• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEOR

3.4. Jenis-jenis Tata Letak dan Pola Aliran Bahan

3.4.1. Jenis-jenis Tata Letak

Secara umum, tata letak dalam industri manufaktur dikelompokkan dalam tiga jenis yaitu4

1. Tata letak proses (Process Layout) :

Tata letak proses adalah penyusunan tata letak dimana alat yang sejenis atau yang nmempunyai fungsi yang sama ditempatkan dalam bagian yang sama. Misalnya, mesin-mesin bubut ditempatkan pada bagian yang sama. Mesin-mesin tidak dikhususkan untuk produk tertentu melainkan dapat digunakan untuk berbagai jenis produk.

Bubut Bubut Bor Las

Bubut Bubut Bor Las

Potong Potong Gerinda Cat

Potong Potong Gerinda Cat

Gudang Gudang

Sumber: Sritomo Wignjosoebroto (1996 : 157)

Gambar 3.1. Tata Letak Proses (Process Layout)

Model ini cocok untuk discrete production dan jika proses produksi tidak baku, yaitu perusahaan membuat berbagai jenis produk yang berbeda atau suatu produk dasar yang diproduksi dalam berbagai macam variasi. Jenis tata letak ini dijumpai pada bengkel-bengkel, gudang, rumah sakit, universitas atau perkantoran.

4

Keuntungan tata letak proses adalah : a. Memungkinkan utilisasi mesin yang tinggi.

b. Memungkinkan penggunaan mesin-mesin yang multiguna, sehingga dengan cepat mengikuti perubahan jenis produksi.

c. Memperkecil terhentinya produksi yang diakibatkan oleh kerusakan mesin. d. Sangat fleksibel dalam mengalokasikan personil dan peralatan.

Kerugian tata letak proses adalah :

a. Meningkatnya kebutuhan pemindahan bahan karena aliran proses yang beragam dan tidak dapat digunakannya ban berjalan.

b. Pengawasan produksi yang lebih sulit.

c. Meningkatnya persediaan barang dalam proses. d. Total waktu produksi per unit yang lebih lama. e. Memerlukan skill yang lebih tinggi.

f. Pekerjaan routing, penjadwalan dan akunting biaya yang lebih sulit, karena setiap ada order baru harus dilakukan perencanaan/perhitungan kembali.

2. Tata letak produk (Product Layout)

Tata letak produk dipilih apabila proses produksinya telah distandarisasi dan berproduksi dalam jumlah yang besar. Setiap produk akan melalui tahapan operasi yang sama sejak dari awal sampai akhir. Tata letak produk banyak digunakan dalam industri otomotif, elektronika, tempat cuci mobil otomatis, dan kafetaria.

Bubut Bor Gerinda Bor

Press Las Bor

Potong Las Gerinda

Bubut Bor

Gudang Perakitan

Gerinda

Gudang

Sumber: Sritomo Wignjosoebroto (1996 : 149)

Gambar 3.2. Tata Letak Produk (Product Layout)

Keuntungan model tata letak produk adalah : a. Aliran material yang sederhana dan langsung. b. Persediaan barang dalam proses yang rendah. c. Total waktu produksi per unit yang rendah. d. Tidak memerlukan skill tenaga kerja yang tinggi. e. Kebutuhan pemindahan bahan yang rendah. f. Pengawasan produksi yang lebih mudah.

g. Dapat menggunakan mesin khusus atau otomatis.

h. Dapat menggunakan ban berjalan karena aliran material sudah tertentu. i. Kebutuhan material dapat diperkirakan dan dijadwalkan dengan lebih mudah.

Kerugian model tata letak produk antara lain :

a. Kerusakan pada sebuah mesin dapat menghentikan produksi.

b. Perubahan desain produk dapat mengakibatkan tidak efektifnya tata letak yang bersangkutan.

c. Apabila terdapat bottleneck dapat mempengaruhi proses keseluruhan. d. Biasanya memerlukan investasi mesin/peralatan yang besar.

3. Tata letak posisi tetap (Fixed Layout)

Tata letak posisi tetap dipilih apabila karena ukuran, bentuk ataupun karakteristik lain menyebabkan produknya tidak mungkin atau sukar untuk dipindahkan. Dengan demikian, produk tetap di tempat, sedangkan peralatan dan tenaga kerja yang mendatangi produk. Tata letak seperti ini terdapat pada pembuatan kapal laut, pesawat terbang, lokomotif, atau proyek-proyek konstruksi.

Bubut Press Gerinda

Produk

Las Cat Bubut

Gudang Gudang

Sumber: Sritomo Wignjosoebroto (1996 : 152)

Gambar 3.3. Tata Letak Posisi Tetap (Fixed Layout)

Keuntungan tata letak posisi tetap adalah : a. Berkurangnya gerakan material

b. Adanya kesempatan untuk melakukan pengayaan tugas

c. Sangat fleksibel, dapat mengakomodasikan perubahan dalam desain produk, bauran produk, ataupun volume produksi

Kerugian tata letak posisi tetap adalah : a. Gerakan personil dan peralatan yang tinggi

b. Dapat terjadi duplikasi mesin dan peralatan

c. Memerlukan tenaga kerja yang berketerampilan tinggi d. Memerlukan koordinasi dalam penjadwalan produksi

e. Memerlukan ruang yang besar dan persediaan barang dalam proses yang tinggi

4. Tata Letak berkelompok (Group Layout)

Mesin-mesin dikelompokkan dalam satu kelompok yang tidak selalu digunakan dalam urutan yang sama. Metode ini sering digunakan dalam job-shop.

Bor

Bubut Press Las Gerinda

Cat Bubut Press Bor Press Bor Bubut

Sumber: Sritomo Wignjosoebroto (1996 : 155)

Gambar 3.4. Tata Letak Berkelompok (Group Layout)

3.4.2. Pola Aliran Bahan

Perencanaan aliran bahan dilakukan untuk mendapatkan aliran bahan yang baik serta untuk efisiensi seluruh operasi, bahwa produktivitas dapat ditunjang dengan sangat baik oleh aliran unsur yang bergerak melalui fasilitas dengan efisien.

Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan aliran bahan, antara lain5

1. Bahan atau produk, terutama memperhatikan faktor-faktor yang berkaitan dengan volume, ruang dan pemindahan.

:

5

2. Pemindahan, terutama memperhatikan persimpangan lintasan, lokasi penerimaan dan pengiriman.

3. Metode pemindahan, ini sangat memperhatikan urutan proses, jumlah lantai, peralatan dan kebutuhan ruangan peralatan serta jumlah rakitan.

4. Bangunan terutama memperhatikan jenis bangunan, jumlah lantai, luas gang. 5. Keadaan lahan untuk fasilitas transportasi.

6. Kepegawaian, memperhatikan jumlah pegawai, keselamatan, kondisi kerja. Ada beberapa pola aliran bahan yang umum yang biasa digunakan, yaitu6 1. Garis lurus (straight line), dapat digunakan jika proses produksi pendek,

sederhana, hanya mengandung sedikit atau beberapa peralatan produksi. :

2. Zig-zag (S-shaped), dapat diterapkan apabila lintasan panjang dengan bangunan yang luas bentuk dan ukuran lebih ekonomis.

3. Bentuk U (U-shaped), dapat diterapkan jika produk jadinya mengakhiri proses pada tempat yang relatif sama, dikarenakan fasilitas transportasi pabrik dan pemakaian mesin.

4. Melingkar (circular) dipakai bila barang atau produk kembali pada tempat waktu memulai.

5. Pola tak tentu (odd angle), tujuannya memperpendek lintasan aliran antar kelompok, pemindahan mekanis, dan lain-lain.

Jenis-jenis pola umum aliran bahan dapat dilihat pada Gambar 5.5, sedangkan penerapan pola umum aliran bahan yang dimaksud yang tergambar pada Gambar 5.6.

1 2 3 4 5 6 1. Garis Lurus 2. Zig-zag 1 1 4 3 5 6 3. Bentuk U 1 1 4 3 5 6

5. Pola tak tentu 2 1 3 6 4 5 4. Melingkar 1 4 2 3 6 5

Gambar 4.5. Pola Umum Aliran Bahan (Sumber : James M. Apple, 1990 : 122)

Sumber: James M.Apple (1990 : 122)

(a) (b) (c)

(d) (e) (f)

(g) (h)

Sumber: James M.Apple (1990 : 124)

Gambar 3.6. Jenis-jenis Aliran Bahan

Pola aliran bahan pada Gambar 3.6(a) dan 3.6(d) menunjukkan bahwa fasilitas-fasilitas ditempatkan di sepanjang sisi pabrik. Gambar 3.6(b) menunjukkan tranportasi tersedia di ujung pabrik maka pola aliran dan Gambar 3.6(c) menunjukkan transportasi tersedia di salah satu ujung dan satu sisi. Apabila lintasan produksi terlalu panjang dan ruangan yang tersedia terbatas, maka pola aliran yang sesuai adalah seperti pada Gambar 3.6(e) dan 3.6(f). Pola aliran pada Gambar 3.6(g) dan 3.6(h) digunakan untuk transportasi pada kegiatan perakitan.

Dokumen terkait