BAB II TOPIK –TOPIK DALAM PUISI ANAK-ANAK
2.5 Lingkungan Alam
Anak-anak sangat mengagumi keindahan alam yang ada di sekitar mereka. Tidak jarang jika terkadang anak terlihat antusias jika diajak bermain mengenal lingkungan alam sekitar. Mengenal objek-objek yang ada di sekitar mereka seperti bunga, pohon, sawah, sungai bahkan fenomena alam dan bencana alam yang sering terjadi seperti banjir dll. Puisi anak-anak yang bertopik lingkungan alam diklasifikasikan lagi menjadi empat topik pembahasan yaitu (i) pemandangan, (ii) alam, (iii) bencana alam. (iv) bunga.
2.5.1. Pemandangan
Puisi yang bertopik pemandangan berjudul (28) “Taman Bunga “,(29) “Keindahan Pagi Hari”, (30) “Lukisan Tuhan” , (31) “Pagi Yang Indah”,
(32) “Pagi Hari”, (33) “Pagi Hari”, (34) “Pantaiku ”, (35) “Padi Menguning”, berikut ini adalah puisi yang bertopik pemandangan :
(28) Taman Bunga a. Bila kutatap engkau b. Hatiku sangat senang c. Rupamu cantik d. Warnamu menarik
e. Oh taman bungaku
f. Bersemilah sepanjang waktu g. Jangan pernah layu
h. Jangan lupa berkembang i. Oh angin
j. Jangan kau sapu taman bungaku biakan ia mekar menebar harum
(Siti fadilah Rahmayani, Taman Bunga, Bobo, 7 Januari 2016 :41)
(29) Keindahan Pagi Hari a. Burung-burung berkicau b. bersahutan menyambut pagi c. Kokok ayam berseru-seru
d. membangunkanku dari tidur lelap
e. Mentari memunculkan sinarnya malu-malu f. Sinarnya merah merona
g. Indahnya pagiku
( Lintang Isnandar, Keindahan Pagi Hari, Bobo, 16 Juni 2016 : 24 ) (30) Lukisan Tuhan
a. Oh Tuhan b. Saat aku bangun
c. Aku lihat langit biru awan putih d. Kadang berhias pelangi
e. Sehabis hujan f. Saat petang Tiba
g. Engkau melukisnya dengan langit oranye h. bercampur merah
i. Sebelum aku terlelap j. langit berwarna gelap
k. berhias cahaya terang bulan dan bintang
l. Terima kasih Tuhan langit lukisanmu sangat indah ( Shafiqa Aliya Muttaqien, Lukisan Tuhan, Bobo, 25 Agustus 2016 :24)
(31) Pagi Yang Indah
a. Kubuka jendela kamarku b. Terlihat matahari bersinar c. Burung-burung beterbangan d. Kuhirup udara yang sejuk.
e. Menikmati pagi yang indah f. Sambil menikmati sinar matahari g. Kukenang selalu pagi yang indah h. Dengan bunga-bunga yang harum i. Kupu-kupu indah berterbangan
( Nur Fitriani, Pagi Yang Indah , Bobo, 1 September 2016 :15 ) (32) Pagi Hari
a. Aku terbangun disambut b. Sinar hangat mentari
c. Burung-burung berkicau merdu d. Kuucapkan selamat pagi dunia
e. Betapa senangnya aku f. Terbangun di pagi ini g. Terima kasih Tuhan h. Untuk pagi yang cerah
( Ashilah Puti Atikah Faizal, Pagi Hari , Bobo, 5 Mei 2016 : 24 ) (33) Pagi Hari
a. Dari timur muncul matahari b. Menandakan hari sudah pagi c. Aku tersadar dari mimpi d. Untuk memulai hari
e. Gemericik air bersuara f. Embun bagai lentera g. Benih padi sang mutiara h. Bersyukur atas karunia-Nya
i. Pagi telah tiba
j. Burung-burung menyapa k. kuhirup udara
l. segar terasa
(Fathia Najiha, Pagi Hari, Bobo , 19 Mei 2016 : 24 ) (34) Pantaiku
a. Debur ombak berkari ke pantai b. dihias hamparan pasir putih c. ditimpa sinar mentari pagi
d. Burung beterbangan mencari makan e. Anak-anak kecil berteriak lari f. Takut digulung ombak
g. Canda dan tawa menambah semarak pantai h. Nelayan pulang membawa ikan
i. Rama pedagang menjajakan dagangan
( Zaneta Dwi Maulana, Pantaiku, Bobo, 6 Oktober 2016 : 23) (35) Padi Menguning
a. Bak permadani emas b. terbentang luas
c. tepat disamping rumah setiap hari d. Tak bosan aku memandangi e. Sungguh mengagumkan f. Itulah hasil kerja keras petani g. Pertanda panen telah tiba
( Albert Jalil, Padi Menguning, Bobo, 8 Desember 2016 : 22 )
Puisi yeng bertopik mengenai pemandangan menceritakan tentang keindahan alam sekitar. Biasanya orang tua mendekatkan anaknya untuk mengenal lingkungan alam sekitar mereka adengan cara mengajak mereka pergi ke wisata alam. Misalnya berpergian ke wisata alam pantai, gunung, bukit, dll. Puisi (34) dan (35) menceritakan tentang keindahan alam pantai dan sawah yang padinya telah menguning siap untuk dipanen. Anak-anak yang menuliskan puisi tentang pemandangan pantai dan pemandangan sawah yang padinya siap untuk dipanen pasti tinggal disekitar pesisir pantai atau tinggal di desa yang memiliki keindahan
hamparan sawah yang padinya telah berubah warna menjadi menguning yang berarti padi tersebut telah masuk musim panen padi.
Puisi (34) dan (35) berisi ungkapan kekaguman anak-anak terhadap keindahan alam serta suasana didaerah pantai dan sawah , banyaknya burung berkicau, deburan ombak dan suasana kerja nelayan yang melaut mencari ikan dituliskan anak pada puisi (34) yang menceritakan tentang keindahan alam pantai.
Puisi (35) menceritakan tentang keindahan alam di sawah yang padinya siap dipanen yang berubah warna menjadi menguning. Puisi (35) juga menceritakan kekaguman akan keindahan alam. Puisi (28) tentang taman bunga juga menceritakan keindahan taman bunga dengan bunga yang berwarna-warni. Orang tua mengenalkan tentang alam sekitar dimulai dari hal yang kecil misalnya belajar menanam tumbuh-tumbuhan misalnya belajar menanam bunga. Puisi (28) menceritakan tentang keindahan taman bunga yang ditulis oleh anak yang menceritakan tentang indahnya pemandangan taman bunganya yang memiliki bunga yang beraneka ragam dan berwarna-warni serta semerbak harum.
Puisi yang bertopik pemandangan selain menceritakan tentang kekaguman anak akan keindahan alam sekitar seperti pada puisi (30). Puisi yang mereka tulis juga berisi ungkapan rasa syukur anak akan alam yang indah yang telah Tuhan ciptakan di dunia ini. Ungkapan syukur yang sederhana namun tulus diungkapan anak-anak pada puisi yang ditulisnya. Tentang nikmat yang tidak terkira yang telah Tuhan berikan kepadanya. Melalui pemilihan diksi yang sederhana yang menceriminkan sikap kepolosan seorang anak. Puisi anak bertopik lingkungan alam tentang pemandangan mampu menggugah anak-anak untuk berfikir kreatif
sehingga muncul ide-ide dan imajinasi anak dalam menulis puisi. Anak-anak memiliki obsesi dan bayangan imajinasi dunia sendiri.
Puisi (29), (31), (32) , dan (33) menceritakan tentang pemandangan pada pagi hari. Bagaimana anak menyambut pagi hari dengan penuh semangat dan suasana pada pagi hari terdengar suara ayam berkokok, keindahan matahari terbit , dan suara kicauan burung serta pemandangan pagi hari yang indah dan udara pagi yang sejuk diceritakan dalam puisi (29), (31), (32), dan (33). Ketika anak-anak terbangun dari tidurnya mereka sangat bersemangat dan atusias menyambut pagi hari. Suasana pagi hari dengan udara yang masih sejuk, kicauan burung bahkan suara kokok ayam dan pemandangan matahari terbit yang indah mampu menjadi inspirasi dan ide bagi anak dalam menulis sebuah puisi. Pemandangan pagi hari yang selalu dirindukan dan dinanti oleh anak-anak menjadikan alasan anak-anak menulis sebuah puisi yang bertopik tentang pemandangan menceritakan tentang keindahan alam yang ada di dunia ini.
2.5.2 Alam
Puisi yang bertopik tentang alam berjudul (36) “Matahari “,(37) “Pohon”, (38) “Hujan” , (39) “Matahari”, (40) “Air”, (41) “Pelangi”, (42) “Matahari”,(43) “Awan”, (44) “Pelangi”, (45) “Hujan”(46) “Hutan”, (47) “Pelangi”, berikut ini adalah puisi yang bertopik tentang alam:
(36) Matahari
a. Sinarmu menyinari di pai hari b. Panasmu mengahangatkan tubuh ini c. Kau menerangi bumi
d. Matahari
e. Bersama air air kau ciptakan pelangi f. Kau selalu dikelilingi bumi
g. Sinarmu dibutuhkan semua makhluk hidup
(Luma’a Khoirunisa, Matahari, Bobo, 14 Januari 2016 : 14) (37) Pohon
a. Pohon
b. Kau menghasilkan buah untuk manusia c. Kau membuat kami kenyang
d. Namun,
e. Aku sedih jika kau kekeringan f. Aku akan memberimu pupuk dan air g. Sehingga kau tetap subur
h. Pohon aku akan merawatmu
(Amelia Haryanto, Pohon, Bobo, 14 Januari 2016 : 14) (38) Hujan
a. Air mengalir deras
b.Membuat katak bernyanyi riang sekali c. Bunga-bunga tersenyum
d.Pak tani bersuka hati mengerjakan sawahnya e. Namun,
f. Janganlah kau turun terlalu deras g.Dan mendatangkan banjir
(39) Matahari a. Matahari b. pusat tata surya
c. karunia Allah yang maha besar d. berkobar-kobar sepanjang waktu e. menerangi makhluk hidup
f. Matahari
g. indah bersinar di pagi hari h. mencerahkan hidupku i. menghangatkan tubuhku j. terbit menyemangati hidupku k. Matahari
l. Tanpamu kami tidak bisa apa-apa m. kedinginan dan kegelapan
n. Tanpamu kami lemah tak berdaya o. terima kasih matahari
(Achiel Suherman, Matahari, Bobo, 21 Januari 2016 : 41) (40) Air
a. Air
b. kau telah membebaskanku c. dari kehausan
d. Air
e. kau membersihkanku f. dari kotoran
g. Air
h. bila datang dalam hujan deras i. kau bisa jadi banjir
j. Air
k. kau bisa menjadi sahabat l. juga bisa menakutkan
( Yasmin Muthia, Air, Bobo, 4 Februari 2016 : 25 ) (41) Pelangi
a. Pelangi ada di langit indah sekali b. Pelangi warna-warni
c. Sesudah hujan pelangi muncul
d. Pelanginya indah sekali banyak warnanya e. Tuhan menciptakan pelangi
f. Terima kasih Tuhan
(42) Matahari a. Matahari
b. Kau sangat berguna c. Bagi bumi ini
d. Kau selalu menyinari e. Tanpa henti
f. Matahari
g. Kau digunakan menjemur pakaian h. Agar pakaianku kering
i. Kau juga menerangi rumah jika listrik mati j. Kau terbit dari timur dan terbenam di barat k. Terima kasih Matahari
l. karena telah membantu kami
( Annisa Wardatul Jannah, Matahari, Bobo, 24 Maret 2016 : 24 ) (43) Awan
a. Tubuhmu putih
b. Melayang-layang indah c. Berarak tiada henti
d. Seolah mencari tempat sunyi e. seberapa jauh dan tinggi kugapai f. takkan dapat menggapaimu g. Wahai awan
h. Betapa cantik dikau i. Betapa indah dirimu
( Jouvine Rafaella Efendy, Awan, Bobo, 5 Mei 2016 : 24 ) (44) Pelangi
a. Oh Pelangi
b. Betapa indahnya dirimu c. dihiasi banyak warna d. merah, jingga, kuning e. hijau, biru, nila dan ungu f. itulah warnamu
g. Oh Pelangi h. Ingin aku berlari
i. dibawah warnamu yang indah j. namun kau cepat pergi
k. Aku harap l. suatu saat nanti m. kau datang lagi
( Oktaviani Wahyudi Ningsih, Pelangi, Bobo, 21 Juli 2016 : 12 )
(45) Hujan a. Hujan
b. Kau sumber kehidupan c. tanpamu
d. semua makhluk kekeringan e. Hujan
f. Kau memberi udara sejuk g. Janganlah kau membuat h. alam jadi tergenang
i. Janganlah kau turun terlalu deras j. Terima kasih hujan
k. kau anugerah\\ l. Sang Maha Pencipta
( Annisa Eka R. Hidayat, Hujan, Bobo, 4 Agustus 2016 : 10 ) (46) Hutan
a. Engkau tempat tinggal hewan b. Engkau paru-paru dunia
c. Engkau juga tempat menampung air
d. Oh pohon yang tumbuh di hutan e. Sunggh besar gunamu
f. Tetapi masih banyak orang yang tidak melestarikanmu g. Menebang pohon sembarangan
h. berburu sembarangan i. Semoga orang sadar
j. untuk melestarikanmu dan merawatmu ( Shane Dominggoes Panjaitan, Hutan, Bobo, 11 Agustus 2016 : 23 )
(47) Pelangi
a. Pelangi kau sangat indah b. Kau turun sesudah hujan c. Saat aku melihatmu d. aku merasa senang
e. Warna-warni sindah semesta f. Kau seperti teman sejati g. Kau turun hanya sekejap? h. Pelangiku terima kasih i. Kau buatku senang
Anak-anak menuliskan keadaan di sekitar mereka mengenai alam. Orang tua pertama kali mengenalkan tentang alam kepada anaknya dengan cara mengenalkan berbagai objek yang ada di alam sekitar seperti pohon, air, matahari, serta mengenalkan berbagai fenomena alam yang terjadi di sekitar kita, misalnya pelangi atau hujan, dll. Puisi anak yang bertopik tentang alam menceritakan tentang objek-objek yang ada di alam dan fenomena alam. Orang tua mengenalkan kepada anaknya tentang alam sekitar mereka melalui banyak cara misalnya dengan cara menggunakan gambar untuk mengenalkan alam sekitar , melalui buku cerita yang bergambar, atau mengajak anak-anak bermain di alam bebas untuk lebih dekat mengenal alam sekitar mereka.
Puisi tentang alam (36)-(47) yang ditulis oleh anak-anak menceritakan tentang objek yang ada di alam dan fenomena alam yang terjadi disekitar mereka . Objek alam yang ditulis anak-anak menjadi sebuah puisi yaitu tentang matahari, air, pohon, dan awan. Pada puisi (36), (37), (39), (40), (42), (43) menceritakan tentang berbagai manfaat kegunaan dari objek alam bagi kehidupan sehari-hari. Selain menceritakan manfaat kegunaan dari objek alam puisi ini juga berisi tentang ungkapan keindahan tentang alam sekitar dan fenomena alam tentang pelangi dan hujan.
Anak-anak menuliskan tentang keindahan pelangi yang berwarna-warni dan kekaguman mereka tentang fenomena alam yang terjadi di sekitar mereka mampu dicurahkan dan tuliskan ke dalam sebuah puisi. Puisi yang bertopik tentang alam juga berisi ucapan terima kasih yang tulus akan karunia dari Tuhan tentang alam yang memberi banyak manfaat bagi kehidupan manuasia. Anak-anak sangat
menyukai segala hal tentang keindahan alam di sekitar mereka dan berbagai hal tentang alam. Alam sangat berarti bagi kehidupan manusia di bumi. Anak –anak mampu berimajinasi dan menemukan berbagai ide yang menunjang mereka untuk menulis sebuah puisi yang menceritakan tentang keindahan alam.
2.5.3 Bencana Alam
Puisi yang bertopik tentang bencana alam berjudul (48) “Banjir”, (49)” Banjir” Berikut ini adalah topik puisi yang bertopik tentang bencana alam :
(48) Banjir a. Oh banjir
b. Mengapa kau kemari c. Jangan banjiri Bumi kami d. Pergilah dari sini
e. Jangan pernah kembali f. Banjir
g. Kau membawa petaka h. Rumahku sekarang tidak ada i. Jangan sengsarakan manusia j. Pergilah selama-lamanya
(Afityama Falo Hakim S, Banjir, Bobo , 28 April 2016 : 13 ) (49) Banjir
a. Kalu musim hujan tiba b. gembira sedih kurasakan
c. gembira karena tidak ada panas menyengat d. sedih karena biasanya akan banjir
e. Banjir
f. setiap tahun rumahku terkena banjir g. basah baju dan sepatuku
h. berbagai penyakit pun datang i. gatal-gatal dan diare
j. oh banjir
k. kapankah kau pergi dari rumah
Banyaknya fenomena bencana alam yang terjadi di Indonesia juga dijadikan anak-anak sebagai bahan menulis puisi (48) dan (49) yang menggambarkan tentang bencana alam banjir. Pemilahan diksi dalam contoh puisi menggambarkan bagaimana anak-anak mengungkapkan perasaan , keluh kesahnya mengenai bencana alam banjir. Puisi (48) dan (49) berisi ungkapan kesedihan yang dirasakan oleh anak-anak karena bencana alam banjir. Puisi (48) dan (49) juga menceritakan tentang dampak kerusakan yang diakibatkan karena bencana alam banjir. Bencana alam banjir mengakibatkan rumah dan segala isinya tenggelam terendam banjir. Banjir juga mengakibatkan munculnya berbagai wabah pernyakit. Anak menuliskan puisi yang menceritakan tentang bencana alam banjir mereka ingin mengajak untuk melestarikan dan menjaga lingkungan. Puisi anak-anak yang mengangkat topik lingkungan alam membuktikan tentang kepedulian anak- anak sejak dini mengenai pentingnya melestarikan alam untuk generasi mendatang dan tidak merusaknya. Tampaknya benca alam mampu merebut perhatian anak-anak bahwa hal-hal disekitar lingkungan meneganai kerusakana alam mampu dijadikan objek dan dirangkai menjadi sebuah puisi.
2.5.4. Bunga
Puisi yang bertopik tentang bunga berjudul (50) “Melatiku”, (51) “Bunga”, (52) “Bunga Mawar”, (53) “Bunga Melati”, (54) “Bungaku”, (55) “Bunga”, berikut ini adalah puisi yang bertopik bunga :
(50) Melatiku a. Melatiku
b.Setiap hari kau kusiram pagi dan sore c. Supaya kau selalu sehat
e. Melatiku
f. Aku menyayangimu dan merawatmu selalu g. Supaya kau tidak layu
h. Walau kupu-kupu menghisap madumu i. Walau ulat memakan daunmu
j. Kau tetap cantik dan harum
( Syarifah Mufidah Wafa, Melatiku, Bobo, 7 Januari 2016 : 41)
(51) Bunga a. Bunga
b. Namamu berbagai macam c. Ada mawar, ada melati
d. Bunga
e. Warnamu indah
f. Memukau hati banyak orang g. Meluluhkan kemarahan h. Bunga
i. Wangimu memesona j. Ingin kupetik setangkai k. Menikmati keindahanmu
( Keyla Adena Emte, Bunga , Bobo , 9 Juni 2016 : 13) (52) Bunga Mawar
a. Bentukmu kecil dan indah b. Warnamu sangat indah c. Dan bermacam-macam d. Ada merah, kuning, e. Putih, dan merah muda
f. Batangmu berduri g. Baumu harum sekali h. Kau mudah didapatkan i. Aku menyukai bunga mawar
(53) Bunga melati a. Melati
b. Kau cantik sekali c. Kau berwarna putih d. Kau harum
e. Melati
f. Kau berkembang di halaman rumahku g. Setiap hari kau berbunga
h. Kau selalu di petik olehku
( Syafrina Kenxa Milano, Bunga Melati, Bobo, 29 September 2016 : 24)
(54) Bungaku a. Oh, Bungaku
b. Kau sangat manis seperti gula c. Aku akan merawatmu
d. Oh , Bungaku e. Kau sangat indah f. Membuat orang terpana g. Sampai jumpa bungaku
(Virsya sfaya Alivia, Bungaku, Bobo , 13 Oktober 2016 :12 ) (55) Bunga
a. Kau menghiasi halamanku b. saat sinar matahari menyinarimu c. Kau sangat indah
d. Kau sangat cantik e. Bunga
f. Kau berwarna-wari
g. Membuat halamanku jadi indah
( Balqis Nisrina, Bunga, Bobo , 27 Oktober 2016 : 12 )
Bagi anak-anak lingkungan menyimpan banyak sekali keindahan baik berupa keindahan alamnya maupun keindahan tentang objek yang ada pada lingkungan alam di sekitar mereka. Bunga merupakan salah satu objek lingkungan alam yang banyak dijadikan oleh anak menjadi topik pada puisi yang ditulis mereka. Pada puisi yang bertopik tentang bunga anak-anak mengungkapkan rasa kagum akan keindahan dan kecantikan dari bunga. Puisi (50), (51), (52), (53), dan
(54), (55) mengungkapkan akan keindahan bentuk rupa bunga yang berwarna-warni dan baunya yang harum .
Anak-anak tidak banyak mengenal berbagai macam bunga. Bunga melati dan bunga mawar adalah bunga yang familiar dan banyak diketahui oleh anak-anak pada umumya. Puisi (50) dan (55) menceritakan tentang bunga melati yang berwarna putih dan memiliki bau yang harum dan wangi. Puisi (53) menceritakan tentang bunga mawar yang berwarna-warni dan memiliki batang yang berduri. Selain menceritakan tentang ciri khas dari bunga yang mempunyai berwarna-warni dan mempunyai bau yang harum dan wangi anak-anak juga menceritakan tentang bunga yang tumbuh dihalaman mereka dan senantiasa selalu dirawat agar tidak layu dan memperindah halaman rumah mereka. Anak-anak memiliki penilaiannya sendiri terhadap objek lingkungan alam di sekitar mereka. Bunga dijadikan topik anak-anak untuk menulis puisi karena topik tentang bunga berhasil menarik perhatian anak-anak. Setiap harinya mereka melihat dan menemui bunga-bunga yang indah bermekaran di halaman rumahnya.