• Tidak ada hasil yang ditemukan

Isu Pembangunan pada Pemerintah Kota Denpasar

Dalam dokumen RPJMD 2010 2015 Kota Denpasar 462670 (Halaman 45-49)

Rencana dan Realisasi Pendapatan Daerah Tahun 2006-

IV.3. Isu Pembangunan pada Pemerintah Kota Denpasar

1) Pemerataan penyebaran pembangunan yang merapat pada pinggiran kota untuk mencegah ketersesakan di dalam kota.

2) Pembangunan dan peningkatan pembangunan infrastruktur sebagai roda penggerak pertumbuhan ekonomi.

3) Kemacetan masih menjadi masalah utama bagi Kota Denpasar hal ini disebabkan tidak seimbangnya kapasitas jalan dengan jumlah kendaraan bermotor sehingga dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jasa transportasi 4) Meningkatkan kualitas, pemerataan, relevansi dan Akses dan Pendidikan dengan

penekanan pada Penuntasan Wajib belajar 9 (sembilan) dan Rintisan Wajib Belajar 12 tahun melalui peningkatan penyediaan dan pemenuhan kecukupan sarana dan prasarana pendidikan, dalam rangka optimalisasi pencapaian Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM), menurunkan Angka Putus Sekolah (APS), mengoptimalkan angka kelulusan (AL), meningkatkan Angka Melanjutkan (AM).

5) Memberikan kemudahan akses kepada penduduk untuk memperoleh pelayanan kesehatan, peningkatan kualitas jasa pelayanan kesehatan yang berkualitas melalui perbaikan kualitas dan kecukupan sarana dan prasarana kesehatan, serta keterjangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, termasuk pelayanan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan cakupan imunisasi, cakupan pertolongan persalinan, cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani, cakupan Universal Child Immunization (UCI), mengurangi cakupan balita gizi buruk, mengurangi cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA, mengurani cakupan penderita DBD, meningkatan cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin.

6) Kota Denpasar dengan luas wilayah yang relatif kecil dengan penduduk yang sangat tinggi, dengan berbagai aktivitasnya membawa dampak negatif pada Kualitas lingkungan hidup dan keseimbangan pemanfaatan ruang dalam upaya mencapai pembangunan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

7) Dalam upaya mencegah perusakan dan/atau pencemaran lingkungan hidup, perusakan sumber daya alam Kualitas lingkungan hidup dan keseimbangan pemanfaatan ruang melalui sinkronisasi penataan ruang serta daya dukung lingkungan dan ekosistem wilayah pesisir, laut. Optimalisasi Penglolaan sampah dan cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan amdal, penegakan hukum lingkungan.

8) Rendahnya rasio kepemilikan lahan dan tekanan alih fungsi lahan perlu strategi yang tepat melalui revitalisasi pertanian guna mendukung pencapaian sasaran

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kota Denpasar 2010-2015

IV-4

penciptaan lapangan kerja untuk meningkatkan ketahanan pangan dalam rangka memenuhi hak atas pangan

9) Pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang diperlukan adalah pengaturan strategi investasi terutama investasi dengan nilai produktivitas yang tinggi yang bertujuan mampu menciptakan efek lanjutan terhadap aktivitas perekonomian masyarakat melaui peningkatan produktivitas dan aksesbilitas pemanfaatan potensi sumber daya unggulan daerah

10) Pertumbuhan pembangunan dengan aspek daya dukung dan daya tampung Kota Denpasar sudah tidak memadai perlu diantisipasi dengan sistem pembangunan perkotaan yang dapat memberikan nilai tambah meningkatkan keterkaitan kegiatan ekonomi antar kawasan

11) Bertambahnya jumlah penduduk membawa konskuensi terhadap meningkatnya volume sampah yang dihasilkan Kota Denpasar, diperlukan peningkatan Kapasitas kelembagaan, sarana dan prasarana dalam pengelolaan persampahan dari hulu sampai hilir

12) Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Denpasar untuk menciptakan ruang- ruang hijau untuk mendukung kenyamanan dan keindahan kota.

13) Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk menimbulkan permasalahan- permasalahan sosial seperti pelayanan air bersih dan permukiman kumuh

14) Permasalahan perbatasan yang berpotensi memunculkan konflik perlu diantisipasi dengan penataan batas, luas dan fungsi kawasan perkotaan

15) Rencana Detail tata ruang kawasan (RDTRK) atau rencana tata bangunan dan lingkungan (RTBL) Kota Denpasar diprioritaskan sebagai dasar penerbitan perijinan pemanfaatan ruang

16) Optimalisasi kerjasama pembangunan perkotaan baik antar kota dalam negeri maupun dengan kota-kota luar negeri (Sister City) dalam pengembangan sarana dan prasana perkotaan

17) Peningkatan kapasitas Dinas Perizinan Kota Denpasar untuk mempercepat proses penyelesaian penyerahan sarana dan prasana dan utilitas perumahan dan permukiman dari pengembang kepada pemerintah daerah

18) Peningkatan kapasitas pelayanan pasar tradisional Kota Denpasar melalui Peraturan Walikota, untuk menciptakan keadilan kesempatan berusaha bagi masyarakat dan penataan pedagang kaki lima sebagai penciptaan lapangan kerja produktif baik formal maupun non formal

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kota Denpasar 2010-2015

V-1

BAB V

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

V.1. Visi

Visi merupakan wawasan dan cara pandang (vision du mont), baik mengenai ruang, waktu, maupun tindakan untuk mewujudkan ide-ide dan gagasan menjadi kenyataan. Pada dasarnya di dalam visi telah mengandung misi yang ingin diwujudkan, karena itu misi lebih merupakan upaya nyata. Upaya nyata ini lebih ditegaskan dalam bentuk program pembangunan yang menjadi panduan dalam prakteknya sehingga gerak pembangunan berjalan ke arah yang ditetapkan.

Materi Visi, Misi dan Program Pembangunan Kota Denpasar yang dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kota Denpasar tahun 2010-2015, ini merupakan penyempurnaan dari materi Visi, Misi dan Program yang telah disampaikan pada tahun 2005-2010. Walaupun demikian, apabila mencermati perubahan situasi dan kondisi yang sangat dinamis, maka sebagian besar materi dimaksud telah dikembangkan sedemikian rupa dengan tetap mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Denpasar Tahun 2005-2025 yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 1 Tahun 2009. Akhirnya, Visi, Misi, dan Program Pembangunan Kota Denpasar periode tahun 2010-2015 ini dapat kami susun sebagaimana akan dijelaskan pada bagian berikutnya.

Visi Kota Denpasar tahun 2005-2010, adalah Terciptanya Kota Denpasar Berwawasan Budaya dengan Keharmonisan dalam Keseimbangan secara Berkelanjutan. Visi ini dilandasi oleh tiga pilar pembangunan yang penting yaitu Tri Hita Karana yang merupakan implementasi dari upaya menjaga serta mewujudkan keharmonisan dan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan serta lingkungannya secara berkesinambungan.

Ketiga pilar nilai budaya ini patut dijadikan acuan serta pedoman dalam keseluruhan proses pembangunan yang akan dilaksanakan. Dengan demikian maka secara langsung proses pembangunan Kota Denpasar telah mampu menyentuh keseluruhan elemen dasar dari aspek religi, bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian hidup dan kesenian. Atau dapat dikatakan pemerintah Kota Denpasar telah meletakkan dasar yang kuat bagi terciptanya Denpasar sebagai Kota Berwawasan Budaya.

Pelaksanaan pembangunan Kota Denpasar dalam periode 2005-2010 sudah merealisasikan banyak pembangunan baik fisik dan non fisik yang dilaksanakan seperti pelaksanakan industri kreatif dan kota kreatif dapat terwujud secarakonkret baik dalam level mikro dan makro. Pada level mikro (banjar dan institusi yang ada didalamnya) maupun level makro (SKPD) telah dilaksanakan berbagai kegiatan yang mendorong lahirnya inovasi dan kreativitas dalam pelaksanaan pembangunan.

Masyarakat Bali umumnya dan khususnya masyarakat Kota Denpasar dalam perkembangan dan dinamika globalisasi, terus menerus dihadapkan pada berbagai persoalan ditengah-tengah kompetisi yang ketat antara keinginan untuk memenuhi kebutuhan material yang bersifat ekonomis, dengan tuntutan untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang sudah mengakar di masyarakat. Adalah sangat sulit untuk meninggalkan salah satu dari kedua aspek di atas. Oleh karenanya upaya yang

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kota Denpasar 2010-2015

V-2

paling mungkin dilakukan adalah mensinergikan kedua aspek ini untuk kepentingan kemajuan pembangunan di Kota Denpasar. Pemenuhan kebutuhan material yang bersifat ekonomi sebaiknya dilandasai oleh basis pemahaman agama dan budaya yang baik. Sehingga akan memunculkan manusia-manusia pembangunan yang inovatif dan kreatif dengan basis budaya yang unggul.

Dengan landasaran di atas Kota Denpasar, telah melakukan pendalaman terhadap eksistensi sebuah kebudayaan, bahwa sesungguhnya dasar-dasar kebudayaan harus dipahahami dengan baik. Dalam pandangan ini kebudayaan dijadikan sebagai sentral ide, kemudian karena stimulus dan motivasi berproses melalui reinterpretasi, reintegrasi dan adaptasi akan memberikan sebuah pemahaman baru tentang suatu hal. Melalui proses inilah antisipasi pengaruh perubahan oleh arus globalisasi akan memperkuat tradisi yang sudah bekembang di masyrakat.

Hal ini sejalan dengan landasan pokok kebudayaan Bali, bahwa pengayaan kebudayaan mesti dikembangkan dengan basis konvergensi antara tradisi dan modernisasi atau sinergi antara budaya ekpresif yang mengutamakan nilai-nilai spritual, tradisi, estetika dengan budaya progresif yang mengutamakan nilai-nilai ekonomi, teknologi dan sain. Inilah pondasi untuk budaya kreatif yang sangat potensial untuk mengembangkan industri kota kreatif, nilai ekspresif dan progresif inilah merupakan genuinesitas/lokal genius kebudayaan Bali untuk menghadapi modernisasi.

Untuk menguatkan pondasi Denpasar sebagai Kota Kreatif tahun 2010-2015 dan aplikasi industri kreatif berbasis budaya unggul secara sistematis, partisipatif dan berkelanjutan, Pemerintah Kota Denpasar masih memerlukan berbagai hal yang bersifat mendasar : (1) Konsep utuh dan operasional tentang Kota Kreatif, Industri Kreatif dan kebudayaan unggul yang cocok dengan kondisi kontekstual Kota Denpasar sebagai komunitas urban, berjatidiri kebudayaan Bali dan bersifat multikultural: (2) Inventori data dasar (database) tentang keberadaan, perkembangan dan persebaran unsur budaya unggulan. Sebagai basis industri dan kota kreatif berkelanjutan: (3) Kondisi kontekstual tentang beragam unsur kebudayaan unggul dalam habitat urban. Disatu pihak kehidupan urban yang modern dan mengglobal ditengah isu komodifikasi, hegemoni, marginalisasi dan dilain pihak semakin terbukanya aneka peluang kehidupan urban dengan nilai tambah secara tradisi, ekonomi, teknologi dan sain. Dalam aneka pembaharuan bentuk, fungsi dan makna, serta beragam peluang dan tantangan kontekstual, penelitian ilmiah untuk merumuskan konsep kunci kota kreatif dan inventori unsur budaya unggulan sebagai basis industri dan kota kreatif menjadi amat relevan dan urgen.

Sebuah konsep kota kreatif bercirikan dan mengandung muatan : 1. Membangun Citra dan identitas lokal

2. Memberikan kontrubusi ekonomi yang signifikan 3. Menciptakan iklim bisnis yang positif

4. Berbasis kepada sumber daya yang terbarukan

5. Menciptakan inovasi dan kreatifitas yang merupakan keunggulan yang kompetitif 6. Memberikan dampak yang positif pada masyarakat.

Keseluruhan aspek di atas dijadikan dasar untuk menggerakkan individu, seniman, budayawan dan komunitas-komunitas kreatif, yang esensinya adalah membangun keseimbangan antara jiwa dan raga, batiniah lahiriah, spritual dan material dari masyarakat secara kreatif menuju keseimbangan dalam perubahan. Dalam hal ini ketiga pilar pembangunan Pemerintah , Swasta dan masyarakat merupakan penyangga utama untuk mewujudkan bangunan Kota Kreatif.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kota Denpasar 2010-2015

V-3

Berdasarkan latar belakang dan kondisi diatas sudah saatnya visi Pemerintah Kota Denpasar tahun 2010-1015 dipertajam dan dijabarkan lebih rinci ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kota Denpasar tahun 2010-2015 dengan mempertimbangkan berbagai bidang pembangunan dan dampak yang ditimbulkan. Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar, ditetapkan visi sebagai berikut :

DENPASAR KREATIF BERWAWASAN BUDAYA

DALAM KESEIMBANGAN MENUJU KEHARMONISAN

Dalam dokumen RPJMD 2010 2015 Kota Denpasar 462670 (Halaman 45-49)