RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BIOENERGI BERBASIS WEB
DAFTAR LAMPIRAN
E. JARINGAN KOMPUTER
Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer dan alat-alat lain (printer, modem, dan lain-lain) yang dapat berhubungan melalui suatu media.
Hubungan tersebut dapat berupa hubungan langsung melalui kabel, atau tidak langsung (melalui modem).
Jenis-jenis jaringan komputer (Kadir, 2005), yaitu:
1. Local Area Network (LAN), merupakan jaringan dengan koneksi terbatas dan bersifat lokal.
2. Metropolitan Area Network (MAN), merupakan versi LAN yang memiliki mobilitas tinggi yang digunakan di kota-kota besar.
3. Wide Area Network (WAN), merupakan jaringan sistem komunikasi dengan masing-masing node berlokasi berjauhan (remote location), mencakup wilayah geografis yang luas.
4. Wireless Network, yaitu jaringan dengan koneksi tanpa kabel, jalur transmisi antara node menggunakan microwave, laser, atau satelit.
5. Interconnected Network (Internet), merupakan sekumpulan jaringan yang saling terhubung satu sama lain menggunakan protokol TCP (Transmission Control Protocol)/IP (Internet Protocol). TCP adalah sebuah protokol yang bertanggung jawab memastikan berkas yang dikirimkan, berhasil sampai pada tujuannya. IP merupakan sebuah protokol yang mengarahkan (routing) berkas dari satu host ke host lain pada jalannya sampai ke tujuan.
F. WORLD WIDE WEB (WWW)
Web adalah jaringan informasi yang menggunakan protokol HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) dan FTP (File Transfer Protocol), dimana sumberdaya-sumberdaya yang berguna diidentifikasi oleh pengenal global berupa alamat URL (Uniform Resource Locator). Web dapat diakses melalui interface sederhana dan mudah digunakan. Informasi ini biasanya disajikan dalam bentuk hypertext atau multimedia, dan disediakan oleh server yang berlokasi di berbagai penjuru dunia.
Halaman web terbagi menjadi 2 (dua) macam, yaitu halaman statis dan halaman dinamis. Web statis biasanya hanya merupakan HTML yang diketik melalui teks editor yang disimpan dalam bentuk .html atau .htm. Web statis adalah halaman web yang hanya berhubungan dengan halaman web yang lain,
user hanya bisa melihat isi dokumen pada halaman web dan jika diklik maka dokumen akan berpindah ke halaman web selanjutnya. Interaksi user dengan browser hanya sebatas melihat informasi tetapi tidak bisa mengolah informasi yang dihasilkan. Web yang dinamis memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan menggunakan form sehingga kita bisa mengolah informasi yang ditampilkan.
G. HYPERTEXT MARKUP LANGUAGE (HTML)
HTML adalah sebuah bahasa mark up yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser internet. HTML saat ini merupakan sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web, yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C). Versi terakhir dari HTML adalah versi 4.01, meskipun saat ini telah dikenal XHTML (eXtensible HTML) yang merupakan pengembangan dari HTML.
HTML berupa kode-kode tag yang menginstruksikan browser untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang diinginkan. Secara garis besar, terdapat 4 (empat) elemen dari HTML, yaitu:
1. Structural, yaitu tanda yang menentukan level atau tingkatan dari sebuah teks.
2. Presentational, yaitu tanda yang menentukan tampilan dari sebuah teks tanpa menghiraukan level teks tersebut. Tanda presentational saat ini sudah mulai digantikan oleh CSS (Cascading Style Sheets).
3. Hypertext, yaitu tanda yang menunjukkan hyperlink ke bagian dari dokumen tersebut ataupun dokumen lain.
4. Widget, yang membuat objek-objek lain seperti tombol, lis, garis horisontal, dan lain-lain.
H. PERSONAL HOMEPAGE HYPERTEXT PREPROCESSOR (PHP)
Menurut Luthfie (2005), PHP (Personal Homepage Hypertext Preprocessor) tidak termasuk bahasa pemrograman, tetapi sebuah bahasa scripting yang menyatu dengan kode-kode (tag) HTML, menggunakan dasar
bahasa C, Java, atau Perl, lalu dijalankan (dieksekusi) oleh server sehingga menghasilkan sebuah web yang dinamis. Versi pertama PHP dibuat oleh Rasmus Lerdorf sekitar tahun 1995. Sekitar tahun 2000 akhir, muncullah PHP 4 yang stabil. Pada prinsipnya, PHP berbeda dengan bahasa lain seperti CGI/Perl, atau bahasa scripting lain seperti JavaScript. Pada JavaScript, perintah dieksekusi dan bekerja pada komputer client.
Kelebihan PHP di antaranya berkembang cepat seiring dengan kemajuan dan kebutuhan sehingga dapat digunakan maksimal, dapat menerima berbagai jenis sistem operasi, dapat dijalankan pada berbagai jenis web server, dan berbagai paket sistem manajemen basis data baik komersial maupun non komersial. Hal ini membuat PHP sangat terkenal dan digunakan oleh sebagian besar web developer.
I. CONTENT MANAGEMENT SYSTEMS (CMS)
Menurut Luthfie (2005), CMS adalah bagian perangkat lunak yang mengatur pengembangan sebuah situs web. Pengaturan CMS dapat membawa semua perubahan pada suatu situs web, merekam siapa yang mengubah, apa yang diubah, dan waktunya. CMS memisahkan isi dan desain sehingga konsistensi tampilan senantiasa terjaga dengan baik. Setiap bagian situs web dapat memiliki isi dan tampilan berbeda, tanpa harus khawatir kehilangan identitas situs web secara keseluruhan. Manfaat umum CMS yaitu manajemen data yang baik, mengatur siklus hidup situs web, mendukung web templating dan standarisasi, personalisasi situs web, sindikasi (pembagian isi situs kepada situs lain dalam format data seperti rss, rdx, xml), dan akuntabilitas atau akurasi.
J. SISTEM INFORMASI BIOENERGI
Sistem informasi bioenergi adalah sistem informasi berbasis komputer yang berfungsi untuk mengumpulkan, mengolah, dan menampilkan informasi mengenai bioenergi. Berdasarkan pengamatan terhadap penelitian-penelitian sebelumnya, belum dilakukan penelitian mengenai pembangunan sistem informasi bioenergi baik yang berbasis web maupun CD-ROM. Berdasarkan
penelusuran di internet, terdapat beberapa situs web yang berisi informasi tentang bioenergi, di antaranya:
1. Situs milik PT. Kreatif Energi Indonesia, sebuah produsen produk-produk bioenergi, dengan alamat www.indobiofuel.com. Dalam situs yang sifatnya komersial ini terdapat informasi mengenai biodiesel, bioetanol, dan biomassa, mencakup deskripsi singkat, teknologi pengolahan, artikel, dan penjualan produk.
2. Situs yang dikelola oleh Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, dengan alamat www.energiterbarukan.net, berisi informasi tentang deskripsi, pembuatan, bahan baku, dan keuntungan penggunaan bioetanol dan biodiesel.
3. www.pusatagroindustri.com/category/bioenergi, sebuah situs yang berisi berita tentang perkembangan agroindustri di Indonesia, memuat artikel- artikel di surat kabar yang berkenaan dengan bioenergi.
4. Situs web dengan alamat www.biofuels-news.com, sebuah situs web internasional yang berisi artikel tentang penggunaan bahan bakar bio yang dikelola oleh redaksi majalah Biofuel International.
5. www.energiportal.com, berisi berita/artikel tentang penggunaan energi di Indonesia. Tidak ada keterangan mengenai sumber resmi dari artikel- artikel di dalamnya.
6. bioconversion.blogspot.com, sebuah weblog yang berisi artikel dan berita mengenai konversi bioenergi.
Kelemahan dari situs-situs di atas yaitu terpencarnya kandungan/isi informasi pada beberapa situs. Penelitian mengenai rancang bangun sistem informasi ini dibuat untuk mengintegrasikan informasi umum maupun khusus tentang bioenergi ke dalam satu portal, dengan konsep one-stop-access, yaitu diharapkan pengguna bisa mendapatkan informasi apapun yang dibutuhkan mengenai bioenergi di satu tempat.
III. METODOLOGI PENELITIAN
A. WAKTU DAN TEMPAT
Penelitian ini dilakukan mulai bulan Mei 2008 sampai Mei 2009 di Bagian Sistem dan Manajemen Mekanisasi Pertanian, Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
B. ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan yang digunakan dalam pembangunan sistem ini yaitu:
1. Notebook dengan spesifikasi : a. Prosesor Intel Celeron M 1.6 Ghz b. Harddisk 40 GB
c. DDR2 256 MB
2. Sistem operasi Microsoft Windows XP SP2.
3. XAMMP Installer (web server Apache, DBMS MySQL, dan bahasa pemrograman PHP).
4. CMS Joomla! sebagai sistem untuk mengelola konten situs. 5. Macromedia Dreamweaver MX sebagai editor desain situs.
6. Macromedia Flash Player 9 untuk menampilkan konten animasi flash. 7. Adobe Photoshop dan Macromedia Fireworks untuk mengolah gambar. 8. Data sekunder dari studi pustaka, observasi lapang, dan hasil penelitian.
C. METODOLOGI
Metodologi dalam pembangunan sistem ini mencakup lima fase dalam satu siklus hidup pembangunan sistem (SDLC), yaitu investigasi, analisis, desain, implementasi, dan perawatan. Kelima tahap tersebut akan diuraikan sebagai berikut:
1. Tahap Investigasi
Pada tahap ini ditentukan masalah dan peluang solusi alternatif pembangunan sistem dimana di dalamnya terdapat aktivitas feasibility
study atau studi kelayakan. Masalah yang dihadapi adalah belum adanya sistem informasi bioenergi berbasis web yang lengkap mencakup semua kebutuhan informasi pengguna. Sistem informasi ini dibangun berbasis web karena memiliki banyak kelebihan dibandingkan sistem informasi berbasis PC (Personal Computer), di antaranya penyebaran yang lebih luas, tidak terbatas ruang dan waktu, serta kebersamaan pemakaian data pun dapat dilakukan.
2. Tahap Analisis
Tahap analisis sistem sangat penting dalam pembangunan sistem informasi yang memenuhi target kebutuhan informasi pengguna. Tahap ini meliputi definisi masalah dan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan informasi untuk sistem informasi ini dilakukan dengan cara wawancara dengan responden yang berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, siswa sekolah menengah, kalangan peneliti dan industri yang terkait, maupun masyarakat umum.
Dari kekurangan yang diperoleh pada tahap investigasi didefinisikan ruang lingkup masalah untuk membuat sistem baru sehingga diperoleh domain sistem yang dibangun. Dalam tahap analisis kebutuhan ditentukan bagaimana sistem kerja baru yang akan dibangun, dan kemampuan apa saja yang akan dimilikinya. Hal tersebut dilakukan dengan menganalisa kebutuhan pengguna, dengan cara wawancara langsung.
Informasi yang disajikan meliputi sumber bahan baku, proses pembuatan, karakteristik, kelebihan-kekurangan, penggunaan saat ini, teknologi pengolahan, analisis biaya, dan beberapa penelitian yang telah dilakukan untuk tiap-tiap jenis bioenergi.
3. Tahap Desain
a. Desain situs web
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan situs web yaitu:
1). Menentukan storyboard (jalan cerita) situs dari semua tautan yang terdapat di dalamnya dan keterangan mengenai apa yang terdapat di dalam tautan tersebut.
2). Situs dapat diakses dengan berbagai browser. 3). Tidak mengandung tautan yang berlebihan.
4). Tidak menggunakan penampakan grafis yang berlebihan, karena dapat menyebabkan waktu muat yang lama.
5). Menggunakan layout yang konsisten dari halaman ke halaman. 6). Adanya fasilitas masukan dari pengguna untuk memperkaya
khasanah informasi.
b. Desain Basis Data
Pada sistem informasi ini digunakan basis data yang ditampilkan dalam bentuk tabel-tabel, gambar, dan tulisan. Tabel yang akan ditampilkan dalam bentuk elemen data, record atau berkas, sesuai dengan kebutuhan pengguna. Basis data yang digunakan adalah basis data relasional. Dengan menampilkan data sesuai dengan kebutuhan pengguna maka akan mempercepat informasi yang dibutuhkan dan mempermudah pengambilan keputusan oleh pengguna.
c. Desain Input
Input yang diperoleh merupakan data sekunder yang didapat dari studi pustaka, wawancara dengan pihak terkait, observasi lapang, maupun hasil penelitian yang telah dilakukan. Pengguna pun dapat menginput informasi berupa artikel maupun dokumen yang dimilikinya dengan terlebih dahulu diseleksi oleh pengelola web.
d. Desain Output
Informasi yang akan disajikan ditampilkan dalam bentuk teks, gambar, dan tabel sesuai dengan kebutuhan pengguna.
4. Tahap Implementasi
Tahapan implementasi meliputi pemrograman, pengembangan basis data, pengujian sistem dalam server lokal, serta instalasi dan pengujian
sistem informasi dalam web server. Tahapan ini dilakukan untuk menguji apakah bagian-bagian dari sistem informasi yang telah dibangun berjalan dengan baik dengan tolok ukur program dapat dijalankan dan diakses dari berbagai browser dengan tampilan dan proses sesuai dengan yang diinginkan.
5. Tahap Perawatan
Tahap perawatan meliputi kegiatan pemantauan, evaluasi, dan modifikasi sistem agar sistem tetap memenuhi kebutuhan end-user. Tahap evaluasi dilakukan dengan pemberian kuesioner yang diisi oleh responden dari berbagai kalangan. Parameter yang diberikan di antaranya kemudahan mengakses sistem, desain grafis situs (tata letak menu, komposisi warna, gambar dan teks), kelengkapan informasi, kemudahan pencarian data, kejelasan data dan informasi, penilaian secara umum terhadap sistem, manfaat yang diberikan sistem, serta kritik dan saran untuk perbaikan sistem. Hasil evaluasi dianalisis untuk kemudian dilakukan modifikasi yang sesuai pada sistem.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. INVESTIGASI SISTEM
Pemilihan bioenergi sebagai objek pembangunan sistem informasi dikarenakan kebutuhan akan informasi bioenergi semakin meningkat seiring penggunaan bioenergi yang semakin berkembang, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mencari dan menggunakan sumber energi baru di luar energi fosil yang cadangannya semakin menipis dari waktu ke waktu.
Investigasi sistem merupakan feasibility study (studi kelayakan) yang meliputi analisis kelayakan teknis, kelayakan ekonomis, kelayakan operasional, dan kelayakan organisasional untuk menilai apakah sistem layak dibangun dan diimplementasikan.
Berdasarkan pengamatan dan penelusuran yang dilakukan, kondisi sistem informasi bioenergi saat ini masih belum kondusif. Sistem-sistem yang telah ada memiliki kelemahan yaitu belum terintegrasinya informasi yang ada ke dalam suatu sistem. Sistem baru yang akan dibangun diharapkan bisa meminimalisir kekurangan dari sistem yang telah ada.
1. Kelayakan teknis
Dewasa ini, pemanfaatan teknologi internet untuk menyampaikan informasi telah banyak dilakukan oleh banyak pihak baik individu maupun instansi/organisasi. Kelebihan dari penggunaan internet sebagai alat penyampaian informasi yaitu dapat diakses setiap saat, cepat, mudah, dan relatif murah.
Pembuatan dan pengembangan sistem dapat dilakukan dengan mudah menggunakan perangkat lunak Content Management Systems (CMS) Joomla! yang dapat diperoleh dengan mudah dan bersifat open source dengan lisensi GNU GPL (General Public License). Perangkat lunak open source artinya perangkat lunak yang program dan kode pemrogramannya bebas digunakan, dimodifikasi, dan diedarkan tanpa harus memiliki lisensi tertulis dari pemilik perangkat lunak.
CMS menjadikan konten sistem informasi yang dibangun dapat diatur dengan baik, sehingga informasi yang disampaikan bersifat aktual
dan tidak terlambat. Hal ini menjadikan informasi bernilai dan dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengguna. Dengan demikian, secara teknis sistem informasi bioenergi berbasis web ini layak dibangun.
2. Kelayakan operasional
Sistem informasi ini dibangun untuk memberikan informasi mengenai bioenergi, namun dapat pula digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam hal yang terkait. Secara operasional, sistem ini layak untuk dibangun dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut: a. Kemudahan penggunaannya.
b. Kemudahan mengakses melalui jasa pelayanan internet.
c. Adanya fasilitas untuk memperbarui informasi (fasilitas upload, input, dan edit informasi), pencarian informasi (fasilitas search), dan fasilitas bantuan yang memudahkan pengunjung maupun anggota dalam mengakses informasi.
d. Kemudahan dalam pemeliharaan sistem. 3. Kelayakan ekonomis
Kelayakan ekonomis tidak selamanya diukur dengan satuan uang, ada pula keuntungan yang tidak dapat diukur (intangible benefit). Namun, untuk menentukan apakah suatu sistem layak untuk dibangun, biasanya ukuran yang digunakan adalah uang/biaya. Untuk pembangunan sistem informasi ini, biaya dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu biaya pembangunan sistem dan biaya operasional sistem. Biaya pembangunan sistem meliputi biaya personal, penyediaan peralatan (komputer, perangkat lunak, kamera digital, pemindai, dsb.), biaya penelusuran data dan informasi, dan biaya lain. Yang termasuk biaya operasional sistem adalah biaya pemakaian komputer, biaya pemakaian koneksi internet, biaya hosting web dan sewa domain, dan biaya pemeliharaan sistem.
Sistem informasi ini diharapkan dapat memberikan keuntungan riil bagi pengguna karena biaya untuk mengakses sistem melalui internet jauh lebih murah dibandingkan dengan melakukan penelusuran langsung ataupun melalui pustaka. Sistem informasi ini dapat pula dikelola oleh
suatu lembaga/instansi yang bergerak di bidang terkait untuk tujuan pendidikan (non komersial) dengan modifikasi pada tampilan situs.
4. Kelayakan organisasional
Pada pembangunan sistem ini, kelayakan organisasional tidak dapat dianalisis karena sistem tidak khusus dibangun untuk suatu organisasi. Saat ini, sistem dibangun untuk keperluan akademik dan edukasi umum. Namun tidak tertutup kemungkinan dilakukan modifikasi pada sistem jika di kemudian hari ada organisasi/lembaga yang berminat mengelola sistem ini.
B. ANALISIS SISTEM
Kegiatan analisis sistem ini meliputi identifikasi kebutuhan dan identifikasi fungsional untuk mengetahui kebutuhan pengguna akhir sistem. Hasil dari kegiatan analisis sistem adalah kebutuhan fungsional yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
1. Identifikasi Kebutuhan
Untuk mengetahui kebutuhan sistem yang akan dibangun, pertama- tama perlu ditetapkan target calon pengguna, untuk kemudian dilakukan analisis kebutuhan terhadap calon pengguna tersebut. Target pengguna sistem informasi yang akan dibangun ini yaitu kalangan mahasiswa, tenaga pengajar (dosen dan guru), peneliti, industri yang terkait, siswa sekolah menengah, dan masyarakat umum yang membutuhkan informasi tentang bioenergi. Sistem dibangun untuk sarana edukasi dan membantu pengguna memperoleh informasi tanpa dibatasi kendala ruang dan waktu. Pengguna pun tidak harus bersusah payah melakukan penelusuran baik secara langsung maupun studi pustaka.
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, jenis informasi yang dibutuhkan meliputi: sumber, proses pembuatan, karakteristik, penggunaan saat ini, teknologi pengolahan, analisis usaha, daerah pengaplikasian, dan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk tiap-tiap jenis bioenergi. Selain itu disajikan pula data-data alamat/tautan lembaga penelitian, produsen/industri, dan pustaka. Data dan informasi ini dapat
diperbarui dengan cara menghapus, mengubah, dan menambah data/informasi baru yang dapat dilakukan oleh administrator. Pengguna sistem yang telah memiliki hak otorisasi dapat menambahkan data dan informasi dengan terlebih dahulu dicek oleh administrator.
2. Identifikasi Fungsional
Pengguna sistem ini memerlukan sebuah sistem informasi yang dapat memberikan informasi mengenai bioenergi dengan mudah, murah, dan cepat serta dapat pula digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan yang terkait.
Data-data yang dibutuhkan dalam pembangunan sistem berupa data sekunder yang diperoleh dari studi pustaka, hasil penelitian, data statistik, artikel dari jurnal, publikasi, majalah, informasi dari pengusaha/industri, balai penelitian, dan para pakar di bidang bioenergi.
Fungsi-fungsi yang akan dibangun di antaranya fungsi masuk dan keluar log administrator dan anggota, fungsi pemanggilan menu dan sub menu, fungsi input artikel, fungsi polling, dan fungsi masukan kritik dan saran.
C. DESAIN SISTEM
Setelah sistem dinilai layak untuk dibangun, maka tahap selanjutnya dari siklus hidup pembangunan sistem adalah tahap desain sistem. Tujuan utama dari desain sistem adalah untuk memberikan gambaran tentang sistem yang akan diterapkan dari sisi estetika, sistematika, input-output, dan proses. Desain sistem terdiri dari desain tampilan antarmuka, desain basis data, dan desain proses.
1. Desain Tampilan Antarmuka
Sistem informasi dibangun dengan menggunakan perangkat lunak Joomla CMS yang berbasis bahasa pemrograman PHP. PHP merupakan bahasa pemrograman yang bersifat server-side yang ditambahkan pada kode HTML untuk membuat situs menjadi lebih menarik dan dinamis. Tampilan antarmukanya dibuat dengan memodifikasi sebuah template bernama ”tbc bitter sweet” yang berlisensi GPL (General Public License)
menggunakan bantuan perangkat lunak pengolah grafis yaitu Adobe Photoshop dan Macromedia Fireworks serta Macromedia Dreamweaver MX sebagai editor skrip menjadi template ”greenergy”. Tampilan antarmuka dibuat sedemikian rupa sehingga menarik dan memudahkan pengguna dalam menggunakan sistem informasi.
Secara umum, halaman situs terdiri dari 5 area, yaitu area 1 yang menampilkan header (logo dan nama sistem), area 2 yang menampilkan menu navigasi atas, area 3 yang menampilkan konten utama (isi) situs web, area 4 yang menampilkan menu samping, menu login anggota, dan modul, serta area 5 yang menampilkan footer berupa identitas institusi Departemen Teknik Pertanian IPB. Pada tiap pergantian halaman/navigasi, area yang berubah hanya area 3 yang berisi konten informasi sedangkan keempat area lainnya tidak berubah. Tampilan kelima area tersebut dapat dilihat pada Gambar 3.
Sistem dibangun dengan sejumlah plug-in Joomla berupa modul, komponen, dan mambot. Yang dimaksud dengan modul ialah plug-in yang ditampilkan pada halaman web, komponen adalah plug-in yang berfungsi mengatur konfigurasi dan dapat diakses dari halaman administrator (back- end). Mambot adalah plug-in yang terintegrasi dengan konten dan berfungsi menambah fitur dari konten tersebut. Secara lengkap, daftar plug-in yang digunakan dalam sistem informasi ini dapat dilihat pada Lampiran 1. Seluruh plug-in yang digunakan dalam sistem informasi ini bersifat non-komersial dengan lisensi GPL (General Public License) dan dapat diunduh di http://extensions.joomla.org.
Area 1 : header
Area 2 : menu navigasi atas
Area 3 : konten informasi
Area 5 : footer
Area 4 : menu navigasi samping, menu anggota, dan modul pendukung
Gambar 3. Desain 5 (lima) area tampilan situs
Pada sistem informasi ini terdapat 3 (tiga) modul menu yaitu menu atas sebagai menu utama, menu samping sebagai menu pendukung, dan menu anggota yang hanya dapat diakses oleh anggota yang sudah terdaftar pada basis data sistem. Selain itu terdapat beberapa modul di luar menu yang ada yaitu modul Form Login, Polling, Pengunjung Online, dan Statistik Pengunjung.
a. Menu Atas (Menu Utama)
Menu atas sebagai menu utama terdiri dari 7 (tujuh) pilihan sub- menu informasi, yaitu Menu Bioetanol, Menu Biodiesel, Menu Biogas, Menu Pure Plant Oil (PPO), Menu Biobriket, Menu Bio-Oil, dan Menu Biomassa Lainnya.
Menu Bioetanol, Menu Biodiesel, Menu Biogas, Menu Pure Plant Oil (PPO), Menu Biobriket, Menu Bio-Oil terdiri dari beberapa sub-menu yaitu sub-menu Karakteristik, sub-menu Bahan Baku, sub- menu Proses Pembuatan, sub-menu Alat-alat Pengolahan, dan sub- menu Aplikasi.
Sub-menu Karakteristik (Gambar 4) menyajikan informasi tentang sifat fisik dan kimia, perbandingan dengan bahan bakar fosil, kelebihan dan kekurangannya.
Gambar 4. Tampilan sub-menu Karakteristik
Sub-menu Bahan Baku (Gambar 5) menampilkan informasi tentang bahan baku suatu produk bioenergi, karakteristik umum dari masing-masing bahan baku, serta potensinya di Indonesia.
Sub-menu Proses Pembuatan menampilkan informasi teknis cara pembuatan suatu produk bioenergi. Tampilan halaman sub-menu Proses Pembuatan dapat dilihat pada Gambar 6.
Gambar 6. Tampilan sub-menu Proses Pembuatan