• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

3. Faktor Pendukung : Sumber Daya Alam Pulau Untung Jawa

4.3 Interpretasi Data dan Pembahasan

Setelah data di analisis langkah selanjutnya adalah interpretasi data yaitu menghubungkan temuan hasil penelitian dilapangan dengan teori dan konsep para ahli

114

sehingga peneliti dapat mengembangkan teori dan menemukan makna baru dari hasil penelitiannya. Adapun pembahasan yang dilakukan yaitu dengan membahas lebih lanjut hasil analisis data yang telah diinterpretasikan. Dalam hal ini peneliti merumuskan strategi pengelolaan pariwisata Pulau Untung Jawa melalui pendekatan Analisis SWOT. Dalam penelitian ini, peneliti dapat menginterpretasikan data-data hasil penelitian yang dilakukan dikawasan wisata Pulau Untung Jawa mengenai Alternatif Strategi Pengelolaan Pariwisata Pulau Untung Jawa, berdasarkan hasil penelitian dapat dirumuskan suatu alternatif strategi pengeloaan yang baik melalui pendekatan Analisis SWOT yang memiliki empat dimensi untuk dianalisis yaitu Kekuatan (Strenghts), Kelemahan (Weakness), Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats). Pengelolaan Pariwisata Pulau Untung Jawa merupakan hasil kerjasama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Pulau Untung Jawa urusan pariwisata dengan swadaya masyarakat sejak dicanangkanya Pulau Untung Jawa menjadi desa wisata percontohan dan desa andalan pemukiman nelayan tahun 2001 silam. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Pulau Untung Jawa dibentuk dan dipilih oleh masyarakat Pulau Untung Jawa melalui sistem pemilihan secara langsung dan menangani berbagai urusan masyarakat dan salah satunya yaitu urusan pariwisata yang menangani masalah kepariwisataan di Pulau Untung Jawa.

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat itu sendiri dibentuk sebagai lembaga bantuan dalam urusan pengelolaan pariwisata di Pulau Untung Jawa yang bertujuan untuk memacu perekonomian masyarakat sekitar Pulau Untung Jawa atas dijadikannya Pulau Untung Jawa sebagai daerah kawasan wisata andalan pemukiman nelayan namun pada dasarnya tetap masyarakatlah sebagai pelaku wisata yang mengelola pariwisata di Pulau Untung Jawa. Peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Pulau Untung

115

Jawa urusan pariwisata adalah membuat kemajuan dalam hal pengelolaan pariwisata di Pulau Untung Jawa. Lembaga itu sendiri membantu masyarakat dengan memberikan pelatihan secara teknis, seperti pelatihan dalam pengendalian lingkungan terhadap pengelolaan pariwisata yang bekerja sama dengan Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Administrasi Kepualau Seribu, pelatihan guiding, study banding tentang

homestay dan juga memberikan pengajaran tentang manajemen pelayanan prima dalam penyediaan fasilitas, sarana dan prasarana pariwisata. melakukan study banding tentang pengelolaan pariwisata. Namun semenjak tahun 2008 Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Pulau Untung Jawa dapat dikatakan sudah tidak berjalan lagi. Awalnya untuk dapat berkunjung ke Pulau Untung Jawa setiap pengunjung dikenakan tarif masuk atau yang biasa disebut sebagai tanda masuk pulau, tetapi pada tahun tersebut ada perubahan yang terjadi Bupati melarang adanya tarif masuk atau tanda masuk pulau dan menyerahkan urusan pengelolaan sepenuhnya pada swadaya masyarakat. Sehingga masyarakat menjadi pelaku ekonomi wisata. Sumber daya alam dan Potensi yang dimiliki Pulau Untung Jawa untuk menjadikan Pulau Untung Jawa sebagai tujuan wisata sangat besar, hal ini tentu saja harus melalui pengelolaan pariwisata yang baik dan kemampuan Sumber Daya Manusia yang kompeten untuk mengelolanya. Adapun pengelolaan yang dilakukan selama ini belum optimal hal tersebut terlihat pada kendala dan masalah yang dihadapi pariwisata Pulau Untung Jawa. Namun demikian pengelolaan yang baik berusaha dikembangkan dan dijalankan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung akan pelayanan jasa wisata.

Jika dianalisis SWOT yang dimiliki pariwisata Pulau Untung Jawa antara lain sebagai berikut :

116

Kekuatan yang dimiliki pariwisata Pulau Untung Jawa terdapat pada potensi wisata yang dimiliki pariwisata Pulau Untung Jawaserta kondisi lingkungan secara fisik maupun perilaku masyarakat Pulau Untung Jawa itu sendiri. Potensi wisata dan pengembangan potensi di Pulau Untung Jawa sangat beragam dan besar. Pariwisata Pulau Untung Jawa lebih mengembangkan potensi wisata pada kenampakan fisik dan pemandangan alam yang dimiliki Pulau Untung Jawa maka untuk menarik minat pengunjung ke Pulau Untung Jawa tersebut diciptakan jenis-jenis wisata yang menjadi daya tarik bagi pengunjung, selain panorama keindahan pulau dan pemandangan alam yang dapat dinikmati pengunjung untuk melengkapi hal tersebut masyarakat Pulau Untung Jawa melalui hasil swadaya masyarakat menyediakan travelagent wisata mulai dari penginapan atau homestay, penyewaan perahu, rumah makan dan warung ikan bakar serta wisata pancing dan penyewaan sepeda adapun hiburan lain yang disuguhkan seperti banana boat dan snorkeling, guiding ke Pulau Konservasi (Pulau Rambut, Pulau Onrust, dll). Potensi tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk menarik minat pengunjung. Kondisi lingkungan yang nyaman, wisata yang murah dan keramahan penduduk benar-benar ditampilkan dan menjadi daya tarik utama dalam pariwisata Pulau Untung Jawa.

Sedangkan Kelemahan yang menjadi kendala dan dimiliki pariwisata Pulau Untung Jawa antara lain sarana transportasi dan masalah sampah diPulau yang kurang terjaga. Dalam hal transportasi menuju Pulau Untung Jawa yang menjadi sarana transportasi adalah kapal/perahu, dimana kapal/perahu tersebut hanya memiliki jumlah armada yang minim dan rentan akan kerusakan karena, kapal/perahu tersebut terbuat dari kayu selain itu masalah sampah juga menjadi salah satu kendalanya. Walaupun Pulau Untung Jawa meraih juara Nasional dalam PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) tahun 2011 ini,

117

namun masih mengalami kesulitan dalam penanganan dan pengelolaan sampah yang ada di Pulau selain sampah rumah tangga yang masih bisa diatasi oleh petugas kebersihan Pulau Untung Jawa tetapi sampah juga merupakan kiriman dari laut. Laut sekitar Pulau Untung Jawa merupakan aliran dari 13 titik sungai di Jakarta seperti sungai Ciliwung jadi apabila sungai tersebut banyak memuat sampah dan meluap otomatis sampah-sampah tersebut mengalir di perairan laut Pulau Untung Jawa. Pulau Untung Jawa sendiri dihuni oleh penduduk sekitar 2034 jiwa yang menempati 40,10 Ha Luas Pulau Untung Jawa. Namun dari 2034 jiwa, kebanyakan penduduk/ masyarakat Pulau Untung Jawa hanya mengeyam pendidikan sampai Sekolah Dasar karena minimnya sarana dan fasilitas gedung sekolah di Pulau ini. Fasilitas dan gedung sekolah di Pulau ini hanya terbatas sampai Sekolah Menengah Pertama, sehingga tingkat pendidikan dan pengetahuan serta kemampuan mereka dalam mengelola pariwisata Pulau Untung Jawa dapat dikatakan kurang memiliki kemampuan. Masyarakat cenderung monoton, dan tidak menampilkan inovasi dan kreasi baru dalam mengelola pariwisatanya. Selain itu, anggaran yang dimiliki merupakan modal pribadi masyarakat yang memiliki usaha seperti homestay, warung ikan bakar, kapal penyebrangan, kios cinderamata, alat-alat snorkeling dan yang lainnya jadi pendapatan dari hasil usaha tersebut dikelola masing-masing oleh masyarakat. Karena pendapatan pribadi, anggaran yang dimiliki tidak cukup memadai untuk seluruh kegiatan pariwisata di Pulau Untung Jawa sehingga perawatan sarana dan prasarana dan penyediaan fasilitas atraksi dan hiburan bagi pengunjung menjadi minim.

Peluang pariwisata Pulau Untung Jawa terdapat pada Pengembangan pariwisata, Investasi Asing dan Faktor pendukung pariwisata Pulau Untung Jawa. Faktor pendukung itu sendiri dapat terlihat dari potensi wisata yang ditampilkan dan sumber

118

daya alam yang dihasilkan oleh kegiatan pariwisata Pulau Untung Jawa. Pengembangan pariwisata yang dilakukan yaitu melalui pemasaran pariwisata yang gencar dilakukan dengan melakukan promosi wisata Pulau Untung Jawa. Adapun promosi wisata yang dilakukan dibantu oleh Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dalam mengenalkan pariwisata melalui tupoksi Sudin Pariwisata di Kepulauan Seribu termasuk Pulau Untung Jawa dengan melakukan Pemilihan Duta Pariwisata, memasukan Pulau Untung Jawa dalam slogan Enjoy Jakarta dan juga mengembangkan kegiatan atraksi hiburan bagi pengunjung dengan adanya kegiatan wisata air seperti berenang, snorkeling dan banana boat. Namun fasilitas dan sarana dan prasarana kegiatan wisata air tersebut masih terbatas karena kekurangan modal dan belum adanya investasi dari luar. Investasi dilakukan oleh masyarakat yang memiliki usaha wisata dengan mengelola anggarannya sendiri, dan juga melibatkan pihak asing apabila ada event atau acara tertentu yang dilakukan diPulau Untung Jawa. Walau begitu ada faktor pendukung berupa potensi wisata yang beragam dan hasil SDA yang besar dalam pengelolaan kegiatan pariwisata di Pulau Untung Jawa. Hal ini dapat terlihat dai pemanfaatan potensi wisata yang beragam yang mampu ditampilkan Pariwisata Pulau Untung Jawa dan pemanfaatan Sumber Daya Alam dalam kegiatan pariwisata di Pulau Untung Jawa serta pembinaan pada masyarakat yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah setempat yakni Kelurahan Pulau Untung Jawa. Sumber Daya Alam yang dimiliki pariwisata Pulau Untung Jawa tercakup dalam kenampakan alam dan fisik yang dimiliki Pulau Untung Jawa seperti hutan mangrove, pantai dan pasir putih, pemandangan alam dan laut yang indah, menjadikan hal tersebut sebagai daya tarik bagi pengunjung. Selain itu hasil dari Sumber Daya Alam yang dihasilkan oleh pariwisata Pulau Untung Jawa juga terdapat pada hasil olahan laut dan kerajinan tangan yang

119

dihasilkan oleh putera-putera daerah Pulau Untung Jawa. Seperti budidaya kerang yang dijadikan berbagai bentuk souvenir yang dijual di kios-kios cinderam mata, hasil daur ulang sampah kertas ataupun plastik yang disulap menjadi aneka kerajinan tangan seperti tas oleh pengrajin-pengrajin daerah dan juga pada pembinaan masyarakat seperti usaha industri rumah tangga melalui kelompok-kelompok usaha kecl. Misalnya saja, kelompok pengrajin keripik sukun (makanan khas buah tangan Pulau Untung Jawa). Pemanfaatan potensi sumber daya alam ini merupakan faktor pendukung kegiatan pariwisata Pulau Untung Jawa dan menjadi nilai lebih bagi kegiatan pariwisata itu sendiri.

Sedangkan yang menjadi Ancaman yaitu faktor-faktor penghambat dalam pengembangan kegiatan kepariwisataan seperti kurang inovatif dan kreatifnya masyarakat yang hanya mampu melayani tanpa mengetahui kepuasan pengunjung serta pada tidak adanya investasi dari luar sehingga mengalami kekurangan modal dalam pengadaan fasilitas dan sarana hiburan bagi pengunjung, supply bahan pokok yang berbeda antara di Pulau dan didaratan. Selain itu hambatan juga terdapat pada sistem organisasional dari jenis dan usaha wisata yang dijalankan serta pada kondisi cuaca dan kemungkinan bencana alam seperti tsunami karena Pulau Untung Jawa merupakan daerah pesisir pantai yang berbatasan anatara laut dan daratan namun persaingan wisata dengan daerah lain bukanlah suatu ancaman. Lebih jelasnya sebagai berikut :

120 Kekuatan antara lain :

1. Potensi wisata yang beragam dan besar seperti :

a. Wisata pantai :

1. Rekreasi pasif : Panorama pantai dan laut lepas (sunrise, sunset dan ombak).

2. Rekreasi Aktif : Panorama bawah laut dinikmati dengan snorkeling, olahraga air seperti banana boat dan berenang.

3. Keanekaragaman hayati flora dan fauna di Pulau Konservasi 4. Wisata pancing

b. Wisata Kuliner : 1. Rumah makan

2. Warung-warung ikan bakar c. Dinamika kehidupan :

1. Panorama kampung nelayan dengan kegiatan dan aktifitasnya sehari-hari 2. Penginapan (homestay)

3. Penyewaan sepeda 4. Kios-kios cendera mata

2. Kondisi lingkungan masyarakat yang ramah, nyaman, pantai yang bagus, pasir pantai yang putih dan wisata yang cukup murah.

Kelemahan antara lain :

1. Kendala yang dihadapi : sarana transportasi berupa kapal angkutan Fery Untung Jawa yang masih terbatas dan kapal sewaan nelayan yang mengalami kerusakan dan penanganan kebersihan Pulau akibat sampah kiriman dari laut yang sulit dikendalikan.

121

2. Sumber Daya Manusia yang kurang memiliki kemampuan dalam mengelola pariwisata Pulau Untung Jawa karena kebanyakan masyarakat hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar.

3. Anggaran pariwisata merupakan modal masyarakat yang memiliki usaha wisata dan dikelola oleh masyarakat itu sendiri sehingga perputaran ekonomi kembali pada masyarakat lagi.

Peluang antara lain :

1. Pengembangan pemasaran pariwisata pada dunia luar seperti membuat web Pulau Untung Jawa, melakukan pemilihan Duta Pariwisata untuk mengenalkan pariwisata Pulau Untung Jawa dan penciptaan hiburan pada kegiatan wisata air untuk menarik pengunjung.

2. Investasi Asing, namun sampai saat ini belum ada investasi asing yang menanamkan modal untuk pariwisata di Pulau Untung Jawa. Investasi dilakukan oleh Masyarakat dengan memiliki usaha wisata dan adanya kerja sama dengan pihak swasta apabila ada event atau acara tertentu yang dilakasanakan di Pulau Untung Jawa.

3. Faktor pendukung pengelolaan pariwisata yang besar dari aspek pariwisata yang ditampilkan dan SDA yang dihasilkan oleh kegiatan pariwisata Pulau Untung Jawa seperti budidaya kerang hasil olahan masyarakat dan kerajinan tangan hasil daur ulang dari sampah-sampah kertas ataupun plastic dan juga pada hasil industry rumah tangga seperti kelompok pengrajin makanan khas buah tangan Pulau Untung Jawa yang dijual di kios-kios cinderamata.

122 Ancaman antara lain :

1. Adanya faktor penghambat berupa belum adanya investasi sehingga mengalami kesulitan pengembangan pariwisata dalam pengadaan fasilitas dan sarana penunjang lain dalam hal lebih menarik minat pengunjung, terbatasnya kemampuan pengelolaan oleh masyarakat dan supply bahan baku dari darat ke laut serta bencana alam.

2. Tidak adanya ancaman persaingan pariwisata dengan daerah lain.

Strategi menurut peneliti yang diambil dari beberapa pendapat informan dan mengacu kepada strategi SWOT (David, 2004 : 186 ) sebagai berikut:

Tabel 4.2.3.7

Matriks SWOT Pariwisata Pulau Untung Jawa

Strength

1. Potensi wisata yang beragam

2.Kondisi lingkungan yang nyaman

3.Masyarakat yang ramah

Weaknesses

1.Kendala dalam sarana transportasi dan penanganan sampah

2.Kemampuan dan

pengetahuan SDM yang kurang

3.Anggaran yang minm Oportunity

1.Pemasaran pariwisata yang baik

2.Investasi dilakukan oleh masyarakat dan kerjasama dgn pihak swasta

3.Potensi SDA yang besar

Strategi SO

Melakukan pengembangan potensi wisata baru untuk menarik pangunjung dan memaksimalkan segala sumber daya alam yang dimiliki dengan melakukan kerjasama pariwisata yang menguntungkan. Strategi WO Melakukan perbaikan sarana dan prasarana yang menjadi kendala, meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan Pemerintah dan Instansi terkait yang menangani urusan pariwisata seperti Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dengan mengadakan pelatihan teknis untuk

123

meningkatkan kemampuan pengelola pariwisata seperti seminar pendidikan dan pelatihan kepariwisataan. Threats

1.adanya faktor yang menghambat

2.minim investasi dari luar 3.tidak memiliki persaingan pariwisata

Strategi ST

Pelihara dan kembangkan potensi wisata yang ada

dengan cara

memperkenalkan pariwisata Pulau Untung Jawa kepada pihak asing (tourist asing) melalui study banding pariwisata terhadap pariwisata lain, guna melakukan pengembangan dan pengelolaan kegiatan kepariwisataan dimasa akan datang.

Strategi WT

Investasi masyarakat harus dikembangkan dengan sistem penanaman modal yang menguntungkan pariwisata untuk meminimalisir kendala dan faktor penghambat yang ada sekarang. Meningkatkan

mutu pendidikan

masyarakat dalam urusan mengelola pariwisata Pulau Untung Jawa.

Dalam hal ini setelah melakukan analisis data dan memasukannya dalam Matriks SWOT, untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini, yang mempertanyakan bagaimanakah rumusan strategi pengelolaan pariwisata Pulau Untung Jawa melalui analisis SWOT melalui empat dimensi yang dianalisis yaitu kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemilihan alternatif strategi yang tepat dan sesuai dengan keadaan yang terjadi. Untuk meningkatkan pengelolaan pariwisata di Pulau Untung Jawa peneliti telah melakukan analisis SWOT dan menemukan beberapa alternatif strategi yang dapat dijalankan dan dikembangkan pariwisata Pulau Untung Jawa, yaitu : Pertama, Melakukan pengembangan potensi wisata baru untuk menarik pangunjung dan memaksimalkan segala sumber daya alam yang dimiliki dengan melakukan kerjasama pariwisata yang menguntungkan dengan pihak swasta. Dengan potensi wisata yang beragam, Sumber Daya Alam yang besar dan kondisi lingkungan yang nyaman Pariwisata Pulau Untung Jawa harus melakukan

124

kerjasama dengan pihak swasta dalam pengelolaan pariwisata untuk kemajuan pariwisata dimasa akan datang.

Kedua, Melakukan perbaikan sarana dan prasarana yang menjadi kendala, meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan Pemerintah dan Instansi terkait yang menangani urusan pariwisata seperti Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dengan mengadakan pelatihan teknis untuk meningkatkan kemampuan pengelola pariwisata seperti seminar pendidikan dan pelatihan kepariwisataan. Dengan kendala yang dihadapi, kemampuan dalam pengelolaan yang kurang dan anggaran yang tidak memadai maka Pariwisata Pulau Untung Jawa harus melakukan pemasaran pariwisata seperti study banding tentang pariwisata lain guna melakukan pengembangan pariwisata, dan juga koordinasi dengan Instansi Pemerintah terkait yaitu Sudin Pariwisata harus dijalankan dengan sering melakukan pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan dan hasil dari SDA digali untuk menghasilkan pendapatan dan meminimalisir anggaran yang minim.

Ketiga, Pelihara dan kembangkan potensi wisata yang ada dengan cara memperkenalkan pariwisata Pulau Untung Jawa kepada pihak asing (tourist asing) melalui study banding pariwisata terhadap pariwisata lain, guna melakukan pengembangan dan pengelolaan kegiatan kepariwisataan dimasa akan datang. Potensi wisata di Pulau Untung Jawa yang beragam dan SDA yang besar mulai dikembangkan dengan menonjolkan potensi wisata baru yang mampu menarik kerjasama dengan pihak swasta.

125

Keempat, Investasi masyarakat harus dikembangkan dengan sistem penanaman modal yang menguntungkan pariwisata untuk meminimalisir kendala dan faktor penghambat yang ada sekarang. Meningkatkan mutu pendidikan masyarakat dalam urusan mengelola pariwisata Pulau Untung Jawa. Dengan strategi yang baik maka akan menghasilkan pengelolaan yang tepat sasaran.

Untuk menjawab rumusan masalah tentang faktor yang menghambat dan faktor yang mendukung kegiatan pengeloaan pariwisata, peneliti menganalisis dan menemukan faktor yang menghambat dalam pengelolaan pariwisata yaitu adanya kendala dalam sarana transportasi menuju objek pariwisata Pulau Untung Jawa, belum adanya investasi dari pihak luar sebab selama ini investasi dimiliki oleh masyarakat yang memiliki usaha wisata, kemampuan dan tingkat pengetahuan sumber daya manusia masyarakat Pulau Untung Jawa yang kurang dalam pengelolaan pariwisata, hambatan lain juga terdapat pada supply bahan makanan dari daratan menuju Pulau dan juga kondisi cuaca dan alam yang buruk apabila sedang terjadi musim penghujan, maka kawasan wisata akan sepi pengunjung. Dan faktor yang mendukung kegiatan pengelolaan pariwisata Pulau Untung Jawa, berasal dari potensi wisata yang beragam yang mampu disuguhkan oleh pengelola pariwisata Pulau Untung Jawa mulai dari penyediaan berbagai fasilitas, sarana dan prasarana yang dibutuhkan dari kegiatan pariwisata tersebut misalnya saja fasilitas homestay, wisata kuliner di rumah makan dan warung-warung ikan bakar, penyewaan alat-alat snorkeling, banana boat, penyewaan sepeda serta guiding dan travel agent wisata. Faktor pendukung lain juga terdapat pada sumber daya alam yang mampu ditampilkan baik itu pantai dan pasir putih yang indah, pemandangan laut yang bagus, hutan mangrove dan juga sumber daya yang dihasilkan dari hasil olahan kekayaan laut melalui pembinaan usaha masyarakat sebut saja hasil

126

kerajinan tangan budidaya kerang, kerajinan tangan berupa tas dari hasil daur ulang sampah kertas dan plastik kopi, dan juga hasil olahan makanan khas buah tangan pariwisata Pulau Untung Jawa yaitu keripik sukun yang diolah oleh pengrajin kelompok industri rumah tangga masyarakat Pulau Untung Jawa. Potensi dan SDA tersebut dikemas dan disuguhkan untuk mendukung kegiatan pengelolaan pariwisata Pulau Untung Jawa yang lebih baik. Untuk lebih jelas dapat disampaikan pada tabel dibawah ini:

Analisis SWOT Pariwisata Pulau Untung Jawa

Alternatif strategi yang dirumuskan yaitu :

Strategi SO : Melakukan pengembangan potensi wisata baru untuk menarik

pangunjung dan memaksimalkan segala sumber daya alam yang dimiliki dengan melakukan kerjasama pariwisata yang menguntungkan.

Strategi ST : Pelihara dan kembangkan potensi wisata yang ada dengan cara

memperkenalkan pariwisata Pulau Untung Jawa kepada pihak asing (tourist asing) melalui study banding pariwisata terhadap pariwisata lain, guna melakukan pengembangan dan pengelolaan kegiatan kepariwisataan dimasa akan datang.

Strategi WO : Melakukan perbaikan sarana dan prasarana yang menjadi

kendala, meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan Pemerintah dan Instansi terkait yang menangani urusan pariwisata seperti Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dengan mengadakan pelatihan teknis untuk meningkatkan kemampuan pengelola pariwisata seperti seminar pendidikan dan pelatihan kepariwisataan.

Strategi WT : Investasi masyarakat harus dikembangkan dengan sistem

penanaman modal yang menguntungkan pariwisata untuk meminimalisir kendala dan faktor penghambat yang ada sekarang. Meningkatkan mutu pendidikan masyarakat dalam urusan mengelola pariwisata Pulau Untung Jawa. Faktor yang menghambat pariwisata : adanya kendala dalam sarana transportasi menuju objek pariwisata Pulau Untung Jawa, belum adanya investasi dari pihak luar sebab selama ini investasi dimiliki oleh masyarakat yang memiliki usaha wisata, kemampuan dan tingkat pengetahuan sumber daya manusia masyarakat Pulau Untung Jawa yang kurang dalam pengelolaan pariwisata, hambatan lain juga terdapat pada supply bahan makanan dari daratan menuju Pulau dan juga kondisi cuaca dan alam yang buruk apabila sedang terjadi musim penghujan, maka kawasan wisata akan sepi pengunjung.

Faktor yang mendukung pariwisata : potensi wisata yang beragam yang mampu disuguhkan oleh pengelola pariwisata Pulau Untung Jawa mulai dari penyediaan berbagai fasilitas, sarana dan prasarana yang dibutuhkan dari kegiatan pariwisata tersebut misalnya saja fasilitas

127

bakar, penyewaan alat-alat snorkeling, banana boat, penyewaan sepeda serta guiding dan travel agent wisata. Faktor pendukung lain juga terdapat pada sumber daya alam yang mampu ditampilkan baik itu pantai dan pasir putih yang indah, pemandangan laut yang bagus, hutan