BAB II TOPIK –TOPIK DALAM PUISI ANAK-ANAK
2.2 Keluarga
Puisi anak mengangkat topik yang tidak jauh dari dunia kehidupan anak-anak. Pada umumnya puisi yang ditulis oleh anak-anak mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan puisi yang ditulis oleh orang dewasa. Sifat keluguan anak-anak dan kesederhanan merekalah yang menjadi salah satu satu ciri khas dalam gaya penulisan puisi anak. Puisi anak-anak yang bertopik keluarga diklasifikasikan lagi menjadi empat topik pembahasan yaitu (i) ibu, (ii) ayah, (iii) kakak, (iv) adik. 2.2.1 Ibu
Puisi yang bertopik ibu dalam majalah Bobo berjudul (7)” Harapan Mama,” (8) “Ibu”, (9) “Bundaku”, (10)”Ibuku”, (11)” Ibu”, (12)” Bunda”, berikut ini adalah puisi yang bertopik ibu :
(7) Harapan Mama a. Sejak aku kecil
b.mamalah yang merawatku c. disaat aku memulai berprestasi d.Mama juga yang paling bangga e. Ternyata inilah harapan Mama
f. Mama
g. aku tahu pasti mama ingin aku jadi anak baik h. ingin aku balas budi
i. dari kecil mamalah yang mengajari j. Terima kasih, Ma
k. karena Mama aku berhasil l. Terima kasih, Ma
m. Doamu selalu kutunggu
(Firda Amelia Safira, Harapan Mama, Bobo,28 Januari 2016 : 14) (8) Ibu
a. Ibu
b. terima kasih
c. Engkau telah melahirkan dan mendidik aku d. dan mengasuh aku dari kecil hingga besar
e. Aku takkan bisa membalas jasamu f. yang sangat besar
g. Engkau begitu mulia dan berarti di dunia ini h.Tanpamu ibu,
i. Aku takkan ada di dunia ini
j. Jasamu sungguh sangat berarti dan tak tergantikan k.Terima kasih ibu
(Ummu Salimah, Ibu , Bobo, 4 Februari 2016 : 25) (9) Bundaku
a. Kau adalah wanita mulia b. orang yang pantang menyerah c. Kau telah melahirkan kami d. bertaruh nyawa untuk kami
e. Kau selalu bercahaya di mata kami f. Seperti bintang di malam hari g. Seperti matahari di pagi hari h. Seperti pelangi warna-warni i. Kau begitu mulia
j. Surga pun di bawah kakimu k. terima kasih bunda
(10) Ibuku
a. Setiap hari kau memasak
b. Setiap hari kau mencuci pakaian c. Semua itu untuk kami anak-anakmu
d. Dengan kasih sayangmu e. Dengan kesabaranmu f. Kau mengasuh kami
g. Merawat dan mengajari kami h. Jika aku bersedih
i. Kau selalu menghiburku j. Jika aku tertawa
k. Kau ikut bahagia
l. Sekarang ibu terbaring di rumah sakit
m. Kanker yang dideritamu membuat kau di sana n. Aku berdoa semoga cepat sembuh, ibu
(Tasya Malwenda, Ibuku, Bobo, 10 Maret 2016 : 24) (11) Ibu
a. Ibu
b. Sembilan bulan
c. Engkau mengandungku d. dengan penuh perjuangan e. Engkau melahirkan aku
f. Membesarkanku
g. dengan rasa kasih sayangmu h. Walau aku nakal
i. kau selalu menyayangiku dan j. membimbingku ke jalan yang baik k. Kasih sayangmu melebihi apapun l. Terima kasih ibu
m. Aku sayang ibu melebihi apapun
( Nabila Niescahya, Ibu, Bobo, 11 Agustus 2016 : 23) (12) Ibu
a. Oh,ibuku
b. Engkau sangat baik
c. Setiap hari kau bangunkan aku d. Kau mengurusku tanpa lelah
e. Terima kasih ibu atas segalanya
f. Terima kasih atas kasih sayangmu padamu g. Kasihmu tak tergantikan
h. Aku kan selalu berdoa untukmu, Ibu
(Indri Nadine Rotu Ludji, Ibu, Bobo, 3 November 2016 : 17) Puisi anak identik dengan dunia anak-anak. Puisi anak yang terdapat pada majalah Bobo banyak sekali yang menuliskan tentang sosok seorang ibu. Ibu adalah sosok yang paling dekat dengan kita. Beliau adalah seseorang yang amat berarti bagi kita. Kita tidak bisa membayangkan rasanya jika harus berpisah dengan ibu. Ibu selama sembilan bulan mengandung kita dan merawat kita dengan penuh kasih sayang. Beberapa hal ini menunjukan betapa dekat dan berartinya sosok keluarga bagi anak-anak khususnya sosok seorang ibu.
Sosok seorang ibu adalah segalanya bagi anak-anak. Secara umum anak sangat dekat dengan orang tuanya terutama ibu. Anak-anak menjadi terobsesi dengan sosok seorang ibu hingga mereka mencurahkan isi hatinya untuk ibu melalui sebuah puisi. Puisi (7)–(12) diceritakan mengenai pengorbanan sosok seorang ibu yang amat berarti bagi mereka. Rasa terima kasih, curahan kasih sayang digambarkan jelas melalui pemilahan diksi yang menceritakan ungkapan rasa sayang, ungkapan terima kasih karena telah merawat dan membesarkan kita.
Ciri khas dari puisi anak yaitu puisi yang sangat sederhana di mana pemilihan seleksi kata tidak terlihat rumit seperti puisi yang dibuat oleh orang dewasa. Puisi anak mewakili sifat polos yang dimiliki oleh sosok anak-anak. Puisi anak yang dimuat di majalah Bobo ini dibuat oleh anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Dorongan untuk menulis biasanya juga karena penulis memiliki pengalaman emosional yang mendasarinya. Sosok ibu bagi anak adalah
segalanya, hubungan kedekatan seorang anak dengan ibunya mampu membangkitkan rasa emosional anak. Rasa emosional ini mampu menumbuhkan banyak ide-ide yang membuat imajinasi anak berkembang sehingga anak mampu mengekspresikan rasa emosionalnya melalui sebuah puisi.
Anak-anak mampu menuliskan puisi tentang sosok ibu karena sosok seorang ibu mampu membuat anak terobsesi dan terhipnotis sehingga banyak anak yang menuliskan sosok ibu untuk dijadikan topik pada sebuah puisi. Selain itu terjalinnya hubungan yang dekat antara sosok ibu dengan anak memiliki chemistry tersendiri. Hubungan yang tercipta secara alami antara seorang anak dengan ibunya memang sudah terjalin senjak anak berada di dalam kandungan ibu. Selama tahun-tahun prasekolah hubungan antara orang tua dan anak merupakan dasar bagi perkembangan sosial anak.
Sosok ibulah yang lebih berperan aktif dalam mendidik anaknya walaupun juga terdapat keikutsertaan sosok seorang ayah namun ibu lebih mendominasi dari pada ayah. Ibu memiliki kedekatan dengan anaknya di mana ibulah yang berperan mengajari dan memperkenalkan tentang banyak hal kepada anaknya. Anak-anak diajari mengenai sopan santun, disiplin , hingga rasa tanggung jawab dan kemandirian. Pada puisi bertopik ibu (7)-(12) yang dimuat pada majalah Bobo tahun 2016 menceritakan tentang ungkapan kasih sayang anak kepada ibunya , ucapan terima kasih anak kepada ibu yang telah merawat dan mendidiknya, hingga ungkapan kesedihan anak karena sang ibu yang sedang sakit terdapat pada puisi (10), dan doa untuk ibu, hingga pujian untuk sosok ibu.
Keluargalah yang paling penting dalam membentuk kepribadian anak pertama kali. Keluarga adalah kelompok sosial pertama dengan siapa anak menghabiskan waktunya yaitu dengan kelompok keluarga daripada bagian kelompok sosial lainnya. Tidak heran jika peran ibulah yang paling dekat dengan anaknya karena anak sering menghabiskan waktu lebih banyak dengan ibu dari pada anggota keluarga lainnya. Betapa besar pengaruh ibu dalam perkembangan kepribadian anak. Melalui proses kretivitas penulisan puisi dengan banyaknya sosok ibu yang dijadikan topik dalam puisi yang dimuat di majalah Bobo memberikan hasil bahwa sosok ibu sangat mampu mengobsesi anak-anak dan membangun daya kreativitas anak sehingga anak mampu mengekspresikannya melalui sebuah karya puisi yang sederhana namun penuh sarat makna dan arti. Menunjukan betapa lekatnya sosok orang tua terutama ibu bagi anak. Ibu adalah segalanya bagi mereka
2.2.2 Ayah
Puisi yang bertopik ayah dalam majalah bobo berjudul (13) “Ayah”, (14) “Ayah”, berikut ini adalah puisi yang bertopik ayah :
(13) Ayah
a. Engkaulah orangtuaku yang aku cintai b. Engkau yang mengajariku
c. hingga pandai seperti ini d. Kau yang kuat e. dan jadi panutanku
f. Bagaikan pahlawan penyelamat g. melindungiku selalu
h. Kini kau sudah tiada
i. Tapi kau selalu ada di dalam hatiku j. Menemani hari-hariku
(14) Ayah
a. Engkau kurindukan
b.meskipun tak sempat bersendau gurau c. namun kuyakin ikatan batin kita kuat
d. Aku bangga padamu e. Engkau ayah yang baik f. semua tentangmu ada dihati g. walau kita tidak bertemu h.Dunia kita berbeda
i. Engkau tenang di sisi-Nya
j. Aku berdoa untukmu ayahku tersayang k.Engkau pahlawanku
l. aku janji padamu m. jika kubesar nanti
n. aku akan jadi orang yang berguna
( M.Awfadya Khaffi, Ayah, Bobo, 23 Juni 2016 : 13)
Puisi (13) dan (14) bertopik tentang keluarga yang menceritakan sosok ayah. Pada umumnya tugas seorang ayah dalam keluarga yaitu mencari nafkah atau sering disebut sebagai kepala rumah tangga dan ibu bertugas untuk mengasuh anak-anaknya. Sekarang ini bukan hanya ibu namun ayah juga berperan untuk ikut mengasuh anaknya. Kedua puisi tersebut menceritakan tentang kerinduan anak kepada ayahnya karena ayahnya telah meninggal.
Sama seperti sosok ibu , ayah juga memiliki keterlibatan dalam mengasuh anaknya. Anak menganggap bahwa ayah adalah sosok yang dijadikan panutan mereka. Walaupun terkadang sosok ayah selalu menjadi nomor dua setelah sosok ibu namun peran ayah untuk ikut mengasuh anaknya sangat diperlukan untuk membetuk emosional maupun tingkah laku anak. Puisi (13) dan (14) selain bercerita mengenai kerinduan anak terhadap sosok seorang ayah juga menceritakan tentang kekaguman akan sosok ayah yang mereka rindukan puisi (13) terdapat pada bait keempat sampai ketujuh (13d),(13e),(13f), dan (13g). Pada puisi (14) juga
menceritakan tentang kekaguman akan sosok ayah terdapat pada bait keempat sampai keenam (14d), (14e), (14f) dan (14g). Melalui penggambaran diksi yang sederhana yang terdapat pada puisi (13) dan (14) sebenarnya sudah tergambar jelas apa maksud dari puisi tersebut kedua puisi yang bertopik mengenai ayah tidak mengisyaratkan makna yang tersirat kedua puisi tersebut mengandung makna yang tersurat dilihat dari diksi yang digunakan kedalam puisi tersebut.
Ayah juga memiliki hubungan yang dekat dengan anaknya sama halnya kedekatan anak dengan sosok ibu. Seperti sudah menjadi takdir ayah memiliki hubungan chemistry yang muncul sejak anak lahir Puisi bertopik ayah juga menceritakan tentang ungkapan kasih sayang seorang anak untuk ayahnya, ucapan terima kasih karena telah merawat mereka serta ungkapan doa untuk ayah. Ayah merupakan tulang punggung keluarga walaupun ayah sibuk bekerja namun ia pasti selalu meluangkan waktu bermain dengan anaknya. Ayah juga berperan menjadi sahabat bagi anaknya. Anak-anak terobsesi dengan sosok ayah sehingga anak-anak mampu menuliskan sosok ayah untuk dijadikan topik puisi. Anak-anak mampu mengekspresikan perasaannya melalui puisi yang mereka tulis
2.2.3 Kakak
Puisi yang bertopik kakak dalam majalah Bobo berjudul (15)”Kakak” (16)”Kakak” (17) “Kakakku” berikut ini adalah puisi yang bertopik kakak :
(15) Kakak
a. Kau telah menemaniku
b.Kaulah yang selalu menyayangi c. Kakak
d. kau selalu memaafkanku dalam hal apapun e. Kau membuatku senang
g.Kakak
h.Aku minta maaf i. Jika aku punya salah j. terima kasih kakak
k.aku kan selalu mengingatmu
(Virsya Syafa, Kakak, Bobo, 15 September 2016 : 10) (16) Kakak
a. Engkau kakakku yang baik
b.Kakak sering mengajakku bermain c. Aku sering menakalinya
d. Tetapi kakak tidak pernah marah e. Kakak aku sayang padamu
f. Aku ingin tidur bersamamu
(Birgita Sophie Indira,Kakak,Bobo, 13 Oktober 2016: 17 ) (17) Kakakku
a. Ia adalah saudaraku b. Ia sangat menyayangiku
c. Walaupun terkadang ia nakal dan usil d. Ia tetap sayang padaku
e. Terima kasih kakakku f. Atas rasa sayangmu padaku
(Azzahra Syifa Khairunissa,Kakakku,Bobo, 24 Maret 2016:24)
Puisi (15), (16), (17) yang bertopik keluarga menceritakan tentang kakak. Dalam sebuah keluarga pasti seorang adik memiliki kedekataan dengan kakaknya. Puisi (15), (16), dan (17) menceritakan hubungan kedekatan antara adik dan kakaknya. Sama halnya dengan puisi bertopik ibu dan ayah puisi mengenai kakak juga menceritakan ungkapan kasih sayang seorang adik kepada kakaknya, kakak berperan layaknya teman dan sahabat bagi adiknya. Puisi (15), (16) dan (17) juga menceritakan adanya pertengkaran antara kakak dan adik yang wajar terjadi dalam sebuah hubungan persaudaran. Walaupun sering terjadi pertengkaran antara kakak dan adik namun tidak ada rasa benci diantara keduanya. Meski begitu, seringkali pertengkaran-pertengkaran yang terjadi penyebabnya adalah suatu hal yang sepele
bahkan jika dipikir-pikir tidak perlu diributkan sama sekali. Perkelahian inilah yang membuat hubungan antara kakak dan adik malah menjadi semakin dekat dan akrab.
Puisi (15), (16), dan (17) menceritakan mengenai sosok adik dan kakak yang terlibat dalam pertengkaran sama sekali tidak memiliki rasa dendam. Dalam puisi (15),(16), dan (17) disampaikan langsung bagaimana ungkapan kasih sayang adik kepada kakaknya. Anak yang menuliskan puisi bertopik kakak mampu mencurahkan segala isi hatinya mengenai sosok kakak yang disayanginya. Dalam hubungan antar saudara kandung harus ditanamkan dalam diri adalah sikap yang mau memaafkan dan meminta maaf.
Peran kakak sebagai sahabat juga diceritakan pada puisi (15), (16), (17) kakak menjadi teman bermain adiknya , kakak juga menghibur adiknya ketika adiknya bersedih terdapat pada puisi (16). Dalam puisi (15), (16), (17) juga menceritakan ungkapan kekaguman adik akan sosok kakak yang disayanginya memberi pujian pada kakak yang disayanginya. Penulisan puisi bertopik keluarga yang menceritkan tentang kakak didasari karena adanya hubungan yang dekat antara adik dan kakak, anak-anak memiliki imajinasi dan ide untuk mencurahkan perasaanya dalam sebuah puisi. Sosok kakak sama berartinya dengan sosok ibu dan ayah , puisi bertopik keluarga dipilih anak-anak untuk ditulis mereka dalam sebuah puisi karena dunia anak-anak tidak jauh dari lingkungan keluarga. Kedekatan hubungan anatara adik dan kakak mampu membangkitkan emosi dan perasaan anak senhingga anak terobsesi dengan sosok kakak. Kakak mampu memikat hati anak untuk menuliskannya sebagai objek dalam penulisan puisi.
2.2.4 Adik
Puisi yang bertopik adik dalam majalah Bobo berjudul (18)”Adikku” (19)”Adik Baru” berikut ini adalah puisi yang bertopik adik :
(18) Adikku
a. Kau sungguh lucu b. Adikku satu-satunya c. Adikku yang kusayang d. Kau penghibur hatiku
e. Di saat kita main bersama f. Aku tertawa gembira g. Walau adikku nakal h. suka membuat kesal
i. Adikku tetap penghibur hatiku
(Leila Sakhi Santosa, Adikku, Bobo, 9 Juni 2016 :13) (19) Adik Baru
a. Pagi itu cuaca cerah
b. Membuat semangatku bertambah
c. Pagi itu terlihat banyak senyuman membuat hatiku gembira d. Ini karena kehadirannya
e. bayi mungil dan gagah f. lahir ke dnia
g. Adikku …
h. Semoga engkau jadi anak yang baik
( Nabila Abid, Adik Baru, Bobo, 4 Agustus 2016 : 10 )
Puisi (18) dan (19) bertopik keluarga menceritakan tentang adik. Kedua puisi tersebut menceritkan kasih sayang kakak terhadap adiknya. Puisi (18) dan (19) ditulis oleh anak yang berperan sebagai kakak. Ia menceritakan bagaimana ia sangat mencintai dan menyayangi adiknya. Tidak dapat dipungkiri dalam hubungan saudara kandung antara kakak dan adik atau adik dan kakak sering terjadi pertengkaran kecil. Puisi (18) dan (19) berisi ungkapan kasih sayang kakak terhadap adiknya , puisi (18) menceritakan betapa sosok adik pada puisi (18) sangat lucu dan sangat disayangi kakaknya waluapun terkadang adik nakal namun tokoh
kakak pada puisi tersebut tidak memarahinya. Menurut penulis puisi (18) dan (19) adik yang dijadikan topik pada kedua puisi tersebut sebagai obat penghibur hatinya.
Pada puisi (19) menceritakan tentang kehadiran adik baru dalam keluarganya. Terkadang dalam sebuah keluarga membangun sebuah rasa sayang dan penerimaan anak pertama yang akan menjadi seorang kakak dengan lahirnya seorang adik menimbulkan kecemburuan bagi kakak karena perhatian ayah dan ibu pasti akan terbagi dengan hadirnya adik dalam sebuah keluarga. Namun, puisi (19) menceritakan peran kakak yang mampu menerima hadirnya sosok baru dalam anggota keluarganya. Sang kakak merasa sangat senang dengan lahirnya adik yang ia sayangi. Adik juga menjadi teman bermain bagi kakaknya. Pada puisi (19) juga berisi ungkapan pengharapan sang kakak untuk adiknya. Sama halnya dengan topik puisi ibu, ayah, dan kakak pada puisi bertopik keluarga puisi yang menceritakan tentang adik juga berisi ungkapan kasih sayang. Hubungan kasih sayang yang mendasari terciptanya keharmonisan hubungan antara kakak dan adik dalam sebuah keluarga. Sosok adik yang sangat disayangi olah kakaknya mampu menggugah imajinasi yang membangun ide anak-anak untuk menjadikannya sebuah puisi. Puisi yang bertopik keluarga merupakan topik puisi yang banyak ditemui pada puisi yang diciptakan atau ditulis oleh anak karena lingkungan keluarga merupakan tempat pertama anak belajar dan mengenal banyak hal.