BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Landasan Teori
2.2.1 Pasar Modal
2.2.1.2 Jenis Pasar Modal
Penjualan saham (termasuk jenis sekuritas lain) kepada masyarakat dapat dilakukan dengan beberapa cara. Umumnya penjualan dilakukan sesuai dengan jenis ataupun bentuk pasar modal dimana sekuritas tersebut diperjualbelikan.
Jenis-jenis pasar modal tersebut ada beberapa macam (Sunariyah, 2006:12), yaitu:
1. Pasar Perdana (Primary Market)
Pasar perdana adalah; ”Penawaran saham dari perusahaan yang menerbitkan saham (emiten) kepada pemodal selama waktu yang ditetapkan oleh pihak sebelum saham tersebut diperdagangkan di pasar sekunder”. Pengertian tersebut menunjukkan, bahwa pasar perdana merupakan pasar modal yang memperdagangkan saham-saham atau sekuritas lainnya yang dijual untuk pertama kalinya (penawaran umum) sebelum saham tersebut dicatatkan di bursa. Harga saham di pasar perdana ditentukan oleh penjamin emisi dan perusahaan yang akan
go publik (emiten), berdasarkan analisis fudamental perusahaan yang bersangkutan. Peranan penjamin emisi pada pasar perdana selain menentukan harga saham, juga melaksanakan penjualan saham kepada masyarakat sebagai calon pemodal. Dari uraian di atas menegaskan bahwa pasar perdana, saham yang bersangkutan untuk pertama kalinya diterbitkan emiten dan dari hasil penjualan saham tersebut keseluruhannya masuk sebagai modal perusahaan.
2. Pasar Sekunder (Secondary Market)
Pasar sekunder didefinisikan sebagai perdagangan saham setelah melewati masa penawaran pada pasar perdana. Jadi, pasar sekunder dimana saham dan
sekuritas lain diperjualbelikan secara luas setelah melalui masa penjualan di pasar perdana. Harga saham di pasar sekunder ditentukan oleh permintaan dan penawaran antara pembeli dan penjual. Besarnya permintaan dan penawaran ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
a. Faktor internal perusahaan
Berhubungan dengan kebijakan internal pada suatu perusahaan beserta kinerja yang telah dicapai. Hal ini berkaitan dengan hal – hal yang seharusnya dapat dikendalikan oleh manajemen.
b. Faktor eksternal persahaan
Hal – hal diluar kemampuan perusahaan atau diluar kemampuan manajemen untuk mengendalikan. Meliputi munculnya gejolak politik pada suatu negara, perubahan kebijakan moneter, dan laju inflasi yang tinggi.
Perdagangan pasar sekunder, bila dibandingkan dengan perdagangan pasar perdana mempunyai volume perdagangan yang jauh lebih besar. Jadi dapat disimpulkan, bahwa pasar sekunder merupakan pasar yang memperdagangkan saham sesudah melewati pasar perdana. Sehingga hasil penjualan saham pada
Secondary Market biasanya tidak lagi masuk modal perusahaan, melainkan masuk ke dalam kas pemegang saham yang bersangkutan.
3. Pasar Ketiga ( Third Market )
Pasar ketiga adalah tempat perdagangan saham atau sekuritas lain diluar bursa (Over the conter market). Bursa paralel merupakan suatu sistem perdagangan efek yang terorganisasi diluar bursa efek resmi, dalam bentuk pasar
sekunder yang diatur dan dilaksanakan oleh Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek dengan diawasi dan dibina oleh Badan Pengawas Pasar Modal. Jadi dalam pasar ketiga ini tidak memiliki pusat lokasi perdagangan yang dinamakan floor trading (lantai bursa). Operasi yang ada pada pasar ketiga berupa pemusatan informasi yang disebut ”trading information”. Informasi yang diberikan dalam pasar ini meliputi : harga – harga saham, jumlah transaksi, dan keterangan lainnya mengenai surat berharga yang bersangkutan. Dalam sistem perdagangan ini pialang dapat bertindak dalam kedudukan sebagai pedagang efek meupun sebagi perantara pedagang.
4. Pasar Keempat ( Fourth Market )
Pasar keempat merupakan bentuk perdagangan efek antar pemodal atau dengan kata lain pengalihan saham dari satu pemegang ke pemegang lainnya tanpa melalui perantara pedagang efek. Bentuk transaksi dalam perdagangan semacam ini biasanya dilakukan dalam jumlah besar (block sale).
2.2.1.3. Fungsi Pasar Modal
Pasar modal memiliki 2 fungsi utama yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan (Husnan,1998:1). Dalam melaksanakan fungsi ekonominya, pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari leader (pihak yang mempunyai kelebihan dana) ke borrower (pihak yang memerlukan dana). Dengan menginvestasikan kelebihan dana yang mereka miliki, leader mengharapkan akan memperoleh imbalan dari penyerahan dana tersebut. Dari sisi borrower
tanpa harus menunggu tersedianya dana dari hasil operasi perusahaan. Dengan adanya proses investasi diharapkan akan terjadi peningkatan produksi, sehingga akhirnya secara keseluruhan akan terjadi peningkatan kemakmuran. Fungsi ekonomi seperti ini sebenarnya juga dilakukan oleh intermediasi keuangan lainnya, seperti lembaga perbankan. Hanya bedanya dalam pasar modal diperdagangkan dana jangka panjang dan dilakukan secara langsung, tanpa perantara keuangan.
Fungsi keuangan dilakukan dengan menyediakan dana yang diperlukan oleh para borrower dan leaders menyediakan dana tanpa harus terlibat langsung dalam kepemilikan aktiva riil yang diperlukan untuk investasi tersebut. Meskipun harus diakui perbedaan fungsi ekonomi dan keuangan ini sering tidak jelas. Secara khusus dapat dijelaskan manfaat pasar modal adalah:
Bagi perusahaan, pasar modal akan bisa menjadi alternatif penghimpunan dana selain sistem perbankan. Apabila perusahaan memenuhi kebutuhan dananya melalui perbankan maka perusahaan tersebut akan memperoleh dananya dalam bentuk kredit.
Bagi investor, alternatif investasi selain investasi pada sistem perbankan dan real asset. Dengan adanya pasar modal, pemodal dimungkinkan untuk melakukan diversifikasi dan membentuk portofolio investasi sesuai dengan preferensi resiko dan tingkat kuntungan yang dikehendaki. Resiko yang tinggi, berarti return yang akan diterima pun semakin tinggi. Pemodal juga punya kesempatan untuk merubah portofolio setiap saat. Hal itu dikarenakan investasi
pada sekuritas di pasar modal mempunyai likuiditas yang tinggi ditunjukkan dengan mudah dan cepatnya proses jual beli di pasar modal (Rivai,2007:9).
Bagi pemerintah, pasar modal akan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Hal ini karena pasar modal berfungsi sebagai sarana untuk memobilisasi dana yang bersumber dari masyarakat ke berbagai sektor dengan melaksanakan investasi. Dengan adanya mobilisasi dana tersebut, maka akan terjadi hubungan yang saling menguntungkan antara pihak masyarakat yang kelebihan dana dan dengan perusahaan yang kekurangan dana, sehingga akan terjadi peningkatan kemakmuran secara keseluruhan.
2.2.1.4. Peranan Pasar Modal
Pasar modal mempunyai peranan penting dalam suatu negara yang pada dasarnya mempunyai kesamaan antara negara satu dengan Negara yang lain. Hampir semua Negara di dunia ini mempunyai pasar modal, yang bertujuan menciptakan fasilitas bagi keperluan industri dan keseluruhan entitas dalam memenuhi permintaan dan penawaran modal. Terkecuali dalam negara dengan perekonomian sosialis ataupun tertutup, pasar modal bukanlah suatu keharusan (Sunariyah 2006:6).
Dalam rangka perekonomian secara nasional (tinjauan secara Makro Ekonomi) atau dalam kehidupan sehari–hari, pasar modal mempunyai peranan yang lebih luas jangkauannya. Peranan Pasar Modal dalam suatu perekonomian negara adalah sebagai berikut (Sunariyah 2006:7) :
1. Fungsi Tabungan (Savings Function)
Apabila seseorang ingin mempertahankan sejumlah uang yang dimilikinya, maka dia perlu mempertimbangkan agar kerugian yang bakal dideritanya tetap minimal. Dengan melihat gambaran tersebut, para penabung perlu memikirkan alternatif menabung ke wilayah lain yaitu investasi. Surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal member jalan yang begitu murah dan mudah, tanpa resiko untuk menginvestasikan dana. Dana tersebut dapat digunakan untuk memperbanyak jasa dan produk – produk disuatu perekonomian. Hal tersebut akan mempertinggi standar hidup suatu masyarakat. Dengan membeli surat berharga, masyarakat diharapkan bisa mengentisipasi standar hidup yang lebih baik.
2. Fungsi Kekayaan (Wealth Function)
Pasar modal adalah suatu cara untuk menyimpan kekayaan dalam jangka panjang dan pendek sampai dengan kekayaan tersebut dapat dipergunakan kembali. Cara ini lebih baik karena kekayaan itu tidak mengalami depresiasi (penyusutan) seperti aktiva lain. Surat berharga memiliki kekuatan beli (purchasing power) pada masa yang akan datang.
3. Fungsi Likuiditas (Liquidity Function)
Kekayaan yang disimpan dalam surat – surat berharga, bisa dilikuidasi melalui pasar modal dengan resiko yang sangat minimal dibandingkan dengan aktiva. Proses likuidasi surat berharga dengan biaya relatif murah dan lebih cepat. Dengan kata lain, pasar modal adalah ready stock untuk melayani pemenuhan likuiditas para pemegang sura berharga. Meskipun
apabila dibandingkan dengan uang, masih lebih likuid uang. Uang mempunyai tingkat likuiditas yang paling sempurna, tetapi kemampuannya menyimpan kekayaan lebih rendah dibandingkan dengan surat berharga. Bagaimanapun uang sebagai alat denominasi mudah terganggu oleh inflasi dari waktu ke waktu. Hampir semua mata uang Negara – Negara yang ada didunia mengalami inflasi struktural, yang mengakibatkan daya beli uang semakin lama akan semakin menurun (devaluasi). Oleh karena itu, masyarakat akan lebih memilih instrument pasar modal sampai mereka memerlukan dana untuk dicairkan kembali.
4. Fungsi Pinjaman (Credit Function)
Pasar modal bagi suatu perekonomian merupakan sumber pembiayaan pembangunan dari pinjaman yang dihimpun dari masyarakat. Pemerintah lebih mendorong pertumbuhan pasar modal untuk mendapatkan dana yang lebih mudah dan lebih murah. Karena, melihat kenyataan bahwa pinjaman dari bank dunia mempunyai rate bunga yang sangat tinggi. Sedangkan, perusahaan–perusahaan juga menjual obligasi di pasar modal untuk mendapatkan dana dengan biaya bunga rendah dibandingkan dengan bunga dari bank. Dana tersebut dapat dipakai untuk ekspansi atau sebagai jaminan deviden saham terhadap saham.
2.2.1.5. Instrumen Pasar Modal
Transaksi yang dilakukan di pasar biasanya ada barang atau jasa yang diperjualbelikan. Begitu pula dalam pasar modal, barang yang diperjualbelikan sering dikenal dengan istilah instrument pasar modal. Instrumen pasar modal yang diperdagangkan berbentuk surat – surat berharga yang dapat diperjualbelikan kembali oleh pemkiliknya, baik instrumen pasar modal bersifat kepemilikan atau bersifat hutang. Adapun masing – masing jenis instrumen pasar modal dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Saham (stock)
Merupakan surat berharga yang bersifat kepemilikan. Semakin besar saham yang dimiliki oleh pemilik saham maka semakin besar pula kekuasaan di perusahaan tersebut (tempat menanamkan saham). Saham dapat dibedakan menjadi (Samsul,2006:45) :
a. Saham biasa (Common Stock)
Bagi pemilik saham ini hak untuk memperoleh deviden akan didahulukan lebih dulu kepada saham preferen. Begitu pula dengan hak terhadap harta apabila perusahaan dilikuidasi. Penghitungan indeks harga saham didasarkan pada harga sasham biasa. Hanya pemegang saham niasa yang mempunyai suara dalam RUPS.
b. Saham preferen (Preferend Stock)
Merupakan saham yang memperoleh hak utama dalam deviden dan harta apabila pada saat perusahaan dilikuidasi.
2. Obligasi
Adalah efek utang pendapatan tetap dimana penerbit (emiten) setuju untuk membayar sejumlah bungan tetap untuk jangka waktu tertentu dan akan membayar kembali jumlah pokoknya pada saat jatuh tempo. Obligasi pada dasarnya merupakan surat pengakuan utang atas pinjaman yang diterima oleh perusahaan penerbit obligasi dari masyarakat pemodal. (Samsul,2006:45)
3. Reksadana
“Reksadana (mutual fund) adalah institusi jasa keuangan yang menerima uang dari para pemodal yang kemudian menginvestasikan dana tersebut dalam portodolio yang terdiversifikasi pada efek/sekuritas” (Sunariyah 2006:52). Jadi reksadana merupakan suatu wadah inveatasi secara kolektif untuk ditempatkan dalam potofolio efek berdasarkan kebijakan investasi yang ditetapkan oleh institusi jasa keuangan. Kegiatan investasi reksadana dapat ditempatkan pada berbagai instrument efek, baik di pasar uang maupun pasar modal. Hal ini menunjukkan bahwa reksadana bersifat fleksibel, karena mampu memberikan berbagai pilihan dan alternative bagi para investor sesuai dengan tujuan dan kebutuhannya dalam berinvestasi.
4. Instrumen Derivatif ( Opsi dan futures )
Instrumen derivatif merupakan sekuritas yang nilainya merupakan turunan dari sekuritas lainnya, sehingga ditetapkan sebagai patokan. Jenis – jenis instrument derivatif diantaranya adalah :
a. Warant
Adalah opsi yang diterbitkan oleh perusahaan untuk membeli saham dalam jumlah dan harga yang telah dicantumkan dalam jangka waktu tertentu, biasanya dalam beberapa tahun. Penerbitan warrant biasanya disertakan pada sekuritas lain seperti saham atau obligasi untuk lebih menarik peminat modal (Sunariyah 2006:52).
b. Bukti Right (right Issue)
Adalah instrumen derivatif yang berasal dari saham. Right Issue
memberikan hak bagi pemiliknya untuk membeli sejumlah saham baru yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan harga tertentu. Right Issue
umumnya dibatasi kepada pemegang saham lama. Perusahaan mengeluarkan right Issue dengan tjuan untk tidak mengubah proporsi kepemilikan pemegang saham dan mengurangi biaya emisi akibat penerbitan saham baru (Sunariyah 2006:51).
a. Opsi
Merupakan hak untuk menjual atau membeli sejumlah saham tertentu pada harga yang telah ditentukan. Opsi dapat berupa call option atau
put option. Call option memberikan hak kepada pemiliknya untuk membeli saham yang telah ditetapkan. Sebaliknya put option
memberikan hak untuk menjual saham yang ditnjuk dalam jumlah tertentu pada jangka waktu yang telah ditetapkan (Sunariyah 2006:52).
b. Futures
Merupakan instrumen derivatif yang mempunyai karakteristik hampir sama dengan opsi. Perbedaannya adalah bahwa pada instrumen opsi, pembeli diperblehkan untuk tidak melaksanakan haknya, sedangkan pada futures pembeli harus melaksanakan kontrak perjanjian yang telah disepakati. Kontrak futures adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran asset tertentu dimasa yang akan datang antara penjual dan pembeli. Disamping diguakan sebagai instrumen spekulasi futures
dapat berfungsi sebagai hedging. Yaitu untuk mengurangi kertidakpastian harga di masa yang akan datang. Dengan membeli
futures, seseorang dapat melindungi investasi dari fluktuasi harga yang tidak diharapkan dimasa yang akan datang (Sunariyah 2006:52).