• Tidak ada hasil yang ditemukan

Inventarisasi dan Analisis

Dalam dokumen Desain Taman Kota Purwokerto (Halaman 57-64)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Inventarisasi dan Analisis

Lokasi Taman Kota Purwokerto berada di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tapak eksisting merupakan bekas terminal Purwokerto . Tapak terletak ± 5 km dari pusat kota dengan luas tapak adalah 1,8 hektare.

Purwokerto adalah ibukota Kabupaten Banyumas yang terletak diantara garis busur timur antara 109 0 14’ dan diantara garis lintang selatan 70 26’, pada

ketinggian 3.500 dpl atau berada di belahan selatan garis khatulistiwa. Hal ini menyebabkan Banyumas memiliki iklim tropis basah. Suhu udara maksimal 30,90 Celcius, dengan suhu minimal 21,40 Celcius. Suhu rata-rata harian berkisar pada angka 26,50 Celcius. Sepanjang tahun, rata-rata terdapat 116 hari hujan dengan kapasitas 2.527 mm.

Lahan bekas Terminal Purwokerto memiliki struktur tanah dan geologi berupa assosiasi tanah latosol coklat dari bahan induk tufa vulkan intermedier. Lokasi tapak pada kota purwokerto dapat dilihat pada Gambar 8.

Gambar 8. Lokasi Tapak pada Kota Purwokerto (sumber: www.Banyumaskab.go.id, 2009)

Lokasi Taman Kota Purwokerto ini berbatasan dengan Jalan Wahid Hasyim sebelah timur, Jalan Barat Terminat Bus Lama di sebelah barat, di sebelah utara berbatasan dengan Jalan Gerilya, dan di sebelah selatannya dengan Jalan Wahid Hasyim I. Untuk lebih jelasnya batas tapak dapat dilihat pada Gambar 9.

Gambar 9. Batas Tapak Taman Kota Purwokerto

Total panjang dan lebar terminal masing-masing adalah 153m dan 120m. Kondisi terminal saat ini sudah dalam keadaan kosong, hanya berupa hamparan tanah. Area ini sudah memiliki sistem drainase berupa parit yang berada pada bagian timur dan selatan tapak. Kondisi awal tapak lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 10 dan Gambar 11.

Kondisi iklim mikro pada tapak tergolong panas. Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan sekitar berupa vegetasi eksisting pada tapak yang didominasi oleh rerumputan liar dan sisa-sisa perkerasan bekas jalur jalan terminal. Untuk menciptakan kondisi yang nyaman maka pada desain taman akan didominasi oleh tanaman pepohonan yang disesuaikan konsep vegetasi pada Taman Kota Purwokerto. Selain itu pemilihan tanaman juga akan disesuaikan dengan konsep awal pembuatan taman sebagai paru-paru kota.

TAPAK

(1) dan (2) View arah selatan dalam tapak (3) View arah utara dalam tapak

(4) dan (5) View arah timur dan barat dalam tapak (6) View arah selatan dalam tapak

Gambar 10. View area ke bagian dalam tapak Eks terminal Purwokerto

(1) Dan (2) view arah TPS eksisting (3) view arah bundaran

(4) dan (5) view arah bundaran (6) view arah utara tapak

(7) dan (8) view arah utara tapak (9) view arah selatan tapak Gambar 11. View area di luar tapak Eks terminal Purwokerto

TAPAK

TAPAK

Kondisi iklim mikro pada tapak tergolong panas. Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan sekitar berupa vegetasi eksisting pada tapak yang didominasi oleh rerumputan liar dan sisa-sisa perkerasan bekas jalur jalan terminal. Untuk menciptakan kondisi yang nyaman maka pada desain taman akan didominasi oleh tanaman pepohonan yang disesuaikan konsep vegetasi pada Taman Kota Purwokerto. Selain itu pemilihan tanaman juga akan disesuaikan dengan konsep awal pembuatan taman sebagai paru-paru kota.

Tata guna lahan di sekitar eks terminal Purwokerto (Gambar 12) sebagian besar diperuntukkan sebagai kawasan pertokoan, kemudian terdapat juga pemukiman penduduk dan kebun milik warga. Selain itu di sekitar tapak terdapat juga mesjid sebagai fasilitas peribadatan masyarakat muslim. Secara keseluruhan letak tapak tergolong strategis, hingga cukup memudahkan jalur akses menuju ke arah tapak. Namun kemudahan jalur akses ini harus dapat diatur dengan baik, agar tidak menimbulkan kemacetan pada kawasan sekitar tapak.

Sirkulasi eks terminal (Gambar 12) terdiri dari jalur primer dan jalur sekunder. Jalur primer (warna oranye putus-putus) merupakan jalan utama yang dapat diakses dengan menggunakan berbagai macam kendaraan. Untuk jalur sekunder (warna biru putus-putus) adalah jalur yang hanya mengakomodasi akses warga sekitar. Kendaraan yang dapat masuk pada jalur sekunder adalah kendaraan roda 2, untuk kendaraan roda 4 terbatas pada mobil berukuran kecil (hanya 1 kendaraan). Untuk dimasa yang akan datang akan dilakukan pelebaran jalan pada jalur sekunder hingga dapat menampung jumlah pengunjung pada kawasan taman Kota Purwokerto. Jalur masuk (tanda panah berwarna ungu) pada tapak terdapat 2 pintu yaitu pintu utara dan pintu timur. Dimana kedua pintu tersebut berhubungan langsung dengan jalan utama. Gambar jalur sirkulasi dapat dilihat pada Gambar 12.

Aspek sosial ekonomi yang dimiliki oleh tapak saat ini dari segi pengguna didominasi oleh supir-supir truk yang sedang beristirahat pada tapak. Untuk selanjutnya pada tapak Taman Kota Purwokerto ini pengunjung tapak yang utama nantinya adalah masyarakat sekitar dari berbagai golongan dan usia. Oleh karena itu, untuk menarik minat masyarakat akan dibuat desain yang dapat mengakomodasi semua keinginan-keinginan dan harapan dari penggunanya.

Selain taman, juga akan dibangun areal perdagangan dan fasilitas penunjang lainnya yang akan menyediakan jumlah pengguna yang cukup besar bagi pengguna taman. Dibuatnya Taman Kota Purwokerto ini diharapkan dapat mengakomodasi semua kebutuhan aktivitas luar ruang di sekitar tapak bagi pengguna tapak.

Gambar 12. Tata Guna Lahan dan Sirkulasi Sekitar tapak

Tapak berada pada kemiringan yang relative datar, namun pada kawasan di tengah tapak terdapat bagian-bagian tertentu yang bergelombang selain itu juga terdapat sisa perkerasan berupa aspal. Pada bagian yang bergelombang dapat menimbulkan genangan air pada tapak saat terjadi hujan. Oleh karena itu pembuatan drainase pada bagian dalam tapak sangat penting untuk memperbaiki kondisi drainase yang kurang baik. Drainase di dalam tapak akan dibuat menuju ke arah saluran drainase di luar tapak. Selain itu topografi tapak yang datar mempermudah dalam pekerjaan tanahnya, namun karena lahan yang digunakan adalah lahan bekas terminal maka perlu dilaksanakan pekerjaan persiapan lahan pada tahap awal konstruksi. Kondisi tapak awal merupakan bekas terminal menyebabkan tidak ada daya terik yang ditinggalkan untuk dipertahankan atau dikembangkan dalam desain. Hal ini mempermudah dalam pengaturan letak dan

Pertokoan Mesjid Pemukiman Kebun warga Tapak Sirkulasi primer Sirkulasi sekunder Jalur masuk tapak

Pertokoan Kebun Warga Pemukiman TAPAK Pertokoan Mesjid

skala ruang.Kondisi topografi tapak yang bergelombang dapat dilihat dari Gambar 13.

1) tapak lebih rendah dari sekitarnya, 2) genangan air ditengah tapak , 3) kondisi tapak relative datar

4) Drainase di sisi barat tapak, 2) Drainase di sisi timur tapak , 3) drainase di sisi utara tapak

Gambar 13. Topografi dan Drainase Tapak

4.4 Konsep Desain

Dalam dokumen Desain Taman Kota Purwokerto (Halaman 57-64)

Dokumen terkait