BAB II KAJIAN TEORITIS
E. Islam dan Lingkungan Hidup
Penanganan lingkungan hidup seperti tersebut diatas ditengah-tengah lingkungan umat beragama, tentu saja menghentakkan sekaligus menggelitik pikiran kita. Adakah ajaran agama yang mengandung pesan-pesan moral dalam hal penataan lingkungan? Jika ada, mengapa penataan dan kondisi lingkungan hidup di tanah air belum sesuai dengan yang diharapkan? lalu dimana letak
kesalahan tersebut?.56
Jika kita melihat kembali defeinisi mengenai lingkungan hidup sebagaimana yang telah dipaparkan pada bagian sebelumnya, kita akan sampai pada kesimpulan bahwa sesungguhnya lingkungan hidup adalah semua ciptaan
Allah yang saling berkaitan dan terikat dengan hukum Allah (Sunnatullah).
Masalah kebersihan lingkungan merupakan masalah serius yang dihadapi masyarakat saat ini, jika diamati maka masalah kebersihan, sampah dan selokan air yang kotor masih cukup merusak pemandangan di setiap penjuru tempat tinggal kita masing-masing. Sebenarnya, salah satu karakteristik perilaku peradaban Islam adalah perhatian yang tinggi terhadap kebersihan. Perhatian yang tinggi ini tidak pernah ada tandingannya dalam agama-agama sebelumnya tidak
pula dalam filsafat manapun.57
Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kelestarian dan keseimbangan Lingkungan hidup, di dalam Alquran telah banyak memberikan informasi spiritual kepada manusia untuk selalu menjaga dan melestarikan lingkungan, sebab apa yang Allah berikan kepada manusia semata-mata
56
Katimin, Politik Masyara kat Pluralis: Menuju Tatanan Masyarakat Berkeadilan dan Berperadaban (Bandung: Citapustaka Media Perintis, 2010), h. 85.
57Maizer Said Nahdi dan Aziz Gufron, “Etika Lingkungan Dalam Perspektif Yusuf
merupakan suatu amanah, hal tersebut dalam Alquran banyak membuktikan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kepada umatnya untuk bersikap ramah lingkungan, diantara beberapa pembahasan tentang lingkungan dalam Alquran antara lain: lingkungan sebagai suatu sistem, tanggungjawab manusia untuk memelihara lingkungan hidup, larangan merusak lingkungan, sumber daya vital dan problematikanya, peringatan mengenai kerusakan lingkungan hidup yang terjadi karena ulah tangan manusia dan pengelolaan yang mengabaikan petunjuk
Allah serta solusi pengelolaan lingkungan.58
Sangat banyak sekali ayat Alquran yang menjelaskan tentang kewajiban menjaga dan melestarikan lingkungan. Allah Swt menyebut bahwa lingkungan dalam artian alam semesta ini merupakan nikmat anugerah-Nya kepada manusia:
Artinya: “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan
untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.59
Pada ayat selanjutnya Allah menjelaskan bahwa lingkungan dan alam ini disediakan untuk mencukupi keperluan hajat hidup manusia serta sebagai sumber rezeki bagi manusia:
58
Abdul Majid bin Aziz, Mujizat Al-Qur‟an dan As-Sunnah Tentang IPTEK (Jakarta : Gema Insani Press, 1997), h. 194.
59
Artinya:“Dan Kami telah menghampa rkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keper luan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi
rezeki kepadanya”.60
Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu manusia memerlukan sumber daya alam. Hal ini berarti manusia harus mengambil dan menggunakan sesuatu dari lingkungan sekitarnya. Kemudian, melepaskan sisa-sisa (limbah) ke
lingkungan juga.61
Secara terang-terangan Alquran mengatakan bahwa segala jenis kerusakan yang terjadi di permukaan bumi ini adalah ulah tangan manusia yang gagal berinteraksi secara sehat dengan lingkungan:
Artinya: “Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh
perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”.62
Melalui ayat ini seharusnya menjadi bahan pertimbangan bagi manusia untuk mengelola lingkungan ini secara baik agar tidak terjadi bencana yang pada ujungnya hanya akan menambah penderitaan manusia itu sendiri. Sedangkan pada
ayat yang lain Allah menjelaskan bahwa amr dalam bentuk larangan secara tegas
dinyatakan agar manusia tidak merusak semua yang telah diciptakan Allah.
60
Q.S. Al-Hijir/15: 19-20.
61
Risman, Bersahabat Dengan Lingkungan Hidup (Jakarta: Swakarya, 2005), h. 1.
62
Artinya: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah
(Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada -Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”.63
Di dalam ayat lain dijelaskan juga bahwa melakukan tindakan yang merusak lingkungan merupakan salah satu ciri-ciri orang munafik dan tindakan semacam itu digolongkan kepada tindakan kejahatan
Artinya: “Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk
mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan”.64
Pada akhirnya, Allah memerintahkan agar anugerah alam raya yang luar biasa ini di jaga dari kerusakan oleh manusia yang telah di daulat sebagai khalifah di bumi:
Artinya: “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan
Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang”.65 63 Q.S. Al-A‟raf/7: 56. 64 Q.S. Al-Baqarah/2: 205. 65 Q.S. Al-An‟am/6: 165.
Didalam Islam tidak ada pemisahan antara teologi agama dengan sosial, budaya termasuk lingkungan. Pada dasarnya semua hal yang berkaitan dengan pengaturan kehidupan manusia telah diatur secara lengkap dan semua tertera didalam Alquran. Islam sangat memperhatikan dan menganjurkan agara memperhatikan lingkungan dengan cara menjaga kebersihan. Di dalam sebuah hadis Rasulullah Saw bersabda:
Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Ishaq ibn Mansur, telah menceritakan kepada kami Habban bin Hilal, telah menceritakan kepadakami Aban, telah menceritakan kepada kami Yahya, bahwasanya Zaid telah menceritakan kepadanya, dari Abu Malik al-Asy‟ari ia berkata, Rasulullah Saw Bersabda: „Kebersihan itu sebahagian dari iman, Alhamdulillah keduanya memenuhi antara
langit dan bumi. Shalat itu adalah nur, sedekah itu adalah dalil dan sabar itu adalah cahaya, serta Alquran itu hujjah untuk membelamu atau menentangmu. Setiap manusia berusaha untuk menjual dirinya, sebagian menyelamatkannya dan
sebagian mencelakakannya”. (HR. Muslim).66
Dalam hadis yang lain Rasulullah Saw menjelaskan bahwa barang siapa yang merusak lingkungan akan ditempatkan di neraka:
66
Muslim ibn al-H{ajja>j Abu> al-Husai>n al-Qusyai>ri an-Naisaburi>, S{ah}ih} Muslim,
Artinya: “Barang siapa yang menebang pohon tanpa alasan maka Allah akan
meletakkan kepalanya di dalam api neraka”. (HR. Abu Dawud).67
Pedoman agama Islam sangat jelas dalam membudayakan pemeliharaan lingkungan agar tidak tercemar dan tetap bermanfaat bagi kehidupan orang banyak terungkap melalui hadis Nabi Muhammad Saw berikut:
Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. Bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:
takutlah kamu sekalian terhadap dua hal yang dapat memperoleh laknat. Mereka (para sahabat) bertanya: apakah yang dimaksud dengan dua hal yang dapat memperoleh laknat itu? Rasulullah Saw menjawab: yaitu buang air di jalan yang
dilalui manusia dan tempat manusia berteduh”. (HR. Muslim).68
Demikian pula pada hadis yang lain, Rasulullah melarang buang air pada air yang tergenang. Hal ini mensinyalir bahwa tradisi Islam sangat memperhatikan lingkungan dari pencemaran:
Artinya: “Dari Jabir r.a. Bahwasanya Rasulullah Saw telah melarang buang air
pada air yang tergenang”. (HR. Muslim).69
Melihat penjelasan sekaligus pengutan ayat Alquran dan hadis diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa pembahasan lingkungan hidup dalam Islam meliputi; 1) Lingkungan hidup sebagai ciptaan Allah mencakup alam raya dan
67
Abu> Da>wud Sulaima>n ibn al-Asy‟as\ al-Sijista>ni, Sunan Abi Da> wud , Juz II (Beirut: Da>r al-Fikr, 1414 H/1994 M), h. 728.
68
Muh}yiddi>n Abi> Zakariya, Riyad}us S{a> lih}i> n (Mesir: Ja>mi‟ Al-Azhar, tt), h. 574.
69
seluruh isinya dengan Allah sebagai pusatnya. 2) Manusia dan lingkungan hidup yakni manusia disamping sebagai hamba Allah juga sebagai Khalifah-Nya dan 3) Alam sebagai amanah yang harus dijaga dan dilestarikan.
Islam menekankan kepada umatnya agar mencontohkan Nabi Muhammad Saw yang membawa rahmat untuk seluruh alam. Manusia dituntun untuk menghormati proses-proses yang sedang tumbuh dan terhadap apa saja yang ada di bumi, etika agama terhadap lingkungan mengantarkan manusia dari kerusakan. Setiap perusakan terhadap lingkungan hidup dinilai sebagai perusakan pada diri
manusia itu sendiri70. Sebagaimana yang telah difirmankan Allah dalam Alquran
surah Hu>d/11: 61
… …
Artinya: “Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan
kamu pemakmurannya.”
Dari uraian di atas dapat dipahami dan diyakini, bahwa hubungan manusia dengan alam sekitarnya adalah hubungan yang terkait satu sama lain. Alam semesta ciptaan Allah SWT dan lingkungan tempat manusia hidup merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan umat manusia secara keseluruhan, bahkan
amat nyata benar bahwa hubungan itu dibingkai dengan aqidah dan syari‟ah.
Pada dasarnya konsep pendidikan Islam berupaya mengembangkan potensi peserta didik secara maksimal, yang menyangkut aspek jasmaniah, maupun rohaniah; akal dan akhlak.Dengan optimalisasi seluruh potensi yang dimilikinya, Pendidikan Islam berupaya mengantarkan peserta didik kearah kedewasaan pribadi secara paripurna, yaitu yang beriman dan berilmu pengetahuan. Kesemua itu diharapkan saling mempengaruhi antara satu dengan yang lain dalam perkembangannya mencapai tujuan pendidikan yang
70
Quraish Shihab. Membumikan Al-Qur‟an Fungsi dan Peran Wahyu (Bandung: Mizan, 1995), h.29.
diinginkan,71 yaitu sebagai „Abd dan Khalifah fil ard}. Artinya, Pendidikan Islam
sebagaiAgent of change Islamic culture akan mampu menjadikan dirinya
sebagaiorang yang mampu merubah kebudayaan Islam bagi terciptanya kemaslahatan seluruh umat manusia dan alam semesta. Disamping itu, diperlukan pola hidup sederhana agar lingkungan dapat terpelihara dengan baik. Pola hidup sederhana itu berarti pola hidup yang wajar dan selaras dengan lingkungannya dengan menggunakan sumberdaya secara halal dan sah, hemat tidak
mencemarkan lingkungan hidup dan dengan daya guna yang tinggi.72
Lingkungan hidup yang dipahami sebagai obyek sekaligus amanah yang dititipkan Allah SWT untuk manusia haruslah mendapatkan tempat seimbang disisi manusia, dengan penempatan makna yang baik maka lingkungan hidup akan terhindar dari nilai pemberian Tuhan untuk manusia yang harus dikuasai dan dieksploitasi sesuai keinginan manusia itu sendiri, sebuah nilai bentuk kesadaran yang baik terhadap lingkungan hidup haruslah ditanamkan sejak dini terhadap pemahaman umat manusia demi keberlangsungan hidup yang harmonis sesuai
dengan cita-cita hidup beragama. Oleh karena itu, Islam sebagai Rahmatan Lil
Alamin hadir sebagai agama yang mampu memberikan pondasi nilai-nilai
kehidupan yang baik dan pendidikan Islam sebagai media untuk
mentransformasikan nilai-nilai tersebut.
Disamping itu, untuk menjaga lingkungan maka setiap orang perlu menerapkan etika keseimbangan lingkungan, seperti yang di ungkapkan oleh Mochammad Sodiq yaitu:
1.Manusia adalah bagian dari lingkungan yang tidak dapat dipisahkan
dengan makhluk lain dan bukan penguasa lingkungan. Dalam hal ini, manusia harus menyayangi dirinya, semua makhluk hidup lainnya serta lingkungannya.
2.Tuhan menciptakan lingkungan untuk semua penghuni alam semesta,
bukan hanya untuk manusia. manusia sebagai khalifah Tuhan harus mengelola lingkungan/alam semesta dengan benar dan adil
71
H.M. Arifin,Kapita Selekta Pendidikan Islam Dan Umum (Jakarta: Bina Aksara, 1991),h. 44.
72
3.Manusia harus mengelola dan menjaga lingkungan dengan bijaksana guna kepentingan generasi muda selanjutnya.
4.Sumber daya alam terbatas, sehingga manusia dalam pemanfaatannya
harus hemat, diperbaharui dan tidak boros
5.Hubungan manusia dengan lingkungan harus saling menguntungkan
6.Fungsi utama manusia dalam menjaga keseimbangan adalah mengawasi
dan mencegah kelompok tertentu mengeksploitasi secara berlebihan SDA dan merusak lingkungan
7.Negara berperan untuk mencegah terjadinya eksploitasi sumber daya
alam yang berlebihan.73
Manusia sebagai pelaku pendidikan memiliki peranan penting dalam menjaga kelestarian hidup yang seimbang, maka dibutuhkan kesadaran diri sebagai makhluk hidup yang saling keterikatan hubungan dengan yang lain. Didalam Islam, kapasitas akan kesadaran diri manusia adalah menyadari eksistensinya sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang harus menjalankan fungsinya sebagai khalifah (pemimpin di muka bumi ini dan mengelolanya),
sebagai Abdullah, yang punya kewajiban untuk mengabdi dan beribadah kepada
Sang Khaliq, menggunakan potensi yang diberikan Allah berupa akal, hati, pendengaran dan penglihatan untuk memahami tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah.