• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Pilkada Yang Diinginkan Warga ke depan

2. Strategi sosialisasi yang tepat sasaran dan target serta tuntas

5.7 Penggunakan Hak Pilih Masyarakat

5.7.4 Jenis Pilkada Yang Diinginkan Warga ke depan

KPU Kabupaten Dharmasraya Tahun 2015 5

Pemahaman & pengetahuan tentang tata cara penggunaan hak politik & hak pilih

3,49 Sedang 6 Kesadaran untuk berperan serta

dalam setiap tahapan pemilu 3,67 Sedang 7 Kesadaran untuk mencoblos

dalam Pemilu 3,79 Tinggi

Sumber : Data Primer 2015

Keterangan: Rendah: 1,00 – 2,33 sedang: 2,34 – 3,67 tinggi 3,68-5,00

5.7.4 Jenis Pilkada Yang Diinginkan Warga ke depan

Baru-baru ini mucul keinginan pemerintah untuk mengembalikan pilkada kepada mekanisme pemilihan oleh DPRD. Paling tidak ada tiga alasan yang dikemukakan. Pertama Masyarakat Kabupaten Dharmasraya yang diwakili rasponden penelitian ini ternyata masih mendukung pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara langsung dibandingkan dengan dipilih oleh DPRD. Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 205 responden atau 77,1 % menyatakan setuju dengan pemilu yang dipilih langsung oleh masyarakat dan hanya 3,4% yang setuju kepala daerah dipilih oleh DPRD serta 10,9% menyatakan tidak tahu.

Tabel 5.21: Jenis Pilkada Yang Diinginkan Warga ke depan

Jenis Pilkada Frekuensi % Presentase

Kumulatif

Dipilih langsung oleh rakyat seperti sekarang

205 77,1 77,1%

Dipilih oleh DPRD 9 3,4 80,5%

Tidak tahu 29 10,9 100%

Total 243 100%

Sumber : Data Primer 2015

5.7.5. Hubungan Sikap Masyarakat Terhadap Politik Uang dengan

Partisipasi Memilih H04

:

Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Sikap terhadap Politik Uang dengan partisipasi memilih masyarakat Kabupaten Dharmasraya dalam pemilu Legislatif 2014

53

KPU Kabupaten Dharmasraya Tahun 2015

Ha 4 Terdapat hubungan yang signifikan antara Sikap terhadap Politik Uang dengan partisipasi memilih masyarakat Kabupaten Dharmasraya dalam pemilu Legislatif 2014

H0.4 adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan antara variabel Sikap terhadap Politik Uang dengan partisipasi memilih masyarakat Kabupaten Dharmasraya dalam pemilu 2014. Hasil analisis khi kuadrat menunjukkan nilai α = 0,002 lebih kecil dari 0,005, koefisien kontigensi (C) = 0.821 (>0.5). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol 3 Ditolak. Dengan kata lain terdapat hubungan antara sikap terhadap politik uang para pemilih dengan partisipasi memilih mereka dengan kekuatan hubungan yang kuat. Dapat disimpulkan bahwa tingginya partisipasi memilih di Kabupaten Dharmasraya kemungkinan dipengaruhi oleh adanya politik uang dalam pemilu legislatif 2015, karena masyarakat cukup permisif dengan penggunaan politik uang dalam pemilu.

5.7.6. Pengaruh Penilaian Terhadap Kinerja Pemerintah Daerah terhadap

Partisipasi Memilih H05

:

Tidak terdapat pengaruh Penilaian masyarakat terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Daerah terhadap Partisipasi Memilih masyarakat Kabupaten Dharmasraya dalam pemilu Legislatif 2014

Ha 5 Terdapat pengaruh Penilaian masyarakat terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Daerah terhadap Partisipasi Memilih masyarakat Kabupaten Dharmasraya dalam pemilu Legislatif 2014

H 0.5 adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan antara variabel Penilaian masyarakat terhadap kondisi sosial ekonomi daerah dengan perilaku memilih masyarakat di Kabupaten Dharmasraya dalam pemilu 2014. Berdasarkan

hasil analisis diperoleh nilai α= 0,03 kecil dari 0,05 dengan Koefisien

Kontigensinya (C) hanya 0,25, yaitu lebih kecil dari 0,5 dapat disimpulkan bahwa Ho 5 ditolak dan Ha 4 diterima. Berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penilaian masyarakat terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Dharmasraya dengan partisipasi memilih warga dalam pemilu

54

KPU Kabupaten Dharmasraya Tahun 2015

legislatif 2014, dengan kekuatan hubungan yang kuat. Artinya semakin positif penilaian masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dalam mengatasi masalah sosial ekonomi masyarakat semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam pemilu.

Menurut teori pilihan rasional atau pendekatan ekonomi, pemilih dalam pemilu akan mempertimbangkan apa manfaat yang akan didapatkan seandainya ia ikut pemilu dan mendukung kandidat atau partai tertentu, apakah resiko yang terpaksa ditanggungnya seandainya ia tidak ikut memberikan suaranya. Pemilih akan mempertimbangkan apakah manfaat yang akan didapatkan seandainya partai yang didukungnya menang dan sebaliknya, apakah biaya yang terpaksa ditanggungnya seandainya partai yang didukungnya itu kalah. Penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah dapat diukur dari persepsi masyarakat terhadap masalah sosial ekonomi masyarakat yang sedang dialami masyarakat saat ini. Ternyata penilaian masyarakat terhadap masalah sosial ekonomi ini sangat berpengaruh terhadap partisipasi memilih masyarakat di Kabupaten Dharmasraya. Semakin positif pandangan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam menyelesaikan masalah sosial ekonomi masyarakat tentu semakin tinggi partisipasi memilih masyarakat dalam pemilu.

Penilaian masyarakat Dharmasraya terhadap kinerja pemerintah daerah terlefleksi dari penilaian masyarakat terhadap kondisi sosial ekonomi muncul selama pemerintahan. Gambaran penilaian responden terhadap kondisi sosial ekonomi yang ada di Kabupaten Dharmasraya adalah sebagai berikut:

55

KPU Kabupaten Dharmasraya Tahun 2015

Tabel 5.22: Apakah Masyarakat Merasakan Adanya Masalah Sosial Ekonomi Masyarakat Berikut? N=254

Masalah Utama Frekuensi yang

menjawab Ya %

Kelangkaan pupuk 35 14,3%

Mahalnya biaya berobat 26 9,8% Susahnya lapangan pekerjaan 92 36,2%

Masalah korupsi/KKN 41 16,1%

Kurangnya kepercayaan kepada

pimpinan daerah 38 15%

Kurangnya rasa aman &

rendahnya ketertiban 15 5,9%

Kelangkaan air bersih 53 20,9% Terjadinya/ancaman banjir 2 0,8% Sarana/prasarana transportasi 20 7,9% Mahalnya harga sembako 78 30,7% Mahalnya biaya pendidikan 40 15,7% Tidak tegaknya hukum dengan

adil 11 4,3%

Masalah listrik 15 5,9%

Kesembrautan lalu lintas 0 0%

Lainnya 5 2%

Sumber : Data Primer 2015

Dari tabel di atas terlihat bahwa permasalahan sosial ekonomi yang paling dirasakan oleh masyarakat adalah susahnya lapangan pekerjaan (36,2%), diikuti oleh masalah mahalnya harga sembako (30,7%), kesulitan mendapatkan air bersih (20,9%), masalah korupsi dan KKN (16,1%), mahalnya biaya pendidikan (15,7%) dan kurangnya kepercayaan kepada pimpinan daerah (15%).

Berdasarkan temuan penelitian ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu ke depan, pemerintah perlu berupaya keras dalam menyelesaikan berbagai masalah sosial ekonomi tersebut di atas.

KPU Kabupaten Dharmasraya Tahun 2015 56

6.1 Pengantar

Bab ini akan merumuskan kesimpulan dan rekomendasi penelitian serta memberikan rekomendasi justifikasi terhadap hipotesis yang ditolak dan diterima. Selain itu bagian ini juga akan menjawab dan menjelaskan beberapa masalah penelitian yang telah dikemukakan di depan. Sumber pembahasan yang dilakukan adalah mengacu kepada temuan seperti tabel-tabel, frekuensi dan persentase serta dibuat perbandingan dengan penelitian terdahulu yang relevan. Kemungkinan yang mempengaruhi hasil penelitian juga didiskusikan untuk menarik kesimpulan penelitian.

Selanjutnya implikasi dan rekomendasi akan dikemukakan sebagai panduan bagi pihak-pihak yang berminat untuk melakukan penelitian terkait dan sebagai rujukan bagi stakeholder pemilu baik KPU, Bawaslu, partai politik maupun masyarakat .

KPU Kabupaten Dharmasraya Tahun 2015 57

6.2. Pembahasan

Dokumen terkait