DIGITAL MARKETING Oleh Dr. M.Thoha Sampurna Jaya
E. Jenis-jenis Sosial Media yang dapat digunakan 1. Facebook
Pengguna aktif bulanan : 2,38 miliar (per 31 Maret 2019) Kelompok Umur: 18-45+ tahun
Kelompok pengguna : Industri (B2B dan B2C): E-commerce, retail, Perbankan, layanan keuangan dan asuransi (BFSI), Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), hiburan, fashion, real estate, berita, kesehatan, olahraga
Terlepas dari apakah industri B2B atau merek B2C, Anda harus hadir di platform Facebook. Facebook menggabungkan fitur-fitur terbaik dari hampir setiap platform media sosial. Bisnis dapat menggunakan Facebook untuk berbagi konten, terlibat dengan pelanggan, menjalankan iklan, atau bahkan menggunakannya sebagai platform untuk memberikan dukungan pelanggan.
47 2. Twitter
Pengguna aktif bulanan : 321 juta (per Februari 2019) Kelompok Umur: 18-45+
Kelompok Pengguna : Industri (B2B dan B2C): Berita, teknologi, e-commerce, ritel, hiburan, perjalanan, olahraga, kesehatan, telekomunikasi, BFSI.
Twitter memungkinkan kita untuk mengekspresikan pendapat dalam 280 karakter. Dikenal sebagai perintis penggunaan hashtag, Twitter adalah platform media sosial bagi pengguna untuk berbagi pemikiran, menjangkau merek dan selebriti, serta mengonsumsi berita dan cuplikan informasi. Merek ternama menggunakan Twitter untuk layanan pelanggan karena Twitter adalah platform yang sering digunakan pelanggan untuk berinteraksi. Misalnya: respon bagaimana Indihome menanggapi keluhan pelanggan dan bagaimana mereka memproyeksikan citra merek mereka.
3. LinkedIn
Pengguna aktif bulanan : 303 juta (per Mei 2019) Kelompok Umur: 25-45 tahun
Kelompok pengguna : Industri (Kebanyakan B2B): Hukum, BFSI, teknologi, manufaktur, pemasaran, pendidikan, pekerjaan
Hadir di LinkedIn adalah wajib bagi organisasi B2B karena menawarkan banyak peluang untuk mengembangkan bisnis. Meski brand B2B mendominasi LinkedIn, brand B2C juga menggunakannya meski hanya untuk mencari calon karyawan. Bagi individu, LinkedIn adalah platform yang bagus untuk menampilkan keahlian dan menjadikan diri mereka sebagai pemimpin pemikiran di ceruk mereka. Mereka dapat menggunakan halaman perusahaan LinkedIn seperti halaman Facebook sambil menjaga nadanya tetap profesional.
4. Instagram
48 Pengguna aktif bulanan : 1 miliar (per Maret 2019)
Kelompok Umur: 18-35 tahun
Kelompok pengguna : Industri (B2C): E-commerce, fashion, retail, makanan dan minuman, kecantikan, perjalanan, fotografi, hiburan, real estat
Instagram adalah platform visual berbasis seluler yang memungkinkan kita berbagi gambar dan video. Popularitas Instagram telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan diperkirakan akan tumbuh lebih besar karena konsumen terus menyukai fitur video vertikal, video langsung, Instagram Reels, IGTV, dan cerita. Instagram meluncurkan platform video vertikal yang disebut IGTV yang memungkinkan Anda untuk berbagi video dengan durasi lebih dari satu menit.
5. YouTube
Pengguna aktif bulanan: 1,9 miliar (per Februari 2019) Kelompok Umur: 18-55+ tahun
Industri (B2B dan B2C): Hampir semua industri yang dapat membuat konten video untuk pemasaran
YouTube adalah platform berbagi video online yang memungkinkan kita melihat, membagikan, dan mengupload konten video. Pertumbuhan eksponensial pemasaran video telah mendorong merek untuk membuat dan berbagi konten video di YouTube secara ekstensif.
6. Pinterest
Pengguna aktif bulanan: 265 juta (per Desember 2018) Kelompok Umur: 18-45 tahun
Kelompok pengguna : Industri (Kebanyakan B2C): Seni, DIY, kerajinan, kecantikan, fashion, e-commerce, arsitektur, makanan, fotografi
49 Pinterest adalah platform visual yang bagus bagi individu dan merek untuk mencari inspirasi upaya artistik dan mempromosikan aktivitas DIY. kita akan menemukan banyak sekali ide dalam bentuk pin (gambar) dan papan (kumpulan gambar) tentang suatu topik.
7. Snapchat
Pengguna aktif bulanan: 287 juta (per Januari 2019) Kelompok Umur: 18-35 tahun
Kelompok Pengguna : Industri (Kebanyakan B2C): Kesehatan, fashion, makanan dan minuman, live event / konser, retail
Snapchat adalah platform visual eksklusif seluler lainnya yang menjadi terkenal karena visibilitas konten pendeknya. Gambar dan video yang diposting di Snapchat menghilang setelah 24 jam. Platform ini juga dikenal dengan lensa wajah (filter). Karena kontennya berumur pendek, Snapchat cocok untuk membuat konten yang mentah dan asli.
8. TikTok
Pengguna aktif bulanan: 1 miliar (per Juni 2019) Kelompok Umur: 10-29 tahun
Kelompok pengguna : Industri (Kebanyakan B2C): Hiburan, Fashion, Drama, hampir semua industri yang dapat membuat konten video yang menarik
Mirip dengan Snapchat dan Instagram, TikTok bersifat eksklusif untuk seluler. Aplikasi ini, berorientasi pada video dan melayani audiens yang jauh lebih muda sehingga pemasar dapat memilihnya untuk secara khusus menargetkan pengguna Gen Z. Pemasaran influencer dan promosi berbayar baru saja mulai muncul. Oleh karena itu, tiktok memiliki potensi yang luar biasa untuk mendorong kampanye viral berbiaya rendah.
50 F. Strategi Sosial Media Marketing
1. Jalankan Audit Media Sosial
Sebelum menetapkan tujuan dan membuat rencana sosial media marketing, selalu ada baiknya untuk memulai dengan menganalisis apa yang berhasil untuk bisnis di masa lalu. Kunjungi bagian analitik / wawasan dari akun media sosial dan perhatikan karakteristik demografis audiens, lokasi, jenis konten apa yang telah berfungsi, dan sebagainya. Demikian pula, kunjungi sumber lalu lintas rujukan di Google Analytics (atau alat analisis yang digunakan) untuk memahami platform mana yang paling berguna untuk mengarahkan lalu lintas ke situs web. Analisis pesaing akan memungkinkan kita melacak apa yang saat ini berhasil dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan mereka dalam hal media sosial. Ini akan membantu Anda membentuk strategi media sosial yang efektif untuk organisasi Anda.
2. Tetapkan Sasaran dan Tentukan Metrik
Apa tujuan pengenalan merek kita melalui media sosial? Apakah untuk meningkatkan kesadaran merek, menghasilkan prospek, memberikan dukungan pelanggan, atau meningkatkan keterlibatan dan jangkauan merek?
Memiliki tujuan saja tidak cukup. Tentukan metrik yang dapat mengidentifikasi apakah kita telah mencapai tujuan atau tidak. Misalnya, jika ingin meningkatkan kesadaran merek, metrik idealnya adalah bertambahnya followers yang kita kumpulkan dalam jangka waktu tertentu.
Beri angka dan kerangka waktu.
3. Teliti Target Audiens Anda
Selanjutnya adalah neliti dn melihat media sosial akan memberikan beberapa wawasan tentang audiens. Langkah selanjutnya adalah menentukan persona audiens yang mewakili ciri khas pengguna seperti industri mereka, penunjukan pekerjaan, preferensi konten, demografis, karakteristik psikografis, dll. Analisis pesaing juga akan membantu memahami platform yang lebih disukai audiens untuk menghabiskan waktu. Misalnya, jika pesaing memiliki pengikut yang signifikan di Facebook dibandingkan dengan platform lain, Kita dapat berasumsi bahwa audiens lebih aktif di Facebook.
51 4. Tentukan Strategi Konten
Sosial media marketing juga berfungsi sebagai media distribusi untuk pengalaman konten bisnis. Konten yang disediakan harus berusaha untuk menghibur, menginformasikan, melibatkan, dan membujuk audiens. Strategi konten harus didasarkan pada tujuan dan target pasar. Identifikasi tantangan utama audiens dan prospek lalu mencari tahu bagaimana kita dapat menyelesaikannya melalui konten. Merumuskan kalender konten bisa menjadi ide terbaik untuk mengotomatiskan pengeposan media sosial sehingga kita tidak merasa terhalang secara kreatif dalam pengeposan setiap hari.
5. Pahami Algoritma pada Sosial Media
Untuk meningkatkan jangkauan konten, kita perlu mencari cara untuk mengetahui algoritma dari media sosial tempat konten dipublikasi. kita harus mengetahui pada titik waktu tertentu, setiap platform media sosial lebih menyukai format konten tertentu daripada format yang lain. Misalnya, saat ini konten video di Instagram lebih memiliki jangkauan audiens yang lebih baik dari sekedar konten lainnya. Jadi, untuk berkembang di platform ini, kita perlu membuat konten video karena akan mendapatkan jangkauan yang lebih baik dibandingkan dengan teks, tautan, atau posting gambar.
6. Pantau, Ukur, dan Optimalkan
Setelah semua berjalan dengan baik, kitaa perlu memantau aktivitas media sosial secara konstan. Lacak apa yang berhasil dan fokus untuk melakukan lebih dari itu. Hentikan aktivitas yang tidak berfungsi atau hanya membuang buang waktu. Sebagian besar pembelajaran media sosial berasal dari eksperimen, jadi jangan berkecil hati jika beberapa aktivitas tidak memberikan hasil apa pun. Kita harus terus memodifikasi pendekatan Anda sampai mencapai titik yang tepat.
Lampiran Biodata Ketua dan Anggota Tim Pengusul
52 1 Nama Lengkap Albet Maydiantoro,S.Pd.,M.Pd
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Jabatan Fungsional Asisten Ahli
4 NIP 198705042014041001
5 NIDN 0004058702
6 Tempat dan tanggal lahir Sripendowo, 04 Mei 1987
7 E-mail [email protected]
8 Nomor HP 0852 6982 7071
9 Alamat Kantor Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Gedung Meneng Raja Basa Bandar Lampung
11 Mata Kuliah yg Diampu
1. Kewirausahaan 2. Ekonomi Manajerial 3. Akuntansi Manajemen 4. Pembelajaran Ekonomi 5. Ekonomi Pendidikan 6. Sistem Akuntansi 7. Pemeriksaan Akuntansi 8. Ekonomi Politik 9. Ekonomi Internasional 10. Dasar-Dasar IPS A. Identitas Diri