• Tidak ada hasil yang ditemukan

JaLan toL SeranG - panImbanG

Dalam dokumen Laporan KPPIP. Periode Juli - Desember 2016 (Halaman 66-73)

Tindak LanjutSkema Pendanaan

18. JaLan toL SeranG - panImbanG

Nilai Investasi : ~ Rp 11,3 Triliun

Skema Pendanaan : KPBU

Lokasi : Banten

Penanggung Jawab Proyek : Badan Pengatur Jalan Tol

Rencana Mulai Konstruksi : 2017

Rencana Mulai Operasi : 2018

Deskripsi Proyek

Jalan Tol Serang – Panimbang telah ditetapkan dalam rapat KPPIP pada bulan Juni 2016 untuk menggunakan skema KPBU dengan Dukungan Pemerintah dalam bentuk pembangunan sebagian dan jaminan atas tingkat pendapatan tetap agar dapat mencapai tingkat kelayakan yang menarik untuk investor.

Dengan skema pendanaan ini, lelang investasi dapat dimulai sehingga diharapkan target operasi di 2018 dapat tercapai. Pada tanggal 16 Agustus 2016, BPJT telah mengumumkan nama dua konsorsium yang lolos tahap Pra-kualifikasi, yakni PT Waskita Toll Road serta Konsorsium PT Wijaya Karya Tbk., PT Pembangunan Perumahan Tbk., dan PT Jababeka Infrastruktur. Saat ini lelang telah sampai di tahap pelaksanaan RFP (Request for Proposal) yang berlangsung pada 27 Oktober 2016 dengan satu peserta yang memasukkan proposal yakni konsorsium PT Wijaya Karya dan PT Jababeka.

AMDAL Izin Lingkungan IPPKH Pengadaan Tanah

Selesai Sudah diterbitkan Tidak diperlukan Tahap Pelaksanaan Pengadaan

Tanah

Penetapan Skema

Pendanaan Pelelangan Investasi Dukungan Kelayakan Penjaminan

KPBU Pelaksanaan RFP pada

tang-gal 27 Oktober 2016

SBOT + Dana Likuiditas Terbatas Ditargetkan selesai 2016

Pencapaian Pembiayaan Rencana Mulai Konstruksi Target Operasi Ditargetkan selesai 2017 Ditargetkan dimulai 2017 2018

Pengadaan tanah untuk Jalan Tol Serang – Panimbang sedang berada pada tahap pelaksanaan pengadaan tanah, dan diperkirakan pada Desember 2016 sudah dapat dimulai pelaksanaan penilaian bidang tanah yang akan dibebaskan.

Pengadaan Tanah

1. Percepatan persiapan pengadaan tanah pasca dikeluarkannya Penetapan Lokasi oleh Gubernur Banten

2. Penyusunan kajian kelembagaan untuk penerapan skema pendanaan.

Tindak Lanjut Skema Pendanaan

Selain untuk mendukung pengembangan pariwisata di Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon, jalan tol ini diharapkan dapat mengurangi biaya logistik pengiriman barang dari kawasan industri di Pandeglang ke pelabuhan di Jakarta dan sebaliknya.

Signifikansi Proyek

Perencanaan Pengadaan Tanah selesai pada 23 Mei 2016 ditandai dengan penyerahan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah kepada Gubernur Banten.

Persiapan Pengadaan Tanah tengah berjalan dimana pada 10 Juni 2016 telah diselesaikan proses pendataan awal lokasi pembangunan.

Konsultasi Publik Pengadaan Tanah direncanakan untuk diadakan pada tanggal 22-23 Juni 2016 dan Penetapan Lokasi sudah dilaksanakan pada 29 Juni 2016.

Saat ini secara paralel dengan Pelaksanaan Pengadaan Tanah, BPJT juga sedang berproses untuk memulai lelang dengan yang rencananya akan dilaksanakan pada Oktober 2016.

Status Terakhir

Jadwal Pelaksanaan Proyek dan Status Proyek

RTRW Pra-Studi Kelayakan Studi Kelayakan Rencana Teknik Terinci (DED)

Sudah tercantum Selesai Selesai 2016

Merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang direncanakan akan membentang dari utara Pulau Sumatera sampai selatan menyambungkan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai Provinsi Lampung. Ruas ini dibagi menjadi 3 seksi dan akan berlokasi di Sumatera Utara menghubungkan Kota Medan dengan Binjai. Ketiga seksi yang dimaksud adalah: (1) Seksi I: Tanjung Mulia – Helvetia; (2) Seksi II: Helvetia – Semayang; (3) Seksi III: Semayang – Binjai.

19a. JaLan toL medan – bInJaI (8 ruaS tranS Sumatera)

Nilai Investasi : ~ Rp 1,6 Triliun

Skema Pendanaan : Penugasan BUMN

Lokasi : Sumatera Utara

Penanggung Jawab Proyek : PT Hutama Karya

Rencana Mulai Konstruksi : 2015

Rencana Mulai Operasi : 2018

Sebagai bagian dari jaringan JTTS, ruas ini penting untuk mendukung lalu lintas barang dan orang antara Medan dan Binjai. Proyek ini diharapkan dapat menjadi

Signifikansi Proyek

Saat ini JTTS Ruas Medan – Binjai sedang dalam tahap penyelesaian pengadaan tanah dan pelaksanaan konstruksi. Kemajuan konstruksi saat ini untuk Seksi III sudah mencapai 46%; Seksi II sudah mencapai 24%; sementara untuk Seksi I kemajuan konstruksi masih terhambat oleh masalah pengadaan tanah yang belum terselesaikan.

alternatif jalur kendaraan sehingga dapat mengurangi beban pada jalur yang sudah ada dan mempermudah akses serta meningkatkan konektivitas. Dengan demikian, jalan tol ini dapat berkontribusi pada pengembangan kawasan dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.

Status Terakhir Deskripsi Proyek

Jadwal Pelaksanaan Proyek dan Status Proyek

RTRW Pra-Studi Kelayakan Studi Kelayakan Rencana Teknik Terinci (DED)

Sudah tercantum Selesai Selesai Selesai

AMDAL Izin Lingkungan IPPKH Pengadaan Tanah

Selesai Sudah diterbitkan Sudah diterbitkan Sudah selesai 78%

Penetapan Skema

Pendanaan Pelelangan Investasi Dukungan Kelayakan Penjaminan

Penugasan BUMN N/A Penyertaan Modal Negara (PMN) N/A

Pencapaian Pembiayaan Rencana Mulai Konstruksi Target Operasi

Selesai Sudah dimulai pada 2015 Desember 2018

Pembangunan Jalan Tol Medan – Binjai menggunakan skema penugasan kepada BUMN yakni PT Hutama Karya melalui Peraturan Presiden No. 117 Tahun 2015 tentang perubahan atas Peraturan Presiden No. 100 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera.

PPJT untuk ruas tol ini telah ditandatangani pada 2014. Pada tahun yang sama Pemerintah juga memberikan dukungan berupa PMN kepada PT Hutama Karya untuk mendukung PT Hutama Karya memenuhi mandat penugasan ini. Struktur pendanaan ruas ini terdiri dari 70% ekuitas PT Hutama Karya (pemenuhannya didukung PMN) dan 30% adalah pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).

Skema Pendanaan

Kemajuan Seksi I masih terkendala oleh pengadaan tanah yang terhambat karena sengketa atas kepemilikan tanah. Selain itu, Service Level Agreement (SLA) yang bertujuan untuk mendorong percepatan pengadaan tanah masih menunggu penandatanganan oleh Gubernur Sumatera Utara.

Pengadaan Tanah

1. Percepatan pengadaan tanah untuk Seksi I dan konstruksi pada Seksi II dan III.

2. Penandatanganan SLA oleh Gubernur Sumatera Utara.

Tindak Lanjut

Merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang direncanakan akan membentang dari utara Pulau Sumatera sampai selatan menyambungkan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai Provinsi Lampung.

Ruas ini adalah salah satu ruas yang terletak di Sumatera Selatan dengan panjang total 22 Km dan terbagi kedalam tiga seksi: (1) Seksi I: Palembang – IC Pemulutan; (2) Seksi II: IC Pemulutan – IC KTM; (3) Seksi III: IC KTM – Simpang – Indralaya.

19b. JaLan toL paLembanG – IndraLaya (8 ruaS tranS Sumatera)

Nilai Investasi : ~ Rp 3,3 Triliun

Skema Pendanaan : Penugasan BUMN

Lokasi : Sumatera Selatan

Penanggung Jawab Proyek : PT Hutama Karya

Rencana Mulai Konstruksi : 2015

Rencana Mulai Operasi : 2018

Ruas ini diharapkan dapat mengakomodir proyeksi pertumbuhan lalu lintas harian antara Kota Palembang dengan Indralaya di sisi barat daya Kota Palembang.

Dengan adanya jalan tol ini, volume kendaraan akan terbagi dan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan serta aksesibilitas menuju dan dari Indralaya serta Palembang.

Signifikansi Proyek

Saat ini JTTS ruas Palembang – Indralaya sedang dalam tahap konstruksi dengan penyelesaian konstruksi sebesar 30% untuk Seksi I, 12% untuk Seksi III, dan 1%

untuk Seksi II.

Status Terakhir Deskripsi Proyek

Jadwal Pelaksanaan Proyek dan Status Proyek

RTRW Pra-Studi Kelayakan Studi Kelayakan Rencana Teknik Terinci (DED)

Sudah tercantum Selesai Selesai Selesai

AMDAL Izin Lingkungan IPPKH Pengadaan Tanah

Selesai Sudah diterbitkan Tidak diperlukan Sudah mencapai 71,26%

Penetapan Skema

Pendanaan Pelelangan Investasi Dukungan Kelayakan Penjaminan

Penugasan BUMN N/A Penyertaan Modal Negara (PMN) N/A

Pencapaian Pembiayaan Rencana Mulai Konstruksi Target Operasi

Selesai Sudah dimulai pada 2015 Desember 2018

Pembangunan Jalan Tol Palembang – Indralaya menggunakan skema penugasan kepada BUMN yakni PT Hutama Karya melalui Peraturan Presiden No. 117 Tahun 2015 tentang perubahan atas Peraturan Presiden No. 100 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera. PPJT untuk ruas tol ini telah ditandatangani pada 2015.

Pada tahun yang sama Pemerintah juga memberikan dukungan berupa PMN kepada PT Hutama Karya untuk mendukung PT Hutama Karya memenuhi mandat penugasan ini. Struktur pendanaan ruas ini terdiri dari 70% ekuitas PT Hutama Karya (pemenuhannya didukung PMN) dan 30% adalah pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).

Pengadaan tanah Seksi I telah selesai pada 2015. Selanjutnya untuk Seksi II dan Seksi III diharapkan dapat diselesaikan pada 2016. Saat ini tanah sudah bebas 16,7 km dari total 22 km (84,47%).

Pengadaan Tanah

1. Percepatan pengadaan tanah untuk Seksi II dan Seksi III.

2. Pemantauan terkait ketersediaan alokasi anggaran untuk pembayaran UGR pengadaan tanah.

Tindak Lanjut Skema Pendanaan

Merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang direncanakan akan membentang dari utara Pulau Sumatera sampai selatan menyambungkan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai Provinsi Lampung. Ruas ini adalah salah satu ruas yang terletak di Sumatera Selatan dengan panjang total 140 km. Ruas ini terbagi kedalam tiga seksi: (1) Seksi I: Bakauheni – Sidomulyo; (2) Seksi II: Sidomulyo - Branti; (3) Seksi III: Branti – Terbanggi Besar.

19c. JaLan toL baKauHenI – terbanGGI beSar (8 ruaS tranS Sumatera)

Nilai Investasi : ~ Rp 16,7 Triliun

Skema Pendanaan : Penugasan BUMN

Lokasi : Lampung

Penanggung Jawab Proyek : PT Hutama Karya

Rencana Mulai Konstruksi : 2015

Rencana Mulai Operasi : 2019

Deskripsi Proyek

AMDAL Izin Lingkungan IPPKH Pengadaan Tanah

Selesai Sudah diterbitkan Sudah diterbitkan Sudah mencapai 20%

Penetapan Skema

Pendanaan Pelelangan Investasi Dukungan Kelayakan Penjaminan

Penugasan BUMN N/A Penyertaan Modal Negara (PMN) N/A

Pencapaian Pembiayaan Rencana Mulai Konstruksi Target Operasi

Selesai Sudah dimulai pada 2015 2019

Pembangunan Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar menggunakan skema penugasan kepada BUMN yakni PT Hutama Karya melalui Peraturan Presiden No. 117 Tahun 2015 tentang perubahan atas Peraturan Presiden No. 100 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera.

PPJT untuk ruas tol ini telah ditandatangani pada 2015. Pada tahun yang sama Pemerintah juga memberikan dukungan berupa PMN kepada PT Hutama Karya untuk mendukung PT Hutama Karya memenuhi mandat penugasan ini. Struktur pendanaan ruas ini terdiri atas 45% ekuitas (dipenuhi dengan dukungan PMN) serta 55%

pinjaman.

Pemerintah telah menetapkan lokasi trase jalan tol dan saat ini sedang dalam tahap pelaksanaan pengadaan tanah. Diharapkan prosesnya dapat selesai pada Desember 2016 sehingga pembangunan jalan tol dapat terlaksana sesuai rencana jadwal.

Pengadaan Tanah

1. Percepatan pengadaan tanah.

2. Pemantauan ketersediaan alokasi anggaran untuk pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) pengadaan tanah.

Tindak Lanjut Skema Pendanaan

Ruas ini akan menjadi jalan akses utama dari dan ke Pelabuhan Bakauheni.

Mengingat Pelabuhan Bakauheni adalah salah satu pelabuhan utama yang menghubungkan Jawa dengan Sumatera, maka keberadaan ruas ini dapat secara signifikan mempercepat distribusi barang dan orang yang tiba di Sumatera melalui pelabuhan tersebut.

Signifikansi Proyek

Saat ini JTTS ruas Bakauheni – Terbanggi Besar sedang dalam tahap pengadaan tanah dan konstruksi. Pelaksanaan konstruksi terbagi ke dalam 4 paket dimana masing – masing paket kemajuannya masih dibawah 10%.

Status Terakhir

Jadwal Pelaksanaan Proyek dan Status Proyek

RTRW Pra-Studi Kelayakan Studi Kelayakan Rencana Teknik Terinci (DED)

Sudah tercantum Selesai Selesai Selesai

Merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang direncanakan akan membentang dari utara Pulau Sumatera sampai selatan menyambungkan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai Provinsi Lampung. Ruas ini adalah salah satu ruas yang terletak di Provinsi Riau dan akan menghubungkan Pekanbaru dengan Kandis dan Dumai.

Ruas ini terbagi ke dalam 6 seksi yakni: (1) Seksi I: Pekanbaru – IC Minas; (2) Seksi II: IC Minas- IC Kandis; (3) Seksi III: IC Kandis Selatan – IC Kandis Utara;

(4) Seksi IV: IC Kandis Utara – IC Duri Selatan; (5) Seksi V: IC Duri Selatan – IC Duri Utara; (6) Seksi VI: IC Dumai – Junction Duri.

19d. JaLan toL peKanbaru – dumaI (8 ruaS tranS Sumatera)

Nilai Investasi : ~ Rp 16,2 Triliun

Skema Pendanaan : Penugasan BUMN

Lokasi : Riau

Penanggung Jawab Proyek : PT Hutama Karya

Rencana Mulai Konstruksi : 2016

Rencana Mulai Operasi : 2019

Ruas ini akan menghubungkan Kota Pekanbaru (Ibukota Provinsi Riau) dengan Kota Dumai. Dengan potensi pengembangan agrobisinis serta status Dumai sebagai kota yang memiliki industri perminyakan yang maju, ruas ini diharapkan dapat terus mendukung pengembangan sektor industri tersebut.

Signifikansi Proyek

Saat ini JTTS ruas Pekanbaru – Dumai sedang dalam proses penyusunan Detailed Engineering Design (DED) dan pengadaan tanah. Konstruksi sedang dipersiapkan untuk dimulai bagi lahan sepanjang 2,7 km dari total 9,5 km pada Seksi 1. Lelang kontraktor sedang dipersiapkan dan diharapkan konstruksi dapat dimulai pada Desember 2016.

Status Terakhir Deskripsi Proyek

Jadwal Pelaksanaan Proyek dan Status Proyek

RTRW Pra-Studi Kelayakan Studi Kelayakan Rencana Teknik Terinci (DED)

Sudah tercantum Selesai Selesai 2017 awal untuk seluruh seksi

AMDAL Izin Lingkungan IPPKH Pengadaan Tanah

Ditargetkan selesai pada Juli 2016

Ditargetkan diterbitkan pada Juli 2016

Ditargetkan diterbitkan pada Juli 2016

Sudah mencapai 21%

Penetapan Skema

Pendanaan Pelelangan Investasi Dukungan Kelayakan Penjaminan

Penugasan BUMN N/A Belum ditentukan N/A

Pencapaian Pembiayaan Rencana Mulai Konstruksi Target Operasi Ditargetkan tercapai awal 2017 Ditargetkan mulai 2016 2019

Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru – Dumai menggunakan skema penugasan kepada BUMN yakni PT Hutama Karya melalui Peraturan Presiden No. 117 Tahun 2015 tentang perubahan atas Peraturan Presiden No. 100 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera.

PPJT untuk ruas tol ini telah ditandatangani pada 2015. Ruas ini membutuhkan ekuitas sebesar 70%. Namun keterbatasan PMN menyebabkan perlunya penjajakan sumber pendanaan alternatif seperti Medium Term Notes.

Skema Pendanaan

Penetapan Lokasi oleh Gubernur Riau telah diterbitkan dan saat ini sedang dalam proses pengadaan tanah oleh Pemerintah, secara total tanah sudah terbebaskan sebanyak 21%.

Pengadaan Tanah

1. Percepatan penyelesaian penyesuaian RTRW Provinsi Riau oleh Gubernur Riau dengan koordinasi antar pihak yang bersangkutan.

2. Percepatan penerbitan Izin Lingkungan dan Kelayakan Lingkungan Hidup.

3. Penjajakan sumber pendanaan alternatif untuk ruas Pekanbaru – Dumai.

Tindak Lanjut

Merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang direncanakan akan membentang dari utara Pulau Sumatera sampai selatan menyambungkan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai Provinsi Lampung. Ruas ini terletak di Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan dengan panjang total 185 km. Ruas ini terbagi kedalam tiga seksi yakni: (1) Seksi I: Terbanggi Besar – Mengala; (2) Seksi II: Menggala – Sp. Pematang; (3) Seksi III: Sp. Pematang – Kayu Agung. Ruas ini merupakan gabungan ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang (100 km) dan Pematang Panggang – Kayu Agung (85 km).

JaLan toL terbanGGI beSar – pematanG panGGanG –

Dalam dokumen Laporan KPPIP. Periode Juli - Desember 2016 (Halaman 66-73)

Dokumen terkait