• Tidak ada hasil yang ditemukan

Isi Situs Web Pemerintah Daerah

Dalam dokumen Pengembangan situs web Kabupaten Ngada. (Halaman 42-50)

BAB II LANDASAN TEORI

2.4 Isi Situs Web Pemerintah Daerah

Unsur terpenting dari sebuah tampilan yang efektif situs web di internet adalah

isi (content) dan disain yang baik serta menarik. Organisasi yang ada di Pemerintah

ditulis dengan baik, jelas, dan singkat yang memenuhi kebutuhan masyarakat luas,

serta mudah diakses. Suatu informasi mutakhir yang dipublikasikan pada situs web di

internet hendaknya bersamaan dengan publikasi yang ada di media lain.

Sebuah situs web pemerintah daerah mempunyai persyaratan minimal untuk isi.

Pengelola situs web pemerintah daerah harus mampu menentukan apa yang

diharapkan oleh para pengguna mengenai apa yang seharusnya ada di situs web.

Organisasi-organisasi yang ada di pemerintah daerah sendirilah yang akan

menentukan bagaimana sebaiknya mengatur isi dengan memperhatikan masyarakat

pengguna situs web bersangkutan.

Analisis dan pengetahuan mengenai masyarakat pengguna untuk sebuah situs

web adalah penting, karena adanya kemungkinan perbedaan yang cukup besar antara

masyarakat untuk bagian-bagian situs web yang berbeda, atau untuk situs-situs web

yang berbeda di dalam sebuah tingkat organisasi pemerintahan daerah. Pada saat

merencanakan dan mengembangkan situs web pemerintah daerah, sebaiknya

dilakukan riset pasar yang dilakukan berulang kali untuk mendapatkan masukan

tentang isi yang disajikan pada situs web pemerintah daerah.

2.4.1 Isi Minimal Situs Web Pemerintah Daerah

Berdasarkan hasil pengamatan pada 90 (sembilan puluh) situs web

pemerintah daerah, dan hasil Jajak Pendapat pada 90 (sembilan puluh)

pengelola situs website pemerintah daerah, isi minimal pada setiap situs web

1) Selayang Pandang

Menjelaskan secara singkat tentang keberadaan Pemerintah Daerah

bersangkutan (sejarah, motto daerah, lambang dan arti lambang, lokasi

dalam bentuk peta, visi dan misi).

2) Pemerintahan Daerah

Menjelaskan struktur organisasi yang ada di Pemerintah Daerah

bersangkutan (eksekutif, legislatif) beserta nama, alamat, telepon, e-mail

dari pejabat daerah. Jika memungkinkan biodata dari Pimpinan Daerah

ditampilkan agar masyarakat luas mengetahuinya.

3) Geografi

Menjelaskan antara lain tentang keadaan topografi, demografi, cuaca dan

iklim, sosial dan ekonomi, budaya dari daerah bersangkutan. Semua data

dalam bentuk numeris atau statistik harus mencantumkan nama instansi dari

sumber datanya.

4) Peta Wilayah dan Sumberdaya

Menyajikan batas administrasi wilayah dalam bentuk peta wilayah

(sebaiknya digunakan peta referensi yang dikeluarkan oleh Badan

Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Bakosurtanal, atau instansi

pemerintah lainnya yang mempunyai tugas pokok dalam fungsi pembuat

peta) dan juga sumberdaya yang dimiliki oleh daerah bersangkutan dalam

instansi pemerintah yang mempunyai tugas pokok dan fungsi pembuat peta)

yang dapat digunakan untuk keperluan para pengguna.

Perlu dibedakan pengertian antara sumberdaya dan potensi daerah.

Potensi daerah adalah sesuatu yang tersimpan/ terkandung pada suatu lokasi

akibat daerah tersebut memiliki berbagai faktor, antara lain posisi atau letak,

akses (misalnya, letak jauh tetapi dapat dicapai akibat tersedianya prasarana

pergerakan yang dapat dibangun sejauh memenuhi suatu kondisi kelayakan

tertentu) atau sesuatu yang tersimpan di dalam benda tersebut, yang tersimpan

inilah yang disebut sebagai sumberdaya (baik manusia maupun natural).

Suatu potensi daerah lokasinya bisa dinyatakan oleh Pemerintah Daerah

setempat (berdasarkan hasil suatu riset), Di sisi lain, berdasarkan analisis data

dan informasi sumberdaya yang ada, pihak investor bisa juga menyatakan suatu

potensi daerah di suatu lokasi tertentu.

5) Peraturan/Kebijakan Daerah

Menjelaskan Peraturan Daerah (Perda) yang telah dikeluarkan oleh

Pemerintah Daerah bersangkutan. Melalui situs web pemerintah daerah

inilah semua Perda yang telah dikeluarkan dapat disosialisasikan kepada

6) Buku Tamu

Tempat untuk menerima masukan dari pengguna situs web pemerintah

daerah bersangkutan.

Selain isi minimal seperti tersebut diatas, isi lainnya yang akan disajikan

pada suatu situs web pemerintah daerah diserahkan sepenuhnya kepada masing-

masing Penanggungjawab Situs dan Manajer Situs web pemerintah daerah,

tergantung pada kondisi setempat dan kesediaan data serta informasi yang

dimiliki oleh daerah bersangkutan.

Jika di dalam situs web pemerintah daerah akan dimasukkan berita,

sebaiknya berita yang disajikan adalah berita dari lingkungan eksekutif dan

legislatif pemerintah daerah setempat, bukan diambil dari surat kabar lokal.

Diharapkan berita situs web pemerintah daerah menjadi acuan atau referensi

2.4.2 Homepage Pemerintah Daerah

Gambar 2.1 (berbagai contoh situs web Pemerintah Daerah)

Homepage pada suatu situs web identik dengan sampul suatu buku yang

dipublikasi. Suatu bentuk homepage yang menarik akan mempunyai kesan

tersendiri bagi pengunjung situs web untuk ingin mengetahui lebih jauh tentang

isi dari situs web bersangkutan. Suatu homepage dari situs web pemerintah

daerah minimal menyangkut hal-hal sebagai berikut :

a) nama Pemerintah Daerah.

b) logo atau simbol Pemerintah Daerah.

d) suatu gambar dalam bentuk citra (image) yang memberikan informasi

tentang sesuatu yang menarik dari daerah bersangkutan (landmark), bisa

berbentuk pemandangan, gedung monumental, atau produk unggulan.

e) suatu teks kalimat yang berhubungan dengan keberadaan situs web

pemerintah daerah (jargon).

f) kontak e-mail (alamat e-mail Manajer Situs) untuk menyampaikan suatu

permintaan atau keterangan.

g) link dengan isi yang tersedia pada situs web pemerintah daerah.

h) fasilitas pencarian.

Khusus untuk kontak e-mail, hanya alamat e-mail yang mempunyai

domain .go.id yang bisa digunakan. Pemakaian alamat generik (seperti ‘manajersitus’, ‘sekda’) lebih diutamakan daripada alamat/nama pribadi, hal

tersebut dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya perubahan personil pada

manajemen situs web pemerintah daerah. Penanggungjawab situs web harus

memastikan bahwa semua e-mail ke alamat-alamat yang dituju dijawab dengan

segera, seperti halnya komunikasi fisik atau komunikasi elektronik lainnya

dengan instansi Pemerintah Daerah setempat.

2.4.3 Akuntabilitas Isi

2.4.3.1 Sangkalan Mengenai Isi

Situs web pemerintah daerah secara umum tidak perlu memuat

sangkalan tentang suatu isi (data dan informasi) yang terdapat pada situs

sangkalan umum pada suatu situs web seperti halnya yang dilakukan

pada bahan yang sama pada media cetak. Merupakan tanggung jawab

instansi, termasuk menyimpan bahan pada situs web secara akurat dan

mutakhir, dan secara jelas menunjukan periode waktu suatu data dan

informasi disebut baru, serta lokasi yang menggantikannya bilamana

terdapat bahan-bahan yang telah usang disajikan.

Sebuah penilaian mengenai suatu sangkalan isi apakah

diperlukan atau tidak hanya dapat dilakukan atas dasar kasus demi

kasus. Pengelola situs web pemerintah daerah perlu mempertimbangkan

kecermatan mengenai bahan, sumber bahan, dan kehandalan bahan

bersangkutan. Jika suatu data atau informasi bersumber dari instansi

pemerintah, baik pusat maupun daerah otonom, umumnya tidak wajar

untuk disangkal.

2.4.3.2 Kecermatan Isi dan Legitimasi

Kebutuhan akan perhatian terhadap keakuratan dan tepat waktu

dari suatu data dan informasi akan meningkat sesuai dengan peningkatan

inter aktifitas dari sebuah situs web. Pemeliharaan rutin situs web

pemerintah daerah dengan demikian merupakan suatu masalah penting,

dan dapat disederhanakan dengan cara :

(1) pemberian informasi yang sederhana.

(2) bentuk sederhana untuk download.

Informasi yang dipublikasi pada sebuah situs web pemerintah

daerah harus sesuai dengan prosedur yang berlaku pada publikasi non

elektronik agar mempunyai legitimasi yang sama. Hal ini berarti jika

terdapat suatu kesalahan publikasi pada internet akan mempunyai

konsekuensi yang sama pula jika dipublikasi secara non elektronik.

Informasi yang dapat dipublikasikan pada internet harus mengacu pada

aturan yang berlaku, baik menurut Undang-Undang maupun Peraturan

Daerah.

Dalam dokumen Pengembangan situs web Kabupaten Ngada. (Halaman 42-50)

Dokumen terkait