• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISU-ISU STRATEGIS

Dalam dokumen RENSTRA BAB I PENDAHULUAN (Halaman 27-36)

3.1 Gambaran Umum Daerah Terkait Dengan Pelayanan

Dalam kurun waktu lima tahun ke depan, persoalan yang dihadapi oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berkaitan dengan ketenagakerjaan sebagai urusan wajib dan ketransmigrasian sebagai urusan pilihan mencakup:

a. Secara demografis, penduduk Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2012 berjumlah 4.587.562 jiwa, terdiri atas 2.228.493 jiwa laki-laki dan 2.359.069 jiwa perempuan, jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki, namun tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan.

Hal tersebut menggambarkan tingkat pengangguran yang dialami oleh perempuan lebih tinggi dari pada laki-laki.

b. Terjadinya transfomasi struktur perekonomian dari sektor primer (pertanian) ke sektor sekunder dan tersier (industri dan jasa) yang tidak diiringi dengan transformasi ketenagakerjaan. Pertumbuhan sektor sekunder dan tersier tidak diimbangi oleh kualitas tenaga kerja yang berakibat pada meningkatnya jumlah pengangguran.

c. Kondisi sosial ekonomi masyarakat perdesaan lebih rendah dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Ketimpangan ini berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam di wilayah-wilayah strategis dan cepat tumbuh yang belum optimal dan pembangunan infrastruktur pendukungnya yang belum memadai.

d. Tujuan umum pembangunan bidang ketenagakerjaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah membentuk iklim social ekonomi dan budaya yang mendukung produktivitas tenaga kerja sehingga dapat hidup layak, berkualitas dan sejahtera, sedangkan tujuan umum bidang pembangunan bidang ketransmigrasian adalah fasilitasi perpindahan penduduk untuk memanfaatkan sumber daya alam secara berkesinambungan di wilayah potensial melalui penyediaan areal permukiman yang layak huni, layak usaha, layak berkembang dan layak lingkungan secara asri dan lestari sehingga transmigran dapat hidup secara berkualitas dan sejahtera.

e. Sasaran yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan pembangunan bidang ketenagakerjaan adalah meningkatnya jumlah tenaga kerja yang produktif dan berkualitas dalam hubungan kerja yang harmonis dan saling menguntungkansedangkan sasaran pembangunan bidang ketransmigrasian adalah meningkatnya kualitas dan kemampuan transmigran dalam mengembangkan usahanya di lingkungan permukiman baru.

RENSTRA 2013 - 2018

Dalam rangka mencapai tujuan dan mewujudkan sasaran pembangunan tersebut maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat menetapkan program dan kegiatan yang didukung oleh dana APBD Provinsi NTB dan dana dekosentrasi dan tugas pembantuan dari Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.

3.2. Hasil-Hasil Yang Dicapai Lima Tahun Sebelumnya (2009-2013) I. KETENAGAKERJAAN

a. Tenaga Kerja Asing (TKA)

Jumlah TKA yang tercatat pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov.

NTB sebanyak 226 orang. Masing-masing bekerja pada Sektor Jasa sebanyak 66 orang, Sektor Bangunan sebanyak 27 orang, Sektor Perdagangan sebanyak 33 orang, Sektor Angkutan sebanyak 40 orang, Sektor Keuangan sebanyak 12 orang dan Sektor Pertambangan sebanyak 15 orang.

b. Antar Kerja Antar Negara (AKAN)

Perkembangan pelayanan penempatan dan perlindungan TKI melalui LTSP sebagai berikut :

1. Penempatan

Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Luar Negeri mencapai 250.830 orang, dengan rincian sebagai berikut :

 Tahun 2009 sebanyak 53.731 Orang terdiri dari Laki-laki 32.903 Orang dan Perempuan 20.828 orang

 Tahun 2010 sebanyak 56.150 Orang terdiri dari Laki-laki 37.428 Orang dan Perempuan 18.722 orang

 Tahun 2011 sebanyak 58.230 Orang terdiri dari Laki-laki 44.088 Orang dan Perempuan 14.142 orang

 Tahun 2012 sebanyak 37.020 Orang terdiri dari Laki-laki 45.397 Orang dan Perempuan 5.483 orang

 Tahun 2013 sebanyak 45.699 Orang terdiri dari Laki-laki 36.702 Orang dan Perempuan 8.997 orang

Sebagai gambaran bahwa 2 tahun terakhir jumlah pengiriman TKI perempuan (TKW) menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dimungkinkan karena diberlakukannya moratorium pengiriman PLRT ke luar negeri

RENSTRA 2013 - 2018

(khususnya Saudi Arabia), yang diawali oleh Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggaara Barat.

2. PPTKIS (Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta).

Upaya pembinaan dan penertiban PPTKIS (Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta) yang beroperasi di NTB terus dilakukan secara koordinatif bersama BP3TKI, Kepolisian Daerah NTB, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten/Kota dan unit terkait lainnya yang tergabung dalam Satgas Penanganan TKI yang berpedoman antara lain pada Pergub. Nomor 2 tahun 2011 tentang Pelaksanaan Penempatan dan Perlindungan TKI Provinsi Nusa Tenggara Barat. Terhadap PPTKIS yang nakal/kurang bertanggung jawab (mengalihkan negara tujuan, memalsukan dokumen, mengabaikan TKI dan lain-lain) dibekukan aktifitasnya. Hal ini tercermin dari perkembangan jumlah PPTKIS yang mampu bertahan semakin menurun.

 Tahun 2009 sebanyak 352 PPTKIS

 Tahun 2010 sebanyak 274 PPTKIS

 Tahun 2011 sebanyak 208 PPPTKIS

 Tahun 2012 sebanyak 146 PPTKIS

 Tahun 2013 sebanyak 184 PPTKIS

Untuk memantapkan pelaksanaan Pergub Nomor 2 tahun 2011, telah diadakan sosialisasi di seluruh Kabupaten/Kota dan Provinsi NTB bersama Biro Hukum Setda Provinsi NTB.

Selain itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, BP3TKI. APJATI Pusat dan APJATI NTB juga telah memfasilitasi pelaksanaan pelatihan bagi para Pelaksana Lapangan (PL) PPTKIS sebagai perekrut langsung CTKI di lapangan.

Sehingga diharapkan dapat meminimalisir beroperasinya calo-calo tenaga kerja liar yang mengatasnamakan PPTKIS tertentu.

3. TKI Deportasi

Sebagai bagian dari peningkatan pelayanan terhadap TKI melalui LTSP, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk pemulangan TKI Deportasi, baik yang berasal dari Malaysia maupun Timur Tengah.

RENSTRA 2013 - 2018

a. TKI Deportasi Malaysia

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. NTB memberikan pelayanan untuk mengantar TKI Deportasi Malaysia hingga alamat tempat tinggalnya. sebanyak 13.261 orang.

b. TKI Deportasi Timur Tengah

Untuk TKI Deportasi Timur Tengah, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi berkoordinasi dengan BNP2TKI dan BP3TKI yang telah bekerja sama dengan PO. Bus Safari Dharma Raya dan pihak Kepolisian untuk memulangkan ke alamat masing-masing. Terhadap TKI/TKW yang sakit sudah dijalin kerja sama dengan RS. Bhayangkara Polda NTB.

Melalui forum satgas juga dijalin kerjasama dengan dinas sosial kependudukan dan Catatan Sipil NTB, menyiapkan shelter bagi TKI/TKW deportasi yang membutuhkan penampungan sementara.

c. TKI Berkasus Hukum

TKI berkasus hukum di negara penempatan hingga Semester I Tahun 2013 sebanyak 349 kasus. Upaya yang dilakukan terhadap TKI kita yang tersangkut kasus hukum di negara penempatan adalah dengan melakukan koordinasi dengan pusat, baik Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Kementerian Luar Negeri RI dan BNP2TKI jumlah kasus selesai 247 kasus dan dalam proses 102 kasus.

d. Antar Kerja Antar Daerah (AKAD)

Penempatan Tenaga Kerja Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dapat terealisasi sebanyak 4.731 orang. Masing-masing Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 1.514 orang, Kalimantan Barat sebanyak 563 orang, Kalimantan Tengah sebanyak 951 orang dan Kalimantan Timur sebanyak 922 orang, yang ditempatkan pada sektor perkebunan kelapa sawit.

e. Remitansi

Remitansi atau Pengiriman uang TKI yang dikirim ke tanah air khususnya Provinsi Nusa Tenggara Barat dari tahun ke tahun mengalami peningkatan baik yang dikirim melalui BI dan Pos selama 5 (lima) tahun 2009-2013 sebesar Rp.

3.192.417.258.485,- yang ditempatkan di Negara Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Jordan, Korea, Malaysia, Brunei, Filipina, Hongkong, Jepang/Tokyo, Singapura dan Negara lain.

RENSTRA 2013 - 2018

Remitansi TKI tertinggi berasal dari tenga kerja yang bekerja di Saudi Arabia.

f. Pelatihan

Program yang dilakukan dalam upaya memacthingkan tuntutan pasar kerja dengan keterampilan tenaga kerja (link and match) di NTB antara lain dengan mengoptimalkan fungsi BLK/LLK/KLK baik milik Pemerintah Daerah Provinsi NTB, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota maupun Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) sebagai mitra kerja pemerintah, dengan menerapkan sistem pelatihan berbasis kompetensi, pemagangan dalam dan luar negeri sesuai kebutuhan pasar kerja dengan jumlah tenaga kerja yang sudah dilatih mencapai 28.986 orang, terdiri atas :

 BLK/LLK/KLK Pemerintah : 17.391 orang

 LPKS : 10.352 orang

 Pemagangan Dalam Negeri : 1.100 orang

 Pemagangan Luar Negeri : 143 orang

Jenis kompetensi yang dilatih antara lain sebagai berikut ; processing, menjahit, teknik pendingin, sepeda motor, komputer, perhotelan, mobil, instalasi penerangan, elektronika, bangunan kayu, baja ringan, teknisi tv, teknisi hp, meubeleur, las, tata rias dan bahasa asing. Baik melalui dana APBN, APBD maupun Swadana dengan rincian sebagai berikut :

 BLK Mataram sebanyak 6.918 orang

 LLK Selong sebanyak 2.960 orang

 BLK Praya sebanyak 5.022 orang

 LLK Bima sebanyak 1.131 orang

 LLK Sumbawa sebanyak 1.296 orang

 KSB sebanyak 64 orang

 LPKS sebanyak 10.352 orang

 Pemagangan sebanyak 1.243 orang

Selain pelatihan kompetensi dan magang, melalui dukungan APBN juga telah dilaksanakan Pelatihan Wirausaha dan Peningkatan Produktivitas.

Pelatihan dilaksanakan di 5 (lima) Kabupaten/Kota, bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota se-NTB dan Dinas Koperasi UKM dan Disperindag dengan jumlah peserta sebanyak 1.650 orang, tersebar di seluruh Kabupaten/Kota.

RENSTRA 2013 - 2018

Hal lain yang dilakukan terkait dengan pelatihan kompetensi adalah mendorong tumbuh kembangnya Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS).

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. NTB telah mengevaluasi dan merekomendasikan beberapa LPKS dan sudah disetujui untuk mendapatkan bantuan program pelatihan dan bantuan peralatan pelatihan melalui APBN sebanyak 13 LPKS, sebagai berikut :

 Kab. Lombok Timur dengan kejuruan Tata Rias Pengantin

 LPK Sur Salon

 LPK Fitri

 LPK Karisma

 LPK Holan Salon

 LPK Rori

 LPK Robita

 LPK Yola

 LPK Intertainer Maya

 LKSK Yusnita

 Kab. Sumbawa dengan kejuruan Komputer

 LPK Cerdas

 PPLS Tambora

 LPKS Handayani

 LPKM Gagas Rasa

g. Hubungan Industrial

1. Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Pada tahun 2013 Pemerintah Daerah NTB melalui APBN Kemenakertrans RI berhasil mendapatkan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja bagi Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja (seperti tukang ojek, pedagang kaki lima, pedagang keliling) sebanyak 1.000 orang yang tersebar di Pulau Lombok dan di Pulau Sumbawa, masing-masing 500 orang. Dan secara simbolis sudah diserahkan oleh Dirjen Pembinaan Hubungan Indistrial (PHI) dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI pada saat Kunjungan Wakil Presiden di Kabupaten Sumbawa bulan Juni 2013.

2. Penyelesaian Hubungan Industrial

Perselisihan Hubungan Industrial wajib diupayakan penyelesaian terlebih

RENSTRA 2013 - 2018

mufakat. Dan dalam hal perundingan Bipartit gagal maka salah satu atau kedua belah pihak melaporkan perselisihannya ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB.

Jumlah perselisihan yang masuk ke Disnakertrans Provinsi NTB sebanyak 63 kasus dengan jumlah tenaga kerja 224 orang. Dari kasus yang masuk, yang ditangani oleh mediator dapat diselesaikan sebagai berikut :

 Persetujuan bersama di tingkat Bipartit : 10 kasus

 Persetujuan bersama di tingkat Mediasi : 6 kasus

 Anjuran yang dikeluarkan oleh Mediator : 32 kasus

 Masih dalam proses : 15 kasus

3. Outsourching

Pada minggu ke-4 (tanggal 28 November 2012) terjadi unjuk rasa oleh pekerja PT. Bumi Sentosa dan PT. Citra Utama Mandiri yang merupakan perusahaan penyedia jasa outsourching PT. PLN (Persero) Wilayah NTB Rayon Ampenan, Rayon Cakranegara dan Area Sumbawa di DPRD Provinsi NTB yang diterima oleh Komisi IV DPRD Provinsi NTB, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB dan PT. PLN (Persero) Wilayah NTB dengan tuntutan “Agar para pekerja penunjang diangkat menjadi karyawan tetap PT. PLN (Persero)”.

Hingga saat ini, tuntutan para pekerja tersebut belum dapat diterima.

Dalam hal ini terjadi perbedaan acuan tentang jenis-jenis pekerjaan yang dapat dioutsourching antara Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Permenakertrans Nomor 19 Tahun 2012 tentang Syarat-Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain, yang isinya menetapkan 5 jenis pekerjaan yang dapat diserahkan kepada perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh yang merupakan kegiatan jasa penunjang atau yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi, meliputi :

 Usaha pelayanan kebersihan (cleaning service),

 Usaha penyediaan makanan bagi pekerja/buruh (catering),

 Usaha tenaga pengaman (security/satuan pengamanan),

 Usaha jasa penunjang di pertambangan dan perminyakan, dan

 Usaha penyediaan angkutan bagi pekerja/buruh.

RENSTRA 2013 - 2018

dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang

“Ketenagalistrikan” yang kemudian dituangkan dalam surat Keputusan Direksi PT. PLN (Persero) Nomor : 1040.K/DIR/2011 tentang Standarisasi Komponen Penghasilan Tenaga Outsourching di Lingkungan PT. PLN (Persero), jo keputusan Direksi PT. PLN (Persero) Nomor : 1507.K/DIR/2011 tanggal 30 Desember 2011 lampiran I tentang perubahan atas keputusan Direksi PT. PLN (Persero) Nomor :104.K/DIR/2011 tentang Jenis-Jenis Pekerjaan yang Dioutsourcing di PT. PLN (Persero), terdapat 22 jenis pekerjaan, 5 diantaranya merupakan jenis pekerjaan sebagaimana diatur Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Terhadap hal tersebut, Disnakertrans Prov. NTB bersama Komisi IV DPRD Provinsi NTB pada tanggal 7 Desember 2012 telah melaksanakan kunjungan kerja, mendesak pihak Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI untuk mengadakan koordinasi di tingkat pusat.

Terkait dengan outsourching PT. PLN (Persero), Komisi IX DPR RI telah mengadakan Kunjungan Kerja Spesifik Pokja Naker Komisi IX DPR RI ke Provinsi NTB.

II. KETRANSMIGRASIAN

1. Pemindahan dan Penempatan Transmigran

Program pemindahan transmigrasi Prov. NTB dialokasikan sebanyak 1.386 KK, equivalen 5.730 jiwa, dengan sebaran penempatan di dalam dan di luar Provinsi NTB masing-masing sebagai berikut :

a. Dalam Provinsi NTB sebanyak 1.125 KK = 4.672 Jiwa dengan rincian sebagai berikut :

 Kab. Lombok Timur

UPT Jeringo 200 KK = 822 Jiwa

 Kab. Sumbawa Barat

UPT. Tongo II Sp.2 225 KK = 959 Jiwa

 Kab. Sumbawa,

UPT Brang Lamar 100 KK = 408 Jiwa

 Kab. Bima,

UPT. Soripanihi SP.5 200 KK = 863 Jiwa UPT. Sori Panihi SP.6 300 KK = 1.218 Jiwa

 Kab. Dompu

UPT Nangakara Sp. 2 100 KK = 402 Jiwa

RENSTRA 2013 - 2018

b. Luar Provinsi NTB sebanyak 291 KK, 1.058 Jiwa masing-masing :

 Kalimantan Selatan

 Kab. Balangan, UPT. Lajar Papuyuan 10 KK = 40 Jiwa

 Kalimantan Barat

 Kab. Kayong Utara

- UPT Kamboja 25 KK = 92 Jiwa

- UPT Sei Mata-Mata SP.3 25 KK = 79 Jiwa

 Kab. Kubu Raya, UPT Permata 14 KK = 55 Jiwa

 Maluku Utara

 Kab. Halmahera Selatan,

- UPT Pida SP.6 25 KK = 81 Jiwa

 Gorontalo

 Kab. Gorontalo, UPT Puncak 5 KK = 18 Jiwa

 Kab. Boalemo, UPT Bongo IV 22 KK =73 Jiwa

 Sulawesi Tenggara

 Kab. Muna, UPT. Tondasi 25 KK = 91 Jiwa

 Kab. Konawe Utara, UPT. Amorome 25 KK = 96 Jiwa

 Kab. Konawe Utara, UPT. Awua Jaya 25 KK = 84 Jiwa

 Kab. Konawe Utara, UPT. Padalere 15 KK = 65 Jiwa

 Sulawesi Barat

 Kab. Majene, UPT Tandoilo Ulumanda 25 KK = 106 Jiwa

 Kalimantan Tengah

 Kab. Kapuas, UPT. Dadahup C4 25 KK = 87 Jiwa

 Kab. Seruyan, UPT Tanggul Harapan 25 KK = 91 Jiwa

RENSTRA 2013 - 2018

Tabel 3.1

Capaian Indikator RPJMD

Dalam dokumen RENSTRA BAB I PENDAHULUAN (Halaman 27-36)

Dokumen terkait