Financial Statements and
Independent Auditor’s Report
Surat Pernyataan Direksi Directors’ Statement Letter
Laporan Auditor Independen Independent Auditor’s Report
Halaman
Laporan Keuangan Financial Statements
N e r a c a 1 Balance Sheets
Laporan Laba Rugi 5 Statements of Income
Laporan Perubahan Ekuitas 6 Statements of Changes in Stockholders’ Equity
Laporan Arus Kas 7 Statements of Cash Flows
PT BANK HIMPUNAN SAUDARA 1906 Tbk PT BANK HIMPUNAN SAUDARA 1906 Tbk
Kami yang bertanda tangan di bawah ini : We, the undersigned :
Nama / Name : Farid Rahman Madyantoro Purbo Arief Budiman Domicile as stated in ID Card
: Jalan Bendi V No 5, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Jalan Ciumbuleuit No 42, Bandung
Jalan Cijerokaso PRV. B-33, Sarijadi, Bandung
Nomor telepon / Phone Number : 022 – 7322150, 7322130 022 – 7322150, 7322130 022 – 7322150, 7322130
Jabatan / Position : Direktur Utama Direktur Direktur
menyatakan bahwa :
1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk.
2. Laporan keuangan PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk telah disusun dan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk telah dimuat secara lengkap dan benar.
b. Laporan keuangan PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.
4. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal dalam PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
state that :
1. We are responsible for the preparation and presentation of the financial statements.
2. The financial statements of PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk have been prepared and presented in accordance with generally accepted accounting principles.
3. a. All information contained in the financial statements of PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk is complete and correct.
b. The financial statements of PT Bank Himpunan Saudara 1906 do not contain misleading material information or facts, and do not omit material information and facts.
4. We are responsible for the PT Bank Himpunan Saudara 1906 internal control system.
This statement letter is made truthfully.
Direktur Utama / President Director Direktur / Director Direktur / Director
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
--- The accompanying notes are an integral part of
Catatan 2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 5
Rp Rp Rp
Kas 2a, 3 42.367.185.300 20.985.770.925 13.657.500.825 Cash
Current Account With Bank Giro pada Bank Indonesia 4,42a,b,d 60.590.556.133 52.012.103.165 39.638.570.464 Indonesia
2c,2h,5 Current Account With Other
Giro pada bank lain : Banks :
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa – – – Related parties Pihak ketiga 3.280.119.179 735.835.641 851.433.900 Third parties
Current Account With Other Jumlah giro pada bank lain 3.280.119.179 735.835.641 851.433.900 Banks-Gross
Penyisihan penghapusan (92.407.167) (95.462.167) (39.862.167 ) Allowance for losses Current Account With Other
Bersih 3.187.712.012 640.373.474 811.571.733 Banks-Net
Placements with Bank Penempatan pada Bank Indonesia 2b, 6 146.786.068.594 165.212.746.975 50.433.399.630 Indonesia
2d,2h,2i,
Surat berharga : 7,33 Marketable Securities :
Dimiliki dengan tujuan
untuk dijual : Available for Sale : Obligasi pemerintah 9.628.400.000 – – Government Bonds Dimiliki hingga jatuh tempo : Held-to-maturity : Obligasi pemerintah – – 42.418.839.296 Government Bonds Obligasi non pemerintah Non - Government Bonds :
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa – – 2.000.000.000 Related parties Pihak ketiga 299.348.183 299.348.183 153.382.105 Third parties
Total Marketable Securities - Jumlah surat berharga 9.927.748.183 299.348.183 44.572.221.401 Gross
Penyisihan penghapusan (34.527.303) (34.527.303) (301.620.708 ) Allowance for losses Total Marketable Securities -
Bersih 9.893.220.880 264.820.880 44.270.600.693 Net
Surat berharga yang dibeli dengan janji untuk dijual
Marketable securities bought with promise
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
Rp Rp Rp
Kredit yang diberikan : 2f,2h,2i, 8,33
Loans
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 81.817.028.208 69.843.000.000 58.479.000.000 Related parties Pihak ketiga 1.082.387.324.146 654.186.509.031 511.429.279.789 Third parties Jumlah kredit yang diberikan 1.164.204.352.354 724.029.509.031 569.908.279.789 Total loans - gross Penyisihan penghapusan (18.506.762.593) (11.211.377.031) (6.445.134.248) Allowance for losses
Bersih 1.145.697.589.761 712.818.132.000 563.463.145.541 Total loans – net
Penyertaan : 2g,2h,9 Investments :
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa – – – Related parties Pihak ketiga 387.437.000 387.437.000 387.437.000 Third parties
Jumlah penyertaan 387.437.000 387.437.000 387.437.000 Total investments – gross Penyisihan penghapusan (58.115.550) (58.115.550) (193.718.500) Allowance for losses
Bersih 329.321.450 329.321.450 193.718.500 Total investments – net
Aktiva tetap : 2j, 10 Fixed assets
Biaya perolehan 32.829.118.412 23.470.027.949 18.632.098.870 Acquisition cost
Akumulasi penyusutan (9.103.834.139) (7.029.128.705) (5.064.690.728) Accumulated depreciation Nilai buku 23.725.284.273 16.440.899.244 13.567.408.142 Net Book value
Aktiva pajak tangguhan 17c 1.585.291.598 1.412.830.413 1.429.736.192 Deferred tax assets Aktiva lain-lain 2i,2k,2l,
11,33 28.883.522.299 24.629.863.692 19.434.216.683
Other assets
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
--- The accompanying notes are an integral part of Catatan 2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 5
Rp Rp Rp
KEWAJIBAN LIABILITIES
Kewajiban segera 12 3.622.011.438 3.037.519.085 2.647.330.722 Current liabilities Simpanan : 2i,2m,
13,33
Deposits from customers :
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 221.641.751.676 130.197.198.862 87.943.554.833 Related parties Pihak ketiga 1.018.559.556.990 725.758.192.175 559.916.642.583 Third parties
Jumlah simpanan 1.240.201.308.666 855.955.391.037 647.860.197.416 Total deposits from customer
Simpanan dari bank lain 14 22.719.238.857 20.687.490.603 3.172.437.964 Deposits from other banks
Kewajiban kepada Fund borrowings from
Bank Indonesia 15 808.943.736 814.743.736 836.393.736 Bank Indonesia Hutang pajak 17b 4.724.360.672 4.305.841.808 3.830.638.644 Taxes payable
Kewajiban lain-lain 16 5.876.017.425 2.699.812.142 2.291.327.142 Other liabilities
Kewajiban Diestimasi Estimated obligation for
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
Rp Rp Rp
STOCKHOLDERS’
EKUITAS EQUITY
Modal saham Capital stock
Modal dasar 4.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham tahun 2007 dan 2006 dan 250.000.000 saham Rp 1.000 per saham tahun 2005 Ditempatkan dan disetor
penuh 1.500.000.000 saham tahun 2007 dan 2006 dan 100.000.000
saham tahun 2005 20 150.000.000.000 150.000.000.000 100.000.000.000
Authorized capital 4.000.000.000 shares at Rp 100 par value each (2007 and 2006) and 250.000 shares at Rp 1.000 par value each (2005)
Issued and fully paid-in 1.500.000.000 shares (2007 and 2006) and 100.000.000 shares (2005)
Agio saham 21 6.453.099.446 6.453.099.446 2.313.025.000 Additional paid-in capital
Cadangan umum 22 2.579.998.594 2.579.998.594 2.579.998.594 General reseve
Selisih penilaian nilai wajar surat berharga yang
tersedia untuk dijual 2d,23 (781.600.000) – –
Gain (loss) from the change in fair value of securities available for sale-net
Laba ditahan Retained earnings
(akumulasi defisit) 21.558.068.140 (10.045.648.417) (23.137.921.892 ) (accumulated deficit)
Jumlah ekuitas 179.809.566.180 148.987.449.622 81.755.101.702 Total stockholders’ equity
JUMLAH KEWAJIBAN TOTAL LIABILITIES AND
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
--- The accompanying notes are an integral part of Catatan 2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 5
Rp Rp Rp
Pendapatan bunga 2o,25 202.041.077.223 149.909.220.766 108.759.036.501 Interest income Provisi dan komisi 2p,26 13.691.137.249 7.113.752.436 6.801.589.918 Fees and commissions
215.732.214.472 157.022.973.202 115.560.626.419
0
Beban bunga 2o,27 (78.630.611.488) (76.589.369.473) (41.745.070.068) Interest expense
Pendapatan bunga bersih 137.101.602.984 80.433.603.729 73.815.556.351 Intrest income – net
Pendapatan operasional lainnya 28 4.527.194.537 5.336.960.199 2.355.986.051 Other operating income
Beban penyisihan penghapusan Expense on allowance for aktiva produktif 2h,29 (12.449.746.491) (3.900.836.623) (6.038.324.630) losses on productive assets
Beban operasional lainnya : Other operating expenses :
Umum dan administrasi 30 (41.601.836.492) (31.757.662.485) (32.965.014.633) General and administrative Tenaga kerja 31 (41.440.856.666) (29.226.275.421) (25.152.350.380) Personnel
Jumlah beban Total other operating
operasional lainnya (83.042.693.158) (60.983.937.906) (58.117.365.013) expenses Laba operasional 46.136.357.872 20.885.789.399 12.015.852.759 Operating income
Pendapatan (beban) Non – operating income
non operasional – bersih 32 (450.558.200) (1.711.406.444) (622.824.998) (expenses)
Laba sebelum
pajak penghasilan 45.685.799.672 19.174.382.955 11.393.027.761 Income before tax
Pajak penghasilan : Tax expense :
Kini 2s,17a (14.254.544.300) (6.065.203.700) (4.085.055.745) Current Tangguhan 17c 172.461.185 (16.905.779) 300.390.360 Deferred
Laba bersih tahun berjalan 31.603.716.557 13.092.273.476 7.608.362.376 Net income
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
yang tersedia
2004 75.000.000.000 2.313.025.000 2.579.998.594 – (33.220.622.681) 46.672.400.913 Setoran saham/
Share deposits fund 25.000.000.000 – – – – 25.000.000.000 Penyesuaian tahun lalu/
Last year’s adjustment – – – – 2.474.338.413 2.474.338.413 Laba bersih tahun berjalan/
Net income for the year – – – – 7.608.362.376 7.608.362.376
Saldo per 31 Desember 2005 disajikan kembali/ Balance, December 31,
2005 100.000.000.000 2.313.025.000 2.579.998.594 – (23.137.921.892) 81.755.101.702 Setoran saham/ 20
Share deposits fund 50.000.000.000 – – – – 50.000.000.000 Agio saham/
Additional paid-in capital – 7.500.000.000 – – – 7.500.000.000 Biaya Emisi Saham/ 2q
Shares issuance costs – (3.359.925.554) – – – (3.359.925.554) Laba bersih tahun berjalan/
Net income for the year – – – – 13.092.273.476 13.092.273.476
Saldo per 31 Desember 2006/
Balance, December 31, 2006 150.000.000.000 6.453.099.446 2.579.998.594 – (10.045.648.417) 148.987.449.622 Selisih penilaian nilai wajar
surat berharga yang tersedia untuk dijual/
2d,23
Gain (loss) from the change in fair value of securities
available for sale-net – – – (781.600.000) – (781.600.000)
Laba bersih tahun berjalan
Net income for the year – – – – 31.603.716.557 31.603.716.557
Saldo per 31 Desember 2007
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
--- The accompanying notes are an integral part of
2 0 0 7 2 0` 0 6 2 0 0 5
Rp Rp Rp
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS OPERASI
CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Interest, fees and commissions Penerimaan bunga, provisi dan komisi 211.322.785.210 157.020.123.973 113.536.447.570 receivable
Penerimaan dari transaksi
operasional lainnya 4.538.203.272 5.336.960.199 2.355.986.051 Other operating income Pembayaran bunga (78.479.976.330) (76.589.369.473) (40.434.218.793) Interest paid
Bunga diterima dimuka – (32.179.475) (7.446.084) Interest received in advance Pembayaran beban operasional (89.183.938.947) (69.524.839.781) (52.307.101.940) Operational expenses paid Penerimaan (pembayaran) untuk Received (paid) of non -
transaksi non operasional – bersih (18.069.079.945) (19.595.267.860) (622.824.998) Operational transactions-net
Perubahan dalam aktiva dan kewajiban Changes in operating assets
operasi : and liabilities
Decrease (increase) in operating Penurunan (kenaikan) aktiva operasi : assets :
Penempatan pada Bank Indonesia Placement with Bank Indonesia dan Bank-bank lain 18.426.678.381 171.198.259 (15.500.000.000) and other banks
Surat-surat berharga (9.893.220.880) (46.450.820.525) – Marketable securities Kredit yang diberikan (432.879.457.761) (149.354.986.460) (149.564.496.923) Loans
Aktiva lain-lain 378.551.898 (8.540.469.203) 927.685.545 Other assets
Decrease (increase) in operating Kenaikan (penurunan) kewajiban operasi : liabilities
Fund borrowing from Bank Kewajiban kepada Bank Indonesia (5.800.000) (21.650.000) (19.050.960) Indonesia
Simpanan : Deposits from customers : Giro 74.497.211.151 30.914.436.709 4.345.885.345 Demand deposits Tabungan 31.189.961.392 20.932.423.528 7.724.799.600 Savings deposits Deposito berjangka 278.558.745.086 156.257.333.384 162.103.477.107 Time deposits Simpanan dari bank lain 2.031.748.254 17.515.052.639 3.153.259.687 Deposits from other bank Hutang pajak 418.518.864 (2.245.178.338) (7.268.321.931) Taxes payable
Kewajiban lain-lain 3.064.429.388 1.255.974.483 1.198.521.525 Other liabilities
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 5
Rp Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Penyertaan – (135.602.950) – Investments
Surat berharga untuk tujuan dimiliki Held to maturity marketable hingga jatuh tempo – (46.450.820.525) (41.418.839.296) Securities
Surat berharga yang dibeli dengan janji Marketable securities bought untuk dijual kembali 46.450.820.525 46.475.860.752 20.450.000.000 With promise to be sold again Surat berharga yang dijual dengan janji Marketable securities sold with
untuk dibeli kembali – (46.475.860.752) (20.450.000.000) Promise for buyback Acquisition of premises and Pembelian aktiva tetap (9.858.973.677) (2.873.491.102) (4.973.611.769 equipment
Kas bersih diperoleh dari (digunakan Net cash provided by (used in) untuk) aktivitas investasi 36.591.846.848 (49.459.914.577) (46.392.451.065) Investing activities
ARUS KAS DARI KTIVITAS APENDANAAN
CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Setoran modal – 50.000.000.000 25.000.000.000 Paid-in capital
Agio saham – 7.500.000.000 – Additional paid-in capital Biaya emisi saham – (3.359.925.554) – Shares issuance costs
Arus kas bersih berasal dari Net cash provided by (used in) aktivitas pendanaan – 54.140.074.446 25.000.000.000 Financing activities
Kenaikan (penurunan) bersih kas Net increase (decrease) in cash dan setara kas 32.507.205.881 19.530.604.542 8.230.149.736 and cash equivalents
Cash and cash equivalents, Kas dan setara kas awal tahun 73.638.247.564 54.107.643.022 45.877.493.286 beginning of year
Cash and cash equivalents, Kas dan setara kas akhir tahun 106.145.453.445 73.638.247.564 54.107.643.022 end of year
Cash and cash equivalents Kas dan setara kas terdiri dari : consist of :
Kas 42.367.185.300 20.985.770.925 13.657.500.825 Cash
Current account with Bank
Giro pada Bank Indonesia 60.590.556.133 52.012.103.165 39.638.570.464 Indonesia
Current account with other
Giro pada bank lain 3.187.712.012 640.373.474 811.571.733 Banks
1. U M U M 1. GENERAL
a. Pendirian dan Informasi Umum a. The Establishment of the Bank and General
PT Bank Himpunan Saudara 1906 (untuk selanjutnya disebut Bank) didirikan berdasarkan akta notaris Noezar, SH, No 30 tanggal 15 Juni 1974. Akta pendirian ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No YA 5/224/3 tanggal 30 Juni 1975 dan telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Bandung No 132/1975 tanggal 17 Juli 1975 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No 69 Tambahan No 448 tanggal 29 Agustus 1975.
Anggaran dasar telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir perubahan seluruh anggaran dasar tersebut berdasarkan akta notaris Meiyane Halimatussyadiah, SH, No 5 tanggal 26 April 2006 yaitu mengenai perubahan status dari perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka, peningkatan modal dasar Bank dan rencana penawaran saham kepada publik sebanyak 500.000.000 saham. Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan No C-17928 HT.01.04.TH.2006 tanggal 20 Juni 2006. Pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia No W8-02735 HT.01.04-TH.2007 tanggal 17 September 2007.
Kegiatan utama Bank adalah menjalankan usaha sebagai bank umum. Bank memperoleh ijin usaha sebagai bank umum berdasarkan surat keputusan Menteri Keuangan No Kep-067/KM.17/1993 tanggal 7 April 1993.
PT Bank Himpunan Saudara 1906 ( henceforth is called as Bank) was established based on notarial deed of Noezar, SH, No 30 date of June 15, 1974. The articles of incorporation have been approved by the Minister of Justice based on the decision letter No. YA 5/224/3 dated June 30, 1975 and have been registered in the Bandung District Court No. 132/1975 dated July 17, 1975 and have been announced in the State Gazette No. 69 Supplementary No. 448 dated August 29, 1975.
The Bank’s articles of association have been amended several times, the latest amendment was based on notarial deed of Meiyane Halimatussyadiah, SH, No 5 dated April 26, 2006 about the change of status from a closed limited liability Company to become a public Company, increase of authorized capital of the Bank and planning for initial public offering of 500.000.000 shares. This change has been approved by the Ministry of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia based on the decree No C-17928 HT.01.04.TH.2006 dated June 20, 2006. The announcement has been done in the State Gazette No W8-02735 HT.01.04-TH.2007 dated September 17, 2007.
a. Pendirian dan Informasi Umum (Lanjutan) a. The Establishment of the Bank and General
(Continued)
Berdasarkan surat keputusan Bank Indonesia No 9/173/DS/Bd tanggal 28 Agustus 2007, Bank telah memperoleh ijin untuk membuka Kantor Cabang Surapati Core – Bandung, yang merupakan peningkatan status dari Kantor Cabang Pembantu Martadinata – Bandung. Berdasarkan surat keputusan Bank Indonesia No 9/286/DS/Bd dan No 9/287/DS/Bd tanggal 28 Desember 2007, Bank telah memperoleh ijin pembukaan Kantor Cabang yang berlokasi di Surabaya dan Semarang. Kantor Pusat Bank berkedudukan di jalan Buah Batu No 58, Bandung. Bank mempunyai 7 kantor cabang, 12 kantor cabang pembantu, 12 kantor kas, dan 24 ATM yang berada di Kantor Pusat, Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan Kantor Kas.
Berdasarkan surat keputusan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor : KEP-01/BL/Kstd/2007 tanggal 12 September 2007 tentang Persetujuan Bank Umum Sebagai Kustodian PT Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk telah melakukan kegiatan operasional usaha jasa kustodian mulai tanggal 8 Oktober 2007.
Pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005, anggota Dewan Komisaris, Direksi Bank dan Komite Audit adalah sebagai berikut :
Based on the Bank Indonesia’s decree No 9/173/DS/Bd dated August 28, 2007, the Bank has obtained its licence to open a branch at Surapati Core - Bandung, which was an enhancement of status of sub branch at Martadinata - Bandung. Based on the Bank Indonesia’s decrees No 9/286/DS/Bd and No 9/287/DS/Bd dated December 28, 2007, the Bank has obtained its licence to open branches in Surabaya and Semarang. The Head-Office of the Bank is at Jl. Buah Batu No 58, Bandung. The Bank has 7 branches, 12 sub branches, 12 cash offices, and 24 ATMs located in the Head-Office, branches, sub branches and cash offices.
Based on the decree the Capital Market Supervisory Agency (“BAPEPAM”) No : KEP-01/BL/KSTD/2007 dated September 12, 2007 about the approval of the Bank as Custodian Bank, PT Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk has done operational activities in custodian services effective as from October 8, 2007.
On December 31, 2007, 2006 and 2005, the members of Board of Commissioners, Board Of Directors and Audit Committee are as follows :
2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 5
Dewan Komisaris : Board of Commissioners : Komisaris Utama : Rd. Maulana Ibrahim RH Gartina Dendadipura RH Gartina Dendadipura President Commissioner Komisaris : Maskan Iskandar Maskan Iskandar Maskan Iskandar Commissioners
: Uce Karna Suganda – –
Dewan Direksi : Board of Directors : Direktur Utama : Farid Rahman Farid Rahman Farid Rahman President Director Direktur : Madyantoro Purbo Madyantoro Purbo Madyantoro Purbo Director
: Arief Budiman Arief Budiman Arief Budiman
Komite Audit: Audit Committee Ketua : Maskan Iskandar – – Chairman Anggota : Suharjadi Sunarja – – Members
1. U M U M (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
a. Pendirian dan Informasi Umum (Lanjutan) a. The Establishment of the Bank and General
(Continued)
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 31 Desember 2007 ditentukan berdasarkan akta notaris Kirana Ivyminerva Wilamarta, SH, LL.M, No 3 tanggal 24 Agustus 2007, susunan pengurus Bank untuk waktu 5 tahun sampai dengan tanggal 30 Mei 2012.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 31 Desember 2007 tersebut telah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia melalui surat No 9/66/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 20 Juni 2007.
Susunan Komite Audit telah dibentuk berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris No 005/KEP-DEKOM/SDRA/III/07 tanggal 6 Maret 2007.
Jumlah gaji dan tunjangan yang diberikan kepada Komisaris dan Direksi bank pada tahun 2007, 2006 dan 2005 masing-masing sebesar Rp 7.154.381.939, Rp 4.544.624.630, dan Rp 4.720.722.867
Jumlah karyawan pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005 masing-masing sebanyak 379, 396 dan 366 orang (tidak diaudit).
The composition of Board of Commissioners and Board of Directors on December 31, 2007 has been determined based on notarial deed of Kirana Ivyminerva Wilamarta, SH, LLM, No. 3 dated August 24, 2007, for 5 years up to May 30, 2012.
The composition of Board of Commissioners and Board of Directors on December 31, 2007 has been approved by the Bank Indonesia through its letter No 9/66/GBI/DPIP/Rahasia dated June 20, 2007.
The composition of Audit Committee has been formed based on the decision letter No 005/KEP-DEKOM/SDRA/III/07 dated March 6, 2007.
Total of salaries and fringe benefits of the Board of Commissioners and Board of Directors for the years 2007, 2006 and 2005 amounted to Rp 7.154.381.939, Rp 4.544.624.630, and Rp 4.720.722.867 respectively.
Number of employees as per December 31, 2007, 2006 and 2005 are 379, 396 and 366 persons respectively (unaudited).
b. Penawaran Umum Saham Bank b. The Bank’s Public Offerings
Pada tanggal 4 Desember 2006, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan surat No S-3065/BL/2006 untuk melakukan penawaran umum atas 500.000.000 saham biasa atas nama kepada masyarakat. Nilai nominal per saham Rp 100 dengan harga penawaran Rp 115. Pada tanggal 12 Desember 2006 saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dengan Surat Direksi PT Bursa Efek Jakarta No S.1192/BEJ-PSJ/12-2006 tanggal 12 Desember 2006.
Suatu ikhtisar kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Bank yang mempengaruhi penentuan posisi keuangan dan hasil usahanya, dijelaskan di bawah ini :
The accounting policies, consistently applied in the preparation of the financial statements for the years ended December 31, 2007, 2006 and 2005, were as follows :
a. Penyajian Laporan Keuangan a. Basis for preparation of Financial Statements
Laporan keuangan disusun dengan dasar pengukuran biaya historis dan berdasarkan pedoman Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No 31 (Revisi 2000) tentang ”Akuntansi Perbankan” yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) yang diterbitkan atas kerjasama IAI dengan Bank Indonesia pada bulan Juni tahun 2001 dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan LK bagi perusahaan yang menawarkan sahamnya kepada masyarakat.
Laporan keuangan juga telah disusun berdasarkan basis akrual, kecuali untuk laporan arus kas dan tagihan bunga atas aktiva produktif yang digolongkan sebagai ”non-performing” dicatat secara dasar kas.
Laporan arus kas disusun berdasarkan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan dengan menggunakan metode langsung. Untuk penyajian laporan arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank lain yang tidak digunakan sebagai jaminan atau dibatasi penggunaannya. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah mata uang Rupiah yang merupakan mata uang fungsional.
The financial statements are prepared based on the historical cost basis, except otherwise specified. The financial statements are prepared in conformity with Statement of Financial Accounting Standards (“SFAS”) N0. 31 (2000 Revision) regarding “Accounting for Banking Industry” issued by the Indonesian Institute of Accountants, and the accounting and reporting guidelines for Indonesian banking industry (PAPI 2001) issued through a joint task of the Indonesian Institute of Accountants and Bank Indonesia and accordance with the Capital Market Supervisory Agency (“BAPEPAM”) Regulations.
The financial statements are prepared on the accrual basis, except for interest on non-performing loans and other productive assets which are recorded on a cash basis.
The statements of cash flows are prepared based on the changes in cash and cash equivalents which were classified as operating, investing, and financing activities. The statements of cash flows are prepared using the direct method. Cash and cash equivalents consist of cash on hand, current account with Bank Indonesia and current account with other banks.
The financial statements are presented in Rupiah currency.
b. Penempatan Pada Bank Indonesia dan Bank- b. Placements with Bank Indonesia and other Banks bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia dinyatakan sebesar saldo penempatan setelah dikurangi bunga diterima dimuka yang belum diamortisasi. Penempatan pada bank lain dinyatakan sebesar nilai nominal penyetoran atau nilai yang diperjanjikan
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF ACCOUNTING POLICIES
(Lanjutan) (Continued)
c. Giro Pada Bank Lain c. Demand Deposits with Other Banks
Penempatan pada bank lain dinyatakan sebesar saldo penempatan dikurangi dengan penyisihan penghapusan.
Demand deposits with other banks are stated at outstanding balances less allowance for losses.
d. Surat Berharga d. MarketableSecurities
Surat berharga terdiri dari surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar uang dan di bursa efek yang dinyatakan sesuai dengan PSAK No 50 tentang ”Akuntansi Investasi Efek Tertentu” adalah sebagai berikut :
• Surat berharga yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan dinyatakan sebesar nilai wajar, keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat kenaikan (penurunan) nilai wajar dilaporkan dalam laporan laba rugi tahun berjalan.
• Surat berharga yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi dengan amortisasi premi atau ditambah amortisasi diskonto.
• Surat berharga yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual dinyatakan berdasarkan nilai wajar, keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat kenaikan (penurunan) nilai wajar tidak diakui dalam laporan laba rugi periode berjalan, melainkan disajikan secara terpisah sebagai komponen ekuitas. Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi tersebut dilaporkan dalam laporan laba rugi pada saat realisasi.
Penurunan nilai surat berharga yang bersifat permanen dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.
Untuk menghitung laba atau rugi yang direalisasi, biaya perolehan investasi efek ditentukan berdasarkan metode identifikasi khusus.
Marketable securities consist of commercial papers traded in the money market and shares listed at the stock exchange. In accordance with SFAS No. 50, ”Accounting for Investment in Certain Debt and Equity Securities”, securities are classified as one of these categories :
• Marketable securities which are classified as trading are stated at fair value. Unrealized gain or losses from the increase or decrease in fair value are reflected in the current operations.
• Marketable securities which are classified as held-to maturity are presented in the balance sheet at acquisition cost after amortization of premium or discount.
• marketable securities which are classified as available-for-sale are stated at fair value. Unrealized gain or losses from the increase or decrease are recorded as part of equity and will be recognized in the statement of income for the year when the securities are sold.
Permanent decline in value of securities is charged directly to current operations.
e. Surat Berharga yang Dibeli/Dijual dengan Janji e. Marketable Securities Bought / Sold with promise untuk Dijual/Dibeli Kembali (Repo) to be sold again / Buyback (Repo)
Surat berharga yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali disajikan sebagai kewajiban sebesar jumlah pembelian kembali, dikurangi dengan bunga dibayar dimuka yang belum diamortisasi. Selisih antara harga jual dan harga beli dicatat sebagai biaya dibayar dimuka dan diakui sebagai beban selama periode sejak surat-surat berharga tersebut dijual sampai dibeli kembali.
Surat berharga yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali disajikan sebagai aktiva dalam neraca sebesar jumlah penjualan kembali, dikurangi dengan pendapatan bunga yang belum diamortisasi. Selisih antara harga beli dan harga jual dicatat sebagai pendapatan bunga yang ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan selama periode surat-surat berharga tersebut dibeli sampai dijual kembali.
Marketable Securities Sold with promise for Buyback (Repo) are presented as obligation equal to the repurchased amounts, deducted by prepaid interest which has not been amortized. Difference between the selling price and the purchase price is recorded as prepaid expenses and will be expensed during the period from the sales of the securities until the buyback of the securities.
Marketable Securities Bought with promise to be sold again (Repo) are presented as assets in the balance sheet equal to selling price, deducted by interest income which has not been amortized. Difference between the purchase price and the selling price is recorded as differed interest income and will be recognized as income during the period from the purchase of securities until the securities are to be sold again.
f. Kredit Yang Diberikan f. Loans
Kredit diakui pada saat pencairannya sebesar pokok kredit.
Kredit disajikan berdasarkan jumlah bruto tagihan Bank yang belum dilunasi oleh nasabah setelah dikurangi penyisihan kerugian kredit. Untuk kredit yang direstrukturisasi, dalam pokok kredit termasuk bunga dan biaya lainnya yang dialihkan menjadi pokok kredit. Bunga yang dialihkan tersebut diakui sebagai pendapatan bunga yang ditangguhkan.
Loans are recognized at the principal amount at the time of drawndown.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF ACCOUNTING POLICIES
(Lanjutan) (Continued)
g. Penyertaan Saham g. Investments
Penyertaan saham merupakan penanaman dana dalam bentuk saham pada perusahaan yang bergerak di bidang keuangan yang tidak melalui pasar modal untuk tujuan investasi jangka panjang, serta penyertaan sementara dalam rangka restrukturisasi kredit.
Berdasarkan PSAK No 15 tentang ”Investasi pada Perusahaan Asosiasi”, metode pencatatan untuk penyertaan dengan kepemilikan dibawah 20% dilakukan dengan metode biaya (cost method) sedangkan penyertaan dengan kepemilikan 20% – 50% dilakukan dengan metode ekuitas (equity method).
Bagian laba (rugi) dari penyertaan yang dicatat dengan metode ekuitas dikreditkan (dibebankan) dalam laporan laba rugi tahun berjalan.
Investments of stocks relate to funds invested in the form of stocks in financial companies which are not traded in the stock market for long-term investment purposes. And temporary investments in the frame work of restructuring of loans.
In accordance with SFAS No. 15, “Accounting for Associates Investments”, investments in shares with an ownership of less than 20% are recorded using the cost method, while those with an ownership of 20%-50% are recorded using the equity method.
Share of income (loss) from investments which are recorded using the equity method is credited (charged) to the statement of income for the year.
h. Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif serta h. Allowance for Losses from Productive Assets and Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontijensi Estimated Losses on Commitments and
Contingencies
Penyisihan penghapusan aktiva produktif serta estimasi kerugian komitmen dan kontijensi dibentuk berdasarkan penelaahan dan penilaian manajemen terhadap kualitas masing-masing aktiva produktif. Bank menentukan jumlah minimum penyisihan penghapusan aktiva produktif serta estimasi kerugian komitmen dan kontijensi dengan mempertimbangkan peraturan Bank Indonesia No 31/148/Kep/Dir tanggal 12 Nopember 1998 yang telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 yang diklasifikasikan ke dalam 5 (lima) kategori sebagai berikut :
Allowance for losses from productive assets and estimated losses on commitments and contingencies was provided based on the result of the review and evaluation of status and collectibility of each productive asset. Based on the stipulation of Bank Indonesia No. 31/148/Kep/Dir dated November 12, 1998 which was amended by Bank Indonesia’s Regulation No. 7/2/PBI/2005 dated January 20, 2005, regarding “Allowance for Possible Losses in Productive Assets”, the Bank determines the quality of productive assets as follows :
Lancar 1 % Current / pass
Dalam Perhatian Khusus 5 % Special mention
Kurang Lancar 15 % Substandard
Diragukan 50 % Doubtful
h. Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif serta h. Allowance for Losses from Productive Assets and Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontijensi Estimated Losses on Commitments and
(Lanjutan) Contingencies (Continued)
Persentase penyisihan penghapusan di atas untuk klasifikasi dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan dan macet ditetapkan terhadap saldo setelah dikurangi dengan nilai agunan sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.
Aktiva produktif dan transaksi komitmen dan kontinjensi dihapus bukukan dari penyisihan penghapusan pada saat manajemen berpendapat bahwa aktiva produktif dan transaksi komitmen dan kontinjensi tersebut harus dihapus bukukan karena tidak mungkin tertagih lagi. Penerimaan kembali aktiva produktif yang telah dihapuskan dicatat sebagai penambahan penyisihan penghapusan aktiva produktif yang bersangkutan dalam tahun berjalan dan kelebihan penerimaan dari pokok kredit yang dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan bunga.
The above percentages are applied to the outstanding balances of commitment and contingent assets and productive assets less the collateral value, in accordance with Bank Indonesia regulation.
The commitment and contingent assets and productive assets will be written-off and will be charged to allowance for possible losses when management believes that they are definitely uncollectible. Recovery of productive assets previously written off is recorded as addition to the allowance for possible losses during the year of recovery. If the recovery exceeds the amount written-off, the excess amount is recognized as interest income.
i. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai i. Transactions with Related Parties Hubungan Istimewa
Dalam kegiatan usahanya Bank melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa sesuai dengan ketentuan PSAK No 7 mengenai ”Pengungkapan Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”.
Seluruh transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga diungkapkan dalam laporan keuangan. Akun yang berkaitan dengan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa diantaranya : surat berharga, biaya dibayar dimuka, kredit yang diberikan dan simpanan.
In its activities, the Bank has transactions with its related parties. A related party relationship is defined in SFAS No. 7 regarding ”Related Party Disclosures”.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF ACCOUNTING POLICIES
(Lanjutan) (Continued)
j. Aktiva Tetap j. Fixed Assets
Aktiva tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.
Penyusutan terhadap aktiva tetap dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan taksiran umur pemakaian aktiva tetap yang bersangkutan sebagai berikut :
Fixed assets, except land, are stated at cost net of accumulated depreciation.
All fixed assets, except land, are depreciated using the straight-line method based on the estimated useful lives of the fixed assets as follows :
Masa manfaat
Tahun/ The Estimated useful
lives year % per tahun/ % per year
Bangunan 20 5 Buildings
Inventaris kantor 4 – 8 25 – 12,5 Furniture and fixtures
Pengeluaran untuk perbaikan atau perawatan aktiva tetap untuk menjaga manfaat keekonomian masa yang akan datang dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. Penyempurnaan atau penambahan aktiva tetap dalam jumlah besar dikapitalisasi ke aktiva tetap yang bersangkutan. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutan yang bersangkutan dan keuntungan atau kerugian yang timbul dari
penghentian atau pelepasan
suatu aktiva tetap diakui sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi tahun berjalan.
k. Agunan yang Diambil-alih k. Real and Chattel Properties
Agunan yang diambil-alih sehubungan dengan penyelesaian kredit yang diberikan disajikan sebagai bagian dari akun ”Aktiva lain-lain” dan dicatat berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasi, yaitu nilai wajar agunan setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan. Selisih lebih antara saldo kredit yang tidak dapat ditagih dengan nilai agunan yang diambil-alih tersebut dibebankan pada penyisihan penghapusan. Biaya-biaya sehubungan dengan pemeliharaan dan perbaikan aktiva tersebut dibebankan pada operasi pada saat terjadinya. Laba atau rugi yang didapat atau berasal dari penjualan agunan yang diambil-alih dilaporkan sebagai pendapatan atau beban dalam tahun berjalan.
Real and chattel properties in settlement of loans are stated at their net realizable values and presented as “Other Assets”. Net realizable value is the fair value of the real and chattel properties after deducting by the estimated cost of disposal. The excess between uncollectible loans balance and net realizable value of the real and chattel properties is charged to allowance for losses. Expenses in relation with the maintenance and acquisition of those assets are charged as operating expenses when incurred. The excess between the value and the proceeds from the sale of real and chattel properties is recognized as gain or loss at the time of sale.
l. Biaya Dibayar Dimuka l. Prepaid Expenses
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method).
Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line method.
m. Simpanan m. Deposits
Simpanan nasabah di bank berupa : giro, tabungan, dan deposito berjangka dinyatakan sebesar nilai kewajiban Bank kepada nasabah.
Simpanan dinilai sebagai berikut :
• Giro dinilai sebesar kewajiban bank kepada pemegang giro;
• Tabungan dinilai sebesar jumlah kewajiban bank kepada pemilik tabungan;
• Deposito dinilai sebesar jumlah pokok deposito yang tercantum dalam perjanjian antara bank dan pemegang deposito berjangka; dan
• Sertifikat deposito dinilai sebesar nilai nominal dikurangi saldo bunga dibayar dimuka; selisih antara jumlah tunai yang diterima dan nilai nominal (diskonto) dinilai sebagai bunga dibayar di muka dan di amortisasi selama jangka waktu sertifikat deposito (PSAK 31 paragraf 76).
Current accounts, saving accounts and time deposits are stated at the amount payable to the account holders.
Deposits are stated as follows :
• Demand deposits are stated at the payable amount
• Savings are stated at the payable amount
• Time deposits are stated at their nominal value
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF ACCOUNTING POLICIES
(Lanjutan) (Continued)
n. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja n. Estimated Obligation for Post-employment Benefit
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menerbitkan PSAK No 24 (Revisi) tentang “Imbalan Kerja”, PSAK ini mengatur mengenai pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan atas imbalan kerja. Bank menghitung Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13/2003 tanggal 25 Maret 2003. Jumlah estimasi kewajiban didasarkan pada perhitungan yang dilakukan oleh aktuaria independent.
Perhitungan imbalan kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti diakui sebagai metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diperkirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested.
Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasti di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, dan biaya jasa lalu yang belum diakui.
The Indonesian Institute of Accountants issued SFAS No. 24 (Revised 2004), related to ”Employees’ Benefits”, which regulates the accounting and disclosure for employees benefits that covers of recognition, measurement and disclosures of employees’ benefits. The Bank calculates defined post employment benefits to its employees in accordance with Labour Law No. 13/2003 dated March 25, 2003. The calculation is performed by an independent actuary
The calculation is determined using the projected-unit-credit method. The accumulated unrecognized actuarial gains and losses that exceed 10% of the present value of the Bank’s defined benefit obligation is recognized on a straight-line basis over the expected average remaining working lives of the participating employees. Past service cost is recognized immediately to the extent that the benefits are already vested and otherwise is amortized on a straight-line basis over the average period until the benefits become vested.
The post-employment benefit obligation recognized in the balance sheet represents the present value of the defined benefit obligation as adjusted for unrecognized actuarial gains and losses and unrecognized past service cost.
o. Pengakuan Pendapatan dan Beban Bunga o. Recognition of Interest Revenues and Expenses
Pendapatan dan beban bunga diakui secara akrual, kecuali pendapatan bunga atas kredit dan aktiva produktif lainnya yang diklasifikasi sebagai kurang lancar, diragukan dan macet (non-performing). Pendapatan bunga yang diakui tetapi belum tertagih harus dibatalkan pada saat kredit diklasifikasikan performing. Pendapatan bunga atas aktiva non-performing yang belum diterima dilaporkan sebagai tagihan kontijensi dalam akun administratif.
o. Pengakuan Pendapatan dan Beban Bunga o. Recognition of Interest Revenues and Expenses
(Lanjutan) (Continued)
Pendapatan bunga atas kredit yang diklasifikasikan sebagai aktiva produktif lainnya yang diklasifikasikan non performing diakui pada saat pendapatan tersebut telah diterima. Seluruh penerimaan yang berhubungan dengan kredit non-performing yang diklasifikasikan diragukan dan macet diakui terlebih dahulu sebagai pengurang pokok kredit. Kelebihan penerimaan dari pokok kredit diakui sebagai pendapatan bunga dalam laporan laba rugi tahun berjalan.
Pendapatan bunga yang ditangguhkan dari kredit yang direstrukturisasi diakui sebagai pendapatan secara proporsional pada saat diterima pembayaran angsuran pokok.
Interest income on loans classified as substandard is recognized to the extent of cash collections were received. All cash receipts related to non-performing loans which are classified as doubtful and loss are recorded as deduction from principal amount. The excess of cash receipts over the outstanstanding principal amount is recognized as interest income.
Deferred interest revenues on restructured loans are recognized as income in proportion to the loan principal installments.
p. Pendapatan Provisi dan Komisi p. Fees and Communication Income
Pendapatan provisi dan komisi dari kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan perkreditan dan mempunyai jangka waktu diperlakukan sebagai pendapatan yang ditangguhkan dan diamortisasi berdasarkan metode garis lurus sesuai dengan jangka waktunya.
Pendapatan provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kegiatan perkreditan diakui pada saat terjadinya.
Fees and commission income which are directly related to lending activities and/or covers specific period and the amount is significant, are deferred and amortized based on the straight-line method over the terms of the related loans.
Fees and commissions which are not directly related to the specific period are recognized when the transactions occur.
q. Biaya Emisi Saham q. Share Issuance Costs
Biaya emisi saham disajikan dalam kelompok ekuitas sebagai pengurang modal disetor dan tidak diamortisasi.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF ACCOUNTING POLICIES
(Lanjutan) (Continued)
r. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing r. Foreign Currencies Transactions and Balances
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs pada saat transaksi terjadi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs penutupan laporan dan laba atau rugi kurs yang terjadi diakui pada tahun berjalan.
Transactions in currencies other than Rupiah are recorded at the prevailing rates of exchange at the date of the transactions. At balance sheet dates, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are translated at Reuters spot rates.
s. Pajak Penghasilan s. Income Tax
Pajak penghasilan ditentukan berdasarkan laba kena pajak untuk periode/tahun yang bersangkutan. Bank melakukan penangguhan pajak (deferred tax) atas perbedaan waktu pengakuan pendapatan dan beban antara laporan keuangan untuk tujuan komersial dan pajak termasuk akumulasi rugi fiskal yang memungkinkan dapat direalisasikan. Perlakuan tersebut telah sesuai dengan PSAK No 46 mengenai “Akuntansi Pajak Penghasilan”.
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substantial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi tahun berjalan.
Income tax is determined based on the taxable income for the year. Bank provided deferred tax for the difference of revenue recognition of income and expenses for financial reporting and income tax purposes including fiscal losses that can be realized. The accounting treatment is in conformity with SFAS No 46 about "Accounting for Income Tax".
Deferred taxes are measured by using tax rate applied or in substantial was applied on balance sheet date. Deferred taxes are charged or credited in the statement of income for the year.
t. Pelaporan Segmen t. Segment Reporting
Bank menerapkan PSAK No 5 (Revisi) mengenai ”Pelaporan Segmen” dalam penyajian informasi segmennya. Bank melaporkan informasi segmen berdasarkan produk yang dihasilkan dan wilayah geografis sesuai dengan pelaporan internal Bank.
The Bank applies SFAS No 5 ( 2000 Revision) about " Segment Reporting" in presentation of its segment information. The Bank reports segment information based on product yielded and geographical region according to the Bank internal reporting.
u. Penggunaan Estimasi u. Use of Estimates
Penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan Manajemen Bank untuk membuat estimasi dan asumsi terhadap jumlah yang dilaporkan. Disebabkan karena tidak adanya kepastian dalam membuat estimasi, maka terdapat kemungkinan hasil akrual yang dilaporkan pada masa yang akan datang akan berbeda dengan estimasi tersebut.
v. Laba Bersih Per Saham v. Earning per Share
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun berjalan.
Basic earnings per share is computed by dividing net income with the weighted average number of outstanding shares for the year.
w. Penurunan Nilai Aktiva w. Impairment of Assets
Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan (PSAK) No 48 tentang penurunan nilai aktiva, aktiva dinilai kembali apabila terjadi penurunan nilai atau kejadian yang menyebabkan nilai aktiva tidak lagi menggambarkan nilai yang sebenarnya.
Based on SFAS No 48 about “Impairment of Asset Values”, assets are reviewed for any impairment and possible write down to fair values whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying values may not be fully recovered.
3. KAS 3. CASH
2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 5
Rp Rp Rp
Kas besar dan teller :
Cash on hand : Kantor Cabang :
Bandung – Wastukencana 4.413.744.225 5.939.949.850 6.320.588.500 Branches : Jakarta 4.047.778.900 6.584.955.200 2.627.497.700 Jakarta
Bandung – Surapati Core 2.987.283.075 – – Bandung – Surapati Core Cirebon 2.132.187.500 917.910.200 – Cirebon Bogor 2.125.111.250 2.307.169.700 – Bogor
Kantor Cabang Pembantu : Sub branches :
Soekarno Hatta 628.050.950 616.718.050 794.413.900 Soekarno Hatta Bidakara 564.617.300 459.129.100 – Bidakara Buah Batu 494.067.225 381.370.100 413.011.600 Buah Batu Tangerang 427.888.075 – – Tangerang Kopo 405.690.100 363.226.075 410.469.575 Kopo Jakarta Timur 356.286.300 303.997.400 238.190.200 Jakarta Timur
Sumedang 326.194.200 – – Sumedang
Jakarta Pusat 306.224.550 162.811.600 186.293.500 Jakarta Pusat Cimahi 299.390.500 229.949.000 336.712.200 Cimahi Bulungan 200.942.650 327.403.700 452.894.250 Bulungan Sukajadi 186.549.750 498.039.950 399.628.200 Sukajadi Subang 159.447.750 – – Subang Martadinata – 147.341.000 213.501.200 Martadinata
3. KAS (Lanjutan) 3. CASH (Continued)
2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 5
Rp Rp Rp
Kas ATM : Cash in ATM :
Kantor Cabang : Branches :
Bandung – Surapati Core 241.300.000 – – Bandung – Surapati Core Jakarta 228.900.000 143.550.000 156.950.000 Jakarta Bandung – Wastukencana 172.150.000 303.300.000 275.650.000 Bandung – Wastukencana Cirebon 85.250.000 61.300.000 – Cirebon Bogor 79.550.000 46.600.000 – Bogor
Kantor Cabang Pembantu : Sub branches :
Bidakara 346.900.000 166.500.000 – Bidakara Buah Batu 233.200.000 242.600.000 129.950.000 Buah Batu Cimahi 153.600.000 165.450.000 159.150.000 Cimahi
Sumedang 128.300.000 – – Sumedang
Soekarno Hatta 120.700.000 188.400.000 212.300.000 Soekarno Hatta Kopo 102.750.000 111.250.000 84.300.000 Kopo Sukajadi 86.350.000 146.450.000 147.000.000 Sukajadi
Subang 66.600.000 – – Subang
Jakarta Timur 44.250.000 20.550.000 – Jakarta Timur Bulungan 41.050.000 45.550.000 21.150.000 Bulungan
Tangerang 38.300.000 – – Tangerang
Martadinata – 104.300.000 77.850.000 Martadinata
2.169.150.000 1.745.800.000 1.264.300.000
Cadangan ATM : Reserve for ATM :
Kantor Cabang : Branches :
Jakarta 610.000.000 – – Jakarta
Bandung - Wastukencana 500.000.000 – – Bandung - Wastukencana Bandung – Surapati Core 200.000.000 – – Bandung – Surapati Core
Cirebon 50.000.000 – – Cirebon
1.360.000.000 – –
Setoran dalam perjalanan : Cash in transit :
Kantor Cabang : Branches :
Jakarta 13.605.771.000 – – Jakarta
Bandung - Wastukencana 5.170.810.000 – – Bandung - Wastukencana
18.776.581.000 – –
Kas diasuransikan terhadap resiko asuransi kebongkaran untuk kas ATM, cash in save, dan cash in transit kepada PT Asuransi Jasindo (bukan perusahaan afiliasi) dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 38.139.958.750. Manajemen Bank berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas kas yang dipertanggungkan.
Cash is insured for burglary insurance risk for cash at ATM, cash in save, and cash in transit to PT Jasindo Insurance (non-affiliated company) with the insured amount of Rp 38.139.958.750. Management of Bank believes that the coverage of the insured amount is adequate to cover possible losses.
4. GIRO PADA BANK INDONESIA 4. CURRENT ACCOUNT WITH BANK INDONESIA
2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 5
Rp Rp Rp
Rekening Rupiah 60.590.556.133 52.012.103.165 39.638.570.464 Rupiah account
Sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No 30/10/UPPB tanggal 20 Oktober 1997, Bank Indonesia mewajibkan bank umum untuk memelihara Giro Wajib Minimum (GWM) sekurang-kurangnya 5% untuk rekening rupiah dan 3% untuk rekening mata uang asing.
Pada tanggal 28 Juni 2004, Bank Indonesia mengeluarkan peraturan No 6/1/PBI/2004, yang menyatakan bahwa selain kewajiban Giro Wajib Minimum sesuai dengan peraturan tersebut, bank umum wajib memenuhi tambahan Giro Wajib Minimum dalam persentase tertentu sesuai dengan jumlah dana pihak ketiga dalam rupiah yang dimiliki oleh bank. Peraturan ini berlaku efektif sejak tanggal 1 Juli 2004. Pada tanggal 6 September 2005, Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan No 7/29/PBI/2005 mengenai pembaharuan atas peraturan Bank Indonesia No 6/15/PBI/2004, yang membahas mengenai kewajiban memelihara tambahan Giro Wajib Minimum dalam rupiah berdasarkan besarnya Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Loan to Deposit Ratio (LDR). Kewajiban memelihara tambahan Giro Wajib Minimum dalam rupiah sebagaimana diatur dalam peraturan tersebut dihitung berdasarkan prosentase tertentu dari besarnya DPK dan LDR. Peraturan ini berlaku efektif sejak tanggal 6 September 2005.
According to the Circular Letter of Bank Indonesia No 30/10/UPPB dated October 20, 1997, Commercial Banks are obliged to maintain minimum reserve requirements of the Bank (GWM) at least 5% for rupiah currency and 3% for foreign currency.
4. GIRO PADA BANK INDONESIA 4. CURRENT ACCOUNT WITH BANK INDONESIA
(Lanjutan) (Continued)
Giro Wajib Minimum Bank pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005 yang wajib dipenuhi Bank masing-masing sebesar Rp 71.292.139.945, Rp 50.464.238.684, dan Rp 38.414.892.439. Saldo giro pada Bank Indonesia per 31 Desember 2007, 2006 dan 2005 masing-masing sebesar Rp 60.590.556.133, Rp 52.012.103.165 dan Rp 39.638.570.464.
Giro Wajib Minimum per 31 Desember 2007 belum memenuhi ketentuan Peraturan Bank Indonesia No 7/29/PBI/2005, yaitu masih kurang sebesar Rp 10.701.583.812, kekurangan tersebut disebabkan karena didalam sistem pemantauan Giro Wajib Minimum Bank hanya memasukkan parameter LDR, dengan DPK yang diperhitungkan masih dibawah Rp 1 triliun. Hal tersebut bukan karena kekurangan likuiditas, mengingat posisi Sertifikat Bank Indonesia per 31 Desember 2007 sebesar Rp 146.786.068.594. Sejak tanggal 3 Januari 2008, Bank telah memenuhi Giro Wajib Minimum yang dipersyaratkan oleh peraturan Bank Indonesia No 7/29/PBI/2005 (lihat Catatan 42 b).
The minimum reserve requirements of the Bank (GWM) on December 31, 2007, 2006 and 2005 which is mandatory to be fulfilled by the Bank are Rp 71.292.139.945, Rp 50.464.238.684, and Rp 38.414.892.439 respectively. Current account with Bank Indonesia on December 31, 2007, 2006 and 2005 amounted to Rp 60.590.556.133, Rp 52.012.103.165 and Rp 39.638.570.464 respectively.
The minimum reserve requirements of the Bank (GWM) on December 31, 2007 has not pursuant to the Indonesia Bank regulation No 7/29/PBI/2005, it is a shortage of Rp 10.701.583.812. The insuffiency was caused by monitoring system of minimum reserve requirements of the Bank (GWM), which only enter parameter of LDR, considering that the DPK is still under Rp 1,000 billion. It is not because of shortage of liquidity, in considering that the position of Certificates of Bank Indonesia as of December 31, 2007 equal to Rp 146.786.068.594. Commencing as from January 3, 2008, the Bank has fulfilled the minimum reserve requirements of the Bank (GWM) in conformity with the requirement of Bank Indonesia regulation No 7/29/PBI/2005 ( sees note 42 b).
5. GIRO PADA BANK LAIN 5. CURRENT ACCOUNT WITH OTHER BANK
2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 5
Rp Rp Rp
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 2.390.685.900 653.859.208 43.551.405 (Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 862.372.470 51.702.397 788.523.634 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk 14.094.472 15.280.912 16.447.787 PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Permata Tbk 6.215.910 11.215.124 1.823.074 PT Bank Permata Tbk
PT Bank Mega Tbk 1.958.445 – – PT Bank Mega Tbk
PT Bank Lippo Tbk 1.892.000 – 1.088.000 PT Bank Lippo Tbk
PT Bank Century Tbk 1.500.000 – – PT Bank Century Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.399.982 3.778.000 – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
3.280.119.179 735.835.641 851.433.900
Dikurangi : Penyisihan penghapusan (92.407.167) (95.462.167) (39.862.167) Less : Allowance for losses
Perubahan penyisihan penghapusan giro pada bank lain adalah sebagai berikut :
The movements of the allowance for losses on current account with other banks are as follows :
: 2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 5
Rp Rp Rp
Saldo awal tahun 95.462.167 39.862.167 319.862.167 Balance, January 1 Penyisihan tahun berjalan (3.055.000) 55.600.000 (280.000.000) Allowance for losses
Saldo akhir periode 92.407.167 95.462.167 39.862.167 Balance, December 31
Seluruh transaksi giro pada bank lain dilakukan dengan pihak ketiga.
All transactions of current account with other banks are done with third party.
Berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi manajemen Bank, kolektibilitas atas seluruh giro pada bank lain pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005 digolongkan lancar. Manajemen Bank berpendapat bahwa jumlah penyisihan penghapusan giro pada bank lain cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya giro pada bank lain serta telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia.
Based on the results of observations and evaluation of the management of the Bank, collectibility on all current account with other banks on December 31, 2007 and 2006 and 2005 are classified to be current. Management of Bank believes that the allowance for losses of current account with other banks is adequate to cover possible losses due to uncollectible of current account with other banks and is in conformit with the Bank Indonesia requirement.
Tingkat bunga rata-rata tahunan adalah sebesar 2 – 5 % (2007), 3 – 5 % (2006) dan 3 – 5 % (2005).
Annual average interest rate is ranging from 2-5% (2007), 3-5 % (2006) and 3-5 (200)=5).
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA 6. PLACEMENTS WITH BANK INDONESIA
2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 5
Rp Rp Rp
Sertifikat Bank Indonesia 147.000.000.000 165.860.000.000 50.500.000.000 Certificates of Bank Indonesia Dikurangi : Diskonto (213.931.406) (647.253.025) (66.600.370) Less : uncamortized interest
146.786.068.594 165.212.746.975 50.433.399.630
Tingkat bunga rata-rata tahunan adalah sebesar 8,60% (2007) dan 11,25% (2006), 12,75% (2005). Kolektibilitas atas penempatan pada Bank Indonesia dikelompokkan lancar dengan sisa umur sampai dengan jatuh tempo kurang dari 1 bulan.
7. SURAT BERHARGA 7. MARKETABLE SECURITIES
Bank memiliki surat berharga dengan tujuan untuk dimiliki hingga jatuh tempo (Hold To Maturity) dan tersedia untuk dijual (Available for sale). Transaksi surat berharga dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga dengan penjelasan sebagai berikut :
The Bank has marketable securities with the intention to be Held-To-Maturity and Available for sale. Transactions of marketable securities done with relaed parties and third parties and third parties can be explained as follows :
2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 5
Rp Rp Rp
Dimiliki dengan tujuan untuk
dijual: Availabe for sale :
Obligasi Pemerintah 9.628.400.000 – – Government Bonds
Dimiliki hingga jatuh tempo : Held-to-maturity :
Obligasi Pemerintah – – 42.418.839.296 Government Bonds
Obligasi Non – Pemerintah : Non-Government Bonds
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa – – 2.000.000.000 Related parties
Pihak ketiga 299.348.183 299.348.183 153.382.105 Third parties
9.927.748.183 299.348.183 44.572.221.401
Dikurangi : Less :
Penurunan permanent – – (259.346.229) Permanent decline
Penyisihan penghapusan (34.527.303) (34.527.303) (31.533.821) Allowance for losses
Bunga dibayar dimuka – – (10.740.658) Prepid interest
9.893.220.880 264.820.880 44.270.600.693
2 0 0 7
Obligasi Pemerintah Government Bonds
Jumlah Kupon
Obligasi Non Pemerintah Non-Government Bonds
Jumlah Kupon
PT Jasa Marga (Persero) Jorr II Th 2005 A + 153.382.105 Floating SBI 3 bulan 19 Nopember 2013 PT Jasa Marga (Persero)
PT Jasa Marga (Persero) Trache A A + 43.789.824 5 th I fixed 12,50
berikutnya 15,25
5 Januari 2016 PT Jasa Marga (Persero)
PT Jasa Marga (Persero) Trache B A + 43.789.823 5 th I fixed 11,50
berikutnya 15,25
5 Januari 2018 PT Jasa Marga (Persero)
PT Jasa Marga (Persero) Trache C A + 58.386.431 5 th I fixed 13,50 berikutnya 15,50
5 Januari 2021 PT Jasa Marga (Persero)
2 0 0 6
Obligasi Non Pemerintah Non-Government Bonds
Jumlah Kupon
5 Januari 2016 PT Jasa Marga (Persero)
PT Jasa Marga (Persero) Trache B A + 43.789.823 5 th I fixed 11,50
berikutnya 15,25
5 Januari 2018 PT Jasa Marga (Persero)
PT Jasa Marga (Persero) Trache C A + 58.386.431 5 th I fixed 13,50
berikutnya 15,50
5 Januari 2021 PT Jasa Marga (Persero)
299.348.183
2 0 0 5
Obligasi Pemerintah Government Bonds
Jumlah Kupon
Republik Indonesia FR0019 A + 11.687.500.000 14,25 15 Juni 2013 Republik Indonesia
Republik Indonesia FR0030 A +
11.780.000.000 14,275 15 Juni 2013 Republik Indonesia Republik Indonesia FR0036 A + 9.883.107.296 11 15 Oktober 2015 Republik Indonesia
Republik Indonesia FR0037 A + 9.068.232.000 9,5 15 Juni 2015 Republik Indonesia
42.418.839.296
Obligasi Non Pemerintah Non-Government Bonds
Penerbit Seri Peringkat Jumlah Rp
Pihak ketiga : Related parties :
PT Jasa Marga (Persero) Jorr II Th 2005 A + 153.382.105 Floating SBI 3
bulan
19 Nopember 2013
PT Jasa Marga (Persero)
7. SURAT BERHARGA (Lanjutan) 7. MARKETABLE SECURITIES (Continued) Perubahan penyisihan penghapusan surat berharga
adalah sebagai berikut :
The movements of the allowance for losses on marketable securities are as follows :
2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 5
Rp Rp Rp
Saldo awal tahun 34.527.303 31.533.821 31.533.821 Balance, January 1
Penyisihan tahun berjalan – 2.993.482 – Allowance for losses
Saldo akhir periode 34.527.303 34.527.303 31.533.821 Balance, December 31 Berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi manajemen
Bank, kolektibilitas atas seluruh surat berharga pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005 digolongkan lancar. Manajemen Bank berpendapat bahwa jumlah penyisihan penghapusan surat berharga cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya surat berharga serta telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia.
Based on the results of observation and evaluation conducted by the management of the Bank, collectibility on all marketable securities on December 31, 2007, 2006 and 2005 are classified to be current. Management of the Bank believes that the allowance for losses on marketable securities is adequate to cover possible losses due to uncollectible of marketable securities and is in conformity with the requirement of the Bank Indonesia.
8. KREDIT YANG DIBERIKAN 8. LOANS
Perubahan penyisihan penghapusan surat berharga adalah sebagai berikut :
The movements of the allowance for losses on marketable securities are as follows :
a. Jenis kredit a. Type of Loan
2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 5
Rp Rp Rp
Pinjaman rekening koran 9.511.573.886 13.167.620.198 10.457.186.270 Current account Kredit modal kerja : Working capital credit :
Installment umum 62.270.291.956 31.956.800.221 5.439.663.645 General installment Reguler umum 22.226.271.398 5.145.145.026 5.626.000.000 General regular Deposito instan 540.000.000 62.500.000 519.750.000 Instant deposts Kredit investasi : *) Investment credit :*)
Investasi umum 17.374.760.721 21.729.949.164 20.342.919.256 General investment Deposito instant 54.606.196 142.958.277 299.141.482 Instant deposits Reguler kredit program 114.409 6.114.409 8.814.409 Credit regular program Reguler umum kelompok – – 555.880.108 General regular group Kredit konsumsi : Consumers credit :
Kredit umum pegawai **) 605.737.788.074 309.266.128.916 239.654.383.019 Officer general credit **) Kredit umum pensiunan 329.378.739.133 241.918.980.990 216.971.456.299 Retired general credit KPR diatas type 70 56.824.458.808 49.706.859.198 44.528.809.456 KPR upper type 70 Kredit pekerja ***) 26.631.880.366 18.437.727.630 557.500.000 Worker credit ***) Pinjaman karyawan 16.394.915.337 13.913.661.039 12.205.116.268 Employees loan Kredit pemilikan kendaraan 9.926.593.642 9.845.345.668 9.185.610.774 Vehicle ownership credit Konsumtif umum 3.917.809.411 6.689.742.370 1.270.116.757 General consumers Konsumtif RG 1.936.000.000 569.000.000 815.000.000 Consumers RG KPR s/d type 70 1.003.549.017 1.335.975.925 1.470.932.046 KPR until type 70
Consumers for ownership of Konsumtif Ruko & Rukan 465.000.000 – – shop & office
Reguler THT 10.000.000 135.000.000 – Regular THT 1.164.204.352.354 724.029.509.031 569.908.279.789
Dikurangi : Less :