BAB III METODE PENELITIAN
4.2. Penyebab Terjadinya Perilaku Menyimpang dalam Novel Negeri
4.2.7 Hak Istimewa yang Tidak Baik
Terjadinya hak istimewa yang terjadi karena adanya hubungan darah, teman dekat atau kerabat yang menduduki jabatan tertentu. Contoh penyebab terjadinya perilaku menyimpang dalam Novel Negeri para Bedebah Episode 1-14 dapat dilihat pada paragraf berikut ini:
”aku juga tahu bahwa terlalu banyak transaksi tidak bisa dijelaskan di bank itu. Enam tahun menguasai bank itu, Om Liem terlalu ambisius, tidak hati-hati, menggampangkan banyak hal, dan melanggar begitu banyak regulasi demi pertumbuhan bisnisnya. Ram kembali menghela napas”. (Tere Liye. 2012:41).
Pada paragraf di atas menunjukkan bahwa penyebab terjadinya perilaku menyimpang pada Ram karena kerabat dekat dari Thomas yang menduduki jabatan tertentu. Ram yang kenal juga dengan Om Liem banyak mengetahui tentang buruknya tingkah laku serta ambisius yang dihalalkan Om Liem demi bisnisnya.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Dari hasil penelitian yang telah saya lakukan dapat disimpulkan bahwa dalam Novel Negeri Para Bedebah Episode 1-14 terdapat perilaku yang menyimpang yaitu:
A. Perilaku menyimpang yang terdapat dalam Novel Negeri para Bedebah Episode 1-14:
1. Penyalahgunaan jabatan adalah melanggar aturan tertulis yang menjadi dasar kewenangan, memiliki maksud yang menyimpang walaupun perbuatan sudah sesuai dengan peraturan.
2. Demonstrasi Anarkis adalah gerakan protes yang merupakan wujud nyata kekecewaan massa diwarnai dengan aksi tindakan kekerasan.
3. Menghalalkan segala cara adalah usaha seseorang untuk mencapai suatu tujuan dengan cara yang tidak baik.
4. Pengkhianatan adalah kejahatan yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain mencakup beberapa hal tindakan kejahatan serius.
5. Pemalsuan atau penipuan adalah sebuah kebohongan yang dibuat untuk keuntungan pribadi tetapi merugikan orang lain.
6. Kolusi adalah kerja sama secara melawan hukum antara penyelenggara negara dengan pihak lain yang mana kerja sama secara diam-diam untuk maksud tidak terpuji yang dapat merugikan orang lain.
7. Nepotisme adalah suatu tindakan yang melawan hukum dengan memilih kerabat sendiri, teman sendiri untuk memegang jabatan tertentu dalam perusahaan atau pemerintahan.
B. Penyebab terjadinya perilaku menyimpang yang terdapat dalam Novel Negeri para Bedebah Episode 1-14 yaitu:
1. Penyebab terjadinya kepentingan pribadi karena untuk memeuaskan diri tanpa memikirkan orang lain, untuk membantu kerabat atau keluarga jika dalam masalah tertentu dan demi memuluskan bisnisnya.
2. Penyebab terjadinya rasa kekecewaan karena tidak terkabulnya harapan massa dalam usahanya untuk menerima hasil dari bunga uang arisan yang dijanjikan oleh keluarga Edward-Liem.
3. Penyebab terjadinya mencapai tujuan tertentu karena untuk memeroleh sesuatu dengan cara tidak baik yang akan dilakukan tokoh-tokoh dalam Novel Negeri para Bedebah Episode 1-14.
4. Penyebab terjadinya tipu daya karena adanya daya upaya yang buruk untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.
5. Penyebab terjadinya peluang karena adanya kesempatan pada waktu tertentu yang dilakukan seseorang terhadap orang lain untuk memeroleh keuntungan.
6. Penyebab terjadinya kerja sama yang tidak baik karena dengan membuat kesepakatan tersembunyi agar segala urusannya mejadi lancar.
7. Penyebab terjadinya hak istimewa yang tidak baik karena adanya hubungan darah, teman dekat atau kerabat yang menduduki jabatan tertentu.
5.2 Saran
Gambaran Novel Negeri para Bedebah Episode 1-14 karya Tere Liye masih memiliki
berbagai permasalahan yang dapat dikaji. Dalam penelitian ini hanya terbatas pada gambaran perilaku menyimpang dengan pendekatan sosiologi sastra. Sudah tentu penelitian ini belum mengkaji secara menyeluruh segala aspek yang ada dalam novel. Oleh karena itu, penelitian
DAFTAR PUSTAKA
Cahyo, Eko Prawoto (2013) “Kekerasan Negara Pada Warga dalam Novel Lampuki Karya Arafat Nur Tinjauan: Sosiologi Sastra”. Skripsi. Surabaya: FKIP, Universitas PGRI Adi Buana.
Endraswara. 2011. Metodologi Penelitian Sastra: Epsitemologi, Model, Teori, dan Aplikasi.
Yogyakarta: Media Presindo.
Endraswara. 2013. Metodologi Penelitian Sastra: Epsitemologi, Model, Teori, dan Aplikasi.
Yogyakarta: CAPS.
Faruk. 2012. Pengantar sosiologi sastra: dari strukturalisme genetik sampai post- Modernisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fatamah, Marganing. 2013. “Penyimpangan Moral dalam Novel Negeri Para Bedebah Karya Tere Liye: Tinjauan Sosiologi Sastra dan Implementasi dalam Pembelajaran SMA”.
Skripsi. Surakarta: FKIP, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Nazir. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pranata, Andrey. 2009. “Novel Orang-Orang Proyek Karya Ahmad Tohari”. Skripsi. Medan:
FIB, Universitas Sumatera Utara.
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka.
Ratna, Kutha Nyoman. 2003. Paradigma Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ratna, Kutha Nyoman. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Rees, R.J. 1973. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Safta, Hadi. 2011. “Analisis Sosiologi Sastra Terhadap Drama LOKER karya Yulhasni”.
Skripsi. Medan: FIB, Universitas Sumatera Utara.
Siswantoro. 2005. Metode Penelitian Sastra Analisis Psikologi Sastra. Surakarta:
Muhamaddiyah University Press.
Suyanto, Bagong. 2010. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan.Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Tantawi, Isma. 2014. Bahasa Indonesia Akademik. Bandung: Citapustaka Media.
Turnip, Jansudin Saragih. 2012. “Dampak Sosial Korupsi dalam Novel d.I.a. cinta dan presiden Karya Noorca M. Massardi”. Skripsi. Medan: FIB, Universitas Sumatera Utara.
INTERNET:
http://listpdf.com/pe/perilaku-menyimpang-pdf.html.
A. Lampiran 1
Sinopsis Novel Negeri para Bedebah:
Beberapa tahun silam, Tomy kecil merupakan anak dari Edward yang merupakan salah satu anak dari Opa. Edward memiliki satu saudara yang bernama Liem. Opa merupakan warga keturunan China yang dahulu pada zaman kolonial mengungsi dari daratan China ke Indonesia. Sesampainya di Indonesia, opa mendirikan usaha kecil- kecilan. Setelah anak-anaknya tumbuh dewasa, akhirnya mereka membantu bisnis orang tuanya. Mereka mempunyai bisnis keluarga, yaitu menjual dagangan terigu. Semakin hari usaha yang didirikan keluarga Edward-Liem berkembang pesat. Kemudian, Liem memiliki ide untuk membuat arisan berantai keluarga Liem-Edward kepada warga.
Beberapa saat kemudian, muncul berbagai permasalahan di dalam bisnis keluarga tersebut. Mulai dari terlambatnya pemberian bunga kepada investor arisan berantai, sehingga hal ini menyebabkan pemilik modal berdemo di depan rumah keluarga Opa. Lalu datanglah Wusdi (polisi bintang tiga) dan Tunga (jaksa) yang berusaha menenangkan para warga yang berdemo. Namun, mereka malah meminta surat-surat beharga kepada keluarga Opa dan berjanji akan mengurus masalah yang ada saat itu. Namun, mereka berkhianat dan pergi dari lokasi kejadian. Wargapun marah, dan akhirnya membakar rumah tersebut. Edward dan istrinya meninggal terpanggang api. Opa, Liem, istrinya, dan Tomy.
Tomy tumbuh dewasa. Dia berusaha untuk menghapus ingatan masa lalunya dengan mengganti namanya menjadi Thomas. Iapun menjadi pemuda sukses yang bekerja sebagai konsultan keuangan. Setiap perkataannya menjadi perhatian publik terhadap prediksinya dalam perekonomian. Suatu ketika, perusahaan milik Om Liem dilanda masalah kembali.
Bank Semesta, salah satu milik Om Liem tersebut kalah kliring sehingga terancam dilikuidasi. Namun, Thomas yang masih menyimpan dendam kepada Omnya tersebut sedikit sungkan untuk membantu Bank Semesta.
Namun, dengan motif untuk mengungkap permasalahan yang sebenarnya terjadi, akhirnya Thomas bersedia membantu. Ia berusaha untuk mengungkap setiap celah kejahatan di bank tersebut. Bank yang seharusnya sudah ditutup 6 tahun lalu karena sudah banyak melakukan tindakan kejahatan karena merekayasa setiap transaksi perbankan. Di dalam bank terdapat para musuh yang menjalankan praktik kotor tersebut, hingga pejabat negara, rekan bisnis, dan musuh yang ada di dalam keluarga Thomas. Ia dengan cekatan menghadapi setiap masalah yang terjadi demi menyelamatkan bank semesta dan membalas dendam tehadap keluarganya. Siapa sebenarnya dibalik kejahatan yang terjadi tehadap keluarganya? Apakah kejadian yang melanda Bank Semesta sama seperti kejadian saat ia masih kecil?
Dua hari berlalu setelah hari Sabtu, ia berhasil mengungkap siapa sebenarnya para bedebah sesungguhnya. Mulai dari Tuan Shinpei, yang merupakan rekan bisnis Om Liem yang menginginkan seluruh harta keluarga Opa. Ram, merupakan anak angkat Om Liem yang yang berkhianat dan menjadi tangan kanan Shinpei. Wusdi dan Tunga yang berusaha untuk mengambil harta keluarga Opa juga. Erick yang merupakan salah satu pejabat Bank Semesta yang berusaha menutupi kejahatan Bank dengan membuat laporan palsu.
Bank semesta akhirnya diselamatkan oleh pemerintah, dengan memberikan bail out terhadap bank tersebut.
B. Lampiran 2
Biografi Tere Liye
Tere Liye merupakan nama pena seorang penulis tanah air yang produktif dan berbakat. Nama pena Tere Liye sendiri diambil dari bahasa India dan memiliki arti untukmu.
Sebelum nama pena Tere Liye terkenal, ia menggunakan nama pena Darwis. Dan sampai sekarang, masyarakat umum bisa berkomunikasi dengan Tere Liye melalui facebook dengan nama "Darwis Tere Liye". Banyak penulis biografi singkatnya yang menyimpulkan nama aslinya adalah Darwis.
Meskipun Tere Liye bisa di anggapsalah satu penulis yang telah banyak memnghasilkan karya-karya best seller. Tapi biodata atau biografi Tere Liye yang bisa ditemukan sangat sedikit bahkan hampir tidak ada informasi mengenai kehidupan serta keluarganya. Bahkan di halaman belakang novel-novelnya pun tidak ada biografi singkat penulisnya.
Berbeda dari penulis-penulis yang lain, Tere Liye memang sepertinya tidak ingin dipublikasikan ke umum terkait kehidupan pribadinya. Mungkin itu cara yang ia pilih, hanya berusaha memberikan karya terbaik dengan tulus dan sederhana.
Tere Liye lahir dan tumbuh dewasa di pedalaman Sumatera Selatan. Ia lahir pada tanggal 21-Mei-1979. Tere Liye menikah dengan Riski Amelia dan dikaruniai seorang putra bernama Abdullah Pasai dan seorang putri bernama Faizah Azkia.
Ia berasal dari keluarga sederhana yang orang tuanya berprofesi sebagai petani biasa.
Anak ke enam dari tujuh bersaudara ini sampai sekarang telah menghasilkan 14 karya.
Bahkan beberapa di antaranya telah di angkat ke layar lebar.
Tere Liye menyelesaikan masa pendidikan dasar di SDN 2 dan SMP 2 Kikim Timur, Sumatera Selatan. Kemudian melanjutkan ke SMUN 9 Bnadar Lampung. Setelah selesai di
Bandar Lampung, ia meneruskan ke Universitas Indonesia dengan mengambil fakultas Ekonomi.
Karya-karya Tere Liye yang sudah diterbitkan adalah Hafalan Shalat Delisa (Republika, 2005), Moga Bunda Disayang Allah (Republika, 2005), Mimpi-Mimpi Si Patah Hati (AddPrint, 2005), The Gogons Series: James & Incridible Incodents (Gramedia Pustaka Umum, 2006), Cintaku Antara Jakarta dan Kuala Lumpur (AddPrint, 2006), Rembulan Tenggelam di Wajahmu (Grafindo 2006 & Republika 2009), Sang Penandai (Serambi, 2007), Bidadari-Bidadari Surga (Republika, 2008), Senja Bersama Rosie (Grafindo, 2008), Burlian (Republika, 2009), Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (Gramedia Pustaka Umum, 2010), Pukat (Republika, 2010), Eliana, Serial Anak-Anak Mamak (Republika, 2011), Ayahku (Bukan) Pembohong (Gramedia Pustaka Utama, 2011), Sepotong Hati yang Baru (Mahaka, 2012), Negeri Para Bedebah (Gramedia Pustaka Utama, 2012), Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah (Gramedia Pustaka Utama, 2012), Berjuta Rasanya (Mahaka, 2012), Negeri Di Ujung Tanduk (Gramedia Pustaka Utama, 2013), Amelia, Serial Anak-Anak Mamak I (Republika, 2013), dan Bumi (Gramedia Pustaka Utama, 2014).
Corak isi Novel Tere Liye biasanya mengetengahkan seputar pengetahuan moral dan Agama Islam. Penyampaiannya yang unik serta sederhana menjadi nilai tambah bagi tiap novelnya. Karena kesederhanaanya, tiap kita membaca lembaran demi lembaran novelnya, kita serasa melihat di depan mata apa yang Tere Liye sedang sampaikan. Uniknya kita tidak akan merasa sedang di gurui meskipun dari tulisan-tulisannya itu tersimpan pesan moral, sosial dan pendidikan Agama Islam yang penting.
Kesederhanaanlah yang mampu membuka hati, dan kalau hati kita sudah terbuka maka akan sangat mudah setiap pesan-pesan positif itu sampai.