Pesan yang coba disampaikan dalam sinetron ini adalah untuk menyampaikan pesan pesan Islam, dimana sinetron ini dibuat dengan tujuan untuk memotivasi masyarakat untuk menunaikan ibadah haji, untuk tidak terlepas dari kejenuhan dan ketertarikan pemirsa terhadap sinetron ini, maka sinetron religi ini juga dibarengi dengan komedian.
Setelah menghibur dan memotivasi masyarakat, maka tentu saja ketika memotivasi ibadah haji tentu saja harus melibatkan ustadz dan ustadzah. Sehingga, dalam sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekkah ini,
sangat banyak melibatkan da’i-da’i kondang, bahkan sinetron ini lebih memotivasi tempat syutting itu sendiri dibandingkan pemirsa televisi,
dikarenakan di luar lokasi syutting, para da’i-da’i ini mengadakan acara tabligh yang menyampaikan tentang haji kemudian kegiatan sosial dan santunan anak yatim serta para janda tua.
Jadi, di dalam sinetron ini menggabungkan antara pesan-pesan Islam, mistik dan komedian. Sehingga, sinetron ini mencapai ratting yang tinggi dan merupakan sinetron unggulan SCTV. Hal ini dapat terlihat jelas dari adegan para aktor sinetron ini dimana Emak Ijah yang hidup dalam
15
Toto tasmara, komunikasi dakwah, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997), h 43
16
kekurangan harta namun memiliki niat yang tinggi untuk menunaikan ibadah haji. Kemudian, Hajjah Idah yang kaya raya selalu umroh dengan memamerkan ibadahnya kepada masyarakat.
Adapun pesan – pesan Islam dalam sinetron ini meliputi aqidah,
syari’ah dan akhlak. Seperti kalimat – kalimat yang mengandung unsur aqidah yang sering diucapkan oleh pemeran utama yaitu Emak Ijah serta sikap rendah hati yang dimilikinya. Adapun sikap pesan non verbal dalam sinetron ini, salah satunya adalah dengan gesture, penampilan, ekspresi wajah dan tindakan yang memaknakan bahwa di tanda atau gerakan seorang pemain tersebut ada sebuah pesan yang diungkapkan.
E. Sinetron
Sinetron adalah akronim dari "Sinema Elektronik". Sinetron sebenarnya adalah sandiwara bersambung yang disiarkan oleh stasiun televisi. Dalam bahasa Inggris, sinetron disebut "soap opera", sedangkan dalam bahasa Spanyol disebut "telenovela".17 Sinetron pada umumnya bercerita tentang kehidupan manusia sehari-hari yang diwarnai dengan konflik. Seperti layaknya drama atau sandiwara, sinetron diawali dengan perkenalan tokoh- tokoh yang memiliki karakter khas masing-masing. Berbagai karakter yang berbeda menimbulkan konflik yang makin lama makin besar sehingga sampai pada titik klimaksnya. Akhir dari suatu sinetron dapat bahagia maupun sedih tergantung dari jalan cerita yang ditentukan oleh sutradara dan penulis cerita. Dibuatnya sinetron menjadi berpuluh-puluh episode kebanyakan karena tujuan komersial semata-mata sehingga menurunkan kualitas cerita yang akhirnya
17
membuat sinetron menjadi tidak lagi mendidik tetapi hanya menyajikan hal- hal yang bersifat menghibur.
Hal ini banyak terjadi di Indonesia yang sinetronnya pada umumnya bercerita seputar kehidupan remaja dengan intrik-intrik cinta segi tiga, kehidupan keluarga yang penuh dengan kekerasan, dan tema yang akhir-akhir ini sangat digemari yaitu tentang kehidupan alam gaib. Apa yang disebut sebagai sinetron religius terus memenuhi tabung televisi publik Indonesia. Rasanya tidak satu pun televisi yang alpa dari penayangan jenis sinetron itu. Kemanapun kita hendak memindah channel, di sana kita akan menemukan sinteron tersebut. Sehingga hampir tidak mungkin rasanya kita menghindar dari hidangan kisah yang dianggap bernuansa agama itu.
Beberapa tahun terakhir ini, pemirsa tayangan televisi dimanjakan dengan berbagai ragam acara yang bernuansa religius. Tayangan-tayangan tersebut diformat sedemikian rupa sehingga digemari penonton. Selain itu, ada beberapa tayangan religius yang langsung didampingi dai-dai kondang Indonesia. Pendamping sinetron itu mengajak pemirsa untuk merenungkan apa yang telah dilihatnya di awal ataupun di akhir tayangan.
Televisi menjadi salah satu hiburan yang murah bagi bangsa Indonesia. Sebab, harga televisi tidak terlalu mahal dan terjangkau oleh kalangan bawah sekalipun. Televisi juga telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam hidup masyarakat. Hal itu terbukti dengan penelitian Jalaluddin Rahmat (1995) bahwa televisi banyak mengatur jadwal hidup dan kegiatan hidup masyarakat. Masyarakat rela menyesuaikan agenda-agenda kerja demi menonton sebuah acara televisi.
Masyarakat akan banyak mencari hiburan dengan cara menonton televisi ataupun jalan-jalan. Tayangan sinetron religius sering mengisahkan perjalanan seseorang dalam mengarungi hidup sampai ajal. Biasanya seseorang itu digambarkan dalam peran berwatak jahat ataupun baik. Orang jahat biasanya digambarkan dengan siksa yang pedih menjelang ajal (sakaratulmaut). Peristiwa-peristiwa aneh mengiringi kematiannya, seperti hilangnya keranda dari tempat penyimpanan, liang kubur yang dipenuhi ular, air, kalajengking, dan seterusnya. Berbeda dengan yang disebutkan di atas, orang baik digambarkan hidupnya selalu rukun dan damai. Ketika menjelang sakratulmaut pun, orang baik digambarkan dengan keadaan yang baik pula, seperti mayat yang wangi, mayat yang utuh selama sekian tahun, dan sebagainya. Agama sudah ibarat komoditi produksi film. Namun dibalik itu, sinetron-sinetron religi yang ditayangkan, tidak lain seputar ibadah ritual. Semacam sholat, puasa, dan zakat, bahkan ada yang tema pesugihan, dedemit, dan susuk. Belum sinetron yang angkat problem masalah pendidikan sekarang yang serba mahal dan tidak berkualitas, terus memberi solusi dalam sistem pendidikan Islam. Apalagi perdagangan, hukum dan pemerintahan. Padahal sebagai agama yang kaffah, Islam tidak hanya sebatas ibadah ritual semata, tetapi juga ngasih garis merah kehidupan masyarakat dan negara.
Untuk acara televisi yang paling disukai adalah sinetron. Sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa sinetron menjadi suatu andalan para pemilik stasiun televisi untuk menjaring pemirsanya dan iklan. Sinetron merupakan kepanjangan dari cinema elektronik yang berarti sebuah karya cipta budaya yang merupakan media komunikasi massa yang dapat dipandang
dan didengar yang dibuat berdasarkan sinematografi dengan direkam pada pita video melalui proses elektronik dan ditayangkan melalui stasiun penyiaran televisi.18 Sedangkan pengertian sinetron dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah film yang dibuat khusus untuk penayangannya di media elektronik seperti televisi.
Pengertian sinetron lainnya adalah sekumpulan konflik - konflik yang disusun menjadi suatu bangunan cerita yang dituntut untuk dapat menganalisa gejolak batin, emosi, dan pikiran pemirsa yang ditayangkan di media televisi.19
Pada perkembangan sekarang, sinetron sudah menjamur di semua saluran televisi kita. Terutama setelah banyaknya Production House (PH), yaitu perusahaan yang bergerak dalam pembuatan sinetron atau program siaran yang dijual kepada stasiun televisi. Respon masyarakat pun sangat baik. Ada tiga hal yang membuat paket yang satu ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, diantaranya:
Isi pesannya sesuai dengan realitas sosial pemirsa.
Isi pesannya mengandung cerminan tradisi nilai luhur dan budaya. Isi pesannya lebih banyak mengangkat permasalahan dan persoalan
yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
Tujuan sinetron seperti halnya media massa lainnya, sinetron pada intinya mempunyai tujuan tertentu yakni bertujuan memberikan pendidikan dan hiburan. Untuk lebih jelasnya tujuan sinetron adalah:
18
Asep Muhyidin & Agus Ahmad Safei, Metode Pengembangan Dakwah, (Bandung: Pustaka Setia, 2002), h.204.
Sinetron sebagai pendidikan, berarti sinetron merupakan salah satu sarana yang bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan pendidikan jangan dikatakan sebagai pendidikan dibangku sekolah. Nilai pendidikan sebuah sinetron mempunyai makna seperti pesan-pesan yang berisikan tentang pendidikan, etika penegasan moral bagi seseorang (penonton). Sinetron banyak memberikan pelajaran bagi penontonnya tentang bagaimana cara bergaul dengan orang lain, bersikap dan bertingkah laku yang sesuai dengan tatanan norma dan nilai budaya masyarakat setempat.
Sinetron sebagai hiburan. Pada kenyataannya sinetron merupakan hiburan yang tergolong murah dan mudah untuk semua kalangan. Sinetron banyak memberikan hiburan bagi penontonnya, dengan melihat sinetron kita bisa menghilangkan rasa bosan yang ditimbulkan dari aktivitas sehari- hari yang melelahkan. Akan tetapi sinetron juga bisa membuat penontonnya bisa senang, tertawa dan lainnya.
Penggarapan suatu sinetron memang tidak lepas dari kebutuhan pemirsanya yang heterogen. Para pembuat sinetron mencoba menaksir tontonan sinetron yang seperti apa yang paling banyak disukai pemirsanya. Hal ini bisa dilihat melalui rating suatu sinetron. Semakin tinggi rating suatu sinetron berarti sinetron tersebut dilihat oleh banyak orang. Atas dasar inilah, banyak macam sinetron yang menghiasi layar kaca. Baik dari segi cerita ataupun kategori sinetron itu sendiri.
1. Macam – Macam Sinetron
Adapun macam-macam kategori suatu sinetron adalah: Sinetron Lepas
Sinetron lepas merupakan sinetron yang langsung selesai saat penayangan itu juga. Sinetron ini berisi satu episode saja. Sehingga cerita yang disajikan akan berakhir saat jam tayang selesai. Karena jam tayang yang pendek, sinetron jenis ini biasanya mengangkat tema-tema yang ringan agar pesan yang disampaikan tertangkap oleh pemirsa yang melihat. Pada sekarang ini, banyak paket jenis ini yang diterima oleh televisi karena memang ceritanya tidak bertele-tele.
Sinetron Seri
Sinetron seri merupakan yang jumlah episodenya banyak. Kendati jumlah episodenya banyak, masing-masing episode tersebut tidak berkaitan dengan episode selanjutnya. Karena cerita yang disuguhkan akan selesai pada waktu itu juga, kecuali karakter tokoh-tokoh yang akan tetap seperti awal tayang. Karenanya menonton sinetron seri tidak harus berurutan. Sinetron seri ini bisa 19 berjenis drama atau komedi.
Sinetron Serial
Sinetron serial merupakan sinetron yang masing-masing episodenya bersambung. Jadi cerita yang disajikan adalah sinetron serial ini belum selesai pada hari itu juga, akan tetapi ada kelanjutannya pada hari selanjutnya. Cerita yang diambil dalam sinetron jenis ini biasanya bercerita tentang kekomplekan masalah hidup. Pada perkembangannya sekarang, banyak sinetron serial yang mengambil ide cerita pada cerita bersambung dari buku atau koran. Akan tetapi ada juga yang berasal dari ide murni seorang pembuat sinetron. Sekarang kalau dilihat dari asal usul jenis serial ini dapat ditaksir bahwa masing-masing episode dalam sinetron
ini bersambung dan bersebab akibat. Karena itu untuk sinetron serial ada kemungkinan untuk dipanjang-panjangkan atau sekuel dari sinetron pertamanya. Meskipun episodenya banyak, akan tetapi sinetron serial ini bisa diketahui kapan episode keseluruhan berakhir.
Sinetron Mini Seri
Sinetron mini seri adalah sinetron yang jumlah episodenya biasanya dibawah sepuluh episode. Sinetron berjenis mini seri, tidak akan dilanjutkan lagi jumlah episodenya. Lantaran sebagai miniseri dia adalah sebuah karya yang utuh 20 dan selesai. Miniseri bukanlah sinetron yang panjang yang penyiarannya dipisah-pisahkan dan dipilah-pilah karena jatah tayang yang sedikit. Apabila terjadi pemanjangan episode karena banyak peminatnya, mini seri tidak berubah, dia tetaplah mini seri. Sementara episode selanjutnya disebut sebagai Pseudo-mini seri.
Sinetron Maksi Seri
Sinetron Maksi seri merupakan sinetron yang jumlah episodenya dan kapan berakhirnya tidak diketahui. Sinetron maksi seri berasal dari sinetron seri atau serial yang dipanjangkan karena banyaknya peminat atau rating yang tinggi.