DI WISMA SANTRI EDI MANCORO
II. K R ITIK DAN SARAN
Setelah melakukan penelitian dan menganalisa hasil yang didapat dari data-data, penulis bermaksud memberikan kritik dan saran bagi obyek penelitian, sehingga dapat menjadi sebuah rekomendasi untuk perbaikan berikutnya.
A. kritik
Meninggalkan tradisi ngalap berkah yang terdapat pada pesantren salaf merupakan kesalahan yang besar, karena akan mendapat materi keilmuan saja namun tidak dengan kemanfaatan, do’a dari kiai serta berkali dan rahmat dari Allah SWT.
58
B. Saran
Kiai / ulama merupakan warisan para Nabi, sebagai hamba yang diberikan keistimewaan oleh Allah SWT, tradisi dalam pesantren salaf yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai berkah harus teijaga dengan baik seperti yang terdapat di Wisma Santri Edi Mancoro ini. Sosok karisma kiai K.H Mahfudz Ridwan LC merupakan kiai karismatik yang dianggap menjadi jalan terang menuju ridlo dan berkah Allah SWT oleh para santrinya, mengharap ada pengganti yang sama seperti beliau tidak akan mungkin ada, namun setidaknya nilai-nilai ajaran beliau yang sangat berharga patut kita jaga bersama, setidaknya menjadi tongkat yang akan menuntun menuju ke jalan yang baik dan benar disaat beliau (K.H M ahfudz Ridwan LC) dipanggil keharibaan Allah SWT.
Hal/ Topik : konsep berkah kiai menurut pemahaman santri Nara Sumber : Mufid
P : M en u ru t pem aham an an d a bagaim ana berkah kiai itu?
NR : Kalau pemahaman saya itu sederhana, bicara masalah berkah kiai itu saya ingat dengan dulu pernah diberitahu oleh kiai saya berkah yaitu
ziyadatul khoir atau bertambahnya kebagusan, bicara masalah berkah itu pengaruh dengan keyakinan karena berkah itu sugesti, si apapun tidak akan bisa mendeteksi dan bicara berkah antara pondok salaf dengan modem itu akan berbeda, karena kalau saya dahulu jelek-jelek begini mantan santri mbah sahal walau hanya 2 bulan. Kalau ditempat mbah sahal, meskipun Cuma dua bulan, Karena mbah sahal sibuk dengan aktifitasnya, para santri mencari cara agar bagaimana bisa bertemu dengan beliau, saya juga punya kyai yang sekarang manjadi rais suriah PCNU pati, waktu ngaji dia nakal, kemudian mulutnya diludahi oleh kyai, hasil dari ludah santri itu, berkah antara santri salaf dengan modem itu berbeda, memang berkah itu intinya dari saya adalah usaha dari santri agar hubungan batin antara santri dan kyai itu ada, bagaimanapun caranya ada yang menata sandal, mir.um bekas air minumnya, usaha untuk mendapatkan berkah itu dengan cara kalau mbah sahal itu ada acara, minuman bekasnya itu rebutan. Jadi sekarang beliau menjadi pengasuh pondok, yang dalam keyakinan beliau bukan karena apa-apa, ya karena dia merasa bahwa ikatan batin dia dengan kyai sahal itu sudah ada, lewat air minumnya, jadi berkah itu keinginan santri agar batin santri dan kyai itu tetap nyambung.
P :P andangan m engenai k arism a kyai, itu apa?
NS :Keunikan dari kiai saya, jadi wali itu tidak bisa disebut wali kalau bukan wali yang lain yang menyebutkanya. Kalau saya entah datang dari hati nurani, atau karena ngefans seorang figure, tapi saya tahu figure mana yang bisa dialap barokah, jadi memang benar kalau kita tahu charisma seorang kiai itu dari kiprahnya,sekarang banyak sekali kalau kiai itu sudah lupa dengan santrinya, misalnya sudah sibuk dengan urusan politik, sebagaimana halnya AA Gym, dia terlalu sibuk dengan show- shownya, dengan manajemen kalbunya, dari itulah setelah kita tahu kiprah dari kiai kita bisa memilah, charisma itu bisa ditimbulkan dari perilaku kiai itu, kalau saya yakin bahwa kiai saya itu sangat karismatik yaitu kiai Makmun Muzayyin di Kajen di pondok pesantren permata, dalam kesehariannya beliau tidak pernah memikirkan hal keduniawian totalitas hidup beliau setiap hari untuk memikirkan jam a’ahnya, beliau meninggal di kota Madinah tahun 2003 dan sepeningal beliau meninggalkan efek yang sangat besar ketika jam a’ahnya kocar-kacir
karena beliau punya jam a’ah thoriqoh ngaji kemisan saya kurang tahu apa nama thoriqohnya, dan ternyata sepeninggal beliau tidak ada putranya yang bisa cukup menggantikan posisi beliau karena tidak cukup mempunyai charisma yang kuat, dengan begitu charisma seorang kiai ditimbulkan bukan karena nasabiyah yang bisa turun temurun diwarisi oleh anak cucu, akan tetapi karena kiprah sosok kiai tersebut, dengan kesimpulan saya bahwa karisma sosok kiai bukan karena nasabiyah akan tetapi karena kiprah kiai tersebut, akan tetapi saya sebagai santrinya bukan melihat dari sosok kiprah beliau akan tetapi bagaimana beliau serius dalam memelihara jam a’ah yang menjadi tanggung jawab.
Oh iya ada tambahan mas, bahwasannya ada satu fenomena yang tidak bisa dikaji secara empiric atau dipelajari dengan alat-alat. Kalau karisma seorang kiai yang diwacanakan pada masyarakat saat ini bahwa karisma kiai dapat dibuktikan dengan menonjolnya satu hamba Allah lain dengan yang lainya. Seperti simbah Abdullah Salam yang dulu mempunyai satu tindakan istiqomah yaitu tidak pernah keluar dari kamar dan sangat sulit ketika akan menemui beliau dan sisi istimewa beliau adalah tahu mana tamu yang mempunyai niat yang baik dan niat yang buruk.
Kemudian ada simbah kiai Maemun Zub4ir dari Rembang, beliau dianggap sebagai kiai yang berkarisma tinggi karena bisa melihat hati/niat seseorang ibarat melihat roti dalam wadah yang terbuat dari kaca. Suatu ketika datang seseorang yang ingin belajar atau ngaji kepada beliau akan tetapi beliau tolak karena orang tadi ternyata ingin ngaji bersama simbah Maemun karena sebagai pelampiasan saja terkait sedang bermasalah di pondok yang lain.
:Sejauh m ana pandangan kang m ufid tentang berkah kiai m em pengaruhi sikap dan p erilaku sehari-hari ?
: Pengaruhnya memang ada nainun tidak bisa terdeteksi seDerti yang saya katakan didepan selama ada sugesti dari si santri. Sebagai satu contoh dulu pernah ada kiai yang mengatakan wahai santriku bacalah kalimat bismillah sebanyak tiga kali dan berjalanlah diatas air maka engkau akan bisa berjalan diatas air, padahal sang kiai itu sendiri tidak mantap atau tidak yakin dengan yang ia katakan, akan tetapi si santri sangat yakin dengan apa yang diperintahkan oleh kiai maka santri tersebut bisa berjalan diatas air dan sang kiai pun menjadi heran karena tidak yakin dengan yang ia perintahkan, dan berkah itu akan timbul dengan keyakinan seorang santri, dan kiaipun akan mendo’akan santrinya seburuk apapun tingkah laku santrinya kiai tidak akan mendo’akan buruk bagi santrinya.
Hal/ Topik : konsep berkah kiai menurut pemahaman santri Nara Sumber : Shonhaji
P : B agaim ana pandangan kang shonhaji m engenai konsep berkah kiai?
N S : kalau menurut saya ya, sekarang ini kan ulama bermacam-macam ada yang benar-benar memikirkan santrinya dan ada yang hanya sebatas biasa saja dengan santrinya, sebagai satu contoh disemarang kan banyak pondok yang berdiri dibawah yayasan atau satu lembaga tertentu yang berorientasi bukan untuk memikirkan santrinya namun berpikir bagaimana caranya untuk menghasilkan materi yang sebanyak-banyaknya. Saya benar-benar mengalami ketika saya mukim di daerah tembalang saya sering diajak oleh kiai saya muter-muter kesana kemari unruk mencari segelintir materiil, namun saya baru bisa memahami dan menghargai makna berkah ketika saya mondok di kudus sekitar enam tahun yang lalu, karena saya menganggap kiai saya itu kiai yang masih karismatik istilahnya kiai yang
khos menurut informasi yang saya terima beliau masih keturunan dari sunan kudus, yang menjadi perhatian saya saat itu adalah ketika iuran dari santri atau biasa disebut syahriah itu 1% pun tidak ada yang masuk kedalam keuangan kiainya karena beliau benar-benar memikirkan santrinya, sampai-sampai suatu ketika kalau ada acara di dalem atau rumah kiai saya berusaha agar bisa menata sandal kiai saya itu karena saya hanya berharap berkah dari kiai, sampai ke tingkatan melihat mata kiai saya itu saya Tidak kuasa karena sosok beliau yang sangat karismatik.
P :K ira-kira fa k to r apa saja yang m em pengaruhi pandangan kang son m engenai karism a kiai?
NS : Sama seperti yang saya sampaikan didepan tadi bahwasannya ada kategori beberapa kiai yang mempunyai karisma, apakah benar-benar kiai tersebut memikirkan jam a’ahnya atau santrinya atau hanya sebatas memikirkan dirinya sendiri, sebagai contoh yaitu kiai Mahfudz saya yakin beliau sebagai kiai yang karismatik saya khawatir nanti ketika beliau meninggal dunia bagaimana dengan kondisi jamaahnya, saya belum yakin apakah putra beliau bisa menggantikan sosok karismatik kiai Mahfudz, intinya faktor-faktor yang mempengaruhi karismatik seorang kiai itu apakah kiai itu cenderung berpikir keduniaawian atau keakhiratan. Ada contoh lain yaitu seorang kiai mudapun bisa menjadi kiai yang karismatik karena karisma itu adalah aura bukan dibuat karena sengaja seperti kiai saya yang selalu khutbah di masjid al-Aqsa kudus ketika turun dari mihrab selesai khutbah itu banyak sekali yang berebut untuk bersalaman. P : Sejauh m ana pandangan kang sonhaji m engenai berkah kiai
m em pengaruhi sikap dan perilaku kang sonhaji?
N S : kalau saya menilai apakah santri itu percaya pada berkah itu atau tidak, karena bagi santri yang percaya berkah itu ada itu sangat berguna, bagi santri apa yang dilakukan kiai itu adalah sebagai uswatun hasanah apa
yang dikatakan kiai itu bisa meresap ke dalam hati, jadi bagi santri yang tidak percaya akan berkah itu maka dia hanya akan merasakan tatkala belajar di sekolah-sekolah umum hanya akan mendapatkan ilmu saja akan tetapi tidak dengan barokah atau kemanfaatan ilmunya.
g B
323706 Kode Pos 50721 DAFTAR RIWAYAT HIDUPNama : Lutfi Hakim
Tempat/Tgl. lahir : Salatiga, 11 September 1983
Alamat : Jl. Domas No. 17 Rt. 03 Rw.VIII Sidorejo,Kota Salatiga
Agama : Islam
Ayah : K.H Makmun Al - Hafidz
Ibu : Hj. Fathonah Makmun
Pendidikan : - MI AL - FATAH Temboro, Magetan, JATIM 1996 - MTs AL - FATAH Temboro, Magetan, JATIM 1999 - MAI AS - SOORKATY Salatiga 2002
i'll