• Tidak ada hasil yang ditemukan

jang masih harus dipesan dan sedang dipesan :

Dalam dokumen Jilid-09 Depernas 24 (Halaman 131-145)

kimia atau balai 2 penjelidikan jang mempergunakan hasil

Alat 2 jang masih harus dipesan dan sedang dipesan :

Djumlahnja ada 15 matjam terdiri dari alat2 untuk pertjo- baan pembikinan pulp laboratory papermachine dan alat2 laboratorium lainnja.

Alat2 katja laboratorium sebagian besar sukar didapatnja (tidak ada).

Mengenai bahan2 kimia sama djuga halnja, sukar didapat (tidak ada).

(1). Kerdja sama dengan Lembaga2/Balai2 lain dan masjarakat dalam dan luar Negeri :

Dalam Negeri :

(1). Balai Penjelidikan Kimia. (2). Lembaga Penjelidikan Hutan. (3). Lembaga Penjelidikan Hasil Hutan. (4). Djawatan Kehutanan.

(5). Pabrik Kertas Padalarang. (6). Pabrik Kertas Blabak. (7). Pabrik Kina Bandung.

(8). Pabrik Hardboard Seranite Banjuwangi.

(9). Dewan Perantjang Negara (Rayon — Semangus). (10). B.I.N. (umumnja).

(11). Djawatan Pharmasi Departemen Kesehatan. (12). B.A.P.P.I.T.

Luar Negeri :

(1). Bamboo Survey Team Djepang.

(2). Balai Penjelidikan Kehutanan Djerman Barat. (3). F.A.O.

(m). Pendjelasan2 tentang keadaan jang mendjadi tudjuan

(1). Kordinasi antara Lembaga2/Balai2 jang ada.

Kordinasi antara Lembaga2/Balai2 jang ada berdjalan lan- tjar, hanja kesulitannja masing2 menghadapi kekurangan bahan2 untuk penjelidik.

(2). Djumlah dan djenis Lembaga2/Balai2 jang diperlukan/jang perlu ditambah.

(3). Tjara menambah hasil dalam keadaan sekarang (usaha, te- naga, biaja dan lain-lain).

Tjara menambah hasil dalam keadaan sekarang :

Pilot plan Pabrik Kertas. agar dapat mendalam tentang hasil penjelidikan kertas. Usaha telah diadakan, tetapi be - lum berhasil.

(4). Penundjukan tempat2 penilikan (research) jang dianggap baik. Untuk Pilot Plan sudah direntjanakan di Daerah Hu- tan Madjalengka dan notog (Purwokerto).

(5). Keperluan tenaga (djenis, djumlah, sjarat2, dsb.nja) untuk usaha dari tahun ke tahun.

Keperluan tenaga (Periksa lampiran No. III/5). (6). Peranan Pemerintah/Swasta dalam pelaksanaannja.

a). Oleh karena hutan di Indonesia kepunjaan Pemerintah, maka semua penjelidikan dibiajai oleh Pemerintah.

b). Pendirian pabrik2 oleh Swasta dengan bahan mentah kaju memang peranan penting.

(7). Rentjana biaja jang diperlukan dalam tahun 1961, 1962, 1963, 1964, 1965 (dalam rupiah dan devizen).

(Periksa daftar rentjana biaja lampiran No. VI).

(8). Rentjana chusus dalam target pelaksanaan pada tahun 1961 — 1965.

Membantu pendirian pabrik2 pemerintah/swasta dengan bahan mentahnja dari kaju.

(9). Kemungkinan2 lapangan2 baru jang harus dikerdjakan dan pelaksanaannja (Penggunaan lembaga jang ada atau men- dirikan jang baru dan rentjana pembiajaannja).

(10). Soal-soal lain.

Lampiran No. III.1 Hasil Karya

Lembaga Penjelidikan Teknologi Kimia Hasil Hutan Tahun 1957

a. N.V. INPA Djakarta mengirimkan 19 djenis kaju + 1 djenis bambu (berasal dari Malang) dengan permintaan supaja diselidiki tentang kemungkinan baik tidaknja sebagai bahan untuk dibuat pulp/kertas.

1.

Nama2 dari 19 djenis kaju :

Nama Botani.

Anthocephalus cadamba

Nama Daerah.

Djabon 2. Picus spec Eprik 3. Bischoffia javanica Gintungan 4. Glochidia type zeylanicum Lamor 5. Acacia decurrens Acacia 6. Litsea spec. Sapon 7. Pometia spp.

8. Dalbergia latifolia Sonokeling 9. Celtis rigescens Planch Rempelas 10. Tabernaemontana spec Djembirit 11. Dysoxylum type caulostachyum Gendis

12. ― Klerek

13. Albizzia falcate Djeungdjing 14. Aleurites moluccana Kemiri 15. Vernonia arborea Ham Sembung 16. Toona surena Suren 17. Ery thrina lithos Dali 18. Artocarpus elasticus Benda

19. Celtis tetrandra Roxb Tritih.

Djenis bambu : Bambu petung. 1. Dendrocalamus asper Backer

Hasil² sementara telah dikirimkan kepada N.V. INPA, Djakarta pada .tgl. 17-12-1957, dengan keterangan bahwa dari 20 tjontoh2 kaju + bambu, hanja terdapat-10 djenis kaju + 1 djenis bambu jang dianggap memuaskan, dengan pengertian bahwa pulp dari djenis2 kaju itu hanja dapat dibuat kertas2 pembungkus atau di- pakai sebagai tjampuran kertas2 pulp bambu atau pulp kaju ber-serat pandjang.

Nama2 kaju + bambu jang dianggap memuaskan

Litsea spec., Aleurites moluccana, Albizzia falcata, Artocarpus elesticus, Anthocephalus cadamba, Erythrina Lithos, Vernonia

arborea Ham., Klerek, Celtis tetrandra, Acacia decurrens, dan

Dendrocalamus asper Backer.

b. Variasi pemasakan (serie ke-II) dari kaju-daun, untuk mentja- ri hubungan antara bent djenis (raumdichtezahl) dengan djumlah larutan (bahan kimiawi), hanja dapat dilakukan terhadap 6 djenis, ialah : Elmerillia ovalis, Artocarpus elasticus, Dalbergia latifolia, Eucalyptus deglupta, Musanga cecropioides dan cecropia peltata.

Umumnja hasil dari variasi pemasakan ini tidak berbeda dengan hasil sementara dari variasi ke I (telah dimasukkan dalam laporan th, 1956). Dalam pertjobaan2 pemasakan selandjutnja sebagai antjer2 dipakai hasil sementara itu.

c. Proses Natrium hidroksida +Belerang.

Telah diolah 8 djenis kaju-daun : Albizzia falcata, Altingia expelsa, Musangan cecropioides, Dalbergia latifolia, Aleurites moluccana, Shorea leprosula, Cecropia peltata dan Eucalyptus deglupta.

Umumnja dengan sjarat2 pemasakan tsb. diatas, dihasilkan pulp jang tinggi angka permanganatnja, berarti sukar diputjatkan. Hanja kaju Albizzia falcata dan Dalbergia latifolia dianggap memuaskan. Hasi12 sementara dari pertjobaan ini, dapat dipergunakan sebagai pedoman untuk dikemudian, djika pengolahan menurut proces ini akan diperluas.

d. Mikroskopi.

Hasi12 sementara jang telah dikirimkan kepada N.V. INPA, djuga berhubungan dengan hasil2 pengukuran2 seratnja, artinja pandjang serat2nja adalah diatas minimum jang telah ditetapkan (± 0,8 mm).

e. Peperiksaan ukuran2 serat telah dilakukan terhadap 18 djenis kaju daun lebar :

1. Ixonanthes petiolaris 10. Tarrena incerta. 2. Eugenia spec. 11. Eucalyptus deglupta 3. Durio excelsus 12. Eucalyptus globulus 4. Cratoxylon arborescens 13. Shorea stenoptera 5. Santiria laevigata 14. Shorea parvifolia 6. Podocarpus nerrifolius 15. Altingia excelsa

7. Hopea sangal Korth. 16. Elacocarpus floribundus 8. Shorea faguetiana 17. Evidia aromatica

9. Myristica villosa. 18. Peronema canescens.

Dapat pula diterangkan, bahwa dengan diterimanja pesawat „FIBROSKOOP” path Milan 3-1957, pengukuran2 lebih lantjar dan tjepat berdjalannja.

f. Lain-lain.

1. Memenuhi permintaan N.V. RUMIA, Medan — Djakarta mem- berikan keterangan2 (sebagai hasil pertjobaan laboratorium), tentang pemakaian bahan2 mentah : Pinus merkusii, Agathis, Bambu, Djabon,. Acacia, Kemiri darn Waru, sebagai bahan untuk dibuat kertas.

2. Memenuhi permintaan THE REMEKA & CO (INDONESIA), mengirimkan tjontoh2 kaju terdiri dari 4 djenis kaju djarum dan 11 djenis kaju daun guna penjelidikan di Djepang.

g. Seksi Kimia.

Matjam pekerdjaan :

1. (a) Melandjutkan analisa kimia dari kaju2 jang telah ada di Seksi Pulp jang langsung berhubungan dengan pertjobaan pembikinan pulp.

(b) Analisa kimiawi dari kaju2 industri.

2. Memperlengkap angka2 analisa dengan mengadakan pemerik- saan djumlah asam organik.

3. Lain-lain. h. Hasil pekerdjaan :

1. Landjutan analisa kimiawi telah selesai dari kaju2:

(a) Elmirillia ovalis (ber-sama2 2 Mahasiswa Fakultas Perta- nian Bogor).

(b) Cryptomeria japonica (c) Acacia auriculiformis (d) Acacia decurens (e) Bruguiera parvifolia (f) Ceriops tagal (g) Cudrania javanensis (h) Adenanthera microsperma (i) Alstonia scholaris

(j) Altingia excelsa (k) Eucalyptus alba (1) Eucalyptus platyphylla

2. Analisa asam organik dari kaju2: (a) Pinus merkusii

(b) Albizzia falcata (c) Shorea leprosula

(d) Shorea faguetiana (e) Hopea sangal (f) Pinus insularis (g) Agathis loranthifolia (h) Shorea parvifolia (i) Cryptomeria japonica (j) Bambu auriculiformis (k) Acacia auriculiformis (l) Adenanthera microsperma (m) Alstonia scholaris

(n) Altingia execelsa (o) Bruguiera gymnorrhiza (p) Bruguiera parvifolia (q) Ceriops tagal

(r) Culdrania javanensis (s) Eucalyptus alba (t) Hibiscus tiliaccus (u) Euc. platyphylla (v) Manglietia glauca (w) Peltophorum pterocarpa (x) Poducarpus imbricatus (y) Rizophora mucronata.

3. Lain-lain.

(a) Pemeriksaan air hudjan. dari Bagian Pengaruh Hutan.

(b) Pemeriksaan (kwalitet) berdasarkan analisa kimiawi dari 3 matjam getah, Ketiau, Kulan dan Djelutung, kiriman dari D.H. Bangka/Belitung.

Hasil Karya.

Lembaga Penjelidikan Teknologi Kimia Hasil Hutan Tahun 1958

Seksi Kimia.

1. Landjutan analisa kimia mengenai komponen2 kimia utama

dari kaju.

Hal ini merupakan pekerdjaan routine, jang akan terus menerus dilakukan. Didahulukan djenis2 kaju industri dan kaju jang telah tersedia dileksi pulp jang langsung berhu- bungan kaju dengan pertjobaan pembikinan pulp.

Hasil pekerdjaan :

Telah diselidiki 10 djenis kaju-daun :

Anthocephalus cadamba Manglietia glauca Bruguiera gymnorrhiza Melaleuca leucadendron Alcurites moluccana Micholia volutina Eucalyptus deglupta, Peltophorum pterocarpa Hibiscus tiliaccus, Cecropia peltata.

Tiga diantaranja, jaitu : Bruguiera gymnorrhiza, Melaleuca leucadendron dan Michelia velutina.

2. Analisa bambuberasal dari Banjuwangi :

Telah dianalisa 13 matjam bambu (menurut nama2 setem- pat) kiriman dari Banjuwangi-Utara, sebagaimana direntjana- kan.

Lain2 kiriman dalam tahun 1958 masih akan diteruskan pemeriksaannja.

Hasil pekerdjaan :

Angka2 analisa diperoleh dari : Bambu Ampel ,, Petung ,, Meluwo ,, Apus ,, Djadjang gabug ,, Djadjang ulet (Bambusa vulgaris) (Dendrocalamus asper) (Gigantochloa ?) (Gigantochloa apus) (Gigantochloa apus) ( ,, ,, forma) ,, Batu (Gigantochloa carticillata) ,, Peting ( ,, ,, ) ,, Surat ( ,, ,, ) ,, Manggong ( ,, ,, )

,, Manis ( ,, ,, formaatter) ,, Wulu (Schizostachym bume)

,, Rampal ( ,, brachyclatum)

3. Mengumpulkan keterangan2 untuk penjusunan pedoman kaju2

industri

Baru dimulai dengan penjusunan ichtisar kimia dari Pi- nus merkusii, dan menjusun bibliografi untuk minjak kaju putih dan Eucalyptus jang menghasilkan minjak atsiri.

Pekerdjaan ini telah dihentikan dengan dibubarkannja Panitya Pedoman Hutan Industri (P.P.H.I.),

4. Lain-lain :

Pekerdjaan2 lainnja ialah memberikan bantuan membuat landjutan2 ramuan kimia dan pemeriksaan setjara kimia dji ka diperlukan untuk Bagian2 lainnja, seperti : Silvics, Botani d.l.l.

Berhubung dengan tulisan SANDERMAN, jang menga- takan bahwa kaju djati Indonesia mempunjai kadar tectochi - non jang lebih rendah daripada djati negeri2 lain, maka di- ichtiarkan untuk menjelidikinja lebih landjut, akan tetapi bahan pereaksi jang diperlukan tidak ada, hingga hal ini ti - dak dapat dilakukan.

Hal ini dipeladjari pula oleh Sdr. Ir SIMATOEPANG di Djerman Barat.

Untuk memperlengkap angka2 analisa kaju dengan mengadakan penetapan djumlah asam organik telah dimulai dengan mentjari keterangan2 tjara2 penetapan jang lebih 2nemuaskan daripada methode Klason/Klingstedt.

b. Seksi Pulp.

Berhubung dengan sukarnja mendapatkan Natrium sulfida, maka pertjobaan2 pemasakan menurut proces sulfat, jang umum- nja baik untuk pembuatan pulp kaju daun, untuk sementara di - hentikan selama belum ada bahan tsb. Bahan ini baru diperoleh pada achir tahun, dan pertjobaan2 akan diteruskan dalam tahun jang akan datang.

1. Meneruskan pengukuran2 serat2 kaju. Didahulukan pengu- kuran serat2 bambu berasal dari Banjuwangi-Utara. Telah diselesaikan 14 matjam bambu dan 6 djenis kaju daun. Pengukuran2 ini merupakan pekerdjaan2routine.

Hasilpekerdjaan :

(a) Pengukuran2 serat bambu dilakukan pada 30 tjontoh dari 13 matjam bambu menurut nama2 setempat jang sama dengan apa jang telah diuraikan pada Seksi Kimia, jaitu : Ampel (5 tjontoh), Petting (4), Meluwo (1), Peting (3) Surat (3), Manggong (2), Wuluh (1), Rampal (1), dan Betung (1).

Nama botani dari Betung sebenarnja sama dengan Petung (Dendrocalamus asper). Rata2 pandjang serat bambu tua dari semua matjam diatas bergerak antara 2,2 — 3,9 mm, hal mana umum untuk bambu. Di India rata2 pandjang s e n t ini adalah 2,7 mm untuk berbagai djenis jang terdapat disana. Hanja bambu disini rata2 lebih le- bar seratnja, jaitu antara 14 — 27 mikron, sedang lebar serat djenis-djenis bambu India ialah rata2 14 mikron. Te- bal dinding sel bergerak antara 2 — 7 mikron ; beberapa diantara ke 13 matjam bambu diatas, jaitu bambu Apus, Djadjang gabug dan bambu Surat, mempunjai serat2 jang kukuh sifatnja. Akan tetapi hal ini dapat diperbaiki de- 1992

ngan djalan menggiling supaja lebih lentur, djika diper- gunakan untuk pembuatan pulp. Lagi pula pengukuran2 ini masih belum banjak, hingga dan angka2 jang masih merupakan sementara itu b a l m dapat diambil sesuatu kesimpulan.

(b) Pengukuran serat2 kaju dilakukan terhadap 6 djenis, ja- itu : Abarema elliptica, Ficus variegata, Troma amboi- nensis, Microcos tomentosa, Aporosa aurita dan Bride - lia monoica. Pengukuran ini dilakukan oleh karena ba- han2nja tersedia pada Seksi Pulp. Melihat angka2 pengu- kuran serat dan dipandang dari sudut pembuatan pulp/ kertas, Aporosa aurita memberikan harapan jang baik dengan rata-rata pandjang serat 2,1 mm jang lebih da- ripada biasa untuk djenis2 kaju dawn sedang sifat tenun- njapun termasuk golongan jang baik. Ukuran2 serat dje- nis2 lainnja adalah biasa untuk kaju-daun.

(c) Selain dari, pengukuran2 telah ditjoba pula memotret serat2 dengan mempergunakan Fibroscope fibal projec- tor dari serat2 Pinus merkusii, Acacia decurrens, Cecropia peltata dan Albizzia falcata. Akan tetapi potret2- nja belum begitu terang sebagaimana mestinja, hingga pertjobaan2 itu masih perlu dilakukan lebih landjut. 2. Memperbaiki tjara2 pengolahan dari djenis2 kaju tertentu untuk

pembuatan pulp, serta mempeladjari hubungannja ter hadap hasil dan kwalita pulp.

Berhubung dengan sukarnja mendapatkan Natrium sul - fida untuk pemasakan menurut proces sulfat, pekerdjaan ini walaupun telah dimulai dengan beberapa pertjobaan untuk sementara dihentikan dan akan dilandjutkan dalam tahun jang akan datang.

3. Mengadakan pertjobaan2 pembikinan pulp dari berbagai ma- tjam bambu kiriman dari Banjuwangi.

Penjelidikan ini untuk sementara djuga dihentikan.

4. Pertjobaan2 pembuatan pulp dengan djalan semi-kimia. Di- mulai dengan pertjobaan2 menurut proces caustic-soda di- ngin dan proces sulfit netral.

Hasil pekerdjaan:

Dapat diterangkan, bahwa pesawat2 jang seharusnja di- pergunakan untuk proses ini, diantaranja Bauermill, tidak ada ; tapi jang dipergunakan ialah penggilingan lain matjam jang telah tersedia( untuk keperluan lain) dengan hasil jang memuaskan.

Beberapa keuntungan dari proces caustic-soda-dingin, disebut pula „High yield process” ialah rendement pulp jang tinggi (80 -- 90%), mudah dikerdjakan, m u r a h dan serasi untuk djenis2 kaju daun.

Selain dari karton dan kertas tjetak, pula soda dingin dapat pula dipergunakan untuk membuat lain2 matjam ker- tas/karton berkwalita rendah, dimana keteguhan jang ting- gi dan keawetan tidak dipentingkan.

5. Memeriksa sifat2 physis pulp dan melakukan pertjobaan2 pe- mutjatan. Pekerdjaan ini berhubung dengan pertjobaan2 pembuatan pulp.

Hasil pekerdjaan :

Pertjobaan2 penggilingan memakai Lampen mill me- nundjukkan bahwa sifat2 pulp (melihat angka2 keteguhan- nja) dari Albizzia falcata, Musanga smithii dan Cecropia pel- tata jang dimasak dengan proses caustic-soda-dingin, banjak dapat diperbaiki, sedang dari djenis2 lainnja kekuatannja ren- dah sekali.

Sifat2 kekuatan pulp sulfit netral adalah lebih baik da ri pulp caustic-soda-dingin, banjak dapat diperbaiki, sedang dari djenis2 lainnja kekuatannja rendah sekali. Sifat2 ke- kuatan pulp sulfit netral adalah lebih baik dari pulp caus- tic-soda-dingin.

Pertjobaan2 pemutjatan hanja dapat dilakukan dengan larutan Calcium-hypochlorit. Hasilnja kurang memuaskan. Dengan bahan kimia pemutjat lainnja tidak/belum dapat dilakukan karena sukar didapat.

6. Memeriksa sifat2 kimia pulp. Baru dapat dilakukan peme- riksaan kadar dingin dari pulp, jang berhubungan langsung dengan pertjobaan pemutjatan.

c. Seksi Kertas/Papan Serat.

Tugas Seksi ini belum dapat dilaksanakan sebagaimana mes- tinja oleh karena belum ada mesin2 (pesawat), djuga orang2 jang dapat melakukannja. Pekerdjaan terutama ditudjukan kepada mentjari keterangan2 dalam pembangunan pabrik2 kertas dan karton.

1. Walaupun demikian telah dimulai pula dengan mengadakan pertjobaan2 fibre board, untuk mendapatkan routine dalam penjelidikan2 pembikinan fibre board pada tahun2 jang a- kan datang.

Dalam hubungan ini pada bulan Djuni 1958 untuk kira2 1 bulan lamanja ber-sama.2 Sdr. Ir SOEDOMO, Kuasa Usaha Pabrik Hardboard „SERANITE” Banjuwangi, telah ditjoba 1994

memperbaiki mutu hardboard dari sabut kelapa dan ampas tebu, Mengenai ampas tebu telah diberikan tjara2 pembuatan pulp jang lebih menguntungkan dari pada jang dikerdjakan pada waktu itu di Banjuwangi.

Atas desakan pabrik hardboard „SERANITE” telah di- bentuk suatu research time, jang diketuai oleh Kepala Ba - lai Penjelidikan Industri untuk memperbaiki mutu-hardboard sabut kelapa.

Sdr. TJAHRO NOERKAMAL dipilih sebagai salah seo- rang anggauta disamping beberapa wakil dari Balai Penjeli- dikan Industri Djakarta dan seorang dari R.H.S. Bandung. Untuk penjelidikan di Bagian Kimia telah dilakukan pemerik- saan dimulai dengan analisa kimiawi, pengukuran serat dan pempulpan sabot kelapa.

Pertjobaan pembuatan hardboard serabut jang dimasak bersama-sama dengan debunja tidak memberikan hasil jang memuaskan.

Pertjobaan mengurangi peresapan air dapat dikatakan baik hasilnja. Kesukaran dalam penjelidikan ini ialah bahwa tjara2 bekerdja dilaboratorium tidak dapat disesuaikan de- ngan apa jang sedang dilakukan di Banjuwangi terutama karena alat2 untuk mengerdjakan sabut sebelum dimasak ti- dak ada. Telah diminta untuk mengirim tjontoh2 pulp jang telah dimasak di Banjuwangi, akan tetapi hingga sekarang belum terpenuhi.

2. Mengenai pembangunan pabrik2 kertas, jang direntjanakan

oleh Kehutanan hingga sekarang belum ada tanda2 bila- mana akan dilaksanakannja. Akan tetapi luar dar rentjana ini Kementerian Veteran sedang sibuk menjelidiki kemung - kinan pembangunan pabrik kertas di Kalimantan Selatan, dengan Agathis borneensis sebagai bahan mentahnja, jang akan diselenggarakan oleh ahh2 Djepang.

Dalam bulan Pebruari April dan Agustus Sdr. T. NOERKAMAL ber-turut2 telah mengikuti perdjalanan di Djawa dari rombongan survey ahli2 kertas I.C.A., ahli kertas Norwegia PER KLEM dan ahli logging A. KOROLEFF de- ngan pegawai2 Kementerian Perindustrian dan Bank In- dustri Negara dan jang belakangan dengan pegawai2 Dja- watan Kehutanan Bagian Tehnik. Laporan2nja masih ditung- gu.

Setjara singkat dapat dikemukakan disini sebagai ber - ikut : Ah1i2 I.C.A. Mr MURDOCK dan Mr BOYCE, atas un- dangan Kementerian Perindustrian, mula2 diminta untuk menjelidiki kemungkinan pembangunan pabrik kertas de - ngan mempergunakan bagasse sebagai bahan mentahnja. Akan tetapi kemudian ditudjukan pula kepada overall-plan - ning. Diusulkan terutama membuat medium grade writing dan printing papers, djadi pertama-tama dipentingkan kwan - tita daripada kwalita.

Program menurut kedua ahli2 ini ialah :

(a) Notog dapat dibangun bersamaan dengan perbaikan pabrik2 Padalarang dan Letjes dan bersamaan pula de - ngan pembangunan pabrik dari bagasse di Djawa Ti - mur (Surabaja).

(b) Dapat dibangun sekaligus kraft mill di Toba atau Ta- kengon untuk cement bags dengan 60 ton kertas sehari. (c) Sukabumi pada djangka waktu pandjang disediakan un-

tuk pembuatan kertas koran.

Untuk pabrik Notog, oleh karena hanja dapat didjamin dengan 30.000 m3 kaju jang hanja tjukup untuk 20 ton ker - tas sehari dengan proses kimiawi, maka diusulkan agar di- pergunakan High Yield process sehingga produksi dapat di - naikkan sampai 40 ton sehari.

Ahli kertas Norwegia Mr PER KLEM jang didatangkan oleh B.I.N. berlainan pendapatnja mengenai Notog. Menu- rut beliau harus dimulai dengan 40 ton pabrik sulfat biasa. Djangan memulai dengan tjara jang baru diketahui dan be - lum banjak diperoleh pengalaman. Dapat pula dibangun pabrik2 pulp ketjil dekat hutannja dan satu pabrik kertas di- lain tempat, seperti di Djakarta. Produksi kertas harus dise - suaikan dengan pemakaian jang dapat dilihat dalam sta - tistik. Djangan sampai merupakan struktur perdagangan ker - tas.

Mengenai transport di hutan oleh Mr PER KLEM dika- takan tidak lebih sukar daripada di Norwegia. Dapat diper - gunakan kabel systeem dan traktor2 ketjil.

Kaju dipotong-potong sepandjang mungkin atau paling sedikit 3 m pandjangnja. Diangkat dengan traliere. Mengu - pas kulit harus dilakukan dihutan. Banjak &esukaran2 dalam membuang kulit ini dipabrik.

Mr A. KOROLEFF dari Canada terutama menundjuk- kan perhatian kepada perbaikan tjara2 pengangkutan jang lazim dilakukan disini. Diandjurkan untuk mempergunakan kabel systeem atau chutes, akan tetapi masih perlu diselidi ki lebih landjut melihat keadaan2 setempat. Dalam perdjalanan diadakan pula pertjobaan2 mengupas kulit dengan memakai alat pengupas jang tjontohnja dikirim oleh Mr PER KLEM.

d. Lain-lain.

1. Dari tgl. 3 Djuni s/d 7 Djuni 1958 telah ikut bekerdja 2 orang pegawai Lembaga Penjelidikan Masalah Bangunan2 (RHC) Bandung mengenai pembikinan fibre board. Untuk keperluan ini telah ditjoba pulp caustic-soda-dingin dari kaju cecropia peltata dengan hasil jang memuaskan.

2. Untuk keperluan Pekan Raya Pertanian di Surabaja, selain dari hasil2 pulp telah pula dikirimkan hasi12 hard-board (senga- dja dibuat untuk keperluan diatas) dari pulp, serbuk kerga dji dan serutan dengan mempergunakan lem tannin bakau2. 3. Sdr. SOETARNA NAJASAPOETRA telah menjusun hasil se-

mentara mengenai pemakaian kaju cecropia peltata sebagai bahan mentah untuk pembuatan pulp/kertas, guna pengumum- an jang disusun bersama dengan Sdr. R.J. ARDIKOESOEMA. 4. Dari tgl. 2 — 10 -- 1958 — tgl. 15 -2 —1958 telah bela-

djar bekerdja 2 siswa Sekolah Analisa Bogor, dalam pekerdja- an mikroskopi, pemeriksaan dengan alat Schopper-Riegler dan keteguhan pulp.

Lampiran No. III. 3 Hasil Karya.

Lembaga Penjelidikan Teknologi Kimia Hasil Hutan Tahun 1959

a. Bagian Teknologi Kimia Kaju :

1. Pekerdjaan melandjutkan analisa kimia dari kaju industri sering ter-putus2 karena kurangnja bahan2 jang diperlukan, sehingga hanja dapat dikerdjakan analisa2 jang ada bahan kimianja sadja.

Telah diperiksa :

(a) Podocarpus imbriacata. (b) Rhizophora apiculata. (c) Rhizophora mucronata. (d) Schima walichii.

(e) Schechora oleosa analisanja belum (f) Swietenia macrophylla. lengkap

(g) Tectona grandis

2. Telah diperiksa 11 tjontoh ampas tebu dari pabrik kertas Padalarang.

Telah diperiksa 1 tjontoh serabut kelapa, dipisahkan dalam 3 bagian,

(a) seluruhnja (b) seratnja

1997

(c) bubuknja.

Hasil dari pemeriksaan ini kurang memuaskan, karena tjon- tohnja ternjata kurang baik dan perlu mendapat pemerik - saan ulangan untuk mendapatkan analisa kimia jang me- muaskan.

3. Analisa kwantitatif dari abu daun pinus memenuhi permin - taan Bag. Silvics, Lembaga Penjelidikan Hutan.

4. Pekerdjaan2 lainnja ialah :

(a) Memenuhi permintaan Bag. Pengawetan Kaju Lembaga Penjelidikan Hasil Hutan telah diperiksa 2 matjam pe- ngawetan kaju jaitu Super Wollman C. dan Super Woll- man.

(b) Memberi bantuan dalam pembuatan larutan2 bahan ki- mia dan pemeriksaan setjara kimia jang diperlukan o - leh bagian2 lain, seperti : Silvics, Botani, Sifat2 kaju dll.

b. Bagian Hasil Hutan Ikutan.

1. Dari K.P. Hutan Bandung Selatan dan Malang telah diterima beberapa tjontoh kulit kaju Acacia decurens untuk dikeringkan dengan tudjuan memeriksa kadar air keying udaranja kadar air basahnja atas permintaan Planologi. Kehutanan.

2. Atas permintaan Ir SIMATUPANG jang sedang berada di Djerman Barat untuk penjelidikan pembuatan perekat dari tannin telah dibuat ekstrak dari 2 djenis kaju bakau dan di - kirim bersama-lama dengan lain2 tjontoh, jaitu :

(a) Ekstrak tannin dari kulit tjampuran (Tjilatjap) (b) Ekstrak tannin dari kulit Rhizophera mucrenta (c) Ekstrak tannin dari kulit Bruguiera caryophilleides (d) 10 tjontoh kulit bakau lainnja, bonsai dari Tjilatjap.

c. Bagian Pulp.

1. Pengukuran serat kaju telah dilandjutkan pada beberapa djenis bambu berasal dari Banjuwangi, jaitu :

2 tjontoh Gigantochloa apus.

7 ,, ,, ,, Kurt forma, 5 ,, ,, ,, verticillata Munro 1 „ „ ,, forma attar

Dalam dokumen Jilid-09 Depernas 24 (Halaman 131-145)