KARAKTERISTIK UMUM RESPONDEN DAN
5.1. Karakteristik Umum Responden
5.1.1. Jenis Kelamin
Tabel 9 menunjukkan jumlah responden yang melakukan pembelian terhadap produk Kartika Sari Bakery berdasarkan jenis kelamin. Dari data yang diperoleh, diketahui bahwa jumlah responden terbanyak adalah wanita sebanyak 61 persen. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pembelian produk bakery lebih banyak dilakukan oleh wanita. Selain itu menurut hasil penelitian Harry L. Davis dan Benny P. Rigaux dalam Enge l, et al (1994) mengenai pengaruh suami- istri
dalam keputusan pembelian diketahui bahwa istri memiliki peranan yang lebih dominan dalam keputusan pembelian bahan makanan. Faktor budaya juga turut berperan karena adanya nilai- nilai yang menunjukkan bahwa wanita lebih bertanggung jawab dalam keputusan konsumsi.
Tabel 9. Sebaran Jenis Kelamin Responden.
Jenis Kelamin Jumlah (Orang) %
Pria 39 39,00
Wanita 61 61,00
Total 100 100,00
Sumber : Data Primer. Bandung, Mei 2006. Diolah
Selanjutnya dilakukan tabulasi silang antara karakteristik responden dengan perilaku pembelian mereka terhadap produk bakery. Tabel 10 menunjukkan hubungan antara jenis kelamin dengan frekuensi pembelian rata-rata per bulan. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan frekuensi pembelian produk bakery rata-rata per bulan antara pria dan wanita. Baik pria maupun wanita melakukan pembelian rata-rata sebanyak tiga kali per bulan.
Tabel 10. Hubungan Antara Jenis Kelamin Dengan Frekuensi Pembelian Rata-rata Per Bulan.
Jenis Kelamin
Rata-rata Frekuensi Pembelian Per Bulan (%) Total (%) 1 Kali 2 Kali 3 Kali 4 Kali = 5 Kali
Pria 6 5 21 5 2 39
Wanita 8 18 19 6 10 61
Total 14 23 40 11 12 100
Sumber : Data Primer. Bandung, Mei 2006. Diolah
Hubungan antara jenis kelamin dengan motivasi pembelian produk bakery
disajikan pada Tabel 11. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa antara pria dan wanita tidak terdapat perbedaan dalam motivasi pembelian. Baik pria maupun wanita memiliki motivasi pembelian karena kepraktisan.
Tabel 11. Hubungan Antara Jenis Kelamin Dengan Motivasi Pembelian Produk Bakery.
Jenis Kelamin
Motivasi Pembelian Produk Bakery (%)
Total (%) Praktis Melihat Orang
Lain Membeli Hanya Mencoba Alasan Lain
Pria 25 7 5 2 39
Wanita 46 1 7 7 61
Total 71 8 12 9 100
Sumber : Data Primer. Bandung, Mei 2006. Diolah
Hubungan antara jenis kelamin dengan manfaat produk disajikan pada Tabel 12. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita mencari manfaat produk sebagai makanan selingan (kudapan). Hal ini disebabkan karena produk bakery merupakan produk yang mudah disajikan pada berbagai waktu.
Tabel 12. Hubungan Antara Jenis Kelamin Dengan Manfaat Produk Bakery. Jenis
Kelamin
Manfaat Produk Bakery (%)
Total (%) Sebagai Makanan
Selingan (Kudapan)
Simbol Status
Sosial Alasan Lain
Pria 36 2 1 39
Wanita 53 3 5 61
Total 89 5 6 100
Sumber : Data Primer. Bandung, Mei 2006. Diolah
Hubungan antara jenis kelamin dengan pertimbangan atribut produk menunjukkan tidak ada perbedaan antara pria dan wanita dalam pertimbangan atribut produk. Baik pria maupun wanita lebih mementingkan atribut rasa produk. Tabel 13 menunjukkan hubungan antara jenis kelamin dengan pertimbangan atribut dalam pembelian produk bakery.
Tabel 13. Hubungan Antara Jenis Kelamin Dengan Pertimbangan Atribut Produk Bakery.
Jenis Kelamin
Pertimbangan Atribut Produk (%) Total (%) Harga Rasa Daya Tahan Simpan Kandungan gizi
Pria 7 29 2 1 39
Wanita 17 33 1 10 61
Hasil tabulasi silang antara jenis kelamin dengan cara memutuskan pembelian juga tidak terdapat perbedaan. Baik pria maupun wanita melakukan pembelian produk bakery secara mendadak, yaitu ketika timbul keinginan untuk membeli. Hubungan antara jenis kelamin dengan cara memutuskan pembelian disajikan pada Tabel 14.
Tabel 14. Hubungan Antara Jenis Kelamin Dengan Cara Memutuskan Pembelian Produk Bakery.
Jenis Kelamin
Cara Memutuskan Pembelian (%)
Total (%) Tergantung Situasi (Saat Produk Habis) Terencana Mendadak (Ketika Timbul Keinginan) Alasan Lain Pria 4 13 22 0 39 Wanita 10 19 31 1 61 Total 14 32 53 1 100
Sumber : Data Primer. Bandung, Mei 2006. Diolah
5.1.2. Usia
Karakteristik usia responden yang dipilih berkisar antara 20 – 60 tahun. Hal ini bertujuan agar informasi yang diperoleh dapat lebih beragam. Secara keseluruhan, usia responden berkisar antara 20 – 29 tahun. Tabel 15 menunjukkan sebaran usia responden.
Tabel 15. Sebaran Usia Responden.
Usia Jumlah (Orang) %
20 – 29 tahun 49 49,00
30 – 39 tahun 33 33,00
40 – 49 tahun 16 16,00
= 50 tahun 2 2,00
Total 100 100,00
Sumber : Data Primer. Bandung, Mei 2006. Diolah
Tabel 15 menunjukkan bahwa jumlah responden terbanyak berusia antara 20 – 29 tahun sebanyak 49 persen. Kelompok usia ini merupakan kelompok konsumen yang belum menikah atau kelompok keluarga muda yang belum
memiliki anak atau memiliki anak yang masih kecil. Selain itu mereka yang ada dalam kelompok ini pada umumnya memiliki waktu yang sedikit karena bekerja. Mereka merupakan orang-orang yang memiliki tingkat kesibukan pekerjaan yang tinggi di dalam lingkungan pekerjaannya. Akibatnya waktu mereka lebih banyak tersita untuk pekerjaan kantor. Sehingga pada umumnya mereka menyukai produk-produk makanan yang praktis dan siap saji. Selain itu kelompok ini merupakan kelompok yang sangat rentan terpenga ruh oleh iklan produk.
Golongan usia terbesar kedua adalah usia 30 – 39 tahun. Golongan usia ini merupakan golongan keluarga yang masuk ke dalam kriteria Sarang Lengkap II (Full Nest II). Pada kelompok ini pada umumnya baik suami maupun istri bekerja di luar rumah. Biasanya mereka memiliki anak terkecil berusia enam tahun dan sangat senang mencoba sesuatu yang baru. Pola konsumsi sangat dipengaruhi oleh anak-anak terutama dalam pembelian makanan. Sehingga kelompok ini memiliki peluang yang besar dalam pembelian berbagai produk makanan siap saji termasuk produk-produk bakery.
Tabel 16. Hubungan Antara Usia Dengan Frekuensi Pembelian Rata-rata Per Bulan.
Usia (Tahun)
Rata-rata Frekuensi Pembelian Per Bulan (%) Total (%) 1 Kali 2 Kali 3 Kali 4 Kali = 5 Kali
20 – 29 8 9 24 5 3 49
30 – 39 4 10 11 4 4 33
40 – 49 1 4 4 2 5 16
= 50 1 0 1 0 0 2
Total 14 23 40 11 12 100
Sumber : Data Primer. Bandung, Mei 2006. Diolah
Hubungan antara usia dengan rata-rata frekuensi pembelian disajikan pada Tabel 16. Golongan usia 20 – 29 tahun dan 30 – 39 tahun memiliki rata-rata frekuensi pembelian terbesar yaitu tiga kali per bulan. Sementara golongan usia
40 – 49 tahun memiliki frekuensi pembelian rata-rata terbesar lebih dari atau sama dengan lima kali per bulan. Hal ini disebabkan karena kesibukan pada golongan usia ini. Sehingga mereka lebih sering melakukan pembelian produk bakery.
Tabel 17. Hubungan Antara Usia Dengan Motivasi Pembelian Produk Bakery.
Usia (Tahun)
Motivasi Pembelian Produk Bakery (%)
Total (%) Praktis Melihat Orang
Lain Membeli Hanya Mencoba Alasan Lain
20 – 29 36 5 5 3 49
30 – 39 24 1 5 3 33
40 – 49 10 2 2 2 16
= 50 1 0 0 1 2
Total 71 8 12 9 100
Sumber : Data Primer. Bandung, Mei 2006. Diolah
Hubungan antara usia dengan motivasi pembelian produk bakery disajikan pada Tabel 17. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan motivasi pembelian pada berbagai tingkat usia. Motivasi mereka adalah karena kepraktisan.
Hasil tabulasi silang antara usia dengan manfaat produk bakery
menunjukkan tidak ada perbedaan. Responden dengan berbagai golongan usia menyatakan bahwa manfaat yang mereka cari dalam pembelian produk bakery
adalah sebagai makanan selingan (kudapan). Hubungan antara usia dengan manfaat produk disajikan pada Tabel 18.
Tabel 18. Hubungan Antara Usia Dengan Manfaat Produk Bakery. Usia
(Tahun)
Manfaat Produk Bakery (%)
Total (%) Sebagai Makanan
Selingan (Kudapan)
Simbol Status
Sosial Alasan Lain
20 – 29 45 3 1 49
30 – 39 28 2 3 33
40 – 49 15 0 1 16
= 50 1 0 1 2
Total 89 5 6 100
Hasil tabulasi silang antara usia dengan pertimbangan atribut produk dalam pembelian produk bakery menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan. Responden pada berbagai golongan us ia mempertimbangkan rasa sebagai atribut yang paling banyak dipertimbangkan dalam pembelian produk bakery. Hubungan antara usia dengan pertimbangan atribut disajikan pada Tabel 19.
Tabel 19. Hubungan Antara Usia Dengan Pertimbangan Atribut Produk Bakery.
Usia (Tahun)
Pertimbangan Atribut Produk (%) Total (%) Harga Rasa Daya Tahan Simpan Kandungan gizi
20 – 29 10 36 2 1 48
30 – 39 9 20 0 4 33
40 – 49 5 5 1 5 16
= 50 0 1 0 1 2
Total 24 62 3 11 100
Sumber : Data Primer. Bandung, Mei 2006. Diolah
Hub ungan antara usia dengan cara memutuskan pembelian produk bakery
disajikan pada Tabel 20. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan cara memutuskan pembelian produk. Untuk usia 20 – 49 tahun mereka memutuskan pembelian produk secara mendadak sementara untuk golongan usia lebih dari atau sama dengan 50 tahun memutuskan untuk membeli secara terencana dan tergantung situasi.
Tabel 20. Hubungan Antara Usia Dengan Cara Memutuskan Pembelian Produk Bakery.
Usia (Tahun)
Cara Memutuskan Pembelian (%)
Total (%) Tergantung Situasi (Saat Produk Habis) Terencana Mendadak (Ketika Timbul Keinginan) Alasan Lain 20 – 29 4 15 29 1 49 30 – 39 5 11 17 0 33 40 – 49 4 5 7 0 16 = 50 1 1 0 0 2 Total 14 32 53 1 100