kategori di atas yaitu 42,83% dengan kategori baik.

D. Saran-saran

Berdasarkan hasil temuan dari penelitian, ada beberapa saran-saran dan masukkan yang penulis pandang sebagai hal positif, saran tersebut adalah sebagai berikut:

5. Bagi kepala humas dalam menjalankan tugas dan fungsi humas di Madrasah Pembangunan UIN, bila humas Madrasah Pembangunan melakukan identifikasi masalah pencitraan humas, mengenai permasalahan penyebaran informasi (current image), permasalahan kepemimpinan sekolah dan humas (mirror image), permasalahan sukses atau tidaknya kerja sama dengan pihak lain (coporate image), permasalahan pandangan/persepsi publik komunitas di sekitar sekolah terhadap public internal Madrasah Pembangunan, seperti pimpinan, guru, pegawai dan siswanya (multi image), dan permasalahan penegakan visi dan misi Madrasah Pembangunan (wish image), seperti kode etik pimpinan, guru, pegawai dan kode etik siswa. Penelitian berikutnya memilih, mengkaji, dan mendalami salah satu citra tersebut.

6. Staf humas dapat bekerja sama dengan anggota OSIS dan siswa lainnya dalam mengkliping surat kabar langganan setiap minggu. Tema kliping membahas permasalahan pendidikan dan pekerjaan humas di surat kabar. Di tambah lagi dengan brosur madrasah dengan sisipkan sejarah singkat Madrasah Pembangunan UIN, prestasi dan karya pimpinan, guru, pegawai dan siswanya.

7. Kerjasama dengan insan media elektronik dan media cetak ditingkatkan lagi untuk mengabadikan kegiatan lomba-lomba dan ulang tahun Madrasah Pembangunan UIN.

8. Pemberdayaan staf humas ditingkatkan lagi agar mereka lebih memanfaatkan media internet dan media cetak lainnya, seperti kalender akademik yang kecil dan unik, kenang-kenangan souvenir gelas, jam, saputangan, dan foto kegiatan humas bagi tamu pimpinan dan humas.

Dokumen terkait