• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2.6 Intervensi Keperawatan

1) Ketidakefektifan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan aliran darah yang terhambat, peningkatan tekanan intra kranial

Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam masalah perfusi jaringan dapat teratasi.

Kriteria hasil :

Tekanan darah dalam batas normal a) Kesadaran composmentis

b) Tidak ada keluhan sakit kepala, pusing c) Fungsi sensorik dan motorik meningkat Intervensi :

a) Pantau status neuorologis

Rasional : untuk mengetahui tingkat kesadaran b) Pantau tanda-tanda vital

Rasional : untuk mengetahui tekanan darah

c) Letakan posisi kepala dengan ditinggikan dan dalam posisi anatomis

Rasional : untuk menurunkan tekanan darah arteri, meningkatkan sirkulasi serebral

d) Ciptakan lingkungan yang tenang dan batasi pengunjung Rasional : untuk memberikan kenyamanan pada pasien

e) Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat anti hipertensi Rasional : untuk menurukan tekanan darah melalui efek kombinasi

penurunan tahanan perifer, menurunkan curah jantung dan menghambat saraf simpatis

2) Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan muk us yang berlebihan

Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam bersihan jalan nafas tidak efektif dapat teratasi.

Kriteria hasil :

a) Tidak ada suara ronchi b) Sekret berkurang

c) Pernafasan 16-24 x/menit Intervensi :

a) Observasi status pernafasan

Rasional : untuk mengetahui keefektifan pola nafas b) Berikan penghisapan lender (suction)

Rasional : untuk mengeluarkan sekret

c) Jelaskan kepada keluarga tentang tindakan suction

Rasional : untuk memberi informasi tentang tindakan suction d) Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian oksigen

Rasional : untuk memenuhi kebutuhan oksigen

3) Defisit perawatan diri berhubungan dengan gangguan neuromuskular

Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam mampu memenuhi kebutuhan perawatan diri sendiri

Kriteria Hasil :

a) Klien dapat melakukan aktivitas perawatan diri sesuai dengan kemampuan klien

b) Klien dapat mengidentifikasi sumber pribadi atau komonitas untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan

Intervensi

a) Observasi kemampuan dan tingkat kekurangan dalam melakukan perawatan diri

Rasional : untuk membantu dalam menganstipasi atau merencanakan pemenuhan kebutuhan sesuai individual b) Berikan motivsi kepada klien untuk melakukan aktivitas

Rasional : meningkatkan harga diri dan usaha untuk semangat c) Anjurkan kepada klien untuk menghindari sesuatu yang dilakukan

sendiri, tetapi berikan bantuan sesuai kebutuhan

Rasional : untuk mempertahankan harga diri dan meningkatkan pemulihan klien

d) Libatkan keluarga dalam pemenuhan keburuhan perawatan diri klien

Rasional : untuk membantu klien dalam pemenuhan perawatan diri 4) Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan

neuromuskular

Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam hambatan mobilitas fisik dapat teratasi.

Kriteria hasil :

a) Keadaan umum baik b) Akral hangat

c) Sclera normal d) Conjungtiva anemis e) Turgor kulit elastis Intervensi :

a) Observasi kehilangan/gangguan keseimbangan jalan dan kelemahan otot

Rasional : untuk menilai kekuatan otot b) Observasi sebelum dan sesudah aktivitas

Rasional : untuk melihat perkembangan pasien

c) Anjurkan klien istirahat bila terjadi kelelahan dan kelemahan Rasional : untuk menghindari dari kelelahan dan kelemahan d) Kolaborasi pemberian fisioterapi

Rasional : untuk pemberian fisioterapi

5) Risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan faktor mekanik (mis., daya gesek, tekanan, imobilitas fisik)

Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam risiko kerusakan integritas kulit dapat teratasi.

Kriteria hasil :

a) Tidak ada luka tekan

b) Tidak ada tanda kemerahan c) Tidak ada jaringan nekrosis Intervensi :

a) Observasi keadaan kulit

Rasional : untuk mengetahui keadaan kulit b) Berikan posisi alih baring

Rasional : untuk mencegah terjadinya dekubitus c) Ajarkan kepada keluarga untuk pemberian lotion

Rasional : untuk mencegah iritasi

d) Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat Rasional : untuk mencegah infeksi

35 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Studi kasus ini adalah untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pada klien yang mengalami stroke hemoragik dengan risiko kerusakan integritas kulit di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Karanganyar.

3.2 Batasan Istilah

Batasan istilah pada asuhan keperawatan pada klien yang mengalami stroke hemoragik dengan risiko kerusakan integritas kulit di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Karanganyar penulis hanya menjabarkan konsep

stroke beserta asuhan keperawatan mulai pengkajian sampai dengan evaluasi yang disusun secara naratif.

3.3 Partisipan

Partisipan dalam studi kasus ini adalah 2 pasien dengan diagnosis medis yang sama yaitu stroke hemoragik dan minimal 1 masalah keperawatan yang sama di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Karanganyar.

3.4 Lokasi dan Waktu penelitian

Studi kasus Keperawatan Gawat Darurat dilakukan di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Karanganyar pada tanggal 22 Mei sampai 3 Juni

2017, dengan 3 hari kelolaan partisipan dalam studi kasus ini adalah 2 pasien dengan diagnosa stroke dan memiliki masalah keperawatan yang sama di RSUD Karanganyar.

3.5 Pengumpulan Data 3.5.1 Wawancara

Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai langsung responden yang diteliti, sehingga metode ini memberikan hasil secara langsung. Hal ini digunakan untuk hal-hal dari responden secara lebih mendalam. Wawancara dilakukan pada klien, keluarga, tenaga kesehatan, dan rekam medik.

3.5.2 Observasi dan Pemeriksaan fisik

Observasi adalah cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung kepada responden penelitian untuk mencari perubahan hal-hal yang akan diteliti. Metode instrumen yang dapat digunakan, antara lain lembar observasi, panduan pengamatan observasi atau lembar checklist (Hidayat, 2014).

3.5.3 Studi Dokumentasi

Dokumentasi merupakan metode pengumpulan data dengan cara mengambil data yang berasal dari dokumentasi asli, dokumentasi asli tersebut dapat berupa gambar, tabel, dan daftar pustaka.

Pendokumentasian kasus ini tentang klien yang mengalami stroke di RSUD Karanganyar.

3.5.4 Studi kepustakaan

Studi kepustakaan merupakan kegiatan peneliti dalam rangka mencari landasan teoritis dari permasalahan peneliti. Kasus studi kepustakaan diperoleh dari buku-buku yang membahas tentang penyakit stroke dari tahun 2007 sampai dengan 2017.

3.6 Uji Keabsahan Data

Uji keabsahan data dimaksudkan untuk menguji kualitas data/informasi yang diperoleh sehingga menghasilkan data dengan validasi tinggi. Uji keabsahan mempunyai fungsi yaitu melaksanakan pemeriksaan sedemikian rupa sehingga tingkat kepercayaan penemuan dapat terpercaya dan memperlihatkan derajat kepercayaan hasil-hasil penemuan dengan jalan pembuktian terhadap kenyataan ganda yang sedang di teliti (Prastowo, 2011).

Uji keabsahan data dilakukan dengan: memperpanjang waktu pengamatan, sumber informasi tambahan menggunakan triangulasi dari sumber data utama yaitu klien, perawat dan keluarga klien yang berkaitan dengan masalah yang diteliti yaitu pada klien yang mengalami stroke hemoragik dengan risiko kerusakan integritas kulit di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Karanganyar.

3.7 Analisis Data

Analisis data dilakukan sejak peneliti di lapangan, sewaktu pengumpulan data sampai dengan cara mengemukakan data terkumpul.

Analisis dilakukan dengan cara mengemukakan fakta, selanjutnya membandingkan dengan teori yang ada dan selanjutnya dituangkan dalam opini pembahasan. Teknik analisis yang digunakan dengan cara menarasikan jawaban-jawaban yang diperoleh dari hasil interprestasi wawancara yang mendalam yang dilakukan untuk menjawab rumusan masalah. Teknik analisis digunakan dengan cara observasi oleh peneliti dan studi dokumentasi yang menghasilkan data untuk selanjutnya diinterprestasikan dan dibandingkan

teori yang ada sebagai bahan untuk memberikan rekomendasi dalam intervensi tersebut. Urutan analisis adalah:

3.7.1 Pengumpulan data

Data dikumpulkan dari hasil WOD (wawancara, observasi, dokumentasi). Hasil ditulis dalam bentuk catatan lapangan, kemudian di salin dalam bentuk transkrip (catatan terstruktur).

3.7.2 Mereduksi data

Data hasil wawancara yang terkumpul dalam bentuk catatan lapangan dijadikan satu dalam bentuk transkrip dan dikelompokkan menjadi data subyektif dan obyektif, dianalisis berdasarkan hasil pemeriksaan diagnostik kemudian dibandingkan nilai normal.

3.7.3 Penyajian data

Penyajian data dapat dilakukan dengan tabel, gambar, bagan maupun teks naratif. Kerahasiaan dari klien dijamin dengan jalan mangaburkan identitas dari klien.

3.7.4 Kesimpulan

Dari data yang disajikan, kemudian data dibahas dan dibandingkan dengan hasil-hasil penelitian terdahulu dan secara teoritis dengan perilaku kesehatan. Penarikan kesimpulan dilakukan dengan metode induksi. Data yang dikumpulkan terkait dengan data pengkajian, diagnosis, perencanaan, tindakan, dan evaluasi.

39 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 HASIL

4.1.1 Gambaran Lokasi pengambilan data

Lokasi pengambilan data ini dilakukan di RSUD Karanganyar, didapatkan 2 data klien yang bernama Ny. S dan Tn. S.

4.1.2 Pengkajian 1. Identitas Klien

Identitas Klien Klien 1 Klien2

Nama

Tanggal masuk RS Tanggal pengkajian Diagnosa medis Nomer.registrasi

Hubungan dengan klien

Tn. S

2. Riwayat Keperawatan

Riwayat Keperawatan Klien 1 Klien2

Keluhan utama

Riwayat penyakit sekarang

Riwayat Penyakit Dahulu

Tidak sadarkan diri

Keluarga klien mengatakan pada hari Rabu, 17 Mei 2017 jam 18.00 WIB klien kekamar mandi untuk BAB, selesai BAB klien masih didalam kamar mandi berteriak meminta bantuan kalau badan nya lemas tidak bisa untuk berdiri lagi. klien masih dalam keadaan sadar lalu bersama keluarga

dibawa ke RSUD

Karanganyar, ditengah perjalanan klien diajak bicara sudah tidak bisa bicara lagi dan hanya diam saja. Sampai di IGD RSUD Karanganyar klien mendapatkan tindakan pemeriksaan TTV TD:

180/120 mmHg, N:

85x/menit, S: 38, R:

24x/menit, pemasangan infus pada tangan kiri, O2

2lpm, dan cek

laboratorium,klien

mempunyai riwayat hipertensi sejak tahun 2010 dan ini sudah serangan WIBkliendipindah ke

bangsal Mawar2,

Karenaklienmengalami penurunan kesadaran klien menjadi stupor GCS E2V1M2. Pada tanggal 19 Mei 2017 klien dipindahkan ke ruang ICU mendapatkan perawatan pemasangan alat elektroda, NGT, Kateter, dan terapi obat lainya.

Keluarga klien mengatakan tidak mempunyai penyakit dari kecil, tidak pernah mengalami kecelakaan, tidak pernah melakukan operasi, klien tidak memiliki alergi

Tidak sadarkan diri

Keluarga klien

mengatakan pada hari Senin, 22 Mei 2017 jam 15.00 WIB.klien dibawa

ke IGD RSUD

Karanganyar klien2 hari sebelumnya demam, kemudian dibawa berobat dan rawat jalan dirumah.

Kurang lebih 2 jam yang lalu klien mengeluh merasakan kakinya lemas tidak bisa digerakan lalu dengan anaknya dibawa ke RSUD Karanganyar di IGD diberikan tindakan pemeriksaan TTV TD:

180/100 mmHg, N:

82x/menit, S: 39, R:

29x/menit, pemasangan infus RL ditangan kiri, O2 3lpmr. Jam 18.00 WIB klien dipindah ke bangsal Mawar1 empat hari di bangsal Mawar1 klien mengalami penurunan kesadaran tidak bisa dibangunkan, pada saat tidur ngorok. Pada tanggal

26 Mei

2017kliendipindahkan ke

ruang ICU RSUD

Karanganyar untuk mendapatkan perawatan intensive di ICU diberikan tindakan perawatan pemasangan alat elektroda, selang NGT, DC, O2 3liter dan terapi obat lainnya.

Keluarga klien

mengatakan tidak mempunyai penyakit dari kecil, tidak pernah mengalami kecelakaan,

Riwayat Kesehatan Keluarga

Riwayat Kesehatan Lingkungan

Keluarga klien mengatakan merupakan anak ke tiga dari empat bersaudara .klien mempunyai 4 orang anak laki-laki, di dalam anggota keluarga tidak ada yang memiliki penyakit keturunan atau menular lainya.

Keluarga klie nmengatakan lingkungan disekitar rumahnya bersih, tidak ada penumpukan sampah, jauh dari polusi udara, dan di rumahnya sendiri juga bersih dan rapi tidak ada gantungan-gantungan baju yang memicu adanya nyamuk.

tidak pernah melakukan operasi, klien tidak memiliki alergi obat dan makanan tertentu, pernah di rawat di RSUD Karanganyar 1 kali dengan diagnosa yang sama yaitu CVA.

Keluarga klien

mengatakan merupakan anak ke dua dari lima bersaudara. klien mempunyai 2 orang anak laki-laki, di dalam anggota keluarga ada yang memiliki penyakit hipertensi yaitu orang tua/bapak.

Keluarga klien

mengatakan lingkungan disekitar rumahnya bagus, bersih, dan jauh dari pembuangan sampah, tidak ada polusi udara.

Genogram : Klien 1

Klien 2

Keterangan : : Laki-laki : Perempuan : Meninggal : Klien

: Tinggal Serumah : Garis keturutan : Garis pernikahan

3. Pengkajian Fokus

Pengkajian Fokus Klien 1 Klien 2

Breathing

Perabaan akral klien hangat, S : 37, klien mempunyai riwayat hipertensi, TD : 180/100 mmHg, MAP : 126,7

Kesadaran klien stupor keadaan lemah GCS E2V1M2

Klien terpasang kateter Klien terpasang NGT, Sonde RG 8jam/hari sebanyak 200 39, klien mempunyai riwayat hipertensi kurang lebih sejak tahun 2014, TD : 190/100 mmHg, MAP : 130

Kesadaran klien coma keadaan lemah GCS E1V1M1

Klien terpasang kateter Klien terpasang NGT, Sonde RG 8jam/hari sebanyak 200 cc

Tidak ada kelainan bentuk tulang, tidak ada patah tulang

Balance Cairan Klien 1 Intake

Output Balance

Makanan 600 cc Balance Cairan Klien 2

Intake

Output Balance

Makanan 600 cc

Pengkajian Resiko Luka Tekan

Klien 1 Klien 2

Tanggal Pengkajian : 22 Mei 2017 Tanggal Pengkajian : 26 Mei 2017

Postur Tubuh BB

disbanding TB Skor Postur Tubuh BB

disbanding TB Skor

Rata – rata 0 Rata – rata 0

Diatas rata – rata 1 Diatas rata – rata 1

Kegemukan 2 Kegemukan 2

Dibawah rata - rata 3 Dibawah rata - rata 3

Tipe Kulit Daerah yang

beresiko yang terlihat Skor Tipe Kulit Daerah yang

beresiko yang terlihat Skor

Sehat 0 Sehat 0

Seperti kertas tissue 1 Seperti kertas tissue 1

Kering 1 Kering 1

Edema 1 Edema 1

Dingin 1 Dingin 1

Pucat 2 Pucat 2

Rusak/Bercak – bercak 3 Rusak/Bercak - bercak 3

Jenis Kelamin Skor Jenis Kelamin Skor

Laki Laki 1 Laki Laki 1

Kontinen Skor Kontinen Skor

Kateterisasi 0 Kateterisasi 0

Lengkap terkadang 1 Lengkap terkadang 1

Inkontinensio Inkontinensio

Kateter / Inkontinensio 2 Kateter / Inkontinensio 2

Feses Feses

Inkontinensia BAB/BAK 3 Inkontinensia BAB/BAK 3

Mobilisasi Skor Mobilisasi Skor

Penuh 0 Penuh 0

Gelisah/Gugup 1 Gelisah/Gugup 1

Apatis 2 Apatis 2

Total : Klien1 Skor 16, Klien2 Skor 14

Ket : 10+ Beresiko, 15+ Resiko Tinggi, 20+ Resiko Sangat Tinggi

4. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Penunjang Klien 1 Klien 2

Keadaan Umum

Kesadaran Stupor Coma

TTV

TD 180/100mmHg 190/100mmHg,

MAP:130mmHg Nadi

Frekuensi 80x/menit 85x/menit

Irama Teratur Teratur

Kekuatan Kuat Kuat

Respirasi

Frekuensi 24x/menit 28x/menit

Irama Teratur Teratur

Suhu 37,5oC, SPO2 : 95 39oc, SPO2 : 95

Kepala

Bentuk Kepala Mesochepal Mesochepal

Kulit Kepala Tidak ada lesi atau hematom

Kepala tidak ada lesi, tidak ada luka dan jejas

Rambut Hitam agak bergelombang Hitam agak beruban Muka

Mata

Palpebra Simetris kanan dan kiri Simetris kanan dan kiri

Konjungtiva Anemis Anemis

Sclera Tidak ikterik Tidak ikterik

Pupil Miosis Miosis

Diameter 1mm/2mm 1mm/2mm

Reflek Cahaya +/- +/-

Penggunaan alat bantu tidak menggunakan alat bantu

tidak menggunakan alat bantu

Hidung Terpasang NGT, terpasang

O2 2lpm

Bibir pucat, tidak ada sianosis

Gigi Terdapat karies gigi, tidak terdapat pembengkakan gusi

Terdapat karies gigi, tidak terdapat pembengkakan gusi

Telinga Simetris, tidak ada jejas, bersih tidak ada serumen

Simetris, tidak ada jejas, bersih dan tidak ada serumen

Leher Tidak terdapat pembesaran

kelenjar limfe dan tiroid, tidak terjadi kaku kuduk

Tidak terdapat pembesaran kelenjar limfe dan tiroid, tidak terjadi kaku kuduk

Paru

Inspeksi Simetris, perkembangan

dada kanan dan kiri sama, tidak terdapat retraksi otot bantu pernafasan, tidak ada lesi terpasang elektroda

pada dada, RR

24x/menit

Simetris, perkembangan dada kanan dan kiri sama, tidak terdapat retraksi otot bantu pernafasan, tidak ada lesi terpasang elektroda pada dada, RR 28x/menit

Palpasi Pergerakan dada kanan

dan kiri sama, tidak ada nyeri tekan, tidak ada trauma costa itraktil fremitus teraba kuat.

Pergerakan dada kanan dan kiri sama, tidak ada nyeri tekan, tidak ada trauma costa itraktil fremitus teraba kuat.

Perkusi Suara sonor diseluruh

lapang paru dextra maupun sinistra

Sonor diseluruh lapang paru

Auskultasi Suara vesikuler

diseluruh lapang paru dan ronchi pada ara

Suara vesikuler diseluruh lapang paru, terdapat suara tambahan ronkhi basah dibasal paru kanan

Jantung

Inspeksi Ictus cordis tampak,

terpasang eletroda

Ictus kordis tampak

Palpasi Ictus cordis teraba pada ICS 5 disebelah medical linea mid clavicular sinestra

Ictus cordis tidak teraba

Perkusi Pekak Timpani

Auskultasi Tidak ada bunyi jantung tambahan

Tidak terjadi distensi abdomen

Abdomen

Inspeksi Warna sawo matang,

tidak ada lesi, tidak tampak pembengkakan, umbilicus menonjol, terpasang elektroda

Datar

Auskultasi Peristaltic 12x/menit Bising usus 13x/menit

Perkusi Tymponi Timpani

Palpasi tidak ada nyeri tekan,

tidak teraba pembesaran hepar, tidak ada ascites

Tidak terjadi distensi abdomen

Genetalia Terpasang DC, urine output 1000 ml/18 jam

Terpasang DC, tidak ada jejas, urine output : 1000cc

Rekrum Tidak ada hemoroid Tidak ada hemoroid

Ekstremitas Atas

Kekuatan Otot ka/ki - / + - / -

ROM ka / ki Pasif / aktif Pasif / aktif

Capilary Refile > 3 detik > 3 detik Perubahan bentuk tulang Tidak ada Tidak ada

Perabaan Akral Hangat Hangat

Bawah

Kekuatan Otot ka/ki - / + - / -

ROM ka / ki Pasif / aktif Pasif / aktif

Capilary Refile > 3 detik > 3 detik Perubahan bentuk tulang Tidak ada Tidak ada

Perabaan Akral Hangat Hangat

5. Pemeriksaan Laboratorium Dan Data Penunjang

Jenis Pemeriksaan

Glukosa darah sewaktu Ginjal

6. Terapi

Klien 1 Jenis Terapi Dosis Golongan dan

Kandungan Fungsi

Infus RL Ringer Laktat

20 tmp Larutan elektrolit nutrisi Na laktat, Nacl, KCL, catla, air

Mengembalikan keseimbangan elektrolit pada dehidrasi

Infus Manitol 500ml/

8jam

Diuretik Mencegah dan mengobati fase diguna

Menurunkan tekanan dalam tempurung kepala

Citicolin 125mg/

12jam

Neotropik &

Neurotonik dan activator serebral

Mencegah degenerasi saraf dan melindungi kerusakan mata Mecobalamin 500ml/

12jam

Neurotropik Perbaikan kerusakan sel saraf dan meningkatkan pembentukan sel saraf baru

Cefotaxine 1g/8jam Antibiotic sefalosporin

Menangani infeksi akibat bakteri, mencegah infeksi pada luka operasi

Ronitidine 50mg/

12jam

Antisida Tukak lambung, hipersekresi patologis gastro intestinal

Santagesik 500mg/

8jam

Inflamasi Non Steroid

Nyeri akut atau kronik berat seperti sakit kepala, sakit gigi, turros, dll

Amplodipil 10mg/

8 jam

Antagonis kalsium

Mengatasi hipertensi / tekanan darah tinggi dan serangan angina Klien 2

Jenis Terapi Dosis Golongan Fungsi

Infus RL Ringer Laktat

20 tmp Larutan elektrolit nutrisi Na laktat, Nacl, KCL, catla, air

Mengembalikan keseimbangan elektrolit pada dehidrasi

Citicolin 125mg/

12jam

Neotropik &

Neurotonik dan activator serebral

Mencegah degenerasi saraf dan melindungi kerusakan mata

Santagesik 500mg/

8jam

Inflamasi Non Steroid

Nyeri akut atau kronik berat seperti sakit kepala, sakit gigi, turros, dll

Cefotaxime 1g/8jam Antibiotic sefalosporin

Menangani infeksi akibat bakteri, mencegah infeksi pada luka operasi

Amplodipil 10mg/

8 jam

Antagonis kalsium

Mengatasi hipertensi / tekanan darah tinggi dan serangan angina

Omeprazole 20mg/

12jam

Obat generic Untuk pengobatan tukak lambung, tukak duodenum, refluks esofagits ulseratif / erosive

Asam Tranek 12jam Anti fibrinolitik Menghentikan pendarahan pada mimisan, pasca operasi,

menstruasi berlebihan, pendarahan pada penderita angina edema turunan

Mecobalamin 500mg/

12

Neurotropik Perbaikan kerusakan sel saraf

dan meningkatkan

pembentukan sel saraf baru

7. Analisa Data

- Kesadaran stupor - GCS 5 (E2V1M1) - TTV

TD : 180/100mmHg N : 85x/menit ada luka tekan, tidak ada jejas - hasil skor pengkajian luka

tekan 16 (Resiko tinggi)

Ketidakefektifan perfusi jaringan serebral

Hambatan mobilitas fisik

Resiko kerusakan integritas kulit

Aliran darah yang terhambat peningkatan tekanan intrakranial

Gangguan neuro muscular

Faktor mekanik (mis:daya gesek, tekanan, mobilitas fisik)

- Terdengar bunyi secret - RR : 28x/menit

DS : - DO :

- Keadaan umum lemah - Kesadaran koma

Ketidakefektifan bersihan jalan napas

Ketidakefektifan perfusi jaringan serebral

Mukus yang berlebihan

Aliran darah yang terhambat peningkatan tekanan intracranial

- GCS E1M1V1 tempat tidur sejak di RS selama 5 hari

- Tidak ada jejas, tidak ada luka tekan, kulit bercak kemerahan - Hasil pengkajian resiko luka

tekan 14 (Resiko Tinggi)

Hambatan mobilitas fisik

Resiko kerusakan integritas kulit

Gangguan neuro muskular

Faktor mekanik (mis:daya gesek, tekanan, mobilitas fisik)

Prioritas Diagnosa Keperawatan

KLIEN 1 KLIEN 2

1. Ketidakefektifan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan aliran darah yang terhambat peningkatan tekanan intrakranial

2. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskular 3. Resiko kerusakan integritas kulit

berhubungan dengan factor mekanik (mis:daya gesek, tekanan, mobilitas fisik)

1. Ketidak efektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan mukus yang berlebihan

2. Ketidakefektifan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan aliran darah yang terhambat peningkatan tekanan intrakranial

3. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskular 4. Resiko kerusakan integritas kulit

berhubungan dengan factor mekanik (mis:daya gesek, tekanan, mobilitas fisik)

8. Rencana / Intervensi Keperawatan

Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi

Klien 1

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24jam diharapkan ketidakefektifan perfusi jaringan serebral dapat teratasi atau berkurang dengan kriteria hasil :

- Tekanan darah dalam batas normal 120/80 mmHg

- Kesadaran composmentis - Tidak ada keluhan sakit kepala

- Fungsi sensorik dan motoric meningkat

Mandiri :

- Pantau status neurologis - Pantau tanda vital pemberian obat sesuai indikasi

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24jam diharapkan hambatan mobilitas fisik berdasarkan dengan gangguan neuromuscular dapat teratasi dengan kriteria hasil :

- Keadaan umum baik - Akral hangat - Sclera normal - Conjungtiva normal - Turgor kulit elastis

Mandiri :

- Observasi kehilangan / gangguan keseimbangan jalan dan kelemahan otot.

- Observasi sebelum dan sesudah aktivitas

- Anjurkan klien istirahat bila terjadi kelelahan dan kelemahan

Kolaborasi :

- Pemberian fisioterapi

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24jam diharapkan resiko kerusakan integritas kulit dapat teratasi dengan kriteria hasil :

- Tidak ada luka tekan - Tidak ada tanda kemrahan - Tidak ada jaringan nekrosis

Mandiri :

- Observasi keadaan kulit - Berikan posisi alih baring

- Berikan massase / pijat dibagian yang beresiko terjadi luka tekan

kolaborasi

- Kolaborasi dengan keluarga dalam pemberian lotion

Klien 2

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24jam diharapkan ketidakefektifan bersihan jalan nafas dapat

Mandiri :

- Pantau status pernafasan

- Berikan penghisapan lender (suction) - Jelaskan kepada keluarga tentang

tindakan suction

teratasi atau berkurang dengan kriteria hasil :

- Tidak ada suara ronchi - Secret berkurang - Pernafasan 16-24x/menit

- Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat sesuai indikasi

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24jam diharapkan ketidakefektifan perfusi jaringan serebral dapat teratasi atau berkurang dengan kriteria hasil :

- Tekanan darah dalam batas normal - Kesadaran composmentis

- Tidak ada keluhan sakit kepala

- Fungsi sensorik dan motoric meningkat

Mandiri :

- Pantau status neurologis - Pantau tanda vital pemberian obat sesuai indikasi

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24jam diharapkan hambatan mobilitas fisik berdasarkan dengan gangguan neuromuscular dapat teratasi dengan kriteria hasil :

- Keadaan umum baik - Akral hangat - Sclera normal - Conjungtiva normal

- Keadaan umum baik - Akral hangat - Sclera normal - Conjungtiva normal

Dokumen terkait