• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerapatan Poh Kerapatan pohonKerapatan pohon

B. Peubah Bebas 1) Peubah Biotik

2) Peubah Fisik

5.1.1 Identifikasi Peubah Determinan

5.1.1.6 Kerapatan Poh Kerapatan pohonKerapatan pohon

berbanding dengan kuad menunjukkan owa jawa kerapatan pohon per he kerapatan pohon cender Gambar 15 dimana seba 130 cm. 1 2 3 1 0 5 1 6 5 2 13 8 Frekuensi perjum

Sosial Makan Ist

Klasifikasi Posis

a) (b)

sebaran data (a) frekuensi perjumpaan dan (b) paan owa jawa pada tiap bentuk aktifitas di kla

Gambar 21 (a) pada posisi tajuk 1-2, total perjum stirahat sebanyak 15 kali, sedangkan total perjum a 7 kali pada posisi tajuk yang sama. Untuk akt

inan pada posisi tajuk 3 (lower canopy). Perge di pada posisi tajuk pohon yang semakin tinggi

ngganya. Pada posisi tajuk 4, owa jawa lebih se Posisi tajuk yang relatif tinggi dibanding pohon a ini menghabiskan waktu makan yang lebih lam na rata-rata waktunya adalah selama 6,2 menit (Ga

ohon

pohon per hektar didapatkan berdasarkan luas unit c kuadrat jarak rata-rata pohon ke pusat kuadran.

a cenderung dijumpai dan beraktifitas di habitat hektar yang rendah. Diduga pada vegetasi ti nderung menjadi semakin rendah. Hal ini dit baran diameter pohon di CAGT berada pada sela

4 5 0 0 7 0 1 0 jumpaan Istirahat/diam 1 2 3 2,18 0 17,93 0 16,15 14,38 21,05 40 5,41 46,66 29,53 Lama waktu perjumpaan

Sosial Makan Istirah

osisi Tajuk Klasifikasi Posisi Tajuk

(b) lama waktu klasifikasi profil umpaan aktifitas rjumpaan untuk aktifitas sosial, rgeseran bentuk ggi secara relatif sering dijumpai pohon lain diduga lama dibanding Gambar 21b).

unit contoh per ha Sebaran data tat dengan kelas tingkat pohon, ditunjukan pada elang antara 27-4 5 0 40,51 0 2,16 0 paan (menit) irahat/diam uk

Frekuensi perjumpaan kerapatan pohon 111-353 bata perjumpaan cenderung linear semakin tinggi kerapatan pohon Rekapitulasi sebaran data terse

(a)

Gambar 22. Diagram sebara perjumpaan owa Dari gambar di atas t jawa relatif tinggi pada dua se pohon/ha. Hal ini menunjuk kerapatan pohon antara 111 hi juga mempunyai hubungan de yang mempunyai banyak caba dijumpai sebagai tempat owa bentuk tajuk yang miskin caba yang dekat satu dengan yang beraktifitas pada kerapatan pohon

Untuk sebaran data pe bentuk aktifitas, pola sebaran kerapatan 111-353, owa jawa

111-353 354-595 596-837 838-1079 28 15 3 1 Frekuensi Perjumpaan

Klasifikasi Kerapatan Pohon/h

an tertinggi sebanyak 28 kali terdapat pada batang per ha (Gambar 22a). Pola sebaran data fr

ar dengan pola sebaran data lama perjumpaan, pohon owa jawa semakin jarang dan lama dij rsebut ditunjukkan pada gambar berikut ini:

(b)

baran data (a) frekuensi perjumpaan dan (b) lama owa jawa pada klasifikasi kerapatan pohon per hekt s terlihat perjumpaan dan lama waktu perjumpa

selang kerapatan pohon, 111-353 pohon/ha dan 354 unjukkan lebih dari 87 % perjumpaan berada pada

hingga 595 pohon per hektar. Kerapatan pohon dengan bentuk tajuk pohon , dimana pada bentuk abang dengan bentuk cenderung membulat lebih

a jawa beraktifitas (Gambar 18). Pohon-pohon bang pada saat pengamatan di lapangan mempuny ng lain. Hal ini diduga menyebabkan owa jwa pohon per ha yang tinggi.

perjumpaan dan lama waktu perjumpaan berda ran data relatif linear di antara keduanya. Pada

wa dijumpai di seluruh bentuk aktifitas, yaitu 079 1080-1322 2 an 111-353 354-595 596-837 838-1079 1080 104,3 63,44 14,55 3,28 10

Lama Waktu Perjumpaan (menit)

n/ha Klasifikasi Kerapatan Pohon/ha

da selang frekuensi n, dimana dijumpai . ma waktu hektar. paan owa n 354-595 ada selang hon diduga ntuk tajuk bih banyak hon dengan unyai jarak jwa jarang berdasarkan ada selang u aktifitas 080-1322 10,39

sosial, makan dan istirah beserta dengan durasinya

(a) Gambar 23. Diagram se

perjumpaan pohon per ha Gambar 23 mem menurun pada peningkat dijumpai pada selang 8 aktifitas sosial dan istirah owa jawa relatif lebih terutama pada selang ker 5.1.1.7 Kerapatan Taju

Kerapatan tajuk pohon yang diidentifikasi mela regresi antara fotografi he

Normalize Different Vege

berada pada rentang nil kualitas hutan secara sp yang gundul sampai den (Chen et al., 1997). gambar 24 menunjukka 111-353 354-595 596-837 4 2 0 9 6 1 15 7 2 Frekuensi perjum

Sosial Makan Ist

Klasifikasi Kerapata

rahat. Berikut adalah gambar diagram sebaran dat nya pada tiap bentuk aktifitas :

a) (b)

sebaran data (a) frekuensi perjumpaan dan (b) paan owa jawa pada tiap bentuk aktifitas di klasifika

r ha.

emperlihatkan sebaran data frekuensi dan lam katan selang kerapatan pohon. Beberapa aktifitas 838-1.079 pohon/ha dan 1.080-1.322 pohon/ha irahat. Namun demikian, pada selang kerapatan ti bih lama mengalokasikan waktunya untuk akt

kerapatan pohon 596-837 pohon/ha. ajuk Pohon

uk pohon atau Leaf Area Index (LAI) merupakan elalui analisis spasial. Nilai pada peubah ini me fi hemisphirical pada beberapa tipe tutupan tajuk

egetation Index(NDVI) CAGT. Nilai LAI di are nilai antara 3,1 – 3,4. LAI dapat menjadi ukura

spasial dimana nilai 0 untuk menggambarkan ke dengan nilai 5 untuk menggambarkan hutan yang

Sebaran data frekuensi perjumpaan dan lama ukkan pola yang cenderung linear diantara keduan

838-1079 1080-1322 0 1 0 2 0 0 jumpaan Istirahat/diam 111-353 354-595 596-837 838-10 11,82 8,29 0 0 38,8 28,28 8,27 3,28 53,68 26,87 6,28

Lama waktu perjumpaan (m

Sosial Makan Istiraha

patan Pohon/ha Klasifikasi Kerapatan Poho

data perjumpaan

(b) lama waktu sifikasi kerapatan

ma perjumpaan tas bahkan tidak pohon/ha, yaitu untuk n tinggi tersebut, aktifitas makan,

n peubah biotik merupakan hasil juk dengan nilai area pengamatan ukuran pendugaan keadaan hutan ang sangat lebat ma waktu pada duanya. Sebagai 1079 1080-1322 0 3,28 10,39 0 0 n (menit) irahat/diam ohon/ha

contoh, pada frekuensi perjum 3,25-3,27, akumulasi lama wa

(a) Gambar 24. Diagram sebara

perjumpaan owa Pada selang LAI terenda terjadi sebanyak 1 kali dima seluruh selang kelas. Begitu perjumpaan dan lama waktu pe jawa lebih sering beraktifitas pa Rata-rata lama perjumpaan te 3,27.

Pada sebaran data yan ditunjukkan pada Gambar 22, selang LAI terendah, 3,18-3,25. selang nilai 3,23-3,27 (Gamba perjumpaan. Pada selang ters lebih tinggi dibanding selang aktifitas ditunjukkan pada gam

3,183-3,230 3,231-3,277 3,278-3,324 3,324-3,371 1 20 9 16 Frekuensi Perjumpaan

Klasifikasi Nilai LAI

umpaaan tertinggi yang sebanyak 20 kali pada ni waktu perjumpaan juga berada pada nilai tertinggi

(b)

baran data (a) frekuensi perjumpaan dan (b) lama owa jawa pada klasifikasi nilai LAI.

endah yaitu pada 3,18-3,25, perjumpaan owa jaw mana nilai tersebut merupakan frekuensi terenda tu pula halnya dengan selang nilai LAI tertinggi,

perjumpaan relatif kecil. Sebaran data menunjuka s pada habitat dengan nilai LAI antara 3,23 hingg

tertinggi (Gambar 24b) ada pada klasifikasi nil

ang diklasifikasikan berdasarkan bentuk aktifitas, 22, owa jawa hanya dijumpai pada aktifitas m 3,25. Rata-rata lama waktu aktifitas makan ada bar 25a) dengan durasi waktu makan selama 5,22 tersebut frekuensi perjumpaan untuk aktifitas sos ng yang lain. Rekapitulasi sebaran data pada tiap gambar sebagai berikut :

,371 3,371-3,419 3 3,183-3,230 3,231-3,277 3,278-3,324 3,324- 3,371 3,3 3,28 93,71 31,78 59,44

Lama Waktu Perjumpaan (menit

Klasifikasi Nilai LAI

nilai LAI nggi. ma waktu awa hanya ndah dari nggi, jumlah jukan owa ngga 3,37. nilai 3,23-tas, seperti makan di ada pada 5,22 menit / sosial juga iap bentuk 3,371-3,419 7,75 enit)

(a) Gambar 25. Diagram se

perjumpaan Bentuk pola seba perjumpaan seperti pada sama. Hanya pada ren dengan durasi waktu m frekuensi perjumpaan ya 5.1.1.8 Ketinggian Tem

Peubah fisik ya hubungan karakteristik adalah ketinggian tem memperlihatkan perjumpa pada kelas ketinggian te ditunjukan pada akumul 26b) pada vegetasi pada berada pada rentang keti jawa berada pada tingk perjumpaan tersebut ditunj

3,183-3,230 3,231-3,277 3,278-3,324 0 4 2 1 9 0 0 7 7 Frekuensi perjum Sosial Makan Is Klasifikasi Nilai L (b) sebaran data (a) frekuensi perjumpaan dan (b) paan owa jawa di tiap bentuk aktifitas pada klasifika sebaran data antara frekuensi perjumpaan dan

da gambar di atas memperlihatkan kecenderunga rentang nilai LAI 3,32-3,37 owa jawa lebih ser

makan lebih lama dibanding saat istirahat, de yang sama.

Tempat

yang menjadi faktor lingkungan dianalisis unt k bentang lahan dengan kehadiran owa jawa. S empat. Rekapitulasi sebaran data frekuensi umpaan owa jawa lebih sering terjadi pada vegetasi tempat 1.059 – 1.093 m dpl (Gambar 26a). H ulasi waktu perjumpaan berada pada nilai tertinggi da rentang ketinggian tempat yang sama. Pada ketinggian tempat 1.128-1.162 m dpl, frekuensi per

ngkat terendah. Diagram sebaran data frekue ditunjukan pada gambar sebagai berikut :

3,324- 3,371 3,371-3,419 0 0 8 1 8 2 rjumpaan Istirahat/diam 3,183-3,230 3,231-3,277 3,278-3,324 3,324 0 14,84 5,27 0 3,28 47,02 0 39 0 31,85 26,51

Lama waktu perjumpaan (m

Sosial Makan Istira

ai LAI Klasifikasi Nilai LA

(b) lama waktu ikasi nilai LAI. dan lama waktu

gan yang relatif sering dijumpai dengan jumlah

untuk melihat Salah satunya kuensi dan lama tasi yang berada Hal yang sama rtinggi (Gambar da vegetasi yang perjumpaan owa kuensi dan lama

24- 3,371 3,371-3,419 0 39,76 2,03 19,68 5,72 an (menit) stirahat/diam LAI

(a)

Gambar 26. Diagram sebara perjumpaan owa Diagram sebaran data pada rentang ketinggian tem keseluruhan, rata-rata durasi dengan selang ketinggian tem Pada habitat dengan topog perjumpaan semakin menurun. CAGT frekuensi perjumpaan m dpl.

Pada perjumpaan berda 1.024-1.058 m dpl dan 1.059 aktifitas. Semakin tinggi perjumpaan. Frekuensi perjum pada vegetasi dengan selang ke dijumpai pada selang ketinggi yang menunjukan rincian freku aktifitas ditunjukan pada Gamba 1024-1058 1059-1093 1094-1127 1128-1162 1162 13 23 8 1 Frekuensi Perjumpaan

Klasifikasi Ketinggian Tempat (m dpl)

(b)

baran data (a) frekuensi perjumpaan dan (b) lama owa jawa pada berbagai klasifikasi ketinggian tempa data menunjukan vegetasi pada habitat di CAGT

tempat antara 1.024 hingga 1.197 m dpl. si waktu tertinggi per perjumpaan berada pada

empat 1.024-1.058 m dpl, yaitu 5 menit (Gamba opografi yang semakin tinggi, kuantitas dan nurun. Oleh karena itu dapat dikatakan pada ha

n siginifikan pada klasifikasi ketinggian di bawa

erdasar bentuk aktifitas, terlihat pada ketinggian 1.059-1.093 m dpl owa jawa ditemui pada semua i topografi cenderung semakin menurunkan rjumpaan owa jawa tertinggi untuk aktifitas makan ng ketinggian 1.059 – 1.093 m dpl (Gambar 27a) da nggian tempat 1.128-1.162 m dpl. Diagram sebar

rekuensi perjumpaan dan durasi waktu pada tiap mbar 27 sebagai berikut :

1162 - 1197 4 1024-1058 1059-1093 1094-1127 1128-1162 1163-119 65,05 97,41 22,17 2,18 9,15

Lama Waktu Perjumpaan (menit)

Klasifikasi Ketinggian Tempat (m dpl)

ma waktu mpat. T berada . Secara da vegetasi bar 26b). n kualitas habitat di wah 1.100 ian tempat ua bentuk n jumlah kan berada dan tidak baran data iap bentuk 1197 9,15

(a) Gambar 27. Diagram se

perjumpaan ketinggian Selang ketinggia CAGT mempunyai inter memiliki teritori yang re 1984; Iskandar, 2007). metode Focal Animal S

satu individu (Lehner, relatif berada di area den

Rata-rata lama w vegetasi yang berada dal dpl (Gambar 27b). Pada m dpl, owa jawa hanya d menit. Aktifitas lain t keseluruhan tidak terda frekuensi dan lama perjum 5.1.1.9 Kemiringan L

Vegetasi yang be bervariasi mulai dari 11 frekuensi lama dan dura 48-58 %, selang tertingg 1024-1058 1059-1093 1094-1127 2 3 0 6 9 3 5 11 5 Frekuensi perjum Sosial Makan Klasifikasi Ketinggia (b) sebaran data (a) frekuensi perjumpaan dan (b) paan owa jawa di tiap bentuk aktifitas pada

n tempat.

nggian tempat di habitat owa jawa pada area pe nterval jarak yang sempit. Hal tersebut disebabka

relatif kecil antara 16-17 ha untuk tiap kelompok 2007). Terkait dengan hal tersebut, dimana pengam

al Sampling menuntut intensitas pengamatan yan 1979), diduga menyebabkan disparitas ketinggi engan beda tinggi yang relatif rendah.

a waktu aktifitas sosial, makan dan istirahat tertingg dalam selang ketinggian tempat yang sama yaitu 1.024 ada vegetasi yang berada pada ketinggian tempat

a dijumpai sebanyak satu kali (Gambar 27a) denga n tidak dijumpai pada kelas ketinggian yang sa

rdapat perbedaan yang signifikan antara pola rjumpaan dari sudut pandang aktifitas harian.

Lereng

berada pada kemiringan lereng di habitat owa ja 11 % hingga 58 %. Gambar 28 menunjukkan durasi perjumpaan yang dominan pada kelas kemi

inggi dari seluruh klasifikasi. Pada selang terse 27 1128-1162 1163-1197 1 0 0 0 1 3 perjumpaan Istirahat/diam 1024-1058 1059-1093 1094-1127 11 8,34 9,59 0 31,35 48,66 9,77 25,36 39,16 12,4

Lama waktu perjumpaa

Sosial Makan Istira

nggian Tempat (m dpl) Klasifikasi Ketinggian Tempa

(b) lama waktu pada klasifikasi

pengamatan di bkan primata ini pok (Kappeler, gamatan dengan ang tinggi pada tinggian habitat

rtinggi ada pada 1.024-1.058 m pat 1.128 – 1.126 ngan durasi 2,28 sama. Secara pola sebaran data

jawa di CAGT ukkan sebaran data miringan lereng rsebut owa jwa 1128-1162 1163-1197 2,180 0 02,31 6,84 paan (menit) Istirahat/diam mpat (m dpl)

dijumpai sebanyak 25 kali denga dari 50 % perjumpaan terjadi tersebut (Gambar 28a). B perjumpaan yang berbanding l

(a)

Gambar 28. Diagram sebaran perjumpaan owa Sebaran data seperti yang di kesamaan pola, sehingga didug keduanya.

Pada frekuensi dan aktifitas, terlihat bahwa aktifit lereng (Gambar 29a). Aktif pada kemiringan lereng terenda dijumpai merata pada seluruh ke

Meskipun dominasi pe kemiringan lereng tertinggi, na pada selang 21-29 % dan 30 kemiringan lereng akan di Berdasarkan diagram pada gam cenderung bergerak mengikuti dan lama waktu aktifitas akan

11 s/d 20 21 s/d 29 30 - 38 39 -47

4 6

8

6

Frekuensi Perjumpaan

Klasifikasi Kemiringan Lereng (

dengan total lama waktu 99,48 menit. Ini menujuka di pada vegetasi yang berada di kelas kemiringan

Begitu pula halnya dengan akumulasi lama ng lurus dengan frekuensi perjumpaan (Gambar 28

(b)

ran data (a) frekuensi perjumpaan dan (b) lama a jawa pada klasifikasi kemiringan lereng.

ditunjukan pada Gambar 28 (a) dan (b) menunj diduga tidak terdapat perbedaan kecenderungan

n lama perjumpaan yang dibedakan menurut ifitas sosial dijumpai hampir di seluruh kelas kem ktifitas makan tidak dijumpai pada vegetasi yang

endah, yaitu pada selang 11-20 %. Bentuk aktifit uh kelas kemiringan lereng adalah aktifitas istiraha perjumpaan berada pada pohon yang berada pada , namun rata-rata waktu aktifitas makan owa jawa

30-38 %, yaitu selama vegetasi yang berada di diikuti dengan durasi waktu perjumpaan gambar di atas, lama waktu aktifitas aktif harian ow kuti banyaknya frekuensi perjumpaan. Rincian fr kan disajikan pada gambar sebagai berikut :

48 -58 25

11 s/d 20 21 s/d 29 30 - 38 39 -47 48 18,52 27,16 32,5 18,3

99

Lama waktu Perjumpaan (menit)

Klasifikasi Kemiringan Lereng (%) ng (%) ukan lebih ngan lereng ma waktu 28b). ma waktu enunjukan n diantara ut bentuk kemiringan ng berada ifitas yang hat/diam. pada kelas wa berada a di suatu tertentu owa jawa frekuensi 48 -58 99,48

(a) Gambar 29. Diagram se

perjumpaan kemiringan Pola sebaran da menunjukan pada selang waktu dibanding kuanti waktu aktifitas yang tin dengan kemiringan leren melalui SK Menteri Per Penetapan Hutan Lindun kelas kemiringan lereng Tabel 3. Pembagian kela

No.837/Kpts/II/ Tingkat Ke 8 15 25 > Mengacu pada T habitat owa jawa yang curam. Aktifitas terba kemiringan lereng denga

11 s/d 20 21 s/d 29 30 - 38 1 0 2 2 3 1 1 3

4 Frekuensi perjum

Sosial Makan Isti

Klasifikasi Kemiringan

(b) sebaran data (a) frekuensi perjumpaan dan (b) paan owa jawa di tiap bentuk aktifitas pada

an lereng

data pada tiap bentuk aktifitas seperti pada ga ng kemiringan lereng yang rendah terdapat perbeda ntitas perjumpaan. Owa jawa cenderung mem tinggi pada kemiringan lereng rendah dibanding reng tinggi. Secara umum pembagian kelas leren ertanian No. 837/Kpts/II/1980 tentang Kriteria da ndung, dengan variasi mulai dari 0 % hingga > 40 %

ng tersebut ditunjukkan Tabel 3 berikut ini :

elas kemiringan lereng didasarkan pada SK Ment s/II/1980. Kemiringan (%) Kelas 0-8 Datar 8-15 Landa 15-25 Agak cur 25-40 Curam >40 Sangat cur

Tabel 3, maka dapat dikatakan bahwa kemiringa g diamati di CAGT berada pada kelas landai hi rbanyak dari sisi kuantitas dan kualitas berada

gan katagori sangat curam. 39 -47 48 -58 0 2 4 9 2 15 jumpaan Istirahat/diam 11 s/d 20 21 s/d 29 30 - 38 39 -2,18 7,3 4,13 0 0 17,78 17,42 13,8 16,34 2,08 10,95

Lama waktu perjumpaan (m

Sosial Makan Istiraha

Klasifikasi Kemiringan Lereng ngan Lereng (%) (b) lama waktu pada klasifikasi gambar di atas bedaaan kualitas emiliki rata-rata nding pada tempat reng telah diatur a dan Tata Cara %. Pembagian Menteri Pertanian las tar ndai curam uram t curam

ngan lereng pada i hingga sangat ada pada kelas

-47 48 -58 6,5 13,89 43 4,41 49,98 n (menit) ahat/diam ng (%)

Dokumen terkait