INTERVENSI TINDAKAN
D. Interpretasi Hasil Penelitian
Hasil penelitian diuraikan dalam beberapa tahap yang berupa siklus-siklus pembelajaran yang dilakukan dalam proses belajar mengajar (KBM) dikelas.
Dalam penelitian ini pembelajaran dilakukan dua siklus, berikut
adalahpemaparannya.
a. Siklus I
Siklus ini terdiri dari empat tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi seperti berikut ini.
1)Perencanaan
- Peneliti selaku pendamping guru mata pelajaran IPS membuat
rancangan penelitian yang kemudian diperiksa oleh kepala sekolah.
- Menyiapkan instrument (tes, lembar observasi, catatan lapangan)
- Melakukan uji instrument.
2)Pelaksanaan
Satu siklus terdiri dari tiga kali pertemuan pada pertemuan pertama pelaksanaan pembelajaran belum sesuai dengan rencana. Hal ini disebabkan:
- Siswa belum bisa melakukan kerja kelompok dengan baik,
disebabkan masih ada anggota-anggota kelompok yang belum bertanggung jawab dengan tugasnya.
- Siswa belum mengetahui secara baik langkah-langkah pembelajaran
contextual teaching ang learning khususnya dengan metode diskusi. Ketika membuat hasil diskusinya masih kebingungan untuk membuat intisarinya.
Masalah tersebut harus segera ditanggulangi oleh peneliti yangbertindak
sebagai pendamping guru. Karena tujuan dari implementasi
pembelajarancontextual teaching and learningselain untuk meningkatkan
hasil belajar IPS siswa juga untuk membiasakan siswa bekerjasama dengan baik dan bertanggung jawab.Maka dari itu, peneliti melakukan upaya untuk mengatasimasalah tersebut, yakni dengan cara:
1) Memberikan penjelasan mengenai pembelajaran dengan menggunakan
pembelajaran contextual teaching and learning.
2) Menjelaskan langkah-langkah menjawab Lembar Kerja.
3) Pada pertemuan kedua, siswa mulai terbiasa belajar dengan
menggunakan pembelajaran contextual teaching and learning. Hal itu
terlihat dengan meningkatnya aktivitas siswa dengan mudah mendapat pemahaman konsep-konsep IPS yang sedang dipelajarinya.
a. Observasi
1) Hasil observasi aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar selama
siklus I dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.6
Proses Belajar Mengajar Siklus I
NO Aspek Yang Ket Nilai
Diobservasi Ada Tidak SB B C K 1 Melaksanakan Tes Awal √ √
(Pretest)
2
Mendengarkan penjelasan
√ √
materi yang disampaikan Guru
3
Semangat dan antusias
√ √
mengikuti kegiatan belajar mengajar.
4
Membaca dan mempelajari
√ √
kembali materi yang diajarkan.
5
Komunikasi dan kerjasama
√ √
sangat baik dan sempurna pada masing-masing siswa 6
Murid melaksanakan
√ √
kegiatan Contextual Teaching & Learning
7 Melaksanakan diskusi √ √ Kelompok
8 Aktif Mengajukan √ √ Pertanyaan 9 Aktif mengajukan √ √ Pendapat 10
Aktif memberi jawaban
√ √
Melaksanakan tes akhir
(postest)
2) Hasil observasi siklus I mengenai aktivitas guru dalam proses belajar
mengajar dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.7 Aktivitas Guru Siklus I
NO Aspek Yang Ket Nilai
Diobservasi Ada Tidak SB B C K
1
Mengkondisikan situasi
√ √
pembelajaran dan kesiapan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran.
2 Apersepsi √ √
3 Membangkitkan semangat √ √ daan motivasi siswa
4
Membacakan tujuan dan
√ √
indikator yang ingin dicapai
5
Penggunaaan media atau
√ √
alat pembelajaran yang sesuai dengan indicator alat pembelajaran. 6
Menjelaskan pembelajaran
√ √
Contextual Teaching & Learning
7
Pemusatan perhatian
√ √
siswa terhadap proses Pembelajaran
8 Teknik menjelaskan atau √ √ menyampaikan materi
contoh terkait dengan materi yang diajarkan
10
Pengelolaan kegiatan
√ √
pembelajaran dengan menggunakan Contextual Teaching and Learning
11
Memberikan kesempatan
√ √
kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/ Paketnya
12
Pemberian kesempatan
√ √
kepada siswa untuk bertanya dan mengungkap kan pendapatnya.
13 Mengamati kesulitan dan √ √ kemauan belajar siswa.
14 Keterampilan menerangkan √ √ kembali atau menyimpulkan
materi yang disampaikan.
15
Keterampilan memberikan
√ √
kegiatan tindak lanjut setelah penyampaian materi 16 Kemampuan memberikan √ √ evaluasi pembelajaran yang
sesuai dengan indicator yang ingin dicapai.
3) Hasil evaluasi siklus I mengenai penguasaan konsep siswa terhadap
materi pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.8
NO Aspek Yang Ket Nilai
Diobservasi Ada Tidak SB B C K 1 Guru menyampaikan materi √ √
yang akan diajarkan
jawab
3 Guru menyiapkan Lembar √ √
Kerja Kelompok
4 Guru membagi siswa ke √ √ dalam beberapa kelompok. 5 Siswa melaksanakan diskusi √ √ Kelompok 6 Siswa mempresentasikan √ √
hasil Lembar Kerja Kelompok
7 Tanya Jawab Kelompok √ √
8 Guru memfasilitasi
kelompok √ √
9
Siswa & Guru
menyimpulkan √ √
hasil jawaban Lembar kerja
b. Refleksi
Pada siklus I ini, masih banyak kekurangan yang harus diperbaikiketika akanmemberi tindakan di siklus II. Adapun kegagalan yang terjadi padasiklus I adalah sebagai berikut:
1) Guru belum terbiasa menciptakan suasana pembelajaran yang
mengarahpada pendekatan pembelajaran dengan menggunakan
pembelajaran Contextual Teaching & Learning.
2) Suasana belajar masih kurang tertib dengan adanya siswa yang
belummelakukan pembelajaran kelompok dengan baik.
3) Siswa kurang serius untuk mengikuti proses pembelajaran Contextual
Teaching & Learning.
4) Penguasaan konsep siswa mengenai materi pembelajaran masih
rendah.
5) Pemusatan perhatian belajar siswa harus lebih ditingkatkan.
Berdasarkan hasil observasi, masih banyak yang harus
diperbaikidalam pemberian tindakan guru kepada siswa.Untuk
dicapai padasiklus I, maka pada pelaksanaan siklus II perlu dibuat pengembanganperencanaan tindakan berdasarkan hasil refleksi dari siklus I.
2. Siklus II
Seperti pada siklus I, siklus ini terdiri dari perencanaan,
pelaksanaan,observasi dan refleksi.
a. Perencanaan
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, maka perencanaan di siklusII ini
lebih dikembangkan agar indikator keberhasilannya
tercapai,perencanaannya adalah sebagai berikut:
1. Membuat Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
2. Meningkatkan aktivitas pengajaran yang mengarah kepada
pembelajaran Contextual Teaching and Learning
3. Memberi motivasi kepada siswa baik secara individu maupun
kelompok agar lebih aktif lagi dalam pembelajaran.
4. Lebih intensif dalam memberikan bimbingan kepada setiap kelompok,
tujuannya agar seluruh siswa mudah untuk memahami materi sehingga dapat membuat hasil diskusinya dengan baik.
5. Mengamati kesulitan belajar agar siswa mudah memahami meteri
pembelajaran sehingga pemahaman konsep siswa pun akan meningkat.
b. Pelaksanaan
1) Suasana pelaksanaan sudah lebih mengarah kepada
pembelajaranContextual Teaching and Learning. Siswa lebih
antusias,aktif, dan kerja sama kelompoknya mulai membaik sehingga tanggungjawab setiap anak tumbuh dan pemahaman terhadap materi semakinbaik.
2) Suasana pembelajaran yang kooperatif dan efektif sudah mulai terlihat.
3) Sebagian besar siswa merasa termotivasi belajar dengan
c. Observasi
1. Hasil observasi aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar selama
siklus II dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.9
NO Aspek Yang Ket Nilai
Diobservasi Ada Tidak SB B C K 1 Melaksanakan Tes Awal √ √
(Pretest) 2 Mendengarkan penjelasan √ √ materi yang disampaikan
Guru 3
Semangat dan antusias
√ √
mengikuti kegiatan belajar
mengajar. 4
Membaca dan mempelajari
√ √
kembali materi yang
diajarkan. 5
Komunikasi dan kerjasama
√ √
sangat baik dan sempurna
pada masing-masing siswa 6
Murid melaksanakan
√ √
kegiatan Contextual
Teaching & Learning
7 Melaksanakan diskusi √ √ Kelompok 8 Aktif Mengajukan √ √ Pertanyaan 9 Aktif mengajukan √ √ Pendapat
10 Aktif memberi jawaban √ √ 11 Melaksanakan tes akhir
√ √
2. Hasil observasi siklus II mengenai aktivitas guru dalam proses belajar mengajar dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.10
NO Aspek Yang Ket Nilai
Diobservasi Ada Tidak SB B C K
1
Mengkondisikan situasi
√ √
pembelajaran dan kesiapan
siswa untuk mengikuti proses pembelajaran. 2
Apersepsi √ √
3 Membangkitkan semangat √ √
daan motivasi siswa
4
Membacakan tujuan dan
√ √
indikator yang ingin
dicapai
5
Penggunaaan media atau
√ √
alat pembelajaran yang
sesuai dengan indikator alat pembelajaran. 6
Menjelaskan pembelajaran
√ √
Contextual Teaching & Learning
7
Pemusatan perhatian
√ √
siswa terhadap proses
Pembelajaran
8 Teknik menjelaskan atau √ √
menyampaikan materi
9
Guru memberikan contoh-
√ √
contoh terkait dengan
materi yang diajarkan
10 Pengelolaan kegiatan √ √ √ pembelajaran dengan menggunakan Contextual Teaching and Learning
11
Memberikan kesempatan
√ √
kepada siswa untuk
membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/ Paketnya
12 Pemberian kesempatan
√ √
kepada siswa untuk
bertanya dan mengungkap kan pendapatnya.
13 Mengamati kesulitan dan √ √
kemauan belajar siswa.
14 Keterampilan menerangkan √ √ kembali atau menyimpulkan
materi yang disampaikan.
15
Keterampilan memberikan
√ √
kegiatan tindak lanjut
setelah penyampaian materi 16 Kemampuan memberikan √ √ evaluasi pembelajaran yang
sesuai dengan indicator yang ingin dicapai.
3. Hasil evaluasi siklus II mengenai penguasaan konsep siswa terhadap
materi pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.11
NO Aspek Yang Ket Nilai
Diobservasi Ada Tidak SB B C K 1 Guru menyampaikan materi
√
√
yang akan diajarkan 2 Guru melakukan tanya
jawab √ √ √
3 Guru menyiapkan Lembar √
√
Kerja Kelompok 4 Guru membagi siswa ke
√
√
dalam beberapa kelompok. 5 Siswa melaksanakan diskusi √ √ Kelompok 6 Siswa mempresentasikan √ √ hasil Lembar Kerja
7 Tanya Jawab Kelompok √ √ 8 Guru memfasilitasi
kelompok √ √
9
Siswa & Guru menyimpulkan
√
√
hasil jawaban Lembar kerja
d. Refleksi
Berdasarkan observasi pada saat proses pembelajaran maka
dapatdisimpulkan keberhasilan yang dicapai pada siklus II adalah sebagaiberikut:
1. Aktivitas guru semakin meningkat dan mampu
mempertahankansuasana belajar yang efektif dan menyenangkan.
2. Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan metode Contextual
Teaching and Learningsudah meningkat karena semua siswa sudah aktif berbicara, mengungkapkan pendapat, bertanya, dan menjawab pertanyaan dari guru.
3. Meningkatnya nilai N-gain siklus I yaitu 0,47 meningkat pada
siklus IImenjadi 0,67.
4. Hasil belajar IPS siswa siklus II mengalami peningkatan dari siklus
I, hal ini dapat dibuktikan dengan berkurangnya siswa yang mendapatkan nilai di bawah rata-rata yaitu 1 siswa N-Gainnya rendah dengan persentase 3,70%, 11 siswa N-Gainnya sedang dengan persentase 40,74% dan 15 siswa N-Gainnya tinggi dengan persentase 55,56%. Rata-rata nilai pretest 34,37 dan nilai rata-rata postest 76,89. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran pada siklus II mengalami peningkatan.
5. Setelah mengalami kegagalan di siklus I, pada siklus II ini aktivitas
guru mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan
terciptanya Contextual Teaching and Learning yang efektif dan
menyenangkan, walaupun guru harus mengeluarkan kekuatan yang ekstra karena para siswa terlalu aktif sehingga perlu banyak
bimbingan. Sehingga siswa merasa lebih semangat mengikuti pembelajaran IPS.