“ DORONG UNTUK EKSIT “
3.13.3. Jalan di luar dari akses eksit
Contoh 3.37 - Akses Eksit melalui ruang yang bersebelahan. (sebagai penjelasan tambahan butir 3.13.1.6)
3.13.2. Rintangan jalan ke luar.
Lihat juga ketentuan baku atau standar teknis yang berlaku tentang “rintangan menuju jalan ke luar”, “peralatan pemanas, ventilasi, dan pengkondisian udara”, serta “kunci, grendel dan alat alarm”.
3.13.2.1. Akses ke eksit harus tidak melalui dapur, gudang, ruang istirahat, ruang kerja, kloset, kamar tidur atau tempat tempat yang serupa, atau ruang lain atau tempat lain yang mungkin terkunci, kecuali lintasan yang melalui ruang atau tempat yang diizinkan untuk hunian perwatan
kesehatan, hunian tahanan dan lembaga pemsyarakatan.
3.13.2.2. Akses eksit dari pintu eksit harus dirancang dan di tata untuk mudah dikenali dengan jelas.
3.13.2.2.1 Gantungan atau gorden harus tidak dipasang di atas pintu eksit atau dipasang sehingga eksit tersembunyi atau tidak jelas.
3.13.2.2.2 Tirai diperkenankan untuk pembukaan sarana jalan ke luar dinding tenda, asalkan kriteria berikut dipenuhi :
(1). ditandai dengan terang dan kontras terhadap dinding tenda sehingga mudah dikenali sebagai sarana jalan ke luar.
(2). dipasang menyeberang pembukaan yang minimal lebarnya 1,8 m.
(3). digantung dengan cincin geser atau perangkat keras lain yang
sesuai, sehingga mudah digeser ke sisi untuk membuat bukaan
yang tak terhalangi pada dinding tenda dengan lebar minimum yang disyaratkan untuk bukaan pintu.
3.13.3. Jalan di luar dari akses eksit.
3.13.3.1. Akses eksit harus diizinkan untuk sarana dari balkon luar, serambi,
3.13.3.2. Sisi panjang dari balkon, serambi, beranda, atau tempat sejenisnya harus sedikitnya 50% terbuka dan harus disusun untuk membatasi pengumpulan asap.
3.13.3.3. Balkon sebagai akses luar harus dipisah dari bagian dalam bangunan gedung dengan dinding dan bukaan yang diproteksi seperti disyaratkan untuk koridor, kecuali balkon sebagai akses eksit luar dilayani oleh sedikitnya dua tangga yang berjauhan yang aksesnya dimana penghuni tidak perlu melintasi pada bukaan yang tidak terproteksi untuk menuju satu tangga, atau kecuali ujung buntu pada akses eksit luar tidak melebihi 6 m.
Contoh 3.38 - Jalan di luar dari akses eksit (sebagai penjelasan tambahan butir 3.13.3.3.
3.13.3.4. Akses eksit luar harus disusun sehingga tidak ada ujung buntu dalam akses yang diizinkan untuk ujung buntu koridor dalam seluruh klasifikasi hunian.
3.13.4. Aksesibilitas Sarana Jalan Ke Luar.
3.13.4.1.Daerah aksesibilitas untuk orang dengan cacat mobilitas, selain dari bangunan gedung yang sudah ada, harus mempunyai sedikitnya dua aksesibilitas sarana jalan ke luar, kecuali ditentukan cara lain pada butir 3.13.4.1.2 dan 3.13.4.1.4.
3.13.4.1.1Akses di dalam jarak tempuh yang dibolehkan harus disediakan tidak kurang dari satu daerah aksesibilitas tempat perlindungan atau satu aksesibilitas eksit yang menyediakan aksesibilitas ke eksit pelepasan. 3.13.4.1.2 Aksesibilitas sarana jalan ke luar tunggal diizinkan dari bangunan gedung
atau daerah bangunan gedung yang diizinkan mempunyai eksit tunggal. 3.13.4.1.3Aksesibilitas sarana jalan ke luar tidak disyaratkan dalam hunian
perawatan kesehatan yang diproteksi keseluruhannya dengan sistem springkler otomatis yang disetujui dan tersupervisi sesuai butir 5.3. 3.13.4.1.4 Lintasan akses eksit sepanjang aksesibilitas sarana jalan ke luar diizinkan
menjadi bersama untuk jarak yang diizinkan seperti jalur lintasan bersama.
3.13.4.2.Apabila dua aksesibilitas sarana jalan ke luar disyaratkan, eksit yang melayani jalur ini harus ditempatkan dengan jarak satu dari lainnya tidak kurang dari setengah panjang dimensi diagonal total maksimum bangunan gedung atau daerah yang dilayani. Jaraknya diukur dalam suatu garis lurus antara ujung terdekat dari pintu eksit atau pintu akses eksit, kecuali cara lain dijelaskan pada butir 3.13.4.2.1 sampai 3.13.4.2.3
3.13.4.2.1 Apabila ruang eksit terlindung disediakan sebagai eksit yang disyaratkan dan dihubungkan oleh koridor yang memenuhi persyaratan butir 3.13.4.2, pemisahan eksit diizinkan untuk diukur sepanjang garis litasan di dalam koridor.
3.13.4.2.2 Persyaratan 3.13.4.2 tidak diterapkan untuk bangunan gedung yang diproteksi seluruhnya oleh sistem springkler otomatis tersupervisi dan disetujui sesuai butir 5.3.
3.13.4.2.3 Persyaratan 3.13.4.2 tidak diterapkan apabila penataan fisik dari sarana jalan ke luar mencegah kemungkinan akses itu ke kedua aksesibilitas sarana jalan ke luar akan ditutup (di blok) oleh satu kebakaran atau keadaan darurat lain seperti yang disetujui oleh OBS.
3.13.4.3.Setiap aksesibiltas sarana jalan ke luar yang disyaratkan harus menerus dari setiap daerah yang dihuni yang mudah dicapai ke jalan umum atau daerah tempat perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku tentang “sarana jalan ke luar”.
Contoh 3.39 – Aksesibilitas sarana jalan ke luar (sebagai penjelasan tambahan butir 3.13.4.1.4)
3.13.4.4.Apabila tangga eksit digunakan dalam aksesibilitas sarana jalan ke luar, harus memenuhi ketentuan yang berlaku tentang “sarana jalan ke luar” dan harus salah satu menggabung dengan daerah tempat perlindungan yang mudah dicapai bordes tingkat yang diperlebar atau harus di akses dari daerah tempat perlindungan.
3.13.4.5.Untuk bagian yang dipertimbangkan dari aksesibilitas sarana jalan ke luar, lif harus sesuai ketentuan yang berlaku tentang “sarana jalan ke luar”.
3.13.4.6.Untuk bagian yang dipertimbangkan dari aksesibilitas sarana jalan ke luar, penghalang asap, sesuai ketentuan yang berlaku tentang “penghalang asap” dengan tingkat ketahanan api sedikit dikitnya 1 jam atau eksit horisontal sesuai ketentuan yang berlaku tentang “eksit horizontal”, harus lepas ke daerah tempat perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku tentang “daerah tempat perlindungan” .
3.13.4.7.Aksesibiltas dari lantai yang berada di empat atau lebih di atas atau di bawah eksit pelepasan harus mempunyai sedikitnya satu lif yang memenuhi butir 3.13.4.5 kecuali dimodifikasi dalam butir 3.13.4.8.
3.13.4.8.Apabila Lif disyaratkan oleh butir 3.13.4.7, ruang terlindung kedap asap yang disyaratkan sesuai ketentuan yang berlaku tentang “sarana jalan ke
luar” tidak disyaratkan dalam bangunan gedung yang seluruhnya diproteksi
oleh sistem springkler otomatik tersupervisi dan disetujui, sesuai SNI 03-3989-2000.
3.13.4.9.Daerah tempat berlindung yang digunakan sebagai bagian dari aksesibilitas sarana jalan ke luar yang disyaratkan, harus memenuhi ketentuan yang berlaku tentang “daerah tempat perlindungan”.
3.14. EKSIT PELEPASAN. 3.14.1. Perhentian eksit.
Semua eksit harus berakhir langsung pada jalan umum atau pada bagian
luar eksit pelepasan, cara lain ditentukan dalam butir 3.14.1.2 sampai
3.14.1.4.
3.14.1.1.Halaman, lapangan, tempat-tempat terbuka, atau bagian-bagian lain dari eksit pelepasan harus mempunyai lebar dan ukuran yang memenuhi persyaratan untuk menyediakan akses yang aman ke jalan umum bagi semua penghuni.
3.14.1.2.Persyaratan 3.14.1 harus tidak diterapkan untuk eksit pelepasan interior seperti cara lain ditentukan butir 3.14.2
3.14.1.3.Persyaratan 3.14.1 harus tidak diterapkan untuk eksit pelepasan pada atap bangunan gedung seperti cara lain dijelaskan pada butir 3.14.6
3.14.1.4. Sarana jalan ke luar diizinkan untuk berakhir di bagian luar daerah tempat perlindungan untuk hunian tahanan dan lembaga pemasyarakatan.