SUMBER PENDANAAN (RP JUTA)
6.4 Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman
6.4.1 Air Limbah
6.4.1.2 Isu strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan dan Tantangan
A. Isu Strategis
Berikut adalah isu-isu strategis dalam pengelolaan air limbah permukiman di Kabupaten Sleman antara lain:
1. Akses masyarakat terhadap pelayanan pengelolaan air limbah permukiman
Sampai saat ini walaupun akses masyarakat terhadap prasarana sanitasi dasar mencapai 92,38% (2013) tetapi sebagian besar fasilitas pengolahan air limbah setempat tersebut belum memenuhi standar teknis yang ditetapkan. Sedangkan akses layanan air limbah dengan sistem terpusat baru mencapai 0,92% dan sistem komunal 1,94% (2013).
2. Peran Masyarakat
Peran masyarakat berupa rendahnya kesadaran masyakat dan belum diberdayakannya potensi masyarakat dan dunia usaha dalam pengelolaan air limbah serta terbatasnya penyelenggaraan pengembangan sistem pengelolaan air limbah permukiman berbasis masyarakat.
3. Peraturan perundang-undangan
Peraturan perundang-undangan meliputi lemahnya penegakan hukum dan belum memadainya perangkat peraturan perundangan yang dibutuhkan dalam sistem pengelolaan air limbah permukiman serta belum lengkapnya NSPM dan SPM pelayanan air limbah.
4. Kelembagaan
Kelembagaan meliputi kapasitas SDM yang masih rendah, kurang koordinasi antar instansi dalam penetapan kebijakan di bidang air limbah, belum terpisahnya fungsi
77 | A S P E K T E K N I S P E R S E K T O R
regulator dan operator, serta lemahnya fungsi lembaga bidang air limbah. 5. Pendanaan
Pendanaan terutama berkaitan dengan terbatasnya sumber pendanaan pemerintah dan rendahnya alokasi pendanaan dari pemerintah yang merupakan akibat dari rendahnya skala prioritas penanganan pengelolaan air limbah. Selain itu adalah rendahnya tarif pelayanan air limbah sehingga berakibat pihak swasta kurang tertarik untuk melakukan investasi di bidang air limbah.
B. Kondisi Eksisting I. Aspek Teknis
Kondisi eksisting dalam aspek teknis pengelolaan air limbah Kabupaten Sleman meliputi data cakupan pelayanan air limbah, cakupan pelayanan sistem setempat, cakupan pelayanan sistem komunal berbasis masyarakat, cakupan pelayanan sistem terpusat, serta jaringan air limbah sistem terpusat, dijelaskan melalui tabel-tabel dan gambar sebagai berikut ini.
Tabel 6.35 Cakupan Pelayanaan Air Limbah Eksisting Kabupaten Sleman
No. Katerangan Satuan Kondisi Eksisting
2013/2014
A CAPAIAN CAKUPAN PELAYANAN
1 Jumlah Penduduk Jiwa 1.141.733
2 Jumlah Penduduk Terlayani Sistem Terpusat Jiwa 10.490 0,92% 3 Jumlah Penduduk Terlayani Sistem Komunal Jiwa 22.157 1,94% 4 Jumlah Penduduk Terlayani Sistem Setempat Jiwa 1.022.086 89,52%
Jumlah Penduduk Terlayani Sanitasi Layak Jiwa 1.054.733 92,38%
Sumber: BPS, MSMHP dan Analisis, 2013
Tabel 6.36 Cakupan Pelayanaan Sistem Setempat (On Site) Kabupaten Sleman
Kab./Kota/Kecamatan Jenis Pelayanan (Unit)
JAGA MCK JAMAK
1 Moyudan 6.764 167 1
2 Minggir 6.903 170 1
3 Seyegan 8.477 209 1
4 Godean 11.815 291 1
5 Gamping 14.178 349 2
6 Mlati 14.086 347 2
7 Depok 23.135 570 3
8 Berbah 8.307 205 1
9 Prambanan 8.869 218 1
10 Kalasan 11.113 274 1
78 | A S P E K T E K N I S P E R S E K T O R
11 Ngemplak 9.375 231 1
12 Ngaglik 14.127 348 2
13 Sleman 11.521 284 1
14 Tempel 9.492 234 1
15 Turi 6.668 164 1
16 Pakem 6.347 156 1
17 Cangkringan 5.398 133 1
176.575 4.349 19
Sumber: Bappeda dan Analisis, 2013
Tabel 6.37 Cakupan Pelayanan Air Limbah Sistem Komunal Berbasis Masyarakat
No. Lokasi Fasilitas Vol Sat Cakupan Tahun
Pelayanan Pengadaan
KK Jiwa
Gg. Layur, Perumnas
1 Minomartani, RT20/RW IPAL Komunal 1 unit 93 465 2006
06,Minomartani, Ngaglik 2
Sukunan, RW 19, Banyuraden,
IPAL Komunal 4 unit 140 700 2007
Gamping
3 Jethak II, RT 03, Sidokarto, MCK + 1 unit 66 330 2007
Godean
4 Blunyah Gede, Sinduadi, Mlati IPAL Komunal 1 unit 40 200 2008 dan MCK+
5
Santan, Kalongan, RT 09/RW 29,
IPAL Komunal 1 unit 70 350 2009
Maguwoharjo, Depok 6
Blimbingsari, RT 05/RW 16,
IPAL Komunal 1 unit 80 400 2010
Caturtunggal, Depok
7 Pringgondani, Mrican, IPAL Komunal 1 unit 75 375 2011
Caturtunggal, Depok
8 Modinan, Banyuraden, Gamping IPAL Komunal 1 unit
30 152 2012
9 Bodeh, Ambarketawang, Gamping IPAL Komunal 1 unit
64 320 2012
10 Jonggrangan, Sinduadi, Mlati IPAL Komunal 1 unit 345 2012
dan MCK+ 69
11 Mrican, Caturtunggal, Depok IPAL Komunal 1 unit
60 300 2012
12 Sumberrahayu, Moyudan IPAL Komunal 1 unit 72 360 2012
13 Sumbersari, Moyudan IPAL Komunal 1 unit
42 209 2012
14 Margodadi, Seyegan IPAL Komunal 1 unit
40 200 2012
15 Balecatur, Gamping IPAL Komunal 1 unit 100 200 2012
16 Ambarketawang, Gamping IPAL Komunal 1 unit
79 | A S P E K T E K N I S P E R S E K T O R
No. Lokasi Fasilitas Vol Sat Cakupan Tahun
Pelayanan Pengadaan
KK Jiwa
17 Nogotirto, Gamping IPAL Komunal 1 unit
40 200 2012
18 Sidokarto, Godean IPAL Komunal 1 unit
63 315 2012
19 Sariharjo, Ngaglik IPAL Komunal 1 unit 78 390 2012
20 Sinduharjo, Ngaglik IPAL Komunal 1 unit
48 240 2012
21 Sidoagung, Godean IPAL Komunal 1 unit 87 435 2012
22 Banyuraden, Gamping IPAL Komunal 1 unit
40 200 2012
23
Salakan, RT06/Rw 27,Trihanggo,
IPAL Komunal 1 unit 393 2012
Gamping 79
24 Donoharjo, Ngaglik IPAL Komunal 1 unit 55 275 2012
25 Sardonoharjo, Ngaglik IPAL Komunal 1 unit 76 380 2012
26 Minomartani, Ngaglik IPAL Komunal 1 unit 70 350 2012
27 Sinduadi, Mlati IPAL Komunal 1 unit 50 250 2012
28 Tirtoadi, Mlati IPAL Komunal 1 unit
54 272 2012
29 Sendangadi, Mlati IPAL Komunal 1 unit 108 540 2012
30 Wedomartani, Ngemplak IPAL Komunal 1 unit 90 450 2012
31 Tamanmartani, Kalasan IPAL Komunal 1 unit 89 445 2012
32 Caturtunggal, Depok IPAL Komunal 1 unit 90 450 2012
33 Condongcatur, Depok IPAL Komunal 1 unit 85 425 2012
34 Tridadi, Sleman IPAL Komunal 1 unit 82 410 2012
35 Surirejo, Sukoharjo, Ngaglik IPAL Komunal 1 unit 52 260 2013 36 Sleman III, Triharjo, Sleman IPAL Komunal 1 unit 104 520 2013 37
Karangkepuh, Pandowoharjo,
IPAL Komunal 1 unit 55 275 2013
Sleman
38 Sembur, Tirtomartani, Kalasan IPAL Komunal 1 unit 64 320 2013 39
Kabunan,
IPAL Komunal 1 unit 81 405 2013
Widodomartani,Ngemplak 40
Koroulon Kidul,
IPAL Komunal 1 unit 106 530 2013
Bimomartani,Ngemplak
41 Jowah, Sidoluhur,Godean IPAL Komunal 1 unit 58 290 2013
42 Pringapus, Mororejo,Tempel IPAL Komunal 1 unit 91 455 2013 43
Gundengan Kidul,
IPAL Komunal 1 unit 52 260 2013
Margorejo,tempel
44 Medari Gede, Caturharjo,sleman IPAL Komunal 1 unit 118 590 2013 45 Tangkilan, Sidoarum,Godean IPAL Komunal 1 unit 61 305 2013 46 Sumberejo, Selomartani,Kalasan IPAL Komunal 1 unit 141 705 2013 47
Ngemplak I&II,
IPAL Komunal 1 unit 85 425 2013
Umbulmartani,Ngemplak
48 Jetak, Sendangtirto,Berbah IPAL Komunal 1 unit 75 375 2013 49 Gancahan VIII, Sidomulyo,Godean IPAL Komunal 1 unit 50 250 2013 50 Sumber Lor, Kalitirto,Berbah IPAL Komunal 1 unit 75 375 2013
80 | A S P E K T E K N I S P E R S E K T O R
No. Lokasi Fasilitas Vol Sat Cakupan Tahun
Pelayanan Pengadaan
KK Jiwa
51
Dusun Sorogenen II,
IPAL Komunal 1 unit 75 375 2013
Purwomartani,Kalasan
52 Sambilegi Lor, IPAL Komunal 1 unit 89 445 2013
Maguwoharjo,depok
53
Mandongan II,
IPAL Komunal 1 unit 107 535 2013
Margoluwih,seyegan
54 Salakan, Trihanggo, Gamping IPAL Komunal 1 unit 93 465 2013 55 Gowok, Caturtunggal, Depok IPAL Komunal 1 unit 77 385 2013
56 Beji, Sidoarum, Godean IPAL Komunal 1 unit 73 365 2013
57 Jongkang, Sariharjo, Ngaglik IPAL Komunal 1 unit 353 1765 2013
4.491 22.157
Sumber: Satker PPLP DIY, 2013
Tabel 6.38 Cakupan Pelayanan Sistem Terpusat IPAL Sewon
No. Uraian Besaran Keterangan
1 Nama IPAL IPAL Sewon
2 Lokasi Dusun Cepit, Desa
Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul 3 Tahun Pembangunan 1996
4 Daerah Pelayanan Kawasan Perkotaan Yogyakarta (Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman & Kabupaten Bantul)
5 Pipa induk 79.647,86 m
6 Panjang Pipa Lateral 138.156,66 m Kapasitas
7 Sambungan Rumah 25.000 Sambungan Rumah (SR)
Jumlah Sambungan
8 Rumah Ekisisting 18.441 Sambungan Rumah (SR)
Sambungan Rumah (SR) (Progress
- Kota Yogyakarta 14.992 MSMHP)
Sambungan Rumah (SR) (Progress
- Kab. Bantul 1.351 MSMHP)
Sambungan Rumah (SR) (Progress
- Kab. Sleman 2.098 MSMHP)
Kapasitas Belum
9 Terpakai 6.559 Sambungan Rumah (SR)
Rencana Target Pertambahan SR Program MSMHP
10 Pengembangan SR 14.000 Tahun 2010-2014
Target Pertambahan SR Program MSMHP
- Kota Yogyakarta 5.000 Tahun 2010-2014
81 | A S P E K T E K N I S P E R S E K T O R
- Kab. Bantul 3.000 Tahun 2010-2014
Target Pertambahan SR Program MSMHP
- Kab. Sleman 6.000 Tahun 2010-2014
Air dari S. Code, S. Winongo, dan selokan Mataram dilengkapi intake dan tangki 11 Sistem penggelontor 24.156,53 m sedimentasi
12 Manhole 3.298 Unit
13 Instalasi Pengolahan
a Area 6,7 hektar
4 kolam fakultatif dan 2 unit kolam b Kapasitas IPAL 15.500 m3/hari atau maturasi
180 l/detik c Sistem pengolahan Aerobik Fakultatif
- Kolam Fakultatif 4 unit, @ 77 x 70 x 4 m3 Waktu penyimpanan 5,5 hari - Kolam Maturasi 2 unit, @ 78 x 70 x 4 m3 Waktu penyimpanan 1.3 hari Bak Pengering 4000 m3 (34 x 232 x 0,5
d Lumpur m3)
e Pompa dan kapasitas 3 unit @ 10,7 m3/menit 2 unit operasional, 1 unit cadangan f Fasilitas gedung 390 m2 Kantor, Laboratorium, dll.
Sumber: Balai IPAL & Progress MSMHP, 2014
Sumber: MSMHP, 2014
82 | A S P E K T E K N I S P E R S E K T O R
II. Aspek Pendanaan
Sumber pendanaan untuk pengembangan jaringan air limbah terpusat IPAL Sewon berdasarkan kesepakatan MSMHP diperoleh dari APBN, APBD DIY dan APBD Kabupaten/Kota. Operasional sistem terpusat IPAL Sewon untuk unit instalasi, pipa induk dan pipa lateral didanai melalui APBD DIY oleh Balai IPAL Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan ESDM DIY, sedangkan operasional pipa service dan unit sambungan rumah (SR) didanai oleh APBD Kabupaten/Kota dan masyarakat. Sedangkan sumber pendanaan untuk pengembangan sistem komunal selain bersumber dari APBN dan APBD juga dapat melalui sumber swasta dan masyarakat.
III. Aspek Kelembagaan
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman No 9 Tahun 2009, maka institusi yang bertanggung jawab pada sektor air limbah adalah Seksi Pengelolaan Air Limbah, Bidang Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Sleman. Selain Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, instansi lain yang terlibat di dalam pengelolaan air limbah adalah Seksi Penyehatan Lingkungan, Bidang Perkotaan Kabupaten Sleman Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan yang mempunyai tugas melakukan pendataan dan penyuluhan tentang penyehatan lingkungan di kawasan pemukiman penduduk. Selain itu instansi lain yang terlibat adalah Kantor Lingkungan Hidup yaitu Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan yang mempunyai tugas untuk melakukan pemantauan terhadap kualitas air sungai termasuk juga air limbah yang dibuang ke sungai.
IV. Aspek Peraturan Perundangan
Kabupaten Sleman telah memiliki Perda Kabupaten Sleman No. 2 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik. Perda tersebut mengatur terkait Pengelolaan air limbah domestic melalui: sistem terpusat dan sistem setempat, yang terdiri dari sistem setempat komunal dan sistem setempat individual. Perda ini juga mengatur ketentuan tahapan pengelolaan air limbah domestik meliputi pembangunan, pengolahan, pemeliharaan, dan pemantauan. Perda ini juga mengatur dalam hal aspek peran serta masyarakat dan perijinan mendapatkan sambungan rumah (SR) sistem terpusat.
V. Aspek Peran Serta Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Sleman telah melaksanakan program stimulasi untuk pembangunan fasilitas sanitasi setempat (SANIMAS). Kecuali untuk program stimulasi tersebut, semua biaya investasi serta operasi dan pemeliharaan untuk fasilitas sanitasi individual ditanggung oleh masing-masing KK (kepala keluarga). Desain standar yang ada untuk fasilitas sanitasi individual disiapkan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya. Untuk menghemat biaya, masyarakat sering melibatkan diri dalam pembangunan fasilitas tersebut. Selain itu, beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga telah berperanserta dalam program stimulasi sanitasi tersebut.
83 | A S P E K T E K N I S P E R S E K T O R
C. Permasalahan dan Tantangan
Permasalahan Pembangunan Sektor Air Limbah di Indonesia, secara umum adalah: (1) Belum optimalnya penanganan air limbah
(2) Tercemarnya badan air khususnya air baku oleh limbah (3) Belum optimalnya manajemen air limbah:
a. Belum optimalnya perencanaan;
b. belum memadainya penyelenggaraan air limbah.
Peluang dalam pengelolaan air limbah adalah telah diaturnya kewajiban penanggulangan pencemaran terhadap lingkungan dan perlindungan sumber air baku dalam tataran undang- undang sampai dengan peraturan daerah. Peraturan perundangan juga telah mengatur keterpaduan penanganan air limbah dengan pengembangan sistem penyediaan air minum. Peluang yang lain adalah adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam penyelenggaraan air limbah permukiman.
Sedangkan hasil identifikasi permasalahan dan tantangan pengelolaan air limbah Kabupaten Sleman disajikan dalam tabel berikut ini.
Tabel 6.39 Hasil Identifikasi Permasalahan dan Tantangan Pengelolaan Air Limbah Kabupaten Sleman
No. Aspek Permasalahan Tantangan Solusi
1 Teknis Keterbatasan sarana Percepatan Pengembangan
dan prasarana pencapaian target jaringan perpipaan air
jaringan air limbah MDGs Tujuan 7C limbah terpusat
sistem terpusat Pelayanan Sanitasi Peningkatan jumlah
Keterbatasan sarana Dasar Sambungan Rumah
dan prasarana sistem (SR) air limbah sistem
komunal berbasis terpusat
masyarakat Pengembangan
Kurang layaknya sanitasi komunal
sistem setempat yang
berbasis masyarakat
dimiliki masyarakat
2 Kelembagaan Terbatasnya kapasitas Reformasi birokrasi Peningkatan kapasitas
kelembagaan dan tuntutan kelembagaan
pemerintah daerah pelayanan prima pemerintah daerah
dalam Pengelolaan Air dalam pemenuhan dalam Pengelolaan Air
Limbah infrastruktur dasar Limbah
Pengelolaan Air
Limbah bagi
masyarakat
3 Pembiayaan Terbatasnya kapasitas Potensi alternatif Peningkatan
84 | A S P E K T E K N I S P E R S E K T O R
No. Aspek Permasalahan Tantangan Solusi
infrastruktur diluar Pengelolaan Air
APBN/APBD melalui Limbah melalui PHLN
sumber pembiayaan & KPS
PHLN & KPS
4 Peran Serta Rendahnya Potensi sumber daya Pemberdayaan
Masyarakat/ kepedulian masyarakat dalam kelompok masyarakat
Swasta masyarakat dalam Pengelolaan Air sebagai upaya
pemeliharaan Limbah meningkatkan peran
infrastruktur dasar serta masyarakat
Pengelolaan Air dalam Pengelolaan Air
Limbah Limbah Rendahnya keterlibatan masyarakat dalam Pengelolaan Air Limbah
5 Lingkungan Penurunan kualitas Perubahan iklim akibat Pengelolaan Air
lingkungan hidup pemanasan global Limbah yang
akibat dari kepadatan Agenda MDGs dalam berwawasan
permukiman menjaga kelestarian pelestarian lingkungan
lingkungan hidup hidup dan
"Sustainable Human Settlements
Development
Selain itu sektor pengelolaan air limbah Kabupaten Sleman juga menghadapi tantangan pemenuhan pencapaian target Standar Pelayanan Minimum Bidang Cipta Karya Tahun 2019 “100–0–100” sebagai berikut ini.
Tabel 6.40 Tantangan Pemenuhan Target SPM Sektor Pengelolaan Air Limbah Jenis
Pelayanan Dasar
Sasaran Indikator Satuan Target
2019 Kondisi Eksisting 2013/2014 Capaian Backlog Penyediaan Sanitasi Meningkatnya kualitas sanitasi (air limbah, persampahan dan drainase permukiman) Persentase penduduk yang terlayani sistem air limbah yang memadai