Pada bab ini berisi kesimpulan dari implementasi program secara
keseluruhan yang telah dilakukan dan saran-saran untuk
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 LANDASAN TEORI
2.1.1 Konsep Dasar Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolah transaksi harian, mendukung operasi,
bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan
pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Leitch dan Davis,
1983).
Komponen sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang
disebutnya dengan istilah blok bangunan (building block) (Burch dan
Grudnistki,1986):
1. Blok Masukan
Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini
termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan
dimasukkan, yang berupa dokumen-dokumen dasar.
2. Blok Model
Blok ini terdiri kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan
memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara
3. Blok Keluaran
Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi
yang berkualitas dan dokumen yang berguna untuk semua tingkatan
manajemen serta semua pemakai sistem.
4. Blok Teknologi
Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model,
menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran
dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5. Blok Basis Data
Basis data (Database) merupakan kumpulan dari data yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras
komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasi.
6. Blok Kendali
Untuk mencegah terjadinya kerusakan sistem ataupun bila terlanjur terjadi
kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
2.1.2 Nilai Dan Kualitas Informasi
Suatu informasi dikatakan bernilai apabila manfaat yang diperoleh
lebih berharga dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Akan tetapi
perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan didalam suatu sistem
informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan sehingga sulit untuk
memperolehnya, karena sebagian besar informasi digunakan tidak hanya oleh
satu pihak saja didalam perusahaan. Nilai informasi didasarkan atas sepuluh
sifat, yaitu (Sutabri,2003):
1. Mudah diperoleh
2. Luas dan lengkap
3. Ketelitian 4. Kecocokan 5. Ketepatan waktu 6. Kejelasan 7. Keluwesan 8. Dapat dibuktikan
9. Tidak ada prasangka
10.Dapat diukur.
Informasi bernilai sempurna apabila pengambil keputusan dapat
mengambil keputusan secara optimal dalam setiap hal, dan bukan keputusan
yang “ rata-rata” akan menjadi optimal dan untuk menghindari kejadian-
kejadian yang akan mendatangkan kerugian. Sedangkan kualitas informasi
tergantung dari tiga hal yaitu (Sutabri,2003):
• Akurat (accurate)
Informasi harus bebas dari kesalahan, tidak menyesatkan dan harus jelas
informasi sampai ke penerima informasi mungkin banyak mengalami
gangguan (noise) yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut.
• Tepat waktu (Timelines)
Informasi yang sampai pada si penerima tidak boleh terlambat. Informasi
yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi
merupakan landasan didalam pengambilan keputusan.
• Relevan (relevance)
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi
informasi untuk setiap orang, satu dengan lainnya adalah berbeda.
2.2 WORLD WIDE WEB (WWW) 2.2.1 Pengenalan WWW
WWW atau yang sering disebut dengan World Wide Web (Jaringan
Dunia Luas) merupakan salah satu layanan yang didapatkan oleh pemakai
komputer yang terhubung ke internet. Web awalnya sebagai penyedia informasi
dalam internet. Dengan menggunakan teknologi hypertext, pemakai dituntut
untuk menemukan informasi dengan mengikuti link yang disediakan dalam
dokumen web yang ditampilkan dalam browser web. Internet awalnya sebagai
penyedia informasi, kini digunakan juga untuk komunikasi dari e-mail sampai
2.2.2 Proses kerja WWW
Proses kerja Web mencakup dua hal penting, yaitu: software web
browser dan software web server. Kedua software ini bekerja seperti sebuah
sistem client dan server. Web browser yang bekerja sebagai client
memungkinkan kita dapat menginterpretasikan dan melihat informasi pada web,
sedang web server yang bertindak sebagai server memungkinkan kita untuk
menerima informasi yang diminta oleh browser (Sampurna,1996). Jika suatu
permintaan akan suatu informasi datang, web server mencari file yang diminta
tersebut kemudian mengirimkan ke browser yang memintanya. Ada beberapa
hal yang bersifat teknis yang mempengaruhi proses kerja web, yaitu:
1. HTTP (Hypertext Transfer Protocol)
HTTP adalah suatu protokol yang menentukan aturan yang perlu diikuti
oleh web server dalam menyediakan dokumen yang diminta web browser.
Protokol ini merupakan protokol standar yang digunakan untuk
mengakses dokumen HTML.
2. URL (Uniform Resource Locator)
URL adalah suatu sarana yang digunkan utnuk menentukan lokasi
informasi pada suatu web server. URL dapat diibaratkan sebagai suatu
alamat, dimana alamat itu terdiri dari:
• Protokol yang digunakan oleh suatu browser.
• Jalur/Path serta nama file di suatu informasi. Format umum dari suatu URL adalah sebagai berikut:
Protokol Transfer:
http: // nama_host / path / nama_file
contoh dari URL:
http: //situs_web / skripsi / indeks.html
dimana:
• http adalah protokol yang digunakan.
• Situs_web adalah nama dari server komputer. Dimana informasi yang dicari berada.
• Skripsi adalah jalur/path dari informasi yang dicari.
• Indeks.html adalah nama file dimana informasi tersebut berada. 3. Protokol Transfer
Protokol transfer aladah suatu protokol yang digunakan untuk mengirim
informasi di internet. HTTP adalah salah satu protokol transfer yang
merupakan standar untuk suatu dokumen web. Selain protokol HTTP,
dalam internet juga dikenal beberapa protokol lain diantaranya adalah:
4. DNS (Domain Name System)
Komputer-komputer di internet menggunakan suatu format penamaan
standar untuk mempermudah pengelolaan server komputer yang
berkembang dengan cepat. Sistem penamaan server komputer ini adalah
DNS (Domain Name System). DNS membuat suatu tingkat-tingkat
domain, yang merupakan kelompok komputer yang terhubung ke internet.
Contoh name domain: com, edu, int, mil, net, org, dll.
5. Homepage
Setiap perusahaan atau pribadi yang mempunyai informasi di WWW
memerlukan suatu alamat URL khusus yang disebut situs web. Setiap
informasi ini disimpan dalam suatu file yang berbeda-beda yang disebut
Web page. Di dalam web page inilah tersimpan berbagai informasi dan
link yang menghubungkan suatu informasi ke informasi lainnya, baik itu
di dalam web page yang sama, ataupun di dalam web page yang lain pada
situs web yang berbeda. Sebelum mengakses berbagai informasi pada
suatu situs web, maka akan menemui suatu web page pembuka yang
disebut homepage.
6. Browser
Untuk mengakses situs web memerlukan suatu program yang disebut web
browser atau biasa disebut dengan browser saja. Browser merupakan
suatu program yang dirancang untuk mengambil informasi-informasi dari
biasanya dikemas dalam page-page, dimana setiap page bisa mempunyai
beberapa link yang menghubungkan web page tersebut ke sumber
informasi lainnya. Jika suatu link diklik, browser akan melihat alamat dari
tujuan link tersebut, dan kemudian mencarinya di web server. Jika
browser menemukan alamat dari tujuan link tersebut, browser akan
menampilkan informasi yang ada, dan jika tidak menemukan, browser
akan memberikan suatu pesan yang menyatakan bahwa alamat tujuan link
tersebut tidak dapat ditemukan.
2.3 Menentukan Tujuan Pembuatan Situs Web 2.3.1 Membuat Tipe Situs Web
Sangatlah penting untuk mengetahui alasan utama mengapa harus
membuat situs web tersebut, situs web tersebut mempunyai dua tipe situs web
yaitu; situs web pribadi dan situs web professional. Menentukan situs web yang
akan dibuat sangatlah penting membantu dalam menetapkan fokus situs web itu
sendiri (Leitch dan Davis, 1983).
2.3.2 Menentukan Audiens
Audiens adalah salah satu faktor penunjang yang perlu diperhitungkan
karena kita bisa mendesain dan membuat situs web sesuai dengan kebutuhan
dan kemampuan yang dimiliki oleh audiens dan tidak kalah penting dari
2.3.3 Merencanakan Situs Web
Mulailah membuat daftar informasi yang ingin disertakan dalam situs.
Daftar ini akan terus berubah karena perancang selalu memikirkan perubahan
serta pengembangan. Masukkan beberapa item dari daftar kemudian tentukan
banyaknya informasi yang akan ditampilkan. Merencanakan struktur situs lebih
mudah jika dilakukan dengan ketelitian sehingga memperkecil kemungkinan
akan adanya kesalahan dalam mendesain situs web (Leitch dan Davis, 1983).
2.3.4 Mengatur Situs Web
Setelah merencanakan desain, kemudian memutuskan bagaimana untuk menjelajah situs web tersebut. Situs web adalah salah satu bentuk baru
dari media interaktif sehingga bisa mempengaruhi pemakai menjelajah situs.
Apakah pemakai bisa pindah ke halaman seberang homepage tertentu. Pada
situs web yang kecil tidak salah bila tiap halaman diakses dari homepage tetapi
pada situs yang besar dan rumit homepage bisa dijelajah dengan hypertext.
Semakin kompleks sebuah situs semakin banyak waktu dan uang yang diserap
dalam memeliharanya. Program homepage merupakan pusat kendali perancang
hyperlink dari web tersebut (Leitch dan Davis, 1983).
2.4 Isi Situs Web Pemerintah Daerah
Unsur terpenting dari sebuah tampilan yang efektif situs web di internet adalah
isi (content) dan disain yang baik serta menarik. Organisasi yang ada di Pemerintah
ditulis dengan baik, jelas, dan singkat yang memenuhi kebutuhan masyarakat luas,
serta mudah diakses. Suatu informasi mutakhir yang dipublikasikan pada situs web di
internet hendaknya bersamaan dengan publikasi yang ada di media lain.
Sebuah situs web pemerintah daerah mempunyai persyaratan minimal untuk isi.
Pengelola situs web pemerintah daerah harus mampu menentukan apa yang
diharapkan oleh para pengguna mengenai apa yang seharusnya ada di situs web.
Organisasi-organisasi yang ada di pemerintah daerah sendirilah yang akan
menentukan bagaimana sebaiknya mengatur isi dengan memperhatikan masyarakat
pengguna situs web bersangkutan.
Analisis dan pengetahuan mengenai masyarakat pengguna untuk sebuah situs
web adalah penting, karena adanya kemungkinan perbedaan yang cukup besar antara
masyarakat untuk bagian-bagian situs web yang berbeda, atau untuk situs-situs web
yang berbeda di dalam sebuah tingkat organisasi pemerintahan daerah. Pada saat
merencanakan dan mengembangkan situs web pemerintah daerah, sebaiknya
dilakukan riset pasar yang dilakukan berulang kali untuk mendapatkan masukan
tentang isi yang disajikan pada situs web pemerintah daerah.
2.4.1 Isi Minimal Situs Web Pemerintah Daerah
Berdasarkan hasil pengamatan pada 90 (sembilan puluh) situs web
pemerintah daerah, dan hasil Jajak Pendapat pada 90 (sembilan puluh)
pengelola situs website pemerintah daerah, isi minimal pada setiap situs web
1) Selayang Pandang
Menjelaskan secara singkat tentang keberadaan Pemerintah Daerah
bersangkutan (sejarah, motto daerah, lambang dan arti lambang, lokasi
dalam bentuk peta, visi dan misi).
2) Pemerintahan Daerah
Menjelaskan struktur organisasi yang ada di Pemerintah Daerah
bersangkutan (eksekutif, legislatif) beserta nama, alamat, telepon, e-mail
dari pejabat daerah. Jika memungkinkan biodata dari Pimpinan Daerah
ditampilkan agar masyarakat luas mengetahuinya.
3) Geografi
Menjelaskan antara lain tentang keadaan topografi, demografi, cuaca dan
iklim, sosial dan ekonomi, budaya dari daerah bersangkutan. Semua data
dalam bentuk numeris atau statistik harus mencantumkan nama instansi dari
sumber datanya.
4) Peta Wilayah dan Sumberdaya
Menyajikan batas administrasi wilayah dalam bentuk peta wilayah
(sebaiknya digunakan peta referensi yang dikeluarkan oleh Badan
Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Bakosurtanal, atau instansi
pemerintah lainnya yang mempunyai tugas pokok dalam fungsi pembuat
peta) dan juga sumberdaya yang dimiliki oleh daerah bersangkutan dalam
instansi pemerintah yang mempunyai tugas pokok dan fungsi pembuat peta)
yang dapat digunakan untuk keperluan para pengguna.
Perlu dibedakan pengertian antara sumberdaya dan potensi daerah.
Potensi daerah adalah sesuatu yang tersimpan/ terkandung pada suatu lokasi
akibat daerah tersebut memiliki berbagai faktor, antara lain posisi atau letak,
akses (misalnya, letak jauh tetapi dapat dicapai akibat tersedianya prasarana
pergerakan yang dapat dibangun sejauh memenuhi suatu kondisi kelayakan
tertentu) atau sesuatu yang tersimpan di dalam benda tersebut, yang tersimpan
inilah yang disebut sebagai sumberdaya (baik manusia maupun natural).
Suatu potensi daerah lokasinya bisa dinyatakan oleh Pemerintah Daerah
setempat (berdasarkan hasil suatu riset), Di sisi lain, berdasarkan analisis data
dan informasi sumberdaya yang ada, pihak investor bisa juga menyatakan suatu
potensi daerah di suatu lokasi tertentu.
5) Peraturan/Kebijakan Daerah
Menjelaskan Peraturan Daerah (Perda) yang telah dikeluarkan oleh
Pemerintah Daerah bersangkutan. Melalui situs web pemerintah daerah
inilah semua Perda yang telah dikeluarkan dapat disosialisasikan kepada
6) Buku Tamu
Tempat untuk menerima masukan dari pengguna situs web pemerintah
daerah bersangkutan.
Selain isi minimal seperti tersebut diatas, isi lainnya yang akan disajikan
pada suatu situs web pemerintah daerah diserahkan sepenuhnya kepada masing-
masing Penanggungjawab Situs dan Manajer Situs web pemerintah daerah,
tergantung pada kondisi setempat dan kesediaan data serta informasi yang
dimiliki oleh daerah bersangkutan.
Jika di dalam situs web pemerintah daerah akan dimasukkan berita,
sebaiknya berita yang disajikan adalah berita dari lingkungan eksekutif dan
legislatif pemerintah daerah setempat, bukan diambil dari surat kabar lokal.
Diharapkan berita situs web pemerintah daerah menjadi acuan atau referensi
2.4.2 Homepage Pemerintah Daerah
Gambar 2.1 (berbagai contoh situs web Pemerintah Daerah)
Homepage pada suatu situs web identik dengan sampul suatu buku yang
dipublikasi. Suatu bentuk homepage yang menarik akan mempunyai kesan
tersendiri bagi pengunjung situs web untuk ingin mengetahui lebih jauh tentang
isi dari situs web bersangkutan. Suatu homepage dari situs web pemerintah
daerah minimal menyangkut hal-hal sebagai berikut :
a) nama Pemerintah Daerah.
b) logo atau simbol Pemerintah Daerah.
d) suatu gambar dalam bentuk citra (image) yang memberikan informasi
tentang sesuatu yang menarik dari daerah bersangkutan (landmark), bisa
berbentuk pemandangan, gedung monumental, atau produk unggulan.
e) suatu teks kalimat yang berhubungan dengan keberadaan situs web
pemerintah daerah (jargon).
f) kontak e-mail (alamat e-mail Manajer Situs) untuk menyampaikan suatu
permintaan atau keterangan.
g) link dengan isi yang tersedia pada situs web pemerintah daerah.
h) fasilitas pencarian.
Khusus untuk kontak e-mail, hanya alamat e-mail yang mempunyai
domain .go.id yang bisa digunakan. Pemakaian alamat generik (seperti ‘manajersitus’, ‘sekda’) lebih diutamakan daripada alamat/nama pribadi, hal
tersebut dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya perubahan personil pada
manajemen situs web pemerintah daerah. Penanggungjawab situs web harus
memastikan bahwa semua e-mail ke alamat-alamat yang dituju dijawab dengan
segera, seperti halnya komunikasi fisik atau komunikasi elektronik lainnya
dengan instansi Pemerintah Daerah setempat.
2.4.3 Akuntabilitas Isi
2.4.3.1 Sangkalan Mengenai Isi
Situs web pemerintah daerah secara umum tidak perlu memuat
sangkalan tentang suatu isi (data dan informasi) yang terdapat pada situs
sangkalan umum pada suatu situs web seperti halnya yang dilakukan
pada bahan yang sama pada media cetak. Merupakan tanggung jawab
instansi, termasuk menyimpan bahan pada situs web secara akurat dan
mutakhir, dan secara jelas menunjukan periode waktu suatu data dan
informasi disebut baru, serta lokasi yang menggantikannya bilamana
terdapat bahan-bahan yang telah usang disajikan.
Sebuah penilaian mengenai suatu sangkalan isi apakah
diperlukan atau tidak hanya dapat dilakukan atas dasar kasus demi
kasus. Pengelola situs web pemerintah daerah perlu mempertimbangkan
kecermatan mengenai bahan, sumber bahan, dan kehandalan bahan
bersangkutan. Jika suatu data atau informasi bersumber dari instansi
pemerintah, baik pusat maupun daerah otonom, umumnya tidak wajar
untuk disangkal.
2.4.3.2 Kecermatan Isi dan Legitimasi
Kebutuhan akan perhatian terhadap keakuratan dan tepat waktu
dari suatu data dan informasi akan meningkat sesuai dengan peningkatan
inter aktifitas dari sebuah situs web. Pemeliharaan rutin situs web
pemerintah daerah dengan demikian merupakan suatu masalah penting,
dan dapat disederhanakan dengan cara :
(1) pemberian informasi yang sederhana.
(2) bentuk sederhana untuk download.
Informasi yang dipublikasi pada sebuah situs web pemerintah
daerah harus sesuai dengan prosedur yang berlaku pada publikasi non
elektronik agar mempunyai legitimasi yang sama. Hal ini berarti jika
terdapat suatu kesalahan publikasi pada internet akan mempunyai
konsekuensi yang sama pula jika dipublikasi secara non elektronik.
Informasi yang dapat dipublikasikan pada internet harus mengacu pada
aturan yang berlaku, baik menurut Undang-Undang maupun Peraturan
Daerah.
2.5 Basis Data
Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling terhubung satu dengan
yang lainnya. Penerapan basis data dalam sistem informasi disebut dengan sistem
basisdata (Yogiyanto,1999).
Basis data dapat juga diartikan sebagai kumpulan data tentang suatu benda atau
kejadian yang saling berhubungan satu sama lain (Waljiyanto,2000).
Sistem basis data adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan
kumpulan dari data yang saling terhubung satu dengan yang lainnya
(Yogiyanto,1999).
Alasan-alasan diperlukannya basis data adalah:
• Salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi.
• Menentukan kualitas informasi: akurat, tepat pada waktunya relevan. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya
mendapatkannya.
• Mengurangi duplikasi data (data redudancy)
• Hubungan data dapat ditingkatkan (data relatability)
• Mengurangi pemborosan tempat simpanan luar.
Beberapa istilah dalam perancangan basis data (Faried Irmansyah,2003):
1. Karakter
Karakter merupakan bagian data yang terkecil, dapat berupa karakter numerik,
huruf ataupun karakter-karakter khusus (special characters) yang membentuk
suatu item data/field.
2. Field
Field merepresentasikan suatu atribut dari record yang menunjukan suatu item
dari data, seperti misalnya nama, alamat dan lain sebagainya. Kumpulan dari field
membentuk suatu record. Field name harus diberi nama untuk membedakan field
yang satu dengan yang lainnya.
3. Record
Record merupakan kumpulan dari field membentuk suatu record. Record
menggambarkan suatu unit data individu yang tertentu. Kumpulan dari record
4. File
File terdiri dari record-record yang menggambarkan satu kesatuan data yang
sejenis. Misalnya file mata pelajaran berisi data tentang semua mata pelajaran
yang ada.
2.6 Entity Relationship Diagram (ERD)
ERD merupakan notasi grafis dalam pemodelan data konseptual yang
mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan. ERD digunakan untuk memodelkan
struktur data dan hubungan antar data, karena hal ini relatif kompleks. Dengan ERD
kita dapat menguji model dengan mengabaikan proses yang harus dilakukan. Dan
dengan ERD kita mencoba menjawab pertanyaan seperti; data apa yang kita
perlukan? Bagaimana data yang satu berhubungan dengan yang lain?(Faried
Irmansyah, 2003).
Dalam pemodelan ini dilakukan tahapan sebagai berikut:
• Memilih entity-entity yang akan disusun dalam basis data dan tentukan hubungan antara entity yang telah dipilih.
• Melengkapi atribut-atribut yang sesuai pada entity dan hubungan sehingga diperoleh bentuk tabel normal penuh.
ERD menggunakan sejumlah notasi dan simbol untuk menggambarkan struktur
dan hubungan antar data. Pada dasarnya ada tiga macam simbol yang digunakan
yaitu:
1. Entity
Entity adalah suatu objek yang dapat diidentifikasi dalam lingkungan pemakai,
sesuatu yang penting bagi pemakai dalam konteks sistem yang akan dibuat.
Entity digambarkan dalam bentuk persegi empat.
Gambar 2.2 Entity
2. Atribut
Entity mempunyai elemen yang disebut atribut, dan berfungsi mendeskripsikan
karakter entity. Setiap ERD bisa terdapat lebih dari satu atribut.
Gambar 2.3 Atribut
3. Hubungan (Relationship)
Relationship; sebagaimana halnya entity maka dalam hubungan pun harus
dibedakan antara hubungan atau bentuk hubungan antar entity dengan isi dari
hubungan itu sendiri.
Relationship digambarkan dalam bentuk intan/diamond.
Jenis-jenis hubungan:
• One to one relationship dua entitas
Hubungan antara entitas pertama dengan entitas kedua adalah satu lawan satu.
Entitas B
Entitas A 1 1
Gambar 2.5 Relasi one to one
• One to many relationship dua entitas
Hubungan antar entitas pertama dengan entitas kedua adalah satu lawan banyak
atau dapat dibalik menjadi banyak lawan satu.
Entitas B
Entitas A 1 n
• Many to many relationship dua entitas
Hubungan antar entitas pertama dengan entitas kedua adalah banyak lawan
banyak.
Entitas B
Entitas A n n
Gambar 2.7 Relasi many to many
2.7 Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang
telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misal lewat
telepon, surat dan sebagainya). DFD merupakan alat yang digunakan pada
metodologi pengembangan sistem terstruktur (Yogiyanto, 1999).
Beberapa simbol yang digunakan di DFD untuk maksud mewakili:
1. External entity (kesatuan keluar)
Suatu sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan
menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar (External entity)
merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang,
organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan
memberikan input dan output dari sistem.
Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan suatu notasi kotak sebagai berikut: