• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Pengertian Belajar dan Pembelajaran

3. Jenis-jenis atau macam-macam Kesulitan Belajar

Klasifikasi kesulitan belajar dalam pengertian yang lebih luas dan dalam adalah sebagai berikut:

a. Learning Disorder (Gangguan Belajar)

Gangguan belajar adalah keadaan dimana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. Pada dasarnya orang yang mengalami gangguan belajar, prestasi belajarnya tidak terganggu, akan tetapi proses belajarnya terganggu atau terhambat oleh adanya respon-respons yang bertentangan dengan demikian hasil belajar yang dicapai akan lebih rendah dari potensi yang dimiliki (Mulyadi, 2010). Pada kasus ini misalnya, seorang siswa memiliki prestasi yang baik dalam kelas yaitu nilai selalu diatas KKM. Ketergantungan belajar yang dimaksudkan disini adalah siswa melakukan kegiatan lain

selama siswa tersebut belajar, ia belum dapat belajar secara efektif dan efisien tetapi selama belajar ia melakukan kegiatan lain semisal, bermain handphone, membaca buku lain, belajar sambil menonton, dan lain sebagainya. Sebenarnya, ia dapat memiliki prestasi yang lebih baik lagi akan tetapi terhambat dengan kegiatan lain saat belajar.

b. Learning Disabilities (Ketidakmampuan Belajar)

Ketidakmampuan belajar adalah ketidakmampuan seseorang murid yang mengacu kepada gejala di mana murid tidak mampu belajar (menghindari belajar), sehingga hasil belajarnya dibawah potensi intelektualnya (Mulyadi, 2010). Hal ini dapat terjadi pada beberapa siswa, ia cenderung malas untuk belajar karena merasa belajar itu membosankan dan menjemukan. Siswa yang mengalami ketidakmampuan belajar cenderung memiliki motivasi yang rendah dalam belajar, dan menganggap belajar sebagai hal yang belum menjadi prioritas.

c. Learning Disfunction (Ketidakfungsian Belajar)

Menunjukkan gejala di mana proses belajar tidak berfungsi dengan baik meskipun pada dasarnya tidak ada tanda-tanda subnormalitas mental, gangguan alat dria atau gangguan-gangguan psikologis lainnya (Mulyadi, 2010).

Pencapaian rendah adalah mengacu kepada murid-murid yang memiliki tingkat potensi intelektual di atas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah (Mulyadi, 2010). Prestasi belajar yang dimaksudkan adalah hasil belajar. Hasil belajar yang rendah dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti yang dikemukakan oleh Johan B. Caroll (Entang, 1984) faktor-faktor tersebut adalah:

a. Waktu yang tersedia b. Usaha individu c. Bakat

d. Kualitas pengajaran

e. Kemampuan untuk mengikuti pengajaran e. Slow Learner (Lambat Belajar)

Lambat belajar adalah murid yang lambat dalam proses belajarnya sehingga membutuhkan waktu dibandingkan dengan murid-murid yang lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama (Mulyadi, 2010).

Jenis-jenis kesulitan belajar digolongkan dalam dua golongan yaitu kesulitan belajar umum dan kesulitan belajar khusus. Jenis-jenis kesulitan belajar tersebut sebagai berikut:

a. Kesulitan Belajar Umum 1) Ranah Kognitif 2) Ranah Afektif

3) Ranah Psikomotorik a) Gangguan Penglihatan

b) Gangguan Pendengaran (Mulyadi, 2010) b. Kesulitan Belajar Khusus

Public law (Hallahan & Kauffman, 1978) menjelaskan kesulitan belajar khusus yaitu “Sebagai gangguan pada suatu proses pada psikologis dasar atau yang lebih terlihat didalam penggunaan Bahasa lisan dan tulis dangan wujud, seperti tidak kesempurnaan mendengar, memikirkan, membicarakan, membaca, menulis, mengucapkan atau melakukan perhitungan matematis”.

Menurut Krik dan Gallagher kesulitan belajar khusus dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu kesulitan belajar pra akademik dan kesulitan belajar akademik.

1) Kesulitan Belajar Pra Akademik a) Gangguan Motorik dan Persepsi

Gangguan perkembangan motorik sering diperlihatkan dalam bentuk adanya gerakan melimpah (overflow movements), kurang koordinasi dalam aktivitas motorik, kesulitan dalam koordinasi motorik (fine-motor), kurang dalam penghayatan tubuh (body-image), kekurangan pemahaman dalam hubungan keruangan atau arah dan bingung lateralitas (confused laterality) (Abdurrahman, 2009).

Menurut Lerner persepsi adalah batasan yang digunakan pada proses memahami dan mengintepretasikan informasi sensoris, atau kemampuan intelek untuk mencarikan makna dari data yang diterima oleh sebagian indera (Abdurrahman, 2009).

b) Kesulitan Belajar Kognitif

Kesulitan belajar kognitif adalah salah satu bentuk kesulitan belajar yang bersifat perkembangan (developmental learning) atau kesulitan belajar preakademik (preacademic learning disabilities). Kesulitan belajar jenis ini perlu mendapat perhatian karena sebagaian besar dari belajar akademik terkait dangan ranah kognitif (Abdurrahman, 2009).

c) Gangguan Perkembangan Bahasa

Menurut Lerner bahasa merupakan salah satu kemampuan terpenting manusia yang memungkinkan ia unggul atas makhluk-makhluk lain di muka bumi. Bahasa merupakan suatu sistem komunikasi yang terintegrasi, mencakup bahasa ujaran, membaca, dan menulis (Abdurrahman, 2009). Gangguan kesulitan belajar bahasa dapat dikatakan sebagai kesulitan belajar siswa dalam berkomunikasi bagi dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.

2) Kesulitan Belajar Akademik

Kesulitan belajar akademik merupakan kondisi-kondisi ysng secara signifikan terdapat pada proses belajar (1) membaca; (2) menulis; (3) matematika (Runtukahu & Kandou, 2014). Ketidakmampuan tersebut terdapat pada anak-anak yang belajar di sekolah dengan pencapaian hasil belajar di bawah kemampuan akademik yang sebenarnya.

a) Kesulitan Belajar Membaca (Disleksia)

Bond mengemukakan bahwa membaca merupakan pengenalan simbol-simbol bahasa tulis yang merupakan stimulus yang membantu proses mengingat tentang apa yang dibaca, untuk membangun suatu pengertian melalui pengalaman yang telah dimiliki (Abdurrahman, 2009). Snowling mendefinisikan disleksia adalah gangguan kemampuan dan kesulitan yang memberikan efek terhadap proses belajar, diantaranya adalah gangguan dalam proses membaca, mengucapkan, menulis dan terkadang sulit untuk memberikan kode (pengkodean) angka ataupun huruf (Mulyadi, 2010). Dengan demikian dapat disimpulkan kesulitan belajar membaca adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami ketidakmampuan dalam membaca terhadap proses belajar sehingga hasil belajar belum tercapai.

b) Kesulitan Belajar Menulis (Disgrafia)

Menurut Abdurrahman (2009:224) menulis adalah; i. menulis merupakan salah satu komponen sistem

komunikasi,

ii. menulis adalah menggambarkan pikiran, perasaan, dan ide-ide ke dalam bentuk lambing-lambang bahasa grafis, dan

iii. menulis dilakukan untuk keperluan mencatat dan komunikasi.

Kesulitan belajar menulis menunjuk pada adanya ketidakmampuan mengingat cara membuat huruf atau simbol-simbol matematika. Disgrafia sering dikaitkan dengan kesulitan belajar membaca atau disleksia karena kedua jenis kesulitan tersebut sesungguhnya saling terkait (Abdurrahman, 2009).

Dengan demikian dapat disimpulkan kesulitan belajar menulis sebagai suatu keadaaan dimana seseorang mengalami hambatan dalam menulis selama proses belajar, dalam mencapai hasil belajar.

c) Kesulitan Belajar Berhitung (Diskalkulia)

Gangguan matematika adalah suatu ketidakmampuan dalam keterampilan matematika yang

diharapkan untuk kapasitas intelektual dan tingkat pendidikan seseorang (Mulyadi, 2010).

Dokumen terkait