• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENDEKATAN STUDI DAN TEHNIK ANALISA

3.4. Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data yang menjadi bahan dalam kegiatan ini terdiri dari :

1. Data Primer, data dan informasi yang diperoleh langsung dari narasumber/responden, yang berupa hasil wawancara dengan responden. Data primer diperoleh langsung dari responden melalui wawancara yang dipandu kuesioner kepada para kepala sekolah, atau pengelola sekolah lainnya.

2. Data Sekunder, yaitu data informasi yang diperoleh dari dokumen, publikasi, laporan penlitian dari instansi/dinas maupun sumber data lainnya yang menunjang

3.5.Desain Konsep Penlitian

Gambar 3.5: Desain Konsep Penelitian

Berdasarkan gambar diatas, penelitian ini dimulai dengan langkah merumuskan masalah yang mana setiap rumusan masalah yang dibuat sesuai dengan tujuan dan maksud yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yang kemudian melakukan penelusuran data yang dibutuhkan dalam penelitian yang dapat berasal dari buku,dan sumberlainnya untuk jenis data sekunder dan sekaligus melakukan penelitian lapang sesuai dengan sampel penelitian untuk mendapatkan data primer yang dibutuhkan untuk nanti diolah sebagai bahan penelitian.

Kemudian dari masing-masing data yang diperoleh, untuk data sekunder dilakukan tahap analisis isi dimana peneliti memilih dan memilah dari data tersebut yang sesuai dan dapat dijadikan bahan untuk menyusun laporan penelitian ini dan sebagai acuan untuk melakukan

Analisis Isi (Content Analysis)

Analisis Swot

Kekuatan, Kelamahan, Peluang , Tantangan serta Perumusan Strategi Kebijakan.

Deskriptif Kualitatif Bahan data Primer (penelitian lapang) pada

sekolah negeri di Kota Malang.

Bahan Sekunder Penelusuran Kepustakaan, Undang-undang, peraturan,

keputusan (Library research)

RUMUSAN MASALAH

analisis selanjutnya. Begitu juga dengan data primer yang berupa kuisioner kemudian direkap dan dideskrisikan berdasarkan setiap poin pertanyaan yang ada pada kuisioner untuk melihat kualitas data yang dibutuhkan untuk melakukan analisis selanjutnya.

Setelah data dan bahan telah didapatkan, data sekunder dan data primer diolah dengan menggunakan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats). Dari data yang telah diperoleh kemudian dianalisis tentang segi kekuantan, kelemahan, peluang serta ancaman yang ada dari setiap sekolah atas prasarana yang ada didalamnya, sehingga akan menghasilkan output sesuai dengan tujuan penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.1.Hasil Penelitian

4.1.1. Sampel Penelitian

Sebagaimana bahasan pada bab sebelumnya, populasi dari penelitian ini adalah seluruh Sekolah Dasar negeri di Kota Malang yang berjumlah 196 sekolah. Sampel ditentukan sebanyak 24 SDN atau (12%) dari total populasi.

4.1.2. Daftar Sampel

Sebagimana yang telah diuraikan pada bagian sebaleumnya, sampel pada penlitian ini sebanyak 24 SDN yang tersebar di 5 Kecamatan di Kota Malang, berikut disajikan daftar SDN yang menjadi sampel dalam kajian ini:

Tabel 4.1 Daftar SDN Sampel

No Nama Sekolah Alamat Telp E-mail

1 SDN

BANDULAN 1 Jln. Bandulan 1C/7 Malang 0341-552416

RW. 10 Kel. Blimbing Kec. 0341- sdnblimbing3ml

Blimbing 470007 [email protected]

7 SDN Blimbing 5 Jl. Borobudur Gang X No. 32 Malang Kode Pos 65125

0341-482488

sdnblimbing5@

yahoo.com

8 SDN DINOYO 3

Jl. MT HARYONO XIII/139 A RT. 01 RW. 06 KEL.

Jl. Galunggung VII No 1 Kec.

Klojen Kota Malang

JL. CANDI VIB/110 ,KEL.

KARANGBESUKI ,KEC

16 SDN NO 2 KEL. MADYOPURO KEC. KEDUNGKANDANG

Jl. Raya Madyopuro No. 33 Kec. Kedungkandang, Kota

Jln. Simpang Teluk Grajakan

No. 32 Malang

Jl. Simpang Ranugrati Selatan III/17, Sawojajar

24 SDN Tanjungrejo 5

Jl. Mergan Lori III / 1 A Kec.

Sukun Kota Malang

0341-356889

sdnegeritanjungr [email protected].

id Sumber : data diolah, 2016

4.2.Rasio Luas Lahan – Jumlah Peserta Didik

Sebagaimana Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah

28%

25%

24%

23%

Gambar 4.1 Bangunan satu lantai

6

7 sampai 12 13 sampai 18 19 sampai 24

(SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Lahan untuk satuan pendidikan SD/MI memenuhi ketentuan rasio minimum luas lahan terhadap peserta didik seperti tercantum padaTabel 4.2 sebagai berikut :

Tabel 4.2 Rasio Minimun Luas Lahan Terhadap Peserta Didik

No

Banyak rombongan

belajar

Rasio minimum luas lantai bangunan terhadap peserta didik

sumber : Permendiknas No. 24 Tahun 2007

Berdasarkan Rasio Minimum Luas Lahan terhadap Peserta Didik pada tabel 4.2 dan Gambar 4.1 disamping, untuk banyak rombongan belajar 6 kelas bangunan satu lantai terdiri dari 28% peserta didik /m² atau sebanyak 12,7 peserta didik /m²,untuk banyak rombongan belajar 7-12 kelas bangunan satu lantai terdiri dari 25% peserta didik/m² atau sebanyak 11,2 peserta didik /m², untuk banyak rombongan belajar 13-18 kelas bangunan satu lantai terdiri dari 24% peserta didik /m² atau sebanyak 10,6 peserta didik /m², dan rombongan belajar 19-24 kelas banguan satu lantai terdiri dari 23% peserta didik /m² atau sebanyak 10,3 peserta didik /m².

Berdasarkan Rasio Minimum Luas Lahan terhadap Peserta Didik pada tabel 4.2 dan Gambar 4.2 disamping, untuk banyak rombongan belajar 6 kelas bangunan dua lantai terdiri dari 29% peserta didik /m² atau sebanyak 7,0 peserta didik /m², untuk banyak rombongan belajar 7-12 kelas bangunan dua lantai terdiri dari 25% peserta didik /m² atau sebanyak 6,0 peserta didik /m², untuk banyak rombongan belajar 13-18 kelas bangunan dua lantai terdiri dari 23% peserta didik /m² atau sebanyak 5,6 peserta didik /m², dan banyak rombongan belajar 19-24 kelas bangunan dua lantai terdiri dari 23% peserta didik /m² atau sebanyak 5,5 peserta didik /m².

Berdasarkan Rasio Minimum Luas Lahan terhadap Peserta Didik pada tabel 4.2. dan Gambar 4.3 disamping, untuk banyak rombongan belajar 6 kelas bangunan tiga lantai terdiri dari 28% peserta didik /m² atau sebanyak 4,9 peserta didik /m², untuk banyak rombongan belajar 7-12 kelas bangunan tiga lantai terdiri dari 25% peserta didik /m² atau sebanyak 4,3 peserta didik /m², untuk banyak rombongan belajar 13-18 kelas bangunan tiga lantai terdiri dari 23% peserta didik /m² atau sebanyak 4,1 peserta didik /m² dan banyak rombongan belajar 19-24 kelas bangunan tiga lantai terdiri dari 24% peserta didik /m² atau sebanyak 4,1 peserta didik/m².

Berdasarkan hasil pengisian kuisioner diperoleh data Rasio luas lahan terhadap jumlah peserta didik sebagimana disajikan pada tabel 4.3 berikut :

Tabel 4.3 Rasio Luas Lahan terhadap jumlah peserta didik

No Nama Sekolah Jumlah

Siswa Rombel Total

Lahan Standar Rasio Keterangan

1 SDN 235 6 1141 12.7 4.9 Tidak

29%

25%

23%

23%

Gambar 4.2 Bangunan dua lantai

6

Gambar 4.3 Banguan tiga lantai

6

7 sampai 12 13 sampai 18 19 sampai 24

BANDULAN 1 Memenuhi

NDANG 1 Standar Jumlah SDN yang tidak memenuhi standar (%) 79.2

Jumlah SDN yang memenuhi standar (%) 20.8 Sumber : data diolah. 2016

Sebagaimana hasil yang tampak pada tabel 4.3, dapat diketahui gambaran Rasio luas lahan terhadap jumlah peserta didik, yaitu 79,2% SDN tidak memenuhi standar Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), dan hanya 20,8% SDN yang memenuhi standar permendiknas.

4.3.Rasio Luas Lantai Bangunan terhadap Peserta Didik

Berdasarkan hasil pengisian kuisioner diperoleh data Luas Lantai Bangunan terhadap Peserta Didik sebagaimana disajikan pada tabel 4.4 berikut :

Tabel 4.4 Rasio Luas Lantai terhadap Peserta Didik No Nama

ar Rasio Keteranga n

5

Bandulan 3 Memenuhi

Jumlah SDN yang tidak memenuhi standar (%) 16,7

Jumlah SDN yang memenuhi standar (%) 83,3

Sumber:data diolah, 2016

Sebagaimana hasil tampak pada tabel 4.4, dapat diketahui gambaran Rasio luas lantai terhadap jumlah peserta didik, yaitu 16,7% SDN tidak memenuhi standar Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah (SD/MI), dan hanya 83,3% SDN yang memenuhi standar permendiknas.

4.4.Rasio Luas Ruang Kelas – Jumlah Peserta Didik

Berdasarkan hasil pengisian kuisioner diperoleh data Rasio Luas Ruang Kelas – Jumlah Peserta Didik sebagaimana disajikan pada tabel 4.5 berikut :

Tabel 4.5 Rasio Luas Lantai Terhadap Jumlah Peserta Didik

No Nama Sekolah Jumlah

4

LESANPURO

Tidak memenuhi 79,2

Sumber : data diolah, 2016

Sebagaimana hasil yang tampak pada tabel 4,5, dapat diketahui gambaran Luas Lantai Terhadap Jumlah Peserta Didik, yaitu 79,2% SDN tidak memenuhi standar Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), dan hanya 20,8% SDN yang memenuhi standar permendiknas.

Selain Rasio Luas Ruang Kelas – Jumlah Peserta Didik, tidak kalah penting pula untuk diketahui jumlah ruang yang seharusnya dimiliki SDN berdasarkan student body yang dimiliki.

Berikut disajikan jumlah ruang yang seharusnya dimiliki SDN sampel:

Tabel 4.6 Jumlah Ruang Seharusnya (sesuai dengan Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007 kapasitas maksimal jumlah peserta didik adalah 28 orang per kelas)

No Nama Sekolah

15

Memenuhi Standar 16,7

Tidak Memenuhi Standar 83,3

Sumber : data diolah, 2016

Sebagaimana hasil yang tampak pada tabel 4.6, dapat diketahui gambaran jumlah ruang seharusnya dimiliki SDN sampel, yaitu 83,3% SDN tidak memenuhi standar Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), dan hanya 16,7% SDN yang memenuhi standar permendiknas.

4.5.Rasio Luas Perpustakaan

Berdasarkan hasil pengisian kuisioner diperoleh data Rasio Luas Perpustakaan sebagaimana disajikan pada tabel 4.7 berikut :

Tabel 4.7 Rasio Luas Perpustakaan

No Nama Sekolah

Jumla h Siswa

Luas Bangunan

Standar

(M²) Keterangan

1 SDN BANDULAN 1 235 42 30 Memenuhi

2 SDN Bandulan 3 278 16 30

Tidak Memenuhi

3 SDN BANDULAN 4 255 56 30 Memenuhi

4 SDN BARENG 1 320 90 30 Memenuhi

5 SDN BARENG 5 88 49 30 Memenuhi

6 SDN Blimbing 3 462 95,4 30 Memenuhi

7 SDN Blimbing 5 212 32 30 Memenuhi

8 SDN DINOYO 3 210 36 30 Memenuhi

9 SDN GADINGKASRI 181 45 30 Memenuhi

10 SDN JATIMULYO 5 114 56 30 Memenuhi

11 SDN Karangbesuki 147 64 30 Memenuhi

12 SDN KARANGBESUKI 2 155 26,25 30

Tidak Memenuhi

13 SDN KARANGBESUKI 3 248 42 30 Memenuhi

14 SDN Kauman 2 277 42 30 Memenuhi

15

SDN

KEDUNGKANDANG 1 192 33 30 Memenuhi

16 SDN LESANPURO 1 251 56 30 Memenuhi

17 SDN MADYOPURO 2 217 30

18 SDN Madyopuro 4 362 57,8 30 Memenuhi

19 SDN Madyopuro 5 439 49 30 Memenuhi

20 SDN MERJOSARI 1 194 33 30 Memenuhi

21 SDN PANDAN WANGI 3 522 60 30 Memenuhi

22 SDN PANDANWANGI 2 211 42 30 Memenuhi

23 SDN Sawojajar 4 Malang 198 30

24 SDN Tanjungrejo 5 375 80 30 Memenuhi

Memenuhi 83,3

Tidak Memenuhi 8,3

Mising Values 2

Sumber : data diolah, 2016

Sebagaimana hasil yang tampak pada tabel 4.7, dapat diketahui gambaran Rasio Luas Perpustakaan SDN sampel, yaitu 83,3% SDN memenuhi standar Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007 terkait luas perpustakaan minimal, dan hanya 8,3% SDN yang tidak memenuhi standar permendiknas. Sedang 2 SDN tidak mengisi (2 SDN).

4.6.Laboratorium IPA

Berdasarkan hasil pengisian kuisioner diperoleh data keberadaan laboratorium IPA (SAINS) sebagaimana disajikan pada tabel 4.8 berikut :

Tabel 4.8 Keberadaan Laboratorium IPA (SAINS)

No Nama Sekolah Luas Bangunan Meja Kursi Almari

1 SDN BANDULAN 1

2 SDN PANDAN WANGI 3

3 SDN BANDULAN 4

4 SDN BARENG 1

5 SDN BARENG 5 52,5 8 16 5

6 SDN Blimbing 5 42 1 7 5

7 SDN DINOYO 3 8 2

8 SDN GADINGKASRI

9 SDN JATIMULYO 5

10 SDN KARANGBESUKI 3

11 SDN KARANGBESUKI 2

12 SDN Karangbesuki 4

13 SDN Kauman 2 36 20 20 2

14 SDN LESANPURO 1

15 SDN MADYOPURO 2

16 SDN MERJOSARI 1

17 SDN PANDANWANGI 2 42 4 4 2

18 SDN Tanjungrejo 5

19 SDN KEDUNGKANDANG 1

20 SDN Sawojajar 4

21 SDN Bandulan 3

22 SDN Blimbing 3 56 4 7

23 SDN Madyopuro 4

24 SDN Madyopuro 5

Sumber: data diolah, 2016

Berdasarkan tabel 4.8, tampak hanya 6 SDN (25%) yang memiliki ruang laboratorium IPA, sedang 75% lainnya tidak menjawab pertanyaan. Sebagaimana Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007 point 3.a ruang laboratorium IPA tidak harus beriri sendiri, akan tetapi dapat memanfaatkan ruang kelas yang ada.

Sedangkan berdasarkan kelengkapan peralatan Laboratorium IPA, sebagaimana Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) minimal terdiri dari : Model Kerangka, Model Tubuh, Globe, Model Tata Surya, Kaca Pembesar, Cermin Datar, Cermin Cekung, Cermin Cembung, Lensa Datar, Lensa Cembung, Lensa Cekung, Magnet batang, Poster IPA.

Berdasarkan hasil pengisian kuisioner, hanya ada 2 SDN (8,3%) yang memiliki peralatan pendidikan sebagaimana Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 secara lengkap.

4.7.Ruangan Pimpinan

Berdasarkan hasil pengisian kuisioner diperoleh data Ruang Pimpinan sebagaimana disajikan pada tabel 4.9 berikut :

Tabel 4.9 Ruang Pimpinan

No Nama Sekolah

Luas

Bangunan Meja Kursi Almari Sofa PC Printer Televisi

1

SDN

BANDULAN 1

2

SDN PANDAN

WANGI 3

3 SDN 32 3 2 1 1 1

BANDULAN 4

ANG 1

20

SDN

SAWOJAJAR 4

21

SDN

BANDULAN 3

22

SDN BLIMBING

3 28 1 1 1 1 1 1

23

SDN

MADYOPURO 4

24

SDN

MADYOPURO 5 20 3 2 1 2 1

Sumber : data diolah, 2016

Berdasarkan tabel 4.9, tampak hanya 8 SDN (33,3%) yang mengisi pertanyaan tentang ruang pimpinan (Kepala Sekolah), sedang 66,7% lainnya tidak menjawab pertanyaan.

Sebagaimana Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007 point 4.b ruang pimpinan minimal 12m².

Dari 33,3% responden yang menjawab ruang pimpinan, secara keseluruhan ruang pimpinan telah sesuai dengan standar Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007.

Bila dilihat dari perlengkapan minimal yang harus tersedia di ruang pimpinan sesuai standar Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007 terdiri atas: kursi dan meja, kursi tamu, lemari, papan plastic, symbol kenegaraan, temapt sampah, PC/laptop, Filling cabinet, brankas dan jam dinding, masih terdapat sebagian perlengkapn yang masih belum tersedia di ruang pimpinan dan bervariasi pada seluruh sampel.

4.8.Ruang Guru

Berdasarkan Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007, Ruang guru berfungsi sebagai tempat guru bekerja dan istirahat serta menerima tamu, baik peserta didik maupun tamu lainnya.

Rasio minimum luas ruang guru 4 m²/pendidik dan luas minimum 32 m².ruang guru mudah dicapai dari halaman sekolah ataupun dari luar lingkungan sekolah, serta dekat dengan ruang pimpinan.

Berdasarkan hasil pengisian kuisioner diperoleh data Ruang Guru sebagaimana disajikan pada tabel 4.10 berikut :

Tabel 4.10 Ruang Guru

No Nama Sekolah

Luas

Bangu Meja Kursi Almari Sofa PC Pri nter

Tele visi

nan

18

Sumber : data diolah, 2016

Berdasarkan tabel 4.10, tampak hanya 1 SDN (4,2%) yang tidak memenuhi standar tentang ruang Guru, sedang 91,7% lainnya telah memenuhi standar Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007 point D.5. Standar Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007 menyebutkan dalam ruang guru minimal terdapat sarana : meja dan kursi guru, lemari, papan statistik, papan pengumuman, tempat sampah, tempat cuci tangan dan jam dinding.

4.9.Tempat Beribadah

Berdasarkan Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007, Tempat beribadah berfungsi sebagi tempat warga sekolah melakukan ibadah yang diwajibkan oleh agama masing-masing pada waktu sekolah. Banyak tempat beribadah sesuai dengan kebutuhan tiap satuan pendidikan dengan luas minimum 12 m².

Berdasarkan hasil pengisian kuisioner diperoleh data tempat beribadah sebagimana disajikan pada tabel 4.11 berikut :

Tabel 4.11 Tempat Beribadah

No Nama Sekolah

(m²)

1 SDN BANDULAN 1 6 12 Memenuhi

2

SDN PANDAN

WANGI 3 16 Sendiri 36 12 Memenuhi

3 SDN BANDULAN 4 4 Sendiri 28 12 Memenuhi

4 SDN BARENG 1 3 Sendiri 42 12 Memenuhi

5 SDN BARENG 5 2,5 Sendiri 49 12 Memenuhi

6 SDN BLIMBING 5 9 Sendiri 30 12 Memenuhi

7 SDN DINOYO 3 7 Sendiri 48 12 Memenuhi

8 SDN GADINGKASRI 8 12

9 SDN JATIMULYO 5 Sendiri 24 12 Memenuhi

10

SDN

KARANGBESUKI 3 3 Sendiri 28 12 Memenuhi

11

SDN

KARANGBESUKI 2 8 Sendiri 28 12 Memenuhi

12

SDN

KARANGBESUKI 4 4 Sendiri 49 12 Memenuhi

13 SDN KAUMAN 2 9 Sendiri 56 12 Memenuhi

14 SDN LESANPURO 1 6 12

15 SDN MADYOPURO 2 4 Sendiri 12 12 Memenuhi

16 SDN MERJOSARI 1 4 Sendiri 40 12 Memenuhi

17

SDN

PANDANWANGI 2 15 Sendiri 42 12 Memenuhi

18

SDN TANJUNGREJO

5 8 Sendiri 80 12 Memenuhi

19

SDN

KEDUNGKANDANG

1 15 Sendiri 42 12 Memenuhi

20 SDN SAWOJAJAR 4 12

21 SDN BANDULAN 3 Sendiri 16 12 Memenuhi

22 SDN BLIMBING 3 10,5 Sendiri 43 12 Memenuhi

23 SDN MADYOPURO 4 6 Sendiri 45 12 Memenuhi

24 SDN MADYOPURO 5 Sendiri 56 12 Memenuhi

Sumber : data diolah, 2016

Berdasarkan tabel 4.11, tampak sejumlah 20 SDN (83,3%) telah memiliki tempat beribadah dan telah memenuhi standar tentang tempat beribadah, sedangkan 16,7% lainnya tidak menjawab pertanyaan (missing values).

4.10.Ruang UKS

Berdasarkan Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007, Ruang UKS berfungsi sebagi tempat untuk penanganan dini peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan di sekolah.

Ruang UKS dapat dimanfaatkn sebagai ruang konseling.Luas minimum ruang UKS 12 m².

Berdasarkan hasil pengisian kuisioner data Ruang UKS sebagimana disajikan pada tabel 4.12 berikut :

Tabel 4.12 Ruang UKS

No Nama Sekolah Jumlah

Siswa

Luas

Bangunan Standar (m²) Keterangan

1 SDN BANDULAN 1 235 12 -

2 SDN PANDAN WANGI 3 522 42 12 Memenuhi

3 SDN BANDULAN 4 255 15 12 Memenuhi

4 SDN BARENG 1 320 21 12 Memenuhi

5 SDN BARENG 5 88 17,5 12 Memenuhi

6 SDN Blimbing 5 212 6 12

Tidak Memenuhi

7 SDN DINOYO 3 210 10 12

Tidak Memenuhi

8 SDN GADINGKASRI 181 3 12

Tidak Memenuhi

9 SDN JATIMULYO 5 114 56 12 Memenuhi

10 SDN KARANGBESUKI 3 248 24 12 Memenuhi

11 SDN KARANGBESUKI 2 155 6 12

Tidak Memenuhi

12 SDN Karangbesuki 4 147 21 12 Memenuhi

13 SDN Kauman 2 277 18 12 Memenuhi

14 SDN LESANPURO 1 251 32 12 Memenuhi

15 SDN MADYOPURO 2 217 8 12

Tidak Memenuhi

16 SDN MERJOSARI 1 194 18 12 Memenuhi

17 SDN PANDANWANGI 2 211 18 12 Memenuhi

18 SDN Tanjungrejo 5 375 12 -

19 SDN KEDUNGKANDANG 1 192 18 12 Memenuhi

20 SDN Sawojajar 4 198 12 -

21 SDN Bandulan 3 278 7 12

Tidak Memenuhi

22 SDN Blimbing 3 462 37,5 12 Memenuhi

23 SDN Madyopuro 4 362 7 12

Tidak Memenuhi

24 SDN Madyopuro 5 439 30 12 Memenuhi

Sumber : data diolah, 2016

Berdasarkan tabel 4.12, tampak sejumlah 14 SDN (58,3%) telah memiliki UKS dan telah memenuhi standar tentang ruang UKS, sedangkan 29,2% tidak memenuhi standar ruang UKS sebagaimana Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007. Sedang sarana yang tersedia di ruangan UKS bervariasi pada tiap sampel, yang sebagian besar tidak sesuai dengan standar sarana ruang UKS yang ditetapkan Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007.

4.11.Jamban

Berdasarkan Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007, Jamban berfungsi sebagi tempat buang air besar dan/atau kecil. Minimum terdapat 1 unit untuk setiap 60 peserta didik pria, 1 unit jamban untuk setiap 50 peserta didik wanita, dan 1 unit jamban untuk guru. Banyak jamban minimum setiap sekolah 3 unit.Luas minimum 1 unit jamban 2 m².Jamban harus berdinding, beratap, dapat dikunci, dan mudah dibersihkan.Tersedia air bersih di setiap unit jamban.

Berdasarkan hasil pengisian kuisioner diperoleh data keberadaan jamban di SDN sampel sebagaimana disajikan pada tabel 4.13 berikut :

Tabel 4.13 Ruang Jamban

No Nama Sekolah Jumlah

Siswa Standar Jumlah

Jamban Keterangan

1 SDN BANDULAN 1 235 4 4 Memenuhi

2 SDN PANDAN WANGI 3 522 9 9 Memenuhi

3 SDN BANDULAN 4 255 5 8 Memenuhi

4 SDN BARENG 1 320 6 8 Memenuhi

5 SDN BARENG 5 88 2 7 Memenuhi

6 SDN Blimbing 5 212 4 8 Memenuhi

7 SDN DINOYO 3 210 4 7 Memenuhi

8 SDN GADINGKASRI 181 4 4 Memenuhi

9 SDN JATIMULYO 5 114 2 8 Memenuhi

10 SDN KARANGBESUKI 3 248 5 6 Memenuhi

11 SDN KARANGBESUKI 2 155 3 5 Memenuhi

12 SDN Karangbesuki 4 147 3 4 Memenuhi

13 SDN Kauman 2 277 5 6 Memenuhi

14 SDN LESANPURO 1 251 5 7 Memenuhi

15 SDN MADYOPURO 2 217 4 4 Memenuhi

16 SDN MERJOSARI 1 194 4 6 Memenuhi

17 SDN PANDANWANGI 2 211 4 5 Memenuhi

18 SDN Tanjungrejo 5 375 7 6 Tidak Memenuhi

19

SDN

KEDUNGKANDANG 1 192 4 5 Memenuhi

20 SDN Sawojajar 4 198 4

21 SDN Bandulan 3 278 5 5 Memenuhi

22 SDN Blimbing 3 462 8 14 Memenuhi

23 SDN Madyopuro 4 362 7 5 Tidak Memenuhi

24 SDN Madyopuro 5 439 8 9 Memenuhi

Sumber : data diolah, 2016

Berdasarkan tabel 4.13, tampak sejumlah 21 SDN (87,5%) telah memiliki jamban dan telah memenuhi standar tentang ruang UKS, sedangkan 8,3% tidak memenuhi standar ruang UKS sebagaimana Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007.

BAB V PEMBAHASAN

5.1.Analisis Lingkungan Eksternal dan Internal Prasarana Sekolah di Kota Malang Analisis Lingkungan Eksternal ini berkaitan dengan berbagai aspek dari lingkungan eksternal (diluar manajemen sekolah), yang mempengaruhi terhadap ketersediaan prasarana sekolah terutama prasarana sekolah pada sekolah tingkat dasar di kota Malang. Sedangkan analisa Internal merupakan analisa terhadap aspek internal sekolah yaitu aspek yang berkaitan dengan aspek internal yang merupakan hal-hal yang dapat dipengaruhi oleh manajemen sekolah.

5.1.1. Aspek lingkungan eksternal sekolah.

Aspek lingkungan eksternal sekolah ini dapat meliputi :

1) Kebijakan pemerintah tentang arah pengembangan sekolah yang berdampak terhadap prasarana sekolah.

2) Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pendanaan untuk sekolah 3) Perkembangan penduduk kota malang

4) Pertumbuhan pendapatan perkapitan penduduk kota malang

5) Perkembangan teknologi yang berkaitan dengan teknologi proses pembelajaran Aspek lingkungan eksternal sekolah tersebut memberikan dampak terhadap keberadaan prasarana sekolah, dimana dapat merupakan peluang bagi sekolah untuk memenuhi atau meningkatkan prasarana sekolah yang dimiliki, sehingga mampu memberikan pelayanan yang baik terhadadap stakeholders. Demikian pula aspek eksternal ini juga dapat merupakan ancaman bagi ketercapaian pemenuhan prasarana sekolah, atau menuntut pengembangan prasarana untuk dapat menjaga keberlangsungan pelayanan prasarana yang baik terhadap stakholders. Sehingga aspek tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

1) Kebijakan pemerintah tentang arah pengembangan sekolah yang berdampak terhadap prasarana sekolah.

Pemerintah Kota Malang melalui kebijakan pengembangan sekolah sesuai Peraturan Walikota Malang No.35 tahun 2014 tentang rencana induk pengembangan sekolah 2013-2018 terutama pada pasal 7 yang menyangkut standarisasi prasarana, telah mencanangkan adanya pemerataan distribusi, penertiban, perbaikan, dan pemeliharaan tanah, gedung, perabot dan alat peraga sekolah, sehingga tidak bervariasi dan berdasarkan standarisasi.

Hal demikian merupakan peluang bagi sekolah diKota Malang untuk dapat meningkatkan mengembangkan prasarana sekolah sehingga mampu melayani kebutuhan stakeholder dengan baik

2) Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pendanaan untuk sekolah

Dalam Perda No.3 Tahun 2014 pada bab XIV terutama pasal 46 telah disebutkan bahwa dana pendidikan sekurang-kurangnya 10 persen dari anggaran diluar gaji pegawai. Hal demikian menunjukkan komitmen pemerintah untuk membangun fasilitas pendidikan di Kota Malang sekaligus merupakan peluang bagi sekolah di Kota Malang untuk meningkatkan prasarananya guna dapat meningkatkan performansi sekolah dalam melakukan pelayanan pendidikan kepada mayarakat.

3) Perkembangan penduduk Kota Malang

Perkembangan penduduk Kota Malang merupakan pertumbuhan penduduk yang dinamis dengan tingkat pertumbuhan sebesar 0,80% pertahun hal demikian potensial mendukung perkembangan permintaan terhadap jasa pendidikan terutama sekolah formal baik tingkat dasar, menengah maupun tingkat lanjutan. Perkembangan penduduk yang diiringi permintaan terhadap sekolah ini menjadikan tantangan bagi sekolah untuk mampu menyediakan prasarana sekolah sebagai bagian dari pelayanan terhadap masyarakat untuk agar dapat menikmati pendidikan wajib belajar 9 tahun sebagaimana dicanagkan oleh pemerintah.

Tabel 5.1 Jumlah Penduduk Kota MalangMenurut KecamatanTahun2010- 2015

No KECAMATAN

TAHUN 2011

TAHUN 2012

TAHUN 2013

TAHUN 2014

TAHUN 2015*) 1 KLOJEN 118.472 110.816 107.729 109.000 109.426 2 BLIMBING 198.040 188.387 187.001 191.631 193.229 3 KEDUNGKANDANG 201.976 193.784 194.071 199.506 202.259 4 LOWOKWARU 169.238 161.603 162.591 166.633 168.308

5 SUKUN 202.353 191.643 193.310 198.241 200.907

KOTAMALANG 890.079 846.233 844.702 865.011 874.129

*) Tahun2015adalahdatabulanJuni2015. Sumber: RKPD tahun 2016

Sedangkan menurut kelompok umur yang dikelompokkan kedalam 8 (delapan) kelompok menurut umur dengan interval kelas kelompok sebesar 5 tahun menunjukkan bahwa jumlah penduduk pada kelompok umur usia sekolah atau wajib belajar yaitu ( 5-9), (10-14) dan (15-19) merupakan kelompok usia yang menikmati wajib belajar 9 tahun, yang kurang lebih meliputi jumlah penduduk sebanyak 202.185 anak usia sekolah.

Tabel 5.2 JumlahPendudukBerdasarkanKelompokUmurSemesterITahun2015

N0. KelompokUmur Jumlah

1 Sumber : RKPD Tahun 2016

Jumlah anak usia wajib belajar tersebut merupakan tantangan bagi sekolah untuk menyediakan fasilitas prasarana sekolah yang representatif bagi mereka dengan memenuhi standar yang telah ditetapkan dalam peraturan menteri pendidikan Nasional (Permendiknas) No.27 Tahun 2007.

4) Pertumbuhan pendapatan perkapitan penduduk kota malang

Pertumbuhan pendapatan masyarakat kota malang yang ditunjukkan dengan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) memiliki pertumbuhan yang cukup pesaat dengan rata-rata sekitar 7.6 % adalah merupakan tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi.

Tabel 5.3 PerkembangandanPertumbuhanPDRBKotaMalangTahun2011- 2014

Tahun PDRBADH

15,27 14.044.625,15 10,48

2011 34.226.477,0

Sumber: RKPD TAHUN 2016

Seiring dengan kemajuan teknologi, maka perkembangan media pembelajaran begitu cepat, di mana masing-masing media yang ada punya ciri-ciri dan kemampuan sendiri.

Dari hal ini, kemudian timbul usaha-usaha penataannya yaitu pengelompokkan atau klasifikasi menurut kesamaan ciri-ciri atau karakteristiknya. Ciri-ciri umum dari media pembelajaran adalah:

a) Media pembelajaran identik dengan pengertian peragaan yang berasal dari kata

“raga”, artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat dan didengar dan yang dapat diamati melalui panca indera.

b) Tekanan utama terletak pada benda atau hal-hal yang dapat dilihat dan didengar.

c) Media pembelajaran digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam pengajaran antara guru dan siswa.

d) Media pembelajaran adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik di dalam

d) Media pembelajaran adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik di dalam

Dokumen terkait