OTHER INFORMATION
37. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP GOVERNMENT’S GUARANTEE ON
KEWAJIBAN PEMBAYARAN BANK UMUM COMMERCIAL BANKS’ OBLIGATIONS
Sejak tahun 1998, Pemerintah menjamin terhadap kewajiban bank umum yang meliputi : giro, tabungan, deposito berjangka dan deposito on-call, obligasi, surat berharga, pinjaman antar bank, pinjaman yang diterima, letters of credit, akseptasi L/C, swap mata uang dan kewajiban kontijen lainnya seperti bank garansi, standby letters of credit, performance bonds dan kewajiban sejenis selain yang dikecualikan seperti pinjaman subordinasi dan kewajiban kepada direktur, komisaris dan pihak terkait dengan Bank.
Berdasarkan Surat Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah (UP3) No S235/UP/III/2005 pada tanggal 17 Maret 2005 yang menyatakan bahwa sejak tanggal 18 April 2005, kewajiban pembayaran bank yang dijamin hanya meliputi simpanan dan pinjaman yang diterima dari bank lain dalam bentuk transaksi pasar uang antar bank. Selanjutnya program penjaminan Pemerintah akan berakhir pada tanggal 22 September 2005. Ketentuan mengenai pengurangan dan pengakhiran program penjaminan ini merupakan penegasan dari ketentuan dalam Keputusan Presiden No 95 Tahun 2004.
Berdasarkan Salinan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan No 1/PLPS/2005 pada tanggal 26 September 2005 tentang Program Penjaminan Simpanan yang menyatakan bahwa sejak tanggal 22 September 2005. Lembaga Penjamin Simpanan menjamin simpanan yang meliputi giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu yang merupakan simpanan yang berasal dari masyarakat termasuk yang berasal dari bank lain. Saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu Bank adalah : a. Seluruhnya, sejak tanggal 22 September 2005
sampai dengan 21 Maret 2006;
b. Maksimum sebesar Rp 5.000.000.000 sejak tanggal 22 Maret 2006 sampai dengan 21 September 2006; c. Maksimum sebesar Rp 1.000.000.000 sejak tanggal
22 September 2006 sampai dengan 21 Maret 2007; d. Maksimum sebesar Rp 100.000.000 sejak tanggal
22 Maret 2007.
Beban Premi Penjaminan yang dibayar selama tahun 2007, 2006 dan 2005 masing-masing sebesar Rp 2.026.495.126, Rp 1.390.879.958 dan Rp 1.160.972.137.
Since 1998, the Government guarantees the obligation of commercial banks including demand deposits, bonds, marketable securities, interbank borrowings, loans received, letters of credit, acceptances, currency swap and other contingent liabilities, such as bank guarantees, standby letters of credit, performance bonds and other kind of liabilities other than those excluded in this regulation such as subordinated loans, liabilities to directors, commissioners and related parties of the Bank.
In accordance with letter No S235/UP/III/2005 of the Government Guarantee Unit (UP3) dated March 17, 2005, starting April 18, 2005, the liabilities covered under the guarantee program only include deposits and borrowings from other banks in the form of money market transactions. Such government guarantee program will end on September 22, 2005. The regulation with respect to the reduction and termination of the government guarantee program is based on Presidential Decree No. 95 year 2004.
Based on “Lembaga Penjamin Simpanan” Regulation No. 1/PLPS/2005 dated September 26, 2005 regarding Deposit Guarantee Program, since September 22, 2005 the “Lembaga Penjamin Simpanan” will guarantee bank deposits including demand deposits, time deposits, certificate of deposits, savings deposits and other form of deposits, including deposits from other banks. Guaranteed bank balances of each customer are as follows :
a. 100%, from September 22, 2005 until March 21, 2006;
b. Maximum of Rp 5.000.000.000 from March 22, 2006 until September 21, 2006;
c. Maximum of Rp 1.000.000.000 from September 22, 2006 until March 21, 2007;
d. Maximum of Rp 100.000.000 from March 22, 2007.
Government’s guarantees premium paid in 2007, 2006 and 2005 amounted to Rp 2.026.495.126, Rp 1.390.879.958 and Rp 1.160.972.137 respectively.
A. Rasio Permodalan
a. Posisi rasio kecukupan modal (CAR) Bank pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005 masing-masing sebesar 15,06%, 21,41% dan 15,86 %.
A. Capital Ratio
a. The Bank’s capital adequacy ratio (CAR) as of December 31, 2007, 2006 and 2005 is 15,06%, 21,41% and 15,86 % respectively.
2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 5
Rp Rp Rp
Aktiva Tertimbang Risk weighted assets
Menurut Resiko 1.153.312.035.531 687.300.812.466 520.374.789.429 (RWA)
Modal : Capital :
Modal inti 162.813.216.303 141.028.482.471 77.950.920.513 Core capital
Modal pelengkap 11.229.882.905 6.528.797.007 4.987.599.023 Supplementary capital Jumlah modal 174.043.099.208 147.557.279.478 82.938.519.536 Total capital –gross Dikurangi : Penyertaan (387.437.000) (387.437.000) (387.437.000) Less : investments Modal – Bersih 173.655.662.208 147.169.842.478 82.551.082.536 Total capital - Net
2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 5
% % %
Rasio kecukupan modal 15,06 21,41 13,15 Capital adequacy ratio of the Bank Rasio kecukupan modal – setelah Capital adequacy ratio of the Bank
memperhitungkan resiko kredit 15,06 21,41 13,15 for credit risk
Rasio kecukupan modal – setelah Capital adequacy ration of the Bank memperhitungkan resiko pasar 14,99 21,41 13,15 for credit risk and market risk Rasio kewajiban penyediaan modal
minimum yang diwajibkan 8,00 8,00 8,00 Required capital adequacy ratio Rasio modal inti terhadap aktiva Ration of core capital to risk
tertimbang menurut resiko 14,12 20,52 14,98 weighted assets b. Rasio aktiva tetap terhadap modal pada tanggal
31 Desember 2007, 2006 dan 2005 masing- masing sebesar 18,26%, 15,75% dan 22,79%.
b. Ratio of fixed assets to capital on December 31, 2007, 2006 and 2005 is 18,26%, 15,75% and 22,79% respectively.
38. INFORMASI LAINNYA (Lanjutan) 38.OTHER INFORMATION (Continued) B. Rasio Rentabilitas
a. Rasio Return on Total Asset pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005 masing-masing sebesar 3,73%, 2,20% dan 1,74%.
b. Rasio Return on Equity pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005 masing-masing sebesar 20,25%, 14,26% dan 12,95%.
c. Rasio Net Interest Margin (NIM) pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005 masing- masing sebesar 12,37%, 9,84% dan 12,79%. d. Rasio BOPO pada tanggal 31 Desember 2007,
2006 dan 2005 masing-masing sebesar 80,70%, 87,61% dan 91,64%.
C. Rasio Likuiditas
a. Rasio kredit terhadap total simpanan pada tanggal 31 Desember 2007 dan 2006, 2005 masing-masing sebesar 93,87% , 84,57% dan 87,97%.
b. Posisi rasio Non performing asset (NPA) pada tanggal 31 Desember 2007 dan 2006, 2005 masing-masing sebesar 1,06%, 1,37% dan 0,37%.
B. Ratio of Profitability
a. Ratio of Return on Total Assets on December 31, 2007, 2006 and 2005 is 3,73%, 2,20% and 1,74% respectively.
b. Ratio of Return on Equity on December 31, 2007, 2006 and 2005 is 20,25%, 14,26% and 12,95% respectively.
c. Ratio of Net Interest Margin (NIM) on December 31, 2007, 2006 and 2005 is 12,37%, 9,84% and 12,79% respectively.
d. Ratio of BOPO on December 31, 2007, 2006 and 2005 is 80,70%, 87,61% and 91,64% respectively.
C. Ratio of Liquidity
a. Ratio of loans to deposits on December 31, 2007, 2006 and 2005 is 93,87% , 84,57% and 87,97% respectively.
b. Ratio of Non performing asset (NPA) on December 31, 2007, 2006 and 2005 is 1,06%, 1,37% and 0,37% respectively.
39. MANAJEMEN RISIKO 39.RISK MANAGEMENT
Dalam rangka mewujudkan terciptanya Tata Kelola Bank yang sehat, penerapan manajemen risiko di Bank mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia No 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 dan Surat Edaran Bank Indonesia No 5/21/DPNP tanggal 29 September 2003 perihal Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum.
Proses Manajemen Risiko yang dilakukan oleh Bank adalah :
a. Organisasi Manajemen Risiko
Sebagai salah satu bentuk pengawasan aktif penerapan manajemen risiko, Dewan Komisaris membentuk Komite Pemantau Risiko sesuai Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 010/KEP- DEKOM/SDRA/VI/07 tanggal 21 Juni 2007. Komite Pemantau Risiko dibentuk dengan tujuan untuk membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan atas hal- hal yang terkait dengan kebijakan dan strategi manajemen risiko yang disusun oleh manajemen.
In the frame work of realizing of good corporate governance, risk management in the Bank referring to the Bank Indonesia regulation No. 5/8/PBI/2003 dated May 19, 2003 and Circular Letter of the Indonesia Bank No 5/21/DPNP dated September 29, 2003 relating to Risk management for commercial banks.
Risk management process done by the Bank is as follows :
a. Organization of Risk management
As one of the form of active supervisory of risk management applied by the Bank, the Board of Commissioners established Monitoring Risk Committee according to the Board Of Commissioners decree No. 010/KEP-DEKOM/SDRA/VI/07 dated June 21, 2007. Monitoring Risk Committee was established for the purpose to assist the Board of Commissioners in implementing their duty and function of supervisory to matters which are related to policy and strategy of risk management prepared by
Sedangkan dalam rangka pengawasan aktif dari Direksi, Direksi membentuk Komite Manajemen Risiko sesuai Surat Keputusan Direksi No 084/KEP- DIR/RISK.MAN/VI/04 tanggal 21 Juni 2004. Komite Manajemen Risiko beranggotakan Direksi dan Pejabat Eksekutif Bank yang memiliki tugas untuk membantu Direksi dalam menjalankan tugas menyusun kebijakan dan strategi manajemen risiko, menetapkan limit risiko serta mengevaluasi penerapan manajemen risiko. Komite Manajemen Risiko secara rutin melakukan rapat setiap bulan dimana hasil dari rapat Komite Manajemen Risiko tersebut oleh Dewan Direksi dilaporkan kepada Dewan Komisaris untuk dievaluasi lebih lanjut mengenai penerapan manajemen risiko pada Bank.
Untuk meningkatkan pengawasan aktif dari Dewan Komisaris dan Direksi, Bank telah menetapkan wewenang dan tanggung jawab yang jelas bagi Dewan Komisaris dan Direksi yang terkait dengan penerapan manajemen risiko sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Kebijakan, Prosedur dan Penetapan Limit
Dalam rangka pelaksanaan penerapan manajemen risiko serta untuk memberikan arahan tertulis dalam menjalankan opersional bank, Bank membuat kebijakan dan prosedur serta menentukan limit dan penetapan toleransi risiko yang merupakan batasan potensi kerugian yang mampu diserap oleh kemampuan permodalan Bank dan sarana pemantauan terhadap perkembangan eksposur risiko bank.
c. Profil Risiko
Profil risiko dibuat dengan mengacu pada Peraturan Bank Indonesia No 5/8/PBI/2003 yang dikeluarkan pada tanggal 19 Mei 2003 tentang Manajemen Risiko untuk Bank Umum. Profil risiko dibuat setiap bulan yang dilaporkan dan dibahas pada Komite Manajemen Risiko dan setiap triwulan dilaporkan kepada Bank Indonesia.
Penilaian profil risiko merupakan kombinasi dari
While for the active control from the Board of Directors, the Board of Directors established a Risk Management Committee according to the decree of the Board of Directors No. 084/KEP- DIR/RISKMAN/VI/04 dated June 21, 2004. Risk Management Committee members consist of Directors and Executive Officers of the Bank having the duty to assist the Board of Directors in implementing the duty to prepare policy and strategy of risk management, determining risk limit and evaluates risk management implementation. Risk Management Committee routinely carrying out meeting each month where the results from the Risk Management Committee meeting were reported by the Board of Directors to the Board of Commissioners to be further evaluated about the application of risk management in the Bank.
To strengthen active supervisory from the Board of Commissioners and Board of Directors, the Bank has specified the authority and responsibility clearly for the Board of Commissioners and Board of Directors related to the application of risk management in accordance with the existing law and regulation. b. Policy, Procedure and Pegging Limit
In the frame work of applying implementation of risk management and written guidance in implementing the Bank operation, the Bank makes policy and procedure and determines limit and pegging of risk tolerance which relates to the limit of potential loss which can be absorbed by the equity of the Bank, and observation facilities on the development of the Bank’s risk exposure.
c. Risk Profile
Risk profile is made by referring to the Bank Indonesia regulation No. 5/8/PBI/2003 issued on May 19, 2003 about Risk Management for Commercial Banks. Risk profile is made each month and reported and studied at Risk Management Committee and every quarter to be reported to the Bank Indonesia.
39. MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan) 39.RISK MANAGEMENT (Continued) c. Profil Risiko (Lanjutan)
Penilaian profil risiko dilakukan oleh Bank terhadap 8 (delapan) risiko yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko strategik dan risiko kepatuhan yang terdapat pada aktifitas fungsional bank yang memiliki potensi pada kerugian bank. Aktifitas fungsional bank tersebut adalah Perkreditan, Treasury dan Investasi, Operasional dan Pelayanan, Pendanaan, Teknologi Sistem Informasi/Sistem Informasi Manajemen, dan Sumber Daya Manusia. Hasil penilaian profil risiko periode Desember tahun 2007 secara komposit memiliki predikat yang Rendah yang merupakan kombinasi dari Inheren Risk yang Rendah dan Sistem Pengendalian Risiko yang Dapat Diandalkan.
Profil risiko periode Desember tahun 2007 adalah sebagai berikut :
c. Risk Profile (Continued)
Valuation of risk profile made by the Bank to 8 types of risks : credit, market, liquidity, operational, law, reputation, strategic and compliance existing on functional activity of the Bank having potential loss of the Bank. Functional activities of the Bank are loan, treasury and investment, operational and services, financing, information technology system / Management Information system and Human resources.
Results of valuation on risk profile for the period of December 2007 compositely predicate was low which is a combination of Inherent Risk which is low and risk control system which is realible.
Risk profile for December 2007 is as follows :
Risiko / Risk Aktivitas/ Activity Kredit/ Credit Pasar/ Market Likuiditas/ Liquidity Operasional/ Operational Hukum/ Law Reputasi/ Reputation Strategik/ Strategic Kepatuhan/ Compliance Komposit/ Composite Risiko Inheren/ Inherent risk 90,87 100 71,67 97,97 99,74 195 100 100 94,53 Sistem Pengendalian Risiko/ Risk control System 78,87 78,04 78,08 75 73,33 78,33 75 75 76,46 Komposit/ Composite 86,07 91,21 74,23 88,78 89,18 88,33 90 90 87,30
c. Profil Risiko (Lanjutan)
Tren profil risiko selama tahun 2007 adalah sebagai berikut :
c. Risk Profile (Continued)
Trend of risk profile during 2007 is as follows :
Profil Risiko / Risk Profile Periode / Period Inheren / Inherent RCS / RCS Komposit / Composit Predikat / Predicate
Januari / January 94,66 76,46 87,38 Rendah / Low
Pebruari / February 95,93 76,46 88,14 Rendah / Low
Maret / March 95,98 76,46 88,17 Rendah / Low
April / April 96,02 76,46 88,19 Rendah / Low
Mei / May 95,27 76,46 87,74 Rendah / Low
Juni / June 95,84 76,46 88,08 Rendah / Low
Juli / July 95,68 76,46 87,99 Rendah / Low
Agustus / August 95,91 76,46 88,13 Rendah / Low
September / September 95,93 76,46 87,90 Rendah / Low
Oktober / October 94,55 76,46 87,31 Rendah / Low
Nopember / November 93,75 76,46 86,83 Rendah / Low
Desember / December 94,53 76,46 87,30 Rendah / Low
Risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko yang terjadi disebabkan oleh kegagalan pihak lawan (counterparty) dalam memenuhi kewajibannya terhadap Bank. Risiko kredit dapat timbul dari berbagai aktivitas fungsional Bank seperti perkreditan (penyediaan dana), treasury dan investasi.
Pada periode Desember tahun 2007, penilaian risiko inheren untuk risiko kredit berdasarkan hasil penilaian profil risiko memiliki predikat yang Rendah dengan sistem pengendalian risiko yang dapat Diandalkan.
Credit Risk
Credit risk is a risk happened caused by failure of counterparty in fulfilling its obligation to the Bank. Credit risk can arise from various functional activities of the Bank such as credit (finance of fund), treasury and investment.
In the period of December 2007, valuation of inherent risk for credit risk based on result of valuation of risk profile was low with control system was realible.
39. MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan) 39.RISK MANAGEMENT (Continued) c. Profil Risiko (Lanjutan)
Risiko kredit (Lanjutan)
Beberapa parameter yang digunakan dalam penilaian risiko kredit dari aktivitas perkreditan (penyediaan dana) adalah Non Performing Loan (NPL), konsentrasi kredit, kecukupan pembentukan cadangan serta pelampauan/pelanggaran BMPK. Sedangkan parameter yang digunakan dalam penilaian risiko kredit dari aktivitas treasury dan investasi adalah Non Performing Loan (NPL) untuk surat berharga, penempatan dan penyertaan, konsentrasi portofolio treasury, kecukupan pembentukan cadangan serta pelampauan/pelanggaran BMPK.
Tingkat Non-Performing Loan (NPL) bruto pada periode Desember 2007 adalah sebesar 1,18% untuk aktivitas perkreditan dan 0,24% untuk aktivitas treasury dan investasi atau berada di bawah angka 5% yang merupakan nilai maksimum NPL yang disyaratkan oleh Bank Indonesia, sedangkan Penyisihan Pencadangan Aktiva Produktif (PPAP) yang dibentuk Bank telah mematuhi peraturan Bank Indonesia yaitu di atas 100%.
Perhitungan kewajiban penyediaan modal minimum untuk risiko kredit pada periode Desember 2007 adalah sebesar 15,06% berada di atas angka 8% yang merupakan nilai minimum CAR yang disyaratkan oleh Bank Indonesia.
Untuk mengantisipasi implementasi dari Basel II, Bank membentuk Tim Monitoring Basel II untuk mempersiapkan implementasi manajemen risiko kredit dengan menggunakan Standardized Approach.
Risiko Pasar
Pada periode Desember 2007, penilaian risiko inheren untuk risiko pasar berdasarkan hasil penilaian profil risiko memiliki predikat yang Rendah dengan sistem pengendalian risiko yang dapat diandalkan.
c. Risk Profile (Continued)
Credit Risk (Continued)
Some parameters applied in valuation of credit risk from credit activity (finance of fund) related to Non Performing Loan (NPL), concentration of credit, forming sufficiency of reserve and violate the legal lending limit (LLL). While parameters applied in valuation of credit risk from treasury activity and investment is Non Performing Loan (NPL) on marketable securities, investment, concentration of portfolio treasury, sufficiency of reserve and violate the legal lending limit (LLL).
Level of gross Non-Performing-Loan (NPL) during the period of December 2007 is equal to 1,18% for credit activity and 0,24% for treasury activity and investment or below 5% which is the maximum of NPL required by the Bank Indonesia, while allowance for losses on productive assets (PPAP) provided by the Bank is in conformity with Bank Indonesia regulation that is above 100%.
The calculation of obligation of minimum capital adequacy for credit risk in the month of December 2007 is equal to 15,06%, it is above 8% which is the minimum CAR requirement by the Bank Indonesia.
To anticipate the implementation of Basel II, the Bank established Monitoring Team Basel II to prepare implementation of risk management of credit by using Standardized Approach.
Market Risk
In the month of December 2007, valuation of inherent risk for market risk based on the result of valuation of risk profile was low with control system as reliable.
c. Profil Risiko (Lanjutan)
Risiko Pasar (Lanjutan)
Risiko pasar dapat timbul dari aktivitas fungsional Bank yaitu perkreditan (penyediaan dana), treasury dan investasi, serta pendanaan. Parameter yang digunakan dalam penilaian risiko pasar dari aktivitas perkreditan (penyediaan dana) adalah rasio modal terhadap kumulatif potential loss akibat volatilitas suku bunga pada aktivitas perkreditan. Parameter yang digunakan dalam penilaian risiko pasar dari aktivitas treasury dan investasi adalah rasio modal terhadap kumulatif potential loss akibat volatilitas suku bunga pada aktiva dan pasiva. Sedangkan parameter yang digunakan dalam penilaian risiko pasar dari aktivitas pendanaan adalah rasio modal terhadap kumulatif potential loss karena volatilitas suku bunga pada dana deposito.
Rasio modal terhadap kumulatif potensial loss akibat volatilitas suku bunga pada aktivitas perkreditan pada periode Desember 2007 adalah sebesar 1.307,41%. Rasio modal terhadap kumulatif potensial loss akibat volatilitas suku bunga pada aktiva dan pasiva adalah sebesar 493,10%, sedangkan rasio modal terhadap kumulatif potensial loss karena volatilitas suku bunga pada dana deposito adalah sebesar 404,60%.
Sesuai PBI No 5/12/PBI/2003 Tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dengan Memperhitungkan Risiko Pasar (Market Risk), Bank wajib melaporkan posisi yang diperhitungkan dalam risiko pasar secara bulanan dengan format yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia secara on-line dan mengacu kepada ketentuan tentang Laporan Berkala Bank Umum.
c. Risk Profile (Continued)
Market Risk (Continued)
Market risk can arise from functional activity of the Bank that is credit (fund supply), treasury and investment, and funding. Parameters applied in valuation of market risk from credit activity (fund supply) is the capital ratio to cumulative of potential loss as result of interest rate volatility related to credit activity. Parameters applied in valuation of market risk from treasury activity and investment is the capital ratio to cumulative of potential loss as result of interest rate volatility on assets and liabilities. While parameters applied in valuation of market risk from funding activity is the capital ratio to cumulative of potential loss due to interest rate volatility on deposits fund.
Capital ratio to potential cumulative of loss as result of interest rate volatility on credit activity in the month of December 2007 is equal to 1307,41%. Capital ratio to potential cumulative of loss as result of interest rate volatility on assets and liabilities is equal to 493,10%, while capital ratio to potential cumulative of loss due to interest rate volatility on deposits fund is equal to 404,60%.
According to PBI NO 5/12/PBI/2003 about Obligation of Minimum Capital Adequacy of commercial banks, and accounted for the Market Risk, the Bank is obliged to report its position, accounted for in monthly market risk using format which has been specified by Bank Indonesia on-line and refers to the regulation on Periodical Report of Commercial Banks.
39. MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan) 39.RISK MANAGEMENT (Continued) c. Profil Risiko (Lanjutan)
Risiko Pasar (Lanjutan)
c. Risk Profile (Continued)
Market Risk (Continued) KPMM /
KPMM Periode 2007 /
Period 2007 Risiko Kredit / Credit Risk
%
Posisi Trading Book / Trading Book Position
(Rp)
Risiko Kredit + Risiko Pasar / Credit Risk + Market Risk
% Januari / January 21,48 5.000.000.000 21,48 Pebruari / February 20,85 54.558.000.000 20,30 Maret / March 20,11 10.066.000.000 20,04 April / April 19,58 21.240.000.000 19,58 Mei / May 18,88 41.240.000.000 18,85 Juni / June 17,84 12.482.000.000 17,70 Juli / July 17,07 10.307.000.000 16,95 Agustus / August 16,65 10.136.000.000 16,55 September / September 15,95 – 15,95 Oktober / October 15,76 42.671.000.000 15,53 Nopember / November 15,20 9.580.000.000 15,13 Desember / December 15,06 9.628.400.000 14,99
Untuk mengantisipasi implementasi dari Basel II, Tim Monitoring Basel II mempersiapkan implementasi manajemen risiko pasar dengan menggunakan Stadardized Approach.
Risiko Operasional
Dalam pengelolaan risiko operasional, masing- masing unit usaha bertanggung jawab untuk risiko yang terjadi pada kegiatan operasional sehari-hari dengan mengacu pada kebijakan dan prosedur, pengendalian dan pengawasan rutin. Selain itu, pengelolaan risiko operasional juga meliputi hal-hal yang terkait dengan pengembangan produk, sistem, sumber daya manusia dan prinsip “know your customer” sebagai aspek pencegahan terhadap kemungkinan adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk mengantisipasi implementasi dari Basel II, Tim Monitoring Basel II mempersiapkan implementasi manajemen risiko operasional dengan menggunakan Basic Indicator.
To anticipate implementation of Basel II, Monitoring Team Basel II prepares implementation of risk management of market by using Stadardized Approach.
Operational Risk
In the operational risk management, each business unit is responsible for the risk happened in the daily operational activity by referring to policy and