• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Utilitas

Dalam dokumen Desain Taman Kota Purwokerto (Halaman 74-78)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4 Konsep Desain

4.4.6 Konsep Utilitas

Elemen yang termasuk dalam utilitas meliputi drainase, hidran, boks kabel telepon, listrik, penutup saluran bawah, kisi penutup pohon dan lain-lain. Secara ideal jalur pejalan kaki seharusnya relatif bebas dari penutupan utilitas. Jika tidak memungkinkan, penutup utilitas dapat dimasukkan sebagai bagian dari pola lantai keseluruhan. Peletakan utilitas dapat dilakukan pada daerah tepi jalan dan dapat diletakkan di atas maupun di bawah tanah dengan alasan keamanan dan keindahan. Beberapa utilitas yang biasanya terdapat pada tapak adalah:

1. Utilitas drainase pada tapak di bagi menjadi drainase terbuka dan drainase tertutup. Pertimbangan pemilihan jenis drainase didasari dengan referensi penggunaan lahan pada tapak. Drainase tertutup di tempatkan pada bagian perkerasan seperti pada plaza atau jalur pejalan kaki (trotoar). Untuk area terbuka tanpa perkerasan, drainase yang di pilih adalah drainase terbuka. 2. Jalur kabel bawah tanah

3. Jalur irigasi. Jalur irigasi terdiri dari beberapa perlengkapan, seperti: Water tap, pipa saluran irigasi, Valve box, Sprinkler, dll.

4. Jalur telepon 5. Sumur resapan

4.5 Final Design

Gambar Final design adalah gambar terakhir yang telah disepakati oleh klien dan konsultan. Untuk selanjutnya proses pekerjaan akan berlanjut pada tahap tender.Gambar final adalah gambar yang telah ditentukan, meliputi:

1. Gambar Plan, yang meliputi gambar denah lanskap (L-P1-101), gambar denah level dan grading (L-P1-102), gambar denah dimensi dan material (L-P1-103), gambar denah titik lampu P1-104), gambar denah drainase dan irigasi (L-P1-105), gambar denah penanaman pohon (L-P1-106).

2. Gambar Section, merupakan gambar potongan tampak. Untuk kawasan Taman Kota Purwokerto ini terdiri atas 13 potongan. Gambar potongan 1 dan 2 memotong area pedestrian, untuk gambar 3 menampakkan potongan taman pada Entry Statement menghadap ke arah barat daya. Gambar potongan 4 dan 5 merupakan gambar potongan pada kawasan welcome area. Gambar potongan 6 dan 7 merupakan gambar potongan yang memotong area parkir yang terletak di selatan dan barat area taman. Gambar potongan 8 dan 9 merupakan potongan pada kawasan arboretrum dan entertainment stage. Gambar potongan 10 memotong kawasan plaza, sedangkan gambar potongan 11 memotong area komersil yang terletak di sebelah selatan taman. Gambar potongan 12 memotong kawasan pedestrian pada tengah taman dan gambar potongan 13 memotong kawasan arboretum pada tapak. Keseluruhan gambar potongan ini memberikan informasi mengenai elevasi dan level tapak yang diperlukan sebagai referensi untuk konstruksi.

3. Gambar detil, merupakan gambar konstruksi dari elemen-elemen yang digunakan pada tapak. Pada gambar detil dapat diketahui informasi mengenai bahan yang digunakan dimensi serta menjadi acuan dalam penyusunan RAB dan BOQ. Gambar detil yang dibuat mencakup detil water fature & signage, rumah pompa, low wall, bollard, plaza, pedestrian & track, tree pit, tangga, ramp, dan pujasera, lampu, gerbang, pagar, gerbang TPS dan rumah trafo, pos jaga dan tiket, serta drainase dan irigasi.

4.5.1 Detail Development Progress-Layout Plan

Tahap ini adalah tahap penggambaran secara rinci dari Concept Development. Gambar Detail Development terdiri dari gambar, Lighting Plan, Detail Construction Planting Plan.

Dapat dilihat pada gambar L-P1-101 denah lansekap, aksesibilitas menuju tapak dapat melalui dua jalur, jalur utama yang ditentukan berdasarkan posisinya yang dekat jalan raya, sehingga dapat dipastikan pengguna akan banyak menggunakan jalur ini dan jalur pendukung untuk memfasilitasi pengguna yang bermukim di sebelah utara. Jalur utama menuju taman ini pun dirancang tidak berada pada jalur utama karena dapat menimbulkan kemacetan saat tapak dipenuhi pengunjung. Jalan menuju pintu utama dilakukan pelebaran menjadi 6 meter. Pelebaran jalan ini dimaksudkan untu mempermudah akses kendaraan menuju pintu utama taman. Disekitar pintu gerbang masuk juga disediakan lahan parkir kendaraan. Aktivitas utama jalur masuk utama ini sebagai tempat keluar masuknya pengguna taman, sedangkan pada jalur pintu masuk kedua dikhususkan bagi keluar masuknya kendaraan fasilitas yang mengangkut barang-barang pujasera, dll.

Jalur sirkulasi di dalam tapak dibagi atas pedestrian pejalan kaki, bicycle track dan jogging track. Untuk jalur jogging track dan bicyle track di letakkan bersebelahan. Jalur ini memiliki pola mengelilingi tapak, untuk menghilangkan kesan monoton jalur dibuat berkelok-kelok. Jalur pedestrian dibuat lebih berkelok dan terpisah dari dua jalur yang lain. Pola jalur pedestrian dibuat lebih panjang agar pengunjung dapat lebih mengeksplore setiap bagian pada taman. Selain itu bentuk pola sirkulasi yang berliku memberikan kesan petualangan bagi pengunjung karena tujuan akhir yang tidak terlihat.

Dari gerbang utama terdapat plaza yang langsung menghubungkan ke arah open space. Untuk memperkuat kesan mengarahkan maka diberi tanaman yang berjajar sepanjang plaza. Plaza ini menggunakan material penutup berupa coral sikat pancawarna, coral sikat grey dan batu purwokerto. Pengunaan variasi material ini untuk memecah kemonotonan pada plaza. Pada sisi plaza ditanam pohon ornamental berbunga (Bauhinia blakeana ) sebagai pengarah menuju open space. Open space yang terdapat di tengah taman dikelilingi oleh plaza yang

berbentuk oval. Plaza ini menggunakan material penutup berupa paving block warna abu-abu muda dengan pola herring bone yang dipadukan dengan batu purwokerto. Penggunaan material batu purwokerto merupakan pengulangan material dari plaza yang lainnya hingga terdapat kesatuan dari pola desain taman namun tetap bervariasi hingga menghindarkan dari kebosanan dan kemonotonan .

Pujasera yang disediakan sebagai fasilitas penunjang pada taman menggunakan perkerasan yang permanent namun bangunan pujasera merupakan tenda kerucut yang dapat diganti setiap beberapa bulan. Bangunan tenda ini untuk memberikan kesan unik dan modern. Selain penggunaan tenda kerucut juga digunakan sunbrella sebagai tempat bersantai dan menunggu pesanan makanan dari pujasera.

Pada bagian luar taman disediakan tempat parkir kendaraan. Tempat parkir ini dibagi berdasarkan jenis kendaraan yang akan parkir. Pada bagian timur tardapat parkir untuk kendaraan besar seperti bus, atau minibus. Selain itu juga terdapat tempat parkir untuk mobil. Pada bagian selatan tempat parkir yang disediakan khusus untuk kendaraan roda 4 berukuran standar (sedan, jeep,van, dll). Tempat parkir kendaraan roda 2 disediakan pada bagian barat taman. Selain itu juga terdapat tempat khusus parkir kendaran pengangkut sampah yang terpisah dari tempat parkir.

Pada gambar L-P1-102 denah level dan grading, kita dapat mengetahui ketinggian tapak. Pada gambar ini terdapat beberapa singkatan, diantaranya adalah: FFL (Finish Floor Level), menunjukkan ketinggian perkerasan; FGL (Finish Ground Level), menujukkan letak ketinggian ground/tanah; TOR (Top Of Railing), menunjukan ketinggian dari pagar pembatas kawasan/tapak; TOS (Top Of Signage), menunjukkan ketinggian dari signage yang dibuat; TOW (Top Of Wall), menunjukkan tinggi bagian paling atas dari perkerasan tembok; dan WL (Water Level) menunjukkan level ketinggian permukaan air dibandingkan dengan permukaan tanah.

Secara umum dilihat dari level permukaannya, kawasan Taman Kota Purwokerto memiliki bentuk permukaan yang relatif datar. Hal ini memudahkan dalam peletakan fasilitas yang diinginkan. Namun kawasan dengan permukaan

yang datar harus didesain dengan menarik agar tidak menimbulkan kebosanan akibat kemonotonan level lahan.

Gambar L-P1-103 denah dimensi dan material menunjukkan jenis material yang digunakan pada Taman Kota Purwokerto ini. Material yang digunakan cukup beragam, namun jenis material yang digunakan antara satu dan yang lainnya masih menyatu hingga tetap unity. Selain itu juga dilakukan pengulangan penggunaan meterial yang ada hingga pada kawasan tapak antara satu bagian dengan bagian yang lain masih tetap terasa kesatuannya. Pemilihan jenis material juga dilihat dari potensi masyarakat lokal. Hingga ada bagian-bagian tertentu yang menggunakan material lokal hingga dapat dijadikan suatu ciri khas dari tapak ini.

4.5.2 Detail Development Progress – Lighting Plan

Lampu disepanjang pedestrian harus memiliki radius sebaran cahaya yang cukup untuk menerangi lingkungan sekitar (Harris dan Dines, 1988). Gambar rencana cahaya (Gambar L-P1-104) adalah gambar informasi titik-titik peletakkan lampu pada taman. Jarak antar titik lampu adalah ± 10000mm, yang merupakan jarak yang dapat dicakup radius sebaran cahaya untuk menerangi lingkungan sekitar secara tak terputus, sehingga aman bagi pengguna taman di malam hari, terutama di area yang masih memiliki aktivitas pada malam hari.

Dalam dokumen Desain Taman Kota Purwokerto (Halaman 74-78)

Dokumen terkait