Lembaga Penjelidikan Teknologi Kimia Hasil Hutan.
A. Balai Penjelidikan Industri : Rentjana Kerdja (a) Penjelidikan:
1. K Akademi Pemimpin Perusahaan : (a) Pendidikan :
(1) Menjelenggarakan Akademi Pemimpin Perusahaan.
(2) Memperbaiki sistim Pendidikan Akademi Pemimpin Perusaha- an.
(b) Instalasi/Gedung:
(1) Menjelenggarakan dan menambah ruangan kuliah. (2) ...
(c) Biaja:
Anggaran belandja th. 1950 Pos 5C. 10.
Djawatan Balai2 dan Pendidikan.
Pasal 5C. 10. 1. Kantor Pusat
Belandja pegawai.
M.a. 5C. 10. 1. 1 Gadji dan upah 252.600 2 Tundjangan umum 331.300 3 Tundjangan djabatan
dan tundjangan luar
biasa. 3.800 2024
3a Uang lembur 12.000 4 Pengeluaran lain2
untuk pegawai 10.300 5 —.— —.— 6 Tundjangan untuk
guru2 dan siswa2 guna usaha2 pendidikan per-
industrian 74.000
7 s/d 10 —.— —.—
———— 684.800
Belandja barang.
M.a. 5C. 10. 1. 11 Ongkos kantor 329.000 12 Ongkos keperluan
pegawai 21.000
12a Sokongan kepada pe- gawai Negeri Sipil un- tuk ongkos hotel/
mess/losmen 120.000 13 Pengeluaran untuk
usaha2 pendidikan per-
industrian 3.400.000 14 Biaja untuk keeper-
luan penjuluhan 65.800
15 s/d 20 —.— —.—
———— 3.935.800
Belandja modal
M.a. 5C. 10. 1. 21 Pengeluaran untuk per- usahaan-perusahaan
dan alat2 pertjobaan 1.500.000 22 Belandja modal lain2 100.000
———— 1.600.000 Djumlah pasal 5C, 10. 1. 6.220.600
Pasal 5C. 10. 2 Balai-balai Penjelidikan Belandja pegawai
M.a. 5C. 10. 2. 1 gadji dan upah 2.047.000 2 Tundjangan umum 2.823.100 3 Tundjangan djabatan
dan tundjangan luar
biasa 63.000 3a Uang lembur 150.000 4 Pengeluaran lain2 untuk pegawai 197.000 5 s/d 10 —.— —.— ———— 5.280.100 2025
Belandja barang.
M.a. 5C. 10. 2. 11 Ongkos kantor 4.889.200 12 Ongkos keperluan pe-
gawai 50.000
12a Sokongan kepada pe- gawai Negeri Sipil untuk ongkos hotel/
Mess/Losemen 325.000 13 Biaja pengusahaan
kendaraan bermotor selama tidak diurus
Djawatan Perdjalanan 175.000
———— 5.439.200
Belandja modal.
M.a. 5C. 10. 2. 21 Belandja modal 11.350.000 22 Belandja modal bagi
pembelian alat2 labo- ratorium (research work) 150.000 ———— 11.500.000 Djumlah pasal 5C. 10.2 23.219.300 Djumlah pos 5C. 10 29.439.900. Diantara: Belandja pegawai 5.964.900 Belandja barang 9.375.000 Belandja modal 13.100.000 Anggaran Belandja th. 1960 Pos 8C. 5
Institut Tehnologi dan Pendidikan M.a. Pasal 8C. 5. 1 Kantor Pusat
SUB ANGGARAN BIASA
Belandja pegawai
M.a. 8C. 5. 1. 1 Gadji dan tundjangan umum
pegawai tetap/sementara 1.200.000 2 —.—
M.a. 8C. 5. 1. 3 Gadji dan upah dan tun- djangan umum pegawai bu-
lanan dan harian 400.000 4 dan 5 —.—
6 Tundjangan djabatan/tun-
djangan luar biasa 5.000 7 Uang lembur 60.000 8 —.—
9 Pengeluaran lain2 untuk
pegawai 85.000
10 —.—
11 Hadiah lebaran memori
12 s/d 20 —.— —.—
———— 1.750.000
Belandja barang.
M.a. 8C. 5. 1. 41 Ongkos kantor 435.000 42 Pembelian inpentaris 410.000 43 —.—
44 Ongkos eksploitasi kenda- raan bermotor jang tidak dikuasai oleh Djawatan Per-
djalanan 150.000
45 Ongkos kesedjahteraan
pegawai 50.000
46 Sokongan kepada pegawai negeri sipil untuk ongkos
hotel/ mess/losemen 480.000 47 Biaja untuk keperluan
penjuluhan 590.000
48 s/d 60 —.— —.—
———— 2.115.000 Djumlah Sub Anggaran
Biasa 3.865.000
SUB ANGGARAN PEMBANGUNAN:
Investasi
M.a. 8C. 5. 1. 181 Pengeluaran untuk pen- didikan tertentu dan alat
pertjobaan 3.000.000
3.000.000
Djumlah Sub Anggaran
Pembangunan 3 .000.000 Djumlah pasal 8C. 5. 1 6 .865.000 Pasal 8C. 5. 2 Institut Penjelidikan Tehnologi dan Pendidikan.
SUB ANGGARAN BIASA
Belandja pegawai.
M.a. 8C. 5. 2. 1 Gadji dan tundjangan umum pegawai tetap/se-
mentara 8.000.000
2 —.— —.—
3 Gadji/upah dan tundjangan mum pegawai batman dan
harian 2.000.000 4 dan 5 —.— —.—
6 undjangan djabatan/tun-
djangan luar biasa 50.000 7 Uang lembur 400.000
8 —.— —.—
9 Pengeluaran lain² pegawai 500.000 10 Tundjangan untuk guru2
guna usaha pendidikan
per-
industrian 1.345.000
11 Hadiah memori
12 s/d 60 —.— —.—
———— 12.295.000
Belandja barang.
M.a. 8C. 5. 2.41 Ongkos kantor 1.100.000 42 Pembelian inpentaris 6.100.000 43 —.—
44 Ongkos eksploitasi kenda- raan bermotor jang tidak dikuasai oleh Djawatan
Perdjalanan 535.000 M.a. 8C. 5. 2.45 Ongkos kesedjahteraan
Pegawai 175.000
46 Sokongan kepada pegawai negeri sipil untuk ongkos
hotel/mess/losemen 1.720.000 47 Pengeluaran untuk usaha2
pendidikan perindustrian 1.805.000 48 Eksplotasi Balai2 Penjeli-
dikan 4.200.000
49 s/d 60 —.— —.—
———— 15.635.000 Djumlah Sub Anggaran Biasa 27.930.000
SUB ANGGARAN PEMBANGUNAN
Investasi
Ma. 8c. 5. 2. 181 Pengeluaran berhubung dengan penerimaan pam-
pasan Djepang 27.000.000 182 Pengeluaran berhubung
dengan penerimaan kre-
dit Luar Negeri (I.C.A.) 10.000.000 183 Pengeluaranb berhubung de-
ngan penerimaan kredit
Luar Negeri (Jugoslavia) 6.500.000
Djumlah Sub Anggaran 43.500.000
Pembangunan 43.500.000
Djumlah pasal 8c. 5. 2. 71.430.000 Djumlah pos 8c. 5. 78.295.000 diantaranja :
Sub Anggaran biasa:
Belandja pegawai 14.045.000 Belandja barang 17.750.000
31.795.000 SUB ANGGARAN PEMBANGUNAN:
Investasi 46.500.000
Pe r i ntj i an ke gi at an bal ai- bal ai dal am l ingkungan Inst it ut Te knol ogi dan Pendidikan
a. Balai Penjelidikan Keramik
1. Nama : Balai Penjelidikan Keramik.
2. Status : Masuk lingkungan Departemen Perindustrian Rak-
jat. (Institut Teknologi dan Pendidikan).
3. Tempat: Djalan Raya Timur 322 Bandung.
4. Tugas : Memperkembangkan industri keramik dalam nege-
ri dengan djalan:
—penjelidikan
—penjuluhan (termasuk bantuan teknik).
—pendidikan.
5. Lapangan pekerdjaan :
(a) Pemeriksaan dan Penjelidikan Bahan2 Keramik : (1) Laboratory Scale
(2) Semi Production Scale
2029 Depernas I X .
(3) Pilot plants (quality control etc), jang meliputi : a) Bahan2 bangunan keramik (Heavy clay product). b) Barang2 keramik putih (white ware).
c) Bahan tahan api (Refractories). d) Gips, kapur.
e) Gelas.
f) Pantji (Enamelling plant).
g) Bahan barang pengasah (abrasive). h) Art Pottery.
(b) Memberi bantuan teknis kepada industri keramik jang umumnja meliputi :
(1) Survey (2) Planning.
(3) Pengawasan penjelenggaraan pendirian perusahaan. (4) Pendidikan leader (laborer & foremen) untuk perusa-
haan.
(c). Pendidikan & Publikasi/demonstrasi :
(1) Mendidik tenaga kader (skilled laborer & foremen). (2) Publikasi.
(3) Demonstrasi memperlihatkan proses pembuatan.
6. Organisasi:
(a). Bagian Laboratorium : (1) Pemeriksaan (testing).
a) Seksi Analisa Kimia dan Fisika. b) Pemeriksaan Bahan2 Teknologis. (2) Penjelidikan Perkembangan (Research).
a) Penjelidikan & Pembuatan Barang2 Keramik Baru.
b) Penjelidikan Gelas.
c) Penjelidikan Produksi Laboratorium Scale. (b). Penjuluhan Semi Komersil
a) Seksi Keramik Halus/Gips. b) Seksi Gelas.
c) Seksi Bahan2 Bangunan.
(c). Penjuluhan/Bantuan Keluar dan Perbengkelan. a) Perentjanaan.
b) Bantuan keluar untuk: (1) Projek Majong. (2) Projek Tulungagung. (3) Projek Purwokerto. (4) Teknik Keramik. (5) Teknik Gelas. 2030
(d). Pendidikan. (e). Tata-usaha. 7. Keadaan sekarang:
(a). Tenaga Ahli : 6 orang.
(b). Kegiatan2 jang telah didjalankan
(1) Tjara pembuatan barang alat2 makan dan minuman da- ri bahan2 dalam negeri.
(2) Membantu mendirikan dan memperkembangkan per- usahaan-perusahaan bangunan, jang dibuat dari tanah liat.
(3) Mempersiapkan pendirian pabrik bahan tahan api, jang pada permulaan akan membuat :
a) fireclay, firebrick. b) high alumina. c) silica refractorie.
(4) Membantu pabrik2 pantji dengan bantuan teknis. (5) Membantu mendirikan pabrik kapur dengan pem-
bakarannja memakai solar (Padalarang, Banten) untuk mentjegah pembakaran dengan memakai ka- ju jang lebih luas.
(6) Membuat glasir untuk perusahaan. semi keramik. (7) Menjelenggarakan pendidikan kader-kader untuk
perusahaan-perusahaan keramik.
(8) Pemeriksaan bahan2 keramik jang dikirimkan dari seluruh Indonesia untuk pembuatan barang2 jang berguna.
(9) Membantu menjelidiki bahan2 dan beri bantuan tek- nis pada pabrik2 gelas.
(c). Hasil-hasil jang ditjapai :
(1) Pendirian perusahaan2 Keramik L.P.3.I. di :
a) Plered untuk pembuatan barang2 alat makan dan minum.
b) Kaju Agung (Sumatera Barat) s a t u Unit Semi Ke- ramik.
c) Purwokerto, untuk pembuatan barang2 alat ma- kan dan minuman.
d) Majong, pembuatan bahan glasir dan bahan ke- butuhan unit2 Seni Keramik.
e) Malang, pembuatan barang2 alat makan dan minum. f) Djokjakarta, unit Seni Keramik.
g) Tulungagung, pembuatan isolator dan tubin din- ding.
h) Perusahaan2 L.P.3.I. bahan bangunan bata gen- ting setjara machinaal: di Ambon, Ternate, Go- rontalo, Makasar, Palembang, Serang.
(2) Bantuan Teknis dalam mekanisasi perusahaan ba - han-bahan bangunan (Bata gentling) (Spesifikasi alat2) mesin2 jang diperlukan menurut program ba- gian Mechanisasi Departemen Perindustrian Rakjat. Perusahaan2 :Naskah Palembang.
Hadji Moechtar, Djawa Tengah. pakis Hadji, Djawa Timur.
Per. Swantantra Sampang, Madura. (3) Bantuan Teknik.
Pengiriman satu staf tenaga teknik untuk perusa- haan bata/genting Djohan-Djohor di Padang diam- bil dari Kebumen.
(4) Idem, untuk perusahaan bata/genting Swatantra Sumbawa Besar.
(5) Setelah kami dapat memperlihatkan kepada umum (mulai 1954 proses pembuatan gelas dengan meng- gunakan bahan pasir dan kapur dari dalam negeri (soda as masih diimpor) dan alat2 semi otomatis, perusahaan2 gelas memperlengkapi diri dengan pesat. Djumlah kapasitet dari perusahaan2 gelas seluruh Djawa ± sudah 70 ton barang sehari.
N.V. Kong Liong pada tahun 1953 masih pakai bahan baling dengan kapasitet 21/2 ton sehari.
Sekarang telah memperluas kapasitet sampai 5 ton barang sehari dengan menggunakan pasir dari Bi- liton batu kapur Tasikmalaja, Soda as diimpor.
(6) Memperlihatkan kepada Pengurus Ralin (Phillips) bahan gelas jang dibuat disini dapat dipakai untuk pembuatan bulb dan pipa gelas lampu pidjar sam - pai mereka jakin untuk segera merantjangkan pem - buatan pabrik lampu pidjar di Indonesia dengan kapasitet 1 5 ton sehari.
(7) Perkembangan unit2 Perusahaan Seni Keramik jang sekarang sudah 8 djumlahnja, tanpa bantuan kredit dari Pemerintah.
(8) Pendirian dapur pembakaran kapur dengan pemba- karan pakai minjak :
1) Di Banten (Perusahaan Swatantra). 2) Di Padalarang (Perusahaan Swasta). (d). Kesulitan-kesulitan :
(1) Birokrasi mengenai pemberian keuangan menurut peraturan pemerintah (otorisasi) lambat, uang pen- 2032
dapatan harus segera disetor, ongkos perdjalanan terbatas, tenaga expert menurut P.G.P.N.
(2) Transpor didaratan sulit, dan mahal menjulitkan kalkulasi.
(3) Sedjak bukan Djuni 1959 Balai Penjelidikan Kera- mik tidak dapat pembagian minjak dari Bandung. Djatah terbatas, harus diambil sendiri dari Tandjung Priok. Adapun Keramik tanpa pembakaran bukan dinamakan keramik lagi.
8. Rentjana usaha :
(a). Memperluas Balai Penjelidikan Keramik dengan Seksi Gips guna pembuatan gips untuk tjetakan2 jang dipakai di Perusahaan Keramik : Kapasitet ± 1 ton. sehari.
(b). Rentjana jang akan diusulkan keatas dalam tahun 1960 : (1) Pendirian 2 perusahaan Keramik untuk pembuatan
barang2 alat makan dan minum dengan kapasitet masing2 3 ton sehari,
a) Satu di Palembang. b) Satu di Surabaja.
(2) Pendirian 1 perusahaan bahan tanah api kapasitet 3 0 ton sehari di Palembang jang akan membuat :
a) fire-clay refractories. b) High alumina refractories. c) Silica refractories.