• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis-jenis kompetensi guru

BAB II LANDASAN TEORI

3. Jenis-jenis kompetensi guru

“dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan[828] jika kamu tidak mengetahui”,

Ayat tersebut menunjukan pula pentingnya seorang guru menguasai pengetahuan yang mendalam terkait bidang studinya tersebut, agar mereka bisa menjawab pertanyaan dan memberikan pengetahuan yang luas bagi siswanya.

Motivasi belajar diisyaratkan dengan tugas melalui ayat berikut ini:



“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Jika kompetensi guru rendah, maka para siswanya kelak menjadi generasi bermutu rendah. Jangankan mampu bersaing, mencari kerjapun sulit, sehingga bukan tidak mungkin kelak mereka menjadi beban sosial bagi masyarakat dan negri ini.

3. Jenis-Jenis Kompetensi Guru

Kompetensi guru dalam pendidikan islam sebagaimana yang diuraikan hamruni sebagai berikut:

1. Kompetensi personal-religius

Komampuan dasar (kompetensi) yang pertama bagi guru adalah menyangkut kepribadian religius, artinya pada dirinya melekat nilai-nilai utama yang akan ditransfer kepada siswanya. Misalnya nilai kejujuran, keadilan, musyawarah, kebersihan, keindahan, kedisiplinan, ketertiban, dan sebagaiannya.13

Untuk mewujudkan pendidik yang profesional, kita dapat mengacu pada tuntunan nabi SAW, karena beliau satu-satunya guru yang paling berhasil dalam rentan waktu yang singkat. Keberhasilan rasulullah SAW sebagai seorang guru didahului oleh bekal kepribadian yang berkualitas unggul.

Kemampuan dasar yang pertama bagi guru adalah menyangkut kepribadian agamais, artinya pada dirinya melekat nilai-nilai yang lebihyang hendak ditransinternalisasikan kepada siswanya. Misalnya nilai kejujuran, amanah, keindahan, kedisiplinan. Sehingga terjadi ditransinternalisasikan antara guru dan siswa secara lansung atau tidak lansung.14

Dalam alqur’an Allah SWT berfirman dalam surat an-nahl:125



13BSNP, Peraturan Menteri Nasional Republik Indonesia... hal. 6

14Abdul Mujib. Ilmu Pendidikan Islam. (Jakarta:Kencana, 2006). Hal. 96

“serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.

Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Maksud dari ayat di atas adalah agar mengajak umat dengan ibarat atau nasehat yang baik. Dan hadapilah mereka dengan cara yang lebih baik.15

2. Kompetensi sosial religius

Kemampuan dasar kedua bagi guru adalah menyangkut kepeduliannya terhadap masalah-masalah sosial selaras dengan ajaran Islam. Sikap gotong royong, tolong menolong, persamaan derajat antar sesama manusia, sikap toleransi, dan sebagainya perlu dimiliki oleh guru untuk diciptakan dalam suasana pendidikan Islam dalam rangka transisternalisasi sosial.16

Dalam bidang sosial dan kemasyarakatan rasulullah SAW menyeru agar semua manusia beribadah kepada Allah SWT. Rasulllah memiliki akhlak terpuji dalam segala aktifitasnya tutur katanya lemah lembut kepada sesama, beliau tawadhu’ baik denga kerabat dan tetangga, senantiasa mengunjungi orang sakit menyayangi anak-anak dan menghormati yang lebih tua. Allah SWT telah mengakui ke indahan dari akhlak rasulullah saw dalam al-Qur’an surat al-Qalam ayat 417











15Abuddin Nata. Tafsir Ayat-Ayat... Hal. 172

16Muhammad Fathurrohman, Sulistyorini. Meretas Pendidikan Berkualitas Dalam Pendidikan Islam...123

17Muhammad abdurrahman. Akhlak:menjadi seorang mukmin... hal. 116

“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

3. Kompetensi profesional relegius

Kemampuan untuk menjalankan tugas secara profesional, dalam arti membuat keputusan berdasarkan keahlian atas berbagai kasus serta mampu mempertanggung jawabkan berdasarkan teori dan wawasan keahliannya dalam perspektif pendidikan Islam.18

4. Kompetensi pedagogik religius

Kemampuan dalam memahami siswa, merancang pelaksanaan dan mengevaluasi pembelajaran, serta menguasai strategi dan teknik-teknik pembelajaran. Semua dilakukan berdasarkan suatu komitmen terhadap prinsip-prinsip keadilan, kejujuran, amanah sesuai dengan ajaran Islam.19

Dalam Peraturan Pemerintah No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 14 menyatakan bahwa pendidik wajib memiliki empat kompetensi, yaitu: 1) kompetensi pedagogik, 2) kompetensi profesional, 3) kompetensi kepribadian, 4) dan kompetensi sosial.20

a. Kompetensi pedagogik

18Muhammad Fathurrohman, Sulistyorini. Meretas Pendidikan Berkualitas Dalam Pendidikan Islam... Hal 123

19Muhammad Fathurrohman, Sulistyorini. Meretas Pendidikan Berkualitas Dalam Pendidikan Islam...123

20Darmansyah.StrategiPembelajaranMenyenangkanDenganHumor. (Jakarta: PT BumiAksara, 2012) h. 10

Secara umum istilah pedagogik dapat diberikan makna sebagai ilmu dan seni mengajar anak-anak. Pendekatan pedagogik muaranya adalah membantu siswa melakukan kegiatan belajar.

Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan pasal 28 ayat (3) butir a dikemukakan bahwa kompetensi pedagogik adalah kemampuan pengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap pesertadidik, perancangan, dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Kompetensi pedagogik juga berarti kemampuan intelektual, seperti penguasaan mata pelajaran, pengetahuan mengenai cara mengajar, pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku individu, pengetahuan tentang bimbingan penyuluhan, pengetahuan tentang administrasi kelas, pengetahuan tentang cara menilai hasil belajar siswa. Pengetahuan masyarakat, serta pengetahuan lainnya.21

Ruang lingkup kompetensi pedagogik antara lain sebagai berikut;

1. Pemahaman wawasan atau landasan pendidikan 2. Pemahaman terhadap peserta didik

3. Perancangan pembelajaran.

4. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis.

5. Pemanfaatan tekhnologi pembelajaran.

21Hamzah B Uno. Profesi Kependidikan... Hal. 67

6. Menguasai ilmu mengajar

7. Menguasai penyusunan kurikulum

8. Menguasai pengetahuan evaluasi pembelajaran

9. Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya

10. Menyalenggarakan pembelajaran yang mendidik22 b. Kompetensi profesional

Pendidik professional adalah pendidik yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran.

Kompetensi disini meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan professional, baik yang bersifat pribadi, sosial, maupun akademis, kompetensi professional merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang pendidik.

Dalam Standar Nasional Pendidikan, yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah no 19 tahun 2005, penjelasan pasal 28 ayat (3) butir c dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi professional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secaraluas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.

c. Kompetensi sosial

22Muhiddinur Kamal.Mewujudkan Guru Profesional. ..H. 33

Kompetensi social adalah kemampuan untuk berinteraksi dan berkomonikasi dengan peserta didik, masyarakat disekitar sekolah ataupun di sekitar tempat tinggal. Kompetensi sosial, merupakan kemampuan pendidik untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.23

Guru juga harus menunjukan atau mampu berinteraksi sosial, baik dengan murid-muridnya maupun dengan sesama guru dan kepala sekolah, bahkan dengan masyarakat luas.24

Kompetensi sosial ini berkaitan dengan kemampuan guru sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk sosial, meliputi:

1) Kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk menigkatkan professional

2) Kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarkatan

3) Kemampuan untuk menjalin kerjasama baik secara individual maupun secara kelompok25

Ruang lingkup kompetensi sosial pendidikan adalah sebagai berikut:

a) Keterampilan komunikasi secaralisan dan tulisan b) Memiliki sikap empati dan simpatik kepada orang lain

23Muhiddiur Kamal. Mewujudkan Guru Profesional... Hal 36

24Hamzah B Uno. Profesi Kependidikan... Hal. 69

25Wina Sanjaya. Kurikulum Dan Pembelajaran: Teori Dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). (Jakarta: Kencana, 2008). Hal 279

c) Dapat bergaul dan bekerja sama dengan peserta didik, tenaga kependidikan, dan orang tua atau wali murid

d) Dapat bergaul dan memahami ligkungan sekitar26 d. Kompetensi kepribadian

Kompetensi kepribadian yaitu kemampuan kepribadian yang , mantap, berakhlak mulia, arif, berwawasan luas, disiplin dan berwibawa, serta menjadi teladan bagi anak didik.27 Kompetensi ini dikembangkan dan diperoleh melalui proses sosialisasi. Kompetensi kepribadian ini merupakan kompetensi yang menunjukan bahwa peran guru tidak hanya sekedar menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi sebagai pemberi teladan bagi siswa.28

Selain itu kompetensi kepribadian berarti sikap kepribadian yang mantap sehingga mampu menadi sumber intensifikasi bagi subjek. Dalam hal ini berarti memiliki kepribadian yang pantas di teladani, mampu melaksanakan kepemimpinan seperti yang dikemukakan ki hajar dewantara, yaitu ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.29

Kompetensi guru di Indonesia telah dikembangkan pula oleh Proyek Pengembangan Pembinaan Pendidikan Guru (P3G) depertemen pendidikan dan kebudayaan. Pada dasarnya kompetensi guru menurut P3G bertolak dari analisis tugas-tugas seorang guru, baik dengan

26Muhiddinur Kamal. Mewujudkan Guru Profesional. Hal. 38

27Muhiddinur Kamal. Mewujudkan Guru Profesional. Hal. 33

28Popi Sopiatin. Menagemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa... Hal. 69

29Hamzah B Uno. Profesi Kependidikan... Hal. 69

pengajar, pembimbing maupun sebagai administrator kelas. Ada 10 kompetensi guru menurut P3G, yakni:

a. Mengusai bahan;

b. Mengelola program belajar-mengajar;

c. Mengelola kelas;

d. Menggunakan media/sumber belajar;

e. Menguasai landasan kependidikan;

f. Mengelola interaksi belajar-mengajar;

g. Menilai prestasi belajar-mengajar;

h. Mengenal fungsi dan layanan bimbingan penyuluhan;

i. Mengenal dan menyelenggarakn administrasi sekolah; dan

j. Memahami dan menafsirkan hasil penelitian guna keperluan belajar.30 B. Kompetensi Kepribadian Guru

Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan pasal 28 ayat (3) butir b ditemukan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.

Kepribadian yang sesungguhnya adalah abstrak (ma’nawi), sukar

dilihat atau diketahui secara nyata, yang dapat diketahui adalah penampilan, tindakannya, ucapannya, cara bergaul, cara berpakaian dan dalam menghadapi setiap persoalan dan masalah baik yang ringan atau

30Ali Mudlofir. Pendidik Profesional... Hal. 76

yang berat.31Kepribadian adalah seluruh dari individu yang terdiri dari unsur psikis dan pisik. Artinya seluruh perbuatan dan sikap seseorang akan menggambarkan sesuatu kepribadian apabila dilakukan secara sadar.32

Kepribadian adalah suatu keseluruhan individu yang terdiri dari unsur psikis dan fisik. Dalam makna demikian seluruh sikap dan dan perbuatan yang merupakan suatu gambaran dari kepribadian orang itu, asal dilakukan secara sadar. Dan perbuatan yang baik sering dikatakan bahwa seseorang itu mempunyai kepribadian baik atau berakhlak mulia.

Sebaliknya bila seseorang melakukan suatu sikap dan perbuatan yang tidak baik menurut pandangan masyarakat, maka dikatakan bahwa orang itu tidak mempunyai kepribadian yang baik atau akhlak yang tidak mulia.33

Setiap guru mempunyai kepribadian masing-masing sesuai ciri-ciri pribadi yang mereka miliki. Ciri-ciri inilah yang membedakan seorang guru dengan guru lainnya

Guru yang ideal adalah sosok yang mengabdikan diri berdasrkan panggilan jiwa, panggilan hati nurani, bukan karena tuntutan belaka, yang membatasi tugas dan tanggung jawabnya sebatas dinding sekolah.

31Dzakiah Darajat. Kepribadian Guru. (Jakarta:Bulan Bintang,1978). Hal. 13

32Akmal Hawi. Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam. (Jakarta: Rajawali Pers, 2013). Hal. 55

33Syaiful Bahri Djamarah. Guru Dan Anak Didik... Hal. 40

Tapi jangan hanya menuntut pengabdian guru, kesejahteraan juga patut ditingkatkan.34

Kepribadian guru merupakan faktor yang menentukan terhadap keberhasilan dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, menurut Meikel Jhon, tidak seorangpun yang dapat menjadi seorang guru yang sejati kecuali bila ia menjadikan dirinya sebagai bagian dari anak didik yang berusaha untuk memahami seluruh anak didik dan kata-katanya.35

Menurut Ludwig Klages mengemukakan bahwa ada tiga aspek kepribadian yaitu:

a. Materi atau bahan, yaitu semua kemampuan (daya) pembawaan beserta keistimewaan-keistimewaannya.

b. Struktur, yaitu sifat sifat bentuknya atau sifat-sifat normanya.

c. Kualitas atau sifatnya yaitu sistem dorongan-dorongan36

Seorang guru yang menjadi teladan bagi siswanya tentu harus menunjukan sifat yang baik dalam sehari-harinya, sehingga demikian guru tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Untuk mecapai keberhasilan dalam menjalankan tugas tentu saja guru harus mempunyai beberapa sifat yang dapat mendorongnya agar tujuan dari pendidikan dapat tercapai yaitu seperti:

34Syaiful Bahri Djamarah. Guru Dan Anak Didik... Hal. 43

35Akmal Hawi. Kompetensi Guru... hal. 14

36Abd Wahab, Umiarso. Kepemimpinan Pendidikan Dan Kecerdasan Spiritual.

(Jogjakarta: Ar Ruzz Media, 2011). Hal. 124

1. Adil

Guru adalah pemimpin di sekolah, yang harus mempertanggung jawabkan semua yang berkaitan dengan kegiatannya di sekolah. Salah satu kunci sukses dalam kepemimpinan yang dapat dipertanggung jawabkan ialah bersikap adil. Guru yang bersikap adil dalam kelas adalah guru yang dapat mempertanggung jawabkan profesinya di hadapan Allah SWT.37

Guru yang tidak adil, biasanya tidak dapat melaksanakan tugasnya secara baik. Oleh karena itu rasulullah SAW memerintahkan agar guru bersikap adil terhadap siswanya sebagaimana hadits rasulullah saw:38

ﻢﻠﺴﻣو ىرﺎﺨﺒﻟا هاور.ﻢُﻛِدَﻻوَا ﻰِﻓ اﻮُﻟِﺪْﻋا َو َﷲﻮُﻘﱠﺗِا

“bertaqwalah kepada Allah dan berlaku adilah kepada anak-anakmu”(riwayat bukhari dan muslim)

Dalam alqur’an Allah juga memerintahkan untuk bersifat adil

seperti yang terdapat dalam surat an nahl: 90

...

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan....”

Dalam kontek ini, alqur’an dan hadits tersebut mengajarkan kepada setiap guru agar bersikap adil dalam pendidikan, bersikap adil dalam bicara, bertindak dan bersikap, sehingga semua anak didik merasa diperlakukan dengan sama. Guru yang adil adalah guru yang menghargai

37Rahman Ritonga. Akhlak: Merakit Hubungan Dengan Sesama Manusia.(Surabaya:

Amelia, 2005). Hal. 192

38Rahman Ritonga. Akhlak: Merakit Hubungan Dengan Sesama Manusia... Hal. 192

dan memperlakukan siswa dengan baik, yang tidak membeda-bedakan antara yang kaya dan miskin, pejabat atau rakyat biasa.39

2. Ikhlas

Ikhlas artinya suci, bersih, sesuatu yang tidak ternoda. Amal yang ikhlas adalah amal yang tertuju kepada Allah SWT semata, tidak ada pamrih selain kepada Allah semata. Gambaran inilah yang terdapat dalam surat albayyinah:540

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.”

Bagi seorang guru iklas ini hendaknya menjadi motivasi dan dorongan dalam bekerja. Guru yang memulai niatnya dengan ikhlas, agar semua menjadi tampak lebih menarik dan indah. Guru yang ikhlas akan mengutamakan kerjanya, daripada imbalan yang ia dapatkan. Sehingga yang menjadi semangatnya adalah tercapainya tujuan dari yang dilaksanakannya.41

Guru dengan kemuliaannya, dalam menjalankan tugas tidak mengenal lelah. Hujan dan panas bukan rintangan baginya yang penuh dedikasi dan loyalitas untuk turun ke sekolah agar dapat bersatu jiwa

39Rahman Ritonga. Akhlak: Merakit Hubungan Dengan Sesama Manusia... Hal. 192

40Haidar Putra Daulay. Pendidikan Islam Dalam Perspektif Filsafat. (Jakarta:Kencana, 2014). Hal. 108

41H Haidar Putra Daulay. Pendidikan Islam Dalam Perspektif Filsafat... Hal 108

dalam perpisahan raga dengan anak didiknya. Oleh karena itu dalam hati guru hanya ada satu kiat bagaimana mendidik siswa agar menadi manusia dewasa susila yang cakap dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa di masa yang akan datang.42

3. Menghargai siswa

Seorang guru hendaklah mempunyai kewibawaan, maksudnya adalah apa yang dikatakan oleh guru baik itu perintah, larangan ataupun nasehat yang diberikan kepada murid diikuti dan dipatuhi, sehingga semua murid hormat dan segan kepada guru.patuhnya seorang murid bukan karena takut, akan tetapi karena segan.43

Siswa adalah manusia yang masih dalam taraf belajar yang usianya jauh lebih muda dari pada guru. Karena usia yang masih terlalu muda dan masih dalam taraf belajar, banyak tingkah laku siswa yang mungkin akan terlihat menyimpang di mata guru. Setiap siswa mempunyai latar belakang keluarga dengan tingkat ekonomi yang bervariasi dan berbeda-beda. Hal ini mengakibatkan keanekaragaman tingkah laku siswa di sekolah. Guru harus cerdas dalam menghadapi itu, sikap menghargai dan menghormati akan selalu tertanam dalam diri guru disetiap menjalankan tugasnya.44

42Syaiful Bahri Djamarah. Guru Dan Anak Didik... Hal. 43

43Akmal Hawi. Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam... Hal. 96

44Erwin Widiasworo. Rahasia Menjadi Guru Idola: Panduan Memaksimalkan Proses Belajar Mengajar Secara Kreatif Dan Interaktif (Yogyakarta:Ar-Ruzz Media,2014). Hal. 100

Menganggap semua siswa dimata guru adalah hal yang mungkin bagi sebagian besar guru sangatlah sulit kebanyakan guru akan memandang sebelah mata kepada siswayang nakal, selalu membuat onar, sering bolos, dan lambat dalam belajar. Namun bila menemui siswa yang pandai, santun, dan patuh terhadap guru akan lebih diperhatikan, disanjung, dan lebih disukai. Jika perlakuan guru seperti ini akan membuat siswa jauh dari guru, akibatnya siswa tidak tertarik lagi untuk belajar.45

4. Berakhlak mulia

Hakikat dari pendidikan adalah memanusiakan manusia, maka tentu dimulai dari pendidikan akhlak. Siswa akan mempunyai akhlak yang baik jika gurunya juga berakhlak baik. 46Akhlak mulia perlu dimiliki oleh guru karena guru akan menjadi teladan didepan anak didiknya dan masyarakat. Keharusan seorang guru harus memiliki akhlak mulia ini tercermin dari diri rasulullah SAW sebagai seorang pendidik yang utama dan pertama dalam pendidikan Islam, sebagaimana firman Allah SWT Q.s 68:447



dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”.

Rasulullah adalah teladan paling baik yang harus diikuti agar memperoleh ridha Allah dan keselamatan di dunia dan akhirat.

45Erwin Widiasworo. Rahasia Menjadi Guru Idola... hal. 100

46H Haidar Putra Daulay. Pendidikan Islam... Hal. 105

47Muhammad Fathurrohman, Sulistyorini. Meretas Pendidikan Berkualitas Dalam Pendidikan Islam...Hal. 140.

Keteladanan dan akhlak yang ditunjukan oleh rasulullah menyebabkan semua manusia baik yang beriman maupun yang tidak beriman epada Allah mengagumi Akhlak beliau.48

5. Menjadi teladan bagi siswa

Guru adalah spiritual father atau bapak rohani bagi seorang anak didik. Gurulah yang memberikan santapan jiwa dengan ilmu, pendidikan akhlak, dan membenarkannya. 49mitra anak didik dalam kebaikan. Guru yang baik, maka anak didikpun menjadi baik.

Sebagai teladan, guru harus memiliki kepribadian yang dapat dijadikan profil dan idola, seluruh kehidupannya adalah figur yang paripurna, Itulah kesan guru sebagai sosok yang ideal. Sedikit saja guru berbuat yang tidak baik maka akan mengurangi kewibawaan dan kharismanya. Rasulullah SAW menunjukan keteladan dalam melaksanakan ajaran islam yang terdapat dalam al-Qur’an. Hal tersebut dinyatakan oleh aisyah ketika ditanya tentang akhlak rasulullah SAW dalam hadits sebagai berikut:

ْﯿِﻋﺎَﻤْﺳِإﺎَﻨَﺛﱠﺪَﺣ ِﻦَﺴَﺤﻟا ِﻦَﻋ َﺲُﻧﻮُﯾ ْﻦَﻋ ُﻞ

ﻰَﻠ َﺻ ِﷲ ِلﻮُﺳ َر ِﻖُﻠ ُﺧ ْﻦَﻋ ُﺔَﺸِﺋﺎَﻋ ْﺖَﻠِﺌُﺳ َلﺎَﻗ

اْﺮُﻘْﻟا ُﮫُﻘُﻠُﺧ َنﺎَﻛ ْﺖَﻟﺎَﻘَﻓ َﻢﱠﻠَﺳَو ِﮫْﯿَﻠَﻋ ُﷲ (ﺪﻤﺣا هاور) َن

“Telah menceritakan kepada kami ismail dari yunus dari Al hasan berkata,

“Aisyah pernah ditanya mengenai akhlaknya Rasulullah SAW, ia menjawab:

Akhlaknya adalah Alqur’an50

48Ridwan Abdullah Sani. Pendidikan Karakter: Mengembangkan Karakter Yang Islami.(Jakarta: PT Bumi Aksara, 2016). Hal. 149

49Syaiful Bahri Djamarah. Guru Dan Anak Didik... Hal 42

50Ridwan Abdullah Sani. Pendidikan Karakter... Hal. 139

Keteladanan dalam pendidikan merupakan cara yang paling efektif dan paling baik dalam mempersiapkan siswa agar menjadi siswa yang berhasil dalam pendidikannya dari segi akhlak, mental, maupun dalam kehidupan sosialnya. Keteladanan dalam pendidikan dimulai dari diri guru itu sendiri karena guru adalah panutan dan idola siswa dalam segala hal.51

Allah SWT mengutus rasulullah SAW sebaagi teladan yang baik sepanjang zaman bagi semua manusia dimana saja dan kapan saja. Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an surat alahzab:21



(kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”

Rasulullah menjadi pendidik yang baik kerana beliau selalu memberikan contoh terlebih dahulu kepada para sahabat dan keluarganya sehingga apapun yang diajarkannya dapat dilaksanakan sepenuh hati oleh sahabat dan keluarganya.52

Pribadi guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pendidikan, khususnya dalam kegiatan pembelajaran.

Pribadi guru juga sangat berperan dalam makhluk yang suka mencontoh,

51Ridwan Abdullah Sani. Pendidikan Karakter... hal. 141

52Ridwan Abdullah Sani. Pendidikan Karakter... hal. 142

termasuk mencontoh pribadi pendidiknya dalam membentuk pribadinya.

Kepribadian sebenarnya adalah suatu masalah yang abstrak, hanya dapat dilihat lewat penampilan, tindakan, ucapan, cara berpakaian, dan dalam menghadapi setiap persoalan.53

Semua itu menunjukan bahwa kompetensi personal atau kepribadian guru sangat dibutuhkan oleh peserta didik dalam proses pembentukan pribadinya.

Guru sering dianggap sebagai sosok yang memiliki kepribadian ideal. Oleh karena itu guru sering dianggap sebagai model atau panutan.54Sebagai model atau panutan, guru harus memiliki kompetensi yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian, diantaranya:

1) Kemampuan yang berhubungan dengan pengalaman ajaran agama sesuai dengan keyakinan agama yang dianutnya

2) Kemampuan untuk menghormati dan menghargai antar umat beragama.

3) Kemampuan untuk berperilaku sesuai dengan norma, aturan dan system nilai yang berlaku di masyarakat.

4) Mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru misalnya sopan santun, tata krama dan bermanis muka.

5) Bersifat demokratis dan terbuka terhadap pembaharuan dan kritik55

53Syaiful Bahri Djamarah. Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif...Hal 39-40

54WinaSanjaya. Kurikulumdan Pembelajaran... Hal.277

55WinaSanjaya. . Kurikulumdan Pembelajaran... Hal.277

Kompetensi kepribadian berperan menjadi guru sebagai pembimbing, panutan, contoh, teladan bagi siswa, dengan kompetensi kepribadian yang dimilikinya maka guru bukan saja sebagai pendidik dan pengajar tapi juga sebagai tempat siswa dan masyarakat bercermin.

Dengan kompetensi kepribadian maka guru akan menjadi contoh dan teladan membangkitkan motivasi belajar siswa serta mendorong/

memberikan motivasi dari belakang, oleh karena itu seorang guru dituntut melalui sikap dan perbuatan menjadikan dirinya sebagai panutan dan ikutan orang-orang yang dipimpinnya, guru bukan hanya pengajar, pelatih, dan pembimbing tetapi juga sebagai cermin tempat peserta didik dapat berkaca.

Guru yang profesional adalah guru yang memiliki seperangkat kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh gurudalam melaksanakan tugas keprofesionalannya. Kompetensi yang harus dimiliki oleh guru dalam

Guru yang profesional adalah guru yang memiliki seperangkat kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh gurudalam melaksanakan tugas keprofesionalannya. Kompetensi yang harus dimiliki oleh guru dalam

Dokumen terkait