• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab VI. KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN

(%) Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan 42 58 42,0 58,0 Umur < = 20 tahun 21 - 30 tahun 31 - 40 tahun 41 - 50 tahun

Lebih dari 50 tahun

5 23 20 21 31 5,0 23,0 20,0 21,0 31,0 Tingkat Pendidikan Terakhir

SD SMP 13 4 13,0 4,0

SMA Akademi/Perguruan Tinggi 38 45 38,0 45,0 Penghasilan/bulan < Rp 100.000 Rp 100.000 – Rp 299.000 Rp 300.000 – Rp 499.000 Rp 500.000 – Rp 699.000 Lebih dari Rp 700.000 15 9 12 25 39 1,0 9,0 12,0 25,0 39,0 Sumber : Data primer yang diolah

Berdasarkan Tabel V.2 di atas diketahui bahwa dari 100 responden yang diteliti 42 responden (42%) adalah laki-laki dan 58 responden (58%) adalah perempuan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden yang diteliti adalah perempuan.

Ditinjau berdasarkan umur dari 100 responden yang diteliti 5 responden (5%) berumur kurang dari 20 tahun, 23 responden (23%) berumur antara 21-30 tahun, 20 responden (20%) berumur antara 31-40 tahun, 21 responden (21%) berumur antara 41-50 tahun, dan 31 responden (31%) berumur lebih dari 50 tahun.

Ditinjau berdasarkan tingkat pendidikan terakhir dari 100 responden yang diteliti 13 responden ( 13%) berpendidikan terakhir SD, 4 responden (4%) berpendidikan terakhir SMP, 38 responden (38%) berpendidikan terakhir SMA, dan 45 responden (45%) berpendidikan terakhir akademi/perguruan tinggi.

Sedangkan ditinjau berdasarkan penghasilan/bulan dari 100 responden yang diteliti 15 responden (15%) memiliki penghasilan kurang dari Rp 100.000, 9 responden (9%) memiliki penghasilan antara Rp 100.000 - Rp 299.000, 12 responden (12%) memiliki penghasilan antara Rp 300.000 – Rp 499.000, 25 responden (25%) memiliki penghasilan antara Rp 500.000 – Rp 699.000, 39 responden (39%) memiliki penghasilan lebih dari Rp 700.000.

2. Deskripsi Data Variabel Penelitian

Deskripsi data variabel penelitian disajikan untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai karakteristik data. Penilaian masing-masing variabel disajikan sebagai berikut :

a. Harga

Jumlah penyataan = 5

Skor tertinggi yang mungkin dicapai = 5 x 5 = 25 Skor terendah yang mungkin dicapai = 1 x 5 = 5

Pengelompokan skor variabel data disajikan dalam tabel berikut : Tabel V.3

Penilaian Variabel Harga Skor Frekuensi Frekuensi

Relatif Penilaian 21 - 25 26 26% Sangat baik 16 – 20 60 60% Baik 11 – 15 14 14% Cukup Baik 6 – 10 0 0% Kurang Baik 5 0 0% Tidak Baik

Berdasarkan tabel V.3 di atas, frekuensi terbesar untuk variabel harga adalah 60, artinya bahwa persepsi pasien terhadap harga yang ditetapkan Rumah Sakit Umum Panti Baktiningsih Klepu adalah baik.

b. Promosi

Jumlah penyataan = 5

Skor tertinggi yang mungkin dicapai = 5 x 5 = 25 Skor terendah yang mungkin dicapai = 1 x 5 = 5

Pengelompokan skor variabel data disajikan dalam tabel berikut : Tabel V.4

Penilaian Variabel Promosi Skor Frekuensi Frekuensi

Relatif Penilaian 21 - 25 21 21% Sangat baik 16 – 20 55 55% Baik 11 – 15 23 23% Cukup Baik 6 – 10 1 1% Kurang Baik 5 0 0% Tidak Baik

Berdasarkan tabel V.4 di atas, frekuensi terbesar untuk variabel harga adalah 55, artinya bahwa persepsi pasien terhadap promosi yang dilakukan Rumah Sakit Umum Panti Baktiningsih Klepu adalah baik.

c. Kualitas Pelayanan

Jumlah penyataan = 15

Skor tertinggi yang mungkin dicapai = 5 x 15 = 75 Skor terendah yang mungkin dicapai = 1 x 15 = 15

Pengelompokan skor variabel data disajikan dalam tabel berikut : Tabel V.5

Penilaian Variabel Kualitas Pelayanan Skor Frekuensi Frekuensi

Relatif Penilaian 63 - 75 35 35% Sangat baik 50 – 62 60 60% Baik 37 – 49 5 5% Cukup Baik 24 – 36 0 0% Kurang Baik 15 - 23 0 0% Tidak Baik

Berdasarkan tabel V.5 di atas, frekuensi terbesar untuk variabel kualitas pelayanan adalah 60, artinya bahwa persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan Rumah Sakit Umum Panti Baktiningsih Klepu adalah baik.

d. Loyalitas Pasien

Jumlah penyataan = 9

Skor tertinggi yang mungkin dicapai = 5 x 9 = 45 Skor terendah yang mungkin dicapai = 1 x 9 = 9

Pengelompokan skor variabel data disajikan dalam tabel berikut : Tabel V.6

Penilaian Variabel Loyalitas Pasien Skor Frekuensi Frekuensi

Relatif Penilaian 38 - 45 5 5% Sangat Loyal 30 – 37 24 24% Loyal 22 – 29 51 51% Cukup Loyal 14 – 21 19 19% Kurang Loyal 9 - 13 1 1% Tidak Loyal

Berdasarkan tabel V.6 di atas, frekuensi sangat loyal sebesar 5%, frekuensi loyal sebesar 24%, frekuensi cukup loyal sebesar 51%, frekuensi kurang loyal sebesar 19%, frekuensi tidak loyal sebesar 1%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien cukup loyal.

3. Analisis Regresi Linear Sederhana

Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk menguji hubungan pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Dalam penelitian ini analisis regresi linear sederhana digunakan untuk menjawab rumusan masalah pertama sampai ketiga, yaitu :

a. Analisis linear sederhana untuk perumusan masalah pertama 1) Perumusan masalah

Apakah harga berpengaruh positif terhadap loyalitas pasien? 2) Perumusan Hipotesis

Hipotesis pertama menyatakan bahwa harga berpengaruh positif terhadap loyalitas pasien.

3) Analisis Data

Persamaan regresi linear sederhana dalam penelitian ini adalah : 1 bX a Y   Keterangan : Y = Loyalitas pasien 1 X = Variabel harga A = Konstanta

b = Koefisien regresi

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan bantuan programSPSS 13 for windows diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel V.7 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the estimate 1 .349 .343 5.230

a.Predictors: (Constant), X1 Harga Sumber : Data primer yang diolah

Tabel V.7 menunjukkan output mengenaimodel summary. Besarnya korelasi harga terhadap loyalitas pasien adalah 0,591, artinya bahwa terdapat korelasi positif antara harga terhadap loyalitas pasien. Tabel V.8 Unstandardized Coeffcients Standardized Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) X1 Harga 2.060 1.329 3.486 .183 .591 .591 7.251 .556 .000 a. Dependent Variable: Y Loyalitas Pasien

Sumber : Data primer yang diolah

Dari table V.8 di atas diketahui beta nol (a) = 2,060 dan beta 1 (b) = 1,329. Maka persamaan garis regresi pengaruh harga terhadap loyalitas pasien adalah :

Y = 2,060 + 1,329 , dimana :

Y = Loyalitas Pasien

= Harga

Dari persamaan regresi di atas dapat diartikan bahwa nilai b sebesar 1,329 menunjukkan slope, artinya nilai Y akan berubah sebesar 1,329 sebagai akibat dari perubahan .Sedangkan nilai a sebesar 2,060 menunjukkan intersep, artinya Y = 2,060 jika = 0.

4) Penarikan Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana dapat diketahui pada taraf signifikansi 5%, db = n-2 = 100-2=98 diperoleh nilai t hitung sebesar 7,251, sedangkan nilai t tabel sebesar 1,984. Oleh karena t hitung lebih besar dari t tabel, maka koefisien regresi berkorelasi positif dan signifikan. Korelasi positif berarti bahwa meningkatnya persepsi pasien terhadap harga yang ditetapkan mengakibatkan meningkatnya loyalitas pasien. Sedangkan signifikan artinya kesimpulan yang diambil dapat digeneralisasikan pada populasi. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada pengaruh positif harga terhadap loyalitas pasien dapat diterima.

b. Analisis linear sederhana untuk perumusan masalah kedua 1) Perumusan masalah

Apakah promosi berpengaruh positif terhadap loyalitas pasien? 2) Perumusan Hipotesis

Hipotesis kedua menyatakan bahwa promosi berpengaruh positif terhadap loyalitas pasien.

3) Analisis Data

Persamaan regresi linear sederhana dalam penelitian ini adalah : 2 bX a Y   Keterangan : Y = Loyalitas pasien 2 X = Variabel promosi A = Konstanta b = Koefisien regresi

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan bantuan programSPSS 13 for windows diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel V.9 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the estimate 1 .373 .367 5.133

b. Predictors: (Constant), X2 Promosi Sumber : Data primer yang diolah

Besarnya korelasi promosi terhadap loyalitas pasien adalah 0,611, artinya bahwa terdapat korelasi positif antara promosi terhadap loyalitas pasien.

Tabel V.10

Unstandardized Coeffcients

Standardized Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) X2 Promosi 5.083 1.230 2.921 .161 .611 1.740 7.639 .085 .000 b. Dependent Variable: Y Loyalitas Pasien

Sumber : Data primer yang diolah

Dari table V.10 di atas diketahui beta nol (a) = 5,083 dan beta 1 (b) = 1,320. Maka persamaan garis regresi pengaruh promosi terhadap loyalitas pasien adalah :

Y = 5,083 + 1,320 , dimana :

Y = Loyalitas Pasien

= Promosi

Dari persamaan regresi di atas dapat diartikan bahwa nilai b sebesar 1,230 menunjukkan slope, artinya nilai Y akan berubah sebesar 1,230 sebagai akibat dari perubahan . Sedangkan nilai a sebesar 5,083 menunjukkan intersep, artinya Y = 5,083 jika = 0.

Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana dapat diketahui pada taraf signifikansi 5%, db = n-2 = 100-2=98 diperoleh nilai t hitung sebesar 7,639, sedangkan nilai t tabel sebesar 1,984. Oleh karena t hitung lebih besar dari t tabel, maka koefisien regresi berkorelasi positif dan signifikan. Korelasi positif berarti bahwa meningkatnya persepsi pasien terhadap kegiatan promosi mengakibatkan meningkatnya loyalitas pasien, dan sebaliknya. Sedangkan signifikan artinya kesimpulan yang diambil dapat digeneralisasikan pada populasi. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada pengaruh positif promosi terhadap loyalitas pasien dapat diterima.

c. Analisis linear sederhana untuk perumusan masalah ketiga 1) Perumusan masalah

Apakah kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap loyalitas pasien?

2) Perumusan Hipotesis

Hipotesis ketiga menyatakan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap loyalitas pasien.

3) Analisis Data

Persamaan regresi linear sederhana dalam penelitian ini adalah : 3 bX a Y   Keterangan : Y = Loyalitas pasien

3

X = Variabel kualitas pelayanan A = Konstanta

b = Koefisien regresi

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan bantuan programSPSS 13 for windowsdiperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel V.11 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the estimate 1 .118 .109 6.090

c. Predictors: (Constant), Harga Sumber : Data primer yang diolah

Tabel V.11 menunjukkan output mengenaimodel summary. Besarnya korelasi kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien adalah 0,343, artinya bahwa terdapat korelasi positif antara kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien.

Tabel V.12

Unstandardized Coeffcients

Standardized Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) X1 Harga 5.258 .356 6.060 .098 .343 .868 3.615 .388 .000 c. Dependent Variable: Y Loyalitas Pasien

Dari tabel V.12 di atas diketahui beta nol (a) = 5,258 dan beta 1 (b) = 0,356. Maka persamaan garis regresi pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien adalah :

Y = 5,258 + 0,356 , dimana :

Y = Loyalitas Pasien

= Kualitas Pelayanan

Dari persamaan regresi di atas dapat diartikan bahwa nilai b sebesar 0,356 menunjukkan slope, artinya nilai Y akan berubah sebesar 0,356 sebagai akibat dari perubahan . Sedangkan nilai a sebesar 5,258 menunjukkan intersep, artinya Y = 5,258 jika = 0.

4) Penarikan Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana dapat diketahui pada taraf signifikansi 5%, db = n-2 = 100-2=98 diperoleh nilai t hitung sebesar 3,615, sedangkan nilai t tabel sebesar 1,984. Oleh karena t hitung lebih besar dari t tabel, maka koefisien regresi berkorelasi positif dan signifikan. Korelasi positif berarti bahwa meningkatnya persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diberikan mengakibatkan meningkatnya loyalitas pasien. Sedangkan signifikan artinya kesimpulan yang diambil dapat digeneralisasikan pada populasi. Dengan

demikian hipotesis yang menyatakan ada pengaruh positif kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien dapat diterima.

4. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menjawab perumusan masalah keempat.

a. Perumusan Masalah

Perumusan masalah keempat adalah apakah harga, promosi, kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap loyalitas pasien?

b. Perumusan Hipotesis

Hipotesis keempat menyatakan bahwa harga, promosi, kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap loyalitas pasien.

c. Analisis Data

Sebelum melakukan teknik analisis regresi linear berganda terlebih dahulu data yang akan digunakan diuji asumsi klasik yaitu uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji normalitas dan uji autokorelasi. Adapun hasil pengujian asumsi klasik tersebut adalah sebagai berikut :

1) Uji Multikolinearitas

Uji multikolenearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya variabel bebas yang memiliki kemiripan dengan variabel bebas lain dalam satu model. Kemiripan antar variabel bebas dalam satu model akan menyebabkan terjadinya korelasi

yang sangat kuat antara suatu variabel bebas dengan variabel bebas yang lain. Jika nilaiVariance Inflation Factor(VIF) tidak lebih dari 10 dan nilai Tolerance tidak kurang dari 0,1 , maka model dapat dikatakan terbebas dari multikolinearitas. Hasil pengujiannya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel V.13

Hasi uji Multikolinearitas

Collinearity Statistic Model Tolerance VIF 1 (Constant) X1 Harga X2 Promosi X3 Kualitas pelayanan .607 .574 .922 1.648 1.743 1.085 a. Dependent Variable: Y Loyalitas Pasien

Sumber : Data primer yang diolah

Berdasarkan Tabel V.13 diketahui bahwa nilai Variance Inflation Factor (VIF) tidak lebih dari 10 dan nilai Tolerance tidak kurang dari 0,1, maka hasil ini menunjukkan tidak terjadi multikolinearitas.

2) Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas ini digunakan untuk mengetahui sama atau tidaknya variansi residual periode pengamatan ke periode pengamatan yang lain. Metode yang digunakan untuk menguji

heteroskedastisitas ini adalah metode grafik yang dapat dilihat pada Gambar di bawah ini :

Gambar 1 Uji Heteroskedastisitas 3 2 1 0 -1 -2 -3

Regression Standardized Predicted Value

3 2 1 0 -1 -2 -3 -4 R e g re s s io n S tu d e n ti z e d R e s id u a l

Dependent Variable: Loyalitas Pasien Scatterplot

Pada gambar di atas terlihat bahwa titik-titik tersebut menyebar di bawah maupun di atas origin (angka 0) pada sumbu Y dan tidak mempunyai pola tertentu. Maka dari itu dapat disimpulkan tidak ada heteroskedastisitas pada data penelitian ini.

3) Uji Normalitas

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah data residual penelitian berdistribusi normal atau tidak. Metode yang digunakan adalah metode grafik yang dapat dilihat pada Gambar di bawah ini :

Gambar 2 Uji Normalitas 10 0 -10 -20 Observed Value 4 2 0 -2 -4 E x p e c te d N o rm a l

Normal Q-Q Plot of e (Error Term)

Pada Gambar 2 terlihat bahwa plot data mengikuti garis diagonal yang berarti data simetri terhadap meannya. Maka dapat diambil kesimpulan data berdistribusi normal.

4) Uji Autokorelasi

Uji ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara variabel pengganggu ( ) pada periode tertentu dengan periode pengganggu sebelumnya ( ). Metode yang digunakan untuk uji ini adalah metode Durbin Watson. Jika nilai Durbin Watson hitung mendekati atau di sekitar 2 maka model tersebut terbebas dari autokorelasi karena terletak pada daerah No Autocorrelation. Hasil pengujian autokorelasi dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel V.14 Hasil Uji Autokorelasi

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the estimate Durbin -Watson 1 .511 .496 4.581 2.095

a. Predictors: (Constant), X3 Kualitas Pelayanan, Xi Harga, X2 Promosi

b. Dependent Variable : Y Loyalitas Pasien Sumber : Data primer yang diolah

Dari tabel V.14 di atas diperoleh nilai Durbin Watson 2,095. Oleh karena nilai tersebut berada di daerah No Autocorelation maka dapat disimpulkan bahwa model regresi linear berganda dalam penelitian ini terbebas dari autokorelasi.

5) Analisis Regresi Linear Berganda

Setelah semua asumsi terpenuhi maka dapat dilanjutkan dengan analisis regresi linear berganda. Hasil uji regresi linear berganda adalah sebagai berikut :

Tabel V.15 Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the estimate Durbin -Watson 1 .511 .496 4.581 2.095

a.Predictors: (Constant), X3 Kualitas Pelayanan, Xi Harga, X2 Promosi

b. Dependent Variable : Y Loyalitas Pasien Sumber : Data primer yang diolah

Besarnya korelasi harga, promosi, dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien adalah 0,715, artinya bahwa terdapat korelasi positif antara harga, promosi, dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien.

Tabel V.16

Unstandardized Coeffcients

Standardized Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) X1 Harga X2 Promosi X3 Kualitas pelayanan -17.335 .892 .616 .272 5.419 .206 .190 .077 .397 .306 .262 -3.199 4.327 3.245 3.519 .002 .000 .002 .001 d. Dependent Variable: Y Loyalitas Pasien

Sumber : Data primer yang diolah

Persamaan garis regresi dari tabel V.16 di atas adalah:

Y = -17,335 + 0,892 +0,616 +0,272 , dimana :

Y = Loyalitas Pasien

= Variabel Harga

= Variabel Promosi

Tabel V.17 Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression Residual Total 2103.963 2014.787 4118.750 3 96 99 701.321 20.987 33.416

Tabel di atas menunjukkan nilai F hitung sebesar 33,416 dengan ( derajat kebebasan pembilang ) = 3 dan ( derajat kebebasan penyebut ) = (n-1-k) = 100-1-3 = 96, dan taraf signifikansi 0,000. Untuk menguji hipotesis ditolak atau diterima digunakan taraf signifikansi 5%.

d. Penarikan Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda dapat diketahui bahwa nilai korelasi ganda ( = 0,715. Pada taraf signifikansi 5%, = 3, = 96, dan taraf signifikansi 0,000 diperoleh nilai F hitung sebesar 33,416 lebih besar dari F tabel sebesar 2,309. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif dan sifnifikan persepsi pasien tentang harga, promosi, dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien. Korelasi positif berarti bahwa meningkatnya persepsi pasien terhadap harga yang ditetapkan, kegiatan promosi yang dilakukan, dan kualitas pelayanan yang diberikan mengakibatkan meningkatnya loyalitas pasien. Sedangkan signifikan artinya kesimpulan yang diambil dapat digeneralisasikan

pada populasi. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada pengaruh positif harga, promosi, dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien dapat diterima.

D. Pembahasan

1. Pengaruh harga terhadap loyalitas pasien

Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa hipotesis pertama yang menyatakan ada pengaruh positif harga terhadap loyalitas pasien dapat diterima. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan perhitungan dimana diketahui koefisien korelasi sebesar 0,591, artinya bahwa terdapat korelasi positif antara harga terhadap loyalitas pasien. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar 7,251, sedangkan nilai t tabel sebesar 1,984. Oleh karena t hitung lebih besar dari t tabel dapat diartikan bahwa variabel harga berpengaruh secara signifikan terhadap variabel loyalitas pasien.

Berdasarkan hasil analisis deskripsi data menunjukkan bahwa persepsi pasien terhadap harga yang ditetapkan Rumah Sakit Umum Panti Baktiningsih adalah baik.

2. Pengaruh Promosi terhadap Loyalitas Pasien

Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa hipotesis kedua yang menyatakan ada pengaruh positif harga terhadap loyalitas pasien dapat diterima. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan perhitungan dimana diketahui koefisien korelasi sebesar 0,611, artinya

bahwa terdapat korelasi positif antara harga terhadap loyalitas pasien. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar 7,639, sedangkan nilai t tabel sebesar 1,984. Oleh karena t hitung lebih besar dari t tabel dapat diartikan bahwa variabel promosi berpengaruh secara signifikan terhadap variabel loyalitas pasien.

Berdasarkan hasil analisis deskripsi data menunjukkan bahwa persepsi pasien terhadap kegiatan promosi yang dilakukan Rumah Sakit Umum Panti Baktiningsih adalah baik.

3. Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Pasien

Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa hipotesis ketiga yang menyatakan ada pengaruh positif harga terhadap loyalitas pasien dapat diterima. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan perhitungan dimana diketahui koefisien korelasi sebesar 0,343, artinya bahwa terdapat korelasi positif antara harga terhadap loyalitas pasien. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar 3,615, sedangkan nilai t tabel sebesar 1,984. Oleh karena t hitung lebih besar dari t tabel dapat diartikan bahwa variabel kualitas pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel loyalitas pasien.

Berdasarkan hasil analisis deskripsi data menunjukkan bahwa persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diberikan Rumah Sakit Umum Panti Baktiningsih adalah baik.

4. Pengaruh harga, promosi, dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien.

Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa hipotesis keempat yang menyatakan ada pengaruh positif harga, promosi, dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien dapat diterima. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan perhitungan dimana diketahui koefisien korelasi sebesar 0,715, artinya bahwa terdapat korelasi positif antara harga, promosi, dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai F hitung sebesar 33,416, sedangkan nilai F tabel sebesar 2,309. Oleh karena F hitung lebih besar dari F tabel dapat diartikan bahwa variabel harga, promosi, dan Kualitas pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel loyalitas pasien.

Berdasarkan hasil analisis deskripsi data menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas yaitu harga, promosi, dan kualitas pelayanan Rumah Sakit Umum Panti Baktiningsih berpengaruh positif terhadap terciptanya loyalitas pasien. Berdasarkan hasil analisis deskripsi data, sebagian besar pasien ( 51% ) cukup loyal.

86 A. Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil analisis data tentang pengaruh harga, promosi, dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien adalah sebagai berikut : 1. Pengaruh harga terhadap loyalitas pasien adalah positif dan signifikan,

hal ini dapat dilihat dari koefisien korelasi sebesar 0,591. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan ada pengaruh positif harga terhadap loyalitas pasien dapat diterima.

2. Pengaruh promosi terhadap loyalitas pasien adalah positif dan signifikan, hal ini dapat dilihat dari koefisien korelasi sebesar 0,611. Dengan demikian hipotesis kedua yang menyatakan ada pengaruh positif promosi terhadap loyalitas pasien dapat diterima.

3. Pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien adalah positif dan signifikan, hal ini dapat dilihat dari koefisien korelasi sebesar 0,343. Dengan demikian hipotesis ketiga yang menyatakan ada pengaruh positif kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien dapat diterima. 4. Pengaruh harga, promosi, dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas

pasien adalah positif dan signifikan, hal ini dapat dilihat dari koefisien korelasi sebesar 0,715. Dengan demikian hipotesis keempat yang menyatakan ada pengaruh positif harga terhadap loyalitas pasien dapat diterima.

B. Saran

Saran penulis terhadap Rumah Sakit Umum Panti Baktiningsih Klepu antara lain :

1. Agar persepsi pasien terhadap variabel harga meningkat sehingga loyalitas pasien juga meningkat, maka Rumah Sakit Umum Panti Baktiningsih Klepu disarankan untuk menetapkan harga yang sesuai dengan penghasilan pasien, menetapkan harga yang terjangkau oleh semua pasien, memberikan keringanan harga, memberikan toleransi waktu pembayaran, dan memberikan pelayanan yang sebanding dengan harga yang harus dibayar oleh pasien.

2. Agar persepsi pasien terhadap variabel pomosi meningkat sehingga loyalitas pasien juga meningkat, maka Rumah Sakit Umum Panti Baktiningsih Klepu disarankan untuk memberikan informasi dengan lebih tepat dan jelas kepada pasien, membuat dan menyampaikan brosur ke sasaran yang lebih tepat, memberikan pengobatan gratis secara berkala.

3. Agar persepsi pasien terhadap variabel kualitas pelayanan meningkat sehingga loyalitas pasien juga meningkat, maka Rumah Sakit Umum Panti Baktiningsih Klepu disarankan untuk lebih meningkatkan ketepatan dan kecepatan dalam memberikan pelayanan, ketepatan dalam mendiagnosis penyakit, ketepatan jadwal dokter, kelengkapan peralatan medis, pelayanan yang sama kepada setiap pasien tanpa memperhatikan status sosial, kesopanan dan keramahan petugas,

kebersihan peralatan, kebersihan dan kerapian petugas, serta ketenangan dan kenyamanan lingkungan.

C. Keterbatasan

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna dan banyak kelemahan-kelemahan, antara lain :

1. Keterbatasan waktu penelitian

Penulis hanya memperoleh ijin satu bulan untuk melakukan penelitian, hal ini menyebabkan data yang diperoleh kemungkinan kurang lengkap dan kurang akurat.

2. Keterbatasan kemampuan penuulis

Penelitian ini adalah penelitian pertama bagi penulis, sehingga penulis belum berpengalaman dalam melakukan penelitian. Oleh karena itu penelitian ini masih perlu untuk disempurnakan.

3. Keterbatasan melacak keakuratan data

Data yang diperoleh dari penelitian diasumsikan bahwa responden menjawab dengan jujur sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Apabila ternyata jawaban responden tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya akan menyebabkan kesimpulan kurang akurat.

Aritonang R, Lerbin R. (2007).Riset Pemasaran. Bogor: Ghalia Indonesia

Azwar, Saifudin. (2001).Reliabilitas dan Validitas, Edisi III. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Budi, Triton Prawira. (2006). SPSS 13.0 Terapan; Riset Statistik Parametrik. Yogyakarta : ANDI

Djaelani, Bisri M dan M. Hariwijaya. (2004).Teknik Menulis Skripsi dan Thesis. Media Abadi: Yogyakarta

Kotler, Philip dan A.B. Susanto. ( 2001 ). Manajemen Pemasaran di Indonesia. Jakarta: salemba Empat

Kotler, Philip. (2005). Manajemen Pemasaran, Jilid 2. Jakarta: PT INDEKS Kelompok Gramedia

Kountur, Ronny. (2003). Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis. Jakarta: PPM

Lumenta, Benyamin. (1989). Pelayanan Medis: Citra, Konflik dan Harapan. Yogyakarta: Kanisius

Lupiyoadi, Rambat dan A. Hamdani. (2006). Manajemen Pemasaran Jasa, Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat

Nugroho, Bhuono Agung. (2005). Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian dengan SPSS. Yogyakarta: ANDI

Peter, J. Paul dan Jerry C. Olson. (2000). Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Edisi 4. Jakarta: Erlangga

Riduwan. (2002).Skala Pengukuran Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta Sarwono, Jonathan. (2006). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Graha

Ilmu: Yogyakarta

Soehardi Sigit. (2001). Pengantar Metodologi Penelitian Sosial, Bisnis, Manajemen. Yogyakarta: BPFE Universitas Sarjanawiyata

Sunyoto, Danang. (2007). Analisis Regresi dan Korelasi Bivariat. Yogyakarta: Amara Books

Supranto, J. (2001). Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan . Jakarta: Rineka

Dokumen terkait