BAB II TINJAUAN LITERATUR
C. Sarana Perpustakaan Perguruan Tinggi
2. Jenis-jenis perabot, peralatan, dan perlengkapan
Menurut Abdul Rahman Saleh dan Rita Komalasari, jenis-jenis perabot perpustakaan, antara lain:
34Vika Riesmaya,“Dimensi Kualitas Ruang Perpustakaan”, artikel diakses pada 1 Juni
2015 dari http://journal.unair.ac.id/filerPDF/jurnal%20vika%20Rismaya.pdf 35
Kosam Rimbarawa, Gedung, tata ruang, perabot & peralatan perpustakaan (Jakarta: Hakeser, 2013), h.
a. Almari penitipan tas dan rak pameran
Ruang depan (lobby) diperlukan tempat penitipan tas, papan pengumuman. Apabila ada petugas penjaga ruang, perlu ditambah dengan meja dan kursi untuk petugas tersebut. Dapat juga disediakan lemari kaca untuk pameran dan kursi tamu. Ruang depan yang cukup besar, dapat difungsikan sebagai tempat pameran.
b. Pintu kontrol
Apabila penjaga ruang depan merangkap sebagai pengawas pintu kontrol maka tidak diperlukan perlengkapan khusus. Penempatan pintu putar akan membantu pengaturan lalu lintas pemustaka dan memudahkan pengawasan dari ruang depan atau dari tempat peminjaman.
c. Tempat peminjaman/ meja sirkulasi
Tempat peminjaman memerlukan meja (counter) yang dirancang secara khusus. Selain itu, dilengkapi dengan meja kerja dan kursi pustakawan (sesuai dengan jumlah petugas), rak buku, mesin ketik, kereta buku, alat intercom atau telepon.
d. Almari katalog
Jumlah untuk almari katalog harus disesuaikan dengan jumlah koleksi. Perlu dibedakan antara katalog pengarang dan judul serta katalog subjek atau menurut sistem lain yang dipakai.
e. Meja layanan rujukan
Layanan rujukan memerlukan meja kerja dan kursi untuk pustakawan, kursi untuk pemustaka, filing cabinet, rak khusus untuk koleksi
rujukan. Jika perpustakaan tersebut sudah memberikan layanan dengan alat audiovisual maka diperlukan alat perlengkapannya, yaitu proyektor film dan slide, tape dan cassette player, kaset video, video player, micro reader.
f. Rak koleksi majalah dan surat kabar
Koleksi majalah dan surat kabar memerlukan tempat sendiri (untuk majalah yang sudah dijilid memerlukan rak khusus), rak khusus untuk majalah baru dan majalah lama yang belum dijilid, dan katalog majalah atau kardeks, rak untuk surat kabar. Rancangan untuk rak majalah baru dan surat kabar ada beberapa macam sehingga dapat dipilih mana yang dikehendaki sesuai dengan kebutuhan.
g. Rak koleksi buku
Untuk koleksi buku diperlukan rak buku, rak khusus untuk pameran buku. Hendaknya tiap rak diberi petunjuk tertentu mengenai buku yang ditempatkan pada rak tersebut, misalnya menurut nomor kelas atau secara verbal, seperti pendidikan, ekonomi.
h. Meja komputer
Komputer sebenarnya dapat ditempatkan di meja kerja biasa. Namun, ukuran, terutama tinggi, biasanya tidak membuat nyaman petugas maupun pemustaka yang menggunakan komputer. Oleh karena itu, untuk sebaiknya menempatkan komputer ini digunakan meja yang dirancang khusus untuk komputer.
i. Meja dan kursi baca
Ruang baca dapat disediakan dalam beberapa variasi, misalnya untuk seorang, empat orang dan carrel. Di tempat tertentu perlu disediakan kursi pemustaka untuk kegiatan browsing.
j. Meja/ kursi untuk kerja petugas atau pustakawan
Jumlah ruangan untuk pustakawan tergantung pada jumlah tenaga keragaman kegiatan layanan dan luas ruangan perpustakaan secara keseluruhan.36
Sedangkan dalam Pedoman Umum Perpustakaan Perguruan Tinggi, perabotan perpustakaan terdiri dari ruang depan: tempat penitipan tas, papan pengumuman, almari kaca untuk pameran dan kursi tamu. Jika ada petugas penjaga ruang ditambahkan meja dan kursi. Pintu kontrol/pintu putar: membantu pengaturan lalu lintas pengunjung dan memudahkan pegawasan. Tempat peminjaman: meja khusus peminjaman, meja dan kursi petugas, rak buku, mesin tik, kereta dorong, alat telepon, katalog: almari katalog Referens: meja dan kursi petugas, kursi penanya, filing cabinet, rak koleksi referens. Layanan yang merujuk ke alat audiovisual, yaitu proyektor film dan slide, tape dan cassette recorder, microreader. Koleksi majalah dan surat kabar: rak majalah, kardeks, rak surat kabar, koleksi buku: rak buku, rak khusus untuk pameran buku baru. Ruang baca: dapat disediakan beberapa variasi jenis meja dan disediakan kursi untuk browsing. Ruang kerja petugas, terdiri dari ruang administrasi, pelayanan teknis, gudang, dan ruang penjilidan/penggandaan. Ruang administrasi dan pelayanan teknis:
36
Abdul Rahman Saleh dan Rita Komalasari, Manajemen Perpustakaan (Jakarta: Universitas Terbuka, 2009), h. 2.42-2.43.
meja dan kursi kerja, meja dan kursi khusus pengetik, mesin tik, kalkulator, almari, meja kerja panjang, dan sebagainya. Gudang: rak buku, perbekalan keperluan kantor, seperti potlot. Ruang penjilidan/penggandaan: alat penjahit, alat press, alat penjilid, gunting, dan lainnya.37
Perlengkapan umumnya, terdiri dari alat pemadam kebakaran, perlengkapan untuk membersihkan gedung dan pemeliharaan halaman.38
Peralatan perpustakaan yang perlu disediakan untuk menunjang kegiatan perpustakaan, antara lain: Peralatan yang terdapat di perpustakaan digolongkan dalam dua jenis yaitu yang bersifat habis pakai dan yang bersifat tahan lama.
Peralatan yang habis pakai maksudnya adalah peralatan yang relatif cepat habis seperti pensil, kertas tik, formulir pendaftaran, kertas untuk membuat kantong buku, dan lain sebagainya. Jenis peralatan ini biasanya diadakan setahun sekali. Sedangkan peralatan yang bersifat tahan lama maksudnya adalah peralatan yang dapat digunakan terus menerus dalam jangka waktu yang relatif lama, misalnya mesin ketik, pelubang kertas, gunting, penggaris, dan lain sebagainya.39
Kesimpulan penulis mengenai jenis-jenis perabot, peralatan, dan perlengkapan perpustakaan ITI adalah bahwa perpustakaan wajib memiliki sarana tersebut, yaitu guna melancarkan kegiatan perpustakaan, baik dari
37
Sub. Proyek Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi Dirjen Dikti, Pedoman Umum Perpustakaan Perguruan Tinggi (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan & Kebudayaan, 1979), h. 52-55.
38Ibid, h. 55. 39
Fitri Mutia, “Sarana dan Prasarana Ruang Perpustakaan sebagai Aspek Kekuatan dalam Mengembangkan Perpustakaan” artikel ini diakses pada tanggal 1 Juni 2015 dari http://fitri-m-a-fisip.web.unair.ac.id/artikel_detail-70031-Artikel Sarana%20dan%20Prasarana %20Ruang%20Perpustakaan%20sebagai%20Aspek%20Kekuatan%20dalam%20
sisi pustakawan dalam melayani pemustaka agar kebutuhan informasi mereka terpenuhi dengan baik. Dan pula dari sisi pemustaka agar dapat melancarkan pemenuhan kebutuhan informasinya.