B. Peubah Bebas 1) Peubah Biotik
2) Peubah Fisik
5.1.1 Identifikasi Peubah Determinan
5.1.1.11 Jarak Dari Jalan Keberadaan jaringan jaKeberadaan jaringan ja
yang berpengaruh pada habita perjumpaan dan lama perjum sebelumnya, jarak dari kebun. jarak vegetasi pohon di habita waktu menjadi semakin tinggi. Rentang jarak jalan den hingga 820 m. Frekuensi pe yaitu pada selang 733-820 m ( perjumpaan berada pada selang
(a)
Gambar 33. Diagram sebaran perjumpaan owa Secara umum pola yang ditunj menunjukan kecenderungan da Untuk sebaran data pa terdekat dengan jalan, aktifitas gerakan dibanding dengan akt
384-471 472-558 559-645 646-732 5 0 8 13 Frekuensi Perjumpaan
Klasifikasi Jarak Dari Jalan (m)
stirahat, pada jarak terjauh dari kebun hanya di pun dengan rata-rata lama waktu yang panjang, y
jalan di sekitar CAGT diduga menjadi salah satu bitat owa jawa. Sebaran data hasil rekapitulasi fr rjumpaan menunjukan pola yang mirip pada bun. Terlihat pada Gambar 33 (a) dan (b), semaki bitat owa jawa dengan jaringan jalan, frekuensi da nggi.
dengan posisi owa jawa bervariasi mulai dari jarak perjumpaan tertinggi ada pada kelas jarak jalan
(Gambar 33a), demikian pula halnya dengan akum ang yang sama (Gambar 33b).
(b)
ran data (a) frekuensi perjumpaan dan (b) lama a jawa pada klasifikasi jarak dari jalan.
unjukan oleh sebaran data frekuensi dan lama perj dan bentuk yang relatif sama diantara keduanya.
pada tiap bentuk aktifitas, terlihat bahwa pada itas owa jawa lebih banyak diam/istirahat tanpa m
aktifitas lain (Gambar 34a). Begitupula halnya 733-820 23 384-471 472-558 559-645 646-732 733-820 11,33 0 22,17 56,36 106,1
Lama Waktu Perjumpaan (menit)
Klasifikasi Jarak Dari Jalan (m) m) dijumpai g, yaitu 8,2 atu peubah frekuensi da peubah akin jauh dan durasi rak 384 m an terjauh, akumulasi ma waktu perjumpaan pada jarak melakuan ya dengan 820 106,1
durasi waktu perjumpaa berdasarkan bentuk aktif
(a) Gambar 34. Diagram se
perjumpaan jalan. Gambar diagram jauh jarak vegetasi di habi waktu pada seluruh ben dimana terdapat pola yang semakin lengkap jenis ak 5.1.1.12 Jarak dari Su Sungai merupaka owa jawa. Berdasarkan kebun dan jarak dari jala data pada perjumpaan primata ini memilih habi perjumpaan dari 49 perj meter dari sungai (Gamba lama perjumpaan. Akum yang mempunyai jarak selama 124,8 menit. 384-471 472-558 559-645 1 0 0 1 0 3 3 0 5 Frekuensi perjum Sosial Makan Klasifikasi Jarak Da
paan juga yang relatif rendah pada selang tersebut ktifitas akan ditunjukan pada gambar berikut ini :
a) (b)
sebaran data (a) frekuensi perjumpaan dan (b) paan owa jawa di tiap bentuk aktifitas pada klasifika
am menunjukan suatu pola sebaran data yang j habitat dari jalan maka semakin tinggi pula frekue bentuk aktifitas. Begitu pula halnya dengan be yang relatif sama. Semakin jauh jarak vegetasi da
aktifitas yang dijumpai. Sungai
upakan peubah fisik yang diduga mempengaruhi kua kan frekuensi perjumpaan, diduga kuat sebaran da
alan berhubungan erat dengan peubah ini. Rekapi n ditinjau berdasar jarak dari sungai menunjuk habitat pada area yang berdekatan dengan sungai.
erjumpaan (53 %) berada pada selang jarak antara mbar 35 a). Hal yang sama ditunjukan pada dat kumulasi lama perjumpaan tertinggi berada pada t ak tedekat dengan sungai (Gambar 32b), dengan
Nilai tersebut merupakan 64 % total waktu 646-732 733-820 2 3 6 9 5 11 jumpaan Istirahat/diam 0 20 40 60 384-471 472-558 559-645 646-73
Lama waktu perjumpaan (m
Sosial Makan Istirahat
Dari Jalan (m) Klasifikasi Jarak Dari Jalan
sebut. Diagram
(b) lama waktu sifikasi jarak dari
g jelas, semakin kuensi dan durasi bentuk aktifitas dari jalan maka
kualitas habitat data jarak dari kapitulasi sebaran nunjukan indikasi i. Sebanyak 26 ntara 0 hingga 65 data rekapitulasi a tempat-tempat gan total waktu ktu keseluruhan
732 733-820
(menit)
ahat/diam
pengamatan. Berikut hasil reka berdasarkan jarak dari sungai:
(a) Gambar 35 Diagram sebaran
perjumpaan owa Terlihat seperti pada G dua kelas jarak dari sungai 0 frekuensi perjumpaan pada dua perjumpaan. Tingginya frekue spasial jarak dari sungai ini habitat oleh owa jawa.
(a)
Gambar 36. Diagram sebaran perjumpaan owa sungai. 0-32 33-65 66-97 98-13 3 2 1 0 7 9 2 0 16 3 4 Frekuensi perjumpaan
Sosial Makan Istira 0-32 33-65 66-97 98-130 26 14 7 0 Frekuensi Perjumpaan
Klasifikasi Jarak Dari Sungai (
Klasifikasi Jarak Dari Sungai
rekapitulasi data perjumpaan dan lama aktifitas ow :
(b)
ran data (a) frekuensi perjumpaan dan (b) lama a jawa pada klasifikasi jarak dari sungai.
Gambar 35, frekuensi perjumpaan tertinggi bera 0-32 m dan 33-65 m sebanyak 26 dan 14 kali. dua kelas jarak tersebut ekuivalen dengan 81 % da ekuensi perjumpaan memunculkan dugaan bahwa ni mempunyai pengaruh yang besar terhadap pe
(b)
ran data (a) frekuensi perjumpaan dan (b) lama a jawa di tiap bentuk aktifitas pada klasifikasi ja
130 131-163 0 00 11 paan stirahat/diam 0 20 40 60 80 0-32 33-65 66-97 98-130
131-Lama waktu perjumpaan (menit)
Sosial Makan Istirahat/diam 131-163 2 an 0-32 33-65 66-97 98-130 131 124,8 49,17 17,22 0
Lama Waktu Perjumpaan (menit
i (m) Klasifikasi Jarak Dari Sungai (m)
Klasifikasi Jarak Dari Sungai (m) ungai (m) owa jawa ma waktu berada pada li. Jumlah dari total hwa secara pemilihan ma waktu jarak dari -163 nit) diam 131-163 4,77 enit)
Bentuk aktifitas menunjukan bahwa owa lama pada setiap perjum dengan sungai (Gambar menempati proporsi ter sungai, yaitu sebanyak 9 dua kelas jarak terdekat d 5.1.2 Hubungan Tiap
Jawa
Analisis selanjut proporsi lama waktu a preferensial. Hasil anal owa jawa atau sebalikn peubah yang diidentifika disukai dengan nilai inde
(a) Gambar 37. Diagram se
dan (b) tingg Beberapa kelas da yaitu pada selang 19-22 bahwa semakin tinggi su semakin disukai. Kecen besar pada selang pohon primata ini menyukai ket
15-18 19-22 23 -26 0,47 1,38 0,64 Tinggi Pohon indeks prefe
Klasifikasi Tinggi Poh
as pada perjumpaan, baik dari segi frekuensi m owa jawa melakukan semua aktifitas, sering dijumpa
jumpaan pada vegetasi yang mempunyai jarak se bar 36 a & b). Lama waktu perjumpaan saat akt
terbesar pada vegetasi yang mempunyai jarak k 91 % (84,38 menit dari total 92,3 menit waktu kat dari sungai.
iap Peubah Dengan Proporsi Lama Waktu A njutnya adalah untuk melihat hubungan setiap pe aktifitas owa jawa, yang dikenal dengan na nalisis akan menunjukan apakah peubah tersebut iknya yang ditunjukan oleh nilai indeks prefer ifikasi menunjukan terdapat selang klasifikasi ndeks > 1.
a) (b)
sebaran data analisis preferensial pada peubah (a) inggi bebas cabang pohon.
s dalam klasifikasi ketinggian pohon memiliki nil 22 m, 27-30 m dan 31,34 m (Gambar 34a). Da suatu pohon pada habitat owa jawa, maka habitat enderungan tersebut ditunjukan pada nilai indeks pohon yang semakin tinggi. Sehingga dapat disimpul
ketinggian pohon sama atau lebih dari 19 m di habi 27-30 31-34 1,66 2,25 ohon referensi 5 s/d 9 10 s/d 13 14-17 18-21 0,71 0,94 1,14 1,89
Tinggi Bebas Cabang Pohon
indeks preferensi
ohon (m) Klasifikasi Tinggi Bebas Cabang
maupun durasi umpai dan relatif semakin dekat aktifitas makan k dekat dengan ktu makan) pada
Aktifitas Owa peubah dengan nama analisis but disukai oleh ferensi. Semua si tertentu yang
(a) tinggi pohon
nilai indeks > 1, Dapat dikatakan tat tersebut akan ks yang semakin simpulkan bahwa habitat aslinya. 22-25 1,89 1,85 Pohon nsi ng Pohon (m)
Pola yang serupa terda pertama pohon / tinggi bebas dari atas tanah maka owa jawa Pada peubah diameter pohon, dengan ukuran diameter yang diameter 112-130 cm (2,59) da diameter 49-69 cm (1,28) (Gam
(a)
Gambar 38. Diagram sebaran pohon dan (b) be
Gambar 38 (b) menunj bentuk tajuk 3 (half crown) (Complete circle) kemungkina hampir mendekati angka 1. S pohon mempunyai kecenderun
Indeks preferensi owa j tengah (3) dan kanopi atas (4) Terdapat kekosongan data pada tidak diketahui seberapa besar
27-48 49-69 70-90 91-111 0,82 1,28 0,97 1,86 Diameter Pohon Indeks Preferensi
Klasifikasi Diameter Pohon (cm)
rdapat pada preferensi owa jawa pada ketinggian bas cabang, dimana semakin tinggi posisi cabang
wa akan semakin menyukai pohon tersebut (Gamba hon, analisis menunjukkan owa jawa lebih menyuka
ng besar. Indeks preferensi tertinggi berada pada ) dan berturut-turut pada diameter 91-111 cm (1,
ambar 38a).
(b)
ran data analisis preferensial pada peubah (a) di bentuk tajuk pohon.
nunjukan bentuk tajuk yang disukai owa jawa ) dan bentuk 4 (irregular circle). Bentuk kinan disukai oleh primata ini mengingat nilai inde
Sehingga peningkatan kesempurnaan bentuk taj rungan untuk disukai owa jawa.
a jawa pada posisi tajuk pohon menunjukan posisi (4) cenderung disukai dibanding posisi tajuk ya pada lapisan kanopi paling atas / emergen (5), se sar nilai indeks preferensinya (Gambar 39a).
112-130 2,59 1 2 3 4 5 0,61 0,82 1,24 1,03 0,98
Bentuk Tajuk Pohon
Indeks Preferensi
Klasifikasi Bentuk Tajuk Pohn m) ian cabang ng pertama mbar 34b). ukai pohon ada selang (1,86) dan ) diameter wa adalah uk tajuk 5 ndeks yang tajuk pada posisi kanopi yang lain. , sehingga 5 0,98
(a) Gambar 39. Diagram se
dan (b) kera Pola yang berbeda LAI, dimana terdapat inkosi karena perbedaan selang dikatakan owa jawa men
Pada ketinggian ketinggian, dimana kel klasifikasi yang telah dib a). Preferensi juga terj jawa cenderung menyu (Gambar 40 b). (a) Gambar 40. Diagram s tempat da 1 2 3 0,87 0,82 1,59 Profil Pohon Indeks Prefe 1024-1058 1059-1093 1094-1127 11 2,08 2,25 0,40 Ketinggian T Indeks Prefe
Klasifikasi Posisi Tajuk
Klasifikasi Ketinggian Tem
a) (b)
sebaran data analisis preferensial pada peubah (a kerapatan tajuk pohon (LAI).
beda ditunjukan pada sebaran data indeks prefere t inkosistentsi selang pada kehadiran nilai indeksn
ng berada pada interval yang relatif sangat deka enyukai selang LAI pada selang 3,2 hingga 3,3. an tempat owa jawa memiliki preferensi pada 2
kelas tersebut merupakan selang ketinggian t dibuat (1.024-1.058 m dpl dan 1.059-1093 m dpl erjadi pada kemiringan lereng, yang menunjukan
yukai vegetasi yang berada pada kemiringan
(b) sebaran data analisis preferensial pada peubah dan (b) kemiringan lereng.
4 5 1,05 0,00 ohon referensi 3,183-3,230 3,231-3,277 3,278-3,324 3,324- 3,3 0,12 2,02 0,72 1,64
Kerapatan Tajuk Pohon/L
Indeks Preferensi 1128-1162 1163-1197 0,04 0,69 an Tempat Preferensi 11 s/d 20 21 s/d 29 30 - 38 39 -47 0,45 0,81 0,76 1,01 Kemiringan Lereng Indeks Preferensi
uk / Profil Pohon Klasifikasi Kerapatan Tajuk Poh
Klasifikasi Kemiringan Lereng ( empat (m dpl)
(a) profil pohon
erensi pada nilai ndeksnya. Namun kat, maka dapat
da 2 (dua) kelas terendah dari dpl) (Gambar 40 ukan bahwa owa n lereng curam h (a) ketinggian 3,371 3,371-3,419 1,64 0,18 ohon/LAI 48 -58 1,65 reng ohon/LAI ng (%)
Peubah berikutnya yan dari kebun (Gambar 41 a & cenderung semakin tinggi ter jaringan jalan. Owa jawa cend yang mempunyai jarak yang ja
Hal yang sama terjadi dimana semakin jauh jarak d disukai owa.
(a)
Gambar 41. Diagram sebaran kebun dan (b) ja
Pola yang berbeda dit Gambar 42, dimana indeks pre 0-32 m.
Gambar 42. Diagram sebar sungai.
12-116 117-220 221-325 326-429 0,31 0,22
1,07
2,17
Jarak Dari Kebun
Indeks Preferensi
0-32 3,22
Klasifikasi Jarak Dari Kebun (m)
yang dianalisis adalah jarak habitat dari jalan da & b). Analisis menunjukan nilai indeks pr terhadap adanya peningkatan jarak dari perkebuna
enderung akan semakin menyukai vegetasi pada jauh dari jalan maupun kebun.
di pada analisis preferensi untuk peubah jarak da k dari jalan maka vegetasi pada tempat tersebut
(b)
ran data analisis preferensial pada peubah (a) ja jarak dari jalan
ditunjukan oleh peubah dengan jarak perjumpaa preferensi owa jawa hanya berada pada satu selang
baran data analisis preferensial pada peubah jar 430-534 2,00 384-471 472-558 559-645 646-732 733 0,22 0,00 0,57 1,66 3,
Jarak Dari Jalan
Indeks Preferensi
33-65 66-97 98-130 131-163 0,94
0,28 0,00 0,24
Jarak Dari Sungai
Indeks Preferensi
Klasifikasi Kemiringan Lereng (%) (m) dan jarak preferensi bunan dan da habitat dari jalan sebut akan jarak dari paan pada lang jarak jarak dari 33-820 3,68
Berdasarkan hasil analisis preferensial maka dapat dirumuskan karakteritik habitat preferensial owa jawa di Cagar Alam Gunung Tilu. Karakteristik tersebut merupakan kumpulan semua peubah fisik dan biotik yang memiliki nilai indeks preferensi > 1, pada masing-masing selang klasifikasi peubah tersebut. Karaketeristik habitat preferensial owa jawa di CAGT ditunjukkan pada Tabel 4 berikut ini :
Tabel 3. Karakteristik Habitat Preferensial Owa Jawa di Cagar Alam Gunung Tilu Jawa Barat
No Karakteristik
1.
2.
Fisik
a. Habitat berada pada ketinggian 1.024 – 1.093 dpl
b. Habitat dengan topografi pada kemiringan lereng ≥ 39 %
c. Jarak minimum habitat dari perkebunan sejauh 221 m. d. Jarak minimum habitat dengan jaringan jalan sejauh 646 m e. Jarak maksimum dari sungai sejauh 65 m
Biotik
a. Habitat dengan komposisi diameter pohon ≥ 49 cm.
b. Ketinggian pohon ≥ 19 m
c. Ketinggian cabang pertama pohon ≥ 14 m
d. Bentuk tajuk pohonhalf circledanIrregular circle.
e. Profil pohon (posisi tajuk) pada kanopi atas dan kanopi tengah. f. Leaf Area Indexpada nilai 3,2 – 3,4