BAB II LANDASAN TEORI
2.4 Isi Situs Web Pemerintah Daerah
Unsur terpenting dari sebuah tampilan yang efektif situs web di internet adalah
isi (content) dan disain yang baik serta menarik. Organisasi yang ada di Pemerintah
ditulis dengan baik, jelas, dan singkat yang memenuhi kebutuhan masyarakat luas,
serta mudah diakses. Suatu informasi mutakhir yang dipublikasikan pada situs web di
internet hendaknya bersamaan dengan publikasi yang ada di media lain.
Sebuah situs web pemerintah daerah mempunyai persyaratan minimal untuk isi.
Pengelola situs web pemerintah daerah harus mampu menentukan apa yang
diharapkan oleh para pengguna mengenai apa yang seharusnya ada di situs web.
Organisasi-organisasi yang ada di pemerintah daerah sendirilah yang akan
menentukan bagaimana sebaiknya mengatur isi dengan memperhatikan masyarakat
pengguna situs web bersangkutan.
Analisis dan pengetahuan mengenai masyarakat pengguna untuk sebuah situs
web adalah penting, karena adanya kemungkinan perbedaan yang cukup besar antara
masyarakat untuk bagian-bagian situs web yang berbeda, atau untuk situs-situs web
yang berbeda di dalam sebuah tingkat organisasi pemerintahan daerah. Pada saat
merencanakan dan mengembangkan situs web pemerintah daerah, sebaiknya
dilakukan riset pasar yang dilakukan berulang kali untuk mendapatkan masukan
tentang isi yang disajikan pada situs web pemerintah daerah.
2.4.1 Isi Minimal Situs Web Pemerintah Daerah
Berdasarkan hasil pengamatan pada 90 (sembilan puluh) situs web
pemerintah daerah, dan hasil Jajak Pendapat pada 90 (sembilan puluh)
pengelola situs website pemerintah daerah, isi minimal pada setiap situs web
1) Selayang Pandang
Menjelaskan secara singkat tentang keberadaan Pemerintah Daerah
bersangkutan (sejarah, motto daerah, lambang dan arti lambang, lokasi
dalam bentuk peta, visi dan misi).
2) Pemerintahan Daerah
Menjelaskan struktur organisasi yang ada di Pemerintah Daerah
bersangkutan (eksekutif, legislatif) beserta nama, alamat, telepon, e-mail
dari pejabat daerah. Jika memungkinkan biodata dari Pimpinan Daerah
ditampilkan agar masyarakat luas mengetahuinya.
3) Geografi
Menjelaskan antara lain tentang keadaan topografi, demografi, cuaca dan
iklim, sosial dan ekonomi, budaya dari daerah bersangkutan. Semua data
dalam bentuk numeris atau statistik harus mencantumkan nama instansi dari
sumber datanya.
4) Peta Wilayah dan Sumberdaya
Menyajikan batas administrasi wilayah dalam bentuk peta wilayah
(sebaiknya digunakan peta referensi yang dikeluarkan oleh Badan
Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Bakosurtanal, atau instansi
pemerintah lainnya yang mempunyai tugas pokok dalam fungsi pembuat
peta) dan juga sumberdaya yang dimiliki oleh daerah bersangkutan dalam
instansi pemerintah yang mempunyai tugas pokok dan fungsi pembuat peta)
yang dapat digunakan untuk keperluan para pengguna.
Perlu dibedakan pengertian antara sumberdaya dan potensi daerah.
Potensi daerah adalah sesuatu yang tersimpan/ terkandung pada suatu lokasi
akibat daerah tersebut memiliki berbagai faktor, antara lain posisi atau letak,
akses (misalnya, letak jauh tetapi dapat dicapai akibat tersedianya prasarana
pergerakan yang dapat dibangun sejauh memenuhi suatu kondisi kelayakan
tertentu) atau sesuatu yang tersimpan di dalam benda tersebut, yang tersimpan
inilah yang disebut sebagai sumberdaya (baik manusia maupun natural).
Suatu potensi daerah lokasinya bisa dinyatakan oleh Pemerintah Daerah
setempat (berdasarkan hasil suatu riset), Di sisi lain, berdasarkan analisis data
dan informasi sumberdaya yang ada, pihak investor bisa juga menyatakan suatu
potensi daerah di suatu lokasi tertentu.
5) Peraturan/Kebijakan Daerah
Menjelaskan Peraturan Daerah (Perda) yang telah dikeluarkan oleh
Pemerintah Daerah bersangkutan. Melalui situs web pemerintah daerah
inilah semua Perda yang telah dikeluarkan dapat disosialisasikan kepada
6) Buku Tamu
Tempat untuk menerima masukan dari pengguna situs web pemerintah
daerah bersangkutan.
Selain isi minimal seperti tersebut diatas, isi lainnya yang akan disajikan
pada suatu situs web pemerintah daerah diserahkan sepenuhnya kepada masing-
masing Penanggungjawab Situs dan Manajer Situs web pemerintah daerah,
tergantung pada kondisi setempat dan kesediaan data serta informasi yang
dimiliki oleh daerah bersangkutan.
Jika di dalam situs web pemerintah daerah akan dimasukkan berita,
sebaiknya berita yang disajikan adalah berita dari lingkungan eksekutif dan
legislatif pemerintah daerah setempat, bukan diambil dari surat kabar lokal.
Diharapkan berita situs web pemerintah daerah menjadi acuan atau referensi
2.4.2 Homepage Pemerintah Daerah
Gambar 2.1 (berbagai contoh situs web Pemerintah Daerah)
Homepage pada suatu situs web identik dengan sampul suatu buku yang
dipublikasi. Suatu bentuk homepage yang menarik akan mempunyai kesan
tersendiri bagi pengunjung situs web untuk ingin mengetahui lebih jauh tentang
isi dari situs web bersangkutan. Suatu homepage dari situs web pemerintah
daerah minimal menyangkut hal-hal sebagai berikut :
a) nama Pemerintah Daerah.
b) logo atau simbol Pemerintah Daerah.
d) suatu gambar dalam bentuk citra (image) yang memberikan informasi
tentang sesuatu yang menarik dari daerah bersangkutan (landmark), bisa
berbentuk pemandangan, gedung monumental, atau produk unggulan.
e) suatu teks kalimat yang berhubungan dengan keberadaan situs web
pemerintah daerah (jargon).
f) kontak e-mail (alamat e-mail Manajer Situs) untuk menyampaikan suatu
permintaan atau keterangan.
g) link dengan isi yang tersedia pada situs web pemerintah daerah.
h) fasilitas pencarian.
Khusus untuk kontak e-mail, hanya alamat e-mail yang mempunyai
domain .go.id yang bisa digunakan. Pemakaian alamat generik (seperti ‘manajersitus’, ‘sekda’) lebih diutamakan daripada alamat/nama pribadi, hal
tersebut dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya perubahan personil pada
manajemen situs web pemerintah daerah. Penanggungjawab situs web harus
memastikan bahwa semua e-mail ke alamat-alamat yang dituju dijawab dengan
segera, seperti halnya komunikasi fisik atau komunikasi elektronik lainnya
dengan instansi Pemerintah Daerah setempat.
2.4.3 Akuntabilitas Isi
2.4.3.1 Sangkalan Mengenai Isi
Situs web pemerintah daerah secara umum tidak perlu memuat
sangkalan tentang suatu isi (data dan informasi) yang terdapat pada situs
sangkalan umum pada suatu situs web seperti halnya yang dilakukan
pada bahan yang sama pada media cetak. Merupakan tanggung jawab
instansi, termasuk menyimpan bahan pada situs web secara akurat dan
mutakhir, dan secara jelas menunjukan periode waktu suatu data dan
informasi disebut baru, serta lokasi yang menggantikannya bilamana
terdapat bahan-bahan yang telah usang disajikan.
Sebuah penilaian mengenai suatu sangkalan isi apakah
diperlukan atau tidak hanya dapat dilakukan atas dasar kasus demi
kasus. Pengelola situs web pemerintah daerah perlu mempertimbangkan
kecermatan mengenai bahan, sumber bahan, dan kehandalan bahan
bersangkutan. Jika suatu data atau informasi bersumber dari instansi
pemerintah, baik pusat maupun daerah otonom, umumnya tidak wajar
untuk disangkal.
2.4.3.2 Kecermatan Isi dan Legitimasi
Kebutuhan akan perhatian terhadap keakuratan dan tepat waktu
dari suatu data dan informasi akan meningkat sesuai dengan peningkatan
inter aktifitas dari sebuah situs web. Pemeliharaan rutin situs web
pemerintah daerah dengan demikian merupakan suatu masalah penting,
dan dapat disederhanakan dengan cara :
(1) pemberian informasi yang sederhana.
(2) bentuk sederhana untuk download.
Informasi yang dipublikasi pada sebuah situs web pemerintah
daerah harus sesuai dengan prosedur yang berlaku pada publikasi non
elektronik agar mempunyai legitimasi yang sama. Hal ini berarti jika
terdapat suatu kesalahan publikasi pada internet akan mempunyai
konsekuensi yang sama pula jika dipublikasi secara non elektronik.
Informasi yang dapat dipublikasikan pada internet harus mengacu pada
aturan yang berlaku, baik menurut Undang-Undang maupun Peraturan
Daerah.