• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Instrumen Asesmen

Dalam dokumen Strategi Pembelajaran (Halaman 41-49)

86 Instrumen untuk melakukan asesmen ada dua jenis, yaitu tes dan nontes. Tes dilakukan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran pada ranah kognitif. Nontes dilakukan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran pada ranah psikomotorik dan ranah afektif.

1. Tes

Tes didefinisikan beberapa macam bergantung dari sudut pandang para ahli. Salah satunya seperti yang diungkap oleh Zainul, A. & Nasution, N. (2001) yang menyatakan bahwa tes adalah suatu pertanyaan atau seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang atribut atau karakteristik pendidikan atau psikologi yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar.

Berdasarkan tujuan penggunaannya, tes dibedakan menjadi: a. Pre-test dan post-test

Pre-test adalah tes yang diberikan sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan, tujuannya untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai bahan yang akan diajarkan (entry behavior).

Post-test adalah tes yang diberikan setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan, tujuannya untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai bahan yang telah diajarkan.

b. Mastery test adalah tes untuk mengukur kemampuan penguasaan minimal yang harus dikuasai oleh peserta tes. Tes ini biasanya digunakan untuk menentukan tingkat ketuntasan penguasaan bidang studi atau bagian bahan pelajaran tertentu.

c. Tes diagnostik adalah tes yang diberikan setelah satu pelajaran selesai disajikan, tujuannya untuk mengetahui apakah siswa mendapat kesulitan atau tidak pada bagian tertentu dari materi pelajaran yang diberikan.

d. Tes prestasi belajar umum (general achievement, survey test) adalah tes yang diberikan setelah siswa mendapat pelajaran yang bertujuan

87 untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa secara menyeluruh dan menempatkan mereka sesuai dengan tingkat kemampuannya.

e. Tes formatif adalah tes yang diberikan setelah satu kegiatan belajar diselesaikan yang bertujuan untuk mengumpulkan data/informasi tentang kualitas proses pembelajaran tersebut.

f. Tes sumatif adalah tes yang diberikan setelah kegiatan belajar diselesaikan dalam satu periode tertentu yang bertujuan untuk mengumpulkan data/informasi mengenai taraf serap siswa terhadap pelajaran yang telah diberikan.

Tes dapat diklasifikasikan menurut bentuk, tipe, dan ragamnya. Bentuk tes ada dua, yaitu tes uraian (essay test) dan tes obyektif (objective test). Tapi menurut Ebel dan Frisbie bentuk tes ada tiga, yaitu tes uraian (essay test), tes obyektif (objective test), dan tes problem matematika. Dalam pembelajaran sains yang lazim digunakan adalah bentuk tes uraian dan tes obyektif. Pada dasarnya, setiap bentuk tes memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan demikian, dalam membuat tes sangat perlu diperhatikan karakteristik dari konsep bahan ajar yang diberikan kepada siswa agar guru bisa memilih bentuk tes yang tepat.

Kelebihan tes uraian, antara lain:

 Dapat mengukur hasil belajar yang kompleks  Lebih memotivasi siswa untuk belajar lebih giat  Lebih mudah bagi guru untuk menyusun butir soalnya  Melatih kemampuan menulis

 Melatih siswa bepikir secara integral tidak parsial  Melatih siswa memecahkan masalah.

Kelemahan tes uraian, antara lain:  Reliabilitasnya rendah

 Diperlukan waktu yang relatif lama untuk menyelesaikan satu butir soal  Jika siswa tidak mengetahui jawabannya, terkadang melantur kemana-mana  Siswa yang kurang memiliki kemampuan menulis akan dirugikan.

Kelebihan tes obyektif, antara lain:  Reliabilitasnya tinggi

88  Mudah dikonstruksi

 Mudah diskor

 Sangat baik untuk mengukur kemampuan ingatan  Bisa mencakup pokok bahasan yang luas.

Kelemahan tes obyektif, antara lain:

 Siswa bisa asal menebak jawabannya, jika tidak tahu

 Terlalu menekankan pada kemampuan ingatan, tidak menggali kemampuan siswa yang lebih tinggi

 Waktu yang diperlukan oleh guru untuk mengkonstruksi soal relatif lebih lama, karena harus sekaligus membuat alternatif jawabannya

Tipe tes merupakan klasifikasi bentuk tes, yaitu: a. Bentuk tes uraian, terdiri dari dua tipe

 tes uraian terbatas (restricted essay)  tes uraian bebas (extended essay) b. Bentuk tes obyektif, terdiri dari tiga tipe

 tes benar-salah (true-false)  tes menjodohkan (matching)  tes pilihan ganda (multiple choice)

Ragam tes merupakan klasifikasi dari tipe tes, yaitu: a. Tes uraian terbatas terdiri dari tiga ragam

 tes jawaban singkat  tes melengkapi

 tes uraian terbatas sederhana

b. Tes uraian bebas (extended essay) terdiri dari dua ragam  tes uraian bebas sederhana

 tes uraian ekspresif

c. Tes benar-salah (true-false) terdiri dari dua ragam  tes benar-salah sederhana

 tes benar-salah dengan koreksi

d. Tes menjodohkan (matching) terdiri dari dua ragam  menjodohkan sederhana

89  menjodohkan hubungan sebab akibat

e. Tes pilihan ganda (multiple choice) terdiri dari lima ragam  pilihan ganda biasa

 pilihan ganda hubungan antar hal  pilihan ganda analisis kasus  pilihan ganda kompleks

 pilihan ganda membaca diagram.

Tes baru akan berarti bila terdiri dari butir-butir soal yang menguji tujuan yang penting dan mewakili ranah pengetahuan, kemampuan dan keterampilan secara representatif. Sangat penting sebelum tes dilaksanakan dibuat perencanaannya terlebih dahulu. Terdapat enam hal yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan tes:

 pengambilan sampel dan pemilihan butir soal  tipe tes yang akan digunakan

 aspek yang akan diuji  format butir soal  jumlah butir soal

 distribusi tingkat kesukaran butir soal.

2. Non-tes

Non-tes adalah serangkaian pertanyaan yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang atribut atau karakteristik pendidikan atau psikologi, tetapi jawabannya tidak selalu memiliki ketentuan yang dianggap benar, karena bisa saja pertanyaan tersebut berupa permintaan pendapat untuk mengetahui respon siswa terhadap suatu hal. Biasanya non-tes dilakukan untuk mengukur ranah psikomotorik dan ranah afektif. Non-tes juga dapat mengukur pengetahuan, namun dalam bentuk produksi, kualitas personal yang mencakup nilai, dan sikap yang berkaitan dengan produksi dan kualitas personal.

Alat ukur non-tes yang biasa digunakan, antara lain bagan partisipasi (participation charts), daftar cek (check list), skala lajuan (rating scale), dan skala sikap (attitude scale). Masing-masing dari alat ukur ini memiliki penekanan fungsi yang berbeda.

90 Bagan partisipasi berfungsi untuk mengukur sejauh mana keikutsertaan siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Bagan partisipasi sangat berguna dalam mengamati kegiatan diskusi kelas, namun belum bisa memberikan informasi alasan siswa aktif ikut serta dalam kegiatan belajar. Berikut adalah contoh bagan partisipasi:

BAGAN PARTISIPASI Mata Pelajaran : ……….. Topik : ……….. Fakultas/Jurusan : ……….. Hari/Tanggal : ……….. Waktu : ……….. Tujuan : ………..

NO. NAMA SISWA KUALITAS KONTRIBUSI Baik dan Relevan Baik tapi Tidak Relevan Kurang Baik, tapi Relevan Kurang Baik dan tidak Relevan 1. Amin Mahfudin 2. Berta Rongrong 3. Desi Ratnasari

91

4. Farhan Latif

5. Zidan Yajid

Daftar cek berfungsi untuk mengukur hasil belajar baik berupa produk, prosedur, maupun proses yang dirinci ke dalam komponen-komponen yang lebih kecil dan terdefinisi secara operasional dan sangat spesifik. Berikut contoh daftar cek.

Petunjuk Pengerjaan Soal:

Berilah tanda cek (√) pada kolom yang telah disediakan dalam tabel berikut untuk setiap pertanyaan yang disajikan.

NO. ASPEK YANG DIAMATI CEK

1. Alat dirangkai dengan benar …

2. Setiap angota kelompok bekerja sama dengan baik …

3. Eksperimen dilakukan dengan teliti …

4. Data hasil eksperimen dicatat dan dilaporkan … 5. Alat dibersihkan dan dikembalikan ke tempat semula …

Skala lajuan adalah alat ukur non-tes yang menggunakan suatu prosedur terstruktur untuk memperoleh informasi tentang sesuatu yang diobservasi yang menyebabkan posisi sesuatu dalam hubungan dengan yang lainnya. Skala lajuan memiliki dua bagian utama, yaitu: 1) pernyataan, dan 2) petunjuk penilaian tentang pernyataan tersebut. Skala lajuan memiliki beberapa tipe, antara lain numerical rating scale, descriptive graphic rating scale, rangking methods rating scale, dan paired comparisons rating scale. Berikut adalah contoh numerical rating scale:

92

Petunjuk Pengerjaan Soal:

Nyatakan tingkatan setiap pertanyaan di bawah ini dengan melingkari salah satu angka yang ada di depannya. Makna dari angka-angka tersebut adalah sebagai berikut: 1 = sangat rendah 2 = agak rendah 3 = sedang 4 = tinggi 5 = sangat tinggi

1. Bagaimana rata-rata hasil belajar IPA siswa? 1 2 3 4 5 2. Bagaimana partisipasi siswa dalam kegiatan belajar IPA? 1 2 3 4 5 3. Bagaimana minat siswa dalam kegiatan belajar IPA? 1 2 3 4 5 4. Bagaimana kecepatan belajar siswa dalam kegiatan belajar IPA? 1 2 3 4 5 5. Bagaimana persentase siswa yang mengalami 1 2 3 4 5 kesulitan belajar IPA?

Skala sikap merupakan suatu skala untuk mengukur sikap. Pengertian sikap sendiri adalah identitas kecenderungan positif atau negatif terhadap suatu obyek psikologis tertentu. Thurstone menyatakan bahwa sikap adalah: 1) affect or against, 2) evaluation of, 3) like or dislike of, 4) positiveness or negativeness toward a psychological object.

Salah satu skala sikap yang paling banyak digunakan adalah skala sikap Likert. Prinsip pokok skala Likert adalah menentukan lokasi kedudukan seseorang dalam suatu kontinum sikap terhadap suatu obyek sikap, mulai dari yang sangat negatif sampai dengan yang sangat positif. Skala Likert menggunakan skala lima angka. Berikut contoh skala Likert:

Petunjuk Pengerjaan Soal:

Jawablah soal-soal berikut dengan kategori jawaban sebagai berikut: A = sangat setuju

93 B = setuju

C = tidak punya pendapat D = tidak setuju

E = sangat tidak setuju

NO. PERNYATAAN

JAWABAN

A B C D E

1. IPA pelajaran yang sangat menyenangkan

… … … … …

2. IPA hanya disenangi oleh siswa yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi

… … … … …

3. IPA pelajaran yang menyenangkan karena sering ada kegiatan

eksperimen

… … … … …

4. Kegiatan eksperimen IPA hanya bisa dilakukan, jika tersedia sarana laboratorium yang lengkap

… … … … …

5. Pelajaran IPA sangat

menyenangkan, jika gurunya juga menyenangkan

… … … … …

I. Contoh Soal

Dalam dokumen Strategi Pembelajaran (Halaman 41-49)

Dokumen terkait