• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pada bab ini berisi kesimpulan dari implementasi program secara

keseluruhan yang telah dilakukan dan saran-saran untuk

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 LANDASAN TEORI

2.1.1 Konsep Dasar Sistem Informasi

Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang

mempertemukan kebutuhan pengolah transaksi harian, mendukung operasi,

bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan

pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Leitch dan Davis,

1983).

Komponen sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang

disebutnya dengan istilah blok bangunan (building block) (Burch dan

Grudnistki,1986):

1. Blok Masukan

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini

termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan

dimasukkan, yang berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model

Blok ini terdiri kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan

memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara

3. Blok Keluaran

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi

yang berkualitas dan dokumen yang berguna untuk semua tingkatan

manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok Teknologi

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model,

menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran

dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

5. Blok Basis Data

Basis data (Database) merupakan kumpulan dari data yang saling

berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras

komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasi.

6. Blok Kendali

Untuk mencegah terjadinya kerusakan sistem ataupun bila terlanjur terjadi

kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

2.1.2 Nilai Dan Kualitas Informasi

Suatu informasi dikatakan bernilai apabila manfaat yang diperoleh

lebih berharga dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Akan tetapi

perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan didalam suatu sistem

informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan sehingga sulit untuk

memperolehnya, karena sebagian besar informasi digunakan tidak hanya oleh

satu pihak saja didalam perusahaan. Nilai informasi didasarkan atas sepuluh

sifat, yaitu (Sutabri,2003):

1. Mudah diperoleh

2. Luas dan lengkap

3. Ketelitian 4. Kecocokan 5. Ketepatan waktu 6. Kejelasan 7. Keluwesan 8. Dapat dibuktikan

9. Tidak ada prasangka

10.Dapat diukur.

Informasi bernilai sempurna apabila pengambil keputusan dapat

mengambil keputusan secara optimal dalam setiap hal, dan bukan keputusan

yang “ rata-rata” akan menjadi optimal dan untuk menghindari kejadian-

kejadian yang akan mendatangkan kerugian. Sedangkan kualitas informasi

tergantung dari tiga hal yaitu (Sutabri,2003):

Akurat (accurate)

Informasi harus bebas dari kesalahan, tidak menyesatkan dan harus jelas

informasi sampai ke penerima informasi mungkin banyak mengalami

gangguan (noise) yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut.

Tepat waktu (Timelines)

Informasi yang sampai pada si penerima tidak boleh terlambat. Informasi

yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi

merupakan landasan didalam pengambilan keputusan.

Relevan (relevance)

Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi

informasi untuk setiap orang, satu dengan lainnya adalah berbeda.

2.2 WORLD WIDE WEB (WWW) 2.2.1 Pengenalan WWW

WWW atau yang sering disebut dengan World Wide Web (Jaringan

Dunia Luas) merupakan salah satu layanan yang didapatkan oleh pemakai

komputer yang terhubung ke internet. Web awalnya sebagai penyedia informasi

dalam internet. Dengan menggunakan teknologi hypertext, pemakai dituntut

untuk menemukan informasi dengan mengikuti link yang disediakan dalam

dokumen web yang ditampilkan dalam browser web. Internet awalnya sebagai

penyedia informasi, kini digunakan juga untuk komunikasi dari e-mail sampai

2.2.2 Proses kerja WWW

Proses kerja Web mencakup dua hal penting, yaitu: software web

browser dan software web server. Kedua software ini bekerja seperti sebuah

sistem client dan server. Web browser yang bekerja sebagai client

memungkinkan kita dapat menginterpretasikan dan melihat informasi pada web,

sedang web server yang bertindak sebagai server memungkinkan kita untuk

menerima informasi yang diminta oleh browser (Sampurna,1996). Jika suatu

permintaan akan suatu informasi datang, web server mencari file yang diminta

tersebut kemudian mengirimkan ke browser yang memintanya. Ada beberapa

hal yang bersifat teknis yang mempengaruhi proses kerja web, yaitu:

1. HTTP (Hypertext Transfer Protocol)

HTTP adalah suatu protokol yang menentukan aturan yang perlu diikuti

oleh web server dalam menyediakan dokumen yang diminta web browser.

Protokol ini merupakan protokol standar yang digunakan untuk

mengakses dokumen HTML.

2. URL (Uniform Resource Locator)

URL adalah suatu sarana yang digunkan utnuk menentukan lokasi

informasi pada suatu web server. URL dapat diibaratkan sebagai suatu

alamat, dimana alamat itu terdiri dari:

• Protokol yang digunakan oleh suatu browser.

• Jalur/Path serta nama file di suatu informasi. Format umum dari suatu URL adalah sebagai berikut:

Protokol Transfer:

http: // nama_host / path / nama_file

contoh dari URL:

http: //situs_web / skripsi / indeks.html

dimana:

• http adalah protokol yang digunakan.

• Situs_web adalah nama dari server komputer. Dimana informasi yang dicari berada.

• Skripsi adalah jalur/path dari informasi yang dicari.

• Indeks.html adalah nama file dimana informasi tersebut berada. 3. Protokol Transfer

Protokol transfer aladah suatu protokol yang digunakan untuk mengirim

informasi di internet. HTTP adalah salah satu protokol transfer yang

merupakan standar untuk suatu dokumen web. Selain protokol HTTP,

dalam internet juga dikenal beberapa protokol lain diantaranya adalah:

4. DNS (Domain Name System)

Komputer-komputer di internet menggunakan suatu format penamaan

standar untuk mempermudah pengelolaan server komputer yang

berkembang dengan cepat. Sistem penamaan server komputer ini adalah

DNS (Domain Name System). DNS membuat suatu tingkat-tingkat

domain, yang merupakan kelompok komputer yang terhubung ke internet.

Contoh name domain: com, edu, int, mil, net, org, dll.

5. Homepage

Setiap perusahaan atau pribadi yang mempunyai informasi di WWW

memerlukan suatu alamat URL khusus yang disebut situs web. Setiap

informasi ini disimpan dalam suatu file yang berbeda-beda yang disebut

Web page. Di dalam web page inilah tersimpan berbagai informasi dan

link yang menghubungkan suatu informasi ke informasi lainnya, baik itu

di dalam web page yang sama, ataupun di dalam web page yang lain pada

situs web yang berbeda. Sebelum mengakses berbagai informasi pada

suatu situs web, maka akan menemui suatu web page pembuka yang

disebut homepage.

6. Browser

Untuk mengakses situs web memerlukan suatu program yang disebut web

browser atau biasa disebut dengan browser saja. Browser merupakan

suatu program yang dirancang untuk mengambil informasi-informasi dari

biasanya dikemas dalam page-page, dimana setiap page bisa mempunyai

beberapa link yang menghubungkan web page tersebut ke sumber

informasi lainnya. Jika suatu link diklik, browser akan melihat alamat dari

tujuan link tersebut, dan kemudian mencarinya di web server. Jika

browser menemukan alamat dari tujuan link tersebut, browser akan

menampilkan informasi yang ada, dan jika tidak menemukan, browser

akan memberikan suatu pesan yang menyatakan bahwa alamat tujuan link

tersebut tidak dapat ditemukan.

2.3 Menentukan Tujuan Pembuatan Situs Web 2.3.1 Membuat Tipe Situs Web

Sangatlah penting untuk mengetahui alasan utama mengapa harus

membuat situs web tersebut, situs web tersebut mempunyai dua tipe situs web

yaitu; situs web pribadi dan situs web professional. Menentukan situs web yang

akan dibuat sangatlah penting membantu dalam menetapkan fokus situs web itu

sendiri (Leitch dan Davis, 1983).

2.3.2 Menentukan Audiens

Audiens adalah salah satu faktor penunjang yang perlu diperhitungkan

karena kita bisa mendesain dan membuat situs web sesuai dengan kebutuhan

dan kemampuan yang dimiliki oleh audiens dan tidak kalah penting dari

2.3.3 Merencanakan Situs Web

Mulailah membuat daftar informasi yang ingin disertakan dalam situs.

Daftar ini akan terus berubah karena perancang selalu memikirkan perubahan

serta pengembangan. Masukkan beberapa item dari daftar kemudian tentukan

banyaknya informasi yang akan ditampilkan. Merencanakan struktur situs lebih

mudah jika dilakukan dengan ketelitian sehingga memperkecil kemungkinan

akan adanya kesalahan dalam mendesain situs web (Leitch dan Davis, 1983).

2.3.4 Mengatur Situs Web

Setelah merencanakan desain, kemudian memutuskan bagaimana untuk menjelajah situs web tersebut. Situs web adalah salah satu bentuk baru

dari media interaktif sehingga bisa mempengaruhi pemakai menjelajah situs.

Apakah pemakai bisa pindah ke halaman seberang homepage tertentu. Pada

situs web yang kecil tidak salah bila tiap halaman diakses dari homepage tetapi

pada situs yang besar dan rumit homepage bisa dijelajah dengan hypertext.

Semakin kompleks sebuah situs semakin banyak waktu dan uang yang diserap

dalam memeliharanya. Program homepage merupakan pusat kendali perancang

hyperlink dari web tersebut (Leitch dan Davis, 1983).

2.4 Isi Situs Web Pemerintah Daerah

Unsur terpenting dari sebuah tampilan yang efektif situs web di internet adalah

isi (content) dan disain yang baik serta menarik. Organisasi yang ada di Pemerintah

ditulis dengan baik, jelas, dan singkat yang memenuhi kebutuhan masyarakat luas,

serta mudah diakses. Suatu informasi mutakhir yang dipublikasikan pada situs web di

internet hendaknya bersamaan dengan publikasi yang ada di media lain.

Sebuah situs web pemerintah daerah mempunyai persyaratan minimal untuk isi.

Pengelola situs web pemerintah daerah harus mampu menentukan apa yang

diharapkan oleh para pengguna mengenai apa yang seharusnya ada di situs web.

Organisasi-organisasi yang ada di pemerintah daerah sendirilah yang akan

menentukan bagaimana sebaiknya mengatur isi dengan memperhatikan masyarakat

pengguna situs web bersangkutan.

Analisis dan pengetahuan mengenai masyarakat pengguna untuk sebuah situs

web adalah penting, karena adanya kemungkinan perbedaan yang cukup besar antara

masyarakat untuk bagian-bagian situs web yang berbeda, atau untuk situs-situs web

yang berbeda di dalam sebuah tingkat organisasi pemerintahan daerah. Pada saat

merencanakan dan mengembangkan situs web pemerintah daerah, sebaiknya

dilakukan riset pasar yang dilakukan berulang kali untuk mendapatkan masukan

tentang isi yang disajikan pada situs web pemerintah daerah.

2.4.1 Isi Minimal Situs Web Pemerintah Daerah

Berdasarkan hasil pengamatan pada 90 (sembilan puluh) situs web

pemerintah daerah, dan hasil Jajak Pendapat pada 90 (sembilan puluh)

pengelola situs website pemerintah daerah, isi minimal pada setiap situs web

1) Selayang Pandang

Menjelaskan secara singkat tentang keberadaan Pemerintah Daerah

bersangkutan (sejarah, motto daerah, lambang dan arti lambang, lokasi

dalam bentuk peta, visi dan misi).

2) Pemerintahan Daerah

Menjelaskan struktur organisasi yang ada di Pemerintah Daerah

bersangkutan (eksekutif, legislatif) beserta nama, alamat, telepon, e-mail

dari pejabat daerah. Jika memungkinkan biodata dari Pimpinan Daerah

ditampilkan agar masyarakat luas mengetahuinya.

3) Geografi

Menjelaskan antara lain tentang keadaan topografi, demografi, cuaca dan

iklim, sosial dan ekonomi, budaya dari daerah bersangkutan. Semua data

dalam bentuk numeris atau statistik harus mencantumkan nama instansi dari

sumber datanya.

4) Peta Wilayah dan Sumberdaya

Menyajikan batas administrasi wilayah dalam bentuk peta wilayah

(sebaiknya digunakan peta referensi yang dikeluarkan oleh Badan

Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Bakosurtanal, atau instansi

pemerintah lainnya yang mempunyai tugas pokok dalam fungsi pembuat

peta) dan juga sumberdaya yang dimiliki oleh daerah bersangkutan dalam

instansi pemerintah yang mempunyai tugas pokok dan fungsi pembuat peta)

yang dapat digunakan untuk keperluan para pengguna.

Perlu dibedakan pengertian antara sumberdaya dan potensi daerah.

Potensi daerah adalah sesuatu yang tersimpan/ terkandung pada suatu lokasi

akibat daerah tersebut memiliki berbagai faktor, antara lain posisi atau letak,

akses (misalnya, letak jauh tetapi dapat dicapai akibat tersedianya prasarana

pergerakan yang dapat dibangun sejauh memenuhi suatu kondisi kelayakan

tertentu) atau sesuatu yang tersimpan di dalam benda tersebut, yang tersimpan

inilah yang disebut sebagai sumberdaya (baik manusia maupun natural).

Suatu potensi daerah lokasinya bisa dinyatakan oleh Pemerintah Daerah

setempat (berdasarkan hasil suatu riset), Di sisi lain, berdasarkan analisis data

dan informasi sumberdaya yang ada, pihak investor bisa juga menyatakan suatu

potensi daerah di suatu lokasi tertentu.

5) Peraturan/Kebijakan Daerah

Menjelaskan Peraturan Daerah (Perda) yang telah dikeluarkan oleh

Pemerintah Daerah bersangkutan. Melalui situs web pemerintah daerah

inilah semua Perda yang telah dikeluarkan dapat disosialisasikan kepada

6) Buku Tamu

Tempat untuk menerima masukan dari pengguna situs web pemerintah

daerah bersangkutan.

Selain isi minimal seperti tersebut diatas, isi lainnya yang akan disajikan

pada suatu situs web pemerintah daerah diserahkan sepenuhnya kepada masing-

masing Penanggungjawab Situs dan Manajer Situs web pemerintah daerah,

tergantung pada kondisi setempat dan kesediaan data serta informasi yang

dimiliki oleh daerah bersangkutan.

Jika di dalam situs web pemerintah daerah akan dimasukkan berita,

sebaiknya berita yang disajikan adalah berita dari lingkungan eksekutif dan

legislatif pemerintah daerah setempat, bukan diambil dari surat kabar lokal.

Diharapkan berita situs web pemerintah daerah menjadi acuan atau referensi

2.4.2 Homepage Pemerintah Daerah

Gambar 2.1 (berbagai contoh situs web Pemerintah Daerah)

Homepage pada suatu situs web identik dengan sampul suatu buku yang

dipublikasi. Suatu bentuk homepage yang menarik akan mempunyai kesan

tersendiri bagi pengunjung situs web untuk ingin mengetahui lebih jauh tentang

isi dari situs web bersangkutan. Suatu homepage dari situs web pemerintah

daerah minimal menyangkut hal-hal sebagai berikut :

a) nama Pemerintah Daerah.

b) logo atau simbol Pemerintah Daerah.

d) suatu gambar dalam bentuk citra (image) yang memberikan informasi

tentang sesuatu yang menarik dari daerah bersangkutan (landmark), bisa

berbentuk pemandangan, gedung monumental, atau produk unggulan.

e) suatu teks kalimat yang berhubungan dengan keberadaan situs web

pemerintah daerah (jargon).

f) kontak e-mail (alamat e-mail Manajer Situs) untuk menyampaikan suatu

permintaan atau keterangan.

g) link dengan isi yang tersedia pada situs web pemerintah daerah.

h) fasilitas pencarian.

Khusus untuk kontak e-mail, hanya alamat e-mail yang mempunyai

domain .go.id yang bisa digunakan. Pemakaian alamat generik (seperti ‘manajersitus’, ‘sekda’) lebih diutamakan daripada alamat/nama pribadi, hal

tersebut dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya perubahan personil pada

manajemen situs web pemerintah daerah. Penanggungjawab situs web harus

memastikan bahwa semua e-mail ke alamat-alamat yang dituju dijawab dengan

segera, seperti halnya komunikasi fisik atau komunikasi elektronik lainnya

dengan instansi Pemerintah Daerah setempat.

2.4.3 Akuntabilitas Isi

2.4.3.1 Sangkalan Mengenai Isi

Situs web pemerintah daerah secara umum tidak perlu memuat

sangkalan tentang suatu isi (data dan informasi) yang terdapat pada situs

sangkalan umum pada suatu situs web seperti halnya yang dilakukan

pada bahan yang sama pada media cetak. Merupakan tanggung jawab

instansi, termasuk menyimpan bahan pada situs web secara akurat dan

mutakhir, dan secara jelas menunjukan periode waktu suatu data dan

informasi disebut baru, serta lokasi yang menggantikannya bilamana

terdapat bahan-bahan yang telah usang disajikan.

Sebuah penilaian mengenai suatu sangkalan isi apakah

diperlukan atau tidak hanya dapat dilakukan atas dasar kasus demi

kasus. Pengelola situs web pemerintah daerah perlu mempertimbangkan

kecermatan mengenai bahan, sumber bahan, dan kehandalan bahan

bersangkutan. Jika suatu data atau informasi bersumber dari instansi

pemerintah, baik pusat maupun daerah otonom, umumnya tidak wajar

untuk disangkal.

2.4.3.2 Kecermatan Isi dan Legitimasi

Kebutuhan akan perhatian terhadap keakuratan dan tepat waktu

dari suatu data dan informasi akan meningkat sesuai dengan peningkatan

inter aktifitas dari sebuah situs web. Pemeliharaan rutin situs web

pemerintah daerah dengan demikian merupakan suatu masalah penting,

dan dapat disederhanakan dengan cara :

(1) pemberian informasi yang sederhana.

(2) bentuk sederhana untuk download.

Informasi yang dipublikasi pada sebuah situs web pemerintah

daerah harus sesuai dengan prosedur yang berlaku pada publikasi non

elektronik agar mempunyai legitimasi yang sama. Hal ini berarti jika

terdapat suatu kesalahan publikasi pada internet akan mempunyai

konsekuensi yang sama pula jika dipublikasi secara non elektronik.

Informasi yang dapat dipublikasikan pada internet harus mengacu pada

aturan yang berlaku, baik menurut Undang-Undang maupun Peraturan

Daerah.

2.5 Basis Data

Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling terhubung satu dengan

yang lainnya. Penerapan basis data dalam sistem informasi disebut dengan sistem

basisdata (Yogiyanto,1999).

Basis data dapat juga diartikan sebagai kumpulan data tentang suatu benda atau

kejadian yang saling berhubungan satu sama lain (Waljiyanto,2000).

Sistem basis data adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan

kumpulan dari data yang saling terhubung satu dengan yang lainnya

(Yogiyanto,1999).

Alasan-alasan diperlukannya basis data adalah:

• Salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi.

• Menentukan kualitas informasi: akurat, tepat pada waktunya relevan. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya

mendapatkannya.

• Mengurangi duplikasi data (data redudancy)

• Hubungan data dapat ditingkatkan (data relatability)

• Mengurangi pemborosan tempat simpanan luar.

Beberapa istilah dalam perancangan basis data (Faried Irmansyah,2003):

1. Karakter

Karakter merupakan bagian data yang terkecil, dapat berupa karakter numerik,

huruf ataupun karakter-karakter khusus (special characters) yang membentuk

suatu item data/field.

2. Field

Field merepresentasikan suatu atribut dari record yang menunjukan suatu item

dari data, seperti misalnya nama, alamat dan lain sebagainya. Kumpulan dari field

membentuk suatu record. Field name harus diberi nama untuk membedakan field

yang satu dengan yang lainnya.

3. Record

Record merupakan kumpulan dari field membentuk suatu record. Record

menggambarkan suatu unit data individu yang tertentu. Kumpulan dari record

4. File

File terdiri dari record-record yang menggambarkan satu kesatuan data yang

sejenis. Misalnya file mata pelajaran berisi data tentang semua mata pelajaran

yang ada.

2.6 Entity Relationship Diagram (ERD)

ERD merupakan notasi grafis dalam pemodelan data konseptual yang

mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan. ERD digunakan untuk memodelkan

struktur data dan hubungan antar data, karena hal ini relatif kompleks. Dengan ERD

kita dapat menguji model dengan mengabaikan proses yang harus dilakukan. Dan

dengan ERD kita mencoba menjawab pertanyaan seperti; data apa yang kita

perlukan? Bagaimana data yang satu berhubungan dengan yang lain?(Faried

Irmansyah, 2003).

Dalam pemodelan ini dilakukan tahapan sebagai berikut:

• Memilih entity-entity yang akan disusun dalam basis data dan tentukan hubungan antara entity yang telah dipilih.

• Melengkapi atribut-atribut yang sesuai pada entity dan hubungan sehingga diperoleh bentuk tabel normal penuh.

ERD menggunakan sejumlah notasi dan simbol untuk menggambarkan struktur

dan hubungan antar data. Pada dasarnya ada tiga macam simbol yang digunakan

yaitu:

1. Entity

Entity adalah suatu objek yang dapat diidentifikasi dalam lingkungan pemakai,

sesuatu yang penting bagi pemakai dalam konteks sistem yang akan dibuat.

Entity digambarkan dalam bentuk persegi empat.

Gambar 2.2 Entity

2. Atribut

Entity mempunyai elemen yang disebut atribut, dan berfungsi mendeskripsikan

karakter entity. Setiap ERD bisa terdapat lebih dari satu atribut.

Gambar 2.3 Atribut

3. Hubungan (Relationship)

Relationship; sebagaimana halnya entity maka dalam hubungan pun harus

dibedakan antara hubungan atau bentuk hubungan antar entity dengan isi dari

hubungan itu sendiri.

Relationship digambarkan dalam bentuk intan/diamond.

Jenis-jenis hubungan:

One to one relationship dua entitas

Hubungan antara entitas pertama dengan entitas kedua adalah satu lawan satu.

Entitas B

Entitas A 1 1

Gambar 2.5 Relasi one to one

One to many relationship dua entitas

Hubungan antar entitas pertama dengan entitas kedua adalah satu lawan banyak

atau dapat dibalik menjadi banyak lawan satu.

Entitas B

Entitas A 1 n

Many to many relationship dua entitas

Hubungan antar entitas pertama dengan entitas kedua adalah banyak lawan

banyak.

Entitas B

Entitas A n n

Gambar 2.7 Relasi many to many

2.7 Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang

telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa

mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misal lewat

telepon, surat dan sebagainya). DFD merupakan alat yang digunakan pada

metodologi pengembangan sistem terstruktur (Yogiyanto, 1999).

Beberapa simbol yang digunakan di DFD untuk maksud mewakili:

1. External entity (kesatuan keluar)

Suatu sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan

menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar (External entity)

merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang,

organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan

memberikan input dan output dari sistem.

Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan suatu notasi kotak sebagai berikut:

Dalam dokumen Pengembangan situs web Kabupaten Ngada. (Halaman 33-200)

Dokumen terkait