• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Kajian

3.6. Jenis Data dan Metode Pengumpulannya

Data yang dikumpulkan harus mampu menjawab pertanyaan penelitian dan mampu mengidentifikasi permasalahan dalam penumbuhan klaster UKM berbasis agribisnis. Untuk menurunkan kebutuhan informasi dan data yang harus dicari, maka Modul 2 dan 3 dari alur umum pelaksanaan kajian dielaborasi dan gambar 24 berikut ini.

INDIKATOR PERTAMA digunakan untuk menyaring sampel berdasarkan syarat utama program yaitu apakah program sentra UKM berjalan atau tidak di sentra yang diamati. Komponen indikator meliputi keberadaan dari 3 unsur utama program sentra UKM yaitu (1) keberadaan pengusaha dan produk sentra, (2) keberadaan institusi BDS dan layanannya, dan (3) keberadaan KSP dan layanan KSP untuk menyalurkan MAP.

INDIKATOR KEDUA digunakan untuk mengidentifikasi lebih lanjut keberadaan ciri klaster di sentra yang berjalan. Indikator ciri klaster setidaknya dilihat dari keberadaan (1) munculnya supplier khusus, (2) Adanya spesialisasi di dalam sentra untuk melengkapi rantai pasok produk sentra, dan (3) adanya kemauan berkelompok dan berbagi informasi pasar.

INDIKATOR KETIGA digunakan untuk mengukur apakah klaster tumbuh dan berkembang secara dinamis atau tidak. Indikator ini menjadi penyaring untuk memilih sentra agribisnis yang berhasil berkembang menjadi klaster agribisnis yang dinamis. Indikator dibentuk oleh parameter (1) daya saing produk klaster, (2) spesialisasi sesuai kompetensi, (3) interaksi dan kerjasama yang maju dan penerapan prinsip rantai pasokan yang baik, (4) kuatnya identitas klaster, (5) perkembangan teknologi dan investasi, (6) munculnya institusi pendukung rantai pasok klaster, (7) akumulasi informasi di dalam klaster.

Gambar 24. Posisi Indikator Kajian

Adakah ciri penumbuhan klaster? Apakah klaster dinamis? Apakah sentra berjalan? Identifikasi/ konfirmasi faktor dinamisator

Kenapa sentra tidak menjadi klaster Ya Ya Tida k Identifikasi/ konfirmasi faktor penumbuh klaster Tidak

Indikator 1 Indikator 2 Indikator 3

Indikator 5

Indikator 4

Apa yang membuat sentra tidak berjalan?

Identifikasi/ konfirmasi faktor penghambat

dan akar masalah

Kebutuhan kebijakan Informasi karakteristik,

kondisi, kinerja

INDIKATOR KEEMPAT dan INDIKATOR KELIMA adalah indikator yang diarahkan untuk mengidentifikasi faktor dinamisator, faktor penghambat, dan akar masalah yang dihadapi sentra yang berhasil memiliki ciri klaster dan sentra yang gagal memiliki ciri klaster. Indikator keempat dan kelima lebih merupakan alat konfirmasi untuk membandingkan antara apa yang seharusnya ada dengan yang terjadi dilapangan dan serangkaian pertanyaan terbuka untuk menelusuri apa yang membuat perbedaan tersebut.

INDIKATOR KEENAM adalah indikator untuk (1) mencatat identitas sentra secara umum, (2) mengukur kinerja kuantitatif sentra, dan (3) memberikan gambaran usaha tani yang dilakukan pengusaha dalam sentra.

Mengingat kemungkinan besar organisasi sentra dan pengusaha kecil menengah tidak memiliki catatan pembukuan yang akurat, maka data kajian dipertimbangkan dikumpulkan melalui metode cross section.

Untuk mengoperasionalkan proses pengukuran variabel yang ingin diamati, maka sebagai langkah awal dielaborasi dahulu hubungan antara konsep-dimensi-elemen dari masing-masing variabel sebelum kemudian diturunkan menjadi butir-butir pertanyaan dalam kuesioner (untuk data primer) atau butir-butir panduan penyusunan informasi (bagi data sekunder). Upaya penurunan ini dilakukan dalam tabel 4.

Tabel 4. Draf Struktur Konsep-Dimensi-Elemen Kebutuhan Informasi

KONSEP DIMENSI ELEMEN ITEM

Efektifitas Model Daya saing produk klaster

Efisiensi biaya dibanding pesaing

volume produksi daerah pemasaran produk

omzet penjualan pasar lokal, regional dan ekspor Keuntungan perusahaan dalam klaster

Struktur biaya (setidaknya total cost) perusahaan dalam klaster

Keunggulan harga dibanding pesaing

Harga jual produk klaster di pasar domestik Harga produk di pasar internasional Identitas produk klaster awareness terhadap

merek klaster

apakah masyarakat disekitar klaster mengenal nama, produk, merek produk yang dihasilkan klaster

Spesialisasi munculnya spesialisasi

UKM pada aktifitas pembentuk rantai pasokan produk klaster

jumlah lini produk, product depth dan cakupan produk sebelum dan sesudah model

produk yang dibuat sebelum klaster produk yang dibuat sesudah klaster

apakah produk sesudah klaster dalam rangka mengisi rantai pasokan klaster

Deadweight* indikasi kategori

deadweight yang muncul

apa yang terjadi jika program tidak dijalankan di perusahaan target?

KONSEP DIMENSI ELEMEN ITEM

apakah melakukan/mencapai hal yang sama?

Additionality* apakah model

menciptakan additionality

apakah pengusaha menambahi modal usahanya diluar dari dana perkuatan

perbandingan jumlah pengeluaran investasi mandiri sebelum-sesudah model

perbandingan jumlah pengeluaran belanja modal kerja mandiri sebelum-sesudah model

perbandingan jumlah pengeluaran belanja konsumsi sebelum-sesudah model

kenapa pengusaha perlu menambahi pengeluaran mandiri ini?

Displacement* apakah model

menciptakan displacement

indikasi dukungan yang diberikan membuat pengusaha mengurangi investasi yang direncanakan perbandingan jumlah pengeluaran investasi total sebelum-sesudah model

Identitas model What Nama sentra

Produk utama sentra

Why Latar belakang sentra dan sejarah singkat

When Kapan sentra mulai terbentuk

Where Wilayah/daerah pelaksanaan sentra

Who Nama instansi/tokoh penggagas dan pelaksanan

sentra

Sumber pembiayaan sentra diluar MAP

to Whom Peserta program sentra

Pihak yang terlibat/stakeholder Persepsi berhasil Apakah program dianggap berhasil? Mekanisme

pelaksanaan model

Kesisteman (jika ada indikasi penumbuhan klaster)

Input Hal yang dapat digolongkan sebagai input model

Proses Gambaran proses penumbuhan yang terjadi

Output Hal yang dapat digolongkan sebagai output model

Ukuran output umum Pertumbuhan Kapasitas klaster Pertumbuhan produktifitas klaster Pertumbuhan penyerapan tenaga kerja Pertumbuhan anggota klaster Pertumbuhan innovasi Pertumbuuhan investasi Sumbangan pada PDRB

Leverage Daya pengerak Dukungan finansial

Dukungan non finansial Kebijakan

Perubahan tak terduga

Mekanisme Transmisi Kualitas SDM dari pelaksana dukungan keuangan dan non keuangan

Kejelasan dan kelengkapan peraturan dan petunjuk pelaksanaan

Kejelasan visi pembangunan UMKM pemerintah daerah

Kesiapan aparat pemerintah daerah yang menangani UMKM

Koordinasi dan komunikasi diantara pelaku Keberadaan perguruan tinggi

KONSEP DIMENSI ELEMEN ITEM

Keunikan/daya saing produk Ketersediaan pasar

Sarana dan prasarana produksi/industri daerah Konsistensi kebijakan

Penegakan aturan

Massa UKM Jumlah pengusaha dalam sentra

Omzet sentra

Modal sosial dalam sentra Kelembaman anggota sentra Karakteristik Internal Keberadaan dan tingkat interaksi antar perusahaan

Keberadaan dan peran institusi bersama yang mendukung klaster Wilayah klaster dan kedekatan spatial

Gambaran kombinasi sumberdaya dan kompetensi antar perusahaan dalam klaster

Efektifitas sistem agribisnis

Spatial dan lahan Daya dukung dan Kecukupan lahan untuk pengembangan produk sentra agribisnis yang dipilih oleh sentra

Kelembagaan Kelengkapan kelembagaan yang mendukung pengembangan produk agribisnis

yang diproduksi oleh sentra

Usaha tani Gambaran struktur biaya dan pendapatan anggota sentra/klaster

Sub sistem bahan baku Sub sistem produksi Subsistem pemasaran

Informasi Lain Gambaran keberadaan dan perkembangan klaster di Indonesia Posisi Klaster agribisnis dalam perekonomian Indonesia Penyerapan tenaga kerja

Sumbangan terhadap PDB Peta klaster agribisnis

Akar masalah pelaksanaan program dan Tujuan masa depan Alternatif strategi

Dimensi RIA dari alternatif strategi

Daftar dimensi-elemen ini menjadi dasar penyusunan kuesioner dan panduan

penyusunan informasi kajian. Daftar kebutuhan diturunkan dengan

memperhatikan kerangka pikir dan ruang lingkup kajian.

Daftar elemen yang disajikan masih bersifat extensive, banyak mengandung overlapping pada beberapa elemen, dan kebanyakan masih berada pada tataran dimensi, belum diturunkan ke tataran elemen. Dalam kegiatan penyusunan kuesioner, daftar kemudian dipersempit/diperkaya sesuai kebutuhan responden dan alat analisis yang digunakan.

Jenis Data menggambarkan pada skala apa data tersebut diperoleh/diukur. Secara umum data dibagi dalam 2 jenis: Kualitatif dan Kuantitatif. Sedangkan cara pengumpulan data menunjukkan dengan alat/metode apa data tersebut

dikumpulkan. Tampak bahwa data dapat berjenis sekunder atau primer. Sedangkan pada bagian keterangan, ditampilkan sumber yang diperkirakan memiliki data/informasi yang dimaksud.

Tabel 5. Dugaan Jenis Data dan Cara Pengumpulan

DIMENSI/ELEMEN JENIS DATA CARA PENGUMPULAN KETERANGAN

Ku a lit a ti f Kuantitatif Ka jia n L ite ra tu r D a ta S e ku n d e r Ku e s io n e r W a w a n c a ra Pe n g a m a ta n N o m in a l O rd in a l In te rv a l

Gambaran keberadaan dan perkembangan sentra/klaster di Indonesia

O X X BPS, Departemen teknis

terkait, literatur lainnya Posisi komoditi sentra agribisnis yang diamati dalam

perekonomian Indonesia

O O X X

Model pengembangan klaster agribisnis teoritis O X X Kajian literatur, diskusi

dengan pakar

Identitas sentra agribisnis yang diamati, O O X X Pelaksana program

Kinerja perkembangan sentra yang diamati O O X X X Pelaksana program,

BDS, UKM, KSP

Analisis komponen Leverage O X Bagian dari analisis

mekanisme pelaksanaan model Pelaksana program, BDS, UKM, KSP Analisis Kesisteman O X Analisis spatial O O X X Analisis Kelembagaan O O X X

Analisis Usaha Tani O O X X

Analisis Subsistem Agribisnis O X

Keberadaan dan tingkat interaksi antar perusahaan O X Pelaksana program,

peserta program, institusi lain yang berhubungan Keberadaan dan peran institusi bersama yang

mendukung klaster

O X

Wilayah klaster dan kedekatan spatial O X

Gambaran kombinasi sumberdaya dan kompetensi antar perusahaan dalam klaster

O X

Perkembangan daya saing produk klaster O X X Pelaksana program,

peserta program, dinas di daerah, stakeholder lain yang berhubungan (perusahaan industri terkait, perusahaan klaster terkait, pasar)

Pengetahuan/awareness kepada identitas klaster O X X X

Spesialisasi yang terjadi dalam lingkungan klaster O X Pelaksana program,

peserta program

Deadweight akibat program O X

Additionality O X

Akar masalah pelaksanaan program O X Forum FGD dalam

kerangka PCM dan RIA

Tujuan masa depan O X

Alternatif strategi O X

Dimensi RIA dari alternatif strategi O O X X

Dalam tabel, suatu dimensi/elemen kadang memiliki beberapa jenis data dan cara pengumpulan. Maksud hal tersebut adalah, dimensi/elemen tersebut dipecah lagi

menjadi beberapa item pertanyaan yang diperkirakan memiliki jenis data dan cara pengumpulan yang berbeda.

3.6.1. Instrumen Pengumpulan Data

Untuk menjamin data yang dikumpulkan mudah ditabulasi, diolah dan dianalisis, maka diperlukan instrumen pengumpulan data yang relatif standar. Instrumen pengumpulan data untuk kegiatan penelitian ini terdiri dari:

!" Daftar kebutuhan data dan informasi primer yang harus diperoleh dari

responden dan pihak-pihak lain dalam survey ke daerah. Daftar ini merupakan ringkasan data dan informasi utama yang kritis bagi keberhasilan kegiatan survey.

#" Kuesioner identifikasi identitas klaster, kinerja klaster, efektifitas klaster,

mekanisme klaster, dan identifikasi permasalahan dalam pelaksanaan pengembangan klaster bisnis bagi pengelola dan peserta program pengembangan klaster UKM berbasis agribisnis, serta bagi instansi/pihak lain yang diduga memiliki informasi dibutuhkan. Kuesioner yang dibuat didesain untuk diisi secara people administered (diisi dengan bantuan enumerator). Kuesioner tidak didesain untuk diisi dengan metode drop off

(ditinggal dan diisi sendiri oleh responden).

$" Daftar kebutuhan data dan informasi sekunder yang harus diperoleh dari

responden dan pihak-pihak lain dalam kunjungan ke daerah.

%" Panduan diskusi kelompok terarah di daerah, berdasarkan pendekatan

analisis kesisteman, RIA dan PCM.

&" Panduan observasi dan survei lapangan, serta wawancara pengumpulan

data.

'" Panduan diskusi publik untuk mengkonfirmasi hasil temuan,

mengidentifikasi masalah, dan mendiseminasi informasi mengenai model penumbuhan klaster bisnis UKM berbasis agribisnis