• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis-jenis Gaya Bahasa pada Puisi Bertopik Binatang

BAB III JENIS-JENIS GAYA BAHASA DALAM PUISI ANAK-ANAK

3.6 Jenis-jenis Gaya Bahasa pada Puisi Bertopik Binatang

Orang tua pasti mengenalkan dan mengajari anaknya untuk mengenal berbagai jenih binatang yang ada di dunia. Anak-anak mampu menghafalakan berbagai nama binatang bahkan banyak diantara mereka yang memiliki biantang peliharaan. Puisi anak yang bertopik bintang yang dimuat pada majalah Bobo tahun 2016 diklasifikasikan lagi kedalam dua topik pembahasan yaitu (i) binatang peliharaan, (iii) binatang kesukaan.

3.6.1 Binatang Peliharaan

Puisi yang bertopik tentang binatang peliharaan berjudul (148)” Kucingku Lucu”, (149)“Landak”, (150)“Hamsterku”, (151)“Burung Kenariku”, (152) “Ayamku”, (153) “Burung Kenari”, berikut adalah puisi yang bertopik tentang hewan peliharaan :

(148) Kucingku Lucu a.Kau lucu sekali b. Jika kupandang c. Kau pasti melihatku d.dengan tatapan lucu

e. Kucingku

f. Aku menyukaimu g. karena kau lucu h. Aku kagum padamu i. Aku ingin

j. Kau selalu menuruti perintahku k.juga mematuhi laranganku l. kucingku lucu aku suka kamu

( Tazkia Putri Damayanti , Kucingku Lucu, Bobo, 21 Januari 2016 :41 ) Puisi (148) mengandung gaya bahasa anafora yang terdapat pada bait

pertama baris (148a), (148c), dan bait ketiga baris (148j) karena adanya pengualangan kata pertama yaitu kata kau. Gaya bahasa anafora juga terdapat

pada bait kedua baris (148f), (148h), dan bait ketiga baris (148i) karena adanya pengulangan kata pertama yaitu kata aku.

(149) Landak

a. Landak yang lucu b. Kamu memiliki duri c. Kamu kuberi makan

d. Kamu tak pernah lelah menghiburku e. Kamu sangat kusayangi

f. Kamu sangat lucu g. Durimu sangat tajam

h. Tapi kutetap menyayangimu i. Makanmu sayur mayur, j. Setiap hari kumenyayangimu

k. Ku tak pernah lelah menyayangimu landakku

(Melisa Lintangsari Priyono , Landak, Bobo, 24 Maret 2016 : 24 )

Puisi (149) mengandung gaya bahasa anafora yang terdapat pada bait pertama baris (149b), (149c), (149d), (149e), dan bait keda baris (149f) karena adanya pengulangan kata pertama yaitu kata kamu.

(150) Hamsterku a.Kau begitu lucu

b. Tubuhmu yang mungil c. Ditutupi bulu halus bercorak d. Dan kaki yang kecil

e. Kau berlari kesana kemari f. Dengan lincahnya

g. Oh, hamsterku

h. Aku akan selalu menjagamu

( Shaqila Corrina Fayza, Hamsterku, Bobo, 28 April 2016 : 13) Puisi (150) mengandung gaya bahasa anafora yang terdapat pada bait

pertama baris (150a) dan bait kedua baris (150e) karena adanya pengulangan kata pertama yaitu kata kau.

(151) Burung Kenariku a. Kau sangat lucu b. suaramu sangat merdu c. bulumu indah dan halus d. Aku sedih jika kamu sakit e. Aku berjanji

f. Ingin merawatmu

g. Hatiku senang mempunyai burung h. Seperti kamu , burung kenariku

( Stella Kaylieza S , Burung Kenariku, Bobo, 2 Juni 2016 : 24 )

Puisi (151) mengandung gaya bahasa personifikasi dan anafora. Gaya bahasa personifikasi terdapat pada bait pertama baris (151b) yaitu suara burung kenari seolah-olah disamakan seperti suara manusia yang merdu. Gaya bahasa anafora terdapat pada bait pertama baris (151d) dan (151e) karena adanya pengulangan kata pertama yaitu kata aku.

(152) Ayamku

a. Suaramu merdu sekali b. Bulumu warna-warni

c. Saat pagi engkau bangunkan aku d. Aku senang memilikimu e. Aku akan merawatmu f. Aku suka sekali ayamku

( Ukasyah zahdan Alghoni, Ayamku, Bobo, 22 September 2016 : 12 )

Puisi (152) mengandung gaya bahasa bahasa personifikasi dan anafora. Gaya bahasa personifikasi terdapat pada bait pertama baris (152a) yaitu suara ayam seolah-olah disamakan seperti suara manusia yang merdu. Pada bait pertama baris (152b) juga terdapat gaya bahasa personifikasi yaitu ayam disamakan seperti sifat manusia yang dapat membangunkan tidur. Gaya bahasa anafora terdapat pada bait kedua baris (152d), (152e), dan (152f) karena adanya pengulangan kata pertama yaitu kata aku.

(153) Burung Kenari a. Di pagi hari

b. Kau selalu membangunkanku dari tidur lelapku c. dengan suaramu yang merdu

d. Setiap kupulang sekolah

e. Kau menyambutku dengan lagu merdumu f. dan lincah gerakanmu

g. Tapi sayang

h. kini matamu terluka

i. Hingga kau tak bisa melihat lagi j. Tapi aku yakin kau bisa bahagia

( Raisha Attaya Rabbani , Burung kenari, Bobo, 29 September 2016 : 24)

Puisi (153) mengandung gaya bahasa personifikasi dan anafora. Gaya bahasa peronifikasi terdapat pada bait pertama baris (153b) dan (153c) yaitu burung kenari seolah-olah disamakan seperti manusia yang dapat membangunkan tidur dan mempunyai suara yang merdu. Pada bait kedua baris (153e) dan (153f) juga mengandung gaya bahasa personifikasi burung kenari disamakan seperti manusia yang seolah-olah dapat menyambut kedatangan si dia pada puisi (153) dengan gerakan tubuhnya yang lincah dan suara nyanyian burung. Gaya bahasa anafora terdapat pada bait pertama baris (153b) dan dan bait kedua baris (153e) karena adanya pengulangan kata pertama yaitu kata kau. Gaya Bahasa anafora juga terdapat pada bait ketiga baris (153g) dan (153j) karena adanya pengulangan kata pertama yaitu kata tapi.

3.6.2 Binatang Kesukaan

Puisi yang bertopik tentang binatang kesukaan berjudul (154) “Kupu-kupu”, (155) “ Kupu-“Kupu-kupu”, (156) “Burung”, (157) “Gajah”, berikut ini adalah puisi bertopik tentang binatang kesukaan :

(154) Kupu-kupu

a. Sayapmu indah sekali b. Terbang ke sana sini c. Tanpa berhenti

d. Hinggap di bunga wangi e. Tapi

f. kenapa banyak yang mati g. kenapa kau pergi cepat sekali h. Selamat tinggal kupu-kupu

(Risalda Sarti, Kupu-kupu, Bobo , 19 Mei 2016 : 24 )

Puisi (154) mengandung gaya bahasa anafora yang terdapat pada bait kedua baris (154f) dan (154g) karena adanya pengulangan kata pertama yaitu kata kenapa.

(155) Kupu-kupu a. Kau berterbangan b. diatas ilalang

c. Sambil bersenandung riang d. Sayapmu indah mengembang e. menyambut mekarnya kembang f. Tetaplah engkau terbang g. Janganlah engkau hilang

( Findi Aulia Rumdani, Kupu-kupu, Bobo, 11 Agustus 2016 : 23 )

Puisi (155) mengandung gaya bahasa perrsonifikasi. Gaya bahasa personifikasi terdapat baris (155c) karena kupu-kupu disamakan seperti manusia yang dapat bersenandung riang. Gaya bahasa personifikasi juga terdapat pada baris (155d) dan (155e) yaitu sayap kupu-kupu seolah-olah disamakan seperti manusia yang dapat menyambut sesuatu hal.

(156) Burung a. Oh,burung

b. Kau terbang dengan sayapmu c. Menghias angkasa biru

e. Oh,burung

f. Andaikan aku sepertimu g. Melihat alam yang terbuka h. Dari atas langit

( Faiza Nadira Amalia, Burung, Bobo, 3 November 2016 :17)

Puisi (156) mengandung gaya bahasa anafora dan hiperbola. Gaya bahasa anafora terdapat pada bait pertma baris (156a) dan bait kedua baris (156e) karena adanya pengulangan kata pertama yaitu kata oh. Gaya bahasa hiperbola ada pada bait pertama baris (156c) yaitu terdapat sesuatu hal yang dilebih-lebihkan yaitu burung yang terbang menggunakan sayapnya menghias angkasa biru. Kata menghias biasanya digunakan untuk memperindah sesuatu tidak lazim digunakan untuk menggambarkan keindahan pemandangan. Kata angkasa biru pada baris (156c) berarti langit yang luas. Kata angkasa biru juga mengandung arti yang berlebihan.

(157) Gajah

a. Kau sangat besar b. belalaimu panjang c. telingamu lebar d. gadingmu kuat e. Kau hidup di hutan f. Kini kau mulai punah

g. Banyak yang ingin gadingmu h. Aku ingin kau hidup abadi

( Avecena Karim, Gajah, Bobo, 1 Desember 2016 : 13)

Puisi (157) mengandung gaya bahasa anafora dan hiperbola. Gaya bahasa anafora ada di baris (157a) dan (157e) karena adanya pengulangan kata pertama yaitu kata kau. Gaya bahasa hiperbola ada di baris (157h) karena terdapat sesuatu ha yang dilebih-lebihkan yaitu gajah diharapkan hidup abadi. Kata abadi

mengandung sesuatu hal yang berlebihan yang berarti gajah diharapkan hidup selamanya.

3.6.3 Tabel Jenis-jenis Gaya Bahasa pada Puisi Bertopik Binatang No Topik Jenis Topik Gaya Bahasa Judul Puisi 1 Binatang Binatang Peliharaan Anafora

“Kucingku Lucu”, “Landak”, “Hamsterku”, “Burung Kenariku”, “Ayamku”, “Burung Kenari”

2 Personifikasi “Burung Kenari”, “Ayamku”, “Burung Kenariku”,

3 Binatang

Kesukaan

Anafora “Kupu-kupu”, “Burung”, “Gajah”

4 Personifikasi “Kupu-kupu”

5 Hiperbola “Burung”, “Gajah”