• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis-Jenis Capung di Kawasan Rawa Jombor

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Jenis-Jenis Capung di Kawasan Rawa Jombor

Odonata atau capung dalam Bahasa Jawa umumnya disebut kinjeng, dan khususnya penduduk di Klaten menyebutnya dok iyik untuk capung jarum dan dok erok untuk capung biasa. Capung utamanya tersebar di dekat perairan tawar terkait siklus hidupnya, oleh karena itu kawasan Rawa Jombor sebagai kawasan perairan tawar memiliki hubungan yang erat dengan keberadaan capung di sana.

40

Berikut ini pembahasan mengenai masing-masing jenis capung yang dijumpai di berbagai lokasi di kawasan Rawa Jombor, terdapat 28 jenis capung berdasarkan ciri-ciri morfologinya, yakni:

1. Acisoma panorpoides

Tabel 4. Gambar Spesimen, Ciri Morfologi, Lokasi Perjumpaan, Identifikasi, dan Klasifikasi Acisoma panorpoides

Gambar Spesimen

© Tria Septiani Subagyo

Lokasi: Sungai Aliran Keluar dari Waduk

Ciri Morfologi

Abdomen berwarna biru muda kekuningan dengan bercak hitam, berbentuk seperti terompet melebar pada segmen 1-5 ke arah dorso-ventral dan lateral, di bagian dorso-ventral apendix saling bertaut berwarna hitam, segmen 8-10 berwarna hitam penuh, embelan putih dengan pinggiran hitam;

Jantan dengan panjang tubuh 20 mm, sayap depan 21 mm, sayap belakang 13 mm;

Betina berwarna kuning dengan panjang tubuh 24 mm, sayap depan 20 mm, sayap belakang 19 mm; Sayap transparan dengan venasi hitam, stigma (pterostigma) kuning pucat, distal antenodal komplit.

Lokasi Perjumpaan

1. Waduk 2. Rawa

3. Sungai aliran keluar

*tempat terbuka tanpa naungan

Identifikasi

Berdasarkan deskripsi yang dikemukakan oleh Terence de Fonseka (2000: 157), Odonata dengan uraian di atas adalah

Acisoma panorpoides (Burmeister, 1839)

Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Arthropoda Kelas : Insekta Ordo : Odonata Famili : Libellulidae Genus : Acisoma

41

Acisoma panorpoides merupakan capung biasa yang termasuk dalam Famili Libellulidae dengan ukuran tubuh tergolong kecil, disebut juga capung perut-terompet karena bagian abdomennya menggembung dan berlekuk menyerupai terompet. Capung ini biasa dijumpai terbang rendah dan dengan jarak terbang yang dekat, hinggap pada daun tumbuhan eceng gondok dan rumput-rumput. Di kawasan Rawa Jombor, A. panorpoides banyak dijumpai di lokasi dengan air tergenang seperti di kawasan waduk dan rawa, sedikit dijumpai di sekitar kawasan sungai aliran keluar. Kawasan waduk dan rawa merupakan habitat terbuka tanpa naungan, didominasi tumbuhan eceng gondok, sedangkan di sungai aliran keluar terdapat naungan pohon-pohon besar di tepi sungai. Capung ini aktif ketika berawan hingga cerah.

42

2. Aethriamanta aethra

Tabel 5. Gambar Spesimen, Ciri Morfologi, Lokasi Perjumpaan, Identifikasi, dan Klasifikasi Aethriamanta aethra

Gambar Spesimen

© Tria Septiani Subagyo

Lokasi: Sungai Aliran Keluar dari Waduk

Ciri Morfologi

Jantan dewasa dengan panjang tubuh 30,5 mm, sayap depan 25 mm, sayap belakang 23,5 mm, tubuh dominan tertutup pruinescent berwarna biru di toraks dan abdomen, abdomen segmen 7-10 berwarna hitam, pangkal sayap belakang berwarna cokelat kehitaman;

Betina dengan panjang tubuh 27 mm, sayap depan 23 mm, dan sayap belakang 22 mm, mata majemuk bagian atas berwarna cokelat kemerahan, bagian bawah abu-abu kecokelatan, warna tubuh kuning kecokelatan, pada toraks terdapat garis-garis hitam di sisi dorsal dan lateral, di abdomen sisi dorsal terdapat pola hitam berbentuk segitiga di segmen 2-4, bentuk jam pasir di segmen 5-8, segmen 9-10 berwarna hitam penuh, pangkal sayap belakang cokelat;

Sayap transparan dengan venasi hitam dan stigma cokelat.

Lokasi Perjumpaan

Sungai aliran keluar

*tempat terbuka tanpa naungan

Identifikasi

Berdasarkan deskripsi yang dikemukakan oleh Tang, H. B., Wang, L.K., & Hämäläinen, M. (2010: 133), Odonata dengan uraian di atas adalah

Aethriamanta aethra (Ris, 1912)

Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Arthropoda Kelas : Insekta Ordo : Odonata Famili : Libellulidae Genus : Aethriamanta

43

Aethriamanta aethra merupakan capung biasa yang termasuk dalam Famili Libellulidae dengan ukuran tubuh tergolong kecil. Capung ini dijumpai di sekitar lokasi sungai aliran keluar, hinggap pada ujung-ujung ranting mati di tepi aliran sungai yang terbuka tanpa naungan. Jenis capung ini senang berjemur di terik matahari, dapat dijumpai ketika berawan hingga cerah. Ketika terbang capung jenis ini dapat terbang dengan cepat dengan jarak yang jauh dan tinggi.

44

3. Agriocnemis femina

Tabel 6. Gambar Spesimen, Ciri Morfologi, Lokasi Perjumpaan, Identifikasi, dan Klasifikasi Agriocnemis femina

Gambar Spesimen

© Hening Triandika Rachman Lokasi: Sungai Aliran Masuk menuju Waduk

Ciri Morfologi

Ukuran tubuh kecil;

Toraks jantan berwarna hijau atau hijau pucat, hitam di sisi dorsal dan antero-lateral, saat dewasa tertutup pruinescent berwarna putih;

Abdomen 1-6 hijau, hijau pucat, hingga kebiruan di sisi ventral, sisi dorsal hitam, abdomen 7-10 kuning hingga jingga;

Embelan inferior jantan lebih panjang dibandingkan embelan superior;

Betina pradewasa berwarna merah, dewasa berwarna kehijauan, protoraks memiliki tonjolan cuping dengan bentuk curam yang dalam di bagian tengahnya;

Sayap transparan dengan stigma hitam, venasi cokelat kehitaman.

Lokasi Perjumpaan

1. Waduk

2. Sungai aliran masuk 3. Rawa

4. Kolam 5. Sawah

*tempat terbuka tanpa naungan dan dengan naungan

Identifikasi

Berdasarkan deskripsi yang dikemukakan oleh Terence de Fonseka (2000: 80-81) dan Wahyu Sigit Rhd, dkk. (2013: 110), Odonata dengan uraian di atas adalah

Agriocnemis femina (Baruer, 1868)

Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Arthropoda Kelas : Insekta Ordo : Odonata Famili : Coenagrionidae Genus : Agriocnemis

Spesies : Agriocnemis femina

Agriocnemis femina disebut juga capung-jarum centil (Wahyu Sigit Rhd., dkk., 2013: 109), anggota dari Famili Coenagrionidae. Jenis ini memiliki ukuran

45

tubuh yang sangat kecil. Pada jantan yang sudah tua akan muncul serbuk putih (pruinescent) yang menutupi bagian toraksnya, sedangkan betina dewasa akan memiliki warna dominan hijau pucat dan hitam. Agriocnemis femina dapat dijumpai di kawasan waduk, sungai aliran masuk, rawa, kolam, dan sawah, baik di tempat terbuka tanpa naungan maupun tempat dengan naungan, tetapi biasanya lebih banyak ditemukan di tempat dengan naungan, hinggap di rumput, semak, dan padi, terbang rendah dengan jarak yang dekat dan termasuk penerbang lemah seperti capung jarum pada umumnya. Capung ini dijumpai ketika berawan hingga cerah.

46

4. Agriocnemis pygmaea

Tabel 7. Gambar Spesimen, Ciri Morfologi, Lokasi Perjumpaan, Identifikasi, dan Klasifikasi Agriocnemis pygmaea

Gambar Spesimen

© Hening Triandika Rachman

Lokasi: Sungai Aliran Keluar dari Waduk

Ciri Morfologi

Toraks jantan berwarna hijau atau hijau pucat, hitam di sisi dorsal dan antero-lateral; abdomen 1-6 berwarna hijau, hijau pucat, hingga kebiruan di sisi ventral, sisi dorsal hitam, abdomen 7-10 kuning hingga jingga;

Embelan inferior pada jantan hampir sama atau lebih pendek dibandingkan superior, ujung embelan superior tidak berimpit, permukaan atas embelan superior agak melengkung ke bawah;

Betina tidak memiliki tonjolan cuping di protoraks seperti A. femina betina, terdapat titik berwarna biru muda di dekat kedua mata majemuk dan protoraks, serta garis tipis berwarna biru muda di toraks membatasi warna hitam pada sisi dorsal dan warna cokelat pada sisi antero-lateral;

Sayap transparan dengan venasi cokelat, stigma kuning pucat pada sayap depan dan hitam pada sayap belakang.

Lokasi Perjumpaan

1. Waduk

2. Sungai aliran masuk 3. Sungai aliran keluar

*tempat terbuka tanpa naungan dan dengan naungan

Identifikasi

Berdasarkan deskripsi yang dikemukakan oleh Tang, H. B., Wang, L.K., & Hämäläinen, M. (2010: 54), Terence de Fonseka (2000: 80-81), dan Wahyu Sigit Rhd, dkk. (2013: 110), Odonata dengan uraian di atas adalah Agriocnemis pygmaea (Rambur, 1842) Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Arthropoda Kelas : Insekta Ordo : Odonata Famili : Coenagrionidae Genus : Agriocnemis

47

Agriocnemis pygmaea disebut juga capung-jarum kecil (Wahyu Sigit Rhd., dkk., 2013: 113), sesuai dengan namanya memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil, anggota dari Famili Coenagrionidae. Agriocnemis pygmaea jantanmemiliki ciri yang mirip dengan A. femina jantan, ciri yang membedakan keduanya adalah bentuk embelan pada ujung abdomen, yakni A. pygmaea memiliki sepasang embelan superior yang lebih panjang dibandingkan dengan embelan inferior, berkebalikan dengan A. femina. Betina A. pygmaea juga memiliki ciri yang mirip dengan betina A. femina, namun keduanya dibedakan dari bentuk cuping yang menonjol di bagian protoraks. Jenis ini terbang rendah dengan jarak yang dekat, termasuk penerbang lemah seperti capung jarum pada umumnya, dapat dijumpai di tempat terbuka tanpa naungan maupun dengan naungan, hinggap di rumput-rumput di sekitar lokasi dengan air tenang di sekitar waduk, sungai aliran masuk, dan sungai aliran keluar dalam kondisi berawan hingga cerah.

48

5. Agrionoptera insignis

Tabel 8. Gambar Spesimen, Ciri Morfologi, Lokasi Perjumpaan, Identifikasi, dan Klasifikasi Agrionoptera insignis

Gambar Spesimen

© Tria Septiani Subagyo

Lokasi: Sungai Aliran Keluar dari Waduk

Ciri Morfologi

Toraks berwarna hitam-hijau metalik;

Abdomen sisi ventral hitam, sisi dorsal 3-7 berwarna kuning, jingga, merah, atau hitam, di segmen 8-10 berwarna hitam pekat, embelan hitam;

Jantan dengan panjang tubuh 42-44 mm, sayap depan 33-34 mm, sayap belakang 31,5-32 mm, abdomen jingga-kemerahan;

Betina dengan panjang tubuh 42,5-44 mm, sayap depan 35-35,5 mm, sayap belakang 33 mm, abdomen kuning sampai dengan hitam-kemerahan;

Sayap transparan atau bening kecokelatan dengan bercak cokelat pada ujung-ujung sayap, venasi dan stigma hitam.

Lokasi Perjumpaan

1. Kolam

2. Sungai aliran keluar *tempat dengan naungan

Identifikasi

Berdasarkan deskripsi yang dikemukakan oleh Theischinger, G. (2009: 115), Odonata dengan uraian di atas adalah

Agrionoptera insignis (Rambur, 1842)

Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Arthropoda Kelas : Insekta Ordo : Odonata Famili : Libellulidae Genus : Agrionoptera

Spesies : Agrionoptera insignis

Agrionoptera insignis merupakan capung biasa yang termasuk dalam Famili Libellulidae dengan ukuran tubuh sedang. Ciri-ciri jenis ini adalah pada jantan terdapat occeli, vertex, dan frons yang berwarna biru metalik. Capung jenis ini

49

ditemukan di lokasi yang tertutup naungan pohon dan sering ditemukan istirahat hinggap di ranting-ranting dan di balik daun-daun pohon yang tidak terpapar sinar matahari secara langsung dan hanya sesekali terbang dengan jarak terbang yang tinggi menuju ranting-ranting pohon ketika terusik. Capung ini dijumpai di kawasan lokasi pengamatan ketika berawan. Lokasi dijumpainya jenis ini adalah tempat dengan kanopi pohon yang rapat di sekitar kolam dan sungai aliran keluar.

50

6. Anax guttatus

Tabel 9. Gambar Spesimen, Ciri Morfologi, Lokasi Perjumpaan, Identifikasi, dan Klasifikasi Anax guttatus

Gambar Spesimen

-

Ciri Morfologi

Ukuran tubuh besar;

Warna tubuh dominan hijau;

Pangkal abdomen berwarna hijau-biru dan sedikit warna kuning di sepanjang abdomen;

Sayap transparan.

Lokasi Perjumpaan

Rawa

*tempat terbuka tanpa naungan

Identifikasi

Berdasarkan deskripsi yang dikemukakan oleh Tang, H. B., Wang, L.K., & Hämäläinen, M. (2010: 98) dan Wahyu Sigit Rhd, dkk. (2013: 44), Odonata dengan uraian di atas adalah

Anax guttatus (Burmeister, 1839)

Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Arthropoda Kelas : Insekta Ordo : Odonata Famili : Aeshnidae Genus : Anax

Spesies : Anax guttatus

Anax guttatus merupakan capung biasa yang termasuk dalam Famili Aeshnidae atau disebut juga capung-barong bercak-biru (Wahyu Sigit Rhd., dkk., 2013: 43), yakni dengan ciri utama ukuran tubuh besar, mata majemuk luas berimpit, dan warna tubuh dominan hijau dengan bercak biru. Dijumpai terbang di tempat terbuka tanpa naungan, terbang rendah menyusuri sepanjang aliran air dengan gerak yang cepat dan mampu merubah arah seketika terbang tinggi dan dengan jarak yang sangat jauh. Capung ini dijumpai terbang aktif pada kondisi cerah. Capung ini dijumpai satu kali di kawasan rawa, terbang menyusuri aliran air.

Menurut Wahyu Sigit Rhd, dkk. (2013: 44), A. guttatus memiliki kebiasaan aktif pada pagi hari menjelang siang untuk berburu mangsa, dan spesies ini sangat

51

suka terbang dengan kecepatan tinggi di atas permukaan air. Capung jenis ini biasa terbang terus-menerus dalam jangka panjang, jarang dijumpai hinggap, serta sensitif jika didekati. Hal ini sesuai dengan hasil perjumpaan ketika pengamatan, yakni terbang rendah menyusuri sepanjang aliran air dengan gerak yang cepat sehingga sulit untuk ditangkap dan didokumentasikan melalui foto.

52

7. Brachydiplax chalybea

Tabel 10. Gambar Spesimen, Ciri Morfologi, Lokasi Perjumpaan, Identifikasi, dan Klasifikasi Brachydiplax chalybea

Gambar Spesimen

© Tria Septiani Subagyo Lokasi: Kolam

Ciri Morfologi

Jantan dengan panjang tubuh 31,5-38 mm, sayap depan 25-30,5 mm, sayap belakang 24,5-29 mm, toraks sisi lateral dan abdomen sisi ventral berwarna cokelat, sisi dorsal toraks dan dorsal abdomen diselimuti serbuk pruinescent berwarna biru keputih-putihan, abdomen segmen 7-10 hitam;

Betina dengan toraks dan abdomen berwarna cokelat dengan corak hitam;

Sayap transparan dengan stigma cokelat, venasi hitam, pada pangkal kedua pasang sayap berwarna cokelat, antenodal di sayap depan kurang dari sembilan.

Lokasi Perjumpaan

1. Waduk 2. Kolam

3. Sungai aliran keluar

*tempat terbuka tanpa naungan dan dengan naungan

Identifikasi

Berdasarkan deskripsi yang dikemukakan oleh Shanti Susanti (1998: 64), Tang, H. B., Wang, L.K., & Hämäläinen, M. (2010: 140), dan Theischinger, G. (2009: 114), Odonata dengan uraian di atas adalah Brachydiplax chalybea (Brauer, 1868) Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Arthropoda Kelas : Insekta Ordo : Odonata Famili : Libellulidae Genus : Brachydiplax

Spesies : Brachydiplax chalybea

Brachydiplax chalybea merupakan capung biasa yang termasuk dalam Famili Libellulidae dengan ukuran tubuh kecil. Jantan memiliki ciri mirip A. aethra, namun dapat dibedakan dari jumlah segmen yang berwarna hitam pada ujung abdomen, yakni pada B. chalybea pada segmen 7-10, sedangkan pada A. aethra

53

pada segmen 9-10. Capung jenis ini sering dijumpai hinggap dan sesekali terbang dengan jarak yang dekat, sering dijumpai hinggap di daun-daun eceng gondok dan ujung ranting mati di tempat terbuka tanpa naungan seperti waduk maupun di tempat dengan naungan seperti di lokasi kolam dan sekitar sungai aliran keluar. Capung jenis ini dijumpai aktif ketika berawan hingga cerah.

54

8. Brachythemis contaminata

Tabel 11. Gambar Spesimen, Ciri Morfologi, Lokasi Perjumpaan, Identifikasi, dan Klasifikasi Brachythemis contaminata

Gambar Spesimen

© Tria Septiani Subagyo Lokasi: Waduk

Ciri Morfologi

Jantan dengan panjang tubuh 31 mm, sayap depan 24-25 mm, sayap belakang 23 mm, warna toraks hijau kecokelatan, abdomen berwarna jingga kecokelatan dengan garis cokelat di sisi dorsal, sayap berwarna jingga kecokelatan di bagian tengah dari pangkal hingga 2/3 sayap, stigma jingga, venasi cokelat kemerahan;

Betina berwarna hijau kecokelatan di bagian toraks, cokelat pucat di bagian abdomen, sayap transparan dengan stigma kuning tua cerah.

Lokasi Perjumpaan

1. Waduk

2. Sungai aliran masuk 3. Rawa

*tempat terbuka tanpa naungan

Identifikasi

Berdasarkan deskripsi yang dikemukakan oleh Shanti Susanti (1998: 65) dan Terence de Fonseka (2000: 158-159), Odonata dengan uraian di atas adalah

Brachythemis contaminata (Fabricius, 1793) Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Arthropoda Kelas : Insekta Ordo : Odonata Famili : Libellulidae Genus : Brachythemis

Spesies : Brachythemis contaminata

Brachythemis contaminata merupakan capung biasa yang termasuk dalam Famili Libellulidae, mudah dikenali melalui ukuran tubuhnya yang kecil dengan sayap berwarna jingga. Capung jenis ini senang hinggap di ujung-ujung ranting mati ataupun ujung batang tumbuhan yang masih hidup yang tak berdaun di dekat air yang menggenang maupun mengalir di tempat terbuka tanpa naungan pada siang hari, jika terbang hanya terbang rendah dan dengan jarak dekat untuk

55

mencari tempat hinggap. Capung jenis ini dijumpai di kawasan waduk, sungai aliran masuk, dan rawa pada kondisi berawan hingga cerah. Capung ini sangat tahan berlama-lama berjemur pada kondisi cuaca cerah.

56

9. Copera marginipes

Tabel 12. Gambar Spesimen, Ciri Morfologi, Lokasi Perjumpaan, Identifikasi, dan Klasifikasi Copera marginipes

Gambar Spesimen

© Hening Triandika Rachman Lokasi: Waduk

Ciri Morfologi

Tubuh pradewasa berwarna putih kecokelatan dengan tungkai putih pada betina, cokelat cerah pada jantan;

Jantan dewasa berwarna dominan hitam, toraks hitam dan kuning, ventral abdomen putih, tungkai kuning;

Betina dengan panjang tubuh 35-37 mm, sayap depan 20-21 mm, sayap belakang 19 mm, dewasa berwarna hitam pucat dengan tungkai cokelat; Sayap transparan dengan venasi dan stigma hitam.

Lokasi Perjumpaan

1. Waduk

2. Sungai aliran masuk 3. Kolam

4. Sawah

*tempat dengan naungan

Identifikasi

Berdasarkan deskripsi yang dikemukakan oleh Wahyu Sigit Rhd, dkk. (2013: 130-131), Odonata dengan uraian di atas adalah Copera marginipes (Rambur, 1842) Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Arthropoda Kelas : Insekta Ordo : Odonata Famili : Platycnemididae Genus : Copera

Spesies : Copera marginipes

Copera marginipes merupakan capung jarum yang termasuk dalam Famili Platycnemididae atau disebut juga capung-hantu kaki-kuning (Wahyu Sigit Rhd., dkk., 2013: 130). Capung jarum ini memiliki ciri rambut-rambut halus yang panjang dan tipis pada tungkainya yang berwarna kuning. Pada fase pradewasa, tubuh capung jenis ini berwarna putih secara keseluruhan baik pada jantan

57

maupun betina. Capung ini dijumpai aktif pada siang hari di tempat-tempat dengan naungan pada kondisi berawan hingga gerimis, merupakan penerbang lemah sehingga hanya mampu terbang pada kondisi angin tenang hingga sepoi-sepoi. Namun, ada beberapa capung yang baru keluar dari nimfa dijumpai di tempat terbuka dengan temperatur panas. Capung jenis ini dijumpai di kawasan waduk, sungai aliran masuk, kolam, dan sawah, sedang hinggap di daun-daun eceng gondok, semak, dan kangkung di dekat air di bawah naungan pepohonan, dan individu yang dijumpai seringnya pada fase pradewasa.

58

10.Crocothemis servilia

Tabel 13. Gambar Spesimen, Ciri Morfologi, Lokasi Perjumpaan, Identifikasi, dan Klasifikasi Crocothemis servilia

Gambar Spesimen

© Gana Yuriko Putra Lokasi: Waduk

Ciri Morfologi

Jantan dengan panjang tubuh 45-47 mm, sayap depan 33-34 mm, sayap belakang 32-33 mm, warna tubuh pradewasa kuning kehijauan dan dewasa merah dengan garis hitam di sepanjang bagian tengah dorsal abdomen;

Betina dengan panjang tubuh 41 mm, sayap depan 32 mm, sayap belakang 30 mm, warna tubuh kuning hingga kecokelatan dengan garis hitam di sepanjang bagian dorsal abdomen;

Sayap transparan dengan venasi cokelat (jantan) dan kuning (betina), stigma kuning pudar dengan warna hitam di sisi luarnya. Pangkal sayap belakang cokelat tua.

Lokasi Perjumpaan

1. Waduk

2. Sungai aliran masuk 3. Rawa

4. Sawah

*tempat terbuka tanpa naungan

Identifikasi

Berdasarkan deskripsi yang dikemukakan oleh Wahyu Sigit Rhd, dkk. (2013: 49), Odonata dengan uraian di atas adalah

Crocothemis servilia (Drury, 1770)

Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Arthropoda Kelas : Insekta Ordo : Odonata Famili : Libellulidae Genus : Crocothemis

Spesies : Crocothemis servilia

Crocothemis servilia merupakan capung biasa yang termasuk dalam Famili Libellulidae dengan ukuran tubuh sedang, disebut juga capung-sambar garis-hitam (Wahyu Sigit Rhd., dkk., 2013: 49) karena ciri jenis ini terdapat garis garis-hitam

59

tipis di sepanjang sisi dorsal abdomennya. Jantan berwarna merah dan betina berwarna kuning kecokelatan pada fase dewasa, pada fase pradewasa C. servilia

memiliki warna yang sama baik jantan maupun betina, yakni berwarna kuning kehijauan. Capung jenis ini dijumpai aktif beraktivitas pada lokasi dengan tempat terbuka tanpa naungan, yakni di kawasan waduk, sungai aliran masuk, rawa, dan sawah, sedangkan di lokasi dengan kanopi pohon yang rapat seperti kolam tidak dijumpai kehadirannya. Jenis ini dijumpai pada keadaan berawan hingga cerah. Capung ini mampu terbang ketika keadaan angin kencang dan sering dijumpai pada keadaan temperatur udara yang panas, hinggap pada daun-daun eceng gondok, jagung, dan padi.

60

11.Diplacodes trivialis

Tabel 14. Gambar Spesimen, Ciri Morfologi, Lokasi Perjumpaan, Identifikasi, dan Klasifikasi Diplacodes trivialis

Gambar Spesimen

© Tria Septiani Subagyo Lokasi: Waduk

Ciri Morfologi

Tubuh jantan dewasa diselimuti pruinescent berwarna biru keabu-abuan;

Subtriangle pada sayap depan terbagi menjadi dua atau tiga sel; Abdomen capung pradewasa hitam-kuning dengan embelan putih; Betina dengan panjang tubuh 30,4 mm, sayap depan 23,6 mm, sayap belakang 22 mm, embelan berwarna putih;

Sayap transparan dengan venasi hitam, stigma berwarna abu-abu hingga kecokelatan. Pangkal sayap belakang berwarna kuning hingga kecokelatan.

Lokasi Perjumpaan

1. Waduk

2. Sungai aliran masuk

*tempat terbuka tanpa naungan

Identifikasi

Berdasarkan deskripsi yang dikemukakan oleh Theischinger, G. (2009: 123), Odonata dengan uraian di atas adalah Diplacodes trivialis (Rambur, 1842) Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Arthropoda Kelas : Insekta Ordo : Odonata Famili : Libellulidae Genus : Diplacodes

Spesies : Diplacodes trivialis

Diplacodes trivialis merupakan capung biasa yang termasuk dalam Famili Libellulidae dengan ukuran tubuh kecil. Capung ini sering dijumpai hinggap di seresah-seresah pada permukaan tanah yang terbuka tanpa naungan, sesekali dijumpai di dekat air pada fase pradewasa. Lokasi tempat dijumpainya capung jenis ini adalah tempat-tempat terbuka tanpa naungan di kawasan waduk dan

61

sungai aliran masuk. Dijumpai ketika kondisi cerah, kebiasaan capung jenis ini adalah terbang dalam jarak pendek dan rendah.

62

12.Gynacantha subinterrupta

Tabel 15. Gambar Spesimen, Ciri Morfologi, Lokasi Perjumpaan, Identifikasi, dan Klasifikasi Gynacantha subinterrupta

Gambar Spesimen

© Hening Triandika Rachman Lokasi: Kolam

Ciri Morfologi

Ukuran tubuh besar dengan warna didominasi cokelat dan hijau;

Jantan dengan panjang tubuh 61,8 mm (tanpa embelan), 68,7 mm (termasuk embelan), sayap depan 45 mm, sayap belakang 44,2 mm, toraks sisi dorsal berwarna hijau kebiruan, sisi lateral berwarna hijau tua, dan sisi ventral cokelat muda, abdomen segmen 1-2 menggembung ke arah dorso-ventral dan lateral berwarna hitam dengan corak hijau dan biru, segmen 3 menyempit di sisi anterior, segmen 4-10 berbentuk silinder berwarna cokelat dengan corak hijau kekuningan, embelan superior berwarna cokelat

Dokumen terkait